Langkah UMM Perkuat Jalinan Internasional dengan UKM Malaysia

MAKLUMAT – Kerja sama internasional bukan soal bertukar mahasiswa atau dosen. Lebih tepatnya pertukaran ini untuk memperkuat sekalius memperluas cakrawala berpikir lintas negara. Itulah yang disampaikan Hutri Agustino selaku Kepala Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ucapan itu menggambarkan arah baru yang sedang ditempuh kampus berjuluk Kampus Putih tersebut. Setelah meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) pada 2025 dan predikat Unggul dari BAN-PT sejak 2023, UMM terus memperkuat posisinya di ranah global. Salah satu langkahnya adalah memperpanjang kerja sama internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) untuk periode 2025–2030. Kolaborasi yang Tumbuh Sejak 2018 Kerja sama antara Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM dan Program Kerja Sosial Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK UKM) bukanlah hal baru. Hubungan akademik ini telah terjalin sejak 2018, berawal dari kesepakatan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang menekankan kolaborasi riset, pengajaran, dan kegiatan praktikum mahasiswa. Selama lima tahun terakhir, hasilnya terasa nyata. Dari penelitian bersama yang menghasilkan publikasi di jurnal bereputasi, hingga teaching collaboration di berbagai mata kuliah. UMM dan UKM juga rutin mengadakan guest lecture tematik, menulis buku bersama, dan menggelar konferensi internasional. “Dalam lima tahun pertama (2020–2025), kami sama-sama melihat manfaat besar. Karena itu, kami sepakat melanjutkan kerja sama untuk lima tahun berikutnya,” ujar Hutri. Pertukaran Mahasiswa dan Pengalaman Lintas Negara Salah satu bentuk konkret kolaborasi dua kampus ini adalah pertukaran mahasiswa untuk kegiatan praktikum. Dalam dua tahun terakhir, UMM mengirimkan sepuluh mahasiswa ke Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM) UKM dan lembaga nonpemerintah Adab Youth Garage (AYG). Di sana, para mahasiswa terlibat langsung dalam praktik pelayanan sosial untuk anak dan remaja. Sebaliknya, UKM mengirimkan tujuh belas pelajar untuk melaksanakan Latihan Industri di berbagai lembaga sosial di Malang. Sebut saja di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), UPT Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW), dan Muhammadiyah Children Center (MCC). Pengalaman lintas batas negara ini, kata Hutri, memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami konteks kesejahteraan sosial di Asia Tenggara. Dari Pertukaran Menuju Mobilitas Penuh Perpanjangan kerja sama yang ditandatangani pada 3 November 2025 di Rayz Hotel UMM juga menandai langkah baru: dari student exchange menuju student mobility program. Jika sebelumnya mahasiswa hanya mengikuti kegiatan singkat, kini mereka bisa belajar selama satu semester penuh di universitas mitra. Tak hanya mahasiswa, dosen juga akan ikut bergerak lintas kampus. Program visiting professor memungkinkan dosen dari UKM mengajar di UMM secara langsung selama dua minggu, begitu pula sebaliknya. “Kami ingin kegiatan akademik lebih intens, bukan hanya lewat daring, tetapi dengan kehadiran fisik di kelas,” jelas Hutri. Kerja sama ini bukan semata simbol internasionalisasi, melainkan strategi UMM untuk memperkuat relevansi pendidikan sosial dalam konteks global. Tantangan kesejahteraan sosial di era modern semakin kompleks—mulai dari urbanisasi, ketimpangan ekonomi, hingga isu kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara. Bagi UMM, kolaborasi dengan UKM memberi kesempatan untuk berbagi pengalaman, membangun jejaring riset lintas negara, dan mencetak lulusan yang peka terhadap isu global. “Harapannya, kegiatan ini memberi kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan dan praktik pekerjaan sosial di dua negara,” kata Hutri menutup percakapan. Di tengah derasnya arus globalisasi pendidikan, langkah UMM memperkuat jejaring internasional dengan UKM menjadi bukti bahwa kerja sama lintas batas bukan sekadar simbol prestise. Ia adalah bagian dari komitmen untuk melahirkan akademisi dan pekerja sosial yang berpikir global, namun tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.

Pakar UMM Tekankan Pentingnya Sertifikasi Halal

Kota Malang, Bhirawa – Komitmen sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus berbagi ilmu dan mengabdi bagi negeri kembali ditunjukkan melalui kiprah Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P. Pakar sekaligus asesor halal UMM tersebut didapuk menjadi pembicara utama dalam kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu, akhir Oktober lalu. Prof. Elfi menegaskan bahwa esensi sertifikasi halal bukan sekadar memenuhi aspek legal dan syariat, tetapi juga menyangkut nilai-nilai intrinsik seperti niat dan kejujuran produsen. “Produk halal tidak hanya harus bebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Artinya, produk tersebut memiliki gizi holistik dan diproses dengan niat yang baik sehingga membawa keberkahan, bahkan bisa menjadi makanan penyembuh,” jelasnya. Prof. Elfi juga menjawab berbagai keraguan dari pelaku usaha terkait urgensi sertifikasi halal. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah mengapa harus mengurus sertifikasi halal, bukan sertifikasi haram. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 1990-an, Indonesia telah memiliki regulasi yang mewajibkan pencantuman label jika produk mengandung babi. Namun, tingkat kepatuhan terhadap aturan tersebut sangat rendah. “Hanya kurang dari satu persen yang benar-benar mencantumkan label. Akibatnya, masyarakat muslim sering kali bingung dan galau dalam memilih produk,” ujarnya. Menurutnya, sertifikasi halal justru memberikan ketenangan bagi konsumen. Menariknya, kepercayaan terhadap label halal juga datang dari konsumen non-muslim yang menganggapnya sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas produk. Lebih lanjut, Prof. Elfi mendorong pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai lebih efisien secara biaya dan mampu memperkuat kemandirian pangan nasional. Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal internasional di Malaysia, Prof. Elfi mengajak pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. Ia mencontohkan pemanfaatan bunga mawar dari Kota Batu yang berhasil diolah menjadi antioksidan, bubuk bayam merah sebagai suplemen zat besi, serta kulit buah naga sebagai pewarna alami. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MUI Kota Batu dalam mempercepat implementasi sertifikasi halal di sektor kuliner dan perhotelan, sekaligus memperkuat ekosistem halal di wilayah Malang Raya. [mut.wwn]

Mengapa Perlu Sertifikasi Halal? Pakar UMM Jelaskan Alasannya

Malang (beritajatim.com) – Pertanyaan mengenai urgensi sertifikasi halal di Indonesia kerap menjadi perdebatan. Salah satu keraguan yang sering muncul di kalangan pengusaha adalah, Mengapa harus repot mengurus sertifikasi halal, bukan sertifikasi haram saja? Menjawab kebingungan publik ini, seorang pakar dan asesor halal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., memberikan penjelasan mendalam. Menurut Elfi, alasan utamanya adalah masalah kepatuhan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label khusus jika produknya menggunakan babi. Namun, implementasinya di lapangan jauh dari harapan. “Tapi kira-kira (aturan itu) dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen (yang patuh). Karena itulah masyarakat muslim bingung dan galau,” jelas Elfi pada Selasa (4/11/2025). Karena kegagalan sistem pelabelan non-halal tersebut, sertifikasi halal hadir sebagai solusi untuk memberikan ketenangan dan jaminan bagi konsumen Muslim. Lebih jauh, Elfi menegaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal jauh melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Menurutnya, mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yaitu niat dan kejujuran dari produsen. Ia menekankan bahwa produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga wajib thayyib atau baik. “Maksudnya adalah mencakup gizi holistik. Proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi makanan penyembuh,” tambahnya. Fakta menarik diungkap Elfi. Kepercayaan terhadap label halal ternyata tidak hanya datang dari kalangan Muslim. Saat ini, label halal telah dianggap sebagai standar global. “Kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen non-muslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi,” ungkapnya. Sebagai seorang praktisi, yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Elfi juga mendorong para pelaku usaha untuk berinovasi dan memaksimalkan bahan baku lokal. Ia mencontohkan bagaimana sumber daya alam di Kota Batu bisa diolah menjadi produk bernilai tambah. “Misalnya bunga mawar yang berhasil ia olah jadi antioksidan. Ada juga bubuk bayam merah yang bisa digunakan sebagai suplemen zat besi atau juga kulit buah naga sebagai pewarna alami,” paparnya. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya terdekat ini tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga sejalan dengan anjuran Rasulullah dan dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. (dan/but)

Structura Karya Mahasiswa UMM: Platform Market Place Khsusus Material Konstruksi

MALANG POST – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berlomba menciptakan inovasi yang berdampak untuk masyarakat serta mendorong digitalisasi pada dunia e-commerce. Structura “Bangun Bersama Kami” adalah platform yang menjadi market place khusus bahan material konstruksi. Ide pembuatan marketplace khusus untuk bahan material konstruksi ini, terbilang sangat unik karena muncul secara tidak sengaja. Diramu agar dapat meningkatkan penjualan bahan material dan Structura ini dapat diakses di www.structuraofficial.id dan Instagram @structura_id. Bisnis ini bahkan berhasil lolos dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI tahun 2025. Afta Gita Muhammad, sebagai ketua tim Structura, mengatakan melalui platform ini pihaknya ingin menonjolkan UI/UX dengan tampilan yang lebih sederhana. Desain logo dan website juga disesuaikan dengan representasi toko bangunan. Adapun platform yang mulai dikembangkan sejak bulan Juli ini bukan sekadar marketplace biasa, melainkan sebagai representasi rumah untuk kenyamanan bersama. “Ide awal structura ini karena kebetulan salah satu anggota kami mempunyai usaha toko bangunan dan sudah memiliki banyak cabang di Malang dan Pasuruan. Dari situlah kami mempunyai ide untuk digitalisasi toko bahan bangunan,” katanya. Lebih lanjut, Afta dan tim Structura dibimbing langsung oleh Immanuel Mu’ammal S.E., M.M yang memberikan banyak masukan. Adapun Tim Structura mengalokasikan dana sekitar 8 juta lebih untuk pengembangan website dan sukses meraih omset 10-12 juta lebih per bulan. Apalagi melihat toko yang dituju juga sudah mempunyai langganan. Selain itu merek ajuga menjadi supplier untuk toko bangunan kecil. Afta mengatakan, branding dari Structura dan yang membuat berbeda dari kompetitor lain adalah pendekatan desain yang benar-benar disesuaikan dengan zaman. Kehadiran Structura di pasar digital menunjukkan peluang baru dalam segmen e-commerce niche. Desain-deisan ala Gen Z ini juga memiliki peran penting, apalagi saat ini Gen Z juga sudah mulai mandiri secara finansial. Mereka juga memiliki ketertarikan pada pembenahan rumah atau proyek-proyek kreatif. Platform ini menjawab kebutuhan akan sebuah marketplace yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sesuai dengan nilai estetika dan kemudahan akses yang diharapkan oleh generasi digital native. Mengakhiri kalimatnya, Afta berpesan Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Selain itu ia berharap semua lini dimasyarakat dapat berkembang bersama, termasuk secara ekonomi. Upaya mereka ini juga bisa jadi salah satu contoh bagaimana pemuda bisa membangun daerah. Ia juga berharap proses digitalisasi juga bisa berkembang dengan lebih bagus lagi, baik itu di sektor swasta maupun sektor pemerintahan. (*/M. Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Jadi Pembicara di MUI, Pakar UMM Tekankan Nilai Kejujuran di Balik Sertifikasi Halal

KLIKMU.CO – Tak ada waktu tanpa berbagi ilmu menjadi bahan bakar sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengabdi bagi negeri. Salah satunya dilakukan oleh pakar sekaligus asesor halal UMM, Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP. Ia didapuk menjadi pembicara utama dalam acara bertajuk “Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan” yang dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu, akhir Oktober lalu. Elfi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yakni niat dan kejujuran dari produsen. Menurutnya, produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Hal itu mencakup gizi holistik, di mana proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi makanan penyembuh. Elfi juga menjawab sederet keraguan yang dirasakan oleh para pengusaha terkait pentingnya sertifikasi halal. Salah satunya adalah pertanyaan mengapa harus mengurus sertifikasi halal, bukan sertifikasi haram. “Di Indonesia sudah ada undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label jika menggunakan babi. Tapi kira-kira dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen. Karena itulah masyarakat muslim bingung dan galau,” jelasnya. Menurutnya, sertifikasi halal hadir memberikan ketenangan. Menariknya, kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen nonmuslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi. Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Elfi mengajak para pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. Misalnya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di Batu, seperti bunga mawar yang berhasil ia olah menjadi antioksidan, bubuk bayam merah yang bisa digunakan sebagai suplemen zat besi, hingga kulit buah naga sebagai pewarna alami.

Gonjang Ganjing: Bahlil Lahadalia Bantah Isu Etanol Merusak Mesin, Sebut Ada Kepentingan di Balik Isu Negatif

Radar Jember – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) tidak menimbulkan kerusakan pada mesin kendaraan. Ia menilai, isu yang menyebut sebaliknya berasal dari kelompok yang merasa dirugikan oleh kebijakan transisi energi pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan kuliah umum dalam acara Pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong penggunaan bahan bakar E10, yaitu bensin dengan campuran 10 persen etanol. Campuran ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya menekan emisi karbon sekaligus mengembangkan energi ramah lingkungan. “Etanol ini berasal dari tebu, jagung, dan singkong. Tujuannya untuk mencampur bensin agar emisi turun. Ini energi yang bersih,” jelasnya. Bahlil juga membantah keras berbagai tudingan negatif yang menyebut dirinya menyebarkan informasi palsu terkait kebijakan tersebut. Ia menilai, pihak yang menyebarkan tudingan itu adalah mereka yang tidak ingin kehilangan keuntungan dari impor bahan bakar. “Yang menyebut pernyataan saya hoaks itu adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dikurangi. Mereka tidak ingin Indonesia berdaulat energi,” tegas Bahlil. Lebih lanjut, Bahlil menuturkan bahwa penggunaan etanol bukan hal baru dan sudah menjadi kebijakan wajib di banyak negara. “Amerika sudah menerapkan mandatori E20, Brasil dan India juga sudah lama menjalankannya. Bahkan Thailand sudah memiliki kebijakan B20,” paparnya. Ia menjelaskan, penerapan etanol akan berdampak langsung pada berkurangnya impor bensin yang selama ini menjadi sumber keuntungan para importir. Setiap tahun, nilai impor energi Indonesia mencapai sekitar Rp520 triliun. Karena itu, menurutnya, sebagian pihak merasa terancam oleh langkah pemerintah yang ingin mengurangi ketergantungan impor tersebut. “Kalau impor kita kurangi, tentu ruang kerja importir juga menyempit. Itu sebabnya mereka tidak ingin kebijakan ini berjalan,” katanya. Sebagai mantan aktivis, Bahlil mengaku siap menghadapi kritik publik atas kebijakan energi bersih ini. Ia bahkan menantang mahasiswa untuk menggelar forum terbuka guna membahas manfaat etanol secara ilmiah. “Silakan Mahasiswa Cipayung Plus bikin diskusi. Saya siap datang dan berdebat dari jam tujuh pagi sampai tujuh pagi lagi, asalkan semua punya data,” ucapnya. Bahlil menegaskan, kebijakan pengembangan etanol merupakan bagian dari program hilirisasi dan transisi energi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kedaulatan energi Indonesia. “Demi kedaulatan ibu pertiwi, saya tidak akan mundur sejengkal pun menghadapi tantangan ini,” tutupnya.

Bahlil Lahadalia Diteriaki Hoaxs Oleh Mahasiswa UMM Saat Singgung Soal Bensin Campur Etanol

KlikFakta.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi pusat perhatian mahasiswa saat menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema ‘Energi Kolektif untuk Negeri’, Rabu (29/10/2025). Meskipun ada sejumlah pejabat yang turut hadir, di antaranya ialah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa, ketua DPD RI Sultan Bachtiar hingga Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof Dr Muhadjir Effendy dan Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi. Bahlil tampaknya menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Suasana pecah saat Bahlil menyinggung soal bensin yang dicampur dengan etanol. Banyak dari mahasiswa UMM yang kemudian meneriaki Bahlil dengan perkataan “Hoaxs”. Merespon hal tersebut, Bahlil menyebut bahwa pihak-pihak yang mengatakan bioetanol hoaxs adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dipangkas untuk kedaulatan negara. “Yang mengatakan hoaxs ini adalah orang-orang yang tidak pingin untuk kuota impornya dipangkas untuk menuju kedaulatan negara”, kata Bahlil dikutip dari kanal YouTube UMMTV (29/10). Selain itu, Bahlil tidak akan gentar untuk melakukan perdebatan-perdebatan ilmiah kepada pihak-pihak yang menentang etanol sebagai bentuk bahan bakar bioenergi yang tengah dikembangkan dibawah kementerian ESDM yang dipimpinnya. “Saya sengaja membawa ini dalam ruang publik sebagai ruang diskursus. Saya mantan aktivis, dan tidak akan pernah mundur untuk melakukan perdebatan-perdebatan intelektual yang konstruktif”, tegasnya. Ahmat Saiful

Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data, https://wartakota.tribunnews.com/nasional/872912/senyum-bahlil-diteriaki-hoakssaat-bahas-e10-di-umm-jawab-dengan-data.

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Suasana aula Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendadak memanas ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diteriaki “hoaks” oleh sejumlah mahasiswa. Momen itu terjadi saat Bahlil membahas program bahan bakar minyak (BBM) campur etanol atau E10 dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu (29/10/2025). Pidato yang semula berjalan lancar itu berubah riuh ketika Bahlil menyinggung rencana pemerintah mendorong penggunaan etanol sebagai energi bersih. Beberapa mahasiswa terdengar memprotes pernyataan tersebut dan meneriakkan kata “hoaks” dari barisan belakang. Menanggapi teriakan itu, Bahlil tidak menunjukkan amarah. Ia justru tersenyum dan menanggapi dengan tenang. Dengan nada tegas, mantan Menteri Investasi itu menjelaskan bahwa etanol merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari bahan alami seperti tebu, jagung, dan singkong. “Etanol ini energi bersih yang bisa membantu menurunkan emisi karbon. Jangan percaya dengan isu-isu yang bilang etanol bisa merusak mesin kendaraan,” ujar Bahlil, yang disambut sorakan campur antara tawa dan tepuk tangan mahasiswa. Bahlil menegaskan bahwa narasi yang menyebut campuran etanol dapat merusak mesin merupakan informasi keliru yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak ingin program kemandirian energi nasional berjalan. “Yang mengatakan hoaks ini adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dipangkas untuk menuju kedaulatan negara,” katanya, disambut riuh audiens. Menteri asal Maluku itu kemudian menambahkan, program E10 merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sekaligus mendorong ekonomi berbasis sumber daya lokal. Menurutnya, dengan mengembangkan bioetanol dari hasil pertanian, Indonesia bisa membuka lapangan kerja baru bagi petani serta menekan defisit neraca perdagangan energi. “Pemerintah tidak asal bicara. Uji coba etanol sebagai campuran BBM sudah dilakukan di sejumlah negara dan terbukti aman untuk mesin kendaraan. Kita hanya perlu menyiapkan pasokan bahan baku yang cukup,” tutur Bahlil. Meski sempat diwarnai interupsi, Bahlil tetap melanjutkan pidatonya dengan gaya khas yang santai dan komunikatif. Ia bahkan sempat menantang mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan agar melihat data dan bukti ilmiah terkait keberhasilan program serupa di negara lain. “Mahasiswa harus berpikir dengan data, bukan emosi. Kalau kalian punya data yang berbeda, mari kita diskusikan. Tapi jangan asal teriak ‘hoaks’,” ucapnya, yang langsung mengundang tawa di tengah suasana tegang. Program E10 yang disebut Bahlil merupakan kebijakan pemerintah untuk mencampur 10 persen etanol ke dalam bensin.

Belajar Bahasa Inggris Lebih Mudah, Platform Conatus Academy Karya Mahasiswa UMM Tembus KMI Expo

KLIKMU.CO – Penguasaan bahasa Inggris kini menjadi “paspor” vital bagi mahasiswa untuk menembus beasiswa dan jenjang karier internasional. Namun, akses pendidikan berkualitas seringkali terhalang biaya. Di tengah tantangan tersebut, muncul inovasi berani dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim yang diketuai Aloysius Gonzaga Alnabe, mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UMM, menghadirkan Conatus Academy: Belajar Bahasa Inggris Wujudkan Mimpi Internasionalmu, sebuah platform pembelajaran bahasa Inggris yang dapat diakses secara online maupun offline di Malang. Ide ini lahir dari refleksi pribadi Gonza dan kini menjadi representasi UMM yang lolos dan siap tampil di Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 di Magelang. Gonza menekankan bahwa transformasi keraguan menjadi solusi membutuhkan ketajaman analisis dan keberanian mengambil keputusan. “Gagasan Conatus muncul sejak semester pertama, namun baru diwujudkan pada semester lima, setelah pengalaman berharga saya melalui program beasiswa IISMA ke Spanyol,” ujarnya. Dalam pengembangan Conatus Academy, Gonza dibimbing oleh dosen pendamping Havidz Ageng Prakoso, M.A., dan didukung tim beranggotakan lima orang. Mereka berkomitmen menghadirkan kursus berkualitas namun tetap terjangkau. “Kami mendirikan Conatus untuk mengakomodasi mereka yang ingin belajar tapi tidak memiliki privilege. Bahkan Conatus menyediakan beasiswa bagi yang benar-benar tidak mampu membayar,” tambah Gonza. Keunggulan Conatus Academy terletak pada metode pembelajaran yang menekankan pengembangan kepercayaan diri siswa, bukan sekadar penguasaan materi. Program ini membangun fondasi kuat, termasuk kemampuan berpikir kritis. “Fokus utama kami adalah membuat siswa percaya diri terlebih dahulu. Kemudian mereka bisa mengadaptasi critical thinking melalui metode tanya-jawab. Evaluasi dilakukan secara holistik, bukan hanya dari tes grammar atau speaking, tetapi juga melalui observasi tutor terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa,” jelas Gonza. Untuk KMI Expo XVI 2025, Gonza dan tim menyiapkan strategi matang. Fokus mereka adalah menonjolkan pertumbuhan omzet dan kebaruan model bisnis. Conatus memiliki 12 tutor berpengalaman internasional—mantan mahasiswa di Jepang, Australia, Spanyol, dan Korea—yang mendukung kurikulum berkualitas dengan harga terjangkau. “Kami akan berusaha memperkenalkan usaha ini ke tim-tim lain, agar mereka juga bisa menjadi perpanjangan tangan kami di masa depan,” pungkas Gonza. Conatus Academy menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berinovasi, dan pendidikan berkualitas bisa diakses oleh siapa pun dengan visi, strategi, dan keberanian. (Wildan/AS)

BREAKING NEWS: 150 Mahasiswa Vokasi UMM Dikirim ke Jepang, Kemdiktisaintek Dorong SDM Global dan Energi Hijau Kampus

MELINTAS.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan langkah nyata dalam memperkuat pendidikan vokasi dan inovasi energi hijau di perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melepas 150 mahasiswa vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjalani Program Kerja Lapangan (PKL) internasional di Jepang selama lima tahun, sekaligus meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang menjadi model kemandirian energi kampus. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pendidikan tinggi vokasi Indonesia untuk memperluas jejaring global sekaligus mendorong penerapan teknologi energi terbarukan yang berkelanjutan di lingkungan akademik. Vokasi Menembus Dunia Industri Jepang Program PKL internasional ke Jepang merupakan inisiatif UMM untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja di industri maju. Melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan Jepang di bidang manufaktur, otomasi, dan sistem energi cerdas, peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dengan standar profesional global. Program ini bertujuan menanamkan disiplin, etos kerja, serta kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Selain itu, pengalaman lintas budaya dan interaksi profesional di Jepang diharapkan membentuk karakter mahasiswa yang adaptif dan inovatif. Sebelum keberangkatan, para peserta telah melalui tahapan pelatihan intensif, termasuk penguasaan bahasa Jepang, etika industri, dan keterampilan teknis. UMM menilai program ini sebagai bagian dari upaya sistematis membangun SDM vokasi berdaya saing global dan siap berkontribusi pada pembangunan nasional setelah kembali ke tanah air. PLTMH UMM: Inovasi Energi Bersih dari Sungai Brantas Dalam kunjungan yang sama, Menteri Brian Yuliarto meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) UMM yang dibangun memanfaatkan aliran Sungai Brantas. Pembangkit dengan kapasitas 140 kilowatt ini menyuplai sebagian kebutuhan listrik kampus dan mendukung penyediaan air bersih bagi warga sekitar. PLTMH UMM menjadi contoh penerapan energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan pendidikan tinggi. Proyek ini memperlihatkan bahwa kampus dapat menjadi pelopor kemandirian energi sekaligus berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim. Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik, PLTMH juga dijadikan pusat edukasi dan riset energi terbarukan. Mahasiswa dari berbagai program studi dapat mempelajari langsung proses desain, operasional, hingga aspek sosial dan lingkungan dari teknologi mikrohidro. Keberadaan PLTMH menjadikan UMM sebagai living laboratory bagi pendidikan energi bersih, sekaligus memperkuat peran kampus dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada bidang energi terjangkau dan bersih. Kemdiktisaintek Tegaskan Relevansi dan Kemandirian Pendidikan Tinggi Kunjungan Menteri Brian Yuliarto menandai arah baru kebijakan Kemdiktisaintek dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri global dan berwawasan lingkungan. Pendidikan vokasi kini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada nilai keberlanjutan dan inovasi teknologi hijau. Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi agar menjadi pusat riset terapan, pengembangan energi terbarukan, serta pelatihan SDM yang mampu bersaing di pasar internasional. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, industri, dan kampus diyakini menjadi kunci transformasi pendidikan tinggi menuju era ekonomi hijau. Program PKL internasional dan keberhasilan PLTMH UMM menjadi contoh sinergi antara global exposure dan kemandirian teknologi nasional. UMM Jadi Role Model Kampus Mandiri Energi dan Berdaya Saing Global Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan transformasi konkret pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional dan inovasi energi bersih. Dua inisiatif besar tersebut, PKL Jepang dan PLTMH, memperlihatkan bagaimana kampus mampu menggabungkan pengembangan SDM global dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. PLTMH menjadi simbol kemandirian teknologi dan kontribusi langsung kepada masyarakat, sementara program PKL Jepang memperkuat reputasi UMM sebagai perguruan tinggi vokasi dengan visi internasional. Keduanya menegaskan posisi UMM sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan global sekaligus berakar pada nilai keberlanjutan lokal. Kemdiktisaintek berharap inisiatif serupa dapat diterapkan di kampus-kampus lain di Indonesia. Pendidikan vokasi diharapkan menjadi penggerak utama dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten, mandiri, dan mampu memimpin inovasi di berbagai sektor industri. Arah Baru Pendidikan Tinggi Indonesia Pelepasan 150 mahasiswa vokasi UMM ke Jepang dan kunjungan ke PLTMH menjadi tonggak penting bagi pendidikan tinggi nasional. Keduanya mencerminkan arah baru sistem pendidikan yang tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan menyatu dengan praktik industri dan teknologi keberlanjutan. Melalui dukungan Kemdiktisaintek, pendidikan vokasi di Indonesia diarahkan menuju paradigma baru yaitu membangun SDM unggul berkelas dunia sekaligus mandiri energi dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan visi besar Indonesia untuk memperkuat daya saing global dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.***