Gagas Kamus Digital Pembelajaran Suara Abnormal pada Pemeriksaan Fisik Pasien

SALAH SATU masalah yang ditemui mahasiswa kesehatan seperti mahasiswa ilmu keperawatan dan kedokteran, yakni belum banyak yang memahami apa dan seperti apa berbagai suara abnormal dalam pemeriksaan fisik. Seperti jenis-jenis suara sumbatan airway, suara nafas paru, suara jantung, suara pemeriksaan perkusi di abdomen dan thorak, serta suara abnormal lainnya. Hal ini dikarenakan terbatasnya media edukasi untuk mahasiswa kesehatan. Namun, sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya solusi untuk mengatasi masalah ini. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), Ardhia Ayu Pramesti, Ranti Kurnia Sari, Achmad Rifani Ardiyansyah membuat sebuah aplikasi pembelajaran digital untuk mengenali suara abnormal dalam pemeriksaan fisik pasien. Sekelompok mahasiswa ini menggagas “Dictionary Medical Audio Player”. Adapun kegiatan pembelajaran kemampuan (skill) selama ini di laboratorium atau praktikum maupun dalam perkuliahan, saat diajarkan teknik pemeriksaan fisik pada pasien, masih hanya menggunakan media boneka phantom yang tidak mengeluarkan suara. “Biasanya praktek dengan teman sejawat kuliah yang otomatis hasil suara pemeriksaan fisiknya dalam kondisi normal,” terang Ranti Kurnia, selaku ketua kelompok. Baca juga: Prodi Bahasa Inggris UMM Bagi Cerita Sukses Dua Alumnusnya Terdapat beberapa mahasiswa yang mencari solusi permasalahan tersebut dengan mencari suara abnormal dalam pemeriksaan fisik secara individu di search engine melalui Youtube dan Google tentang bagaimana jenis-jenis suara abnormal. Namun, berdasarkan pengamatan, banyak mahasiswa yang tidak melakukan pencarian secara individu di search engine melalui Youtube maupun Google, dikarenakan malas untuk mencari satu per satu dari jenis suara abnormal dalam pemeriksaan fisik. Ranti menambahkan banyak sumber belajar dan informasi yang mampu memfasilitasi orang untuk belajar. Salah satu teknologi yang dapat menunjang pendidikan dilihat dari segi penggunaannya adalah smartphone android. “Saat ini hampir semua orang memiliki smartphone android. Akan tetapi penggunaan smartphone android dalam dunia pendidikan belum dioptimalkan,” jelasnya. Sehingga ia menilai pentingnya inovasi teknologi dalam pembelajaran. Aplikasi ini baru, klaim Ranti, belum ada aplikasi Kamus Audio Medis yang khusus berisi tentang semua suara abnormal dan normal pada pemeriksaan fisik manusia. “Karena kita rancang untuk media pembelajaran mahasiswa maka kita lengkapi dengan fitur kuis. Aplikasi smartphone ini dilengkapi dengan suara hasil dari pemeriksaan fisik yang normal dan abnormal. Terdapat penjelasan dari literasi berupa jurnal atau buku yang terpercaya. Sistem pencariannya yang mudah,” ujarnya. Chairul Huda Al-Husna selaku pembimbing menyatakan, penciptaan konsep ini diharapkan bermanfaat bagi mahasiswa kesehatan untuk memahami berbagai macam suara abnormal dalam pemeriksaan fisik; membantu mahasiswa kesehatan dalam membedakan suara normal dan abnormal dalam pemeriksaan fisik. “Juga, memberikan kemudahan mahasiswa kesehatan dalam memahami istilah yang disebutkan Dosen tentang suara abnormal,” ungkapnya. (*/can)

Prodi Bahasa Inggris UMM Bagi Cerita Sukses Dua Alumnusnya

MENGHADIRKAN Teguh Sriwiyono Manajer US Peace Corps dan Muhammad Miftah Fauzan Dosen Universitas Negeri Makassar, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan webinar dengan tajuk Successful Alumni Stories: English for the Future (11/8). Bercerita tentang keputusannya memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, Fauzan, alumnus angkatan 2005 menyatakan bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukan menjadi salah satu jalan sukses. Baginya, hal terpenting yang harus digali bagi mahasiswa adalah mengembangkan potensi dirinya saat masa perkuliahan 4 tahun. “Jadi, di manapun kita kuliah, itu bukan soal universitasnya tapi bagaimana kita mengembangkan diri. Untuk itu, saat kuliah saya bergabung dengan beberapa organisasi, diantaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk mengembangkan karakter saya dan International Language Forum (ILF) untuk mengasah skill saya,” papar Fauzan salah satu reviewer di jurnal Elsevier itu. Selanjutnya, hal yang disenangi Fauzan ketika kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris adalah diajar oleh native speaker. Selebihnya, ia menganggap bahwa ada dua hal penting untuk sukses setelah lulus dari S1 yaitu penguasaan IELTS dan TOEFL. Lain halnya dengan pengalaman Teguh Sriwiyono, alumnus angkatan 2001. Teguh yang beberapa kali ke Amerika untuk kunjungan kerja itu merasa senang bahwa selama belajar di UMM, ia mendapati bahwa international exposure diberikan UMM secara nyata. Seperti adanya program kerja sama UMM dengan Erasmus untuk program pertukaran pelajar ke universitas di Eropa. Satu hal penting yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa untuk sukses yaitu motivasi tinggi dalam belajar, menerima setiap tantangan, siap mengambil berbagai kesempatan, dan pandai menjalin networking. “Saya bersyukur bisa belajar di Bahasa Inggris UMM. Ketika bisa berbahasa Inggris, saya bisa dengan mudah berkomunikasi dengan kolega dari benua lain. Apalagi saat ini di tengah pandemi, skill networking dan komunikasi sangat bermanfaat bagi profesi yang saat ini saya tekuni,” terang Teguh dihadapan peserta webinar. Desy Indriyani salah satu peserta webinar yang merupakan guru SMP Kota Batu merasa senag dengan acara yang terselenggara dan ia pun bangga menjadi bagian dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. “Alhamdulillah, ELED UMM membuka kesempatan jalan saya menjadi seperti sekarang ini,” papar perempuan berkacamata itu. (*/can)

Kolaborasi UMM-Mitra Kunci Perkuat Kewirausahaan melalui KKN-TKWU

MENINDAKLANJUTI program USAID Mitra Kunci Initiative dalam rangka memperkuat kewirausahaan melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik Kewirusahaan (KKN TKWU), Selasa (11/8), dilakukan Penandatanganan FAA dan Kick Off Meeting antara Mitra Kunci dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agenda penandatangan FAA dan Kick Off Meeting ini dihadiri langsung Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd via daring. Kerjasama kedua belah pihak ini diimplementasikan dengan memberikan pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer/TOT) untuk Dosen Pembimbing Lapang (DPL) dan fasilitator muda (youth facilitator) dari UMM dengan menggunakan modul KKN TKWU yang disusun bersama oleh perwakilan dari 60 perguruan tinggi pada masa pilot program USAID Mitra Kunci Initiative. “Tujuan KKN TKWU ini adalah memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan individu maupun masyarakat sebagai kelompok sasaran khususnya di bidang sosial-ekonomi melalui pengenalan dan penggunaan konsep kewirausahaan dalam kehidupannya,” ungkap Amrullah Sofyan selaku Youth Engagement and Higher Education Specialist USAID Mitra Kunci Initiative di hadapan sejumlah sivitas akademika UMM yang hadir. Di pertemuan ini Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si selaku Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) menjelaskan bahwa KKN di UMM memiliki payung besar yang bernama Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Berbagai macam bentuk PMM  yakni berupa kegiatan yang mengandalkan kreativitas mahasiswa, kegiatan pendampingan, penyuluhan, pelatihan, serta aplikasi dan desain. Dengan tema Kewirausahaan, Pendidikan, Sosial-Budaya, serta berbagai macam bidang lain. “Ini adalah hari yang bersejarah buat Mitra Kunci, karena melakukan penandantangan FAA secara daring dengan UMM, karena situasi pandemi ini membuat kita semua harus memodifikasi seluruh pendekatan kita dan interaksi kita, dan kami dari Mitra Kunci dan universitas-universitas lain, selama proses pembelajaran, belajar banyak sekali dari program ini,” ungkap Lensi Mursida selaku Chief of Party Mitra Kunci. Dijelaskan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. ada perubahan besar yang dilakukan oleh DPPM UMM. Jika skema yang dulu menggunakan pendekatan manajemen top down, sementara program PMM ini dengan pendekatan bottom up. “Artinya, mahasiswa sudah bisa mengikuti program-program yang ditawarkan oleh DPPM, yang program itu tentu saja berbasis skill yang dimiliki oleh mahasiswa. Dan ini menurut saya memang menarik,” jelasnya. (riz/can)

Beri Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pembelajaran ke Guru SD

PANDEMI covid-19 yang melanda Indonesia memberikan dampak yang sangat signifikan dalam berbagai bidang yaitu diantaranya Ekonomi, Pendidikan, dan Sosial. Khususnya bidang pendidikan yang mengalami perubahan pada sistem pembelajarannya. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) berinisiatif untuk memberikan edukasi mengenai media pembelajaran zoom meeting dan google meet pada guru SDN 3 Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Mahasiswa tersebut beranggotakan Agus Joko Susilo, Dody Yanto, Agustriani, Isna Hidayatun Ni’mah, dan Fikri Aprizal sebagai Koordinator. Kelompok ini dibimbing oleh dosen pembimbing lapang Ibu Novita Ratna Satiti S.E.,MM. “Proses belajar mengajar harus tetap berjalan dalam kondisi apapun, meskipun tidak bisa bertatap muka proses pembelajaran masih bisa berjalan secara online,” tutur Fikri Aprizal selaku koordinator kelompok (7/8). Program yang dilakukan kelima mahasiswa tersebut yaitu memberikan edukasi mengenai penggunaan zoom meeting dan google meet yang mungkin bisa diterapkan di SDN 3 Belimbing Raya. “Untuk mengurangi angka penyebaran covid-19 di kelurahan Belimbing Raya dan proses pembelajaran dapat berjalan seperti biasanya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem online atau tidak bertatap muka langsung sesuai dengan anjuran pemerintah” Ungkap Fikri lagi. Pembelajaran secara online mengharuskan guru dan siswa untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak sedikit guru dan siswa yang belum paham cara menggunakan media pembelajaran online seperti zoom meeting dan google meet. Tidak berhenti di situ banyak masalah-masalah yang timbul dalam sistem pembelajaran online saat ini. Dalam proses pembelajaran online saat ini guru dan siswa diharuskan untuk memiliki ponsel yang canggih atau ponsel pintar (smartphone) dan askes jaringan internet yang baik. Namun tidak semua siswa memiliki ponsel pintar tersebut oleh karena itu tidak sedikit siswa yang tidak mendapatkan hasil pembelajaran secara maksimal dari materi pembelajaran secara maksimal. “Sebenarnya kami sudah pernah mendengar mengenai aplikasi zoom meeting dan google meet, akan tetapi apabila kami menerapkan pemakaian aplikasi ini untuk proses mengajar maka ada sebagian siswa-siswi yang tidak bisa ikut bergabung dalam pembelajaran, dikarenakan tidak semua siswa-siswi menggunakan smartphone,” ucap Maswah selaku Kepala Sekolah SDN 3 Belimbing Raya. Saat ini metode pembelajaran yang dilakukan oleh SDN 3 Belimbing Raya adalah dengan memberikan tugas saja dan siswa yang tidak memiliki smartphone diharuskan untuk datang ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan. (*/can)

Mahasiswa UMM Ciptakan Media Tanam Hidroponik

MENGHASILKAN program kerja yang dapat berguna bagi masyarakat adalah tujuan utama Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa 56 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Membuat media tanam hidroponik, salah satu program kerja yang diprakarsai oleh lima mahasiswa UMM, yaitu Rachel Putri, Dewi Arif, Fitry Ayu, Adelia Septiani, serta Nindya Ayu (08/08). Program kerja tersebut telah memasuki tahap penyemaian. Hidroponik yang diaplikasikan adalah sayur-sayuran. Tim PMM yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Hukum UMM, Yaris Adhial Fajrin tersebut berlokasi di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Tujuan utama program kerja tim PMM tersebut adalah menuju Mulyoarjo yang cerdas Covid. Selain tanaman hidroponik, program kerja lainnya adalah membuat jamu gebing untuk imunitas tubuh, membuat faceshield untuk warga desa, serta program edukasi tertib Covid. Rachel, selaku koordinator Tim PMM 56 mengatakan media tanam hidroponik sayur-mayur ditujukan untuk antisipasi lumbung pangan warga Desa Mulyoarjo. Dijelaskan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Arab 2017 tersebut lumbung pangan merupakan wadah sumber pangan bagi warga Desa Mulyoarjo. Rachel juga menambahkan nantinya sayur hasil panen hidroponik akan didistribusikan ke lumbung pangan warga setempat. “Di PMM ini, kami berusaha memberikan yang berguna dan berkelanjutan seperti sumber pangan bagi warga, sehingga kami menciptakan warga desa yang mandiri juga,” tuturnya. (*/can)

Cegah Dating, Mahasiswa UMM Bikin Yoga Daring

Tidak dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 ini telah membawa dampak yang besar pada kehidupan. Ketidak pastian mengenai berakhirnya pandemi membuat banyak orang mengalami gangguan secara psikis yakni stres yang berlebihan. Ketika seseorang tidak dapat mengontrol atau memanajemen stresnya, selain dapat mengganggu sistem daya tahan tubuh, hal ini juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya adalah dating (tekanan darah tinggi). Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Bhaktimu Negeri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang beranggotakan lima orang yakni Ryzka Faradiana, Dahlia Damayanti, Rizka Arizandi, Muthia Putrinahrisyah, dan Syifa Galih Ardina dengan bimbingan Dr. Fauzik Lendriyono, S. Sos., M.Si menyelenggarakan yoga daring via zoom dan live youtube bersama Komunitas Sanggar Senam Khanza Pare-Kediri (2/8). Yoga daring yang bertemakan “Menjaga Keseimbangan Alami Tubuh” ini diinstrukturi langsung oleh Mina Thalib Baladraf. Manfaat dari yoga ini sendiri sebenarnya adalah dapat meningkatkan fungsi kelenjar endokrin dalam tubuh, meningkatkan sirkulasi darah keseluruh sel dan otak, meningkatkan kapasitas paru saat bernapas, membuang racun dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan memperlambat penuaan, memurnikan saraf pusat yang terdapat di tulang punggung, dan masih banyak lagi. “Pandemi bukan suatu halangan untuk tetap melakukan olahraga, seperti yoga di dalam rumah. Dengan adanya yoga daring ini, diharapkan menambah semangat untuk tetap menjaga kesehatan diri secara fisik dan psikis. Karena benefit dari yoga yakni dapat mengurangi ketegangan tubuh, pikiran, dan mental sehingga tidak rentan megalami stres yang berlebihan di masa pandemi ini,” ujar salah satu anggota kelompok PMM 27 UMM, Syifa Galih Ardina. Dalam yoga daring ini terdapat beberapa sesi, yakni pranayama, pemanasan, asana, restoratif, dan shavasana (relaksasi). Dimulai pukul 08.00 WIB, kegiatan yoga ini berlangsung selama kurang lebih satu jam. Peralatannya pun sederhana, yakni hanya matras atau alas tubuh lainnya agar lutut tidak mudah sakit ketika kegiatan berlangsung. Meskipun ada beberapa peserta yang kesulitan dengan sinyal smart phone-nya, tetapi kegiatan tersebut berlangsung dengan sangat baik dan penuh dengan semangat. “Alhamdulillah, senang sekali bisa bergabung di kegiatan yoga daring ini. Ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi instruktur yoga via zoom dan live youtube. Hal ini sangat berkesan karena walaupun kita berada di tempat yang berbeda bahkan jauh di lain kota atau pulau, kita masih tetap bisa yoga bersama,” ujar Mina Thalib Baladraf, instruktur yoga daring ini. (ysn/can)

Dosen UMM Teliti Lempuyang Gajah untuk Perbaikan Performa Ayam Broiler

DOSEN Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) drh. Imbang Dwi Rahayu, MKes. berhasil menemukan formula mujarab untuk perbaikan performa ayam broiler lewat Ekstrak Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet L. Smith). Penelitian itu tertuang dalam desertasi doktoralnya yang diujikan Sabtu, 8 Agustus 2020. Imbang mengusung judul desertasi “Potensi Ekstrak Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet L. Smith) Sebagai Feed Additive: Upaya Pengendalian Salmonelosis Untuk Perbaikan Performa Dan Kesehatan Ayam Broiler”. Peningkatan kasus Salmonelosis yang disebabkan bakteri patogen Salmonella. Enteritidis (S. enteridis) pada ayam broiler telah merugikan secara ekonomis bagi industri perunggasan, karena akibat yang ditimbulkan berupa ganggguan pertumbuhan, penurunan produktivitas, peningkatan jumlah ayam afkir dan peningkatan kepekaan ayam terhadap penyakit lain. Penyakit Salmonelosis juga menduduki arti penting bagi kesehatan masyarakat, karena produk ternak yang terkontaminasi Salmonella sp dapat menyebabkan foodborne disease pada manusia, sehingga produk akan dimusnahkan, yang berakibat peternakan kehilangan peluang bisnis. Baca juga: Tim Mahasiswa UMM Lolos Pendanaan Pemberdayaan Desa Kemendikbud RI Pencegahan Salmonelosis dengan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) sebagai feed additive justru menimbulkan masalah yang lebih besar, yaitu peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik, peningkatan wabah Salmonelosis, kontaminasi bakteri pada produkproduk unggas maupun lingkungan kandang dan sekitarnya, foodborne disease dan residu antibiotik pada produk yang mengancam kesehatan masyarakat sebagai konsumen. “Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 14 / PERMENTAN / PK.350 / 5 / 2017 secara resmi telah melarang penggunaan AGP untuk imbuhan pakan ternak, dimana produknya dikonsumsi manusia,” kata Imbang. Para ahli, sambung Imbang, membuktikan juga adanya dampak negatif penggunaan AGP berupa hambatan pertumbuhan dan kolonisasi bakteri usus yang menguntungkan, termasuk Lactobacillus, Bifidobacteria, Boeteroides, dan Enterococci dan peningkatan resistensi Salmonella spp, termasuk S. enteritidis dan S. typhimurium. Kedua jenis Salmonella spp tersebut berhasil diisolasi dari daging ayam broiler dan terbukti telah resisten terhadap beberapa antibiotik, antara lain: eritromisin, penisilin dan vancomycin, dengan tingkat resistensi 100 persen. Kasus resistensi Salmonella spp berdampak pada semakin sulitnya pengendalian penyakit Salmonelosis pada unggas, sehingga bakteri sering mencemari kandang, air minum dan pakan. “Potensi kekayaan tanaman herbal Indonesia bisa menjadi alternatif substituen AGP yang alami dan bisa dijadikan green product untuk pengendalian Salmonelosis pada ayam broiler. Fitobiotik dalam herbal memiliki berbagai aktivitas, selain sebagai antibakteri, juga sebagai antiinflamasi, antihistamin, antioksidan, immunomodulator dan hepatoprotektor, yang bisa diekstrak dan digunakan sebagai feed additive,” ungkap Imbang. Salah satu alternatif herbal pilihan adalah lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet L. Smith), bagian rhizome bisa diektraksi dengan pelarut etanol, sehingga fitobiotik hasil ekstraksi bisa digunakan sebagai feed additive bentuk serbuk dan dicampur dalam pakan ayam broiler. Penggunaan etanol sebagai pelarut merujuk pada hasil penelitian sebelumnya, bahwa etanol merupakan pelarut yang cocok untuk mengekstraksi zat-zat aktif dalam Z. zerumbet yang berupa alkaloid, flavonoid, tannin dan terpenoid. Baca juga: Mahasiswa UMM Edukasi Warga Pembuatan Jamu Hasil penelitian Imbang menunjukkan ekstrak Z. zerumbet yang terbaik mampu menghambat Salmonella spp adalah ekstraksi dengan pelarut etanol 95% dan konsentrasi ekstrak sebesar 10%, sehingga ekstrak ini digunakan sebagai feed additive pada pakan ayam broiler percobaan. Berdasarkan uji penapisan fitokimia, fitobiotik yang terkandung dalam ekstrak tersebut antara lain alkaloid, flavonoid, tannin, dan terpenoid, sedangkan berdasarkan pengujian dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS), ekstrak mengandung Essential Oils (EOs) yang dominan kelimpahannya, yaitu zerumbon, senyawa ini termasuk golongan seskuiterpenoid. Hasil penelitian Imbang menunjukkan bahwa penambahan ekstrak Z. zerumbet pada level 0,67% sampai 1% sebagai feed additive memberikan efikasi tertinggi pada broiler penderita Salmonelosis, pada level tersebut ekstrak mampu menghambat S.enteritidis yang sengaja diinfesikan pada broiler umur 10 hari, artinya aktivitas ekstrak Z. zerumbet sebagai antibakteri tetap stabil sampai saluran pencernaan bagian belakang, yaitu sekum, yang merupakan tempat kolonisasi S. enteritidis. “Efikasi yang tinggi akan mengurangi kontaminasi S. enteritidis dalam feses ke lingkungan, termasuk kandang, pakan, air dan karkas, yang pada gilirannya menekan kasus foodborne disease yang akan menjamin keamanan pangan produk unggas bagi konsumen,” pungkas Imbang. (riz/can)

Mahasiswa UMM Edukasi Warga Pembuatan Jamu

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri melalui program kerjanya memberikan edukasi pembuatan jamu rempah-rempah dan pembuatan masker kain bersama kelompok Dasawisma Rt 15 dan Rt 16 di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (3-4/8). Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 33 itu yakni Else Dyah Maya Saputri, Annisa Dyah Febrianti, Rizkika Dwi Meilinda, Risma Ilmi Fazila, dan Karina Putri Ramadhany dengan dosen pembimbing lapang Ary Bakhtiar, SP.,M.Si. mengusung tema  “Edukasi Masa Transisi New Normal di Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang”. “Pada masa transisi new normal, edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini sangat penting,” ungkap Else Dyah koordinator PMM Bhaktimu Negeri dihubungi Rabu (5/8). Edukasi yang dilakukan oleh mereka tergolong menarik, yakni dengan mengajak kelompok Dasawisma untuk membuat jamu rempah-rempah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan pembuatan masker kain 2 lapis. Bahan yang digunakan untuk membuat jamu yaitu kunir, jahe, temulawak, sereh dan gula merah. Cara pembuatannya sangat mudah, yaitu potong-potong kecil semua rempah kemudian ditumbuk kasar lalu masukkan kedalam air yang mendidih, tunggu beberapa menit sampai tercium aroma khas jamu selanjutnya koreksi rasa dan jamu siap disajikan. Untuk takarannya setiap 500 ml air dibutuhkan masing-masing rempah 2 ruas. Begitu acara dimulai, warga terlihat sangat antusias mendengarkan arahan dari mahasiswa PMM. Sementara, bahan yang digunakan untuk membuat masker ini tergolong sederhana, yaitu kain (bisa menggunakan kain perca), jarum, benang dan elastis. Kegiatan pembuatan masker dimulai dengan membuat pola masker terlebih dahulu, menggunting pola, dan menjahit pola menggunakan tangan. Semua bahan yang diperlukan sudah disediakan oleh mahasiswa PMM. “Diharapkan dengan adanya pelatihan ini warga dapat mengetahui betapa pentingnya menggunakan masker kain 2 lapis pada masa pandemi ini,” pungkas Else. (*/can)

Tim Mahasiswa UMM Lolos Pendanaan Pemberdayaan Desa Kemendikbud RI

FAKULTAS Pertanian dan Peternakan berhasil meloloskan 2 tim sebagai perwakilan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). PHP2D merupakan merupakan suatu kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. “Mahasiswa pelaksana PHP2D ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera,” kata salah satu dosen pembimbing kelompok, Sri Winarsih, STP., MP. Di sisi lain, lanjut Sri, masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat sehingga dapat mewujudkan ketahanan nasional di wilayah Republik Indonesia. “Jadi kegiatan ini sudah diinisiasi terlebih dahulu yang dilakukan melalui program PHBD (Program Hibah Dana Desa) sebelum Covid-19. Kemudian diajukan ke PHP2D dari Kemendikbud tahun ini. Ternyata lolos didanai,” ujar Sri. Dua tim FPP yang lolos dalam pendanaan tersebut menawarkan program yang cukup menarik. Tim dari Prodi Teknologi Pangan yang diketuai oleh Istiq Laili Zahro, membuat program berjudul “Inisiasi Industri Olahan Kopi dengan Diversifikasi Produk Kopi Khas Taji untuk Menunjang Pariwisata Mandiri Desa Taji Lereng Bromo”. Sementara tim lainnya dari Prodi Perikanan yang diketuai oleh Nur Syaifudin mengajukan program “Kampung Tangguh dengan Penerapan Teknologi Akuaponik untuk Kemandirian Pangan Keluarga di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang”. Menurut Ir.Henik Sukorini, MP. PhD selaku Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, tiap Perguruan Tinggi dibatasi hanya 2 tim yang lolos pendanaan. “Saya sangat bangga dengan prestasi ini, karena kedua tim yang lolos berasal dari FPP,” ujarnya. Untuk kedua tim yang lolos pendanaan, Henik mengaku FPP akan memberikan apresiasi berupa sertifikat dan dibebaskan untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Mereka patut diapresiasi, karena semangat belajar mereka yang tidak surut meskipun di tengah pandemi ini,” tambahnya. (*/can)

UMM Runner Up PTS Terbanyak Peroleh Pendanaan PKM

DIREKTORAT Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) baru-baru ini telah melaksanakan penilaian proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang Tahun 2020. Dalam pengumuman penilaian itu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi runner up Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memperoleh pendanaan terbanyak se-Indonesia yakni 55 proposal. Dari tahun ke tahun, proposal PKM mahasiswa UMM yang mendapat pendanaan selalu mengalami kenaikan signifikan. Tahun 2020 ini, menjadi salah satu raihan terbaik bagi UMM. Koordinator Percepatan Prestasi Mahasiswa di Bidang Penalaran, Ir. Henik Sukorini, M.P., Ph.D. menyatakan, raihan terbanyak ini merupakan hasil evaluasi tahun ke tahun dari jumlah proposal PKM yang didanai. Diakui Henik, kesalahan yang umumnya dilakukan mahasiswanya adalah terkait kelengkapan administrasi. “Oleh karena itu, agar kesalahan tidak terulang, tim PKM universitas berkoordinasi dengan tim penalaran di masing-masing fakultas. Kami bekali para tim penalaran fakultas untuk melakukan pendampingan kepada mahasiswa untuk menekankan pentingnya menaati kelengkapan administrasi. Sehingga tidak salah lagi. Alhamdulillah, mahasiswa kami tahun ini mendapat pendanaan PKM sebesar 268 juta rupiah untuk 55 proposal,” kata Henik yang juga Wakil Dekan III Fakultas Pertanian-Peternakan, (6/8). Baca juga: UTBK Camaba Kedokteran dan FIKES Diikuti Ribuan Peserta Upaya lainnya adalah mendorong dosen agar menaruh perhatian agar proposal-proposal yang diajukan mahasiswanya adalah judul-judul yang kreatif. Bagi mahasiswa yang proposalnya didanai juga diberi penghargaan berupa ekuivalensi atau penyetaraan nilai. Misalnya yang lolos di PKM bidang Penelitian Eksakta (PE) bisa diekuivalensikan menjadi tugas akhir kuliah. Bidang PKM lainnya, seperti PKM bidang Pengabdian kepada Masyarakat yang lolos didanai, bisa diekuivalensikan dengan KKN. Salah satu penerima pendanaan PKM misalnya Fakhira Mulyani Putri mengkat judul “Beras Analog Kaya Antioksidan dari Labu Kuning dan Pati Garut Termodifikasi serta Potensinya untuk Mengobati Penyakit Diabetes Militus”. Ada juga karya Nadia Apriola Susanto melalui judul “Quran Script Fading Record: Inovasi Pembelajaran Berbasis Ayat Alquran melalui Metode Script Fading sebagai Intervensi Perilaku Agresi Anak Autis”. Masing-masing mendapat pendanaan proposal sebesar lima juta rupiah. “Kita memang mengupayakan betul agar mahasiswa bisa mendapatkan pendanaan ini. Tak berhenti di situ, tentu kami berharap mahasiswa kami bisa lolos sebagai peserta bahkan menjadi juara di PIMNAS. Kita persiapkan program PKM ini sangat matang dengan melakukan pendampingan kepada mahasiswa secara intensif. Pendanaan ini menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran dan kegiatan kemahasiswaan di UMM,” ujar Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST, MT. (can)