Bahlil Datang Dengan Wibawa Sebelum Maghrib

daulat.co – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapatkan pujian dari Riyan Betra Delza. Pujian itu disampaikan Ketum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam pidato pembukaan Tanwir XXXIII IMM di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu 29 Oktober 2025 lalu. Dibalut dalam pantun, Ketum DPP IMM Riyan Betra dalam video yang beredar di sosial media, menyebut kedatangan Bahlil ke Tanwir XXXIII IMM penuh wibawa seperti pohon beringin yang solid. “Pak Bahlil datang dengan wibawa; Datangnya sebelum maghrib; Mahasiswa IMM penuh daya; Seperti beringin solid dan positif,” katanya. Tidak hanya sekali, Riyan melanjutkan pantunnya ke Bahlil. Ia menyatakan jika warna kuning yang identik dengan warna Partai Golkar membuat bahagia. “Jalan ke kampus bawa bendera; Warna kuning bikin bahagia; IMM sangat luar biasa; Apalagi Bang Bahlil sudah tertawa,” jelasnya. Masih soal Bahlil, Riyan menyebut sosoknya berbeda dengan politisi lain. Bahlil adalah sosok politisi yang berisi tapi tak meninggi. Meski berisi namun Bahlil menunduk. “Ada yang kosong tapi meninggi. Ada yang berisi tapi menunduk, ya ini Bang Bahlil ini,” ucapnya. Bagaimana tanggapan Bahlil? Ketika tiba kesempatan menyampaikan pidato, Bahlil ‘menyambut’ baik apa yang disampaikan Riyan Betra. “Saya belum naik panggung saja sudah merasa hangus, karena digorong oleh ketua umum” “Luar biasa dinda. Pidatomu tadi memberikan inspirasi bagi saya. Waktu saya masih jadi aktivis, kelakuan saya tiap hari kayak kau begitu” “Kerjanya ngolah aja, ngolah terus begitu. Saya tahu itu sedang adinda olah, tapi seru juga abang dengarnya. Om suka itu,” kata Bahlil. Secara khusus, Bahlil menekankan bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. Pemuda yang benar-benar menyiapkan diri melanjutkan estafet kepemimpinan. IMM dalam hal ini menjadi salah satunya sebagai sumber pengkaderan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional dimaksud.

Generasi Muda Diajak Aktif Wujudkan Kemandirian Energi Nasional, Diantaranya Melalui Sawit

sawitsetara.co – MALANG – Generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Di tengah tantangan transisi energi dan kebutuhan untuk menekan ketergantungan terhadap impor, pemuda dituntut tidak hanya memahami isu energi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong inovasi dan efisiensi sumber daya. Pandangan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan pada Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXXIII di Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa masa depan bangsa, termasuk sektor energi, berada di tangan generasi muda yang berproses dan siap menghadapi perubahan. Ia menilai IMM sebagai salah satu wadah penting dalam melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. “Masa depan negara ini, masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. Tapi pemuda yang berproses, pemuda yang betul-betul menyiapkan diri. Dan IMM adalah salah satu organisasi sebagai sumber pengadilan bangsa untuk kelar menjadi pemimpin bangsa di tanah ini,” ujar Bahlil. Bahlil menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sektor energi, terutama tingginya angka impor bahan bakar. Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong program pengurangan impor melalui pengembangan energi terbarukan dan bahan bakar campuran berbasis sumber daya dalam negeri seperti Crude Palm Oil (CPO) dan etanol. “Konsumsi solar kita itu 34 juta ton per tahun, sekarang kita blending (campuran) antara B10 sampai B40. Import kita sekarang tinggal 4,9 juta barrel per tahun. Di 2025, kita dorong menjadi B50, B50 adalah campuran dari CPO ke etanol. Nah kemudian kita dorong lagi untuk bensin, kita bikin E10, supaya campurannya adalah etanol,” jelasnya. Bahlil menegaskan bahwa langkah menekan impor energi merupakan bagian dari perjuangan menjaga kedaulatan negara dan memperkuat ekonomi nasional. Ia menilai masih ada pihak-pihak yang tidak mendukung kebijakan ini karena terbiasa diuntungkan oleh kuota impor energi. “Pasti banyak pihak yang tidak suka dengan kebijakan ini. Tapi bagi saya demi kedaulatan Ibu Pertiwi jangankan selangkah, sejengkal pun saya tidak mundur untuk menghadapi hal-hal seperti ini,” tegasnya. Lebih lanjut, Bahlil mengajak kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam membangun wacana publik yang konstruktif terkait isu energi. Menurutnya, kritik dan pemikiran dari pemuda merupakan bagian penting dalam memperkuat kebijakan energi nasional. “Jadi adik-adik saya, kalian kritik itu gizi bagi saya. Bukan saya membenci kalian, kalian adalah bagian daripada kebesaran saya semua,” pungkasnya. Melalui forum tersebut, Bahlil menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog dengan kalangan muda dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi energi dari generasi baru. Ia berharap agar pemuda terus mengasah kemampuan dan menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Perlu Keterlibatan Pemuda, Mendes Ajak IMM Kolaborasi Bangun Desa

MALANG, NETRALNEWS.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam membangun desa. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, bahwa kita ini bukan Superman, tapi super tim. Oleh karena itu, ia menilai IMM sebagai tim yang layak untuk diajak berkolaborasi membangun desa. “Saya datang ke sini bukan untuk ceramah, tapi untuk mengajak kerja sama IMM untuk sama-sama berkolaborasi membangun desa. Saya menganggap IMM adalah tim yang layak saya ajak untuk bersama-sama membangun desa,” ujar Yandri saat memberikan kuliah kebangsaan dalam penutupan Tanwir ke-33 IMM di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Dalam forum yang dihadiri oleh ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia tersebut, Mendes Yandri juga mengatakan bahwa keterlibatan pemuda di desa menjadi hal yang penting dalam keberhasilan pembangunan. Apalagi, dengan diletakkannya desa di dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, menjadikan desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, tapi subjek pembangunan. Untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 tersebut, Kemendes PDT kemudian membuat 12 aksi prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia. Diharapkan, dengan kolaborasi dari berbagai pihak maka 12 aksi tersebut dapat menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Kementerian Desa dan PDT punya program badan usaha milik desa (BUM Desa), kemudian juga ada desa ekspor, desa wisata dan lain sebagainya. Selain itu, program utama pemerintah, yaitu koperasi desa merah putih dan makan bergizi gratis juga berbasis di desa. Dengan banyaknya program dan terbukanya peluang yang ada di desa, Mendes Yandri kemudian mengajak para pemuda atau mahasiswa yang sudah selesai belajar untuk kembali membangun desanya masing-masing. “Saya mengajak, mari kita ciptakan lapangan kerja di Republik ini yang berangkat dari desa. Boleh kita tinggal di desa, tapi pendapatan mengalahkan orang-orang kota,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI ini. Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendes PDT dengan Universitas Muhammadiyah Malang tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat desa dan daerah tertinggal. Hadir dalam kegiatan ini juga yakni, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Rektor UMM Nazaruddin Malik, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthihirin serta Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib. Turut mendampingi Mendes Yandri dalam kegiatan ini yaitu Staf Khusus Menteri Muhammad Afif Zamroni dan Muhammad Khoirul Huda.

Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Malang Hasilkan 8 Rangkaian Gagasan Strategis Kebangsaan

Malang – Perhelatan Tanwir ke-XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kota Malang resmi ditutup pada Jum’at (31/10/2025) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebagai manifestasi tema “Energi Kolektif untuk Negeri”, forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini secara resmi melahirkan dan menetapkan dokumen 8 Pokok Pemikiran Tanwir XXXIII yang merupakan bentuk refleksi dan respons atas dinamika kebangsaan dan keumatan saat ini. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, M. Zaki Mubarak menyatakan bahwa 8 pokok pemikiran ini menjadi arah strategis gerakan IMM ke depan. Menurutnya, gagasan tersebut bukan hanya menjadi panduan gerakan internal IMM, tetapi juga kontribusi moral organisasi terhadap arah pembangunan nasional. “Pokok pemikiran ini merupakan hasil refleksi kami terhadap situasi kebangsaan nasional. Sebagai organisasi mahasiswa yang berciri intelektual, IMM harus mengambil peran signifikan dalam menjawab persoalan-persoalan krusial bangsa,” ujarnya. Dokumen 8 Pokok Pemikiran ini merupakan hasil sintesis dari diskusi-diskusi intensif di sidang pleno dan komisi-komisi, yang melibatkan perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) IMM dari seluruh Indonesia. Berikut ringkasan 8 pokok pemikiran tersebut: Pertama, Meneguhkan Gerakan Intelektual yang Membela Rakyat. IMM memandang tugas kader bukan hanya bicara gagasan di ruang seminar, tetapi turun ke basis sosial—membela petani, buruh, nelayan, dan masyarakat yang kehilangan hak hidup layak karena ketimpangan ekonomi. IMM menghidupkan kembali semangat ilmu untuk pembebasan, bukan sekadar prestise akademik. Kedua, Mendorong Reformasi Politik dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional. IMM mendorong pembatasan usia maksimal bagi calon anggota DPR dan pejabat publik, agar ruang politik tidak dimonopoli generasi lama. Negara perlu memberi tempat bagi generasi muda yang visioner, bebas dari beban kepentingan, dan berani membawa gagasan perubahan. Ketiga, Mengawal DPR dan Kebijakan Publik yang Pro-Rakyat. IMM menegaskan perlunya reformasi kelembagaan DPR, termasuk keterbukaan informasi, transparansi legislasi, dan akuntabilitas politik. DPR tidak boleh menjadi ruang transaksi kepentingan, tetapi wadah memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Keempat, Krisis Iklim, Ekonomi Ekstraktif, dan Keadilan Ekologis. IMM memandang krisis iklim sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. IMM menolak politik tambang yang merusak ruang hidup rakyat dan mendesak pemerintah menjadikan krisis iklim sebagai agenda prioritas nasional. IMM juga mendorong gerakan hijau di internal organisasi dan kampus. Kelima, Keadilan Ekonomi dan Pembelaan terhadap Rakyat Tertinggal. IMM menyerukan redistribusi sumber daya nasional dan penguatan ekonomi rakyat berbasis koperasi, UMKM, serta komunitas mahasiswa produktif. IMM juga mendorong kolaborasi dengan amal usaha Muhammadiyah agar menjadi pusat pemberdayaan, bukan hanya lembaga pendidikan dan kesehatan. Keenam, Independensi Lembaga Negara dan Politik Etika. IMM secara konsisten menyoroti lemahnya independensi lembaga penegak hukum dan institusi publik. IMM menuntut Polri, KPK, dan lembaga yudikatif untuk menjaga profesionalitas, transparansi, dan bebas dari intervensi politik. IMM berdiri di garis depan membela kebebasan berpendapat, akuntabilitas publik, dan etika politik yang berkeadaban. Ketujuh, Literasi Digital, Etika Publik, dan Kedaulatan Informasi. IMM memandang ruang digital sebagai medan baru perjuangan nilai. IMM menyerukan literasi digital di kalangan muda dan mengingatkan pemerintah agar tidak menggunakan kebijakan siber untuk membungkam kritik. IMM menolak praktik pembungkaman di dunia maya dan mendesak perlindungan data pribadi serta kedaulatan informasi publik sebagai bagian dari hak asasi warga negara. Kedelapan, Memperluas Peran Pemuda dan Menyatukan Gerakan Moral Bangsa. IMM meyakini masa depan Indonesia ditentukan oleh keberanian generasi muda hari ini. IMM mengajak seluruh organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk membangun koalisi moral kebangsaan—menolak politik transaksional, menuntut keadilan ekonomi, dan memperjuangkan masa depan yang berkelanjutan. IMM menegaskan, Indonesia tidak akan maju tanpa keberanian anak muda merebut ruang-ruang strategis dalam pengambilan kebijakan.

Era Citizen Journalism, Desa Sudah Jadi Subyek: Kapolri dan Menteri PDTT Hadiri Penutupan Tanwir XXXIII IMM

MALANG POST – Penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) diwarnai pesan kolaboratif dari dua tokoh nasional, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI, Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd. Keduanya menekankan pentingnya sinergi antara generasi muda dan pemerintah dalam menghadapi tantangan global dan membangun kemandirian bangsa, khususnya di sektor desa dan ketahanan nasional. Adapun agenda ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 31 Oktober 2025 ini. Dalam paparannya, Listyo Sigit menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak. Ia menyoroti lebih dari 110 konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina, yang berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi, pangan, dan energi dunia. Ia melanjutkan, meski dunia menghadapi inflasi global dan ketidakpastian, Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Namun, Indonesia tidak boleh lengah. Ia juga menekankan pentingnya swasembada pangan dan energi sebagai kunci menghadapi krisis dunia. Ia menjelaskan bahwa Polri turut berperan aktif, salah satunya melalui program penanaman jagung di lahan seluas satu juta hektare. Maka menurutnya, Polri sangat terbuka kepada IMM untuk bekerja sama dalam hal tersebut. Selain itu, Listyo Sigit menyinggung pentingnya bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara produktif agar tidak berubah menjadi bencana demografi. Ia memaparkan berbagai langkah pemerintah, seperti pembangunan sekolah rakyat, peningkatan kesejahteraan guru, program magang vokasi, serta dukungan terhadap UMKM sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia unggul. Kapolri juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan teknologi digital, terutama fenomena misinformasi, disinformasi dan deepfake yang dapat merusak sendi kehidupan sosial. “Kita memasuki era citizen journalism. Siapapun bisa mengomentari, siapapun bisa menjadi sumber. Maka, saring dulu sebelum sharing,” tegasnya. Isu sosial seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba turut menjadi perhatian. Data Polri menunjukkan, pengguna judi daring tertinggi berasal dari kelompok berpendapatan rendah, bahkan melibatkan anak di bawah umur. Hingga kini, Polri telah memusnahkan 288 ton narkoba berbagai jenis yang berpotensi memengaruhi lebih dari 629 juta jiwa. Menutup pesannya, Listyo menegaskan dukungan Polri terhadap IMM sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan menjadi kekuatan moral bangsa. Hal tersebut dikarenakan IMM memiliki peran penting sebagai suara moral dan intelektual yang menyeimbangkan kebijakan pemerintah. Sementara itu, Menteri Yandri Susanto hadir dengan semangat kolaboratif, mengajak IMM menjadi bagian dari gerakan pembangunan desa berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk berceramah, melainkan untuk membangun kemitraan konkret. Ia menukil pesan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ‘Kita bukan superman, tetapi superteam’. Ia menyoroti tantangan urbanisasi ekstrem seperti di Jepang dan Korea Selatan, di mana sebagian besar penduduk meninggalkan desa untuk tinggal di kota. Fenomena ini, katanya, berpotensi menimbulkan krisis sosial dan ekonomi. “Desa telah menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Itulah mengapa pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah,” jelasnya. Yandri menjelaskan capaian positif Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mencatatkan pendapatan bersih hingga Rp28 miliar per tahun, serta kemajuan desa ekspor di berbagai daerah seperti Blitar dan Banyumas. Pemerintah, tambahnya, kini mendorong munculnya desa tematik, seperti desa ikan nila, desa ayam petelur, hingga desa jagung dan timun. Saat ini, pihaknya telah bekerjasama dengan Polri melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), yang melibatkan 20 satgas anti-narkoba di tiap desa. “Adapun hari ini saya siap menandatangani MoU dengan Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM), semoga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya. Dengan ditandatanganinya MoU antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bersama UMM di agenda IMM menandai langkah nyata sinergi. Yakni antara akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk membangun Indonesia dari akar peradaban yaitu desa. Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menekankan pentingnya melahirkan insan paripurna, manusia seutuhnya yang tidak hanya unggul dalam transfer ilmu, tetapi juga spiritualitas, keagamaan, dan kebangsaan. “UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah akan terus mendukung kegiatan seperti Tanwir ini,” ujarnya. Penutupan Tanwir XXXIII IMM menjadi titik penting kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa Muhammadiyah. Melalui kehadiran Kapolri dan Menteri Desa, semangat membangun bangsa dari desa hingga kota mendapat makna baru, bahwa perubahan sosial tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kerja sama, kepemimpinan moral, dan komitmen kolektif. (*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

BSI Gandeng 164 Kampus Muhammadiyah untuk Perkuat Digitalisasi Pendidikan Islam

SEVIMA.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menjalin kerja sama dengan 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Penandatanganan perjanjian dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Forum Rektor PTMA 2025. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan Islam melalui percepatan digitalisasi kampus, pengembangan sumber daya manusia unggul, dan hilirisasi riset. BSI akan menyediakan layanan keuangan syariah terintegrasi untuk mendukung kegiatan akademik dan operasional di lingkungan PTMA. Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyebut kerja sama ini sebagai wujud komitmen BSI menjadi mitra strategis bagi dunia pendidikan Islam. “Kami ingin hadir sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujarnya. Acara tersebut turut dihadiri oleh Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, serta lebih dari 130 rektor PTMA. Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga diramaikan dengan seminar nasional, pameran layanan BSI, dan layanan kesehatan gratis dari BSI Maslahat. Langkah ini diharapkan mampu membantu kampus Muhammadiyah menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 melalui transformasi digital yang berkelanjutan.

Rektor UNMUH Barru Hadiri Forum Rektor PTMA di Malang, Perkuat Kolaborasi Pascasarjana dengan UMM

SEVIMA.COM – Gelaran Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi magnet penting bagi para pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Dalam forum yang berlangsung sejak 16 hingga 19 Oktober 2025 ini, para rektor berdiskusi serius tentang arah baru pendidikan tinggi Muhammadiyah di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital. Forum yang dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., serta sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Keuangan, menyoroti pentingnya kolaborasi strategis antar-PTMA untuk memperkuat ekosistem akademik dan riset nasional. “Perguruan tinggi Muhammadiyah harus tampil sebagai pelopor kemajuan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kokoh dalam karakter dan kontribusi sosial,” tegas Prof. Haedar di hadapan ratusan peserta forum. Rektor Universitas Muhammadiyah Barru, yang turut hadir dalam forum tersebut, menilai ajang tahunan ini sebagai momentum reflektif bagi PTMA dalam memperkuat sinergi antar kampus di bawah panji Muhammadiyah. “Forum ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi ruang strategis untuk merumuskan arah baru pendidikan Muhammadiyah. Kami datang untuk belajar, berkolaborasi, dan membawa pulang semangat inovasi,” ujarnya. Forum Rektor PTMA tahun ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Muhammadiyah Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menjadi benang merah dari setiap sesi diskusi, mulai dari tata kelola kampus modern, penguatan riset dan inovasi, hingga integrasi nilai Islam berkemajuan dalam sistem pendidikan nasional. Dalam pandangan Menteri Pendidikan Tinggi, keberadaan PTMA merupakan salah satu pilar penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas dan membentuk generasi unggul berkarakter moderat. “PTMA telah membuktikan diri sebagai kekuatan besar pendidikan swasta nasional. Pemerintah mendukung penuh upaya penguatan SDM, riset, dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujarnya. Dari forum besar di Malang ini pula, Universitas Muhammadiyah Barru memantapkan langkah penting dengan menandatangani kerja sama pendidikan Pascasarjana dengan Universitas Muhammadiyah Malang. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) itu dilakukan langsung oleh Rektor UNMUH Barru dan Direktur Pascasarjana UMM, Prof. Lathipun, Ph.D., di Gedung Kuliah Bersama 4 UMM, Sabtu (18/10/2025). Rektor UNMUH Barru menegaskan, kerja sama ini akan membuka peluang luas bagi dosen dan tenaga akademik di Barru untuk menempuh studi lanjut di program S2 dan S3 UMM. “Peningkatan kualitas SDM adalah fondasi kemajuan universitas. Melalui sinergi dengan UMM, kami ingin mencetak tenaga akademik unggul dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ucapnya. Sementara Prof. Lathipun menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari semangat kolektif Muhammadiyah dalam membangun kemandirian akademik. “Sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah adalah wujud nyata semangat berkemajuan. Kita tidak bersaing, tetapi saling menguatkan,” tuturnya. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin, S.Sos., M.Sc., yang turut hadir, menambahkan kerja sama ini akan diperluas ke ranah riset kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga pertukaran dosen. Ia menegaskan, langkah UNMUH Barru dan UMM merupakan bentuk konkret transformasi pendidikan tinggi Muhammadiyah yang berpihak pada mutu dan pengabdian. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari di kampus UMM ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk memperkuat sinergi PTMA se-Indonesia. Forum itu bukan hanya menegaskan kembali posisi Muhammadiyah dalam membangun peradaban ilmu, tetapi juga menghidupkan semangat kolektif untuk melangkah bersama menuju masa depan pendidikan Islam yang unggul, modern, dan berdampak. Sumber: katasulsel.com

Sepak Terjang Dosen UMM Novin Wibowo sebagai Produser yang Filmnya Tampil di Australia

RADAR MALANG – Dapat Bantuan Pendanaan setelah Karyanya Tampil di Australia Beberapa film pendek karya Novin Wibowo mendapat ganjaran prestasi di sejumlah ajang. Terbaru, ada film berjudul Mbiyodo yang ditampilkan di Indonesia Western Australia Festival Film (IWAFF). Sejak 30 Juli lalu, karya Novin itu bisa dinikmati lewat Vidio. Tema budaya Jawa mengantarkan Novin ke panggung festival film Australia awal Oktober lalu. Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengambil cerita yang cukup familiar. Yakni mbiyodo atau membantu orang yang punya hajatan. Dalam film pendek berdurasi 10 menit itu, Novin menggambarkan fenomena yang biasa terjadi di dalam mbiyodo. Pertama, yang ditampilkan adalah kebiasaan gosip antar-tetangga. Kemudian timbul fitnah dari perbincangan seperti itu. Hingga problem yang sering terjadi saat hajatan adalah bahan berupa daging yang menghilang. Itu sering dihubungkan dengan hal mistis atau gangguan makhluk halus. Namun dalam film Mbiyodo itu, terjadi plot twist terkait hilangnya daging. Kesimpulan ceritanya bisa ditonton lewat streaming di Vidio. ”Ada dua film saya, Mbiyodo dan Kepaten Obor yang ditampilkan di IWAFF (Indonesia Western Australia Festival Film). Diambil dari pengalaman pribadi, saya ingin menyampaikan uniknya budaya Jawa kepada masyarakat luar negeri,” ujar Novin. Sebelum diputar di IWAFF, film Mbiyodo harus melalui beberapa proses penyaringan. Mulanya, film tersebut mengikuti Kompetisi Asli Film Jawa Timur (Komfilasi). Pada event itu, Mbiyodo meraih juara ketiga. Tak berhenti di situ, ada proses screening terakhir yang perlu dijalani. Penyaringan itu dilakukan Konsulat Jenderal Australia di Perth. Setelah lolos dua tahap itu, kemudian Mbiyodo ditayangkan pada 4 Oktober lalu di Luna SX, Fremantle, Australia. ”Alhamdulillah dalam dua kali penayangan seluruh tiket habis terjual, ada 140 kursi. Yang datang ada warga Indonesia dan warga Australia,” terang dosen jurusan ilmu komunikasi itu. Dari IWAFF itu, pintu Novin dalam dunia film semakin terbuka. Untuk pertama kalinya, karya garapannya masuk layanan streaming. Bukan kaleng-kaleng, layanan itu yakni Vidio, aplikasi streaming film, serial, dan olahraga terbesar di Indonesia. Total ada 33 film yang ditayangkan dalam IWAFF. Dari jumlah itu, Vidio melakukan seleksi ulang hingga tersisa 10 film. Mbiyodo menjadi salah satu yang terpilih dan bisa ditonton melalui aplikasi tersebut sejak 30 Juli lalu. Berkat karyanya ditayangkan di IWAFF, pria kelahiran Kediri tersebut bakal mendapat pendanaan untuk proyek film. Bantuan itu diberikan oleh badan film di Australia, yakni Screenwest. Saat ini, masih dilakukan beberapa pertemuan dengan pihak Screenwest untuk membahas film yang akan digarap. ”Pendanaan yang akan diberikan bisa mencapai 90 persen (biaya operasional). Saat ini sedang disusun (teknisnya), mudah-mudahan bisa segera diproduksi (film),” ujar produser film Darah Biru Arema (DBA) tersebut. Penayangan karya di IWAFF hanya sebagian dari prestasi Novin. Sebelumnya, film pendek karyanya yang berjudul Persenan juga ditayangkan di festival film mancanegara. Tepatnya di Dhaka International Film Festival (DIFF), Bangladesh. Persenan mengambil tema melawan praktik korupsi. Menceritakan tentang dua sahabat yang terlibat konflik praktik korupsi proyek di pemerintahan. ”Selain DIFF, Persenan meraih juara ketiga ide cerita terbaik pada Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) yang dilaksanakan KPK tahun 2021,” beber Novin. Selanjutnya ada film dokumenter Menjemput Ilmu di Sarang Peluru yang mengambil setting di Aceh. Film itu juga menang di Kemenpora Film Festival. Ada lagi film berjudul Presiden Singkong yang pernah ditayangkan pada Festival Film Nusantara (FFN). Bukan hanya karya, Novin juga aktif dalam komunitas ekonomi kreatif. Dia merupakan salah satu mentor di Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singosari, Kabupaten Malang. Dia turut menginisiasi Ismaya (Insan Sinema Malang Raya). Wadah gabungan untuk pelaku film. Seperti pembuat, pengamat, pemutar, dan distributor. Bagi Novin, film memberikan ruang untuk berekspresi dan interpretasi yang lebih luas. Sebab di dalamnya turut menggabungkan audio dan visual. Tidak sebatas cara mengambil gambar. Di situ juga diperlukan cara membuat cerita, akting, menata pencahayaan, ilustrasi musik hingga tahap akhir proses editing. ”Sebelumnya saya pelukis, kemudian beralih ke film karena yang dikembangkan lebih luas. Dengan tantangan itu, saya mengambil fokus untuk membuat film,” pungkas dosen yang berdomisili di Kecamatan Karangploso tersebut. (*/by)

UMM Ajak Masyarakat NTT Turunkan Stunting melalui Pelatihan Pengolahan Nutricorn

Sudutkota.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil peran aktif dalam menurunkan angka stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program pengabdian masyarakat, tim UMM menggelar Pelatihan Pengolahan Nutricorn Inovatif dengan memanfaatkan bahan baku lokal. “Pelatihan ini kami rancang agar masyarakat bisa mengolah bahan pangan sekitar menjadi makanan bergizi,” ujar Dahlia Elianarni, S.T.P., M.Sc., dosen Ilmu Teknologi Pangan UMM. Dahlia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian kampus terhadap persoalan gizi anak di daerah timur Indonesia. “Angka stunting di NTT cukup tinggi, mencapai 18 persen, dan pemerintah menargetkan turun ke 14 persen,” katanya. Program ini, lanjut Dahlia, termasuk dalam skema Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) yang dimulai sejak Oktober 2025 dan akan terus berlanjut. “Lewat program ini, kami tidak hanya memberikan penyuluhan, tapi juga pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan,” jelasnya. Dalam kegiatan tersebut, tim UMM memperkenalkan dua jenis olahan pangan bergizi untuk balita, yaitu sereal dan nugget. “Salah satunya kami buat sereal yang disukai anak-anak, dan satunya lagi nugget berbahan lokal yang kaya protein,” tutur Dahlia. Bahan-bahan yang digunakan berasal dari hasil bumi NTT seperti kelor, tepung jagung, dan tepung ikan. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan sederhana di sekitar kita bisa menjadi makanan bergizi tinggi,” ungkapnya. Pendekatan ini juga diharapkan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat. “Kalau masyarakat bisa memproduksi dan menjual hasil olahan ini, maka dampaknya bukan hanya pada gizi, tapi juga penghasilan keluarga,” ujarnya. Kegiatan pelatihan ini disambut antusias oleh warga, terutama ibu rumah tangga yang menjadi peserta utama. “Kesan kami untuk pelatihan ini sangat baik, kami akan menerapkan cara-cara pembuatan makanan bergizi ini di tempat kami,” kata salah satu peserta dengan semangat. Lebih dari sekadar upaya menekan angka stunting, program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. “Harapan kami, setelah sosialisasi ini, ibu-ibu bisa memproduksi secara mandiri dan menjadikannya peluang ekonomi,” tutur Dahlia. Melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, UMM berharap Nutricorn menjadi contoh keberhasilan inovasi pangan lokal dalam mengatasi stunting. “Kami ingin Nutricorn menjadi ikon gizi lokal yang membantu menurunkan stunting sekaligus menumbuhkan ekonomi warga NTT,” pungkasnya.

Prodi Manajemen UMM Perdana Gelar GEM 2025, Jadi Ajang Pengembangan Potensi Mahasiswa

KETIK, MALANG – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Gebyar Event Manajemen (GEM) 2025. Kegiatan tersebut perdana digelar oleh Laboratorium Manajemen bersama HMPS Manajemen UMM untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Melalui event tersebut, mahasiswa diajak untuk menggali potensi di bidang manajemen. Mulai dari penerapan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, hingga pengendalian. Terdapat 19 kelas mengikuti implementasi dari praktikum Pengantar Manajemen pada 25 Oktober 2025 itu. Masing-masing kelas diminta untuk menggagas suatu event yang berada di beberapa titik lingkungan kampus, seperti Digdo FEB UMM, GKB 2, GKB 4, dan Mentari Mart. Ketua Program Studi Manajemen, Nurul Asfiah turut memberikan apresiasi atas kinerja para mahasiswa. Kegiatan tersebut membuktikan keunggulan mahasiswa bukan sekadar teori, namun juga terwujud dalam aksi nyata. “Kegiatan ini The First GEM, merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa manajemen tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam praktik manajerial yang sesungguhnya, dan inilah yang disebut dengan Kurikulum Berdampak,” ujarnya. Hal senada disampaikan olek Kepala Laboratorium Manajemen UMM, Warsono. Menurutnya, GEM 2025 ini menjadi penerapan dari fungsu manajemen melalui pelaksanaan event. “Praktikum ini merupakan penerapan fungsi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengendalian melalui pelaksanaan event. Laboratorium Manajemen akan selalu berupaya menjadi wadah prakti tiap teori yang sudah diajarkan pada kelas regular,” tambahnya. (*)