Kampus Putih Mendunia! UMM Raih UNESCO Chair untuk Ekosistem Air

pwmu.co –Di tengah ancaman krisis air global, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menorehkan capaian monumental dengan dikukuhkan sebagai pemegang mandat bergengsi UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026. Pengakuan internasional ini mendapat apresiasi langsung dari Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, yang menegaskan posisi UMM sebagai salah satu garda terdepan Indonesia dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dunia. Momentum ini menjadi sorotan dalam prosesi Wisuda ke-121 UMM yang digelar Selasa (28/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Retno Marsudi yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024 hadir memberikan orasi ilmiah sekaligus apresiasi atas kontribusi UMM dalam riset dan pengabdian masyarakat. “UMM selalu gigih mendorong pengembangan ekosistem perairan, tidak hanya terfokus pada aspek pelestarian namun juga penguatan ekonomi masyarakat. Universitas ini mengambil langkah-langkah kecil yang kemudian menjadi bagian penting dari langkah besar dunia,” ujarnya. Dalam orasinya, Retno mengungkap fakta serius terkait kondisi air global yang semakin terancam akibat perubahan iklim. Salah satunya adalah hilangnya sekitar 600 gigaton gletser dunia pada tahun 2023. Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi tiga krisis air utama: Banjir mendominasi 80–90% bencana alam dalam satu dekade terakhir Pada 2024, banjir berdampak pada 400 juta jiwa dan kerugian mencapai 550 miliar dolar AS Kekeringan diproyeksikan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030 Sebanyak 2,2 miliar penduduk dunia belum memiliki akses air minum yang aman Menurutnya, krisis ini juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan global, mengingat sekitar 70% penggunaan air tawar digunakan untuk sektor pertanian. Melalui mandat UNESCO Chair tersebut, ia berharap UMM terus menjadi motor inovasi dalam teknologi pengelolaan air, seperti efisiensi penggunaan air, daur ulang, desalinasi, hingga sistem pendingin hemat air. Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa arah pengembangan kampus tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program Center of Excellence, UMM mengintegrasikan kurikulum dengan kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam pengelolaan sumber daya air sebagai solusi strategis berbasis keberlanjutan. “Pengelolaan air yang kami kembangkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi bagian dari solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menghadirkan akses air yang lebih layak, terutama bagi wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan. Menurutnya, capaian ini menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya. Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada para wisudawan untuk terus membawa semangat pelestarian lingkungan dalam kehidupan bermasyarakat. Mandat UNESCO yang diterima UMM, menurutnya, bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah besar. Para lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masa depan peradaban. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
UMM Raih Penghargaan Kehumasan Inovatif, Bukti Kampus Digital

pwmu.co –Kinerja unggul dan adaptasi teknologi di bidang kehumasan kembali mengantarkan Universitas Muhammadiyah Malang meraih prestasi membanggakan. Kampus Putih sukses menyabet penghargaan Innovative Public Relation and Information yang diserahkan pada Sabtu (25/4) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berdampak. “Penghargaan ini memiliki makna yang sangat besar bagi UMM. Ini bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan atas komitmen kami yang selalu berupaya relevan dengan perkembangan zaman. Ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh tim dalam membangun jembatan komunikasi yang efektif antara kampus dan masyarakat,” tegasnya. Menurut Maharina, inovasi utama yang menjadi kunci keberhasilan UMM terletak pada keberanian melakukan konvergensi media. UMM tidak lagi hanya mengandalkan rilis berita konvensional, tetapi juga mengintegrasikan berbagai platform digital. Mulai dari pemanfaatan media sosial yang interaktif, produksi konten audio visual secara masif, hingga optimalisasi sistem informasi yang ramah pengguna, seluruhnya dirancang untuk menjangkau publik secara lebih luas dan efektif. “Dampak dari strategi komunikasi yang kami bangun sangat terasa. Bagi civitas akademika, mereka kini lebih cepat mendapatkan akses informasi. Sementara bagi publik luas, mereka bisa melihat secara transparan berbagai capaian prestasi, riset, dan kontribusi nyata UMM bagi bangsa. Keterbukaan inilah yang membuat trust masyarakat kepada UMM terus meningkat,” tambahnya. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi di bidang kehumasan agar mampu menjawab tantangan disrupsi digital. “Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem informasi dengan mengadopsi teknologi terbaru, termasuk kecerdasan buatan, untuk menganalisis tren publik. Kami ingin menciptakan inovasi informasi yang jauh lebih interaktif. Harapannya, UMM akan terus menjadi trendsetter dalam praktik public relations perguruan tinggi di tingkat nasional,” pungkasnya. Penghargaan yang dianugerahkan oleh PWMU.co ini semakin mengukuhkan posisi UMM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dalam komunikasi publik. Melalui semangat inovasi yang berkelanjutan, UMM berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang profesional, relevan, dan tepercaya, sekaligus memberikan inspirasi serta manfaat luas bagi masyarakat. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Retno Marsudi “Guncang” Wisuda UMM: Dunia Krisis Air, Kampus Putih Diminta Pimpin Solusi Global

Wisuda UMM, Retno Marsudi, Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, datang membawa kabar genting: dunia tengah menuju krisis air yang kian tak terkendali.(Ist) Malangpariwara.com – Panggung Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (28/4/2026), berubah menjadi forum peringatan keras tentang masa depan bumi. Retno Marsudi, Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, datang membawa kabar genting: dunia tengah menuju krisis air yang kian tak terkendali.(Ist) Retno Marsudi, Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, datang membawa kabar genting: dunia tengah menuju krisis air yang kian tak terkendali. Di tengah situasi global yang mengkhawatirkan itu, UMM justru mencuri perhatian. Kampus berjuluk “Kampus Putih” tersebut resmi menyandang mandat prestisius UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026—sebuah pengakuan kelas dunia yang menempatkan UMM di garis depan inovasi pengelolaan air berkelanjutan. Dalam orasi ilmiahnya, Retno tak hanya memberi selamat, tetapi juga “menantang” UMM untuk mengambil peran lebih besar. Ia menegaskan, langkah-langkah kecil yang dilakukan kampus dalam riset dan pengabdian masyarakat kini telah beresonansi secara global. “UMM menunjukkan bahwa solusi besar dunia bisa lahir dari aksi nyata di tingkat lokal,” tegasnya di hadapan ribuan wisudawan dan keluarga yang memadati arena. Namun di balik apresiasi itu, Retno membeberkan fakta mencemaskan. Dunia kehilangan sekitar 600 gigaton gletser pada 2023. Dalam satu dekade terakhir, 80–90 persen bencana alam didominasi banjir. Sepanjang 2024 saja, banjir berdampak pada 400 juta orang dengan kerugian ekonomi mencapai 550 miliar dolar AS. Tak berhenti di situ, ancaman kekeringan diproyeksikan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030. Bahkan, hingga kini sekitar 2,2 miliar penduduk dunia masih belum memiliki akses air minum yang aman. “Krisis air bukan sekadar isu lingkungan, tapi ancaman nyata bagi pangan, kesehatan, dan stabilitas global,” ujarnya. Retno menekankan, sektor pertanian yang menyerap 70 persen air tawar dunia menjadi titik krusial. Tanpa inovasi, ketahanan pangan global bisa runtuh. Karena itu, ia mendorong UMM untuk mengakselerasi riset teknologi air—mulai dari efisiensi penggunaan, daur ulang, hingga desalinasi dan sistem pendingin hemat air. Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa capaian UNESCO Chair bukan sekadar prestasi simbolik. Menurutnya, ini adalah mandat besar yang harus diwujudkan dalam aksi nyata. “Kami tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi. Pengelolaan air menjadi fokus strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Melalui program Center of Excellence, UMM mengintegrasikan riset, pembelajaran, dan pengabdian untuk memperkuat ketahanan air, termasuk lewat pemanfaatan energi mikrohidro dan kolaborasi lintas sektor. Di akhir prosesi, pesan kuat disampaikan kepada para wisudawan: gelar akademik bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab. Mereka diminta menjadi agen perubahan yang tak hanya cerdas, tetapi juga peduli pada krisis lingkungan yang kian nyata. Momentum wisuda kali ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Dari Malang, pesan global digaungkan: krisis air adalah ancaman nyata dan solusi harus dimulai sekarang.(Djoko W)
Pendaftaran Beasiswa Pemimpin Muda UMM 2026 Dibuka! Khusus Pengurus OSIS, Bisa Kuliah Tanpa Tes

Ilustrasi – Pendaftaran beasiswa jalur pemimpin muda UMM tahun akademik 2026 dibuka. (umm.ac.id) BICARANETWORK.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan peluang eksklusif bagi para aktivis sekolah melalui Beasiswa Jalur Pemimpin Muda tahun akademik 2026. Program ini dirancang khusus untuk mengapresiasi siswa-siswi yang memiliki pengalaman organisasi sebagai pengurus OSIS untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa melalui jalur tes reguler. Langkah tersebut merupakan komitmen Kampus Putih UMM dalam mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Keuntungan Jalur Pemimpin Muda UMM Para penerima beasiswa ini akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, di antaranya: Bebas tes masuk: Seleksi didasarkan pada rekam jejak organisasi dan prestasi. Potongan biaya pendidikan: Potongan atau pembebasan biaya SPP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jalur khusus: Proses administrasi yang lebih cepat dan terarah. Pengembangan soft skill: Kesempatan bergabung dalam komunitas mahasiswa berprestasi untuk mengasah kemampuan kepemimpinan lebih lanjut. Syarat Pendaftaran Bagi Anda yang menjabat atau pernah menjadi pengurus OSIS, berikut adalah persyaratan utama yang harus dipenuhi: Jabatan organisasi: Pernah atau sedang menjabat sebagai pengurus OSIS (Ketua, Wakil, Sekretaris, atau Bendahara) di tingkat SMA/SMK/MA sederajat. Nilai akademik: Memiliki nilai rata-rata rapor yang baik (biasanya minimal semester 1-5). Tahun lulus: Terbuka bagi lulusan tahun berjalan (2026) maupun lulusan satu tahun sebelumnya. Rekomendasi: Melampirkan Surat Keterangan atau Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah yang menyatakan status kepengurusan OSIS. Kesehatan: Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari narkoba. Dokumen yang Diperlukan Siapkan berkas-berkas berikut dalam bentuk digital (PDF/JPG): Scan rapor semester 1 sampai 5. Bukti sah kepengurusan OSIS (SK Pengurus atau Surat Keterangan Kepala Sekolah). Scan KTP/Kartu Pelajar dan Kartu Keluarga (KK). Pas foto berwarna terbaru. Sertifikat prestasi pendukung lainnya (jika ada). Cara Daftar Beasiswa UMM Proses pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui portal penerimaan mahasiswa baru (PMB) UMM, berikut langkah-langkahnya: Akses laman resmi: online.umm.ac.id. Pilih jalur pendaftaran Beasiswa Jalur Pemimpin Muda. Buat akun pendaftaran dan lengkapi data diri sesuai identitas asli. Unggah berkas dokumen yang diminta. Pantau hasil seleksi administrasi melalui akun pendaftaran masing-masing. Inilah saatnya mengubah pengalaman organisasi Anda menjadi tiket menuju masa depan cerah di salah satu kampus terbaik di Jawa Timur. Jangan lewatkan kesempatan untuk kuliah di UMM tanpa tes dan nikmati berbagai kemudahan pendidikannya. Segera siapkan surat rekomendasi dari sekolah Anda dan daftarkan diri sebelum kuota jalur khusus ini terpenuhi!***
Tembus Ketatnya Industri Otomotif Jepang, 10 Mahasiswa UMM Magang di Daihatsu Kyushu

Menembus ketatnya industri otomotif Jepang yang terkenal dengan kedisiplinan dan standar tinggi bukanlah perkara mudah. Namun, tantangan tersebut berhasil dijawab oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui program magang bergengsi di Daihatsu Kyushu, Jepang, kampus putih kembali mengukuhkan kualitas mahasiswanya di level internasional. Nicholas Saputra, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2022, menjadi salah satu dari 10 mahasiswa tangguh yang berhasil lolos seleksi untuk menjalani program ini selama satu tahun penuh, terhitung sejak 6 Agustus 2025. Kesempatan emas ini diperoleh melalui jalur resmi kampus yang diinformasikan langsung oleh program studi. Untuk mencapai titik tersebut, Nicholas dan kesembilan rekannya harus melewati proses seleksi yang panjang dan tidak sederhana. Rangkaian ujiannya meliputi tes fisik yang menuntut kebugaran prima, psikotes, evaluasi kemampuan akademik, hingga pelatihan bahasa Jepang dasar guna memastikan kesiapan mereka. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga mencerminkan kesiapan mahasiswa UMM dalam menghadapi persaingan global yang sesungguhnya. Pasalnya, dunia industri Jepang sangat lekat dengan budaya kerja yang disiplin, ritme cepat, dan menuntut profesionalisme tinggi. Dalam program tersebut, kesepuluh mahasiswa ditempatkan di berbagai divisi krusial. Mereka terlibat langsung di divisi welding (pengelasan) yang membutuhkan ketelitian menyambung rangka presisi, divisi painting (pengecatan) untuk pelapisan anti-karat dan pewarnaan bodi, hingga divisi assembly (perakitan) yang bertugas merangkai ribuan komponen menjadi mobil utuh. Pengalaman ini memberikan pembelajaran praktis berharga di luar ruang kelas, sekaligus memperkuat kompetensi teknis mereka. “Kalau kerjanya ya disiplin, tepat waktu, terus gak boleh sembarangan, benar-benar harus profesional,” ungkapnya. Ia mengaku sempat mengalami culture shock dengan ritme kerja yang padat. Jam kerja yang panjang serta kewajiban lembur yang hampir ada setiap hari sempat membuatnya kaget. Namun di sisi lain, sistem tersebut memberikan kompensasi yang adil dan jelas. Upah lembur yang diterima lebih tinggi dibanding jam kerja normal, sehingga memberikan semangat ekstra bagi para mahasiswa. Di balik capaian tersebut, kendala bahasa dan adaptasi budaya tetap menjadi hambatan utama dalam komunikasi di pabrik. Namun, hal itu justru diubah menjadi proses pembelajaran yang membentuk ketangguhan mental. “Kerja di luar negeri itu menarik, buat nyari skill baru, pengalaman baru, biar tahu rasanya kerja sama orang Jepang,” tuturnya. Capaian ini memperkuat citra UMM yang senantiasa sukses menjembatani kualitas akademik dengan realitas industri global. Kisah Nicholas membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah mampu menembus panggung internasional berbekal kesiapan, keberanian, dan dukungan ekosistem kampus yang kuat.(alg/faq) Penulis: Mustafa Ahmad Al Ghifary | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Disaksikan Retno Marsudi, UMM Dikukuhkan Sebagai Garda Terdepan Air Dunia oleh UNESCO

Disaksikan Retno Marsudi, UMM Dikukuhkan Sebagai Garda Terdepan Air Dunia oleh UNESCO, Selasa 28 April 2026. (ist). MALANG, PENAJATIM.COM – Universitas Muhammadiyah Malang mencatat sejarah baru di kancah global. Disaksikan langsung oleh Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M., Kampus Putih resmi dikukuhkan sebagai pemegang mandat _UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026. Pengukuhan prestisius itu digelar di tengah prosesi Wisuda ke-121 UMM, Selasa (28/4/2026(. Retno Marsudi yang juga Menteri Luar Negeri RI 2014-2024 hadir memberikan orasi ilmiah sekaligus apresiasi tinggi atas konsistensi UMM mendorong riset dan pengabdian di sektor air. “UMM selalu gigih mendorong pengembangan ekosistem perairan, tidak hanya terfokus pada aspek pelestarian namun juga penguatan ekonomi masyarakat. Universitas ini mengambil langkah-langkah kecil yang kemudian menjadi bagian penting dari langkah besar dunia,” tegas Retno di hadapan ribuan wisudawan. Dalam orasinya, diplomat senior itu memaparkan kondisi darurat air dunia. Sepanjang 2023, sebanyak 600 gigaton gletser lenyap akibat perubahan iklim. Dunia kini menghadapi tiga krisis air ekstrem secara bersamaan. Pertama, banjir mendominasi 80-90% bencana alam dalam sepuluh tahun terakhir. Tahun 2024 saja, banjir berdampak pada 400 juta jiwa dan merugikan ekonomi global hingga 550 miliar Dolar AS. Kedua, kekeringan diproyeksikan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030 dan akan menimpa tiga perempat populasi bumi di 2050. Ketiga, 2,2 miliar penduduk dunia masih hidup tanpa akses air minum aman, memicu penyakit akibat sanitasi buruk. Retno mengingatkan, 70% air tawar dunia terserap sektor pertanian. Jika krisis air tak ditangani, ketahanan pangan global ikut runtuh. Karena itu, ia menaruh harapan besar pada UMM untuk menggerakkan inovasi teknologi efisiensi air, daur ulang, desalinasi, hingga sistem pendingin hemat air. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si memberikan cinderamata kepada Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M. (Sumber Humas UMM). Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan mandat UNESCO Chair membuktikan arah baru perguruan tinggi. Lewat _Center of Excellence_, UMM mengintegrasikan kurikulum dengan pengalaman belajar berbasis ekosistem dan kebutuhan riil masyarakat. “Pengelolaan air yang kami kembangkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi bagian dari solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menghadirkan akses air yang lebih layak, terutama bagi wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan,” jelasnya. Fokus riset air UMM mencakup pemanfaatan energi mikrohidro hingga penguatan ketahanan wilayah. Bagi Nazaruddin, capaian ini menegaskan kampus punya tanggung jawab menghadirkan dampak nyata, bukan sekadar mencetak lulusan. Menutup sambutan, Rektor menitipkan pesan khusus kepada ribuan wisudawan. Mandat UNESCO bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar untuk Indonesia dan dunia. Ia mendorong lulusan UMM jadi agen perubahan yang tangguh secara intelektual dan peduli pada bumi. “Jadilah sumber kebaikan di mana pun berkarya demi menjaga titipan kehidupan bersama untuk Indonesia dan dunia,” pesannya. Dengan pengukuhan ini, UMM resmi jadi garda terdepan dari Indonesia dalam menjaga nadi kehidupan ekosistem perairan global. (Zai).
Webometrics Rilis Daftar 20 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Januari 2026

BINUS. binus.ac.id Haloindonesia- Lembaga pemeringkatan internasional Webometrics merilis daftar universitas terbaik dunia edisi Januari 2026 pada Senin (27/4/2026) yang menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi swasta di Indonesia. Sebanyak 20 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berhasil mencatatkan posisi signifikan dalam peta akademik global tersebut. Universitas Bina Nusantara (Binus University) memimpin daftar sebagai PTS terbaik di Indonesia menurut data yang dilansir dari Medcom. Kampus ini menempati peringkat 1.268 dunia dan menjadi institusi swasta pertama asal Indonesia yang menembus jajaran 1.500 besar universitas terbaik dunia. Menyusul di posisi kedua, Telkom University meraih peringkat 1.310 secara global atau posisi ke-13 di tingkat nasional. Posisi ketiga ditempati oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berada di peringkat 1.760 dunia dan peringkat 18 di Indonesia. Data Webometrics menunjukkan persebaran mutu pendidikan tinggi swasta kini tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Sejumlah kampus dari luar Jawa, seperti Universitas Medan Area (UMA) di Sumatra Utara dan Universitas Teknokrat Indonesia di Lampung, turut menembus daftar peringkat teratas nasional. Daftar 20 PTS Terbaik Indonesia Versi Webometrics Januari 2026 Peringkat PTS Nama Perguruan Tinggi Peringkat Dunia 1 Universitas Bina Nusantara 1.268 2 Telkom University 1.310 3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 1.760 4 Universitas Muhammadiyah Malang 1.896 5 Universitas Muhammadiyah Surakarta 2.248 6 Universitas Medan Area 2.393 7 Universitas Pelita Harapan 2.553 8 Universitas Kristen Satya Wacana 2.688 9 Universitas Katolik Parahyangan 2.892 10 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 2.900 11 Universitas Gunadarma 2.921 12 Universitas Islam Indonesia 2.997 13 Universitas Islam Malang 3.114 14 Universitas Islam Sultan Agung 3.173 15 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya 3.233 16 Universitas Mercu Buana 3.285 17 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 3.285 18 Universitas Surabaya 3.340 19 Universitas Sanata Dharma 3.520 20 Universitas Teknokrat Indonesia 3.596 Indikator penilaian yang digunakan mencakup visitas, transparansi, dan keunggulan akademik dari masing-masing institusi. Kehadiran PTS Indonesia dalam pemeringkatan internasional ini dianggap sebagai bukti daya saing akademik yang semakin kompetitif di level global.
UMM Buktikan Keunggulan Sebagai Kampus Inovatif Dibidang Kehumasan

Kinerja luar biasa dan adaptasi teknologi dalam bidang kehumasan kembali mengantarkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih prestasi membanggakan. Kampus Putih sukses menyabet penghargaan bergengsi Innovative Public Relation and Information. Momen penyerahan penghargaan ini dilangsungkan pada Sabtu (25/4) bertempat di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa apresiasi ini memiliki makna mendalam dan menjadi pemacu semangat bagi UMM untuk terus menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan berdampak. “Penghargaan ini memiliki makna yang sangat besar bagi UMM. Ini bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan atas komitmen kami yang selalu berupaya relevan dengan perkembangan zaman. Ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh tim dalam membangun jembatan komunikasi yang efektif antara kampus dan masyarakat,” tegasnya. Menanggapi inovasi yang menjadi kunci keberhasilan UMM di bidang public relations, Maharina sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kuncinya terletak pada keberanian melakukan konvergensi media. UMM tidak lagi sekadar mengandalkan rilis berita konvensional, melainkan aktif melakukan integrasi platform digital. Mulai dari pemanfaatan media sosial yang interaktif, produksi konten audio visual secara masif, hingga optimalisasi sistem informasi yang ramah pengguna. “Dampak dari strategi komunikasi yang kami bangun sangat terasa. Bagi civitas akademika, mereka kini lebih cepat mendapatkan akses informasi. Sementara bagi publik luas, mereka bisa melihat secara transparan berbagai capaian prestasi, riset, dan kontribusi nyata UMM bagi bangsa. Keterbukaan inilah yang membuat trust masyarakat kepada UMM terus meningkat,” tambahnya. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa UMM telah menyiapkan sejumlah langkah strategis ke depan untuk terus mengembangkan inovasi informasi agar tidak tertinggal oleh disrupsi digital. “Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem informasi dengan mengadopsi teknologi terbaru, termasuk kecerdasan buatan, untuk menganalisis tren publik. Kami ingin menciptakan inovasi informasi yang jauh lebih interaktif. Harapannya, UMM akan terus menjadi trendsetter dalam praktik public relations perguruan tinggi di tingkat nasional,” pungkasnya. Prestasi yang dianugerahkan oleh portal berita PWMU.co. ini pada akhirnya semakin mengukuhkan posisi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dalam berkomunikasi. Melalui semangat tiada henti untuk berinovasi, Kampus Putih UMM berkomitmen untuk terus hadir memberikan pencerahan, inspirasi, dan menebar manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penyajian informasi yang profesional, relevan, dan tepercaya.(faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Diskusi UMM Bahas Konflik AS–Iran dan Dampaknya bagi Indonesia

Peserta diskusi diskusi kritis yang mengupas konflik Amerika Serikat–Iran. Foto: Istimewa/PWMU.CO pwmu.co –https://pwmu.co/diskusi-umm-bahas-konflik-as-iran-dan-dampaknya-bagi-indonesia/Forum Ruang Gagasan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menarik lebih dari 100 peserta dalam diskusi kritis yang mengupas konflik Amerika Serikat–Iran serta dampaknya terhadap stabilitas global dan posisi Indonesia. Digelar di RBC A. Malik Fadjar Institute, Kamis (23/4/2026), kegiatan ini menegaskan pentingnya literasi geopolitik dan sikap strategis Indonesia di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) UMM bekerja sama dengan Rumah Baca Cerdas (RBC) Abdul Malik Fadjar dan Program Studi Hubungan Internasional UMM. Hadir sebagai pembicara, Prof. Hikmahanto Juwana, Prof. Gonda Yumitro, dan Airlangga Pribadi. Ketiganya menyoroti bahwa konflik AS–Iran bukan sekadar persoalan bilateral, melainkan memiliki dampak luas terhadap stabilitas global, termasuk bagi Indonesia. Guru Besar Hukum Internasional, Prof. Hikmahanto Juwana, menilai posisi Indonesia berada dalam situasi yang tidak sederhana. “Sebagai negara nonblok, Indonesia berada dalam posisi dilematis. Namun, Indonesia tetap harus memiliki sikap yang jelas, terutama dalam melihat dampak kemanusiaan dari konflik yang terjadi,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Gonda Yumitro, yang merupakan guru besar pada Prodi Hubungan Internasional UMM, mengungkapkan bahwa persepsi global masih menempatkan Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam politik luar negeri bebas aktif. Diki Wahyudi, Sekretaris Pusat Studi Islam Berkemajuan UMM, menilai bahwa konflik Amerika–Iran tidak hanya persoalan geopolitik, tetapi juga krisis kemanusiaan yang berdampak luas terhadap kesejahteraan sosial masyarakat global. Dalam perspektif kesejahteraan sosial, eskalasi konflik Amerika–Iran harus dilihat sebagai ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup masyarakat sipil. “Sekitar 65 persen publik global melihat Indonesia konsisten dengan prinsip bebas aktif. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran terhadap dampak ekonomi, khususnya terkait energi dan rantai pasok,” jelasnya. Di sisi lain, Airlangga Pribadi menekankan pentingnya literasi geopolitik di kalangan generasi muda. “Diskusi seperti ini penting untuk membangun kesadaran bahwa konflik global harus dilihat tidak hanya dari aspek politik, tetapi juga kemanusiaan,” katanya. Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa penguatan literasi menjadi kunci dalam menghadapi derasnya arus informasi global. “Kampus harus menjadi pusat produksi gagasan. Tanpa literasi yang kuat, kita mudah terjebak pada informasi yang tidak utuh,” ujarnya. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan kritis. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya perhatian akademisi dan mahasiswa terhadap isu-isu global yang semakin kompleks. Melalui forum ini, UMM mendorong penguatan tradisi intelektual sekaligus meningkatkan peran generasi muda dalam merespons dinamika geopolitik dunia secara kritis dan konstruktif. (*) *) Penulis : Abdus Salam
Board Game Lingkungan Antar Mahasiswa UMM Raih Penghargaan Internasional

Mahasiswa Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang, Izza Amalia, berhasil meraih penghargaan Best Delegate dalam ajang International Youth Connection Batch 4 yang digelar di Singapura dan Malaysia pada 20–23 April 2026.(Ist) SINGAPURA–MALAYSIA Malangpariwara.com — Inovasi sederhana berbasis permainan papan justru mengantarkan prestasi besar di kancah internasional. Mahasiswa Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang, Izza Amalia, berhasil meraih penghargaan Best Delegate dalam ajang International Youth Connection Batch 4 yang digelar di Singapura dan Malaysia pada 20–23 April 2026. Izza Amalia, berhasil meraih penghargaan Best Delegate dalam ajang International Youth Connection Batch 4.(Ist) Malang Pariwara – Capaian tersebut berangkat dari kegelisahan Izza terhadap metode edukasi lingkungan yang dinilai masih kaku dan kurang menarik bagi generasi muda. Ia kemudian menggagas sebuah board game edukatif bertajuk “Pahlawan PRIMA” sebagai alternatif pembelajaran yang lebih interaktif dan aplikatif. “Permainan ini saya rancang agar edukasi lingkungan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendorong aksi nyata,” ujar Izza. Dalam permainan tersebut, pemain diajak masuk ke dalam cerita Pulau PRIMA—sebuah kawasan yang awalnya hijau dan seimbang, namun perlahan mengalami kerusakan akibat sampah, krisis air, dan bencana ekologis. Pemain kemudian berperan sebagai “pahlawan” yang harus mengambil keputusan strategis untuk menyelamatkan pulau. Setiap langkah dalam permainan memiliki konsekuensi langsung terhadap kondisi lingkungan di Pulau PRIMA. Hal ini membuat pemain tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga belajar mengambil keputusan berbasis solusi. Secara mekanisme, board game ini dilengkapi berbagai kartu interaktif, mulai dari kartu aksi yang mengajarkan perilaku ramah lingkungan, kartu tantangan yang mendorong praktik langsung, hingga kartu risiko yang memicu diskusi kelompok. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih hidup dan kolaboratif. Izza menilai, metode berbasis permainan mampu meningkatkan keterlibatan peserta dibandingkan pendekatan konvensional. “Saya ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan keseharian, sehingga pesannya bisa membekas dan mengubah perilaku,” tambahnya. Tak hanya meraih penghargaan individu, inovasi tersebut juga membawa tim Izza menyabet predikat Best Group dalam ajang yang sama. Prestasi ganda ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat global, terutama dalam mendorong kesadaran lingkungan melalui pendekatan kreatif.(Djoko W)