Mahasiswa Kedokteran Ini Siap Wakili Indonesia di Miss Glam 2019 di India

MEMILIKI paras cantik nan menawan dengan visi dan misi yang kuat merupakan bekal utama yang harus dimiliki peserta beauty pageant atau kontes kecantikan. Demikian di dunia kontes kecantikan dikenal dengan istilah beauty with purpose. Keunggulan ini pula lah yang membawa Paradifa Githa Saphira menjadi 2nd Runner Up Miss Global Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu. Setelah sukses meraih gelar bergengsi itu, Difa sapaan akrabnya, kini tengah mempersiapkan diri untuk melaju di Miss Glam World 2019 yang akan berlangsung di India. Miss Glam World adalah salah satu kontes kecantikan yang diperhitungkan di dunia. Kontes ini di selenggarakan untuk mencari bakat perempuan, yang selain cantik juga bertalenta dari seantero dunia. Kepada wartawan kami, Difa memulai menceritakan kisah inspiratifnya hingga menjadi 2nd Runner Up Miss Global 2018. Statusnya sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tidak menjadi hambatan bagi Difa untuk terus meniti karir sekaligus hobi yang telah ia tekuni sejak duduk di Taman Kanak-kanak (TK) ini. “Ya walaupun menjadi mahasiswa FK itu memang sangat sibuk. Tapi dengan bermodalkan tekad dan semangat, pasti ada jalan,” ungkap gadis asal Lombok, Nusa Tenggara Barat ini. Dukungan dari orang tua menjadi salah satu faktor Difa terus berkarya di bidang modeling. Baginya, memiliki bakat menjadi model dapat membawanya untuk bertemu dengan orang-orang inspiratif. Kemampuan yang ia miliki saat ini tidak lepas dari peran Ibu yang sampai membawa Difa mengikuti kelas kepribadian saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Mama itu melihat di diriku ada bakat. Tapi aku terlalu tomboy, akhirnya aku diajak Mama untuk ikut kelas kepribadian,” tuturnya. Padatnya perkuliahan membuat Difa semakin ketat dalam mengatur jadwalnya. Dara yang juga Duta GenRe UMM 2017 ini punya prinsip, bahwa selama kita masih diberi kesempatan untuk berkarya, maka tidak ada alasan untuk tidak menggelutinya. Sementara saat merasa putus asa, kata Difa, maka kita harus segera bangkit dan memotivasi diri lagi. “Kita kan hidup nggak lama dan cuma sekali. Kalau menurutku itu nggak ada alasan lagi buat nggak diisi dengan kegiatan-kegiatan positif,” tandasnya. Diakhir, Miss Global Jawa Timur ini juga menyampaikan pendapatnya tentang bagaimana anak muda harus berpikir dan bertindak. Bertemu dengan banyak orang-orang yang jauh lebih dahulu sukses darinya, membuat Difa terus termotivasi untuk mengisi hari-harinya dengan kegiatan postif. Menebar kebermanfaatan bagi banyak orang. “Pesanku untuk anak muda, jangan pernah yang namanya berpikir negatif. Pikiran yang diisi dengan hal-hal positif akan membuat hidup kita semakin progresif,” imbuhnya. Memiliki bekal selama menjadi Miss Global Indonesia, Difa berharap kedepannya ia dapat membentuk sebuah komunitas yang dapat merangkul Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA). Menurutnya, ODHA masih belum mendapatkan tempat di masyarakat. Hal tersebut karena masyarakat masih memiliki stigma bahwa ODHA adalah mereka yang memiliki latar bekalang kejahatan dan wajib untuk dijauhi. (nis/can))
BEM-U UMM Ajak Mahasiswa Sadar Tantangan Pemuda Masa Kini

BONUS DEMOGRAFI yang akan diterima Indonesia pada tahun 2030 tentu menjadi perhatian khusus Pemerintah dan masyarakat. Artinya, Indonesia akan memiliki lebih banyak warga negara yang berusia produktif. Dapat dikatakan bahwa jumlah pemuda lebih banyak daripada jumlah masyarakat usia lainnya. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEM-U UMM) menaruh perhatian lebih pada situasi tersebut. Melalui Kementerian Politik, Hukum dan HAM, BEM-U mengadakan Diskusi Publik Sumpah Pemuda, Jumat (26/10). Dalam kesempatan ini, Fajrin Fadlillah Redaktur Politik Media Mahasiswa mengajak para peserta untuk mengahayati sumpah pemuda. “Hari ini, yang kita lakukan hanya sebatas bereuforia. Hanya sebatas perayaan. Padahal, hingga terjadinya Sumpah Pemuda ada spirit hebat yang bisa kita ambil,” jelas pria asal Banten tersebut. Menurut Fajrin, sebuah perjuangan tentu tak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Harus bersama-sama atau berkelompok. Bonus demografi yang akan diperoleh Indonesia di tahun 2030 tentu akan menjadi tantangan baru bagi pemuda Indonesia. Banyaknya pemuda di tahun tersebut tentu harus diimbangi dengan pemahaman pemuda terkait perannya. Maka, refleksi hari Sumpah Pemuda tentu tidak dilaksanakan cuma sebatas euforia. Sumpah Pemuda, sambung pria yang juga aktivis pergerakan Malang Raya ini, seharusnya menjadi momen bagi para pemuda untuk berefleksi terkait hakikat perjuangan kita sebagai pemuda. Terkhusus, pemuda terdidik atau mahasiswa yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat. Dilanjutkan Fajrin, beberapa semangat lain yang dapat diambil dari Sumpah Pemuda ialah kesadaran atas tanggung jawab sosial dan kerjasama untuk meraih kemerdekaan seutuhnya. “Bila dikontekskan dengan kita hari ini, tentu jangan terbuai dengan fasilitas-fasilitas yang menyamankan kita. Harus sadar,” tutup Fajrin. (mir/can)
Dosen Polandia Beri Kuliah Tamu ke Ratusan Mahasiswa Teknik Industri

SETIDAKNYA terdapat 2,12 miliar ton limbah global tiap tahunnya. Penumpukan limbah global membuatnya bergerak terbawa arus dan dapat mengotori lautan. Belakangan ini, mulai banyak perusahaan dengan konsep green company yang dapat melakukan efisiensi dan efektifitas dalam pengolahan limbah. Demikian, di dunia industri dikenal adanya konsep Zero Waste (tanpa limbah). Zero Waste sendiri merupakan konsep di mana produk atau limbah yang sudah diproduksi dapat didesain dan digunakan kembali. Konsep ini dirasa penting dalam proses efisiensi dan efektifitas dalam sistem industri yang erat kaitannya dengan teknik industri. Berangkat dari hal tersebut, Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan dosen dari Wroclaw University of Science and Technology Polandia, Dr. inz. Emilia den Boer, Rabu (25/10). Kegiatan ini merupakan kuliah tamu bagi mahasiswa Teknik Industri dengan materi Manajemen Limbah dan Manajemen Teknologi. Emilia menjelaskan, bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi penghasil limbah di Indonesia. Di antaranya, angka pertumbuhan yang tinggi, musim buah, gaya hidup, mobilitas dan juga sisa makanan yang tidak diolah. “Indonesia menghasilkan limbah sebanyak 277 kg/capita setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan faktor-faktor tersebut,” imbuhnya. Sebelumnya, beberapa dosen teknik industri UMM juga diundang dalam kuliah tamu di Wroclaw University of Science and Technology Poland. Mereka di antaranya Dian Palupi Restuputri, St. Mt tentang Safety Engineering dan Shanty Kusuma Dewi, St. Mt tentang Reliability Engineering. “Ini merupakan kuliah tamu yang kami datangkan dari Polandia sebagai bentuk balasan dari dosen kita yang telah berangkat untuk memberikan kuliah tamu di sana,” terang Dr. Hj. Lailis Syafa’ah, MT, Wakil Dekan II Fakultas Teknik UMM. (bel/can)
Kapolres Malang Ajak Mahasiswa Wujudkan Pemilu Damai

DALAM enam bulan terakhir, Malang Raya dirundung duka korupsi. Mulai dari kasus korupsi yang menjegal Wali Kota Malang, Mochamad Anton, 41 Anggota DPRD Kota Malang dan yang terakhir korupsi Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna. Hal inilah yang menggerakkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya untuk mengadakan Seminar Anti Korupsi dan Deklarasi Damai Pemilu 2019. Acara dibuka langsung Wakil Rektor III Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menggambarkan sosok seorang pemimpin dan rakyat yang ideal. “Pemimpin itu adalah manusia setengah dewa. Bisa membuat orang susah menjadi bahagia, namun juga bisa sebaliknya,” jelasnya. Maka dari itu, sambungnya, seorang pemimpin harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanahnya dan tentu rakyat perlu mengawal setiap jengkal kebijakannya. Hadir pula sebagai keynote speaker, Yade Setiawan Ujung, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Malang. Dalam pidatonya, Yade memaparkan data-data terkait kasus korupsi. Salah satunya adalah corruption index yang dikeluarkan oleh Transparency International. Indonesia menempati posisi 118 dari 176 negara di dunia. Artinya, sambung Yade, Indonesia dikategorikan sebagai negara gawat korupsi. Yade menjelaskan pula, bahwa Polres Malang sejak awal tahun 2018 ini sudah melakukan penyidikan terhadap sembilan kasus korupsi. Rata-rata kasus yang ditangani adalah kasus Dana Desa. Hal ini ditengarai karena banyak Kepala Desa tidak memiliki keterampilan mengelola anggaran. Penyalahgunaan dana biasanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Menjelang tahun politik 2019, Kapolres yang lahir di Jakarta ini, mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk mewujudkan Pemilu yang aman dan damai. Hal ini perlu diusahakan agar seluruh perputaran baik ekonomi maupun aktivitas sosial dapat berjalan dengan lancar. Menjelang sesi diskusi, seluruh peserta melaksanakan Deklarasi Damai Pemilu 2019. Beberapa isi deklarasinya adalah tidak menyebarluaskan hoax, terlibat aktif dalam penyelenggaraan Pemilu damai serta menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai Undang-undang Dasar 1945. (Humas UMM)
UMKM Sukses Binaan Halal Center UMM Jadi Penampil Terbaik dalam Pameran Hari Santri Nasional

HARI SANTRI NASIONAL yang jatuh hari ini (22/10), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang menggelar Pameran Wisata Halal. Dibuka sejak pukul 8 pagi di sekitar Balai Kota Malang, warga antusias memadati areal pameran. Pada kesempatan ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Halal Center turut meramaikan ragam jenis produk-produk halal. Pada pameran ini, Halal Center UMM menggandeng binaannya UD. Latanza untuk memamerkan produk-produk terbaiknya. UD. Latanza merupakan salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang didampingi Halal Center UMM. Dikelola langsung Trinuk Kurniawati, UMKM-nya ini memproduksi jajanan ringan hingga bumbu dapur. Produk-produknya saat ini sudah berhasil menguasi pasar Jawa dan Bali. Dalam pameran ini, Halal Center UMM berhasil masuk ke dalam lima Penampil Terbaik. Mereka adalah Halal Center UMM, Ubud Hotel, Brawijaya Edupark, Kampung Biru dan Trifle. “Produk-produk kami saat ini lebih meluas dalam segi pemasarannya. Juga mendapatkan trust (kepercayaan, red.) lebih dari para pelanggan. Ini berkat sertifikat halal yang kami dapatkan atas pendampingan Halal Center UMM,” ungkap Trinuk. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP., ketua Halal Center UMM menjelaskan bahwa inisiasi Halal Center UMM telah dimulai sejak 2008, saat itu masih bernama Pusat Kajian Aman Halal di Prodi Teknologi Hasil Pertanian yang saat ini bernama Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan. Pada 2016 kemudian berganti nama menjadi Halal Center UMM. Halal Center UMM membantu UMKM lewat mengajukan pengabdian pada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti). Elfi menambahkan, diawal inisiasi berdirinya Halal Center, yang didampingi kepengurusan halal hanyalah makanan. Namun sejak berganti nama pada tahun 2015, halal center UMM mengurusi banyak bidang seperti kosmetik dan lain sebagainya. “Tentu, dalam mengurus sertifikasi perlu banyak sekali persiapan. Proses persiapan inilah yang kami dampingi,” pungkasnya. Elfi. (mir/can)
Satu-satunya Pemain Perempuan, Alea Antarkan Kemenangan Bagi Tim U-11 SSB UMM

SIAPA sangka, di balik kemenangan Tim Sekolah Sepak Bola U-11 Universitas Muhammadiyah Malang (SSB UMM), ada sosok perempuan yang punya peran teramat penting. Dialah Alea Yoi Salwa. Striker Tim SSB UMM ini menghantarkan timnya sebagai juara 2 perhelatan 2 tahunan Kompetisi Sepak Bola U-11 Piala Rektor UMM 2018. Alea menyumbang 2 gol bagi kemenangan SSB UMM. Raihan itu pula mengukuhkan kedua Tim dari SSB UMM sebagai juara umum. Darah sepak bola memang mengalir di tubuh gadis mungil kelas 2 siswi SDN Ngadirejo 1 ini. Bagaimana tidak. Ayahnya, Dwi Cahyono, merupakan pelatih sepak bola SSB UMM yang melatih langsung Alea. Sementara sang kakak, Jasmine Sefia Waini Cahyono masuk dalam komposisi pemain tim nasional (Timnas) putri Indonesia U-15 dan U-16. Jasmin, awal 2017 lalu, mewakili Indonesia dalam kompetisi Asean Football Federation (AFF) di Laos tahun 2017 dan 2018 di Palembang. Juga, perhelatan Asian Football Confederation (AFC) di Kirgistan baru-baru ini. Karena sering mangantar kakaknya bermain sepakbola, Alea juga akhirnya tertarik belajar bermain seni mengolah si kulit bundar ini. Diakui sang Ayah, melalui tangan dingin dari dirinyalah yang membuat mereka punya semangat bermain sepak bola. “Di lapangan, mereka selalu saya ajarkan sendiri cara bermain sepak bola yang benar. Selesai dari lapangan, selalu saya evaluasi kesalahan-kesalahannya. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah terlihat hasilnya,” ungkap Dwi Cahyono bangga. Ia berharap Alea dapat mengikuti jejak sang Kakak untuk turut bergabung ke Timnas Indonesia. Mengomentari prestasi ini, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd menyampaikan, ke depan pihaknya akan mengadakan kompetisi ini rutin dua tahunan. Ini adalah wujud komitmen UMM mendukung penuh olahraga sepak bola, sekaligus pembibitannya. “Kami akan tingkatkan kerjasama dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia, red.), baik di tingkat Malang Raya maupun Provinsi,” tangkasnya. Ia ingin, dari kompetisi ini lahir Alea dan Jasmin lain yang dipersiapkan menjadi pemain-pemain handal di kancah nasional maupun internasional. Visi SSB UMM sebagai penyelenggara utama kompetisi ini, kata Fauzan, sejalan dengan harapan adanya kompetisi ataupun turnamen sepakbola yang sportif, ramah dan damai. Dilanjutkan Fauzan, adapun kompetisi semacam ini sekaligus menunjukan kepedulian dan keseriusan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Dua tahun kedepan, sebut Fauzan, Piala Rektor UMM bakal diselenggarakan dengan skala lebih besar. Ia berharap para SSB dari berbagai kota bisa mempersiapkan timnya lebih baik lagi. (can)
Kompetisi Sepak Bola U-11 Ditutup Kemenangan Telak UMM

PERHELATAN Kompetisi Sepak Bola U-11 Piala Rektor UMM 2018 usai digelar, Minggu (21/10). Kompetisi dua tahunan ini ditutup dengan kemenangan telak 2 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dari 96 tim yang ikut bersaing, Juara 1 diraih Tim BM UMM serta juara 2 diraih Tim UMM. Selain dikukuhkan jadi juara umum, 2 tim UMM juga meraih sejumlah kategori, yaitu masing-masing Best Player oleh Ruben Asoka dan Top Scorer, Farhan. “Alhamdulillah, sudah terselenggara sesuai jadwal. Tidak ada yang mundur. Jawa-Bali, 1 dari Makasar. Dari sejumlah 212 kali pertandingan, kompetisi ini telah memenangkan 3 tim dari Malang. Selebihnya Sidoarjo, Kediri dan Jember,” terang ketua pelaksana, Dr. Haris Tofly, S.H., M.Hum. Sebaran pembinaan sepak bola cukup merata. Meski begitu, sambung Haris, Malang tetap yang terbaik. Kegiatan yang diselenggarakan 2 tahun mendatang ini diharapkan dapat kembali difasilitasi UMM dengan skala yang lebih besar lagi. Dilanjutkan Haris, penyelenggaran kompetisi ini tambah menarik dengan kehadiran para orang tua dan supporter yang setia mendukung tim jagoannya berlaga. “Kehadiran Ibu, bapak, kakek serta nenek turut menjadikan kompetisi ini semakin meriah. SSB Kabupaten Kediri, atas penilaian panitia, menjadi supporter terbaik,” sebut Haris. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. menyatakan turnamen ini terselenggara semata-semata ingin mengantarkan anak-anak Indonesia untuk memiliki skill yang lebih tertata dan bermutu. “Mudah-mudahan di masa mendatang menjadi pemain-pemain yang handal di kancah nasional dan internasional,” ungkap Fauzan dalam sambutannya yang sekaligus menutup acara. Dua tahun kedepan, sebut Fauzan, Piala Rektor UMM bakal diselenggarakan dengan skala lebih besar. Ia berharap para SSB bisa mempersiapkan timnya lebih baik lagi. Event pertama ini diharapkan dapat memacu gelaran yang akan datang. Kompetisi juga mengukuhkan peringkat 3, Pendowo FC Sidoarjo; peringkat 4, Pordes Jember; peringkat 5, Buana Putera Kediri; peringkat 6, LJS Gresik; peringkat 7, Putera Berlian Kabupaten Kediri; peringkat 8, Diklat LCB Kabupaten Malang. Seluruh tim mendapat uang pembinaan dari para sponsor yang mendukung penyelenggaran kompetisi ini. Di antaranya BNI, Bank Jatim, Aqua, Radar Malang, serta Sport Store_23. (can)
IIUCP UMM Gelar 3 Workshop, Integrasikan Nilai-Nilai Ke-Islaman dan Keilmuan Psikologi

DALAM rangka pengembangan keilmuan Psikologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan 3 workshop sekaligus. Seluruh rangkaian workshop ini ada dalam serangkaian acara Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP). Kegiatan diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama IV Kampus III UMM, Ahad (21/10) kemarin. Workshop yang pertama adalah “Mengembangkan Karakter Islami untuk Masa Remaja” yang disampaikan Dr. Bagus Riyono, MA Dosen Fakultas Psikologi UGM. Dalam workshop tersebut disampaikan bahwasanya untuk dapat memahami karakter seseorang, yang harus dilakukan adalah dengan memahami prinsip dasar hidup manusia yang disebut dengan fitrah atau sunnatullah. “Termasuk di dalamnya adalah remaja yang kelak menjadi pemegang tampuk kepimpinan di negeri ini. Peserta dalam workshop ini dilatih untuk memahami dan dapat mengaplikasikan berbagai cara dan pendekatan di dalam mengembangakan karakter anak sesuai dengan kaidah-kaidah Islam,” terang Bagus. Workshop kedua yakni “Mengembangkan Karakter Islami untuk Anak-anak melalui BERLIAN: Sebuah Permainan Pembelajaran Pengalaman (Experiential)” disampaikan oleh Dr. Iswinarti, M.Si, Dosen Fakultas Psikologi UMM. Dalam workshop ini Iswinarti melatih para peserta untuk dapat mengenalkan dan membangun karakter positif anak, tentunya berdasarkan nilai ke-Islaman melalui metode yang unik yaitu permainan tradisional. Metode ini, sambung Iswinarti, terbukti mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak, kemampuan pengendalian diri, kerja sama dan empati. Serta, mengandung nilai-nilai yang berkaitan dengan perkembangan moral seperti kejujuran/sportivitas, semangat pantang menyerah, motivasi untuk mencapai prestasi, maupun pembelajaran untuk kepatuhan terhadap aturan. Di dalam permainan ini juga memiliki kandungan nilai-nilai baik dan luhur (wisdom) yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selanjutnya, workshop ketiga disampaikan oleh Hanan Dover Ph.D seorang psikolog klinis dan forensik terkait “Mengintegrasikan Kesehatan Psikologis, Spiritual, dan Fisik untuk Kesehatan Menyeluruh”. Menurut Hanan Dover, ada berbagai informasi dan terapi psikologis yang dapat meningkatkan keberfungsian diri klien atau pasien (muslim). “Sehingga kesehatannya secara keseluruhan semakin membaik. Ia menambahkan bahwa keilmuan psikologi bukan rumpun ilmu yang terpisah tetapi juga bisa diintegrasikan dengan konsep-konsep Islam dan religiusitas,” papar Hanan yang merupakan Wakil Presiden Asosiasi Internasional Psikolog Muslim. Melalui berbagai penyelenggaraan workshop ini, Adhyatman selaku ketua penyelenggara kegiatan menuturkan, harapannya para praktisi dan ilmuan muslim semakin menumbuhkan ghirohnya dalam pengembangan keilmuan maupun terapi Islam. Serta berkontribusi terhadap semakin mengukuhkannya Psikologi Islam sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan. (nin/can)
Psikologi UMM Tuan Rumah The 5th Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP)

The 1st Annual Conference of Applied Islamic Psychology dan The 5th Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP) digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara bersamaan. Kali ini Fakultas Psikologi, UMM menjadi tuan rumah gelaran konferensi bagi universitas yang tergabung dengan Asosiasi Psikologi Islam (API) itu. Konferensi digelar dimulai hari ini, Sabtu hingga Minggu (20-21 Oktober 2018). Adhyatman Prabowo, M.Psi., Psikolog, dosen psikologi UMM sekaligus ketua pelaksana konferensi ini mengungkapkan bahwa ini kali pertamanya Fakultas Psikologi menjadi tuan rumah IIUCP setelah 5 tahun konferensi ini digelar. “UMM sendiri kan termasuk dari anggota Asosiasi Psikologi Islam, kali ini UMM dapat giliran mengadakan konferensinya,” ujarnya. “Tujuan utama adanya IIUCP ini sendiri adalah untuk mempererat jaringan universitas Islam di Indonesia yang pada prinsipnya mengkombinasikan psikologi dengan perspektif Islam. Dengan adanya konferensi ini diharapkan ilmu Psikologi dapat sejalan dengan perspektif Islam dalam penerapannya,” Konferensi ini dihadiri Univeristas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Bandung, Univeritas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, serta Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Konferensi dengan tema “Psikologi Islam Menjawab Tantangan Peradaban Modern” ini digelar dengan rangkaian acara seminar yang diisi pembicara utama Hanan Dover, Psikolog Klinis dan Forensik asal Sydney. Hanan, merupakan Wakil Presiden Asosiasi Internasional Psikolog Muslim. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kegiatan presentasi paper oleh peserta yang telah mengirimkan proposal penelitiannya saat pendaftaran konferensi. Kemudian, rangkaian acara untuk esok harinya (21/10) yakni workshop yang diisi oleh 3 pemateri dengan menggabungan perspektif Psikologi dan Islam. Acara dibuka dengan sambutan oleh wakil rektor I, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si dan dekan Fakultas Psikologi, M. Salis Yuniardi, M.Osi., PhD., Psikolog, kemudian penyerahan penghargaan API untuk Prof. Dr. Abdul Mujib dan Alm. Dr. Yadi Purwanto, Psikolog, sebagai pendiri API dan orang berpengaruh dalam perkembangan Psikologi Islam. (irm/can)
Sosiologi UMM, Lewat Film Promosikan Konservasi Lingkungan

Media audio visual merupakan media perantara yang mengkombinasikan pandangan dan pendengaran untuk membangun kondisi yang dapat membuat penontonnya mudah menangkap pesan yang disampaikan. Salah satu media audio visual yang akrab di masyarakat adalah film. Melakukan pengabdian masyarakat dengan membuat film terkait cinta lingkungan, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammmadiyah Malang (UMM) mencoba menyebarkan semangat secara massif agar masyarakat lebih peduli untuk menjaga dan mencintai lingkungannya. Rachmad K Dwi Susilo, Dosen Mata Kuliah Sosiologi Lingkungan menyampaikan bahwa melalui film pendek yang diproduksi mahasiswa, Jurusan Sosiologi UMM bisa sekaligus mempromosikan nilai – nilai konservasi lingkungan kepada masyarakat. Selain itu, pemberian tugas ini juga akan membuat mahasiswa belajar untuk memproduksi sebuah karya yang bisa menginspirasi orang lain. “Mereka bisa memilih tema apa saja, saya bebaskan sesuai keputusan kelompok masing-masing,” ujarnya. Salah satu karya mahasiswa Sosiologi UMM yang sangat menginsipirasi adalah Video Sang Inspirator Lingkungan yang menceritakan bagaimana Ribut Hartono seniman dan aktivis lingkungan yang memperjuangkan ketersediaan air bagi lingkungannya. Berawal dari mengantar air secara manual ember per ember kepada para warga kurang mampu saat masih anak-anak, setelah dewasa Ribut akhirnya berhasil memperluas penyaluran air kepada masyarakat Desa Kukuk Kelurahan Punten Kecamatan Bumi Aji Batu. Ribut yang juga merupakan alumni pendidikan dokter hewan ini, melakukan hanyak hal untuk mengubah kondisi desanya. Meski pernah didemo warga pada tahun 2010 silam atas idenya menyalurkan air dari Sumber Air Banyuning ke rumah-rumah warga, langkahnya tak gentar. Ia bahkan berhasil mengairi hampir seluruh desa Punten dengan “air meteran” yang digagasnya. Menurut Rahadi, MSi, Pembina UKM Kelompok Studi Sinematografi Kine Klub UMM apa yang dilakukan Prodi Sosiologi UMM merupakan suatu langkah yang tepat. Sebuah karya audio visual bisa menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan terkait isu-isu tertentu. Hal itu karena pesan yang dikemas dalam sebuah karya audio visual lebih mudah dipahami. Meski demikian, proses produksi film yang dilakukan harus tetap dilaksanakan dengan cermat agar pesan yang disampaikan dapat tepat sasaran. “Pengerjaan konten audio visual harus benar-benar efektif serta jelas tujuannya,” tegasnya. Ia juga menambahkan, soal bagaimana karya itu berdampak bagi masyarakat tergantung pada audiencenya. “Efeknya bisa berupa kognitif, afektif dan behaviour,” tutupnya. Selain film Sang Inspirator Lingkungan, terdapat juga beberapa film lain diantaranya adalah Kampung Impian, Talun Temalun, Petuah dan Greatly Outdoor. (vin/sil)