Diakui Nasional, RS UMM Raih Pujian Dirut BPJS Kesehatan atas Komitmen Layanan Prima

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Dr. dr. Prihati Pujowaskito, secara langsung mengapresiasi tingginya standar kualitas pelayanan dan tingkat keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM). Apresiasi tersebut disampaikan dalam kunjungan kerjanya pada Kamis (11/6) sebagai wujud pengakuan atas dedikasi RS UMM dalam mendukung penuh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengungkapkan bahwa RS UMM telah membuktikan kapasitasnya sebagai fasilitas kesehatan yang mumpuni dan mematuhi standar ketat sebagai mitra strategis BPJS Kesehatan. “Rumah Sakit UMM bagus, sudah standarisasi, dan sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jadi rumah sakit-rumah sakit yang sudah terstandarisasi ini melakukan pelayanan yang bermutu, menjaga keselamatan pasien. Dan ini penting sekali untuk melaksanakan, mendukung program JKN BPJS, ya,” tegasnya. Pujian tersebut sangat relevan dengan fakta bahwa RS UMM memiliki keunggulan fasilitas dan infrastruktur berskala besar yang dibangun di atas lahan seluas 90.000 meter persegi. Rumah sakit ini telah mengantongi akreditasi tingkat kelulusan “PARIPURNA” (bintang lima) dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI). Reputasi unggul ini juga dibuktikan dengan raihan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan tipe C dengan predikat terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19 pada tahun 2021. Memegang status Tipe C dengan fasilitas setara rumah sakit Tipe B, layanan prima rumah sakit ini ditopang oleh total 590 Sumber Daya Manusia (SDM), yang di antaranya meliputi 96 tenaga medis , 212 tenaga perawat , serta 150 tenaga kesehatan lain. Guna menunjang kepuasan pasien, RS UMM menghadirkan pelayanan medis yang komprehensif melalui 28 pilihan klinik rawat jalan dan total 150 tempat tidur rawat inap. Menanggapi kunjungan dan apresiasi dari pimpinan BPJS, Direktur RS UMM, Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD, KPTI, menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan pelayanan medis prima yang terpadu. “Kami terus berkomitmen dalam pelayanan. Kerja sama berkelanjutan dengan BPJS Kesehatan adalah bukti nyata dedikasi kami untuk hadir melayani masyarakat luas, memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan terbaik dengan aksesibilitas yang mudah,” ungkapnya. Kunjungan serta atensi langsung dari pucuk pimpinan BPJS Kesehatan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi RS UMM untuk terus konsisten merealisasikan visinya, yakni menjadi rumah sakit pilihan masyarakat dengan keunggulan pelayanan yang bermutu tinggi, aman, dan efektif. Kolaborasi erat antara penyedia fasilitas kesehatan dengan pemerintah merupakan kunci mutlak guna mewujudkan sistem layanan medis yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Dalam Giat Tausiyah dan Pengarahan, Haedar Nashir Pacu Akselerasi UMM Sebagai Kampus Pelopor

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., menantang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk bertransformasi dari sekadar kampus maju menjadi kampus pelopor. Pesan strategis dan tajam ini disampaikan guna merespons dinamika persaingan pendidikan tinggi, dalam agenda Tausiyah dan Pengarahan di Auditorium Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, Kamis (11/6). Dalam arahannya, Haedar menegaskan bahwa UMM tidak cukup hanya mempertahankan capaian dan infrastruktur yang telah diraih. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan hari ini pantang membuat institusi terjebak dalam zona nyaman, mengingat perguruan tinggi negeri maupun swasta lain kini memiliki fleksibilitas pengelolaan dan inovasi yang bergerak sangat cepat. “Bagi PTMA dan para rektor, jika tidak berani melakukan langkah yang lebih progresif, kita akan tertinggal, padahal saat ini kita merasa sudah berada di posisi yang cukup maju,” tegas Haedar mengingatkan pentingnya keberanian mengambil terobosan baru. Untuk mewujudkan lompatan tersebut, Haedar menyoroti dua agenda besar yang wajib dipelopori oleh Kampus Putih UMM, yakni penguatan sektor ekonomi dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Menurutnya, pola pikir umat yang selama ini berfokus pada ekonomi menengah ke bawah harus segera didorong menuju penguasaan sektor industri, teknologi mutakhir, serta posisi strategis pengambil keputusan melalui peran strategis perguruan tinggi. “Siapa yang mampu membangun sumber daya manusia berkarakter kuat, menguasai IPTEK, keahlian, dan memiliki jaringan yang luas, ke depan dia yang akan memberi kontribusi besar bagi masa depan Indonesia. UMM harus kembali menjadi pelopor dalam menghadirkan kemajuan tersebut,” papar tokoh kelahiran Bandung tersebut. Ia juga menyempatkan diri untuk merefleksikan dan mengapresiasi perkembangan luar biasa yang telah dicapai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Ia menilai, infrastruktur pendidikan, ekosistem akademik, dan jejaring nasional maupun internasional yang saat ini dimiliki UMM adalah modal kuat yang dahulu sulit dibayangkan, yang terwujud berkat dedikasi serta gerakan dakwah persyarikatan. “Kita sungguh bersyukur kepada Allah atas segala anugerah ini. Saya yakin, berbagai capaian yang diraih hari ini lahir dari keikhlasan mereka yang terus berkhidmat membesarkan persyarikatan,” ujarnya. Melalui pesan tersebut, Haedar menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari besarnya infrastruktur atau capaian institusi, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan SDM unggul yang mampu memimpin perubahan.(ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

GKB 5 Resmi Beroperasi, UMM Bersiap Jadi Episentrum Medis Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit UMM. Gedung sebelas lantai setinggi 45 meter berkonsep green building ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si pada Kamis (11/6). Fasilitas mutakhir ini didedikasikan sebagai pusat pendidikan medis masa depan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Kehadiran fasilitas megah ini dinilai sebagai penegas dedikasi utuh UMM dalam memajukan peradaban. Haedar sapaan akrabnya memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Kampus Putih karena dinilai tak pernah lelah berinovasi dan sukses menyulap kawasan tersebut menjadi pusat pendidikan kedokteran bergengsi. Ia menegaskan bahwa UMM telah membuktikan posisinya sebagai barometer kemajuan bagi 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. “UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” tegasnya. Lebih jauh, Haedar menilai kemegahan GKB 5 ini merupakan cerminan tradisi keunggulan Kampus Putih dalam mencetak tenaga kesehatan profesional. Lulusan UMM tidak hanya dituntut cerdas secara keilmuan, tetapi juga wajib memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia sebagai landasan utama saat melayani masyarakat. “Gedung GKB 5, rumah sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” imbuhnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa keistimewaan utama dari gedung ini terletak pada kemandirian proses pembangunannya. Mahakarya yang dirintis sejak tahun 2023 tersebut dirancang dan dikerjakan langsung oleh para ahli dari internal kampus. “Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan,” urainya. Berdiri di atas lahan seluas dua hektar, struktur tahan gempa ini mengusung arsitektur ramah lingkungan yang diformulasikan khusus untuk menekan polusi, memaksimalkan pencahayaan alami, dan memastikan sirkulasi udara sehat. Gedung ini dilengkapi dengan puluhan laboratorium berstandar internasional, sarana olahraga, sistem pengolahan limbah khusus yang terpisah, hingga auditorium megah. Pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi ini menjadi langkah visioner UMM untuk memastikan para lulusannya siap, cerdas, dan tangguh. Nazaruddin berharap peresmian ini membawa keberkahan dan menjadi dorongan moral bagi UMM untuk terus berkontribusi secara nyata bagi negara. “Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya. Berdirinya GKB 5 ini tidak hanya menambah daftar panjang prestasi infrastruktur fisik Kampus Putih, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru dalam standar pendidikan medis di Indonesia. Melalui integrasi ilmu kesehatan, teknologi mutakhir, dan nilai-nilai keislaman, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam melahirkan generasi tenaga medis prima yang siap menjawab tantangan kesehatan global di masa depan.(ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Pabrik Infus Muhammadiyah di UMM Siap Pasok Kebutuhan Medis Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat peran strategisnya dalam mewujudkan kemandirian kesehatan nasional. Komitmen ini diwujudkan lewat penyediaan lahan untuk pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang. Dari total 14 hektare aset lahan milik UMM di lokasi tersebut, sekitar tiga hektare dialokasikan khusus sebagai kawasan industri terpadu. Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini resmi dilaksanakan pada Kamis (11/6). Peresmian proyek ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang juga Sekretaris BPH UMM, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, Direktur PT Suryavena Farma Indonesia, serta Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A. Pabrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 ini diproyeksikan menjadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan, baik bagi jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah maupun masyarakat luas. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa pendirian pabrik infus ini adalah manifestasi dari ekosistem socio-religious corporation yang digagas oleh persyarikatan. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang orientasi utamanya adalah kemaslahatan publik dan kontribusi nyata bagi negara, bukan sekadar mencari keuntungan finansial. “Ini bukan untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” tegasnya. Lebih lanjut, Haedar memaparkan bahwa agama tidak sebatas mengatur akidah dan ibadah, melainkan juga urusan muamalah dalam tata kehidupan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, keterlibatan di sektor industri medis ini diposisikan sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan guna menopang berbagai layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat. Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menjelaskan bahwa kontribusi Kampus Putih tidak berhenti pada penyediaan lahan. Ke depannya, kawasan ini akan diintegrasikan menjadi ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM yang mempertemukan aktivitas industri dengan fungsi tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab kebutuhan strategis nasional. Selain mendukung layanan kesehatan, kawasan ini juga dirancang untuk menjadi pusat kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi, pendidikan, dan praktik industri sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan sektor kesehatan,” ujarnya. Dengan beroperasinya pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia pada 2027 mendatang, langkah ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan industri kesehatan berbasis nilai sosial di Tanah Air. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi pesan kuat bahwa kemandirian ekonomi, inovasi pendidikan, dan pelayanan publik yang inklusif dapat berjalan beriringan demi menghadirkan manfaat yang seluas-luasnya bagi pembangunan bangsa.(vin/faq)   Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Dari Deteksi Anemia hingga Kedaulatan Energi, Gebrakan 4 Guru Besar Baru UMM Hadirkan Manfaat untuk Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengukuhkan empat Guru Besar baru di Aula GKB 4 Lantai 9 Kampus III UMM pada Kamis, 11 Juni 2026. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis Kampus Putih dalam memperluas hilirisasi riset multidisiplin, sekaligus mempertegas komitmen berkelanjutan universitas dalam menghasilkan inovasi aplikatif yang solutif bagi kemaslahatan masyarakat luas serta kemandirian bangsa. Pada sesi orasi ilmiah pertama, Prof. Dr. Ir. Sulianto, M.T. memaparkan hasil riset mendalamnya mengenai model pengelolaan sumber daya air berkelanjutan untuk menghadapi ancaman krisis lingkungan global. Ia menyampaikan bahwa metode estimasi hidrologi yang presisi menggunakan data historis sangat krusial dalam menjaga stabilitas ketahanan air nasional demi mendukung kemandirian sebuah negara. “Topik ini sangat relevan dengan upaya memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui pemenuhan ketahanan air jangka panjang secara merata,” jelas Sulianto. Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafa’ah, M.T. di bidang Rekayasa Biomedis memperkenalkan sebuah terobosan teknologi deteksi dini gejala anemia non-invasif tanpa menggunakan jarum suntik. Ia menjelaskan bahwa inovasi mutakhir tersebut memanfaatkan kamera ponsel pintar untuk memotret konjungtiva mata pasien yang kemudian langsung dianalisis menggunakan algoritma kecerdasan buatan secara instan. “Sinergi komputasi cerdas ini mampu mengeluarkan estimasi indikasi anemia hanya dalam hitungan dua hingga empat detik saja, sebuah lompatan efisiensi yang luar biasa jika dibandingkan dengan pengujian laboratorium konvensional,” tegas Lailis. Sementara itu, Prof. Dr. Machmud Effendy, M.Eng. menyoroti urgensi transisi energi nasional melalui optimalisasi sistem pembangkit berbasis energi terbarukan guna mencapai kedaulatan energi yang mandiri. Ia memaparkan bahwa ketergantungan yang terlampau tinggi terhadap pasokan energi fosil konvensional akan memicu penurunan cadangan energi global serta mengancam kesetabilan ekonomi makro nasional. “Ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil tidak hanya menyebabkan cadangan energi terus menurun, tetapi juga menjadi tantangan serius bagi kedaulatan energi nasional Indonesia di masa depan,” ungkap Machmud. Selanjutnya, Prof. Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D, IPM. dari bidang Fitopatologi menekankan pentingnya beralih ke sistem pengendalian hayati demi memulihkan kerusakan tanah tropis akibat paparan zat kimia pertanian yang berlebihan. Ia memperingatkan bahwa ketergantungan akut petani terhadap pestisida sintetis telah merusak mikroorganisme tanah dan mengancam keamanan pangan jangka panjang. “Pengendalian hayati merupakan langkah penyelamatan darurat (emergency exit) yang harus segera diambil oleh seluruh pihak untuk memulihkan tanah tropis kita yang saat ini sedang mengalami degradasi parah,” pungkas Henik. Sementara itu, Rektor UMM menegaskan bahwa penambahan profesor baru ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran universitas sebagai pusat keunggulan akademik yang berdampak nyata bagi peradaban. “Keempat orasi ilmiah yang disampaikan hari ini tidak hanya meneguhkan kedudukan akademik para profesor, tetapi juga mempertegas komitmen UMM dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat, bangsa, dan peradaban,” ujar Rektor. Acara pengukuhan akbar ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial akademik tahunan di lingkungan kampus. Kehadiran para pakar baru di puncak karier akademisnya harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika UMM untuk terus menghidupkan ekosistem riset yang membumi. Implementasi nyata dari setiap inovasi lintas disiplin ilmu tersebut menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan zaman dan membawa dampak positif bagi kemandirian bangsa yang berkemajuan.(*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Respons Era Digital, UMM Cetak Puluhan Trainer Pembelajaran Transformatif

Merespons tantangan era digital dan kecerdasan buatan (AI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Training of Trainers (TOT) Penerapan Pembelajaran Transformatif. Diikuti oleh 32 dosen perwakilan fakultas dan unit kerja, agenda ini berlangsung secara bauran pada 6–9 Juni 2026 di Ruang Sidang Senat UMM guna mencetak trainer yang mampu menggerakkan perubahan praktik pembelajaran di lingkungan kampus. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menegaskan bahwa dosen di era modern tidak lagi sekadar menjadi penyampai materi, melainkan bertindak sebagai agen perubahan. Ia menyebutkan bahwa pendidik dituntut untuk membantu mahasiswa membangun cara berpikir kritis, reflektif, dan berorientasi pada pemecahan masalah yang nyata. “Di era digital, informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah. Tantangan dosen saat ini bukan lagi sekadar menyampaikan pengetahuan, tetapi bagaimana membimbing mahasiswa untuk mengolah informasi, melakukan refleksi kritis, membangun perspektif baru, dan menghasilkan tindakan yang berdampak,” ujarnya. Sejalan dengan hal tersebut, Fasilitator Nasional Pembelajaran Transformatif, Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, MM., menjelaskan bahwa pendekatan ini akan mendorong perubahan perspektif melalui pengalaman belajar. Menurutnya, pembelajaran di kelas harus melampaui paradigma transfer pengetahuan menuju transformasi pemahaman mahasiswa terhadap dirinya dan tantangan di masyarakat. “Pembelajaran yang baik bukan hanya membuat mahasiswa mengetahui sesuatu, tetapi membantu mereka melihat sesuatu secara berbeda. Ketika mahasiswa mulai mempertanyakan asumsi yang selama ini diyakini, melihat persoalan dari berbagai perspektif, dan kemudian mengambil tindakan berdasarkan refleksi kritis, di situlah transformasi pembelajaran terjadi,” jelasnya. Selama pelatihan, peserta tidak hanya dibekali strategi dari tahap perencanaan hingga asesmen, tetapi juga didorong untuk meninjau ulang praktik mengajar mereka selama ini. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini mengguncang cara pandangnya, di mana kesuksesan belajar seharusnya tidak lagi diukur sebatas dari pemerolehan nilai akademik semata. “Selama ini saya menganggap pembelajaran berhasil ketika mahasiswa memahami materi dan memperoleh nilai yang baik. Namun dalam pelatihan ini saya disadarkan bahwa pembelajaran seharusnya membantu mahasiswa mengalami perubahan cara berpikir, membangun kesadaran baru, dan mampu memaknai pengalaman yang mereka hadapi,” ungkapnya. Peserta lainnya turut menyoroti urgensi efektivitas desain pembelajaran yang selama ini diterapkan di perguruan tinggi. Ia terdorong untuk mengevaluasi secara mendalam sejauh mana proses belajar-mengajar di kelas benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter mahasiswa. “Pelatihan ini membuat saya bertanya pada diri sendiri, apakah mahasiswa saya hanya memperoleh pengetahuan atau benar-benar mengalami transformasi cara berpikir? Pertanyaan itu terus muncul dan mendorong saya untuk mendesain ulang pembelajaran agar lebih bermakna,” tuturnya. Ke depannya, inisiatif UMM dalam mencetak trainer pembelajaran transformatif ini menjadi wujud nyata komitmen kampus untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan abad ke-21. Transformasi yang berakar dari perubahan cara berpikir dosen ini diharapkan dapat menular secara luas, sehingga UMM konsisten melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh menjadi agen perubahan yang solutif bagi bangsa dan kemanusiaan.(*faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Pasar Saham Memerah Akibat Kepanikan Global, Dosen UMM Imbau Masyarakat Tak Terbawa Arus

Merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 20 persen sejak awal 2026 memicu kekhawatiran publik akan datangnya krisis ekonomi. Namun, pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan bahwa fenomena ini murni akibat kepanikan psikologis pasar sesaat, bukan cerminan fundamental makroekonomi nasional yang rapuh. Novi Puji Lestari, S.E., M.M., Dosen Manajemen UMM memaparkan bahwa tren negatif di lantai bursa belakangan ini tidak mencerminkan fundamental ekonomi yang sebenarnya. Tekanan jual yang masif di pasar modal lebih didorong oleh krisis kepercayaan yang berujung pada reaksi berlebihan dan tergesa-gesa dari para investor. “Secara keseluruhan, turunnya IHSG saat ini murni dipicu oleh panic selling dari para investor yang merasa khawatir secara berlebihan. Perlu dipahami bahwa pasar biasanya akan bergerak merespons ketakutan jauh lebih cepat, bahkan sebelum kondisi ekonomi riil kita benar-benar membaik atau memburuk,” jelasnya. Lebih lanjut, Novi sapaan akrabnya membeberkan pemicu utama gelombang kekhawatiran tersebut yang bermula dari tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi kurs yang fluktuatif ini membuat aset domestik terlihat sangat berisiko bagi investor asing. Selain itu, investor juga mengalami krisis kepercayaan terhadap stabilitas fiskal, yang berdampak langsung pada menurunnya daya tarik investasi Indonesia dibandingkan negara-negara berkembang lainnya. “Investor asing itu tidak hanya melihat angka di atas kertas, mereka sangat sensitif terhadap isu stabilitas fiskal. Ketika rupiah terus melemah, kepanikan mereka memuncak karena merasa aset mereka di Indonesia semakin berisiko tinggi. Inilah yang memicu penarikan dana dan krisis kepercayaan secara besar-besaran dari bursa kita,” tegasnya. Faktor lain yang tak kalah penting adalah rambatan dampak dari ketidakpastian global. Mengacu pada hasil penelitiannya terkait ekonomi global, Novi menyebut arus globalisasi telah menipiskan batas ekonomi antarnegara. Gejolak geopolitik dunia, seperti memanasnya perang dagang antara AS dan China serta eskalasi konflik di Timur Tengah, selalu berhasil mengirimkan sentimen negatif ke bursa domestik, sekecil apa pun eskalasinya. “Faktor globalisasi ini membuat sekat antarnegara menjadi sangat tipis. Konflik di Timur Tengah maupun tensi dagang AS-China sekecil apa pun dampaknya, pasti akan langsung merembet dan menciptakan sentimen negatif yang menghantam psikologis pasar domestik kita,” tambahnya. Meskipun papan bursa saat ini dipenuhi sentimen negatif imbas dinamika global, pemerintah memastikan bahwa fundamental makroekonomi Indonesia masih sangat solid. Oleh karena itu, masyarakat awam dan investor pemula diimbau untuk tidak gegabah, menghindari aksi ikut-ikutan menjual rugi (cut loss) tanpa dasar, dan menjadikan fluktuasi ini sebagai momen untuk berinvestasi secara lebih rasional dan terencana.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Kembangkan Mesin Pencuci Singkong untuk UMKM, Tim Mahasiswa UMM Sabet Juara Nasional

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan kualitasnya dengan menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim mahasiswa yang diketuai oleh Nova Sinanti berhasil meraih gelar juara berkat karya inovatif mereka berupa Mesin Pencuci Singkong Semi Mekanis Berbasis Drum Spray dan Water Recirculation. Pengumuman kemenangan membanggakan ini secara resmi dilangsungkan pada hari Senin (18/5/2026). Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi mahasiswa UMM mampu memberikan solusi aplikatif bagi masyarakat. Ajang perlombaan bergengsi ini diselenggarakan langsung oleh Asosiasi Program Studi Teknik Mesin – Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APSTM-PT). Kompetisi ini menjadi wadah adu gagasan yang diikuti oleh para mahasiswa aktif dari Program Studi Teknik Mesin PTMA se-Indonesia. Persaingan di babak final berjalan sangat ketat, karena mempertandingkan total 15 tim unggulan, di mana masing-masing kelompok terdiri dari tiga hingga lima orang mahasiswa. Tim delegasi UMM yang beranggotakan Nova Sinanti, Azka Firosyan Samana Putra, dan Raihan Rosyadi tampil memukau para juri lewat rancangan mesin mereka yang dinilai sangat solutif dan tepat guna. Keunggulan utama dari inovasi buatan mahasiswa UMM ini terletak pada kombinasi teknologi efisiensi dan kapasitasnya yang besar. Nova Sinanti selaku ketua tim menjelaskan bahwa rancangan mesin semi mekanis ini ditujukan untuk memangkas waktu produksi secara drastis pada skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang selama ini sangat bergantung pada pencucian manual. Nova menerangkan bahwa alat tersebut dilengkapi dengan sistem ulir untuk mengarahkan bahan baku serta perangkap sedimen untuk memisahkan kotoran secara otomatis. “Mesin yang kami rancang mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong dari yang awalnya butuh empat hingga tujuh jam menjadi hanya sekitar satu jam saja. Kami juga menambahkan fitur drum spray dan sirkulasi air yang terintegrasi dengan sediment trap, sehingga pemakaian air jauh lebih hemat dan kotoran tidak bercampur kembali dengan singkong,” ungkapnya. Selain memangkas beban kerja, alat pembersih ini diyakini mampu menjaga stabilitas mutu bahan baku yang sangat krusial. Nova menegaskan bahwa teknologi air yang mereka kembangkan didesain sedemikian rupa agar tidak merusak tekstur daging singkong. “Penggunaan sistem sirkulasi pada alat kami berperan layaknya bantalan air, sehingga kulit singkong bisa terkelupas dan bersih tanpa melukai dagingnya. Dengan hasil pencucian yang maksimal, UMKM nantinya bisa memproduksi keripik dengan warna yang lebih cerah dan rasa yang tidak pahit akibat sisa getah atau pasir,” tegasnya. Keberhasilan Nova dan kawan-kawan tentu tidak terlepas dari bimbingan intensif pihak kampus. Dosen pendamping proyek ini, Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i, S.T., M.T., menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi serta kerja keras tim. Beliau berharap alat tersebut segera masuk ke tahap fabrikasi dan tidak sekadar menjadi prototipe perlombaan, melainkan bisa langsung diimplementasikan. “Inovasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan ilmu teknik ke dalam solusi nyata, dan saya sangat berharap mesin pencuci singkong ini dapat segera diproduksi agar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para pelaku UMKM kita,” pungkasnya.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Ancaman ISPA di Balik Dinginnya Cuaca Bediding, Begini Penjelasan Pakar UMM

Cuaca “bediding” yang belakangan dirasakan masyarakat tidak hanya menimbulkan rasa dingin, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dosen Keperawatan UMM, Titik Agustiyaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa suhu dingin menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran virus dan bakteri, sekaligus melemahkan pertahanan tubuh. Menurutnya, meningkatnya kasus batuk, pilek, radang tenggorokan, hingga sesak napas saat cuaca dingin dipengaruhi oleh kombinasi ketahanan patogen yang lebih baik, penurunan imunitas tubuh, dan perubahan perilaku masyarakat selama suhu udara menurun. “Angka kejadian ISPA dan influenza cenderung meningkat saat musim hujan atau ketika suhu udara menurun karena ada kombinasi faktor patogen, lingkungan, kondisi tubuh, dan perilaku manusia yang saling mendukung terjadinya penularan. Udara dingin dan kering membuat virus maupun bakteri mampu bertahan lebih lama di luar tubuh manusia serta mempermudah penyebaran melalui partikel udara,” ujarnya 08 Juni lalu pada Humas UMM. Lebih lanjut, Titik menjelaskan bahwa saluran pernapasan memiliki mekanisme pertahanan yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Ketika seseorang menghirup udara dingin dan kering secara mendadak, tubuh akan merespons dengan menyempitkan saluran napas, meningkatkan produksi lendir, serta memperlambat kerja silia atau rambut getar yang berfungsi membersihkan kotoran dan mikroorganisme dari saluran pernapasan. Akibatnya, proses pembersihan alami tubuh menjadi kurang efektif dan risiko infeksi meningkat. Menurutnya, penurunan suhu yang drastis juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya produksi Extracellular Vesicles (EVs), yaitu komponen pertahanan alami dalam rongga hidung yang berfungsi menangkap dan melawan virus. Selain itu, penyempitan pembuluh darah di area hidung mengurangi distribusi sel-sel imun ke saluran pernapasan sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit. “Ketika suhu udara turun drastis, tubuh sebenarnya sedang berusaha mempertahankan suhu inti agar tetap stabil. Namun proses itu justru dapat membuat pertahanan lokal di saluran pernapasan melemah sehingga virus lebih mudah berkembang. Beberapa virus pernapasan, termasuk rhinovirus penyebab flu biasa, justru berkembang lebih optimal pada suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu normal tubuh manusia,” katanya. Titik mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap semua gejala pilek sebagai ISPA. Menurutnya, alergi dingin memiliki ciri khas berupa bersin berulang, hidung gatal, mata berair, dan gejala yang muncul ketika terpapar udara dingin lalu membaik saat suhu menghangat. Sebaliknya, demam menjadi salah satu tanda penting yang lebih mengarah pada infeksi saluran pernapasan. Sebagai langkah pencegahan, ia menilai penggunaan jaket saja tidak cukup. Masyarakat perlu menjaga hidrasi tubuh dengan minuman hangat, memenuhi kebutuhan vitamin A dan vitamin D, serta mengonsumsi lemak sehat yang mengandung omega-3 untuk mendukung fungsi sistem imun. Kelompok yang perlu lebih waspada antara lain lansia, anak-anak, perokok aktif, penderita sinusitis kronis, serta pekerja yang berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama. “Memakai jaket memang penting untuk melindungi tubuh dari udara dingin. Namun menjaga hidrasi, nutrisi, dan daya tahan tubuh jauh lebih penting karena pertahanan utama terhadap penyakit sebenarnya berasal dari dalam tubuh,” pungkasnya.(vin/faq)   Penulis: Vivin Dwi Okatavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

8 Tips Mencairkan Daging Kurban Beku Tanpa Merusak Tekstur dan Rasanya

Ilustrasi Daging Kurban Beku (Foto: Victoria Shes/Unsplash) Detik Jateng – Solo – Setelah menerima daging kurban saat Idul Adha, tidak semua orang langsung mengolahnya menjadi masakan. Banyak keluarga memilih menyimpan sebagian daging di dalam freezer agar dapat dikonsumsi dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan ke depan. Namun, daging yang telah dibekukan tidak boleh dicairkan sembarangan. Cara pencairan yang kurang tepat dapat menyebabkan tekstur daging berubah menjadi lebih keras atau kering, mengurangi cita rasa, hingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri yang membuat daging lebih cepat rusak. Oleh sebab itu, penting mengetahui metode thawing atau pencairan daging yang benar agar kualitasnya tetap terjaga saat akan dimasak. Dengan teknik yang tepat, daging kurban beku tetap bisa menghasilkan hidangan yang empuk, lezat, dan aman dikonsumsi. Lantas, bagaimana cara mencairkan daging kurban beku tanpa merusak tekstur dan rasanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Alasan Mencairkan Daging Kurban Tidak Boleh Sembarangan Daging kurban yang disimpan di dalam freezer memang bisa bertahan lebih lama. Namun, proses pencairannya atau thawing perlu dilakukan dengan benar agar kualitas daging tetap terjaga saat akan diolah menjadi masakan. Mencairkan daging secara sembarangan tidak hanya berisiko mengubah tekstur dan rasa, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan pangan. Daging yang dicairkan dengan cara yang kurang tepat berpotensi mengalami penurunan kualitas lebih cepat dibandingkan daging yang dicairkan sesuai prosedur. Dikutip dari laman Puskesmas Bulu Lor, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah mencairkan daging beku menggunakan air panas. Metode ini memang dapat mempercepat proses pencairan, tetapi juga membuat suhu permukaan daging meningkat lebih cepat sehingga menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mencairkan daging kurban yang benar. Terlebih bagi sebagian orang yang memilih menyimpan daging kurban untuk dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama setelah Idul Adha. Dengan metode pencairan yang tepat, kualitas, rasa, dan keamanan daging dapat tetap terjaga hingga saat akan diolah. 8 Tips Mencairkan Daging Kurban Beku Mencairkan daging kurban beku tidak bisa dilakukan sembarangan. Teknik yang kurang tepat dapat membuat tekstur daging berubah, rasa berkurang, hingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Dirangkum dari buku Keamanan Pangan dan Pengelolaan Sampah dalam Penyelenggaraan Makanan oleh Sri Kadaryati, dkk., Makanan Sehat: Resep dan Tips Sehat, Alami, dan Bebas Gula untuk Kehidupan Sehari-Hari tulisan Adriano Leonel, laman Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, serta detikFood, berikut beberapa tips mencairkan daging kurban beku tanpa merusak tekstur dan rasanya. 1. Pindahkan Daging dari Freezer ke Chiller Semalaman Cara paling aman untuk mencairkan daging kurban beku adalah memindahkannya dari freezer ke chiller atau rak bawah kulkas. Metode ini memungkinkan daging mencair secara perlahan pada suhu yang tetap aman sehingga kualitasnya lebih terjaga. Sebagai gambaran, sekitar 500 gram daging beku membutuhkan waktu 5-8 jam atau semalaman hingga mencair. Meski membutuhkan waktu lebih lama, cara ini dinilai paling baik untuk mempertahankan tekstur, rasa, dan kandungan nutrisi daging. 2. Gunakan Air Dingin Jika membutuhkan waktu yang lebih cepat, maka daging bisa dicairkan menggunakan air dingin. Pastikan daging dibungkus rapat menggunakan plastik atau wadah kedap air agar tidak terkontaminasi. Setelah itu, rendam daging dalam wadah berisi air dingin hingga seluruh bagian terendam. Ganti air setiap 20-30 menit untuk menjaga suhu tetap stabil. Potongan kecil biasanya mencair dalam waktu sekitar satu jam, sedangkan potongan yang lebih besar membutuhkan waktu lebih lama. 3. Cairkan Menggunakan Microwave Microwave dapat menjadi solusi praktis ketika daging harus segera dimasak. Sebagian besar microwave modern telah dilengkapi fitur defrost yang dirancang khusus untuk mencairkan bahan makanan beku. Akan tetapi, detikers perlu memperhatikan penggunaan microwave saat mencairkan daging. Daging harus dibalik secara berkala agar panas dapat tersebar secara merata. Hal ini juga bertujuan menghindari daging yang matang di setengah bagian sementara bagian lainnya masih beku. 4. Gunakan Panci atau Loyang Logam Metode lain yang cukup efektif adalah memanfaatkan panci atau loyang berbahan logam. Caranya, letakkan daging yang masih terbungkus plastik di antara dua permukaan logam. Logam mampu menghantarkan suhu ruang lebih cepat dibandingkan bahan lainnya sehingga membantu mempercepat proses pencairan. Teknik ini cocok digunakan untuk potongan daging berukuran kecil yang akan segera diolah. 5. Potong Daging Menjadi Porsi Kecil Sebelum Dibekukan Salah satu cara terbaik untuk mempermudah proses pencairan adalah memotong daging menjadi beberapa porsi kecil sebelum disimpan di freezer. Daging yang dibekukan dalam ukuran besar cenderung lebih lama untuk dicairkan. Selain itu, proses pencairan juga bisa tidak merata saat ukuran daging besar, bisa jadi bagian luar sudah cair tetapi bagian dalam daging masih beku. 6. Keluarkan Daging Sesuai Kebutuhan Tips lainnya untuk mencegah kualitas daging kurban beku menurun adalah dengan mencairkan daging sesuai kebutuhan saat ingin diolah. Kebiasaan mengeluarkan seluruh stok daging lalu membekukannya kembali dapat menurunkan kualitas daging secara signifikan. Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang Ayu Diawi Ismayawati menjelaskan bahwa siklus pencairan dan pembekuan ulang tidak disarankan karena dapat membuat kualitas daging turun. “Siklus pencairan dan pembekuan ulang sangat tidak disarankan karena mempercepat penurunan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba,” jelas Ayu Diawi Ismayawati, dilansir Universitas Muhammadiyah Malang (30/5/2026). 7. Beri Label Tanggal Penyimpanan Memberikan label tanggal saat menyimpan daging beku dapat membantu memantau masa simpan dan kualitas daging. Secara umum, daging segar yang disimpan di freezer dapat bertahan sekitar 6-12 bulan. Dengan adanya label, detikers dapat lebih mudah menentukan daging mana yang perlu digunakan terlebih dahulu. 8. Segera Masak Daging yang Sudah Dicairkan Setelah daging berhasil dicairkan, sebaiknya segera diolah menjadi masakan. Semakin lama daging dibiarkan setelah mencair, semakin besar risiko kualitasnya menurun. Apabila belum langsung dimasak, daging yang telah dicairkan sebaiknya hanya disimpan sementara di chiller kulkas dan tidak lebih dari sekitar lima hari. Hindari membekukannya kembali karena dapat memengaruhi tekstur, rasa, dan kondisi daging. Itulah 8 tips yang bisa detikers gunakan untuk mencairkan daging kurban beku secara aman agar tidak mengubah tekstur dan rasanya. Semoga informasi ini bermanfaat!