10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, Ada Kampus Incaranmu?

JATIMTIMES – Lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia Webometrics kembali merilis daftar universitas terbaik edisi 2026. Tak hanya perguruan tinggi negeri (PTN), daftar tersebut juga memuat kampus swasta terbaik di Indonesia yang bisa menjadi referensi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Bagi siswa yang belum lolos seleksi masuk PTN maupun masih mencari kampus tujuan pada tahun akademik 2026/2027, hasil pemeringkatan ini dapat menjadi salah satu acuan sebelum menentukan pilihan. Apalagi, banyak perguruan tinggi swasta (PTS) masih membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui gelombang lanjutan hingga pertengahan tahun. Dalam pemeringkatan kali ini, Universitas Bina Nusantara (Binus University) kembali menempati posisi sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Posisi berikutnya ditempati Telkom University, disusul Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Daftar tersebut menunjukkan bahwa kampus swasta di Indonesia terus berkembang, baik dari sisi kualitas akademik, produktivitas riset, maupun pengakuan di tingkat internasional. 10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026 Berikut daftar lengkap 10 perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Webometrics 2026: 1. Universitas Bina Nusantara (Binus University) ◦ Peringkat dunia: 1.268 ◦ Peringkat Indonesia: 11 2. Telkom University ◦ Peringkat dunia: 1.310 ◦ Peringkat Indonesia: 13 3. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ◦ Peringkat dunia: 1.760 ◦ Peringkat Indonesia: 18 4. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ◦ Peringkat dunia: 1.896 ◦ Peringkat Indonesia: 21 5. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ◦ Peringkat dunia: 2.248 ◦ Peringkat Indonesia: 25 6. Universitas Medan Area (UMA) ◦ Peringkat dunia: 2.393 ◦ Peringkat Indonesia: 27 7. Universitas Pelita Harapan (UPH) ◦ Peringkat dunia: 2.553 ◦ Peringkat Indonesia: 33 8. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) ◦ Peringkat dunia: 2.688 ◦ Peringkat Indonesia: 36 Baca Juga : Graha Bangunan Blitar Hadirkan Promo Happy Goal 2026, Polaris Solar Water Heater Potongan Harga hingga Rp1 Juta 9. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) ◦ Peringkat dunia: 2.892 ◦ Peringkat Indonesia: 39 10. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ◦ Peringkat dunia: 2.900 ◦ Peringkat Indonesia: 40 Bagaimana Webometrics Menentukan Peringkat Kampus? Webometrics merupakan pemeringkatan perguruan tinggi yang diterbitkan oleh Cybermetrics Lab, sebuah kelompok riset di bawah Spanish National Research Council (CSIC), salah satu lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Berbeda dengan anggapan banyak orang, Webometrics tidak memberi peringkat berdasarkan tampilan situs web kampus. Pemeringkatan ini menilai kinerja universitas secara keseluruhan dengan melihat dampak akademik, produktivitas riset, hingga visibilitas institusi di tingkat global. Setiap edisi, Webometrics mengevaluasi lebih dari 32 ribu perguruan tinggi dari sekitar 200 negara. Adapun penilaiannya didasarkan pada tiga indikator utama, yakni: • Visibility (50%), yaitu dampak universitas berdasarkan jumlah domain eksternal yang mengarah ke situs resmi kampus. Data diperoleh melalui Ahrefs. • Excellence (40%), yakni jumlah publikasi ilmiah yang masuk 10 persen paling banyak disitasi di dunia selama periode 2019-2023 berdasarkan data Scopus/SCImago. • Transparency (10%), yaitu jumlah sitasi para peneliti terbaik di universitas berdasarkan data Google Scholar, dengan mengecualikan 20 peneliti teratas untuk menghindari bias. Meski demikian, hasil pemeringkatan bukan satu-satunya faktor dalam memilih perguruan tinggi. Calon mahasiswa juga disarankan mempertimbangkan akreditasi program studi, biaya kuliah, fasilitas kampus, peluang magang, kerja sama industri, hingga prospek lulusan sesuai jurusan yang diminati. Daftar Webometrics 2026 ini bisa menjadi salah satu referensi untuk melihat kampus swasta di Indonesia yang dinilai memiliki kualitas akademik, produktivitas riset, dan reputasi yang baik di tingkat nasional maupun internasional. Dari 10 kampus swasta terbaik versi Webometrics 2026 tersebut, adakah kampus yang menjadi incaranmu Sobat JatimTIMES?

Semarak Seminar Nasional STEM Implementatif, UMM Perkuat Sinergi dengan MGMP

pwmu.co –Program Studi Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar ini mengusung tajuk “STEM dalam Aksi: Inovasi Pembelajaran Implementatif di Sekolah”. Lebih lanjut, kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada Kamis (09/07/2026) ini dihadiri guru IPA dan Biologi SMP/SMA sederajat, mahasiswa program S1, S2, dan S3, serta dosen. Seminar berawal dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Program Studi Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana UMM. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi pengembangan kompetensi guru, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta implementasi inovasi pembelajaran berbasis STEM di sekolah. Ruang Saling Belajar dan Bertumbuh Direktur Program Pascasarjana UMM, Prof Dr Khozin MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas guru merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. “Kolaborasi seperti ini menjadi ruang bersama untuk saling belajar dan bertumbuh. Kampus tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi sekolah melalui kerja sama yang berkelanjutan” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Biologi UMM, Prof Dr Yuni Pantiwati MM MPd mengatakan tujuan dari seminar nasional ini. Menurutnya, agenda tersebut dirancang untuk menjembatani kebutuhan guru terhadap pembelajaran STEM yang aplikatif dan mudah diimplementasikan di kelas. “Kami ingin menunjukkan bahwa STEM bukanlah pendekatan yang rumit. Dengan kreativitas guru dan pemanfaatan potensi lingkungan sekitar, pembelajaran STEM dapat diterapkan secara sederhana, menyenangkan, dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik” tuturnya. Seminar dipimpin oleh moderator Dr Husamah MPd, Dosen Pendidikan Biologi UMM. Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Dosen Universitas Sebelas Maret Murni Ramli SP MSi EdD, serta Dosen Pendidikan Biologi UMM Dr Nurwidodo MKes. Dalam paparannya, Murni Ramli menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi STEM ditentukan oleh kemampuan guru mengaitkan materi pembelajaran dengan permasalahan nyata yang dihadapi peserta didik. “Esensi STEM bukan terletak pada penggunaan teknologi yang canggih, melainkan bagaimana guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang autentik. Sehingga siswa terbiasa berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan memecahkan masalah” jelasnya. Implementasi STEM Tak Harus Mahal Sementara itu, Dr Nurwidodo menekankan pentingnya pembelajaran yang memberi ruang kepada peserta didik untuk bereksplorasi melalui proyek-proyek sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Implementasi STEM tidak harus mahal dan rumit. Yang terpenting adalah bagaimana siswa dilibatkan dalam proses menemukan, mencoba, menganalisis, hingga menghasilkan solusi atas persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar” ungkapnya. Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh guru, mahasiswa, dan dosen terkait strategi merancang pembelajaran STEM, asesmen berbasis proyek, hingga pengalaman implementasi di berbagai jenjang pendidikan. Moderator seminar, Husamah menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap penguatan kompetensi guru dalam implementasi STEM semakin besar. “Seminar ini bukan sekadar forum berbagi materi, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan untuk saling menginspirasi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna di sekolah” katanya. Melalui seminar nasional ini, Program Studi Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana UMM berharap kolaborasi yang telah dibangun bersama MGMP dapat terus berkembang. Khususnya dalam bentuk pelatihan, penelitian, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi tersebut harapannya mampu mempercepat lahirnya inovasi pembelajaran STEM yang implementatif serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia.

UMM Resmikan Laboratorium Sensori Bertaraf Internasional, Perkuat Uji Kualitas Pangan dan Daya Saing UMKM

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meresmikan Sensory Laboratory atau Laboratorium Sensori bertaraf internasional di kawasan Edupark UMM, Rabu (9/7/2026). Fasilitas yang dikembangkan melalui kolaborasi internasional dalam program VLIR-UOS Team Project 2024 bersama mitra dari Belgia, Ekuador, dan Filipina ini menjadi pusat pengujian sensori produk pangan yang mendukung peningkatan kualitas riset, pembelajaran, serta daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia di pasar global. Peresmian laboratorium tersebut dihadiri sejumlah mitra internasional dari Belgia, Ekuador, Filipina, serta berbagai institusi riset yang bekerja sama dengan Kampus Putih. Kehadiran fasilitas ini menjawab kebutuhan industri pangan yang selama ini masih kesulitan memperoleh layanan pengujian sensori berbasis ilmiah. Melalui laboratorium ini, berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, camilan, hingga produk olahan lainnya, dapat diuji secara objektif untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen sebelum dipasarkan. Penanggung Jawab Laboratorium Sensori UMM, Dahlia Elianarni, S.TP., M.Sc., menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri pangan. Mahasiswa memperoleh pengalaman praktik menggunakan metode pengujian berstandar internasional, sementara pelaku usaha mendapatkan akses terhadap layanan pengujian yang selama ini masih terbatas. “Sensory Laboratory ini digunakan untuk menguji berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, camilan, hingga produk pangan lainnya. Seluruh fasilitas dirancang mengikuti standar internasional sehingga mahasiswa Teknologi Pangan UMM dapat melakukan pengujian dengan prosedur yang setara dengan laboratorium di berbagai negara. Kami juga membuka layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan pengujian sensori agar produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Dahlia. Menurutnya, hasil pengujian sensori tidak hanya memberikan gambaran mengenai cita rasa, aroma, tekstur, maupun penampilan suatu produk, tetapi juga menjadi dasar ilmiah bagi pelaku industri untuk menyempurnakan kualitas produk sehingga lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Prof. Dr. Muhamad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, menegaskan bahwa Laboratorium Sensori menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi pangan berbasis kolaborasi internasional. Keberadaannya diharapkan mampu mempercepat pengembangan berbagai komoditas unggulan Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar dunia. “Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat dari tahun ke tahun. Indonesia memiliki potensi besar pada cocoa bean, namun daya saingnya perlu terus ditingkatkan melalui penelitian dan inovasi. Sensory Laboratory menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pengembangan cocoa bean serta berbagai produk pangan Indonesia agar memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional,” tutur Salis. Ke depan, Laboratorium Sensori akan menjadi bagian integral dari pengembangan kawasan Edupark UMM sekaligus mendukung penguatan Center of Excellence (CoE) Kakao. Melalui kolaborasi antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat, laboratorium ini diharapkan melahirkan berbagai inovasi pangan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas produk nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku industri dan UMKM di Indonesia.

Brimedika Health Expo 2026, Kolaborasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dan RSU Brimedika Malang

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Brimedika Health Expo 2026 menjadi sarana edukasi tentang peduli kesehatan. Melalui kegiatan expo ini, masyarakat diajak merasakan pengalaman edukasi kesehatan yang lebih interaktif melalui talk show, konsultasi langsung bersama tenaga kesehatan, hingga berbagai kegiatan lainnya. Acara yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belinn Malang Minggu ini (5/7), merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Tim Celavie serta RSU Brimedika Malang. Tim Celavie sendiri terdiri atas Aufa Zulham, Irsa Haniyah, Rania Putri, Muhammad Radza, Halizaroh Zulqiah, Muhammad Fahmi, Aura Tsania, dan Siti Afrima. Melalui kolaborasi bersama RSU Brimedika Malang, Tim Celavie merancang dan mengeksekusi sebuah experiential event sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Praktikum Public Relations 3 (Brand Activation). Selama penyelenggaraan expo, peserta dapat mengunjungi empat booth layanan kesehatan, yaitu Booth Poli Psikiatri, Poli Estetika, Poli Gizi, dan Medical Check Up (MCU). Setiap booth menghadirkan layanan konsultasi bersama tenaga kesehatan profesional, edukasi kesehatan, serta berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Mengusung tema Healthy Inside, Happy Outside, Brimedika Health Expo 2026 menjadi health expo mandiri pertama yang diinisiasi oleh RSU Brimedika Malang. Expo ini digelar sebagai upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. INOVATIF: Pelayanan beberapa Poli dari RSU Brimedika Malang saat Brimedika Health Expo 2026 di Ballroom Swiss-Belinn Malang. Salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta adalah talk show kesehatan mental bersama dokter spesialis kejiwaan RSU Brimedika Malang, dr Yunatan Iko, Sp.KJ. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. dr Yunatan juga menjelaskan pentingnya mengenali emosi, memahami kapan seseorang membutuhkan bantuan profesional, serta menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan jiwa. Tidak hanya memperoleh wawasan baru, peserta juga diajak mengikuti berbagai permainan interaktif dan berkesempatan membawa pulang doorprize yang telah disiapkan panitia. Suasana yang hangat dan komunikatif membuat peserta antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari talk show hingga konsultasi di setiap booth layanan kesehatan. Apresiasi juga datang dari para peserta yang mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. “Saya benar-benar mendapatkan pengalaman baru. Acara ini tidak hanya seru, tetapi juga membuat saya lebih memahami pentingnya kesehatan mental. Salut karena mahasiswa mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” ungkap salah satu peserta. Perwakilan RSU Brimedika Malang menyampaikan bahwa Brimedika Health Expo 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Brimedika Health Expo 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen RSU Brimedika Malang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. “Kami ingin menghadirkan edukasi kesehatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui berbagai layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatannya sejak dini sekaligus mengenal berbagai layanan unggulan yang tersedia di sini,” ujar perwakilan RSU Brimedika Malang. Melalui Brimedika Health Expo 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM bersama RSU Brimedika Malang menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif, partisipatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menghadirkan inovasi promosi kesehatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan pengalaman langsung dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, Kampus Muhammadiyah Kembali Mendominasi

GEBRAK.ID – Lembaga pemeringkatan internasional Webometrics kembali merilis daftar perguruan tinggi terbaik dunia edisi 2026. Hasilnya, sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia berhasil mencatatkan prestasi dengan masuk dalam jajaran kampus terbaik berdasarkan kinerja akademik, penelitian, dan visibilitas global. Menariknya, kampus-kampus di bawah jaringan Muhammadiyah kembali menunjukkan dominasinya. Empat perguruan tinggi Muhammadiyah berhasil menembus 10 besar perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi Webometrics 2026. Keempat kampus tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Capaian ini melanjutkan tren positif kampus Muhammadiyah yang sebelumnya juga mendominasi daftar perguruan tinggi swasta terbaik versi UniRank 2026. Sementara itu, posisi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi Webometrics 2026 masih ditempati Universitas Bina Nusantara (Binus University), disusul Telkom University di posisi kedua. Berikut daftar 10 perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi Webometrics 2026: 1. Universitas Bina Nusantara (Binus University) * Peringkat dunia: 1.268 * Peringkat Indonesia: 11 2. Telkom University * Peringkat dunia: 1.310 * Peringkat Indonesia: 13 3. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) * Peringkat dunia: 1.760 * Peringkat Indonesia: 18 4. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) * Peringkat dunia: 1.896 * Peringkat Indonesia: 21 5. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) * Peringkat dunia: 2.248 * Peringkat Indonesia: 25 6. Universitas Medan Area (UMA) * Peringkat dunia: 2.393 * Peringkat Indonesia: 27 7. Universitas Pelita Harapan (UPH) * Peringkat dunia: 2.553 * Peringkat Indonesia: 33 8. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) * Peringkat dunia: 2.688 * Peringkat Indonesia: 36 9. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) * Peringkat dunia: 2.892 * Peringkat Indonesia: 39 10. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta * Peringkat dunia: 2.900 * Peringkat Indonesia: 40 Cara Webometrics Menilai Kampus Webometrics menegaskan bahwa pemeringkatan yang dilakukan bukan berdasarkan kualitas situs web perguruan tinggi, melainkan kualitas institusi secara keseluruhan yang tercermin melalui kinerja digital, produktivitas riset, dan pengaruh akademiknya. Pada edisi 2026, Webometrics mengevaluasi sekitar 32.000 perguruan tinggi dari lebih dari 200 negara di seluruh dunia. Penilaian dilakukan menggunakan tiga indikator utama. Pertama adalah transparansi dengan bobot 10 persen, yang mengukur jumlah peneliti paling banyak disitasi berdasarkan data Google Scholar. Kedua adalah visibilitas dengan bobot terbesar, yakni 50 persen. Indikator ini menilai dampak institusi melalui jumlah domain eksternal yang memberikan tautan atau referensi ke universitas berdasarkan data Ahrefs. Sementara indikator ketiga adalah keunggulan (excellence) dengan bobot 40 persen. Penilaian ini didasarkan pada jumlah publikasi ilmiah yang masuk dalam 10 persen makalah paling banyak disitasi di dunia selama periode 2019–2023 berdasarkan basis data Scopus dan Scimago. Mengapa Pemeringkatan Ini Penting? Bagi calon mahasiswa, hasil pemeringkatan Webometrics dapat menjadi salah satu referensi dalam memilih perguruan tinggi. Meski bukan satu-satunya tolok ukur kualitas kampus, daftar ini memberikan gambaran mengenai kekuatan universitas dalam bidang penelitian, reputasi akademik, produktivitas ilmiah, serta daya saing di tingkat internasional. Dominasi empat kampus Muhammadiyah dalam daftar 10 besar juga menunjukkan konsistensi peningkatan kualitas pendidikan tinggi swasta di Indonesia, terutama dalam penguatan riset, publikasi ilmiah, dan visibilitas global.