Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS Mengancam Ekonomi Rumah Tangga

Dollar menguat, rupiah melemah (Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto) Koran Manado – Nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp 17.630 per dolar AS mulai mengancam kondisi ekonomi rumah tangga masyarakat akibat gejolak geopolitik global dan tingginya suku bunga di Amerika Serikat pada Senin (18/5/2026). Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah, menjelaskan bahwa penguatan dolar memicu efek berantai yang meningkatkan biaya hidup masyarakat, seperti dilansir dari Detikcom. Kenaikan harga tersebut terutama berdampak pada bahan pangan pokok seperti tahu dan tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan melalui impor. Selain bahan pokok, harga bahan bakar minyak (BBM) dan sektor transportasi juga berpotensi naik karena Indonesia masih bergantung pada impor minyak dan energi. “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” kata Yunan Syaifullah. Yunan menyarankan masyarakat untuk mengamankan dana darurat, menunda konsumsi yang tidak mendesak, serta fokus pada kebutuhan primer. Sebagian tabungan juga dapat didiversifikasi ke instrumen seperti emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya untuk menjaga nilai aset jangka panjang. Di sisi lain, Yunan mengingatkan bahaya penggunaan layanan kredit instan seperti fitur paylater yang dapat menciptakan ilusi finansial dan menguras tabungan masyarakat saat jatuh tempo. Bagi generasi muda, fenomena melemahnya rupiah ini dipandang sebagai momentum untuk mempelajari keahlian digital dan membangun bisnis sampingan guna menghasilkan pendapatan dalam mata uang dolar. Masyarakat kini diimbau melakukan evaluasi total terhadap arus kas pribadi, memangkas gaya hidup konsumtif, serta berhenti berlangganan layanan digital yang tidak krusial.
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Polres Malang Libatkan Tokoh Masyarakat dalam FKP

Suasana saat forum komunikasi publik yang berlangsung di Aula Polres Malang, Senin (18/5/2026). (Abdullah/Tagarjatim.id) Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Polres Malang kembali menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) bertema “Polri untuk Masyarakat” guna meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Polres Malang, Senin (18/05/2026), dan dihadiri tokoh masyarakat dari 30 Polsek jajaran Polres Malang. Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto mengatakan, pelaksanaan Forum Konsultasi Publik mengacu pada Peraturan Kementerian PAN-RB Nomor 16 Tahun 2017 tentang Forum Konsultasi Publik sebagai sarana dialog dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. “Forum ini menjadi wadah untuk memberikan penilaian terhadap pelaksanaan kebijakan, penerapan kebijakan, hingga dampak kebijakan pelayanan publik. Semua itu dilakukan sebagai bentuk evaluasi demi meningkatkan transparansi dan efektivitas pelayanan,” ujar AKBP Taat saat membuka kegiatan. Menurutnya, Polres Malang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bahkan sejak 2019, Polres Malang telah meraih predikat zona integritas dan pelayanan publik sebagai salah satu bentuk komitmen menghadirkan birokrasi yang bersih dan melayani. “Program ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga simbol komitmen unit kerja untuk menjadi ikon birokrasi yang melayani, bersih, dan bebas dari korupsi,” katanya. Kapolres juga mengajak seluruh peserta forum untuk aktif memberikan masukan dan evaluasi terhadap pelayanan kepolisian agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik. “Melalui forum ini kami ingin bersama-sama mengidentifikasi hambatan yang ada, mencari solusi terbaik, dan terus meningkatkan pelayanan yang transparan, cepat, efektif, dan efisien bagi masyarakat,” tegasnya. Dalam kegiatan tersebut, peserta forum juga menerima paparan hasil survei pelayanan publik Polres Malang yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (LPP-UMM). Koordinator LPP-UMM, Ririn Harini, menjelaskan hasil survei menunjukkan nilai pelayanan publik Polres Malang tahun 2025 mencapai angka 96,98. Beberapa unit pelayanan yang mendapat penilaian tinggi di antaranya pelayanan penerbitan SIM Satlantas dengan nilai 97,03, layanan SP2HP Satresnarkoba dengan nilai 97, layanan SP2HP Satreskrim 96,97, penerbitan SKCK Satintelkam 96,97, SPKT 96,94, serta pelayanan Sattahti sebesar 96,99. “Penilaian tidak hanya berdasarkan responden, tetapi juga mengacu pada lima pilar pelayanan yaitu empathy, professionalism, responsiveness, ownership, dan consistency,” terang Ririn. Ia menambahkan, pelayanan publik yang baik harus mampu memenuhi hingga melampaui kebutuhan masyarakat guna meningkatkan loyalitas, membangun reputasi lembaga, serta menciptakan kepuasan publik. “Pelayanan yang prima menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” pungkasnya.(*)
Apresiasi Bakat Dan Prestasi Anak Muda, UMM Siapkan Beragam Beasiswa Untuk Semua Talenta

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memastikan ketersediaan puluhan ragam beasiswa inklusif untuk menyambut lebih dari 6.000-an mahasiswa baru. Langkah strategis ini menjadi komitmen nyata UMM dalam mematahkan stigma mahalnya biaya kuliah, sekaligus menjamin agar generasi muda berprestasi di seluruh negeri tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi berkualitas. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menjelaskan bahwa kebijakan penyediaan ragam beasiswa ini merupakan wujud tata kelola keuangan universitas yang inklusif dan berkeadilan. “Kami mengelola pendanaan secara strategis agar program beasiswa ini terus berkelanjutan. Ini adalah bentuk nyata filantropi pendidikan Muhammadiyah mrelalui kampus putih,” tegas Juanda 18 Mei lalu pada Tim Humas UMM. Hal ini senada dengan visi universitas bahwa rancangan beasiswa khusus ini ditujukan untuk menjaring talenta terbaik dari seluruh penjuru negeri, tanpa terkecuali. “Melalui program ini, Kampus Putih menunjukkan komitmennya dalam membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi yang bermutu dan berdaya saing global,” jelasnya. Pilihan beasiswa yang ditawarkan sangat adaptif terhadap tren masa kini. Bagi lulusan pendidikan menengah, Beasiswa Pendidikan Indonesia Emas menawarkan potongan sebesar 50% pada Biaya Studi Semester I (BSS-I). Terdapat pula Beasiswa Jalur Prestasi Akademik dan Non Akademik yang memfasilitasi calon mahasiswa masuk UMM tanpa tes. Menariknya, jalur ini turut merangkul influencer (konten kreator) Youtuber dengan subscriber minimal 5k dan selebgram dengan follower minimal 10k, dengan kriteria konten yang kreatif, edukatif, dan positif. Nilai-nilai sosial dan pengabdian juga diutamakan. Kampus ini menyediakan Beasiswa Yatim Piatu yang diberikan kepada siswa/siswi berstatus Yatim/Yatim Piatu yang tidak mampu. Manfaatnya berupa pembebasan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) selama 8 semester. Di tingkat pascasarjana, terdapat Beasiswa 5.000 Doktor untuk Kepala dan Wakil Kepala Sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ekosistem pendanaan pendidikan di UMM semakin komprehensif dengan hadirnya sinergi bersama pemerintah dan dunia usaha. Kampus putih turut mengakomodasi Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk memastikan pemerataan akses bagi mahasiswa berekonomi lemah. Lebih istimewa lagi, Kampus Putih menghadirkan Beasiswa Mitra Industri serta Beasiswa Unit Bisnis UMM yang didukung langsung oleh berbagai badan usaha strategis milik kampus, seperti PT. Taman Sengkaling, PT. Manajemen Hotel, PT Hilirisasi Teknologi, hingga PT BPR Syariah Artha Sinar Sejahtera. Jalur ini tidak sekadar meringankan biaya, melainkan juga menjadi jembatan awal bagi mahasiswa untuk menyerap pengalaman magang dan karir profesional. Ini adalah momentum emas bagi masyarakat luas. Jangan biarkan potensi dan mimpimu terhenti oleh keraguan finansial. Segera persiapkan berkas terbaik Anda dan wujudkan cita-cita di Kampus Putih, karena pendidikan bermutu adalah hak segala bangsa. (faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Akademisi UMM Sebut Pelemahan Rupiah Berdampak pada Kebutuhan Rumah Tangga, Termasuk di Kota Malang

ISTIMEWA RUPIAH LEMAH – Pengajar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah. Ia meyakini bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kebutuhan rumah tangga masyarakat, termasuk di Kota Malang. Ringkasan Berita: Dosen Universitas Muhammadiyah malang (UMM), Yunan Syaifullah, meyakini bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kebutuhan rumah tangga masyarakat, khususnya di Kota Malang Pelemahan rupiah memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan impor SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Pengajar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah malang (UMM), Yunan Syaifullah, meyakini bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kebutuhan rumah tangga masyarakat, termasuk di Kota Malang. Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan menjelaskan, pelemahan rupiah memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan impor. “Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri.” “Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, sehingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” ungkapnya, Senin (18/5/2026). Banyak masyarakat merasa aman karena tidak membeli barang impor secara langsung, padahal menurut Yunan, biaya hidup mereka akan tetap membengkak seiring naiknya biaya produksi industri lokal. “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik.” “Pelemahan rupiah ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Menghadapi situasi fluktuatif ini, ia menyarankan masyarakat untuk tidak panik, melainkan memastikan dana darurat aman dan menunda konsumsi yang tidak mendesak. “Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolaar seperti gawai.” “Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelas Yunan. Di tengah ancaman pelemahan Rupiah ini, ia juga menyoroti bahaya kebiasaan menggunakan layanan kredit instan yang menciptakan ilusi finansial dan berpotensi menguras tabungan. “Kebiasaan masyarakat hobi pay later ini membuat terlena.” “Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang.” “Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya. Yunan mendorong masyarakat untuk melihat fenomena pelemahan rupiah ini sebagai momentum emas mencari peluang penghasilan mandiri dari pasar global.
Pakar UMM Bagikan Strategi Finansial Saat Dolar Melonjak

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah, M.Sc. (Foto: Istimewa) Panduan & Petunjuk Perjalanan MALANG POST – Gejolak geopolitik global dan tingginya suku bunga di Amerika Serikat belakangan ini telah menekan nilai tukar Rupiah secara signifikan. Pelemahan ini bukan sekadar angka di layar bursa, melainkan ancaman nyata yang diam-diam menyusup ke dapur dan dompet masyarakat luas. Menanggapi fenomena ini, Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah, M.Sc memberikan pandangan kritis sekaligus solusi praktis agar masyarakat tetap tangguh secara finansial. Yunan menjelaskan bahwa kenaikan dolar memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan impor. “Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” jelasnya. Banyak masyarakat merasa aman karena tidak membeli barang impor secara langsung, padahal menurut Yunan, biaya hidup mereka akan tetap membengkak seiring naiknya biaya produksi industri lokal. “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Menghadapi situasi fluktuatif ini, ia menyarankan masyarakat untuk tidak panik, melainkan memastikan dana darurat aman dan menunda konsumsi yang tidak mendesak. “Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolar seperti gadget baru. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelas Yunan. Di tengah ancaman inflasi ini, ia juga menyoroti bahaya kebiasaan menggunakan layanan kredit instan yang menciptakan ilusi finansial dan berpotensi menguras tabungan. “Kebiasaan masyarakat kita seperti hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya. Meski demikian, Yunan mendorong generasi muda untuk melihat fenomena penguatan dolar ini sebagai momentum emas mencari peluang penghasilan mandiri dari pasar global. “Sekarang anak muda bisa mempelajari skill digital dan membangun side hustle sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau copywriter. Skill yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini justru menjadi peluang saat Rupiah melemah,” urainya. Sebagai langkah penyelamatan, masyarakat diimbau untuk segera mengevaluasi kembali arus kas (cash flow) pribadinya masing-masing. Berhenti berlangganan layanan yang tidak krusial dan memangkas gaya hidup konsumtif adalah langkah darurat yang wajib diambil. Dalam kondisi kurs yang tengah bergejolak, stabilitas ekonomi seseorang tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar penghasilannya, melainkan seberapa sehat dan rasional ia mengelola keuangannya.(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)
Rayz UMM Hotel Malang Hadirkan Signature Menu Khas, Perpaduan Cita Rasa Lokal dalam Sajian Istimewa

foto TribunJatimTimur.com/Dok Rays UMM Hotel Malang CiITA RASA LOKAL – Rayz UMM Hotel Malang memperkenalkan rangkaian signature menu yang terinspirasi dari cita rasa lokal. TRIBUNJATIMTIMUR.COM, MALANG – Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman kuliner yang berkesan, Rayz UMM Hotel Malang memperkenalkan rangkaian signature menu yang terinspirasi dari cita rasa lokal. Tiga menu unggulan ini terdiri dari Nasi Goreng Rawon, Ayam Goreng Sambal Apel, dan Mochi Apel, masing-masing menghadirkan karakter rasa yang berbeda dan menjadi pilihan menarik untuk dinikmati oleh tamu maupun masyarakat umum. Nasi Goreng Rawon menjadi salah satu menu signature yang mengangkat kekayaan kuliner khas Jawa Timur. Perpaduan nasi goreng dengan bumbu rempah rawon menghadirkan rasa autentik yang gurih dan kaya akan cita rasa tradisional. Menu ini cocok bagi pecinta hidangan lokal yang ingin menikmati sentuhan berbeda dalam sajian sehari-hari. Sementara itu, dua menu lainnya mengangkat apel sebagai salah satu identitas kuliner khas Malang. Ayam Goreng Sambal Apel hadir dengan kombinasi ayam goreng gurih yang disajikan bersama sambal apel segar, menciptakan perpaduan rasa pedas, segar, dan sedikit manis yang unik. Sedangkan Mochi Apel menjadi pilihan camilan manis dengan isian apel yang lembut, sekaligus dapat dijadikan oleh-oleh khas Malang. Hotel Manager Rayz UMM Hotel Malang Yanuar Arifien menambahkan, “Melalui signature menu ini, kami ingin menghadirkan ragam sajian yang dekat dengan kekayaan rasa lokal. Tidak semua menu menggunakan apel, namun kami tetap mengangkat elemen khas daerah, baik melalui kuliner tradisional seperti rawon maupun inovasi olahan apel khas Malang yang sudah dikenal luas.” Ketiga menu ini dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau. Nasi Goreng Rawon tersedia seharga Rp 45.000 nett, Ayam Goreng Sambal Apel Rp 55.000 nett, dan Mochi Apel Rp30.000 nett. Seluruh menu tersedia di Legacy Coffee & Eatery yang menawarkan suasana santai untuk bersantai bersama teman atau keluarga. Selain itu, tamu juga dapat menikmatinya di The SKY Rooftop sambil menikmati panorama kota dari ketinggian. Melalui inovasi signature menu ini, Rayz UMM Hotel Malang terus menghadirkan pengalaman kuliner yang memadukan cita rasa tradisional dengan kreasi modern. Setiap sajian dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda, sekaligus menjadi cara menikmati kekayaan kuliner lokal dalam suasana yang nyaman dan istimewa. Nice People, Nice Place, Rayz the Moments Mengenai Rayz UMM Hotel Hotel bintang 4 di Malang, memiliki 152 kamar dan 5 villa dengan kolam renang pribadi. Berkonsep city resort, Rayz UMM Hotel memiliki fasilitas yang lengkap seperti ballroom, meeting room, restoran, tempat fitness, sky lounge, dan kolam renang. Hotel yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini mempunyai khas dengan dominan warna hitam dan emas dengan 5 tipe kamar yaitu deluxe, super deluxe, executive, family, dan suite. Villa yang berada satu lokasi dengan hotel memiliki 2 tipe yaitu Villa Eureka atau Credo dengan 2 kamar dan Villa Ambasador dengan 3 kamar. (*)
Dolar Melonjak, Rupiah Tertekan: Pakar UMM Bagikan Strategi Finansial
Pakar UMM Bagikan Strategi Finansial Saat Dolar Melonjak

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah, M.Sc pwmu.co –Gejolak geopolitik global dan tingginya suku bunga di Amerika Serikat belakangan ini terus menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut dinilai bukan sekadar persoalan angka di pasar keuangan, tetapi juga ancaman nyata yang berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat. Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah, M.Sc., membagikan pandangan sekaligus strategi praktis agar masyarakat tetap tangguh secara finansial di tengah gejolak ekonomi global. Yunan menjelaskan bahwa kenaikan dolar memicu efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi, terutama karena Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor. “Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” ungkapnya kepada Tim Humas UMM pada 17 Mei lalu. Menurutnya, masyarakat tetap akan terdampak meskipun tidak membeli barang impor secara langsung. Pasalnya, biaya produksi industri lokal ikut meningkat akibat mahalnya bahan baku dan energi. “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Menghadapi situasi ekonomi yang fluktuatif, Yunan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mulai memperkuat pengelolaan keuangan pribadi. Ia menyarankan masyarakat memastikan dana darurat tetap aman serta menunda pembelian barang yang tidak mendesak, terutama produk yang sensitif terhadap kurs dolar. “Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolar seperti gadget baru. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelasnya. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan layanan kredit instan atau paylater. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menciptakan ilusi finansial dan memicu masalah ekonomi baru. “Kebiasaan masyarakat kita seperti hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya. Di tengah melemahnya rupiah, Yunan juga melihat adanya peluang besar bagi generasi muda untuk memperoleh penghasilan dari pasar global. Ia mendorong anak muda mulai mempelajari keterampilan digital dan membangun side hustle sesuai minat mereka. “Sekarang anak muda bisa mempelajari skill digital dan membangun side hustle sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau copywriter. Skill yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini justru menjadi peluang saat Rupiah melemah,” urainya. Sebagai langkah penyelamatan keuangan, masyarakat juga diminta mengevaluasi arus kas pribadi, menghentikan langganan layanan yang tidak penting, serta mengurangi gaya hidup konsumtif. Menurutnya, stabilitas ekonomi seseorang tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara sehat dan rasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Sunday’s Chef Signature Rayz UMM Hotel Hadirkan Heritage Local Breakfast

TribunJatimTimur.com/Dok Rays UMM Hotel Malang FOOD CORNER – Program Sunday’s Chef Signature dengan tema Heritage Local Breakfast yang berlangsung di Sunshine Restaurant Rays UMM Hotel Malang. TRIBUNJATIMTIMUR.COM, MALANG – Rayz UMM Hotel Malang kembali menghadirkan pengalaman sarapan spesial melalui program Sunday’s Chef Signature dengan tema Heritage Local Breakfastyang berlangsung di Sunshine Restaurant. Program ini menjadi bagian dari rangkaian inovasi breakfast hotel dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih berkesan bagi para tamu. Melalui konsep ini, tamu tidak hanya menikmati sajian breakfast regular, namun juga dapat menikmati berbagai stall makanan khas lokal yang disiapkan khusus untuk melengkapi suasana akhir pekan bersama keluarga maupun kerabat. Kehadiran menu-menu tradisional dengan cita rasa autentik menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu yang menginap maupun pengunjung yang datang untuk sarapan. Hotel Manager Yanuar Arifien menambahkan, “Melalui Sunday’s Chef Signature, kami ingin menghadirkan pengalaman sarapan yang tidak hanya lezat, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada para tamu. Kami berharap setiap sajian dapat memberikan kesan hangat, autentik, dan menjadi bagian dari pengalaman menginap yang berkesan di Rayz UMM Hotel.” Pada pelaksanaan hari Minggu, 10 Mei 2026, Rayz UMM Hotel menghadirkan berbagai tambahan menu breakfast lokal seperti Bakso Bakar khas Malang, aneka jajanan pasar tradisional, Rujak Cingur, hingga berbagai pilihan kuliner khas Nusantara lainnya. Mulai pukul 08.00 WIB, para tamu sudah dapat menikmati berbagai sajian spesial tersebut di area restaurant. Tidak hanya berlangsung pada Minggu ini, program Sunday’s Chef Signature juga akan kembali hadir pada 24 Mei 2026 dengan tema Morning Pastry Paradise yang menghadirkan berbagai varian pastry spesial sebagai sajian utama breakfast. Selain menghadirkan pengalaman sarapan yang berbeda, Rayz UMM Hotel Malang juga menghadirkan pengalaman bersantap malam setiap Sabtu malam melalui dinner spesial dengan live music di The SKY Rooftop. Program ini terbuka bagi tamu menginap maupun tamu umum yang ingin menikmati suasana malam Kota Malang dari rooftop hotel. Dengan berbagai inovasi kuliner yang terus dihadirkan, Rayz UMM Hotel berharap dapat menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal untuk menikmati pengalaman menginap, bersantap, dan berkumpul bersama keluarga dalam suasana yang hangat dan berkesan. Nice People, Nice Place, Rayz the Moments Mengenai Rayz UMM Hotel Hotel bintang 4 di Malang, memiliki 152 kamar dan 5 villa dengan kolam renang pribadi. Berkonsep city resort, Rayz UMM Hotel memiliki fasilitas yang lengkap seperti ballroom, meeting room, restoran, tempat fitness, sky lounge, dan kolam renang. Hotel yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini mempunyai khas dengan dominan warna hitam dan emas dengan 5 tipe kamar yaitu deluxe, super deluxe, executive, family, dan suite. Villa yang berada satu lokasi dengan hotel memiliki 2 tipe yaitu Villa Eureka atau Credo dengan 2 kamar dan Villa Ambasador dengan 3 kamar. (*)
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dosen UMM: Ancaman Nyata bagi Dapur dan Dompet Masyarakat

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan UMM, Yunan Syaifullah. Foto: Dok UMM MAKLUMAT — Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh rekor terburuk di Rp17.658 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi (18/5/2026). Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah menyebut hal ini sebagai ancaman nyata. “Gejolak geopolitik global dan tingginya suku bunga di AS belakangan ini telah menekan nilai tukar rupiah secara signifikan. Ini ancaman nyata yang diam-diam menyusup ke dapur dan dompet masyarakat luas,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Maklumat.id pada Senin (18/5/2026). Yunan menjelaskan bahwa kenaikan dolar memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan impor. “Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi juga naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” jelasnya. Ia juga mencermati banyaknya narasi yang beredar bahwa masyarakat akan aman karena tidak membeli barang impor secara langsung. Padahal biaya hidup masyarakat akan tetap membengkak seiring naiknya biaya produksi industri lokal yang diakibatkan lemahnya nilai tukar rupiah. Baca Juga UMM Raih Mandat UNESCO Chair, Retno Marsudi: Gigih Dorong Pengembangan Ekosistem Perairan “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Strategi Finansial Saat Dolar Melonjak Menghadapi situasi lemahnya nilai tukar rupiah yang fluktuatif ini, Yunan menyarankan masyarakat untuk tidak panik. Ia mengajak masyarakat agar memastikan dana darurat aman dan menunda konsumsi yang tidak mendesak. “Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap dolar seperti gadget baru. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelasnya. Di tengah ancaman inflasi ini, Yunan juga menyoroti bahaya kebiasaan menggunakan layanan kredit instan yang menciptakan ilusi finansial dan berpotensi menguras tabungan. Salah satunya seperti kebiasaan menggunakan paylater. “Kebiasaan masyarakat kita seperti hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya. Sebagai langkah penyelamatan, masyarakat diimbau untuk segera mengevaluasi kembali arus kas (cash flow) pribadinya masing-masing. Berhenti berlangganan layanan yang tidak krusial dan memangkas gaya hidup konsumtif, dinilai sebagai langkah darurat yang wajib diambil. Baca Juga Keren! Mahasiswa UMM Kembangkan Metaverse VR Pendidikan Dalam kondisi kurs yang tengah bergejolak, Yunan menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi seseorang tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar penghasilan, melainkan seberapa sehat dan rasional individu mengelola keuangannya. Kendati demikian, Yunan juga mendorong generasi muda untuk melihat fenomena penguatan dolar ini sebagai momentum emas mencari peluang penghasilan mandiri dari pasar global. “Sekarang anak muda bisa mempelajari skill digital dan membangun side hustle sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau copywriter. Skill yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini dapat menjadi peluang saat rupiah melemah,” jelasnya. *) Penulis: M Habib Muzaki