Inovasi Mahasiswa UMM: Bau Prengus Hilang, Susu Kambing Jadi Terapi Kesehatan

Malang (beritajatim.com) – Susu kambing yang identik dengan bau prengus berhasil disulap oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi produk kesehatan premium bernilai tinggi. Melalui inovasi ‘Embik Eco Green Farm,’ Luqman Hakim Arifin dan tim tidak hanya menciptakan susu kambing tinggi Omega 3, tetapi juga membangun bisnis terintegrasi yang memberdayakan kelompok difabel. Inovasi ini terbukti sukses mengantarkan tim yang terdiri dari lima mahasiswa UMM tersebut lolos sebagai delegasi untuk berkompetisi di Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025. Ajang bergengsi ini digelar di Universitas Tidar, Magelang, pada 19-21 November 2025. Bintang utama dari bisnis yang telah meraih pendanaan P2MW selama dua tahun berturut-turut (2024-2025) ini adalah Susu Kambing Tinggi Omega 3. Luqman Hakim Arifin, mahasiswa Agribisnis UMM angkatan 2023, menjelaskan bahwa inovasi utamanya terletak pada pakan khusus untuk kambing perah jenis Savera. Riset pakan ini menghasilkan susu dengan nilai fungsional yang jauh melampaui susu biasa. “Kandungan dari susu kambing itu empat kali lipat dari susu sapi,” tegas Luqman pada beritajatim.com, Kamis (13/11/2025). Hebatnya, melalui proses khusus, mereka berhasil menghilangkan total bau prengus yang selama ini menjadi keluhan utama konsumen. Inovasi ini bahkan dikembangkan lebih lanjut menjadi produk turunan berupa es krim susu kambing. Kandungan premium dan hilangnya bau tak sedap membuat produk mereka kini direkomendasikan oleh dokter sebagai susu terapi untuk membantu pemulihan penyakit organ dalam, seperti paru-paru dan jantung. Bisnis yang bernama lengkap “Embik Eco Green Farm an Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation” ini berawal dari latar belakang keluarga Luqman sebagai peternak kambing pedaging. “Latar belakangnya itu dari peternak kambing biasa, yang di mana fokusnya itu di pedaging saja, jualnya per ekor per ekor. Hal ini pula yang mengarahkan fokus kami pada kambing perah jenis Savera dan Etawa,” ujar Luqman. Kini, bisnis mereka tidak hanya berfokus pada susu. Embik Farm mengembangkan tiga lini produk unggulan, yaitu Susu Kambing Tinggi Omega 3, produk utama yang berfokus pada kesehatan. Kemudian ada kambing unggul, pembibitan kambing berkualitas dari ras Senduro, Kaligesing, Jawa, dan Boer yang dikenal produktif dan berpostur besar. Selain itu ada pupuk organik, pemanfaatan kotoran kambing yang diolah menjadi pupuk padat dan cair, diperkaya kalium dari serabut kelapa yang efektif untuk urban farming. Secara bisnis, Embik Farm menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Omzet kotor dari ketiga lini produk mereka kini telah mencapai angka hampir dua digit per bulan, didukung oleh enam titik reseller yang tersebar di Kabupaten Malang. Sejalan dengan nama usahanya, aspek sosial menjadi prioritas utama. Mereka menjalankan program Disability Friendly secara konsisten. “Kelebihan produksi susu kami alokasikan untuk lansia dan keluarga disabilitas di desa,” jelas Luqman. Selain itu, mereka juga aktif memberdayakan warga setempat, termasuk yang memiliki keterbatasan mental, untuk membantu dalam operasional kandang. Keberhasilan ini, menurut Luqman, tidak lepas dari bimbingan intensif dosen pembimbing, Dr. Akhis Soleh Ismail, S.Pt., serta fasilitas yang disediakan oleh UMM. Ia juga menyoroti program P2MW sebagai katalis utama bisnisnya. “P2MW ini sangat-sangat berpeluang, kita didanai diberi hadiah uang jutaan hanya untuk meningkatkan bisnis individu mahasiswa, tanpa risiko, jadi jangan pernah takut mencoba,” pungkasnya. (dan/ted)
Ada Panggung Seni hingga Wahana Edukatif, UMM Day Tarik Perhatian Ribuan Siswa

KLIKMU.CO – Ribuan siswa SMA dari berbagai daerah memenuhi kawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (13/11/2025). Mereka datang bukan sekadar mengikuti kegiatan edukatif, tetapi juga menikmati satu hari penuh keseruan dalam gelaran UMM Day, yang berlangsung bersamaan dengan pameran Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Jawa Timur. Meski kegiatan MGBK menjadi agenda utama, perhatian para siswa juga tersita oleh berbagai stand dan hiburan yang tersebar di seluruh area kampus. Panggung utama menjadi pusat keramaian. Sansekerta membuka acara dengan tarian tradisional yang energik dan mampu menghidupkan suasana. Ada pula aktivitas bebek-bebekan dan rafting mini yang menambah keseruan. Penampilan berikutnya diisi Ikabama (Ikatan Aktivitas Band Mahasiswa) yang membawakan lagu-lagu populer sehingga para siswa ikut bernyanyi bersama. UKM Gita Surya turut menghadirkan harmoni paduan suara yang megah, sementara Putra Putri Kampus UMM tampil dalam parade penuh percaya diri yang menunjukkan semangat mahasiswa UMM. Setiap penampilan menggambarkan bahwa kampus ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan penuh energi. Keseruan tidak berhenti di panggung. Para siswa antusias mengunjungi berbagai stand interaktif yang disiapkan fakultas dan unit kegiatan mahasiswa. Mereka bisa mencoba DARI VR (Virtual Reality) karya mahasiswa UMM, mengikuti permainan Golf Mini, hingga berbelanja di MentariMart dengan voucher Rp25 ribu yang diperoleh dari mengikuti rangkaian kegiatan UMM Day. Aroma roti hangat dari UMM Bakery dan sajian nusantara dari Sengkaling Kuliner juga menambah semarak suasana. Siswa terlihat berkeliling sambil mencoba wahana dan mencatat pengalaman baru di setiap stand. Antusiasme peserta semakin terasa ketika mereka diajak senam bersama di depan panggung. Siswa dari berbagai daerah tampak akrab satu sama lain, bernyanyi dan tertawa bersama diiringi musik kampus. Salah satu siswa, M. Ryan Galih Nugroho dari SMAN 1 Pagak, mengaku senang bisa ikut serta. “Kesan saya di UMM ini seru sekali. Banyak kegiatan seru dan siswa dari sekolah lain, jadi saya bisa dapat teman baru. Tadi juga ikut senam bareng dan dapat voucher belanja di MentariMart. Suasananya ramai banget, semua orang kelihatan senang dan panitianya juga ramah, jadi makin betah di sini,” ujarnya. Keseruan juga dirasakan oleh Cindai Legit Batari dari SMAN 1 Kepanjen. Ia menuturkan bahwa UMM Day memberikan pengalaman berbeda dibandingkan edufair lainnya. Selain berkeliling dan mencoba berbagai stand menarik, Cindai juga ikut menyumbangkan lagu di panggung UMM Day. “Seru banget karena banyak stand menarik dari mahasiswa UMM, terus ada tes darah juga. Aku juga nyobain UMM Golf dan dapet jajan karena berhasil masukin bolanya. Pokoknya rame dan seru! Acaranya bikin penasaran karena setiap stand punya hal menarik sendiri, jadi pengin keliling terus,” ujarnya. Selain hiburan, pengunjung juga mendapat kesempatan belajar hal baru. Di stand Fakultas Kedokteran, siswa dapat melakukan tes darah gratis serta melihat contoh organ tubuh seperti tumor dan kanker. Sementara di stand Fakultas Pertanian dan Peternakan, siswa diajak mengenal mikroskop penelitian dan belajar mengenali struktur jaringan tanaman. Dengan cara yang ringan, mereka diperkenalkan pada dunia ilmiah dan teknologi kampus. Menutup hari, suasana UMM Day tetap ramai oleh siswa yang berkeliling, berfoto, dan mencoba wahana bebek-bebekan serta rafting mini di Danau UMM. Acara ini membuktikan bahwa UMM bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang besar bagi kreativitas dan semangat muda. Lewat UMM Day, para siswa dapat merasakan langsung pengalaman menjadi bagian dari kehidupan kampus yang aktif, menyenangkan, dan penuh inspirasi. (Wildan/AS)
Tim Dosen PGSD UMM Latih Guru Sekolah Indonesia Jeddah Arab Saudi Menulis Cerpen Ilmiah Berbasis Al-Quran- Budaya Indonesia

TABLOIDMATAHATI.COM, JEDDAH– Tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian kepada Masyarakat dalam kegiatan Pelatihan Penulisan Cerpen Ilmiah (Science Fiction) Berbasis Al-Qur’an dan Budaya Indonesia bagi para guru Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, Selasa (8/11) 2025, secara daring. Ketua tim pengabdian dosen PGSD UMM, Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd, M.Pd, mengungkapkan selain dirinya tim dosen yang lain atas nama Murtyas Galuh Danawati, S.Pd, M.Pd, dan Innany Mukhlishina, M.Pd. Tim dosen PGSD UMM sukses menggelar pelatihan Penulisan Cerpen Ilmiah Berbasis Al-Qur’an dan Budaya Indonesia dengan peserta Kepala Sekolah Indonesia Jeddah, sepuluh guru SIJ, tiga dosen PGSD UMM, serta Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi. Dijelaskan Arinta, tujuan pengabdian ini untuk mengembangkan kemampuan literasi para guru melalui kegiatan penulisan cerita ilmiah yang tidak hanya imajinatif, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Indonesia. Bahwa karya sastra dapat menjadi sarana pendidikan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada siswa. “Cerpen ilmiah tidak hanya mengasah imajinasi, tetapi juga menjadi media dakwah dan pembelajaran karakter bagi anak-anak,” ujar Arinta. Saat menyampaikan materi, Arinta menjelaskan topik Teknik Penulisan Cerpen Ilmiah. Apa saja langkah-langkah penulisan, mulai dari menentukan tema, membangun karakter, hingga menyusun alur dan format penulisan yang sesuai dengan pembaca anak usia sekolah dasar. Pemateri lain, Murtyas Galuh Danawati, S.Pd, M.Pd, yang juga tim pengabdian dosen PGSD UMM menyampaikan materi Budaya Indonesia: Kekayaan Tak Ternilai Bangsa. Menekankan pentingnya peran budaya sebagai identitas bangsa sekaligus media pendidikan karakter di tengah arus globalisasi. Tim dosen PGSD UMM yang lain atas nama Innany Mukhlishina, M.Pd, menjelaskan tema Cerpen Ilmiah (Science Fiction). Bahwa cerpen ilmiah merupakan perpaduan antara unsur fiksi dengan konsep sains dan teknologi. Jenis cerita ini mendorong pembaca berpikir kritis dan logis, sekaligus menumbuhkan imajinasi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Selain dari tim dosen PGSD UMM, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PCIM Arab Saudi, Ali Akbar Al Hasan, S.Ag, mengatakan materi “Science dalam Al-Qur’an” bahwa Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan yang menuntun manusia untuk berpikir ilmiah dan meneliti ciptaan Allah, seperti proses kejadian manusia dan penciptaan alam semesta. Di tempat berbeda, Kepala Sekolah Indonesia Jeddah, Maharani, M.Pd, berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi para guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan agama ke dalam proses pembelajaran. Sekedar diketahui, saat sesi penutupan testimoni disampaikan Ali Akbar Al Hasan, S.Ag dan Endah Harum, S.PdI, mengapresiasi pelatihan memberikan wawasan baru bagi para guru dalam memadukan nilai-nilai Al-Qur’an dan budaya Indonesia ke dalam karya sastra yang edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Sekolah Indonesia Jeddah mampu menulis dan menghasilkan karya cerpen ilmiah yang inspiratif, edukatif, serta berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Indonesia. (tim pengabdian dosen pgsd umm/don)
Dosen Ekonomi Pembangunan UMM Menilai Redenominasi Langkah Modernisasi Ekonomi, Diimbangi Penguatan Ekonomi Domestik

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Rencana pemerintah menggulirkan redenominasi rupiah, yakni penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah daya beli maupun nilai tukarnya yang direncanakan bertahap pada periode 2025–2029 mendapat tanggapan dari Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, Setyo Wahyu Sulistyono, SE, ME. Menurut Setyo redenominasi adalah kebijakan strategis, namun harus mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini serta arah kebijakan jangka panjang pemerintah. Redenominasi umumnya dilakukan pada situasi ekonomi yang genting, seperti saat Indonesia pernah mengalami hiperinflasi. Dalam kondisi tersebut, kebijakan ini efektif untuk menstabilkan perekonomian dan memulihkan daya beli masyarakat. “Redenominasi sangat tepat diterapkan ketika terjadi tekanan inflasi tinggi yang menurunkan daya beli masyarakat. Namun untuk kondisi Indonesia saat ini, dimana ekonomi Indonesia masih stabil, kebijakan ini perlu ada catatan dari segi urgensi dan dampaknya,” ujar Setyo. Setyo lantas menjelaskan meski pemerintah menerapkan redenominasi untuk memperkuat daya beli masyarakat, perlu dipastikan apakah kebijakan ini bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Penentuan arah tersebut akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kebijakan di masa depan. Setyo menilai dampak redenominasi terhadap stabilitas ekonomi nasional kemungkinan tidak terlalu besar dalam jangka pendek. Namun, langkah ini memiliki nilai positif salah satunya memperbaiki persepsi masyarakat terhadap rupiah dan modernisasi ekonomi sehingga dapat menyederhanakan sistem pencatatan keuangan, dan memudahkan transaksi bisnis. Setyo menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi agar redenominasi benar-benar berdampak positif. Diantaranya pemerintah perlu memperkuat ekonomi domestik, menjaga neraca perdagangan tetap positif, dan meningkatkan daya saing agar nilai tukar rupiah semakin stabil. (humas ep umm)
Wujudkan Legalitas dan Keamanan Pangan, Mahasiswi FH UMM Gelar Sosialisasi SPP-IRT untuk Pelaku UMKM Basreng

Malang || RADAR JATIM.CO— Dalam rangka mendukung peningkatan kesadaran hukum dan keamanan pangan di kalangan pelaku usaha kecil, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan sosialisasi terkait Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Kegiatan ini diadakan melalui kunjungan langsung ke UMKM Basreng “Ngemil Dulu” yang baru beroperasi selama dua bulan. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program Laboratorium Hukum Fakultas Hukum UMM yang berfokus pada _sosialisasi terkait Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)_ . Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan edukasi tentang pentingnya izin edar pangan olahan sebagai langkah awal legalitas usaha sebelum produk dipasarkan secara lebih luas. Lima mahasiswi yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Tamara, Sumayyah, Nabila, Dinan, dan Salsabila, berperan aktif dalam menyampaikan materi terkait manfaat dan prosedur pengurusan SPP-IRT. Mereka menekankan bahwa SPP-IRT tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi jaminan atas mutu dan keamanan produk pangan olahan. Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa SPP-IRT merupakan bentuk perlindungan hukum bagi produsen maupun konsumen. Dengan memiliki sertifikat tersebut, produk pangan akan lebih mudah dipercaya masyarakat dan berpeluang besar untuk masuk ke pasar modern yang menerapkan standar ketat terkait keamanan pangan. Pemilik UMKM Basreng “Ngemil Dulu”, Rizal Ade Candra, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengaku selama ini lebih fokus pada inovasi rasa dan kemasan produk, namun belum mengetahui detail proses perizinan. Sosialisasi ini membantunya memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurus SPP-IRT secara mandiri. Mahasiswi UMM juga memberikan panduan teknis mengenai tata cara pendaftaran SPP-IRT melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Sistem ini memudahkan pelaku usaha untuk memperoleh izin secara cepat dan transparan tanpa perlu mendatangi instansi secara langsung. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan cara membuat akun OSS, mengisi data usaha, serta mengunggah dokumen yang dibutuhkan, seperti hasil uji laboratorium, denah lokasi produksi, dan label kemasan. Pendekatan praktis ini diharapkan memudahkan pelaku UMKM dalam mengurus legalitas usaha mereka. Selain itu, sosialisasi juga menyoroti pentingnya Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) sebagai salah satu syarat utama sebelum mendapatkan SPP-IRT. Dalam penyuluhan ini, pelaku usaha akan dibekali pengetahuan mengenai higiene sanitasi, pengendalian bahaya pangan, serta praktik produksi yang sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP). Kegiatan ini menjadi langkah nyata Fakultas Hukum UMM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi hukum di bidang usaha mikro. Melalui kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, diharapkan semakin banyak UMKM yang memahami pentingnya legalitas dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Ke depan, _diharapkan program yang di berikan oleh laboratorium fakultas hukum universitas muhammadiyah malang dapat lebih membantu untuk memberikan dan menciptakan ekosistem usaha kecil yang tidak hanya inovatif dan berkualitas_, tetapi juga taat hukum dan berorientasi pada keamanan pangan nasional.
Kemendiktisaintek gandeng UMPB dan UMM terapkan energi terbarukan di Manokwari

antaranews – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terapkan energi terbarukan untuk pengembangan masyarakat di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Ketua Tim UMPB Teguh Santoso di Manokwari, Jumat, mengatakan kegiatan bertajuk Transformasi Energi Kampung: Teknologi Solar Panel untuk Meningkatkan Ekonomi dan Industri Kreatif Masyarakat Asli Papua ini dilaksanakan di Kampung Duwin, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari pada 15 September hingga 15 November 2025. “Program ini merupakan bentuk sinergi antar-perguruan tinggi dalam menghadirkan teknologi tepat guna dan energi terbarukan bagi wilayah 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujar Teguh. Ia menjelaskan kegiatan tersebut berfokus pada penerapan panel surya (solar cell) untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi kreatif masyarakat kampung. Dengan listrik mandiri dari tenaga surya, masyarakat dapat berproduksi, berjualan, dan memperluas pasar tanpa bergantung pada jaringan listrik kota Sebanyak lima paket solar panel telah dipasang di Kampung Duwin, untuk mencukupi kebutuhan listrik pada dua rumah warga, balai kampung, booth kontainer usaha, dan pompa air. “Teknologi hadir bukan sekadar alat, tetapi menjadi jalan perubahan. Energi tersebut digunakan untuk penerangan, kegiatan usaha kecil, serta mendukung penerangan sehingga warga bias memproduksi kerajinan lokal dan suvenir khas Papua,” ujarnya. Selain instalasi perangkat, tim juga memberikan pelatihan pengelolaan energi surya, pelatihan promosi digital melalui media sosial, serta strategi branding dan pemasaran daring bagi pelaku usaha lokal. Sebagai bentuk dukungan lanjutan, tim menyerahkan satu unit booth kontainer jualan bertenaga surya yang dapat digunakan masyarakat untuk berdagang secara mandiri. Menurut Teguh, program hibah Kosabangsa yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendiktisaintek ini menjadi bentuk nyata kolaborasi kampus dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dan inovasi ekonomi kreatif. “Melalui program ini, kami berharap masyarakat Kampung Duwin dapat mandiri secara energi sekaligus mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dosen UMPB dan UMM Transformasikan Energi Solar Panel di Kampung Duwin Papua

wartaptm – Suara genset yang dulu menjadi satu-satunya penanda kehidupan malam di Kampung Duwin, kini mulai tergantikan oleh cahaya lampu yang bersumber dari tenaga surya. Perubahan ini lahir dari tangan para dosen Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Hibah Kosabangsa 2025 yang digagas Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program bertajuk “Transformasi Energi Kampung melalui Teknologi Solar Panel untuk Meningkatkan Ekonomi dan Industri Kreatif Masyarakat Asli Papua” ini juga menjadi upaya sinergitas antar perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menghadirkan solusi bagi wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Energi Surya, Cahaya Baru untuk Kampung Duwin Sejak pertengahan September hingga November 2025, Teguh Santoso, dosen UMPB, bersama tim pendamping dari UMM yang dipimpin oleh Machmud Effendy, melakukan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari. Salah satu fokus utama mereka adalah menghadirkan listrik mandiri berbasis solar panel. “Teknologi harus menjadi jalan perubahan, bukan sekadar alat,” ujar Teguh Santoso. “Dengan tenaga surya, masyarakat kini bisa berproduksi, berdagang, bahkan memperluas pasar tanpa tergantung pada jaringan listrik kota.” Pemasangan solar panel tak hanya memberi penerangan rumah tangga, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif. Warga kini bisa memproduksi berbagai kerajinan khas Papua—mulai dari tas noken, hiasan kepala, hingga souvenir tradisional—dengan dukungan energi terbarukan. Tim juga mengadakan pelatihan pembuatan kerajinan dan pengelolaan energi agar masyarakat mampu mengelola teknologi secara mandiri dan berkelanjutan. Menyadari pentingnya pemasaran digital di era modern, tim UMPB dan UMM turut membekali masyarakat dengan kemampuan promosi daring. Pelatihan mencakup cara memasarkan produk lewat media sosial, hingga strategi branding agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Sebagai bentuk dukungan konkret, tim menyerahkan satu booth kontainer jualan lengkap dengan panel surya. Fasilitas ini memungkinkan pelaku usaha lokal berdagang di lokasi strategis dengan sumber listrik mandiri, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis energi hijau di Kampung Duwin. Pompa Surya untuk Pertanian dan Bibit Unggul Tak berhenti pada sektor kerajinan, program ini juga menyalakan semangat baru di lahan pertanian. Masyarakat yang sebelumnya harus berjalan jauh untuk mengambil air kini terbantu dengan mesin pompa air bertenaga surya. Air yang dulu menjadi tantangan kini menjadi harapan. Para petani juga mendapatkan pendampingan dalam teknik budidaya jagung, cabai, dan sayuran, serta bantuan bibit unggul untuk meningkatkan hasil panen. Tim bahkan menyerahkan mesin penggiling jagung agar hasil pertanian memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi. Pelatihan pemasaran digital turut diberikan, agar hasil bumi Papua bisa lebih dikenal di luar kampung. Dalam penutupan kegiatan, Teguh Santoso menyampaikan apresiasi kepada DRTPM dan Kemendiktisaintek atas kepercayaan melalui Hibah Kosabangsa 2025. Ia juga mengapresiasi peran UMM sebagai mitra pendamping yang memastikan kegiatan berjalan efektif dan berdampak luas. “Berkat dukungan ini, masyarakat Kampung Duwin kini memiliki akses energi, peluang usaha, dan semangat baru untuk mandiri,” tuturnya. Pemerintah Distrik Warmare serta tokoh masyarakat setempat pun menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai program tersebut memberi perubahan nyata bagi kehidupan warga—dari rumah yang kini terang, lahan yang lebih produktif, hingga semangat ekonomi yang mulai tumbuh. Melalui kolaborasi antara UMPB dan UMM, Muhammadiyah kembali menunjukkan perannya sebagai pelopor pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan kearifan lokal. Program ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah terpencil lainnya di Indonesia.
Belajar Bahasa dan Budaya Jepang Kini Bisa di Japan Corner UMM

Tugusatu.com, MALANG—Belajar bahasa dan budaya Jepang kini bisa di Malang, yakni di Japan Corner yang hadir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shimonoseki City University (SCU), Jepang, Rabu (5/11/2025). Dengan penandatanganan MoU itu, maka Kedua institusi resmi membuka babak baru hubungan pendidikan lintas negara. dengan peresmian Japan Academic and Cultural Center atau Japan Corner sebagai wujud nyata kerja sama kedua universitas. Penandatanganan ini tidak hanya menandai kerja sama akademik pertama Shimonoseki City University dengan perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga meneguhkan komitmen kedua institusi untuk memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan riset lintas negara. Melalui kerja sama ini, UMM dan SCU sepakat menjalin kolaborasi di bidang penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa, pengembangan pascasarjana bidang agribisnis, serta pendirian Japan Academic and Cultural Center atau Japan Corner di UMM. Adapun keberadaan Japan Corner diharapkan menjadi wadah pembelajaran bahasa dan budaya Jepang bagi mahasiswa, sekaligus pusat kegiatan penelitian dan inovasi bersama antara UMM dan SCU. Fasilitas ini juga disiapkan sebagai tempat pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti program pertukaran pelajar dan studi lanjut ke Jepang. Konsulat Muda Konjen Jepang, Kaori Marohira, memberi selamat atas kerja sama yang terjalin. Dia menegaskan bahwa hubungan pendidikan antara Jepang dan Indonesia merupakan fondasi penting dalam memperkuat masa depan kedua negara. Kaori menyampaikan, pemerintah Jepang memandang kerja sama akademik sebagai langkah strategis dalam membangun jembatan pemahaman antarbangsa. Dia menilai kolaborasi antara UMM dan Shimonoseki akan menjadi model kerja sama yang berorientasi pada kemajuan pendidikan, kebudayaan, serta penelitian yang berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, MoU ini juga menjadi peluang untuk mendorong generasi muda agar mampu beradaptasi dengan tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang mereka miliki. “Atas nama Pemerintah Jepang, saya menyampaikan selamat kepada kedua universitas. Kerja sama di bidang pendidikan dan akademik ini menjadi fondasi bagi generasi muda yang akan membentuk masyarakat berkelanjutan. Kami berharap penandatanganan hari ini menjadi langkah awal bagi hubungan yang lebih luas di masa mendatang,” ungkapnya. Sementara itu, Presiden Shimonoseki City University, Prof. Chang Wan Han, mengungkapkan rasa bangga karena kemitraan ini menjadi kerja sama pertama SCU dengan universitas di Asia Tenggara, sekaligus kerjasama pertama dengan universitas berbasis Islam. Dia menuturkan bahwa SCU yang telah berdiri selama lebih dari tujuh dekade memiliki sejarah panjang dalam membangun inovasi pendidikan di Jepang. Karena itu, kerja sama dengan UMM menjadi bagian dari misi global universitasnya untuk menjangkau mitra akademik di berbagai kawasan dunia. Dia juga menyoroti pentingnya membangun pendidikan berbasis kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi. Melalui kerja sama ini, SCU ingin berfokus pada pengembangan manusia yang berdaya saing sekaligus menjunjung tinggi keberagaman. “Kami sangat senang dapat bermitra dengan UMM, salah satu universitas terbaik dunia di bawah Muhammadiyah. Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, kami tetap ingin menempatkan manusia sebagai pusat pendidikan, menghargai keanekaragaman budaya, agama, dan bangsa,” ujarnya. Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata upaya internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UMM. MoU ini tidak hanya membuka jalan bagi kegiatan akademik lintas negara, tetapi juga menciptakan ruang baru untuk dialog kebudayaan dan kolaborasi riset yang inovatif. Menurutnya, kerja sama dengan SCU sejalan dengan visi UMM sebagai Kampus Putih yang berdampak global melalui penguatan riset, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Kedutaan Besar Jepang dan SCU dalam mewujudkan berdirinya Japan Corner yang akan menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di kampus UMM. “Melalui MoU ini, kami berharap dapat membuka pintu yang lebih luas untuk penelitian bersama, program gelar ganda, dan inisiatif budaya yang menumbuhkan saling pengertian. Japan Corner akan menjadi ruang untuk belajar, berdialog, dan mengembangkan kolaborasi yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Dosen teknik mesin UMM Wujudkan TPST Mulyoagung sebagai Pilot Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

MALANG POST – Sebuah langkah nyata menuju kota dan lingkungan yang lebih bersih kini digalakkan Dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim dosen dan mahasiswa Teknik Mesin FT UMM meluncurkan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Bumi Bersih, Masa Depan Hijau: Inisiatif Sentuhan Teknologi pada Pengelolaan Sampah di TPST Mulyoagung”, didanai Kemendiktisaintek melalui Program Hibah PKM Pengabdian Kemitraan Masyarakat 2025. Inisiatif yang dilaksanakan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R Mulyoagung, Kabupaten Malang ini bertujuan memperkuat pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna. Tim pengabdi yang dipimpin Iis Siti Aisyah, ST., MT., PhD., IPM, bersama Dr. Moch Syamsul Ma’arif, MT, dan Dr. Erna Retna Rahadjeng, ME., plus 6 Mahasiswa Teknik Mesin UMM menghadirkan serangkaian inovasi alat dan sistem yang mendorong daur ulang, efisiensi operasional, serta peningkatan kapasitas komunitas dan pengelola TPST. “Kegiatan ini mengintegrasikan riset dan rekayasa teknologi ramah lingkungan yang kami kembangkan berfokus desain mesin pengolahan sampah,” ujar Ketua Tim Pelaksana Iis Siti Aisyah. “Kami ingin solusi nyata dan aplikatif bagi pengelolaan sampah di tingkat komunitas. Teknologi bukan sekadar alat, tetapi jembatan perubahan perilaku menuju kebersihan dan lingkungan yang lebih baik,” tambahnya. Beberapa inovasi yang diterapkan antara lain: Mesin pemilah sampah otomatis berdesain khusus untuk efisiensi operasional. Pelatihan operasional dan perawatan mesin bagi pengelola TPST. Pelatihan digital marketing untuk memperluas diversifikasi produk TPST, termasuk budidaya maggot sebagai alternatif produk unggulan selain kompos. Semua teknologi dirancang dengan fokus pada efisiensi energi, kemudahan perawatan, serta kecocokan dengan kondisi lokal TPST Mulyoagung. Selain itu, program ini juga menekankan pendampingan masyarakat melalui sosialisasi memilah sampah dari rumah tangga dan edukasi ekonomi sirkular—mengolah sisa rumah tangga menjadi Eco Enzime untuk warga RT 1 RW 2 sekitar TPST serta pengurus lingkungan. Disatu sisi dukungan dari TPST Mulyoagung sangat diapresiasi. Nugraha Wijayanto, SE, MM, Ketua TPST Mulyoagung, menyatakan bahwa kolaborasi dengan UMM membawa dorongan besar untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan sampah. “Inovasi dan pemeliharaan alat dari tim UMM sangat berarti. Kami berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut,” ujarnya. Melalui inisiatif “Bumi Bersih, Masa Depan Hijau”, UMM berambisi memperkuat sinergi kampus dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih sekaligus mendukung SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Program ini juga menjadi bagian nyata implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah melalui pengabdian masyarakat berbasis riset dan inovasi. Dengan kolaborasi lintas sektor dan teknologi tepat guna, TPST Mulyoagung diharapkan menjadi model pengelolaan sampah terpadu berkelanjutan yang bisa direplikasi di wilayah lain. (M. Abd. Rachman. Rozzi)
UMM Resmikan Japan Corner, Babak Baru Kolaborasi Akademik Indonesia–Jepang

pwmu.co – Semangat inovasi dan ketekunan khas Negeri Sakura kini hadir di Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shimonoseki City University (SCU), Jepang, kedua institusi resmi membuka babak baru hubungan pendidikan lintas negara. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di UMM, Rabu (5/11/2025), disertai peresmian Japan Academic and Cultural Center (Japan Corner) sebagai simbol nyata sinergi akademik dan kebudayaan antara UMM dan SCU. Kerja Sama Perdana Shimonoseki dengan Indonesia Menariknya, kolaborasi ini menjadi kerja sama akademik pertama Shimonoseki City University dengan perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen kedua institusi dalam memperkuat pertukaran ilmu, riset, dan kebudayaan lintas negara. Melalui MoU ini, UMM dan SCU sepakat menjalin kerja sama dalam bidang penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, pengembangan pascasarjana bidang agribisnis, serta pengelolaan Japan Corner di kampus UMM. Kehadiran Japan Corner diharapkan menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, serta wadah bagi riset dan inovasi bersama. Fasilitas ini juga disiapkan untuk membekali mahasiswa yang akan mengikuti program pertukaran pelajar dan studi lanjut ke Jepang. Dukungan Pemerintah Jepang Konsulat Muda Konjen Jepang, Kaori Marohira, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Ia menegaskan, hubungan pendidikan antara Jepang dan Indonesia merupakan fondasi penting untuk membangun masa depan kedua bangsa. “Atas nama Pemerintah Jepang, saya menyampaikan selamat kepada kedua universitas. Kerja sama di bidang pendidikan dan akademik ini menjadi fondasi bagi generasi muda dalam membentuk masyarakat berkelanjutan,” ujarnya. Kaori juga menyebut, kemitraan UMM dan SCU menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman lintas budaya. “Kolaborasi ini bukan sekadar pertukaran ilmu, tapi juga pembelajaran nilai—bagaimana generasi muda menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas budayanya,” imbuhnya. Kebanggaan Shimonoseki City University Presiden SCU, Prof. Chang Wan Han, menuturkan rasa bangga karena kemitraan ini menjadi kerja sama pertama universitasnya dengan perguruan tinggi di Asia Tenggara, sekaligus universitas berbasis Islam. “SCU sudah berdiri lebih dari tujuh dekade dan memiliki sejarah panjang dalam membangun inovasi pendidikan di Jepang. Kerja sama dengan UMM menjadi bagian dari misi global kami untuk menjangkau mitra akademik di berbagai kawasan dunia,” ungkapnya. Ia juga menyoroti pentingnya membangun pendidikan berbasis kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. “Di tengah kemajuan teknologi, kami ingin menempatkan manusia sebagai pusat pendidikan—menghargai keanekaragaman budaya, agama, dan bangsa,” tegasnya. Langkah Internasionalisasi Kampus Putih Sementara itu, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan, kerja sama ini menjadi bagian penting dari agenda internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UMM. “MoU ini tidak hanya membuka peluang akademik lintas negara, tetapi juga menciptakan ruang dialog kebudayaan dan kolaborasi riset yang inovatif. Kerja sama ini sejalan dengan visi UMM sebagai Kampus Putih yang berdampak global melalui riset, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. Nazaruddin juga mengapresiasi dukungan Kedutaan Besar Jepang dan SCU dalam mewujudkan berdirinya Japan Corner. “Kami berharap Japan Corner menjadi ruang untuk belajar, berdialog, dan berkolaborasi. Dari sini akan lahir ide-ide besar yang memperkuat hubungan antarbangsa,” tambahnya. Simbol Harmonisasi Dua Budaya Acara peresmian Japan Corner ditutup dengan penampilan memukau dari UKM Sansekerta UMM yang membawakan tarian Senbonzakura—kolaborasi unik antara tarian tradisional Jepang dan tari daerah Indonesia. Penampilan itu menjadi simbol harmonisasi dua budaya yang kini semakin erat terjalin melalui kerja sama akademik dan kebudayaan antara UMM dan Shimonoseki City University. Dengan langkah ini, UMM kembali menunjukkan perannya sebagai kampus Muhammadiyah yang terus memperluas jejaring global, membawa semangat dari Malang untuk dunia. *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Azrohal Hasan