Mahasiswa UMM Jadi Delegasi Kongres Fisioterapi Internasional

Kabar membanggakan datang dari Program Studi (Prodi) Fisioterapi Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Empat mahasiswa beserta seorang dosen Prodi Fisioterapi Fikes UMM mewakili Indonesia dalam The 9th Asia Physical Therapy Student Association Congress 2018 atau Kongres Asosiasi Mahasiswa Fisioterapi Internasional ke-9 yang digelar di University of Batangas, Batangas, Filipina pada (17-20/8). Tahun ini Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia/ Indonesia Physiotherapy Student Association (IMFI/IPSA) mendelegasikan 9 orang. 1 orang advisor yang juga merupakan dosen Prodi Fisioterapi Fikes UMM, 4 orang mahasiswa Prodi Fisioterapi dari UMM, 2 orang mahasiswa dari Universitas Udayana Bali, 1 orang mahasiswa dri Universitas Dhyana Pura Bali dan 1 orang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mahasiswa dari UMM sendiri yakni Achmad Mabrur, Bayu Lazuardi W., Efanisa Eka Yulia, Nazla Syifa Sabila merupakan mahasiswa Prodi Fisioterapi angkatan 2016 yang tergabung dalam keanggotaan IMFI. Serta, seorang advisor (penasihat) Asia Physical Therapy Student Association (APTSA) yang juga merupakan dosen prodi Fisioterapi Fakultas Kesehatan (FIKES) Ali Multazam, S.Ft., Physio., M.Sc. “Sampai saat ini, tercatat ada 11 negara yang menjadi anggota dri APTSA diantaranya Hongkong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand,” terang Ali Multazam Selasa (28/8) Selain itu, APTSA juga sudah melakukan kerjasama dengan negara-negara di wilayah Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika. Setiap tahunnya diadakan juga student exchange atau program pertukaran pelajar ke negara-negara tersebut. Di Filipinina, kesembilan delegasi ini mengikuti beragam kegiatan. Salah satunya, setiap delegasi negara mempresentasikan perkembangan fisioterapi di negara masing-masing, termasuk proses dan sistem akademik, asuransi yang tersedia, proses legalitas dan aturan-aturan yang mengatur fisioterapi di setiap negara, serta penanganan-penanganan fisioterapi yang sedang tren atau berkembang di setiap negara. Selain disibukkan dengan rangkaian kegiatan kongres, pada salah satu acara yakni cultural night, setiap negara mempresentasikan budayanya masing-masing. Indonesia sendiri menampilkan tarian Bali Puspanjali kemudian dilanjut dengan menyayikan lagu Indonesia Pusaka dan dilanjutkan dengan menari Maumere. “Para peserta dari negara lain sangat senang dengan penampilan Indonesia, bahkan mereka langsung ikut menari bersama,” pungkas Ali. (Humas UMM)

Akhir Tahun Ini, UMM Segera Miliki Akademi Sepak Bola

Tak hanya dalam bidang akademik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga unggul dalam menyediakan berbagai sarana olah raga berkualitas. Terbukti, setelah resmi menjadi pusat latihan tim kebanggaan Malang, Arema FC, pesona stadion UMM terus menjadi incaran berbagai pihak. Haris Tofli pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM FC mengaku, bahwa stadion UMM sudah dipinang oleh banyak akademi sepak bola di Malang Raya. “Stadion UMM ini sudah banyak yang ingin meminang, hal tersebut dikarenakan stadion ini cukup luas dan memang sangat cocok untuk latihan,” terangnya saat pelepasan Tim U-12 SSB UMM yang akan bertanding di Balikpapan, Minggu (26/8). Saat ini, setelah berfokus pada revitalisasi Sekolah Sepak Bola (SSB) UMM sendiri mulai menggarap perubahan status Sekolah Sepak Bola menjadi Akademi Sepak Bola. Dijelaskan oleh Hari, perubahan status tersebut menjadi salah satu upaya bagi UMM untuk memaksimalkan bakat para pemain sepak bola yang tergabung pada SSB maupun UMM FC agar tampil semakin prima. “Prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh SSB UMM sudah melampaui target awal dan cukup menggairahkan untuk kampus, sehingga kita harus segera merubah sekolah ini menjadi akademi,” jelas Haris. Akademi sepak bola sendiri memiliki perbedaan dengan sekolah sepak bola. Akademi merupakan lembaga pedidikan formal yang menyelanggarakan pendidikan olahraga. Dilihat dari sisi pembelajaran, akademi juga memiliki desain tersendiri. Selain itu, dalam proses pembentukan akademi juga harus dipenuhi fasilitas-fasilitas penunjang dalam proses pembelajaran. Melihat berbagai hal tersebut, Haris mengaku bahwa UMM lebih dari siap untuk membentuk sebuah akademi sepak bola. Pihak universitas juga mendukung penuh tentang rencana ini. “UMM ini lebih dari untuk membentuk sebuah akademi, kita punya kolam renang, gym center, lapangan stadion yang dilirik banyak akademi,” papar Haris. Menanggapi rencana perubahan status tersebut, pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang Eko Budi Hartoyo menympaikan bahwa dirinya optimis jika Akademi UMM akan melahirkan banyak bibit-bibit unggul untuk dunia sepak bola Indonesia. “Saya sangat mendukung penuh keterlibatan UMM dalam melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola potensial,” tutur Eko. Rencananya akhir tahun ini Akademi UMM akan diresmikan. Percepetan tersebut diharapan dapat memperlebar jalan bagi UMM melahirkan para pemain sepak bola nasional. (nis/sil)

Pelantikan fungsionaris lembaga Intra Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelantikan dan pembekalan mahasiswa fungsionaris lembaga intra periode 2018/2019. Pelantikan diselenggarakan di Rusunawa UMM Jum’at (24/8). Pembekalan mahasiswa fungsionaris dihadiri oleh perwakilan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU, Senat Mahasiswa (Semu) dan Unit Unit Kegiatan Mahasiswa periode 2017–2018. Dalam pembekalan mahasiswa fungsionaris lembaga intra, Rektor UMM memberi sambutan sekaligus materi mengenai “Student Today, Leader Tomorrow” kepada peserta yang hadir. Ia berharap setelah pelantikan ini para fungsionaris dapat menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi serta mengimplementasikan program-program yang dapat dijadikan sebagai ajang edukasi. “Saudara telah bersumpah jabatan sebagai fungsionaris. Saudara memasuki fase sebagai pemimpin yang punya tanggungjawab moral yang lebih. Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh fungsionaris, jalankan tugas dengan penuh tanggungjawab dan amanaht”tuturnya. Dalam materinya, ia mengajak kepada kepengurusan saat ini untuk menunjukkan prestasi dan menjadi penggerak lahirnya iklim akademik. Tidak hanya itu, ia memberikan motivasi untuk menjadi pemimpin yang terintegrasi serta disiplin. Mendapatkan amanah besar, Ketua BEM UMM Ainur Rifqi Almahdani Rahmat berharap agar kepengurusan yang baru ini dapat berjalan dengan baik serta BEM UMM dapat menjalankan amanah sebagai kordinator BEM Malang-Raya dan sekertaris jendral untuk BEM Muhammadiyah se-Indonesia. “Alhamdulillah di hari ini diamanati dan siap untuk mengemban amanah selama satu periode ke depan. Harapan saya, kami pengurus dapat bekerjasama dengan baik ditataran internal maupun eksternal,”tuturnya. Ia menambahkan pada periode saat ini akan mengusung jargon Sinergi Karya Bakti serta menggunakan jargon UMM berkemajuan sebagai visi ke depannya. Melalui semangat ini Rifqi berharap lembaga intra dapat bersinergi dengan melalui peningkatan karya serta berbakti bagi umat, bangsa dan negara.(bel/sil)

Meluncur ke Balikpapan, SSB UMM Siap Rebut Piala Menpora

Terus menggaungkan semangat “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”, kini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali ikut meramaikan jagat persepakbolaan di Malang. Melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dimiliki, sebelas siswa binaan sekolah ini siap bertanding pada Piala Menpora dalam Rangka Hari Olahraga Nasional di Balikpapan Kalimantan Timur pada (28-31/8) nanti. Berdiri tahun 2012, SSB UMM sempat mengalami mati suri. Sejak pulih kembali pada awal Juli tahun ini, SSB UMM terus mengejar target untuk bisa ikut dan merebut prestasi pada beberapa kejuaraan. Di antaranya adalah keberhasilan kelompok  pemain usia U-12, yang setelah mengalahkan Kota Blitar akan segera melenggang ke tingkat nasional. Selain itu, pada waktu yang bersamaan kelompok pemain usia U-15 juga berhasil meraih Piala Soeratin Kota Malang dan segera mewakili Kota Malang di tingkat Provinsi. “Persiapan kurang dari tiga bulan, tapi kita bisa buktikan bahwa benar SSB UMM memiliki pemain-pemain handal dan potensial,” tandas pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM FC, Haris Tofli. Semangat dan gairah berprestasi di SSB UMM mulai menggeliat saat Haris resmi menjadi pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM FC. Pria yang juga dosen Program Studi Hukum Fakultas Hukum UMM tersebut melihat bahwa SSB UMM telah memiliki banyak bibit-bibit unggul dan potensial dalam permainan, sehingga sangat disayangkan apabila tidak ada kelanjutan pembinaan. “SSB UMM ini sudah punya banyak pemain-pemain dengan potensi yang luar biasa, sehingga eman jika tidak dilakukan pembinaan secara lanjutan dan khusus,” papar Haris pada pelepasan Tim U-12 SSB UMM di Stadion UMM, Minggu (26/8). Pada kesempatan tersebut hadir juga Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang Eko Budi Hartoyo yang turut memantik semangat pada Tim U-12 dan berpesan tetap sportif dalam pertandingan. “Junjung tinggi sportivitas sebagai bentuk pendidikan karakter adik-adik semua, kalah atau menang yang terpenting prestasi harus diraih dengan kejujuran,” tanda Eko. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Sidik Sunaryo bepesan kepada Tim U 12 agar bermain dengan maksimal untuk bisa menjadi pahlawan pada bidang keahlian masing-masing. “Bertandinglah sebaik-baiknya, maksimalkan potensi kalian, kalian semua punya potensi untuk menjadi pahlawan pada bidang keahlian kalian masing-masing,” ujar Sidik. (nis/sil )

Menteri PUPR Ajak Wisudawan UMM Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Menuju Indonesia Maju

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perhelatan Wisuda ke-89 Periode III tahun 2018 pada Sabtu (25/8). Sebanyak 2.153 wisudawan yang terdiri dari lulusan Diploma III;  Sarjana  Strata I; Sarjana Strata II; Doktor Strata III dan Program Profesi diwisuda pada periode ini. Hadir pada wisuda kali ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basuki Hadimuljono memberikan orasi ilmiah mengenai pembangunan infrastruktur untuk Indonesia maju. Dalam paparannya, Basuki menyampaikan bahwa pemerintah sedang bekerja keras untuk membangun Indonesia Maju. Banyak program infrastruktur pemerintah yang dibangun untuk memperkokoh pondasi bagi lompatan kemajuan. Infrastruktur yang dibangun pun tidak hanya untuk pembangunan ekonomi saja, tetapi juga demi pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan. Sejalan dengan hal tersebut, Basuki mengajak kepada para wisudawan untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian menuju Indonesia Maju yang semakin kokoh saat ini. “Saya yakin, dengan bermodalkan pondasi kemajuan yang diletakkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia akan melakukan lompatan kemajuan. Lompatan tersebut terletak pada daya juang, kreativitas dan dedikasi dari generasi muda seperti wisudawan dan wisudawati yang hadir,” tuturnya. Selain itu, Basuki juga menyampaikan bukan hanya membawa Indonesia yang maju, para generasi muda bangsa juga harus turut serta membangun dunia Islam yang maju. “Sebagai negara muslim terbesar di dunia, mari tunjukkan bahwa kita bisa berbuat banyak dan mampu menjadi rujukan kemajuan bagi negara-negara muslim. Kita layak menjadi pemimpin negara-negara Muslim dan saya yakin kita bisa,” ujar Basuki. Berbagi motivasi dihadapan para wisudawan, pria penuh prestasi di bidang infrastruktur tersebut juga menyampaikan beberapa corporate culture insan pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang dapat menjadi inspirasi para wisudawan. Diantaranya adalah insan harus memiliki akhlakul karimah, menanamkan jiwa profesionalisme, menambah bekal ilmu dan pengetahuan serta memiliki jiwa seni untuk menumbuhkan keberanian. Dengan ini, lulusan UMM dapat memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar. “37 tahun lalu saya diwisuda seperti Saudara. Jadi 30 tahun lagi Saudara harus berada disini  (podium.red) untuk menggantikan saya, Bapak Malik Fadjar atau Mendikbud Muhadjir Effendy. Masa depan Indonesia di pundak Saudara-saudara. Inilah saatnya Saudara bersimpuh kepada Ibu Pertiwi, berjanjilah untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia tercinta,”serunya. Usai menyampaikan paparannya, Basuki bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMM Malik Fadjar dan  Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Bisma Staniarto meninjau lokasi rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Mahasiswa (Rusunawa) di Rumah Sakit (RS) UMM ditemani oleh Djoni Djunaedi selaku Direktur Rumah Sakit UMM. Pembangunan rusunawa yang tengah berlangsung hingga Desember mendatang mendapat sambutan yang baik dari semua pihak. Dalam sambutannya pada peletakkan batu pertama di lokasi pembangunan Basuki menyampaikan bahwa kualitas pendidikan harus diiringi dengan pembangunan berkelanjutan. Dan UMM menjadi pihak yang telah turut serta mewujudkan hal tersebut. “Ini prestasi bersama yang harus kita dukung, semua prasarana pendidikan untuk mencapai mutu yang baik termasuk yang akan dibangun ini,” tambahnya. Rusunawa ke 3 UMM yang akan dibangun saat ini adalah rusunawa Tipe 24 yang memiliki empat lantai dengan kapasitas 196 mahasiswa. Pembangunan rusunawa ini akan rampung pada awal Desember tahun ini yang artinya lebih cepat tiga minggu dari perencanaan yang ditetapkan. Sementara itu Rektor UMM Fauzan menyampaikan bahwa para wisudawan periode ini telah diasah baik dari sisi skill dan soft skill. Hal ini hendaknya dapat menjadikan mereka  mampu memainkan peran dimasyarakat dan berkompetisi dengan yang lain. “Jadikan ini sebagai bekal awal untuk berkompetisi di tengah-tengah persaingan global,”tegasnya. (Humas UMM)

UMM dan Ristekdikti Kawal Akreditasi Jurnal Ilmiah PT

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( RISTEKDIKTI ) menerbitkan peraturan baru No. 9 Tahun 2018 mengenai Akreditasi Jurnal Ilmiah dan Kebijakan dalam Pengolahan Jurnal. Bersama dengan Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sosialisasi dan penyerahan akreditasi jurnal untuk wilayah Jawa Timur dilaksanakan pada Jumat (23/8) di Aula Teknik UMM. Acara tersebut dihadiri oleh 76 penulis Jurnal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di 11 kota yang berada di Jawa Timur. ”Jurnal adalah sebuah karya dari dosen sebagai seorang pendidik sekaligus ilmuwan. Sebagai seorang ilmuwan kita mempunyai tugas untuk mengembangkan ilmu pengatahuan. Cara mengembangkan ilmu tersebut adalah melalui riset yang hasilnya nanti harus juga dipublikasikan,” ungkap Wakil Rektor 1 UMM. Dr. Lukman selaku Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah DIKTI menyampaikan sosialisasi ini membahas bagaimana DIKTI siap membantu semua dosen dalam menghasilkan jurnal ilmiah yang baik dan terakreditasi di nasional ataupun internasional. “Kami telah menyiapkan gratis biaya, panduan tulisan, dan bantuan server untuk perguruan tinggi yang belum memiliki server sekalipun, agar karya ilmiah di Indonesia terus meningkat dan semakin baik,” ujar Dr. Lukman untuk memotivasi para dosen yang hadir. Tidak hanya sosialisasi aturan baru tentang jurnal ilmiah, dalam acara ini juga ada 76 Jurnal yang telah dikategorikan kedalam peringkat dua hingga peringkat 6 yang akan diberikan pernghargaan berupa akreditasi. Akreditasi ini diharapkan menjadi tolak ukur para dosen untuk mampu menghasilkan jurnal yang kualitasnya lebih baik untuk memperbaharui peringkat akreditasi mereka. Acara sosialisasi dan akreditasi jurnal ilmiah seperti ini  sangat penting diadakan. Selain untuk memperkenalkan aturan baru yang diterbitkan oleh DIKTI, acara ini juga mampu membantu para dosen untuk mengerti bagaimana pengolaan jurnal ilmiah yang baik dan benar agar para dosen tersebut terus berkembang lebih baik dalam bidang ilmu pengetahuan.(fen/sil)

UMM Perhatikan Keamanan Pangan saat Berkurban

Dalam Alquran surah Al-Kautsar [108] ayat 1-2 ditegaskan, setelah disebutkan kenikmatan yang besar, Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mendirikan shalat dan berkurban sebagai bukti rasa syukur atas nikmat-nikmat itu. Kurban tidak hanya sekedar menyembelih hewan dan membagikan hasil sembelihan. Kesehatan hewan kurban sebelum disembelih, saat disembelih, dan setelah disembelih juga perlu untuk perhatikan. Tahun ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyiapkan sebanyak tujuh ekor sapi dan 21 ekor kambing. Menurut Imbang Dwi Rahayu selaku Tim Pemantau Kesehatan Hewan Kurban, kali ini UMM tak hanya memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih, namun juga saat dan sesudah penyembelihan. “Kesehatan itu tidak hanya dicek saat ternak hidup, namun kami juga melakukan pengecekkan saat dan sesudah disembelih,” papar Imbang. Lebih lanjut, Imbang juga menyampaikan bahwa dengan memperhatikan proses perawatan hewan kurban adalah upaya UMM dalam memerhatikan ketahanan pangan mengingat daging hewan kurban ini akan dikonsumsi oleh masyarakat. “Kita benar-benar memperhatikan keamanan dan kesehatan hewan-hewan kurban tersebut. Ini adalah upaya UMM dalam meningkatkan keamanan pangan,” tandasnya. Sementara itu, proses sebelum penyembelihan juga menjadi perhatian tim, salah satunya pada ketika perobohan hewan. Menurut Imbang, kesalahan perlakuan pada hewan kurban juga memengaruhi kualitas daging hewan kurban. “Perlakuan yang benar memengaruhi kualitas daging. Kalau hewan stress daging yang akan diolah tidak bisa menghasilkan daging yang layak dikonsumsi karena daging akan alot,” papar dosen Program Studi Peternakan tersebut. Penangan secara insan juga diberikan pada hewan-hewan kurban tersebut. Seperti pada saat proses awal penyembelihan, satu kali tebas di bagian lehar harus putus tiga jalur, utamanya jalur darah yang harus dengan cepat terputus. “Tata cara yang dianjurkan dalam Islam telah sesuai dengan cara-cara medis dalam pemotongan hewan. Jika dilakukan secara runtut dan benar, maka kualitas daging kurban akan terjamin,” tegas Imbang. (nis/sil)

Iduladha sebagai Momentum Bermuhasabah

Iduladha adalah salah satu momentum yang harus disambut dengan rasa syukur atas kenikmatan dalam hidup. Sejalan dengan hal tersebut, Rabu (22/8) pelataran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) penuh sesak dalam kekhusyukkan sholat Iduladha 10 Dzulhijjah 1439 H. Dalam pembukaan sebelum memulai sholat Iduladha, Ketua Pelaksana Kegiatan Kurban Rahmad Pulung Sudibyo melaporkan jumlah hewan kurban yang akan disembelih. “Patut kita syukuri, saat ini kita semua dapat membagikan rasa nikmat dan syukur kita dengan kembali melakukan penyembelihan hewan,” kata Pulung. Sebanyak tujuh ekor sapi dan 21 ekor kambing akan siap untuk disembelih. Daging hewan-hewan kurban tersebut juga akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar Kampus III UMM. “Kami telah menyiapkan tujuh ekor sapi dan 21 kambing untuk disembelih. Semua hewan-hewan tersebut telah kami pastikan kesehatannya,” terang dosen Program Studi Agribisnis tersebut. Selepas menuntaskan ibadah sholat Iduladha, hadir di tengah jamaah sholat Iduladha Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Busyro Muqqodas. Pada tausyiah kali ini, Busyro mengajak masyarakat untuk kembali mengingat, mempelajari, dan mengamalkan akhlak terpuji Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. “Pada kesempatan yang mulia ini, mari bersama kita pahami kembali makna ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan tentang kenikmatan bersyukur,” terangnya. Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2010-2011 ini juga menyampaikan bahwa kita dapat memaknai ayat-ayat yang bermakna metaforik tersebut dalam kehidupan bersosial dan bernegara. “Saat ini kita dihadapkan pada persoalan tuna moral, banyak hal-hal yang menjadikan kita terkadang menjadi insan yang lupa diri,” jelas Busyro. Jika dalam kisahnya Nabi Ibrahim dapat menerima ketentuan Allah SWT dengan lapang dada, maka momentum perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial semata. “Kisah Nabi Ibrahim adalah kisah yang harus sering-sering kita ingat dan amalkan, tentang kelapangan dalam menerima garis hidup yang telah ditentukan oleh Allah SWT,” tutur Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah tersebut. Diakhir, Busyo mengingatkan untuk tak terus mengevaluasi diri dan menjadikan momen-momen sakral seperti ini sebagai penanda untuk terus menjadi insan yang mulia dihadapan Allah SWT. (nis/sil)

Susul Kampung Warna-Warni, Discover Gresik Akan Jadi Mega Proyek Garapan Mahasiswa Ikom UMM

Setelah sebelumnya sukses menggarap berbagai kawasan menjadi destinasi bernilai kemanfaatan sosial, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) kembali merancang sebuah program unggulan berbasis pemaksimalan potensi lokal. Program ini diintegrasikan dengan praktikum mahasiswa peminatan Public Relations (PR). Bermula dari kekaguman atas suksesnya Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) garapan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMM, rombongan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kabupaten Gresik meminta secara khusus Prodi Ilmu Komunikasi UMM untuk menerapkan konsep serupa di sejumlah kawasan di Kabupaten Gresik. Lalu, melalui diskusi kedua belah pihak tercetuslah sebuah program bertema “Discover Gresik”. “Awalnya mereka ingin sejumlah kawasan ini dijadikan serupa Kampung Warna-Warni Jodipan. Hanya saja kami menyampaikan kepada mereka, bahwa setiap daerah memiliki potensinya masing-masing. Sehingga treatment-nya akan berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lainnya. Intinya kami tidak ingin latah,” ungkap Arum Martikasari, M.MedKom, Koordinator Praktikum Menejemen Strategi PR Prodi Ilmu Komunikasi UMM, Selasa (21/8). Lima kawasan yang bakal jadi objek garapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM di antaranya Desa Kramat Inggil melaui konsep Eco Green Village, Kelurahan Kemuteran melalui konsep Night Market, Kelurahan Kroman melalui konsep Wisata Pelabuhan, Kelurahan Penelingan melalui konsep Cultural and Heritage, serta Kelurahan Sukodono melalui konsep Sentra Kuliner. Kesempatan untuk menggarap klien khusus ini nantinya tidak didapat semua kelompok praktikum. Mereka yang lolos penilaian secara konsep yang akan benar-benar menindaklanjuti garapan lima kawasan ini, termasuk mencari sumber pendanaan juga mendampingi masyarakat hingga garapan proyek ini selesai. Diperkirakan semua program akan mulai berjalan September bulan depan. “Kami berharap dengan skema praktikum seperti yang diterapkan ini, lulusan Prodi Ilmu Komunikasi dapat memiliki kompetensi atau skill yang bisa diujikan saat sertifikasi keprofesian. Sehingga ketika diuji, mereka tinggal menunjukan portofolio yang mereka miliki,” ungkap Arum. (can/sil)

ASKII sebagai Optimalisasi Wadah Tukar Pengalaman dan Pengelolaan Sentra HKI

Mengingat pentingnya keberadaan Sentra-sentra Kekayaan Intelektual (KI) di Indonesia, mendorong terbentuknya Asosiasi Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII) tanggal 30 Oktober 2017 silam. Baru berumur 11 bulan, ASKII telah banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti pelatihan terkait penyelenggaraan dan pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta melakukan kerjasama dengan beberapa sentra Kekayaan Intelektual (KI) di Indonesia. Ketua ASKII, Dr. Budi Agus Riswandi S. H., M. Hum. mengungkapkan pentingnya keberadaan sentra KI di perguruan tinggi. Dalam perkembangannya baik perseorangan maupun lembaga ternyata sangat membutuhkan wadah sentra KI untuk sarana bertukar pengalaman, pengetahuan, serta penguatan satu sama lain antara anggota KI. “Ketika kita diundang oleh dirjen KI untuk mengadakan rapat koordinasi sentra KI Indonesia di Malang waktu itu di usulkan dalam forum supaya dibentuk asosiasi sentra kekayaan intelektual Indonesia. Dari forum itu akhirnya dibentuk tim formatur salah satunya adalah saya. Kemudian beberapa anggota lain dari berbagai perguruan tinggi, dan dari tim formatur tersebut selama kurang lebih 4 sampai 6 kali pertemuan mempersiapkan pembentukan asosiasi,” papar Budi tentang perjalanan terbentuknya ASKII, Selasa (21/8) di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam rapat Kerja Nasional ini, ASKII memperteguh kembali rencana program serta kapasitas anggota mengenai pengelolaan HKI di masing-masing unit sentra HKI. Juga hari ini ditetapkan anggota ASKII 113 orang yang terdiri dari perwakilan lembaga maupun perseorangan. Sentra KI di UMM sendiri telah berdiri tahun 2002 dan menjadi lembaga paling senior dari perguruan tinggi lainnya. Keberadaan Sentra KI di UMM tidak jauh dari pemikiran Dr. Ir. Maftuchah, MP yang merasa pentingnya memiliki lembaga Sentra HKI. “Saya kira penting keberadaan lembaga ini. Kekayaan intelektual itu bukan hanya sekedar pencatatan, hasil teknologi, intelektualitas, ini masalah regulasi internasional juga. Indonesia masih tergolong lamban di banding negara lain. Saya berpikir sentra HKI dibuat menjadi lembaga akan lebih bagus, sehingga yang dulunya kami SK-nya sebagai panitia berubah menjadi pengurus dan berdiri di UMM tahun 2002,” terang Ketua Sentra HKI UMM tahun 2002-2017, Maftuchah, MP. Sejalan dengan pemikiran Maftuchah, Budi mengharapkan ASKII akan terus berkembang menjadi lembaga yang tidak hanya diisi oleh kalangan akademisi, peneliti, ilmuwan, tetapi para industriawan. Tujuannya untuk mengoptimalisasikan guna mensejahterakan masyarakat benar-benar dapat diwujudkan. (apn/sil)