FPP UMM Siapkan Ketahanan Pangan untuk Kedaulatan Bangsa

Indonesia dikenal sebagai negara dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. Tecatat oleh World Bank, Indonesia menduduki peringkat 18 dunia dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memegang peran penting dalam ketahanan dan kestabilan pangan dunia. Berkenaan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) David Hermawan menyampaikan bahwa bidang akademik memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan formasi ketahanan pangan. “Saat ini Indonesia sedang membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menanggulangi ketahanan pangan di tahun 2030 nanti,” paparnya pada Program Bela Negara di Lapangan Rindam V Brawijaya Malang, Rabu (3/10). Selama tiga hari sejak Senin-Rabu (1-3/10) sekitar 1.000 mahasiswa baru FPP UMM ikut serta dalam Program Bela Negara. Kegiatan yang bekerjasama dengan Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang tersebut diisi dengan berbagai kegiatan ruang dan lapang. Wakil Komandan Rindam V Brawijaya Kolonel Infanteri Bambang Sujarwo menguraikan bahwa seluruh peserta yang terdiri dari mahasiswa baru FPP UMM angkatan 2018 tersebut mendapatkan paparan materi terkait wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan mengenal Indonesia lebih jauh. Sedangkan untuk kegiatan lapang, mahasiswa-mahasiswa ini dilatih untuk disiplin, bertanggungjawab, dan bekerja keras. “Kami tidak hanya memberikan materi di dalam ruang saja, namun langsung juga diaplikasikan di lapangan,” ujar Bambang Selain sebagai bentuk kaderisasi human capital yang inovatif dan berdaya saing, melalui program ini FPP UMM juga ingin mematangkan teori-teori mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada mahasiswanya. Hal tersebut ditekankan oleh Dekan FPP UMM. “Keputusan untuk mengganti kegiatan di kelas dengan kegiatan aplikatif seperti ini karena kami benar-benar ingin menanamkan jiwa nasionalisme pada diri individu utamanya mahasiswa baru,” tegas pria yang juga dosen Prodi Perikanan tersebut. Rektor UMM Fauzan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara penghormatan Fauzan menyatakan bahwa kegiatan yang dilewati oleh mahasiswa-mahasiswa ini merupakan upaya UMM dalam membentuk karakter manusia Indonesia yang seutuhnya. “Setelah tiga hari dididik, ditempa, dan dibentuk di sini maka saat ini Anda semua mahasiswa yang ada di sini telah memiliki karakter manusia Indonesia seutuhya. Hal ini adalah modal penting bagi Anda semua,” kata Fauzan. Alaykartina Baginda mahasiswa Prodi Peternakan yang menjadi salah satu pesera mengaku sangat senang bisa dilatih oleh para anggota TNI yang ada di Dodikjur Rindam V Brawijaya ini. Ia tidak menyangkan bahwa di UMM juga akan belajar banyak tentang nasionalisme, bahkan langsung dari garda teerdepan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Di awal saya merasa berat mau ke sini, karena saya pikir kenapa harus ikut acara seperti ini. Tapi semuanya berbanding terbalik sejak melewati hari pertama di sini,” ujar mahasiswi asal Blitar tersebut. (nis/sil)

Peluang Institute Pendidikan Vokasi di Era 4.00

Menyambut revolusi industry 0.4, keahlian khusus dibutuhkan seseorang dalam menghadapi globalisasi, khususnya dalam dunia perdagangan, utamanya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini yang membuat kursus-kursus singkat mulai dari bartender, koki, hingga make up artis menjadi serbuan para anak muda hingga ibu-ibu rumah tangga. Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Ir. Ananto Kusuma Seta M.Sc, PhD menyampaikan fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dibelahan dunia lain. Hal ini menurut Ananto, dapat menjadi sebuah peluang bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendirikan Institut Pendidikan Vokasi (IPV). Selain alasan tersebut, Ananto juga menyampaikan bahwa saat ini berdasarkan survey yang dilakukan, ada sebanyak 20 Ceo Top Indonesia mengaku tidak mendapatkan lulusan Perguruan Tinggi sesuai dengan apa yang dikehendaki. Ini sangat disayangkan, karena berarti hanya sedikit dari lulusan yang bekerja sesuai dengan bidangnya. “Ini menjadi pengantar untuk kita mendirikan Institute Pendidikan Vokasi UMM dengan tagline Creating moment,  progressing talent. IPV ini nantinya memiliki visi pelopor dalam pemajuan talenta,”ujarnya pada Lokakarya Pendidikan Vokasi “Tantangan dan Prospek Pendidikan Vokasi pada Perguruan Tinggi di UMM, (3/10). Menguatamakan kualitas lulusan, nantinya IPV UMM direncanakan akan mengangkat tata CREATIVE yakni Care,  Religious,  Entrepreunersh,  Agile,  Teamwork, Inovative, Visionary dan Exellence. “Alasan lainnya kita betul-betul ingin memanfaatkan Industri 4.0. Kedua menurunkan angka pengangguran, ketiga meningkatkan daya saing global, memanfaatkan bonus geografi, bonus demografis kita harus diubah dari yang konsumtif jadi produktif serta kelima meningkatkan eksport tenga kerja terampil. Ini seperti kerjasama kita dengan Jepang itu,”tambahnya. Nantinya IPV akan melayani berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum dewasa, anak-anak lulusan SMA/SMK dan jug civitas akadenika UMM sendiri. “Nantinya mereka akan mendapatkan kecakapan lulusan berupa soft skill,  jiwa kreatif dan entrepreuner,  berketrampilan jamak, adaptif dan pembelajaran sepanjang hayat serta  global citizenship,”katanya. Direncanakan menyediakan pendidikan yang terus beririsan dengan kemajuan zaman, IPV sesuai rencana akan memiliki 5 sekolah dengan berbagai bidang peminatan, sekolah disain dan media misal program peminatan interaktif disain, sekolah TIK dan elektronika, sekolah bisnis dan manajemen, sekolah kesehatan dan hospitality misal dengan peminatan halal pastry dan baking dan sekolah agribisnis misal peminatan landscape. “ Sehingga nantinya anak itu punya disain masa depan sesuai dengan passionnya sendiri,” tambah Ananto. Selain didisain istmewa dalam kurikulumnya, IPV nantinya direncanakan juga sebagai kampus dengan multi stakeholder,  integrated facilities,  e-Manajemen,  dan Green Environment dengan menggunakan semua yang serba canggih dengan less paper. “Nanti bisa juga bekerjasama dengan kampus Singapura misalnya.  Disana kan kekurangan mahasiswa.  Ini bisa kita ajak kerjasama. Misalnya mereka mengirimkan dosen untuk mengajar vokasi disini,” pungkasnya.(sil)

Snack Diet Sunnah Kurma Isi Cokelat THAMR Produksi Mahasiswa UMM

Kurma. Buah asal negeri timur tengah ini akrab dan disukai para orang tua. Memiliki rasa manis dan banyak khasiat, sayangnya oleh-oleh khas jema’ah haji dan umroh ini tidak begitu diminati anak muda.<br /> Melihat fenomena ini, seorang mahasiswi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Meita Hanifatus Shobiroh mencoba berkreasi membuat snack berbahan kurma yang dapat mencuri hati anak muda. Ia mengajak dua rekannya, Ulinnuha Lailanur Mawarni dan M. Guntur Purwodi yang merupakan salah satu mahasiswa kampus negeri di Malang, untuk berinovasi memproduksi Snack Diet Sunnah, Kurma Isi Cokelat THAMR.<br /> “Kita ingin mengenalkan bahwa kurma itu bukan hanya untuk lansia saja. Melalui produk kami, anak muda juga bisa menyukai kurma dengan berbagai varian rasa yang ditawarkan,” paparnya, Selasa (2/10).<br /> Selain menyajikan berbagai varian rasa, kemasan yang didesain cantik dan menarik serta harga yang terjangkau menjadi andalan Meita memasarkan produknya. Meita pun memaparkan beberapa kelebihan lain yang ditawarkan snack sehat ini seperti kaya serat, tanpa tambahan gula, dapat memperkuat tulang, mempercatik kulit, menjaga tekanan darah hingga memelihara kesehatan jantung.<br /> “Kurma ini juga tanpa bahan pengawet dan pemanis tambahan, soalnya dari kurmanya sendiri sudah manis banget, jadi para lansia tidak perlu khawatir diabetes. Meskipun tanpa pengawet buatan, kurma isi coklat THAMR bisa tahan satu tahun asal tidak terkena sinar matahari langsung,”paparnya.<br /> Menawarkan penganan nikmat dengan harga ekonomis, Kurma Isi Cokelat Thamr tersebut dijual dengan dua pilihan kemasan. Kemasan premium berisi 8 buah kurma seharga Rp. 8 ribu dan kemasan medium 0,5 kg seharga Rp. 50 ribu. Menggunakan sistem online, produk yang segera memiliki varian rasa keju ini sudah menjamah seluruh daerah di Pulau Jawa, Lombok hingga Sumatera. Meita pun mengantongi untung yang cukup lumayan mencapai jutaan rupiah setiap bulannya.<br /> “Kemarin lebaran itu kita kirim-kirim ke luar pulau juga, ke Lombok sampai ke Pekanbaru. Alhamdulillah sudah mencapai jutaan rupiah tiap bulannya,”pungkasnya. (aan/sil)

Entrepreunership Day UMM, Kupas Pentingnya Branding dalam Wirausaha

Untuk kesekian kalinya, Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni (PKMA) Biro Kemahasiswaan Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) mengadakan kerjasama dengan perusahaan terkemuka. Senin (1/10) di Aula BAU UMM, PKMA menggandeng Pizza Hut Delivery (PHD) dan Radio Puspita FM menggelar Entrepreneurship Day untuk berbagi pengalaman sukses mengelola jiwa entrepreneurship, khususnya kepada mahasiswa UMM yang getol berwirausaha. Pada kesempatan kali ini, PHD mendatangkan Christofel Angelo yang tak lain adalah Creative Director of JCK Enterprise.  Menghisupkan semangat berwirausaha para mahasiswa, Christofel berbagi pengalamannya dalam mem-branding berbagai produk. “Branding itu bukan soal tampilan, packaging dan teman-temannya. Branding adalah karakter yang ingin diperkenalkan kepada publik,” ujar Christofel. Ia juga menjelaskan, bahwa pada dasarnya hingga saat ini begitu banyak entrepreneur atau pengusaha yang salah mengartikan branding, hingga pada akhirnya usaha yang didirikan gulung tikar dalam waktu yang singkat. Agar berhasil membangun sebuah usaha Christofel menambahkan, seorang entrepreuner perlu melakukan berbagai pertimbangan yang matang. Apa yang dilakukan, semuanya harus berdasarkan riset dan product testing. Hal ini agar apa yang ditargetkan tak salah sasaran dan pada akhirnya merugi. Selain perencanaan yang matang, pria yang berkarir dalam bidang marketing consultant, sales dan online marketing ini juga menekankan bahwa dalam proses pemasaran, salah satu media yang paling murah dan mudah untuk digunakan adalah media sosial. Hal ini dapat diaplikasikan, utamanya untuk para pengusaha pemula. “Maksimalkan saja promo-promonya dengan rapi dan bagus menggunakan aplikasi-aplikasi mudah di android, ini untuk membuat kesan baik pada produkmu,” tekannya. Di akhir pria berkacamata ini berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tidak mendirikan sebuah usaha hanya lantaran sedang viral. Menurutnya, segala hal yang cepat naik juga akan cepat turun. Produk yang viral tidak memiliki prospek jangka panjang karena biasanya hanya akan muncul sesaat. Kepala PKMA UMM, Fien Zulfikariyati menyampaikan bahwa acara ini menjadi wadah bagi seluruh mahasiswa yang memiliki potensi di bidang kewirausahaan. “Mahasiswa harus diberi ruang untuk mengasah kompetensi berwirausaha, salah satunya dengan diadakannya forum-forum seperti ini,”tutupnya. (mir/sil)

Amati, Tiru, Modifikasi jadi Kunci Sukses Alumni UMM CEO Click Indonesia

Pernah mendengar nama Ferri Uno? Alumni Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bernama asli Ferri Jubair tersebut menjadi salah satu pengusaha muda Indonesia yang suskses membangun perusahaan digital, Click Indonesia. Perusahaan manajemen konten dan media sosial yang secara khusus membuat konten spesial yang sesuai dengan audiensnya dan memastikan keterlibatan jangka panjang melalui media sosial tersebut, saat ini telah berkembang pesat. Bersama tim profesional yang dibentuk, Click Indonesia membangun merek yang efektif dan menciptakan kehadiran media sosial yang menarik untuk publik figur terkenal dari berbagai kalangan, baik pemerintah, entitas komersial  maupun perusahaan. Ferri menguraikan, perjalananya menuju titik ini bukan suatu hal yang mudah. Bertekad untuk mandiri sejak masih mahasiswa, pemuda kelahiran Amsterdam Belanda ini telah menjajal berbagai keberuntungan untuk menjadi seorang entrepreuner. Ia pernah mencoba usaha di bidang kuliner. Sayangnya, dua kali membuka bisnis di bidang tersebut keberuntungan belum berpihak pada pria asal Malang tersebut. “Saya buka bisnis di Malang pada bidang kuliner dua kali, tapi memang saya belum beruntung di sana. Akhirnya saya lamar-lamar untuk mencari opportunity lain,” jelasnya. Mantap berhijrah, pria yang baru 13 tahun tinggal di Indonesia ini memulai karir barunya di Jakarta pada tahun 2015. Ia memutuskan untuk “belajar” dan bekerja dengan orang-orang yang dianggap sesuai dengan minatnya. Tak membutuhkan waktu lama, berkat kredibilitasnya dalam bekerja, Ferri memperoleh kesempatan untuk bergabung pada sebuah proyek milik Mark Winkle yang bekerjasama dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) pada tahun yang sama. “Setelah diterima, bersama Mister Mark Winkle saya mendapat kepercayaan untuk merumuskan Message House untuk Ibu Retno (red. Menteri Kemenlu),” papar Ferri. Memberikan kinerja terbaik, Ferri dan tim berhasil merumuskan Empat Pilar Message House untuk Kemenlu. Usai keberhasilan tersebut, empat bulan berselang, Ferri memutuskan untuk berdiri sendiri dengan membangun sebuah perusahaan perintis (startup.red). “Saya empat bulan ikut Mister Mark Winkle. Kalau ikut orang itu jangan lama-lama. Jangan lupa implementasikan ATM yaitu amati, tiru, modifikasi,” kata Ferri. Diakui Ferri, keyakinannya untuk mulai membuka bisnis baru juga tidak terlepas dari inspirasi yang didapat dari intensitas pertemuannya dengan Ilham Habibie, putra pertama Presiden BJ. Habibie. Ilham menilai, Ferri memiliki potensi besar untuk mengembangkan kreativitasnya. Penyataan ini membuat Ferri makin mantap hingga pada tahun 2016, ia resmi membuka startup barunya Click Indonesia. “Setelah sering bertemu dengan Pak Ilham Habibie, saya lihat perusahaan digital milik beliau dan saya pikir peluang membuka perusahaan seperti itu sangat besar lalu terciptalah Click Indonesia,” ungkap Ferri yang menjabat sebagai CEO and Communication Consultant Click Indonesia ini. Dikenal memiliki pribadi yang sangat berambisi, selebgram yang digadang-gadang memilki tampilan mirip dengan Sandiaga Uno ini tak pernah menyangka bahwa ia akan kembali ke UMM karena mendapat undangan sebagai seorang alumnus yang dikenal sukses mengejar mimpinya. “Kalau dipikir-pikir lagi, lima tahun yang lalu, saya tidak punya pandangan bahwa akan kembali ke UMM dan menjadi tamu yang diakui sebagai mahasiswa sukses mengejar mimpinya. Mungkin ini adalah salah satu bentuk dukungan saya untuk UMM, memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk terus mengejar mimpi,”pungkas Ferri. (nis/ sil)

Melalui Program UMM Pasti, Rektor Jamin Mahasiswa Lulus Tepat Waktu

Tradisi silaturrahmi wali mahasiswa baru gelombang 2 dan 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali digelar Jumat (31/8). Berlokasi di dome UMM, wali calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2018/2019 yang berasal dari seluruh penjuru daerah di Indonesia berkumpul. Memberikan sambutan Rektor UMM, Fauzan menyampaikan ucapan selamat datang di kampus UMM sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Timur. Fauzan mengungkapkan di tahun 2018 ini terjadi peningkatan mahasiswa baru yang cukup signifikan. “Tahun 2018 ini, tercatat 19.000 pendaftar UMM dan yang dapat kami terima sejumlah 7.500 orang, ” ujar Fauzan. Berupaya selalu memberikan yang terbaik, oleh pihak kampus peningkatan tersebut diimbangi dengan berbagai fasilitas yang disempurnakan. Tak hanya dalam segi fasilitas, Fauzan juga meyakinkan para wali orang tua mahasiswa bahwa pembentukan hasil lulusan yang baik juga dilakukan melalui berbagai program, salah satunya dengan program UMM Pasti. Program tersebut merupakan sebuah upaya dari UMM untuk meluluskan mahasiswa dalam waktu 3,5 dan 4 tahun, pasti mandiri dan pasti bekerja. “Saya pastikan putra putri bapak bisa lulus 4 tahun kemudian,” kata Fauzan. Menyambut perkembangan dunia karir mahasiswa yang semakin beragam di era millennial, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan meluncurkan program UMM Pasti, yakni Pasti Lulus 4 Tahun, Pasti Bekerja dan Pasti Mandiri. Melalui program ini Fauzan yakin, lulusan UMM akan mampu berkompetisi di dunia luar bahkan sebelum menyelesaikan studinya.(Humas)

Ormas Malaysia Kunjungi PSIF UMM, Tertarik Dinamika Kaum Muda Muhammadiyah

Sebanyak enam aktivis Lestari Hikmah, sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Malaysia, mengunjungi Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka mengaku sangat tertarik dengan dinamika dan perkembangan ormas Muhammadiyah di Indonesia. Ketua rombongan Lestari Hikmah, Rashidi mengatakan, di Malaysia Muhammadiyah sudah sangat dikenal. Bahkan, sudah ada sekolah Muhammadiyah di sana sejak tahun 1950an yang diinisiasi sejumlah tokoh, di antaranya Buya Hamka. Sekarang bahkan Muhammadiyah tengah mempersiapkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Malaysia. Karena itulah, Rashidi berharap kunjungannya ke UMM ini dapat menambah wawasan mereka tentang Muhammadiyah, terutama tentang kiprah pemikiran dan gerakan anak-anak muda Muhammadiyah. “Di Malaysia pergolakan pemikiran anak muda masih sangat lambat dan tak terdengar. Berbeda dengan Indonesia yang sangat dinamis dan progresif, di antaranya terlihat dari pemikiran anak-anak muda Muhammadiyah,” ungkapnya. Pengurus Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Haeri Fadly mengatakan, ruang demokrasi Indonesia yang terbuka membuat anak-anak muda lebih dinamis di bidang pemikiran dan gerakan. Tak hanya itu, ruang demokrasi itu juga berpengaruh pada dinamika antara Muhammadiyah, ormas lain dan pemerintah. Misalnya, soal penentuan hari raya Idul Fitri, di Indonesia masyarakat bebas memilih hasil fatwa NU, Muhammadiyah maupun pemerintah lewat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tak ada keharusan mengikuti salah satu fatwa. Hal itu tentu cukup janggal bagi Malaysia di mana umat Islam di sana pasti sejalan dengan fatwa pemerintah. Sementara itu sekretaris PSIF UMM Subhan Setowara mengatakan, kuatnya dinamika anak muda Muhammadiyah sangat dipengaruhi oleh kelahiran Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) yang lahir pada 2003. Lahirnya JIMM kala itu dilatari mandeknya dinamika pemikiran di tubuh Muhammadiyah di tengah gencarnya gerakan amal usaha Muhammadiyah. “Semangat JIMM ingin menghidupkan kembali spirit KH Ahmad Dahlan, yang tidak hanya dikenal sebagai aktor penggerak (man of action), tapi juga aktor pemikir (man of thought),” papar Subhan.

Terpilih, Nanda Mahasiswa HI UMM jadi Protokoler VIP dan VVIP Asian Games 2018

Kebanggan yang muncul atas digelarnya Asian Games 2018 tidak hanya dirasakan para atlit yang berhasil memenangkan pertandingan diberbagai cabang olah raga. Kebanggan ini juga dirasakan Nanda Aulia Dini, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMM yang terpilih untuk membantu menyukseskan Asian Games 2018 pada Divisi Venue Protocol Attendence. Pada divisi ini, Nanda, demikian panggilan akrabnya bertugas untuk menyambut para tamu VIP dan VVIP yang hadir. Selain itu, Nanda juga harus memastikan kelengkapan bendera di lokasi indoor dan outdoor serta lagu kebangsaan untuk prosesi pengalungan medali. “Sampai sejauh ini, meskipun harus mempelajari banyak hal tetapi saya merasa senang bisa ikut andil dalam acara dengan skala internasional seperti ini. Apalagi selama jadi volunteer saya bisa mengenal lebih dekat para atlet yang berjuang demi negara dan juga orang – orang penting yang belum tentu bisa saya temui di luar sana,” ungkapnya, Kamis (30/8). Mulai awal bertugas sampai saat ini, Nanda mengaku sudah bisa bertemu banyak tokoh nasional dan internasional, termasuk berhadapan langsung dengan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla serta serta Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, peluang tersebut ia manfaatkan juga untuk mengenalkan kampus tercitanya UMM. “Karena memang saya ditugaskan di area VIP jadi saya bisa ngobrol langsung dengan beberapa tamu penting dari Indonesia dan negara lain. Jadi ketika mereka mulai ngajak ngobrol tanya kuliah dimana dan sebagainya, saya bisa sekalian ngenalin UMM,” tambahnya. Menguaraikan proses rekrutmen yang dijalani, Nanda mengaku untuk berhasil masuk menjadi volunteer ia harus melalui proses yang panjang sejak Desember 2017 lalu. “Awalnya ketika mendaftar, saya tidak menyangka kalau bisa lolos seleksi administrasi dan kemudian dipanggil ke Jakarta untuk interview,”kenangnya. Setelah dinyatakan lolos, Nanda masih harus mengikuti serangkaian training sebagai bekal ketika sudah berada di lapangan, mulai dari pengetahuan dasar mengenai organisasi terkait olahraga dan Asian Games, International Etiquette, Communication Skill dan berbagai pengetahuan terkait pariwisata di Indonesia. “Karena nanti yang saya dan teman – teman lainnya temui datang dari berbagai negara, mangkanya kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sehingga bisa benar – benar membantu mereka sekaligus bisa mempromosikan wisata Indonesia,” terangnya. Seperti yang diketahui, negara – negara di Asia khususnya Indonesia saat ini tengah menggelar pesta olahraga dalam gelaran Asian Games ke 18 di Jakarta dan Palembang sejak 18 Agustus-2 September nanti. Demi suksesnya acara tersebut, panitia Asian Games mendapat bantuan dari 13.000 pemuda Indonesia terpilih yang menjadi volunteer baik di Jakarta maupun Palembang dan Nanda menjadi salah satunya. Di akhir Nanda berharap keikutsertaannya dalam acara ini dapat menambah dan meningkatkan pengalaman yang ia miliki sehingga dapat ia gunakan di masa depan. “Saya anggap ini sebagai kesempatan untuk upgrade experience dengan skala internasional,” pungkasnya.(vin/sil)

Yearis Karateka UMM, Ubah Hobi Jadi Prestasi

Karate menjadi salah satu olah raga yang diminati banyak anak muda, termasuk di Indonesia. Tak hanya sebatas melatih kebugaran, kompetisi di cabang olah raga ini juga selalu seru diikuti. Seni bela diri yang berasal dari Jepang tersebut beberapa waktu terakhir juga membawa nama harum Indonesia di perhelatan ASIAN Games 2018. Mengumpulkan emas sejak hari pertama, di hari ke-8 ASIAN Games Kontigen Indonesia berhasil kembali merebut Emas di cabang olah raga karate, Minggu (26/8). Medali emas ke-11 dari total 24 medali emas di Asian Games 2018 tersebut, disumbang oleh karateka Rifki Ardiansyah Arrosyid dari nomor kumite -60 kg putra. Menariknya, Rifki sendiri adalah remaja 21 tahun yang saat ini juga merupakan prajurit TNI AD berpangkat Sersan Dua (Serda) yang saat ini bertugas di Kodam V/Brawijaya. Meski seorang prajurit, Rifki terbukti tetap mampu menorehkan prestasi di bidang olah raga. Semangat Rifki juga hidup didiri Bidang Caprycornis Yearis S mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang rajin mengumpulkan prestasi di bidang olah raga karate. Yearis demikian panggilan akrabnya, telah memenangkan banyak kejuaraan karate hingga tingkat nasional. Di antaranya adalah Juara 1 Kumite Perorangan Putri +60 di Kejuaraan Karate Se Jawa Bali pada Institus Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) ITS Cup pada 21-22 April 2018 lalu. Selain itu, mahasiswa semester lima ini juga sudah mengikuti berbagai kejuaraan lain dan memenangkan banyak  pertandingan nasional diantaranya Juara 3 Kumite Perorangan Putri +68 dan Juara 3 Kumite Beregu Putri di Kejuaraan Karate Se Jawa Timur pada Piala Rector Cup Universitas Negeri Jember, dan Kumite Perorangan Putri -68 di Kejuaraan Karate Se Jawa Bali Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Cup. “Karate adalah hobi saya sejak kecil dan terbawa hingga masa kuliah. Saya bersyukur bisa memenangkan beberapa kejuaraan dan juga bahagia karena bisa membawa nama baik kampus,”ujarnya, Rabu (29/8). Melalui berbagai kemenangan yang terus dikumpulkan Yearis mengaku ingin membuktikan bahwa meski melakoni berbagai profesi, termasuk masih berstatus sebagai mahasiswa, tak lantas ruang gerak remaja menjadi terbatas. Ia pun mengajak anak muda Indonesia untuk terus berkarya dalam berbagai bidang termasuk olah raga, untuk mengharumkan nama bangsa. Tidak hanya dalam bidang akademik. “Saya ingin menunjukan ke semua orang, termasuk sebagai mahasiswa UMM tak hanya bisa unjuk gigi di bidang akademik melainkan juga di pada prestasi lainnya,” pungkas Yearis.

Hadir di Play Store, Aplikasi Majas Melenggang ke PIMNAS

Mengimbangi fenomena akrabnya anak zaman sekarang dengan gadget atau android dibanding buku, Aplikasi 1001 Majas karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (PBSI UMM) hadir dan makin menyempurnakan diri. Berbekal kelengkapan Surat Pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor 000110913, kehadiran aplikasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berhasil melenggang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 Tahun 2018. Dini Anggita Sumantri penggagas aplikasi tersebut mengaku, berbagai hal telah dipersiapkan dengan matang untuk menyambut PIMNAS yang akan dilaksakan di Universitas Negeri Yogyakarta tanggal 28 Agustus – 2 September 2018 tersebut. “Aplikasi ini sudah dapat diakses secara umum melalui Play Store. Untuk kesipan berkas termasuk soal pencatatan hak kekayaan intelektual, klipping pemberitaan yang dimuat berbagai media dan materi presentasi juga sudah siap,”ujarnya Selasa, (28/8). Muncul dengan disain warna yang cerah dan lagu ceria, aplikasi 1001 Majas sangat mudah diakses. Dilengkapi komik-komik singkat untuk menjelaskan berbagai macam majas hingga ragam bahasa Indonesia baku, aplikasi ini ramah pengguna utamanya bagi anak-anak. “Tujuannya memang untuk mempermudah anak SD hingga SMA dalam penyusunan karya sastra, membelajarkan etika berbahasa dan ragam bahasa baku. Semua ada di aplikasi ini,” tambah Dini. Sebelumnya,  Dini Anggita Sumantri dan Wulan Ria Anggraini menciptakan aplikasi majas berbasis android. Untuk mewujudkan inovasi tersebut, Dini dan Wulan mengajak seorang mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM bernama Shodiq Imam Purnomo ke dalam tim untuk mematangkan konsep. Menyadari ketiganya belum begitu mahir membuat dan menyempurnakan isi dalam aplikasi, mereka pun berinisiatif mencari bantuan. Untuk pembuatan aplikasi, ketiganya menggandeng mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Farih Nazihullah sedangkan konsep isi aplikasi maupun komik mereka dibantu oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Faisal Hidayat. Berkat kolaborasi apik ini, aplikasi yang direncanakan akhirnya berhasil terwujud dengan memuat tiga menu utama yaitu materi, permainan, dan komik. Tiga menu  tersebut sengaja dikemas ke dalam satu aplikasi guna membuat pengguna betah belajar majas. Khusus dalam menu permainan terdapat tiga pilihan yaitu Sang Jagoan, Teka-Teki Silang, dan Jodoh Kata. Sedangkan dalam menu komik disediakan jenis lain yang tak kalah menarik. “Di komik majasnya di masukkan ke dalam cerita,” pungkas Dini, mahasiswa asal Sangatta Kalimantan Timur tersebut. (sil)