Dilema Purbaya, Dosen FEB UMM: Menopang Industri Lokal atau Mematikan Thrifting?

MALANG POST – Pelarangan total impor pakaian bekas atau akrab di telinga sebagai thrifting, kembali memicu geger di jagat ekonomi Indonesia. Setelah disuarakan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kebijakan ini sontak menjelma menjadi “bola panas” yang dilematis. Di satu sisi, pemerintah berambisi melindungi industri tekstil dalam negeri yang meredup. Di sisi lain, ribuan pedagang kecil dan jutaan konsumen bergantung pada perputaran ekonomi barang bekas ini. Lantas, apakah melarang total merupakan jurus pamungkas yang paling bijak? Terkait hal itu, M.S. Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D., yang akrab disapa Yudi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan pandangan komprehensif yang mencerahkan. Ia sepakat dengan urgensi pemerintah untuk melindungi pabrik-pabrik lokal, namun ia secara gamblang tidak menyetujui pendekatan yang tergesa-gesa dan melarang tanpa solusi. Menurut Yudi, fokus utama kebijakan ini adalah mendorong daya saing industri tekstil dalam negeri, bukan semata-mata mengurangi defisit perdagangan. Menurutnya, isu ini menjadi perhatian karena Menkeu Purbaya ingin melindungi industru tekstil dalam negeri. Dampak lesunya industri tekstil ini berpotensi menimbulkan gelombang PHK di sektor yang banyak menyerap tenaga kerja. Namun, Yudi memberikan kritik tajam yaitu melarang saja tidak cukup. Konsumen memilih barang bekas impor karena alasan kualitas yang lebih bagus, harga yang lebih murah, dan bahkan faktor lebih fashionable. Maka menurutnya, industri tekstil dalam negeri harus harus memenuhi itu juga, tidak sekedar melarang. Apalagi saat ini industri lokal juga menghadapi gempuran barang baru murah dari luar negeri, seperti Tiongkok, menunjukkan bahwa masalahnya terlalu kompleks jika hanya menyalahkan thrifting saja. Yudi menekankan perlunya solusi yang bertahap dan berhati-hati agar tidak menimbulkan guncangan di tingkat ekonomi mikro. Banyak pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang pasar hingga penjual online, menggantungkan hidup pada sektor thrifting. “Industri domestik harus dikuatkan dulu sebelum langsung melarang total,” kata dekan FEB itu. Untuk meredam gejolak ekonomi mikro, Yudi menawarkan solusi yang lebih komprehensif. Pertama adalah penguatan industri domestik, di mana pemerintah wajib memberikan insentif fiskal, seperti pemotongan pajak atau subsidi untuk pengembangan inovasi. Sekaligus menyingkap akar masalah yang menyebabkan UMKM tekstil domestik tidak mampu bersaing, bahkan dengan barang bekas. Kedua, dilakukan pembinaan pelaku usaha thrifting. Daripada dilarang total, pelaku usaha dapat dibina untuk beralih atau terlibat dalam usaha kreatif, seperti industri daur ulang tekstil atau upcycling. Terakhir, ia menyarankan adanya standarisasi impor bertahap. Di mana larangan total dapat dimulai dengan menolak 100 % barang impor bekas yang mengandung zat berbahaya atau tidak layak kesehatan, sehingga kebijakan lebih terukur dan solutif. Menurut Yudi, kebijakan thrifting bukan hanya tentang pakaian bekas, tetapi juga mencakup gaya hidup berkelanjutan (sustainability) yang dianut sebagian generasi muda. Agar berhasil, pemerintah harus menyiapkan infrastruktur industri dan alternatif pilihan, sehingga tidak terkesan membatasi pilihan konsumen. Generasi muda juga harus didorong untuk bangga terhadap produk domestik melalui kampanye yang gencar. (*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Mahasiswa UMM Bikin Structura, Platform Khusus Jual-Beli Bahan Bangunan

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berlomba menciptakan inovasi yang berdampak untuk masyarakat serta mendorong digitalisasi pada dunia e-commerce. Structura “Bangun Bersama Kami” adalah platform yang menjadi market place khusus bahan material konstruksi. Ide pembuatan marketplace khusus untuk bahan material konstruksi ini terbilang sangat unik karena muncul secara tidak sengaja. Diramu agar dapat meningkatkan penjualan bahan material dan Structura ini dapat diakses di www.structuraofficial.id dan Instagram @structura_id. Bisnis ini bahkan berhasil lolos dalma Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI tahun 2025. Afta Gita Muhammad, sebagai ketua tim Structura, mengatakan melalui platform ini pihaknya ingin menonjolkan UI/UX dengan tampilan yang lebih sederhana. Desain logo dan website juga disesuaikan dengan representasi toko bangunan. Adapun platform yang mulai dikembangkan sejak bulan Juli ini bukan sekadar marketplace biasa, melainkan sebagai representasi rumah untuk kenyamanan bersama. “Ide awal structura ini karena kebetulan salah satu anggota kami mempunyai usaha toko bangunan dan sudah memiliki banyak cabang di Malang dan Pasuruan. Dari situlah kami mempunyai ide untuk digitalisasi toko bahan bangunan,” katanya. Lebih lanjut, Afta dan tim Structura dibimbing langsung oleh Immanuel Mu’ammal S.E., M.M. yang memberikan banyak masukan. Adapun Tim Structura mengalokasikan dana sekitar 8 juta lebih untuk pengembangan website dan sukses meraih omset 10-12 juta lebih perbulan. Apalagi melihat toko yang dituju juga sudah mempunyai langganan. Selain itu merek ajuga menjadi supplier untuk toko bangunan kecil. Afta mengatakan, branding dari Structura dan yang membuat berbeda dari kompetitor lain adalah pendekatan desain yang benar-benar disesuaikan dengan zaman. Kehadiran Structura di pasar digital menunjukkan peluang baru dalam segmen e-commerce niche. Desain-deisan ala Gen Z ini juga memiliki peran penting, apalagi saat ini Gen Z juga sudah mulai mandiri secara finansial. Mereka juga memiliki ketertarikan pada pembenahan rumah atau proyek-proyek kreatif. Platform ini menjawab kebutuhan akan sebuah marketplace yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sesuai dengan nilai estetika dan kemudahan akses yang diharapkan oleh generasi digital native. Mengakhiri kalimatnya, Afta berpesan Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Selain itu ia berharap semua lini dimasyarakat dapat berkembang bersama, termasuk secara ekonomi. Upaya mereka ini juga bisa jadi salah satu contoh bagaimana pemuda bisa membangun daerah. Ia juga berharap proses digitalisasi juga bisa berkembang dengan lebih bagus lagi, baik itu di sektor swasta maupun sektor pemerintahan. (nam/wil)

Menteri Bahlil Sidak SPBU di Malang Usai Keluhan Motor Brebet

MALANG, FaktualNews.co–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengecek SPBU di Kabupaten Malang, Rabu (29/10/2025) malam. Ia melakukan pengecekan setelah menjadi pembicara serta memberikan materi singkat di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bahlil mengecek kualitas BBM dalam merespons keluhan warga tentang sepeda motor mogok dan brebet alias tersendat setelah mengisi Pertalite di SPBU. Dalam sidak tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar ini menyasar SPBU Asrikaton Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Bahlil berinteraksi dengan operator SPBU serta masyarakat untuk menanyakan kualitas BBM. Selain itu, Bahlil melihat kualitas BBM Pertalite dan Pertamax yang diambil sampelnya dari SPBU tersebut. Kemudian, sampel BBM diuji memakai distillate fuel bar chart atau alat pengecekan kualitas kandungan. Dari hasil sidak tersebut, Bahlil menyatakan kualitas BBM berstandar bagus dan sesuai spesifikasi. Selain itu, kandungan zat dan takarannya juga tepat. “Saya pikir sudah clear, ini kami didampingi BPH Migas, ada Dirut Pertamina Patra Niaga yang punya tugas untuk menyediakan stok sampai kemudian menyalurkan. Sampai hari ini saya pikir sudah clear,” ujarnya. Dia telah meminta Pertamina untuk selalu menjaga kualitas BBM yang disalurkan. Terkait penyelidikan kejadian motor mogok usai mengisi Pertalite di SPBU, Bahlil menyatakan telah membentuk tim khusus. “Tim sudah saya turunkan baik dari Dirjen Migas, BPH Migas serta dari Pertamina Patra Niaga. Sekarang tim masih berada di daerah. Yang jelas kami fokus konsentrasi untuk menjaga kualitas dan saya meminta kepada Pertamina jangan main-main. Meskipun BUMN, saya akan terus memantau langsung karena mereka (Pertamina) yang bertanggung jawab terhadap kualitas dan juga penyaluran BBM,” katanya. Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo mengungkapkan, suplai BBM di sejumlah SPBU di Malang berasal dari Surabaya. “BBM yang ada di Malang ini disuplai dari Surabaya memakai gerbong tangki kereta, sumbernya sama,” ujar dia. Dari hasil sidak di SPBU Asrikaton Kabupaten Malang tersebut, kualitas BBM Pertalite dan Pertamax sudah sesuai standar. Namun, untuk lebih memastikan, Pertamina bekerja sama dengan Kementerian ESDM akan menguji sampel BBM itu ke laboratorium. “Kami tetap melakukan pendalaman, termasuk melakukan pengecekan lewat laboratorium yang membutuhkan waktu untuk hasilnya,” ucapnya.

Investigasi Cepat Lintas Lembaga, Bahlil Siapkan Sanksi Dugaan Pertalite Bermasalah di Jatim

MALANG POST – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah sedang menjalankan investigasi serius terkait dugaan kendaraan mogok setelah pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa wilayah Jawa Timur. Pernyataan tersebut disampaikan usai ia menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (29/10/2025). Dalam konferensi pers singkat seusai acara, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah telah menugaskan beberapa lembaga terkait untuk menerima laporan langsung dari lapangan dan mengoordinasikan langkah-langkah pemeriksaan secara terpadu. “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini. Nanti setelah ini saya akan rapat dengan mereka di bandara,” ujarnya. Koordinasi lintas kementerian dan badan tetap berjalan secara intensif meskipun penelitian masih berlangsung di tahap awal. Bahlil menekankan komitmen pemerintah untuk menegakkan akuntabilitas operasional di sektor penyaluran BBM. Dalam hal ini, Pertamina Patra Niaga, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Energi (Lemigas) diberi mandat untuk menerima laporan langsung dari lapangan dan memverifikasi setiap klaim yang masuk. “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini. Nanti setelah ini saya akan rapat dengan mereka di bandara,” ungkapnya, menegaskan bahwa analisis awal akan dilanjutkan dengan diskusi formal di fasilitas bandara setelah tim mengumpulkan data awal. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan sanksi tegas jika ternyata ditemukan pelanggaran atau kelalaian dalam distribusi Pertalite. Namun ia menekankan bahwa proses masih berjalan dan hasil pemeriksaan belum final karena perlu menunggu laporan resmi dari Lemigas guna memastikan kualitas minyak dan validitas keluhan. “Tetapi semuanya ini masih dalam proses. Kita harus cek kebenarannya tentang kualitas minyak. Kita tunggu hasil daripada apa yang dilakukan oleh Lemigas,” jelasnya, menegaskan bahwa evaluasi kualitas BBM menjadi fokus utama sebelum mengambil langkah disipliner. Menteri ESDM itu juga menjelaskan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk menelusuri dugaan masalah terkait Pertalite. Tim lintas instansi ini terdiri dari Direktorat Jenderal Migas, Lemigas, BPH Migas, serta Pertamina Patra Niaga sebagai pihak penyalur BBM. “Kita belum bisa mengandai-andai. Kita lihat apa yang akan ditemukan oleh tim. Saya belum bisa menyimpulkan tentang kebenarannya, apakah benar atau tidak benar. Kita tunggu kajian dari tim,” katanya menanggapi kemungkinan adanya unsur sabotase atau faktor lain yang berpotensi mempengaruhi performa kendaraan setelah pengisian Pertalite. Dalam konteks waktu, Bahlil menyatakan target pemerintah adalah memperoleh hasil investigasi awal dalam waktu singkat, khususnya satu hingga dua hari. “Paling lama saya butuh waktu 1–2 hari. Besok saya akan rapat langsung memimpin di Jakarta,” tambahnya, menunjukkan komitmen untuk transparansi publik dan respons kebijakan yang cepat bila diperlukan. Secara simultan, pihak-pihak terkait diharapkan menjaga komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan yang mungkin terdampak. Sementara itu, seluruh langkah investigasi tetap mengikuti prosedur formal dan prinsip kehati-hatian. Tim gabungan akan memanfaatkan data lapangan, pemeriksaan kualitas BBM, analisis kimia, serta standar operasional yang berlaku. Itu ditempuh untuk menilai apakah terjadi kesalahan distribusi, kualitas BBM yang tidak memenuhi spesifikasi, atau adanya faktor eksternal lain yang berpotensi mengganggu performa kendaraan. Hasil kajian akhir akan dirilis melalui mekanisme komunikasi publik yang terstruktur, termasuk rilis resmi kementerian, laporan teknis Lemigas, serta notifikasi kepada Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas jika diperlukan tindakan korektif maupun sanksi administratif. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pasokan energi nasional dan memastikan kualitas BBM yang beredar di pasar. Pemerintah menegaskan bahwa setiap temuan pelanggaran akan ditindaklanjuti dengan sanksi tegas sesuai regulasi yang berlaku. Tanpa pandang bulu terhadap pelaku industri yang terbukti melakukan kelalaian atau manipulasi distribusi. Di sisi lain, pihak-pihak terkait diharapkan menjaga integritas operasional dan transparansi informasi, agar publik memiliki gambaran jelas mengenai proses investigasi dan hasil akhirnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Ketua Umum DPP IMM Ingatkan Bahaya Idealisme Buta

MAKLUMAT – Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riyan Beltra Delza mengingatkan seluruh kader ikatan agar tetap idealis namun tidak terjebak dalam idealisme buta. Pesan itu ia sampaikan saat berpidato di Tanwir XXXIII IMM di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Sejak awal sambutannya, Riyan menekankan pentingnya keterbukaan dalam perjuangan. Ia mendorong kader IMM untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak tanpa kehilangan prinsip perjuangan yang menjadi ruh gerakan mahasiswa. “Mari kita isi tanwir dengan gagasan yang konstruktif, punya nilai, dan mampu melahirkan daya juang gerak, yang tentunya tidak hanya sekadar diksi dan narasi, namun dapat memberi manfaat. Tidak hanya untuk IMM, tapi juga untuk semesta,” ujarnya di hadapan ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia. Ia menilai, sikap tertutup dan merasa cukup berjuang dalam lingkaran sendiri hanya akan membuat IMM kehilangan relevansi. Menurutnya, kader IMM harus mampu memaksimalkan potensi intelektual secara adaptif terhadap perubahan zaman. Hal ini dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sosial. Energi Kolektif untuk Negeri Tema Tanwir kali ini adalah Energi Kolektif untuk Negeri, yang disebut Riyan sejalan dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan, perjuangan tidak bisa dilakukan hanya di lingkup internal organisasi. Pejuangan itu harus menjangkau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah. “Jangan menganggap eksekutif dan legislatif itu ladang kebencian. Eksekutif dan legislatif itu adalah mitra kritis dan mitra strategis kita,” katanya. Riyan juga mengingatkan agar kader IMM tidak membangun tembok mental atas nama idealisme yang buta. Ia mengutip potongan Q.S. Al-Maidah ayat 2, ta’awanu ‘alal birri wat taqwa wa la ta’awanu ‘alal itsmi wal ‘udwan, sebagai dasar ajakan untuk bersinergi dalam kebaikan. “Tolong-menolong dalam kerangka kebaikan dan takwa itu dianjurkan dalam agama kita. Maka jangan sekali-kali membangun mental block atas nama idealisme yang buta itu,” jelasnya. Ia menambahkan, realitas abad ke-21 menuntut langkah cepat, tepat, dan kolaboratif. Menurutnya, kemampuan intelektual saja tidak cukup untuk bertahan di era yang penuh dinamika ini. “Pintar saja tidak cukup di abad 21 ini. Untuk hidup, kita harus punya relasi yang luas, koneksi yang terintegrasi,” ujarnya. Riyan juga mengutip Q.S. Ali Imran ayat 103, wa‘tasimu bihablillahi jami‘an wala tafarraqu, yang berarti “Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” Kutipan itu ia kaitkan dengan semangat Tanwir tahun ini yang menekankan pentingnya energi kolektif dalam perjuangan. “IMM tidak bisa seorang diri. Kita harus bersama-sama. Momen ini ajang reflektif untuk kita di Ikatan ini. Sejauh mana kualitas kita dalam bersilaturahmi. Sejauh mana kualitas kita dalam membangun soliditas dan solidaritas. Sejauh mana kualitas kita dalam berjamaah,” pungkasnya.

Pakar Halal UMM: Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Legalitas, tapi Soal Niat dan Kejujuran

Hidayatullah.com – Pakar sekaligus Asesor Halal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.PKa, menegaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Menurutnya, mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yaitu niat dan kejujuran dari produsen. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara “Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan” yang digelar oleh MUI Kota Batu, Rabu (29/10/2025). “Bicara mutu halal, ada aspek yang tidak bisa dilihat oleh auditor, yaitu niat dan kejujuran. Itu Allah yang menyaksikan,” ujar Prof. Elfi di hadapan para pelaku usaha perhotelan dan kuliner. “Jadi kalau kita memproduksi sesuatu, masak sambil berdoa. Niatkan karena Allah.” Ia menjelaskan, produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Konsep kebaikan ini, menurutnya, mencakup gizi holistik, di mana proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi healing food (makanan penyembuh). Menjawab Keraguan dan Tantangan Global Prof. Elfi juga menjawab keraguan yang sering muncul di kalangan pengusaha mengenai urgensi sertifikasi halal. Ia menanggapi pertanyaan klasik, “Ngapain urus sertifikat halal, kok tidak sertifikat haram saja?” “Di Indonesia sudah ada undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label jika menggunakan babi. Tapi kira-kira dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen. Karena itulah masyarakat muslim galau,” jelasnya. Menurutnya, sertifikasi halal hadir sebagai solusi untuk memberikan ketenangan jiwa bagi konsumen. Kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen non-muslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi. Di sisi lain, Prof. Elfi mengingatkan tentang tantangan persaingan global yang semakin ketat. Ia mengungkapkan bahwa belasan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari luar negeri, seperti Thailand, Jerman, hingga Prancis, telah mendaftar dan lolos akreditasi untuk beroperasi di Indonesia. “Apakah kita mau dibanjiri produk impor mereka? Jangan sampai kita dijajah oleh produk impor. Maka, kita harus berjuang membumikan produk halal dalam negeri,” tegasnya. Untuk itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. Inovasi dan Keunikan Produk Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Prof. Elfi mengajak para pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. “Jangan sama dengan yang lain (ojo podo nek kancane). Ciptakan branding yang unik,” katanya. Ia memberi contoh, kekayaan alam Kota Batu seperti bunga mawar bisa diolah menjadi antioksidan untuk campuran kopi dan susu. Sementara itu, bubuk bayam merah dapat digunakan sebagai suplemen zat besi, dan kulit buah naga sebagai pewarna alami pengganti karmin yang diimpor. “Indonesia adalah negara nomor dua terkaya di daratan dan nomor satu di lautan. Kekayaan alam ini harus kita manfaatkan untuk menciptakan produk unggulan daerah,” pungkasnya.*

Masa Depan Indonesia Dari Pemuda Siap Berproses: Energi Kolektif untuk Negeri di Tanwir XXXIII IMM

MALANG POST – Masa depan Indonesia dinantikan dari tangan pemuda yang benar-benar siap berproses, berdaya saing, dan berjiwa kolektivitas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan tema “Energi Kolektif untuk Negeri” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rabu 29 Oktober 2025 di UMM dome. Pembukaan Tanwir IMM dilakukan bersama beberapa tokoh nasional, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., serta Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ketika pembukaan, mereka tampil harmonis dengan memainkan alat musik dawai, menandai suasana meriah yang mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah, kalangan akademisi, dan kader muda Muhammadiyah. Gagasan utama Tanwir sejalan dengan pesan Bahlil mengenai pentingnya kemandirian bangsa yang hanya bisa terwujud melalui generasi muda yang siap berproses, berdaya saing, dan berjiwa kolektivitas. Menurutnya, masa depan Indonesia akan ditentukan oleh kesiapan pemuda untuk beradaptasi dan berinovasi, terutama menghadapi dinamika energi global. IMM dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan nasional. Kutipan utama disampaikan Bahlil: “IMM adalah kader yang kelak menjadi pemimpin negara ini. Jangan hanya berhenti pada wacana, tetapi turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan.” Arah kebijakan energi nasional yang disorot fokus pada dua hal utama: kemandirian energi nasional dan transisi energi berkelanjutan. Indonesia dinilai tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar karena hal itu dapat melemahkan kedaulatan ekonomi bangsa. Upaya menghadapi tantangan energi juga diarahkan pada pengembangan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis kekayaan alam Indonesia. Bahlil menegaskan, “Yang sedang kami kembangkan adalah etanol — energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.” Etanol dipandang berpotensi menggantikan sebagian kebutuhan bensin dan mengurangi emisi karbon. Bahlil mencontohkan Brasil dan India yang sudah sukses mengembangkan industri etanol, sehingga menekan biaya impor dan meningkatkan nilai ekonomi pertanian. Potensi besar ini diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga devisa negara, asalkan didukung kemauan dan keberanian untuk mengeksekusinya. Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk produksi etanol dari sektor pertanian, sehingga riset dan inovasi di perguruan tinggi didorong untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagai bentuk dukungan bagi generasi muda, Bahlil mengumumkan pemberian 10 beasiswa kepada kader IMM berprestasi sebagai bagian dari regenerasi sumber daya manusia di bidang energi dan kepemimpinan. Diharapkan kader IMM menjadi pelopor inovasi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam, nasionalisme, dan kemajuan teknologi dalam kerja nyata bagi bangsa. Pada saat yang sama, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan lembaga untuk masa depan Indonesia yang berkelanjutan. Ia memperkenalkan konsep Green Democracy, demokrasi yang tidak hanya menekankan partisipasi politik, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial. “Tidak ada lagi one man show. Membangun bangsa sebesar ini hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi. Demokrasi kita harus pro-pemuda, pro-rakyat kecil, dan pro-ekologi,” ujarnya. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., mengapresiasi terselenggaranya Tanwir IMM di kampus yang dikenal dengan semboyan “Kampus Putih”. Ia menilai forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan besar tentang masa depan Indonesia. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya. Penyelenggaraan Tanwir XXXIII IMM dihadiri oleh para pemimpin institusi dan tokoh nasional, dengan nuansa kolaboratif yang diharapkan menjadi contoh bagi upaya membangun energi kolektif bagi negeri.(M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Penyelenggaraan OSN Nasional SMA Sederajat, Sukses dan Berkesan

Kompasiana – Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA Sederajat tahun 2025 telah berhasil diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tanggal 6–12 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bergengsi bagi para peserta didik terbaik dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan, ketekunan, dan semangat juang dalam bidang sains. OSN SMA 2025 dilaksanakan secara luring di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang, dengan menghadirkan ratusan peserta dari 31 provinsi di Indonesia dan 1 Sekolah Indonesia Luar Negeri. Setiap peserta berkompetisi dalam sembilan bidang lomba, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Ekonomi, Geografi, dan Kebumian. Pelaksanaan secara tatap muka ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk berinteraksi, berkompetisi secara sehat, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat nasionalisme di antara generasi muda berprestasi. Selain kegiatan kompetisi utama, OSN SMA Sederajat tahun 2025 juga diisi dengan kegiatan pendukung seperti city tour edukatif yang memperkaya pengalaman peserta selama di Malang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan tertib berkat dukungan penuh dari panitia pusat, panitia lokal UMM, tim juri, serta seluruh pendamping peserta. Keberhasilan penyelenggaraan OSN SMA 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen Kemendikdasmen dalam mengembangkan talenta sains unggul yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan semangat kolaborasi dalam memajukan bangsa. Pada tahun ini juga dilaksanakan Eksebisi kecerdasan artifisial (AI) yang diikuti oleh peserta diluar dari peserta terdaftar di OSN tahun 2025, dan pelaksanaan kegiatan eksebisi ini berjalan dengan lancar yang di tutup pada tanggal 9 Oktober 2025. Pelaksanaan OSN Nasional jenjang SMA sederajat ini mengahasilkan juara dimasing-masing bidang dengan jumlah perolehan: Emas sebanyak 5 orang, Perak sebanyak 10 orang, Perunggu sebanyak 15 orang, dan HM sebanyak 10 orang. Peraihan medali terbanyak diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dengan total medali sebanyak 67 medali. Berikut urutan 10 provinsi terbanyak meraih medali pada pelaksanaan OSN SMA Sederajat tahun 2025 Prov. D.K.I. Jakarta: 67 medali Prov. Jawa Timur: 50 medali Prov. Jawa Tengah: 45 medali

Khofifah tegaskan organisasi punya peran penting bangun masa depan bangsa

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan organisasi memiliki peran penting dalam menciptakan pembangunan masa depan bangsa Indonesia. Khofifah di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan organisasi merupakan wadah melahirkan banyak orang cerdas dan berintegritas yang menjadi motor pembangunan bangsa. “Terutama dengan membangun sinergi untuk bersama-sama secara kolektif membangun negeri. Menurut saya ide yang luar biasa,” katanya. Ia memberikan contoh nyata terkait peran organisasi di dalam pembangunan bangsa, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Menurut dia, kedua organisasi tersebut sama-sama memiliki peran besar dalam kaitan dengan terciptanya peradaban bangsa Indonesia sejak era terdahulu. Persaudaraan antara NU dan Muhammadiyah mampu memberikan dampak positif bagi roda kehidupan masyarakat sebab selalu mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan setiap masyarakat. Bahkan, Kiai Haji Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan Kiai Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU sama-sama memberikan ijazah atau sanad keilmuan kepada umat Islam di Indonesia. “Yang ingin saya sampaikan adalah persaudaraan ini begitu kuat, persahabatan ini begitu kuat. Maka antara pilar-pilar bangsa ini harus membangun persaudaraan, persatuan, kebersamaan dalam berbagai program,” ucap dia. Maka dari itu, Khofifah menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi menjadi kunci penting dalam menentukan jalan masa depan Indonesia. Dia menegaskan pemerintah provinsi setempat selalu memberikan dukungan setiap agenda keorganisasian yang dihelat di Jawa Timur, salah satunya Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang. Menurut dia, agenda tersebut merupakan forum penting dalam rangka mencetak generasi pemimpin masa depan. Ia meminta kepada IMM supaya terus memperkuat sinergisitas dengan pemerintah dalam misi membangun negeri dari berbagai sektor, termasuk energi. “Mudah-mudahan seluruh yang hadir ini akan memberikan sinergi terutama bagi implementasi keputusan-keputusan strategis nanti,” kata Khofifah.

DPD RI Dorong Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah Bangun Demokrasi Hijau Berbasis Etika dan Iman

DetikSumsel.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, menyerukan tentang pentingnya menghidupkan kembali etika politik dan semangat tanggung jawab moral di kalangan mahasiswa Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Sultan Baktiar Najamudin saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Tanwir XXXIII Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, pada hari Rabu, tanggal 29 Oktober 2025. Kegiatan dengan tema Energi Kolektif untuk Negeri ini, dihadiri ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia. Turut mendampingi Sultan Baktiar Najamudin, yakni sejumlah anggota DPD RI. Di antaranya Ahmad Nawardi (Jawa Timur), Bustami Zainudin (Lampung), Zuhri Muhammad Syazali (Kepulauan Bangka Belitung), Ahmad Syauqi Suratno (DIY), Hasby Yusuf (Maluku Utara), Carel Simon Petrus Suebu (Papua), dan Sopater Sam (Papua Pegunungan). Dalam pidatonya bertajuk Gerakan Mahasiswa, Etika Politik Muhammadiyah, dan Demokrasi Hijau: Menyalakan Energi Kolektif untuk Negeri, Sultan Baktiar Najamudin mengajak para kader Muhammadiyah untuk memaknai energi kolektif sebagai bentuk gotong royong yang melahirkan perubahan sejati. “Tema Tanwir kali ini adalah ajakan yang sangat kuat, bahwa kekuatan umat, kekuatan ilmu, dan kekuatan iman harus menyatu menjadi energi besar bagi kemajuan bangsa. Energi kolektif adalah gotong royong dalam makna paling mulia: kesadaran bahwa perubahan sejati lahir dari kerja bersama.” ujar Sultan Baktiar Najamudin di hadapan peserta Tanwir. Ia memperkenalkan gagasan Green Democracy (Demokrasi Hijau), konsep politik yang menempatkan keseimbangan dan keberlanjutan sebagai inti dari demokrasi. “Green Democracy bukan sekadar tentang lingkungan, tapi tentang jiwa bangsa yang hidup selaras dengan alam dan nilai. Ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi kerusakan.” tegasnya. Ia menambahkan, DPD RI berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologis. Sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI memastikan kebijakan nasional berpihak kepada rakyat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. “Itulah bentuk politik etik, politik yang sejalan dengan perjuangan Muhammadiyah: menegakkan amar ma’ruf nahi munkar melalui sistem, bukan sekadar slogan.” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Sultan Baktiar Najamudin juga berpesan agar kader IMM menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berjiwa penanam, menanam nilai, gagasan, dan tindakan yang membawa kehidupan.