UTBK Camaba Kedokteran dan FIKES Diikuti Ribuan Peserta

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang 1 pada Rabu (5/8) pagi. Diikuti sebanyak 1184 peserta calon mahasiswa baru (camaba) untuk Fakultas Kedokteran (FK) dan Program Studi (Prodi) Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Tiap sesi UTBK diikuti oleh 200 orang peserta yang dibagi ke dalam 20 grup peserta. Dengan berbagai persiapan dan kesiapan dimulai dari infrastruktur seperti perangkat dari sistem terutama server dan tenaga teknisi yang didampingi pengawas. “Jadi karena ini daring, para peserta dibagi per grup sesuai dengan sesinya masing-masing. Lalu peserta dihubungi untuk segera bergabung kedalam grup. Setelah semua ready barulah dimulai tes daring tersebut dan setiap tes diberikan waktu satu jam,” jelas Dr. Saiman, M.Si. selaku kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM. Dilanjutkan oleh Saiman, karena seluruh peserta yang ikut UTBK memilih kategori IPA, maka pelaksanaan tes dilakukan bersamaan. Sehingga para peserta tes untuk camaba Fakultas Kedokteran maupun Farmasi sama-sama diacak. “Jadi tidak dipilah antara kedokteran pertama lalu farmasi berikutnya. Jadi diacak sesuai pembagian grup tersebut,” tuturnya pada tes yang diikuti oleh 994 camaba dari FK dan 190 dari Farmasi. “Ini pengalaman pertama kita untuk tes daring dan juga jumlahnya besar. Kalau ini semua lancar maka kedepannya insyaallah akan daring. Karena dari segi keamanan dengan kondisi begini saya kira sangat mensupport. Dari sisi efisiensi soal biaya oleh mereka, terutama yang luar jawa juga saya kira akan lebih positif begitu.Tinggal kita saja yang memperkuat sistem dan mekanisme tes,” tandasnya. Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD selaku Dekan Fakultas Kedokteran UMM mengatakan bahwa animo masyarakat untuk memilih FK UMM tetap tinggi. Namun, meskipun ujian dilaksanakan secara online, antisipasi terhadap kecurangan-kecurangan tetap dilakukan. “Kita tetap mengantisipasi kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh peserta, salah satunya dengan menggunakan dua kamera, seperti penggunaan kamera untuk gestur tubuh peserta. Sehingga jika ada gerak-gerik yang mencurigakan, yang mengindikasikan ketidak jujuran dan kecurangan maka akan kita diskualifikasi,” jelas Meddy. “Karena sekarang kelulusan dokter di Indonesia baik dari PTS maupun PTN ditentukan secara nasional melalui uji kompetensi dokter, sehingga kita berusaha mencari input yang terbaik dari yang baik. Jumlah kelulusan dokter ini nanti juga akan berdampak pada kuota jumlah mahasiswa baru FK tahun berikutnya yang sudah ditentukan secara nasional,” ungkap Meddy. Setelah mereka nantinya diterima, masih akan ada evaluasi pembelajaran pada akhir semester 2. Apabila mahasiswa tidak bisa mencapai target yang sudah ditetapkan, mereka harus mundur dari FK UMM. “Ini semua kita lakukan untuk menjaga mutu dan kualitas lulusan FK UMM,” pungkasnya. (riz/can)
Edukasi Covid-19 ke Siswa SMA di Kediri

DENGAN mendukung program pemerintah dalam pencegahan penularan COVID-19, tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 36 Universias Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi dengan tema New Normal kepada siswa-siswi baru SMAN 1 Wates Kabupaten Kediri. Sosialisasi dilakukan secara online menggunakan metode daring dikarenakan masih dalam masa pandemi. Kegiatan ini dibimbing serta diawasi oleh Dosen Pembina Lapangan (DPL) Sendi Lia Yunita, S.Farm, Apt., M.Sc. Pelaksanaan kegiatan PMM ini pada tanggal 1 Agustus 2020. Kegiatan PMM yang dilakukan mengusung judul “Upaya Preventif Dalam Era New Normal”. Upaya ini dilakukan karena dinilai kelompok ini saat ini masih banyak masyarakat yang kurang sadar untuk menjaga kesehatan dalam era new normal. “Banyak dari kalangan kita yang menganggap bahwa di era new normal ini sudah tidak ada lagi virus corona. Sedangkan, sebenarnya era new normal ini kita masih hidup berdampingan dengan virus corona sehingga kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” kata ketua tim Muhammad Fauzi Lufthansyahrizal. Baca juga: UMM Runner Up PTS Terbaik se Indonesia Sebelum melakukan sosialisasi, tim PMM 36 UMM telah memberikan sabun cuci tangan serta melakukan pemasangan poster yang berisi tentang barang-barang apa saja yang harus dibawa dalam era new normal ini di beberapa titik lokasi di SMAN 1 Wates Kabupaten Kediri. “Tujuannya untuk mendukung program PHBS dan edukasi COVID-19 di lingkungan sekolah. Selain itu, tim PMM 36 UMM juga memberikan tanaman dalam rangka mendukung program penghijauan di sekolah tersebut,” ungkap Fauzi. Pada webinar yang diadakan, terdapat dua materi yang disampaikan. Materi pertama disampaikan oleh perwakilan dari kelompok PMM 36, yang membahas tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Era New Normal. Antusiasme siswa-siswi SMAN 1 Wates terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Baca juga: Diskursus Pancasila Musti Dihidupkan secara Proporsional dan Kontekstual Materi yang kedua disampaikan oleh Rizka Novia Atmadani S.Farm, M.Sc, Apt. membahas tentang Peran Multivitamin dalam Menghadapi Virus Corona. Penyampaian materi ini dianggap penting karena masih banyak pola pikir yang salah terhadap multivitamin sebagai pencegahan virus corona. “Saya harap dengan adanya sosialisasi seperti ini dapat menambah wawasan adik-adik SMAN 1 Wates sehingga nantinya dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya masyarakat di Desa Wates Kabupaten Kediri,” ujar Rizka Novia. (*/can)
UMM Runner Up PTS Terbaik se Indonesia

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi runner up perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik se-Indonesia. Pemeringkatan ini berdasarkan versi lembaga pemeringkat 4 International College & Universitas (4ICU) tahun 2020 yang dirilis awal Agustus lalu. 4ICU adalah suatu search engine dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs yang dimiliki oleh 11.000 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara. Seperti yang tertera di laman 4icu.org, Kampus Putih UMM berada di posisi kedua setelah Universitas Bina Nusantara di posisi pertama, dan posisi ke-14 untuk pemeringkatan 600an perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia yang di-ranking. Menyusul PTS lainnya di posisi 15 ada Universitas Muhammadiyah Surakarta dan di posisi 17 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Peringkat ini sekaligus mengukuhkan UMM sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah terbaik se-Indonesia. Ada tiga kriteria utama sebuah perguruan tinggi dapat diikutsertakan dalam penilaian 4ICU. Pertama, terakreditasi oleh badan akreditasi nasional atau daerah setempat. Misalnya, di Indonesia oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sementara, perguruan tinggi yang belum terakreditasi tak masuk dalam kriteria penilaian 4ICU. Kedua, perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan tingkat Strata 1 (sarjana) dan/atau Pascasarjana, baik tingkat Master (S2) atau Doktoral (S3). Dengan demikian, lembaga pendidikan yang hanya menyediakan pendidikan vokasi, pendidikan berbasis militer, kelas-kelas seminar, dan sebagainya tidak dilibatkan dalam penilaian 4ICU. Terakhir, perguruan tinggi yang dinilai menerapkan sistem pendidikan secara langsung dengan bertatap muka, atau lebih dikenal sebagai sistem tradisional, format pendidikan di kelas yang mempertemukan dosen dan mahasiswanya. Artinya, proses pembelajaran dilakukan secara offline dengan fasilitas-fasilitas gedung sebagai sarana pertemuannya. Sementara, metodologi pemeringkatan universitas terbaik verisi 4ICU dilakukan menggunakan uniRank University Ranking yang sudah terdaftar sebagai Global University Ranking oleh IREG Observatory on Academic Ranking and Excellence. Penilaian didasarkan sistem algoritma 5 website yang dianggap netral dan independen yakni: Moz Domain Authority, Alexa Global Rank, SimilarWeb Global Rank, Majestic Reffering Domains, Majestic Trust Flow. Data yang digunakan untuk pemeringkatan diambil dari pekan yang sama untuk meminimalisasi fluktuasi yang ada dan memaksimalkan pembandingan. Selanjutnya, dilakukan penyaringan sebelum masuk proses komputasi untuk mendeteksi adanya outlier dalam data mentah. Menanggapi pemeringkatan ini, Wakil Rektor I UMM Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. mengatakan, pemeringkatan tersebut merupakan apresiasi atas hasil kerja sivitas akademika UMM dalam memanfaatkan teknologi informasi di bidang pendidikan, pengajaran dan riset. “UMM terus berupaya meningkatkan kualitas dalam semua aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. Termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki serta kegiatan kemahasiswaan. UMM juga terus memperkuat kepranataan dan kelembagaan penjaminan mutu yang menjamin kepastian pelaksanaan siklus penjaminan mutu yang meliputi: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Pengembangan (PPEPP),” ungkap Syamsul, Selasa (4/8). Selain itu, UMM juga dipercaya sebagai pelaksana program Perguruan Tinggi Asuh (PT-Asuh). Mandat ini sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Republik Indonesia tentang Perguruan Tinggi Pelaksana Program Penjaminan Mutu. Usaha lainnya, UMM terus mengupayakan rekognisi internasional. Saat ini sudah ada beberapa program studi yang telah memperoleh sertifikasi AUN QA dan beberapa sertifikasi dan akreditasi internasional lain. Misalnya program studi Teknik Industri Fakultas Teknik yang baru saja memperoleh akreditasi bertaraf internasional dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). UMM juga terus berusaha memperkuat aktifitas pendidikan lainnya. Salah satunya dengan memberikan tambahan kompetensi bagi para alumninya. Misalnya, di UMM telah ada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dari lembaga ini, alumni UMM mendapatkan sertifikasi kompetensi dalam skala tertentu. Tentu setelah melalui proses pelatihan dan uji kompetensi. “Sudah saatnya UMM untuk melakukan internasionalisasi bersama perguruan tinggi kelas dunia melalui sertifikasi dan akreditasi internasional,” ungkap Koordinator Asisten Rektor UMM Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes. (can)
Diskursus Pancasila Musti Dihidupkan secara Proporsional dan Kontekstual

DOSEN Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nurbani Yusuf, menggarisbawahi pentingnya menghidupkan kembali diskursus tentang Pancasila secara proporsional dan kontekstual dengan semangat zaman. Pasalnya, terjadi penurunan kepercayaan publik terhadap ideologi Pancasila. Pada tahun 2005 publik yang pro-Pancasila angkanya mencapai 85,2%, tahun 2010 angkanya menurun menjadi 79,4%, tahun 2015 angkanya menjadi 79,4%, dan di tahun 2018 berada di anka 75,3%. “Dalam waktu 13 tahun, publik yang pro-Pancasila mengalami penurunan sebanyak 10%,” disampaikan Nurbani dalam sidang terbuka doktor yang digelar secara daring (30/7). Nurbani berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Restorasi Ideologi Pancasila Dalam Pemikiran Tokoh Nasional(Studi Hermeneutika Fenomenologi Terhadap Ahmad Syafii Ma’arif, Yudi Latif, dan Yudian Wahyudi)” di hadapanpara Dewan Penguji. Lebih lanjut, Nurbani menjelaskan secara gamblang bagaimana implikasi yang diberikan para tokoh nasional terhadap ideologi Pancasila. Menurutnya, tokoh-tokoh nasional yang ditelitinya memiliki empat dimensi penting dalam dirinya yang membuat ideologi Pancasila dapat memelihara relevansinya di tengah perkembangan aspirasi masyarakatnya dan tuntutan perubahan zaman. Dimensi tersebut yakni Dimensi Idealitas, Dimensi Fleksibelitas, Dimensi Realistas, dan Dimensi Relatif-Spekulatif. Baca juga: Lab Experimental Farm Beri Solusi Berkurban di Tengah Pandemi Dimensi idealitas maksudnya adalah suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dimensi fleksibilitas mengacu pada ideologi yang demokratis, yang meletakkan kekuatannya pada keberhasilannya merangsang masyarakat untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran baru tentang nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. “Melalui pemikiran-pemikiran baru tentang dirinya ideologi itu mempersegar dirinya, memelihara dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu. Dari situ kita barang kali dapat menyimpulkan bahwa suatu ideologi terbuka, karena bersifat demokratis, memiliki apa yang mungkin dapat kita sebut sebagai dinamika internal yang mengundang dan merangsang mereka yang meyakininya untk mengembangkan pemikiran-pemikiran baru tentang dirinya tanpa khawatir atau menaruh curiga akan kehilangan hakekat dirinya,” terang Nurbani di tengah presentasinya di depan dewan penguji. Selanjutnya, dimensi realita maksudnya adalah ideologi itu memiliki nilai-nilai dasar yang bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup di dalam masyarakatnya, terutama pada waktu ideologi tersebut lahir, sehingga mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka bersama. Baca juga: UMM Berdayakan Masyarakat Parangargo Lewat Budidaya Ikan Sistem Biona Adapun dimensi Relatif-Spekulatif merupakan intepretasi yang dilakukan oleh para tokoh berdasarkan hasil perenungan panjang dalam pengalamannya dalam rangka memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan atau kegelisahan yang dihadapi oleh masyarakat pada ideologi yang telah disepakatinya. Atas temuan-temuan dalam disertasinya tersebut, para dewan penguji memberikan apresiasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan penelitian yang dilakukan oleh Nurbani sangat relevan bila disandingkan dengan keadaan kontektual kekinian seperti kegaduhan beberapa waktu lalu yang menyoal urgensitas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila. “Penelitian yang dilakukan oleh Pak Nurbani ini bagus sekali. Mengapa? Karena penelitian ini sangat relevan bila disandingkan dengan keadaan kontektual kekinian seperti kegaduhan beberapa waktu lalu menyoal urgensitas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,” ucap Dr. Tri Suryaningsih. (fid/can)
Lab Experimental Farm Beri Solusi Berkurban di Tengah Pandemi

LABORATORIUM Experimental Farm di bawah naungan Edupark, Fakultas Pertanian Peternakan (FPP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyediakan hewan kurban untuk Idul Adha 1441 H dengan fasilitas “full services”. Tidak hanya penjualan hewan kurban saja, tapi juga menyediakan fasilitas pemotongan, pencacahan dan pengemasan bahkan penyaluran dagingnya. Menurut Ali Mahmud, SPt. MPt selaku Kepala Laboratorium Experimental Farm, yang juga praktisi domba kambing dan pengurus Asosiasi Peternak Domba-Kambing Indonesia menyatakan bahwa ternak yang dijual diberikan pemeliharaan yang khusus dengan pakan berupa silase dan komplit feed. “Tahun ini kami menyediakan 3 ekor sapi terdiri dari 1 Limosin dan 2 jantan PFH, 18 ekor kambing, dan 38 ekor domba. Untuk sapi dan domba terjual semua, sedangkan kambing tersisa. Mayoritas pembeli dari dosen, karyawan UMM, dan masyarakat umum,” ujar Ali. Selama proses pemeliharaan dan pra penyembelihan, hewan kurban diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan sekaligus dosen jurusan Peternakan, FPP UMM, Prof. Dr. drh. Lily Zalizar, M.Kes. Selain itu dibantu juga oleh Dr. Ari Prima, SPt., MSi yang ahli pada bidang ilmu ternak ruminansia kecil. Proses penyembelihan pun mengikuti Biosecurity dan SOP Experimental Farm. Alat Pelindung Diri (APD) selama pemotongan dan penyembelihan pun dipakai seperti kacamata atau faceshield, tutup kepala, masker, sarung tangan karet, baju, celemek, dan sepatu boot. Ada dua tempat pemotongan yang terpisah yakni out door untuk penyembelihan dan indoor untuk pengulitan, pencacahan, sampai packing. Sebelum pemotongan, para juru sembelih masuk ruang penyemprotan desinfektan. Respon positif dari pembeli hewan kurban pun dilontarkan. “Hewan kurban yang disediakan bersih dan gemuk-gemuk dengan harga terjangkau. Apalagi dengan adanya fasilitas pemotongan dan pencacahan yang sesuai protokol kesehatan, sangat memudahkan untuk berkurban di masa pandemi ini,” ujar salah satu pembeli. (*/can)
Berdayakan Masyarakat Parangargo Lewat Budidaya Ikan Sistem Biona

Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Desa Parangargo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program yang didanai Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia memberdayakan masyarakat Parangargo melalui budidaya ikan sistem Biona “Sistem Biona yaitu sistem budidaya lele menggunakan kolam terpal dengan merekayasa lingkungan perairan di kolam budidaya agar kondisinya mirip dengan lingkungan perairan di habitat aslinya, sehingga ikan lele bisa hidup nyaman di kolam tersebut,” ungkap Riza Rahman Hakim S.PI. M.Sc (30/7), pakar budidaya Biona yang merupakan dosen jurusan perikanan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM ini. Menurut Riza, dibandingkan dengan budidaya tradisional atau konvensional, sistem Biona ini memiliki banyak kelebihan, yaitu bisa padat tebar tinggi. Jika biasanya pada budidaya tradisional per satu meter kubik kolamnya rata-rata hanya di isi 200 ekor lele, dengan sistem Biona kolam bisa di isi 500-1000 ekor lele per satu meter kubik. Keunggulan lainnya adalah air tidak perlu di ganti sampai ikan lele dipanen. Penyajian materi sangat lengkap dengan mengupas permasalahan, teori dan implementasi cara budidaya ikan dengan sistem Biona. Pelatihan ini membekali masyarakat mengembangkan budidaya ikan dengan cara sederhana yaitu tidak harus memiliki lahan luas. Melalui sistem Biona masyarakat bisa melakukannya di rumah dengan memanfaatkan lahan yang ada, meski lahan yang dimiliki sempit. Ketua pengabdi, Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si menyatakan, masih banyak aktifitas lanjutan yang nantinya akan dilakukan diantaranya kolam lele juga akan dibuat berbantuan solar cell guna mengurangi beban listrik akibat pemanfaatan sistem aerasi (penambahan oksigen) kolam. Program jangka panjangnya, juga perlu pengelolaan pasca panen serta pembuatan pakan pelet dalam mendukung program ini secara utuh. Pelatihan budidaya ikan lele, pembuatan kolam dan tebar benih ikan lele adalah bagian kegiatan pengabdian yang dilakukan di Fish Edu Park UMM ini. Tim UMM telah menyiapkan lima kolam masing-masing berdiamater dua meter yang ditebar 8000 bibit ikan lele dan 500 ikan nila merah. Pelaksanaan kegiatan tersebut bersinergi dengan program masyarakat Parangargo yang mendapat dukungan penuh dari desa. (afi/can)
Berkat Iklim Internasional Kampus, Muda Karir Menjelajah Dunia

Keliling dunia. Sejak lama cita-cita ini telah bertengger di benak Anggita Elmawinda, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Gadis yang menjabat sebagai Social Media and Marketing Manager ecommerce business platform Harvest di Melbourne ini memang sangat suka berpetualang. “Aku punya mimpi travel the world,” ujar dara kelahiran Mataram, 11 April 1996 ini. Benar saja, untuk merealisasikan mimpinya, lulusan tahun 2018 ini bekerja ekstra keras. Sejak kuliah, Elma, demikian sapaan akrabnya tak segan terlibat dalam berbagai acara dan organisasi, baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Baginya, mimpi tidak bisa dicapai dengan berleha-leha. “Aku orangnya ambisius. Jadi aku sadar betul bahwa harus berjuang. Apapun caranya aku akan cari jalan, yang penting halal. Misalnya kalau gak ada duit untuk dukung cita-citaku, aku jualan dan lain-lainnya,” katanya. Tidak hanya itu, untuk mendekati cita-citanya, Elma menghabiskan waktu di kampus dan terlibat di banyak kegiatan. Mulai dari Learning Express Program (Lex) Singapore, AIESEC, Lomba-lomba Public Relation, Kepanitian acara dengan TV swasta naional, Komunikasi Beraksi (Komaksi), International Gathering Dharmasiswa, Film Festival hingga FISIP Dance. “Aku percaya, bahwa dengan banyaknya kegiatan dan networking yang dibangun maka akan banyak pengalaman, banyak teman, banyak relasi. Dan Alhamdulillah, semua pekerjaanku dapatnya gak susah-susah banget. Semua datangnya dari networking,” ujarnya. Elma mengisahkan, awal mula karir internasionalnya dimulai dari kegemarannya menyambangi corner-corner yang dimiliki UMM. Dari sana ia mendapat informasi berbagai kegiatan hingga peluang karir internasional. “Hal yang paling berkesan dan tidak bisa aku lupa saat kuliah di UMM adalah, bantuan dari International Relation Officer atau IRO dan American Corner yang benar-benar terlibat banyak dalam pengembangan diri. Aku bisa menemukan teman dan dapat networking yang bagus disana. Seminar-seminar yang digelar juga betul-betul memberikan pengetahuan baru. Aku juga bergabung di China Corner untuk ikut kursus budaya Cina dan kelas Bahasa Mandari gratis selama enam bulan,” urainya. Iklim internasional ini tidak dipungkiri Elma, mengantarkan ia pada mimpi untuk keliling dunia. Saat tengah menepuh tugas akhir, ia mendapat peluang untuk bergabung sebagai National Director of Brand Customer Experience Facebook and AIESEC Cambodia 1819. “Sebelum lulus aku sudah keterima sebagai National Director of Brand Customer Experience Facebook and AIESEC Cambodia 1819, padahal skripsi belum selesai. Akhirnya ngebut, dan bolak-balik Kamboja-Indonesia mulai dari mengurus VISA sampai training sambil mengerjakan skripsi. Usai wisuda, besoknya langsung melesat ke Kamboja dan mulai bekerja,” kenangnya. Berhasil mendapat pekerjaan di tempat yang bergengsi di luar negeri tak menghentikan mimpi gadis yang hobi jalan-jalan dan menari ini. Di akhir masa kontraknya dengan AIESEC dan Facebook, ia ditawari bergabung sebagai Staff Assistant Intern at Consuler & Protocol of Consulate General of The Republic of Indonesia Melbourne. Jiwa petualangannya makin hidup. Ia sangat bersemangat menjalani pekerjaan barunya. Terus melakukan yang terbaik, putri dari Ibu Dahlia dan Bapak Takwim ini kembali mendapat tawaran yang lebih menantang. Sebuah ecommerce di Melbourne meminangnya sebagai Social Media and Marketing Manager. “Aku bersyukur diberi kepercayaan ini apalagi sebagai manajer yang boleh mengatur apapun. Gaji yang ditawarkan juga sesuai. Saat ini aku mengatur segalanya, apapun, mulai dari mengumpulkan vendor, mentain website hingga training sales. Semua dipelajari secara otodidak. Aku termasuk orang yang mengupdate skill dengan cepat. Jadi, buat teman-teman, pesan saya jangan takut ambil resiko, jalani saja,” tegasnya. Di akhir Elma berpesan, untuk siapa saja agar terus memperjuangkan cita-citanya. Semua yang diharapkan akan terwujud sesuai dengan kerja keras yang dilakukan. “Jangan lupa, work hard, dream hard,” pungkasnya. (sil)
Dosen UMM Jadi Ketua Umum PPI Taiwan

PEMILIHAN ketua umum Perhimpunan Pelajar Indonesia atau disingkat dengan PPI Taiwan telah digelar. Salah satu kandidat yang terpilih merupakan dosen keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM), Ns. Muhammad Muslih, M.Sc. Muslih saat ini menempuh pendidikan doktoral di Taipei Medical University. Muslih, sapaan akrabnya, mengatakan jika sidang umum PPI Taiwan yang diselenggarakan setiap satu tahun periode seharusnya dilaksanakan pada bulan Maret 2020, akhirnya mundur ke Juli 2020 karena pandemi Covid-19. Salah satu agenda sidang umum PPI Taiwan adalah pemilihan Ketua PPI Taiwan untuk satu periode yang akan datang. Pada kesempatan tersebut, calon ketua PPI Taiwan yang sebelumnya telah mendaftar akan mempresentasikan visi-misi dan gagasan untuk PPI Taiwan setahun kedepan. Mereka memaparkan visi-misinya di depan seluruh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh Taiwan, yang selanjutnya disebut anggota Dewan Perwakilan (DP) PPI Taiwan. Pada kesempatan tersebut juga terdapat sesi tanya jawab sebagai bagian dari fit and proper tes calon ketua PPI Taiwan. “Visi pada kepengurusan saya adalah PPI Taiwan sebagai platform untuk berkarya, berdaya guna, bermanfaat dan memberikan kebaikan pada pelajar Indonesia di Taiwan. Dan memiliki Misi yaitu, pertama mewujudkan PPI Taiwan sebagai organisasi pelajar Indonesia di Taiwan yang terdaftar dan di akui. Baca juga: Fakultas Kedokteran Soroti Kesehatan Ibu dan Anak di Masa Pandemi Berikutnya, memperkuat PPI Taiwan sebagai rumah yang nyaman dan produktif dalam mengembangkan potensi diri di bidang keilmuan, minat, bakat dan pengabdian masyarakat. “Juga, mengoptimalkan PPI Taiwan sebagai organisasi yang kolektif-kolegial dan dinamis, serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai organisasi dan lembaga lain,” kata Muslih. Muslih juga menambahkan, PPI Taiwan adalah milik pelajar Indonesia dan rumah bagi seluruh pelajar Indonesia di Taiwan, maka ke depan ia percaya bahwa amanah ini menjadi tanggung jawab bukan hanya atas dirinya seorang, bukan pula rekan-rekan pelajar saja. “Tetapi kita bersama untuk memakmurkan, memberdayakan, berkontribusi dengan karya (keilmuan/scientific forum, minat bakat) dengan menebarkan manfaat dan kebaikan untuk sesama, melalui tagline We Build, We Empower, We offer the Goodness,” cetusnya. Selain itu, PPI akan bekerjasama dan berkolaborasi dengan organisasi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, organisasi keislaman mahasiswa dan masyarakat untuk terus menebar manfaat. Salah satunya, selama ini PPI telah bersama sama dengan forum mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan, dompet duafa dan human initiative (HI) dalam program pengabdian salah satunya penyaluran zakat, infaq dan sodaqoh bagi saudara-saudara muslim baik di Taiwan maupun di Indonesia. Dan saya percaya ke depan semangat positif ini kan terus kita pertahankan,” katanya yang ahli dalam bidang keperawatan jiwa itu. (zaq/can)
BNPT dan UMM Bersinergi dalam Pencegahan Terorisme

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan seminar penanggulangan terorisme bertajuk “Jaga Kampus Kita: Pelibatan Civitas Akademica dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT Jawa Timur”, Selasa (28/7) pagi. Agenda sehari ini menghadirkan Direktur Pencegahan BNPT Republik Indonesia, Brigjen Pol. Ir. Hamli, ME. Turut dihadirkan pula sejumlah pakar dari perguruan tinggi serta mantan napiter terorisme. Disebutkan ketua FKPT Jawa Timur Dr. Hj. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum. saat menyampaikan sambutan, Jawa Timur termasuk lima wilayah besar yang potensi terpaparnya radikalisme besar. “FKPT di daerah adalah bentuk konkrit sinergi antara pemerintah, dalam hal ini BNPT RI, bersama masyarakat mencegah terorisme dan membendung radikalisme. Tujuan dari kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah dalam hal ini BNPT dengan pemangku kepentingan dan tentu di lingkungan kampus civitas akademika di Malang,” ungkap Hesti. Yang kedua, sambung Hesti, agenda ini terselenggara tentu untuk mempersempit ruang para kelompok radikal dan terorisme yang ingin menyalahgunakan wahana kebebasan akademik kampus. Selain itu, tujuan yang lainnya adalah memahami dinamika yang berkembang dalam pencegahan terorisme melalui civitas akademika. Dan yang terakhir adalah memotivasi civitas akademica untuk mensterilkan kampus dari pengaruh ideologi radikal dan kelompok terorisme. “UMM adalah mitra yang sangat strategis untuk melakukan upaya pencegahan paham radikalisme,” ungkap Hesti. UMM sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berafiliasi terhadap Persyarikatan Muhammadiyah memiliki komitmen yang sama untuk merawat, menjaga, tidak saja kampus UMM, tapi menjaga NKRI ini dari berbagai ancaman termasuk terorisme yang berkedok agama. “Muhammadiyah dalam hal ini Universitas Muhammadiyah Malang juga menekankan apa yang disebut dengan faham Wasathiyah yakni faham moderat di dalam beragama. UMM juga punya konsen terhadap komitmen untuk menjaga penetrasi, intervensi paham radikal,” ujar Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. Wakil Rektor I UMM. UMM punya berbagai macam program pendidikan baik intrakulikuler maupun ekstra kulikuler. Misalnya Maba mengikuti karantina selama satu minggu yaitu P2KK. Mereka dilatih soft skill, termasuk ditanamkannya pengetahuan agama yang moderat. “Kami punya mata kuliah yang bernama Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ada juga mata kuliah PKN. Dengan semua ikhtiar itu saya kira UMM secara formal, secara sistem terbebas mestinya dari paham radikal maupun terhadap paham yang mengarah kepada tindakan terorisme,” kata Syamsul di Hotel Rayz UMM. Sementara itu, Direktur Pencegahan BNPT Republik Indonesia Brigjen Pol. Ir. Hamli, ME. Dalam pidatonya menyebutkan, pelibatan civitas akademica dalam upaya pencegahan terorisme dinilainya sangat penting. Terlebih, keseriusan itu juga ditunjukan melalui pihak BNPT yang meminta Muhammadiyah dalam upaya ini. “Kami sudah bertemu dengan pak Haedar Nashir, untuk memohon bantuan dari Muhammadiyah untuk melakukannya secara bersama. Karena Muhammadiyah sudah selesai untuk urusan ini maka mohon untuk ikut serta bersama pemerintah,” ungkap Hamli. Selain Direktur Pencegahan BNPT Republik Indonesia Brigjen Pol. Ir. Hamli, ME., para pemateri yang dihadirkan yakni Dosen Fakultas Agama Islam UMM Pradana Boy ZTF., Ph.D, yang menyampaikan materi Moderasi sebagai Strategi Kontra-Radikalisme. Ada Ali Fauzi yang berbagi pengalaman pribadi tentang Pola Perekrutan Kelompok Teror di Indonesia Dulu dan Sekarang serta Upaya Penanganannya. Terakhir, ada Zuly Qodir dari Program Doktor Politik Islam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Agenda ini juga disaksikan mahasiswa baru UMM via YouTube. (*can)
Sulistyawati Lulus Doktor Pertanian UMM Berkat Teliti Genotipe Sorgum

PROGRAM Doktor Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluluskan mahasiswanya. Adalah Sulistyawati, yang dalam disertasinya mengangkat sumber pangan alternatif dengan judul penelitian bertajuk “Variasi Genetik dan Hubungan Kekerabatan Beberapa Genotipe Sorgum Lokal Jawa Timur”. Sulistyawati di sidang terbuka dalam jaringan, Sabtu (25/7), dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan yang dapat tumbuh dan berproduksi pada lahan kurang produktif, khususnya lahan marginal kering sehingga dapat dikembangkan sebagai alternatif pangan lokal selain beras. Produk utama sorgum adalah biji yang bisa dimanfaatkan sebagai pangan maupun pakan. “Potensi sorgum sebagai bahan pangan cukup besar, terutama untuk substitusi pangan pokok beras maupun terigu,” jelas Sulistyawati saat menjalani sidang. Berdasarkan sejarah perkembangannya, diterangkan Sulistyawati, sorgum merupakan tanaman pangan yang sudah dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak lama namun saat ini mulai berkurang bahkan di beberapa daerah sudah hilang. Satu hal menarik, ada beberapa wilayah yang secara terus menerus mengusahakan sorgum lokal meskipun sangat terbatas, salah satunya Jawa Timur. Menurut Ketua Program Doktor Ilmu Pertanian UMM, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, MS., unsur kebaruan dalam riset untuk bisa menuntaskan studi doktoral menjadi prasyarat utamanya. Dan pada disertasi Sulistyawati dinilainya terdapat informasi baru. Sulistyawati berhasil meneliti genotipe dari sorgum. Dia bisa mengisolasi sembilan genotipe yang ada di tanaman sorgum yang ditanam di Jawa Timur. Sulistyawati juga berhasil mengkarakterisasi, baik secara Morfologi maupun Fisiologi. Dan dia juga meneliti kekerabatan antar genotipe yang berbeda. Dan diklaim belum ada informasi sebelumnya. “Nah, dengan diketahuinya karakter dari masing-masing gen itu kita bisa mendapatkan informasi mana yang terbaik,” ujar Prof. Lili. “Jadi penelitian Sulistyawati bagus sekali. Penelitian ini butuh konsentrasi yang tinggi. Karena itu molekuler, ya. Dan meneliti sampai dengan hubungan kekerabatan dimana ada yang Tuban, ada yang Tulungagung. Jadi kalau hubungan kekerabatannya jauh itu nanti bisa dikembangkan, bisa mempunyai potensi untuk kita rekayasa genetika. Jadi itu bagus sekali penelitiannya,” terang Lili. “Program Doktor Ilmu Pertanian ini baru menerima mahasiswa September tahun 2016. Sekarang di bulan Juli 2020 kami sudah bisa meluluskan. Belum sampai empat tahun. Alhamdullillah, kami juga baru terakreditasi lebih kurang seminggu yang lalu, pertama kali akreditasi kami langsung dapat B,” kata Prof. Lili. (riz/can)