Cerita Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UMM Ajarkan Bahasa Arab di Serawak

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa memberikan eksposur internasional pada mahasiswanya. Salah satunya dengan memberangkatkan enam mahasiswanya untuk menjalani program magang internasional di Institut Tahfiz Bintulu, Sarawak, Malaysia. Program yang dilaksanakan Juli-September 2025 ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UMM dengan lembaga pendidikan tahfiz terbesar di Sarawak yakni Institut Tahfiz Bintulu. Enam mahasiswa terpilih yang diberangkatkan pada Juli lalu adalah Muhammad Alfaridzi, Ameliya Dhalallul Hanan, Yusuf Tirta Ali, Innasatun Nabilatin Nadif, Zakiah Salsabila, dan Khoirul Anam. Mereka berhasil lolos melalui proses seleksi yang ketat. Adapun program magang ini berfokus pada pengembangan dan pengajaran bahasa Arab kepada para santri di Institut Tahfiz Bintulu. Mahasiswa UMM turut menyusun dan melaksanakan berbagai kegiatan pembelajaran seperti pengajaran mufrodat (kosakata), insya’ (mengarang), muhadatsah (percakapan), hingga kelas multimedia bahasa Arab. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan ujian akhir yang mencakup ujian lisan dan tulis. Khoirul Anam, salah satu peserta magang yang menjadi perwakilan kelompok, mengaku banyak mendapatkan pengalaman yang berharga. “Melalui program ini, saya dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang selama ini saya pelajari di bangku kuliah dengan suasana baru yakni siswa luar negeri, Ini adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi saya,” ujar Anam. Anam juga menceritakan keseharian mereka selama di Sarawak. Banyak tempat hiburan seperti Mall, Play Ground, Pantai dan Kebun Binatang. Namun jarang sekali ramai pengunjung karena, warga sana lebih senang bekerja dari pada liburan. Bahkan ada beberapa mall tempat harus gulung tikar karena sepi pengunjung. Kemudian, kuliner lokal seperti nasi lemak, nasi kerabu, kari, milo, hingga teh tarik, serta dinamika sosial masyarakat setempat yang harmonis juga menyenangkan meski terdiri dari berbagai latar belakang agama. “Karena disana mayoritas umat Tionghoa, jadi kami harus lebih hati-hati dalam memilih makanan karena umat Islam di Sarawak merupakan minoritas,” katanya. Di sisi lain, Dr. Muhammad Fadli Ramadhan, S. Pd. I., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menegaskan bahwa, dua bulan ini bukanlah sekedar memenuhi SKS semata. Namun tentang menempa diri belajar mandiri di negri orang memahami budaya baru dan yang paling terpenting mengaplikasikan ilmu dan pengabdian nyata. “Jadikan setiap pelajaran, teguran, senyuman yang kalian dapatkan di sana sebagai bekal yang berharga terus kembangkan potensi,” ujarnya. Program magang ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berdaya saing global. Para mahasiswa berharap program ini dapat terus berlanjut dan membuka lebih banyak peluang bagi generasi berikutnya untuk belajar dan mengabdi di luar negeri. (wil)

Olimpiade Sains Nasional 2025, UMM Jadi Tuan Rumah

Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA tahun 2025 akan segera dilangsungkan, 6-12 Oktober 2025 mendatang. Ratusan siswa dan siswi akan bersaing pada berbagai mata pelajaran yang dilombakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selaku tuan rumah. Ajang bergengsi tingkat nasional ini juga menjadi wadah berkompetisi para generasi muda terbaik. Terkait hal ini, Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. mengatakan, OSN juga merupakan langkah strategis menyiapkan talenta terbaik di setiap daerah. Mulai dari jenjang dasar hingga menengah. “Ini juga langkah untuk menyiapkan talenta unggul di bidang riset inovasi sekaligus memperoleh input untuk tahap pembinaan melalui bina talenta Indonesia. Ini juga perwujudkan dari pendidikan bermutu bagi semua karena ada proses penjaringan talenta terbaik dari seluruh Indonesia,” katanya. Adapun olimpiade ini mencakup sembilan bidang keilmuan. Meliputi matematika, fisika, kimia, biologi, astronomi, ekonomi, kebumian, geografi, dan informatika. Setiap bidang diuji tidak hanya melalui tes teori yang mendalam tetapi juga melalui praktikum atau eksperimen. Menguji kemampuan aplikatif dan pemecahan masalah nyata para peserta. Mariman, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa OSN juga menjadi cara mempercepat penjaringan prestasi putra-putri terbaik bangsa secara akuntabel. Yakni dengan melibatkan catur pilar pendidikan, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, masyarakat dan media. Hal menarik juga ia sampaikan terkait bagaimana OSN menjadi satu langkah untuk menerjemahkan Asta Cita presiden Indonesia. Mariman menilai, ajang ini mengimplementasikan Asta Cita ke 4 yang berhubungan dengan penyiapan sumber daya manusiasekaligus menjadi program Kemdikdasmen pendidikan bermutu melalui pengembangan talenta dan prestasi. Di sisi lain, juga menjadi strategi untuk pencapaian RPJMN 2025-2029 yaitu tersedianya sumber daya manusia di bidang STEAM. Menariknya, tidak hanya berkompetisi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai tuan rumah juga telah menyiapkan berbagai agenda untuk menghibur para peserta. Mulai dari wahana perahu bebek, pameran karya inovatif, live musik, dan lain sebagainya. “UMM memang kerap dikenal sebagai kampus yang memiliki reputasi dan prestasi mentereng di tingkat nasional sehingga tidak berlebihan jika vanue OSN 2025 diselenggarakan di UMM,” kata Kepala Humas UMM Dr. M. Isnaini, M.Pd. Sebelumnya, UMM memang sering menjadi tuan rumah kegiatan nasional maupun internasional, baik di aspek akademik maupun non akademik. Termasuk rangkaian acara seperti Darmasiswa atau juga ASEAN University Games dan lainnya. Selain itu, fasilitas yang UMM punya juga sesuai dan mendukung ajang OSN. (wil)

Suka Minuman Bersoda? Dosen UMM Ingatkan Hal Ini

Meneguk minuman bersoda memang menyegarkan. Apalagi, ketika disajikan dalam keadaan dingin. Namun siapa sangka, kesegaran yang ditawarkan minuman bersoda menimbulkan berbagai efek merugikan bagi tubuh. Afifa Husna, S.TP., M.T.P., M.Sc, dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menjelaskan bahwa kesegaran minuman soda berasal dari kandungan gas karbon dioksida (CO2). Gas ini menciptakan gelembung yang memberikan sensasi kesegaran saat diminum. “Namun, kesegaran ini sebaiknya tidak menggantikan konsumsi air putih yang tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh,” katanya. Selain gas CO2, minuman bersoda mengandung gula yang sangat tinggi. Bahkan, jumlah gula dalam minuman soda sering kali melebihi batas harian yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan. “Kandungan gula yang tinggi ini memberikan rasa manis dan kenikmatan pada minuman. Namun di balik itu, terdapat risiko serius terkait kesehatan tubuh,” tegasnya. Kandungan gula yang tinggi dapat memaksa pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin guna menghilangkan glukosa dari aliran darah. Hal ini meningkatkan risiko resistensi insulin yang merupakan pemicu utama diabetes. Tak hanya itu, minuman bersoda juga dapat menurunkan kepadatan tulang. “Kandungan gula yang tinggi dapat mengurangi densitas tulang, membuatnya lebih rentan terhadap kerapuhan. Sehingga dapat meningkatkan risiko osteoporosis,” jelas dosen yang akrab disapa Ifa tersebut. Parahnya, tingginya kadar gula dalam darah dapat mengakibatkan darah menjadi kental. Hal tersebut menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di otak yang berpotensi memicu stroke. Sementara itu, penyumbatan pembuluh darah di jantung berisiko terkena serangan jantung. “Dan bukan hanya sampai di situ, kandungan gula dalam minuman bersoda juga dapat menyebabkan kerusakan pada penglihatan, sistem saraf, dan membawa berbagai masalah kesehatan lainnya. Banyak masalah kesehatan serius yang bisa ditimbulkan oleh minuman bersoda,” tambahnya. Dengan demikian, sambil tetap menikmati kesegaran minuman bersoda, penting bagi masyarakat untuk menyadari potensi dan risiko kesehatan yang terkandung di dalamnya. Kelebihan konsumsi minuman bersoda dapat membawa konsekuensi serius bagi tubuh. Maka, perlu adanya batasan khusus dan pemahaman menyeluruh terkait minuman bersoda. “Sehingga, penting untuk mempertimbangkan pilihan minuman yang lebih sehat dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. Mungkin minuman bersoda yang biasa dikonsumsi bisa diganti dengan air dingin yang sama-sama menyegarkan,”pungkasnya. (lai/wil)

Dosen UMM: Hati-hati, Keluarga Tak Harmonis Cenderung Lahirkan Pribadi Pembully

Bullying atau perundungan merupakan masalah serius yang bisa terjadi di berbagai lingkungan. Tindakan ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi para korban, salah satunya adalah trauma. Hudaniah, S.Psi., M.Si. selaku dosen program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan, terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab seseorang menjadi pelaku bullying. Pertama yakni anak merasa tidak aman dan nyaman di rumah sendiri. “Bisa saja rumah tersebut tidak mewadahi kebutuhan-kebutuhan untuk mencapai kebahagiaannya. Rumah yang banyak terjadi keributan, bisa menjadi penyebab seseorang menjadi pelaku bullying,” jelasnya. Hudan menjelaskan, bullying merupakan cara bagi pelaku untuk mengekspresikan ketidaknyamanan dan ketidakberdayaannya di rumah. Biasanya, para pelaku melakukannya pada individu-individu yang mereka anggap lemah dan tidak berdaya. Kedua, keinginan untuk mendapatkan power atau kekuasaan. Beberapa orang membutuhkan pengakuan dari lingkungannya, salah satunya dengan melakukan tindak bullying kepada orang-orang tertentu. Ketiga, karena balas dendam. Keempat, untuk mendapatkan perhatian orang tua atau keluarga, serta teman-temannya. “Tentu saja bullying ini dapat dihentikan dengan berbagai cara. Namun dibutuhkan intervensi-intervensi yang menyeluruh, baik dari diri sendiri, hingga pihak-pihak terkait seperti keluarga, sekolah, bahkan pemerintah,” tegasnya. Menurut Hudan, ada beberapa langkah untuk menghentikan sikap ini. Pertama yakni mencari tahu alasan pelaku melakukan perundungan. Setelah diketahui, baru bisa dirancang penyelesaian-penyelesaian yang sesuai dengan penyebabnya. Namun apapun penyebabnya, tetap dibutuhkan kerja sama semua pihak seperti elemen sosial hingga pemerintah. “Kerja sama semua pihak sangat vital. Dengan begitu, tidak ada lagi tempat yang memungkinkan terjadinya perundungan,” tambah Hudan. Di akhir, Kepala UPT Bimbingan dan Koseling UMM ini berharap, kasus bullying tidak terjadi lagi dan orang-orang dapat lebih aware terhadap tindakan-tindakannya. Apalagi melihat dampaknya yang luar biasa bagi psikilogis korban maupun pelaku. Korban akan mengalami tekanan psikologi yang tidak mudah hilang, sedangkan pelaku akan mendapatkan sanksi sosial yang cukup memberatkan. “Semoga orang-orang lebih bisa menghargai kesejahteraan hidup bersama dan semoga ada penegakkan aturan-aturan, nilai nilai moral kepada generasi muda. Sehingga tindakan bullying dapat ditekan sedemikian rupa,” ujarnya mengakhiri. (dev/wil)

Kolokium Doktoral FISIP UMM Beri Solusi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Saat ini, diperlukan keterampilan yang baik agar terwujud kualitas pelayanan publik yang baik pula. Hal itu juga dibahas dalam Seminar dan Kolokium Doktoral yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kolokium itu membahas terkait “Kontribusi Penelitian Sosial-Politik Pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik”. Ssatu faktor yang paling berpengaruh dalam peningkatan pelayanan adalah komunikasi interpersonal. Dr. Farid Rusman M.Si. mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi interpersonal. Misalnya terkait dengan bagaimana orang lain ingin mengenal kita. Mengetahui tujuan dan status diri dapat mempermudah orang lain menempatkan dirinya saat berbicara atau berkomunikasi dengan diri kita. “Sejauh ini, saya melihat bahwa tesis terkait komunikasi interpersonal kurang banyak diminati. Padahal komunukasi jenis ini selalu kita alami tanpa disadari,” katanya. Lebih lanjut, Farid menilai bahwa teknik komunikasi interpersonal dapat meningkatkan kualitas layanan publik. Hal itu karena komunikasi ini dapat divariasikan dalam berbagai bentuk, seperti misalnya hubungan baik pasangan, pertemanan, dan keluarga. Bahkan bisa juga dihubungkan dengan politik, bisnis, dan pemasaran. Sementara itu, Dr. Sulismadi, M.Si. juga menambahkan bahwa dalam peningkatan pelayanan publik, perlu adanya pencegahan konflik. Ia menilai bahwa biasanya di dalam hubungan industrial terdapat berbagai kepentingan yang diinginkan. Hal itu berefek pada sinergisitas stakeholder dengan organisasi, mitra, dan masyarakat. “Dalam menyelesaikan konflik, perlu adanya negosiasi yang baik agar tercipta mediasi. Kemudian juga melahirkan konsoliasi dan arbitrase sehingga munculnya ajudikasi,” Ucapnya. Dalam membangun industri yang baik, perlu juga hubungan yang harmonis, dinamis dan adil. Dengan begtu, faktor-faktor yang bisa menyebabkan perselisihan bisa dihindari. “Saya meyakini bahwa resolusi konflik itu diperlukan agar pembangunan industri dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. Turut hadir Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ia berpendapat bahwa peningkatan pelayanan publik adalah privilese yang dimiliki masyarakat. Tentu diperlukan pengerak awal sehingga bsia mewujudkan tujuan tersebut. Generasi muda UMM yang dibekali berbagai ilmu dan kecakapan. Salah satunya yakni mampu menjadi fasilitator untuk peningkatan pelayanan publik. “Universitas selalu berevolusi agar bisa melahirkan karakteristik yang baik. Apalagi mengingat bahwa fungsinya adalah menjadi penyangga utama perubahan pemikiran masyarakat yang terbelakang menjadi relatif terdidik. UMM telah memfasilitasi sivitas akademika, termasuk mahasiswa untuk bisa berkembang. Sehingga mampu mewujudkan kualitas terbaik dan mimpi Indonesia dapat terwujud,” pungkasnya. (Ri/Wil)

Pakar Informatika UMM: Hati-hati, Login Wifi Sembarangan bisa Hilangkan Hartamu

Saat ini, aktivitas keuangan manusia semakin terintegrasi dengan dunia maya. Mulai dari rekening bank, kartu kredit, hingga dompet digital. Semua informasi keuangan telah menjadi target yang menarik bagi penjahat siber. Seiring hal tersebut, dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ir. Denar Regata Akbi, S.Kom, M.Kom. membahas beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan keamanan siber di rekening atau dompet digital. Salah satu ancaman utama terhadap keamanan siber pada dompet digital adalah serangan phishing web. Biasanya phising web ini dilakukan dengan mengirimi tautan atau link palsu. Melalui tautan palsu ini, mereka berusaha mendapatkan informasi rahasia seperti kata sandi atau data lainnya untuk mebobol dan mendapat akses ke aplikasi finansial yang bersangkutan. “Rata-rata phising itu dilakukan di web atau di email. Si attacker ini mengelabui user dengan cara mengirim link yang hampir sama persis. Jadi mereka kadang cuma mengubah di bagian besar kecilnya huruf di url-nya, tapi si user seringkali tidak memperhatikan detail itu. Jadi kita langsung klik dan dialihkan ke web yang salah,” ujar dosen Teknik Informatika tersebut. Di sisi lain serangan keamanan siber juga melibatkan taktik sosial yang dikenal sebagai social engineering. Penjahat siber menggunakan manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi rahasia. Denar mengatakan, social engineering mampu membuat user menyerahkan berbagai informasi pribadi. Maka dari itu ia mengingatkan agar selalu waspada terhadap orang yang meminta informasi rahasia melalui telepon, email atau pesan teks. Jalan lain yang biasa dilakukan pelaku juga bisa melalui layanan hotspot atau wifi. Apalagi pengguna juga tidak tahu perimeter keamanannya seperti apa. Sehingga, ketika seseorang menghubungkan perangkatnya ke wifi atau hotspot sembarangan dan membukan internet banking atau m-banking. Tentu hal ini akan sagat riskan untuk diserang. “Tiba-tiba malwarenya sudah masuk dan bisa mengambil informasi-informasi penting dan akhrinya m-bankingnya terbobol,” katanya. Denar juga memberi saran untuk teliti dalam mengunduh aplikasi di appstore maupun playstore. Pastikan bahwa aplikasi tersebut kredibel dan terpercaya. Begitupun dengan mengaktifkan fitur keamanan yang kuat, seperti otentikasi dua faktor. Menurutnya, penting untuk memahami bahwa tidak ada sistem keamanan yang benar-benar mumpuni. Semua tentu butuh kewaspadaan lebih untuk menyikapi hal tersebut. Denar menyarankan agar masyarakat selalu memiliki rasa kehati-hatian dan curiga pada hal-hal yang terlihat asing dan tidak wajar. “Selain hati-hati agar tidak tertipu taktik sosial, kita juga jangan login hotspot sembarangan. Apalagi sampai membuka internet banking atau dompet digital lainnya. Yang tak kalah penting, usahakan tidak menyimpan password dalam internet. Menggunakan google safe browsing untuk meminimalisir terjadinya hal-hal seperti ini juga dapat dilakukan sebagai perlindungan,” pungkasnya. (Nel/Wil)

Dosen UMM Bagi Tips Rawat Kendaraan Jelang Musim Hujan

Musim hujan seringkali membawa tantangan tersendiri bagi para pengendara. Jalan yang basah dan licin, serta hujan deras dapat mempengaruhi kinerja kendaraan dan keamanan berkendara. Oleh karena itu, perawatan mesin kendaraan saat musim hujan menjadi sangat penting. Maka dari itu, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ir. Achmad Fauzan Hery Soegiharto, M.T. berbagai tips perawatan kendaraan. Khususnya di musim penghujan. Fauzan, panggilan akrabnya menyampaikan, penting untuk pengendara mengecek semua bagian-bagian kendaraan sebelum memasuki musim penghujan. Mulai dari bagian luar hingga dalam kendaraan. “Pastikan ban dalam kondisi baik, karena butuh cengkraman yang lebih kuat. Pengendara harus memperhatikan garis-garis dari bannya agar jangan sampai halus. Ini untuk meminimalisir hidroplating atau terpeleset ketika jalan basah dan licin. Selain itu remnya juga harus dicek kanvasnya,” katanya. Selain itu ia juga menyarankan untuk memperhatikan sistem kelistrikan pada kendaraan. Air dan kelistrikan tidak selalu berjalan baik bersama. Maka dari itu,pastikan sistem listrik kendaraan terlindungi dari kelembaban dan air hujan, terutama jika ada bagian-bagian yang terletak di bawah kendaraan. Pastikan juga sistem pelumasan kendaraan terjaga dengan baik. Ini akan membantu mencegah kerusakan yang disebabkan oleh air. “Khusus untuk mobil, ada tambahan untuk cek segel kabin dan memastikan tidak ada kebocoran yang menyebabkan masalah selama hujan. Ini juga melibatkan pemeriksaan AC yang penting untuk mencegah embun di dalam kabin. Untuk bagian luar, wiper harus dicek airnya karena itu salah satu komponen kunci untuk menjaga stabilitas selama hujan,” tambahnya. Di akhir, hal penting yang harus diperhatikan adalah bagian-bagian kaki dan cat kendaraan. Meskipun bukan komponen teknis, bagian itu bisa lebih rentan terhadap korosi dan kerusakan selama musim hujan. Persiapan dan perawatan kendaraan dapat berimbas besar dalam hal keselamatan dan kenyamanan. Maka dari itu Fauzan mengingatkan bahwa semuanya harus dalam kondisi optimal. “Ingatlah bahwa perawatan yang rutin adalah langkah penting. Jadwalkan perawatan berkala kendaraan bermesin untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan,” pesannya mengakhiri. (Nel/Wil)

UMM Kaji Agroteknologi, Beri Solusi untuk Peningkatan Pangan

Saat ini, peminat di bidang pertanian kian merosot. Anak muda semakin ogah untuk menekuni bidang pertanian karena dirasa kurang menjanjikan. Menurut data BBSDMP Kementan pada Tahun 2020, petani usia 20-39 tahun hanya sebesar 2,7 juta dari total petani 33,4 juta. Sebanyak 61% petani di Indonesia berusia diatas 45 Tahun. Dr. Ir. Nurdiah Husnah M.Si selaku Kementerian Pertanian Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BSIP Jestro) mengatakan bahwa banyak anak muda beranggapan profesi sebagai petani itu tidak “keren”. Perihal ini ia sampaikan pada acara Kuliah Tamu Mahasiswa Baru Program Studi (Prodi) Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tajuk Menjawab Peluang dan tantangan Transformasi Pertanian berkelanjutan di Era 5.0. Selain kuliah tamu, acara ini juga merupakan bentuk revitalisasi program Center of Excellent (CoE) dengan pihak Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Menurutnya, ada beberapa masalah yang menjadi kunci pokok sehingga anak muda enggan untuk terjun ke dunia pertanian. Misalnya saja adanya alih fungsi lahan, modal pertanian yang sedikit, hingga teknik budidaya yang kurang presisi. Penurunan SDM pertanian ini tak sebanding dengan permintaan masyarakat akan bahan pangan. Maka dari itu, diperlukan kolaborasi antara teknologi dan manusia agar dapat menciptakan pertanian yang selaras dengan era 5.0. Penerapan teknologi di bidang pertanian bertujuan untuk menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan kecerdasan manusia untuk memajukan pertanian Indonesia. Karena, pertanian saat ini masih menerapkan pertanian konvensional yang membutuhkan tenaga dan biaya yang tak sedikit. Maka perlu adanya kerjasama pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk mengembangkan pertanian di era 5.0. Jawabannya adalah dengan mekanisasi pertanian. Hal itu disebutkan oleh Arif Wibowo selaku direktur PT. Sumber Alam Unggul. Mekanisasi pertanian merupakan bentuk kolaborasi antara AI dan manusia untuk memanfaatkan penggunaan lahan yang sedikit namun dapat memaksimalkan hasil pertanian. “Seperti contoh penggunaan pertanian dengan sistem aeroponik yang dirancang khusus dengan sistem otomatisasi penyiraman tanaman. Juga penggunaan drone sebagai alat penyemprotan pupuk dan mesin panen pertanian,” tegasnya Arif. Sementara itu, salah satu DUDI Direktur PT. Syngenta Seed Indonesia Ir. Suwarno, MM. menilai, penerapan teknologi di bidang pertanian tak hanya terbatas pada pembuatan mesin-mesin canggih. Lebih dari itu, perkembangannya dapat berupa pembuatan pupuk, teknologi pembenihan untuk menciptakan benih unggul, hingga pembuatan pestisida organik untuk melawan hama. “Mahasiswa memang harus disiapkan untuk menjadi pelopor dalam menciptakan ekosistem pertanian yang sesuai dengan industri 5.0.,” tambahnya. Hal itu selaras dengan apa yang dilakukan oleh UMM. Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sudah mempersiapkan mahasiswanya untuk dapat terjun langsung ke dunia industri. Mahasiswa dibekali dengan skill teknis agar saat memasuki dunia industri, mereka tidak bingung harus melakukan apa. Semua itu dikemas dalam bentuk kelas unggulan atau CoE yang sudah berdiri sejak 2018 lalu. “Harapannya, melalui adanya program ini dapat memastikan mahasiswa untuk bisa bekerja di dunia industri dan memiliki sikap mandiri,” tandasnya. (Tri/Wil)

Banyak Kasus Bunuh Diri, Dosen Psikologi UMM Sebut Empat Alasannya

Belakangan, banyak kasus anak muda yang memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Banyak alasan mengapa mereka memilih untuk menyerah. Bisa saja menghadapi jalan buntu, kegagalan yang sudah tidak mungkin ditemukan jalan keluarnya, hingga hilangnya kepercayaan pada diri sendiri. Hal ini disebutkan oleh Hudaniah, S.Psi., M.Si selaku Dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam diskusinya di UMMTalks, Oktober ini. Menurutnya, Permasalahan yang membuat seseorang memilih untuk bunuh diri itu sangat beragam dan tidak bisa ditebak. “Sejauh ini, tidak ada psikolog yang membocorkan permasalahan yang diceritakan kliennya. Tapi menurut penelitian, ada empat hal yang menjadi permasalahan utama,” sebutnya. Keempatnya mencakup permasalahan interpersonal, intrapersonal, keluarga, dan pendidikan. Permasalahan intrapersonal menjadi kasus yang paling banyak dialami oleh remaja. Menurut penelitian, sekitar 30% remaja mengalami permasalahan jenis ini. Intrapersonal berhubungan dengan jati dirinya sendiri, apa yang dipikirkan, nilai evaluasi diri, harga diri, dan bagaimana dia mengatasi konflik di dirinya. Sementara interpersonal berhubungan dengan penerimaan informasi antar dua orang atau lebih seperti hubungan pertemanan, keluarga, dan lain-lain. Media sosial menjadi salah satu hal yang dapat memperkeruh keadaan. Jika merujuk pada penelitian yang disebutkan oleh dosen psikologi itu, penggunaan media sosial memiliki dampak bagi kesehatan mental. “Seringnya, saat kita terpuruk, kita cenderung akan mencari informasi yang relevan dengan kondisi kita saat itu. Artinya saat sedang bersedih, kita mencari informasi yang sesuai dengan kesedihan atau biasa kita sebut dengan kegalauan,” jelasnya. Tak hanya itu, trauma masa lalu dan ketakutan akan masa depan juga dapat menjadi cikal bakal menyerahnya seseorang. Hudan menegaskan bahwa masa lalu tidak akan bisa diulangi kembali. Maka, manusia harus bisa memahaminya dan mencari cara untuk memperbaikinya di masa depan dengan evaluasi diri, melakukan pendekatan, dan berusaha agar hal tersbut tidak terulang kembali. Orang yang sedang dalam masalah tentunya membutuhkan kepekaan orang di sekitarnya. Dibutuhkan sensivitas tinggi dari orang-orang terdekatnya untuk mengetahui apa yang sedang ia alami. Karena bisa jadi, orang yang terlihat bahagia di depan itu tengah mengalami masalah besar. Hudan mengatakan, mereka yang mengalami masalah biasanya ada perubahan dari sikapnya. Bisa dilihat dari  cara berpakaian, produktivitas, atau yang lainnya. Maka, sebagai orang terdekat, salah satu pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah menjadi pendengar yang baik bagi mereka yang membutuhkan. Begitupun dengan memberikan dukungan, baik moral maupun materiil ke mereka. “Merasa capek itu boleh, tapi jangan berhenti di capeknya. Harus bisa  menjadi lebih kuat. Memberi kekuatan bagi mereka yang akan menyerah. Perlu ada peningkatan kepekaan sosial. Jika kita saling menguatkan, Insyaallah kita bisa saling bantu mengatasi masalah,” tandasnya. (Tri/Wil)

Kuliah Umum KLHK di UMM: Krisis Bumi hingga Pengelolaan Air

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah Kuliah Umum Forestry Update Course (FUCo) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Forum Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FORETIKA). Kuliah Umum tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Senat (RSS) UMM pad 28 Oktober 2023. Setidaknya ada ratusan peserta mulai dari yang hadir secara luring maupun daring via Zoom meeting dan Youtube. Pada kesempatan tersebut, materi menarik disampaikan Koordinator Kebijakan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Martha Theresia J Siregar. Ia mengatakan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi krisis yang mengancam masa depan bumi dan manusia. Setidaknya terdapat tiga indikator lingkaran yang saling berkaitan. Yakni perubahan iklim, polusi,dan kerusakan lingkungan. Ketiganya berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari ikut serta dalam perumusan regulasi untuk mengawasi pengendalian pencemaran lingkungan hingga memaksimalkan pengolahan limbah industri agar mengurangi pencemaran. Begitupun dengan edukasi kepada publik mengenai pentingnya kesadaran untuk tetap peduli pada lingkungan sekaligus keanekaragaman hayati yang ada. “setidaknya ada lebih dari satu juta spesies hewan dan tumbuhan yang mengalami ancaman kepunahan. Diprediksi, luas habitat flora dan fauna tersebut mengalami penyusutan dan tersisa 49,7 %  saja pada tahun 2045. Ini menjadi kejadian yang perlu kita beri perhatian lebih,” ungkapnya. Di sisi lain, Dr. M. Saparis Soedarjonto, S.Si., M.T. selalu Direktur Direktur Perencanaan dan Pengawasan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai juga menyampaikan hal menarik. Menurutnya. manajemen air menjadi salah satu kunci untuk menciptakan hasil pertanian sekaligus salah satu indikator dalam menciptakan tata kelola alam yang baik. “Peran hutan untuk ketahanan air dan pangan itu sangat berkaitan. Ambil satu contoh di hutan nantu di Gorontalo. Hutan tersebut mensuplai air ke bendungan dan air tersebut dikelola dengan baik untuk mengairi sawah-sawah yang total luasnya 6.880 hektar dan menghasilakan produksi beras sebesar 619 miliar pertahun,” ungkapnya. Dengan data tersebut, dia l berpesan kepada seluruh pihak untuk saling menjaga ekosistem yang ada di hutan. Jangan sampai dirusak oleh tambang-tambang yang tidak bertanggung jawab. Mengingat bahwa pengolahan limbah tambang yang tidak baik pasti menyebabkan kerusakan pada alam dan menimbulkan ketidakseimbangan. (Faq/Wil)