Tes Gelombang II Digelar, Ribuan Camaba Berebut Jadi Mahasiswa UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang II Senin (16/7). Seleksi dilakukan melalui dua tahap, yakni tes tulis dan wawancara. Peserta tes kali ini berjumlah 7.169 orang. Total peserta yang akan diterima secara keseluruhan Gelombang I, II dan III sebanyak 6.000-7.000 mahasiswa. Ada sembilan fakultas yang menerima kuota mahasiswa pada gelombang ini, yaitu Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kesehatan (Fikes), dan Fakultas Kedokteran (FK). Wakil Rektor 1 UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin MSi menyampaikan pada Gelombang II ini UMM masih memberikan kuota untuk mahasiswa yang memilih FK. Sedangkan, pada gelombang III nanti kuota untuk FK akan ditutup. “Gelombang III nanti semua fakultas masih membuka peluang bagi calon mahasiswa kecuali Fakultas Kedokteran. Jadi, penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran sampai di sini saja,” ungkapnya. Dari tahun ke tahun FK masih menjadi fakultas favorit dengan jumlah peminatnya paling banyak. Terbukti, pada Gelombang II ini peserta tes FK berjumlah 1.421. Tetapi dari ribuan tersebut hanya akan diambil 70 peserta saja. Lokasi tes seleksi mahasiswa UMM berada di Kampus 3 yang terletak di Jalan Raya Tlogomas. Semua gedung perkuliahan di GKB I, II, III, IV hingga UMM Dome digunakan untuk menampung peserta tes. Setelah mengikuti tes tulis untuk mata pelajaran yang diujikan yakni IPA, IPS, Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Indonesia peserta selanjutnya akan menjalani tes wawancara sesuai dengan jurusan yang diminati. Untuk mengantisipasi kecurangan saat pelaksanaan tes tulis, UMM bekerjasama dengan pihak kepolisian. Terdapat 25 anggota dari Polres Kabupaten Malang, Polsek Dau dan Polsek Lowokwaru yang ikut membantu pengamanan selama berlangsungnya tes mulai pukul 08.00-10.00 WIB. Syamsul Arifin pun menjamin tidak ada kebocoran soal sebab semua materi tes dibuat oleh tim khusus dan soal-soal diamankan di ruangan yang dilengkapi CCTV. Hasil tes hari ini akan diumumkan pada 20 Juli mendatang. Selanjutnya calon mahasiswa baru (Camaba) dapat melakukan registrasi pada tanggal 23-31 Juli. Mulai tanggal 23 Juli juga akan dibuka pendaftaran Camaba Gelombang III. “Untuk penerimaan mahasiswa baru gelombang III, dibuka pada 23 Juli sampai 16 Agustus nanti,” jelas Syamsul. Idzar Daffa Pratama salah seorang peserta tes asal Cirebon Jawa Barat mengaku antusias mengikuti seleksi Gelombang II ini. Alumni SMAN 4 Cirebon tersebut memilih mendaftar di UMM karena ingin mengembangkan ilmunya, mencari pengalaman di luar daerah dan memperbanyak pengetahuan keislamannya. “Ingin maju dan berkembang. Saya memilih Jurusan Manajemen dan Ilmu Komunikasi,” pungkasnya. (apn/sil)
Tercepat, Robot DOME UMM Melesat ke Amerika

Bergerak gesit, Robot DOME karya Tim Robotika Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), meraih Juara I kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) pada Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional 2018. Berhasil menunjukkan akurasi yang tinggi dan waktu tercepat dalam membidik titik api, Robot DOME UMM berhasil melesat jauh di peringkat pertama dengan total waktu 3.62 meninggalkan dua tim saingan terberatnya yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). “Saat melihat nama Dome berada di urutan puncak, rasanya lega sekali,” terang ketua tim Robotika UMM Alfan Achmadillah Fauzi. Prestasi para pendahulunya di tingkat internasional, menjadi pemantik semangat tim yang beranggotakan Alfan Achmadillah Fauzi (ketua), Ken Dedes Maria Kunthy (teknisi), dan Rochmansyah (anggota) ini. Mereka pun mengaku telah melakukan persiapan yang matang untuk kontes yang berlangsung di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini. “Dengan semangat para pendahulu kami yang sudah sukses, maka kami sudah jauh lebih siap dalam laga ini,” terang Rochmansyah, salah satu anggota tim. Ketua tim Robotika UMM Alfan Achmadillah Fauzi (ketua) menambahkan, selain semangat tim, riset khusus yang dilakukan selama tiga bulan membuat timnya merasa yakin dan percaya diri akan keluar sebagai juara nasional. “Berlatih selama tiga bulan menjadikan kami sangat percaya diri untuk melenggang ke tingkat nasional,” terangnya. Kemenangan tim Robotika UMM ini sekaligus menjadi tiket emas bagi UMM untuk ikut serta dalam kontes robot di tingkat internasional yang akan berlangsung di Amerika Serikat. “Langkah ke depannya, kami pasti akan terus melakukan riset untuk robot ini agar semakin prima di kontes internasional nantinya,” jelas Pembina Tim Robotika UMM Nur Alif, Sabtu (14/7). Pembina yang sekaligus dosen Teknik Elektro ini juga mengaku bahwa akan menyiapkan dua robot lainnya untuk diperlombakan di ajang internasional tersebut. “Langkah ke depan, kami akan merampungkan dua robot lain dari divisi berkaki dan beroda untuk mempersiapkan diri dalam perlombaan di Amerika,” jelasnya. KRI ke-18 merupakan kompetisi tingkat nasional yang dibagi dalam lima divisi yakni Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Sebanyak 91 tim dari 48 universitas di Indonesia berkompetisi di ajang bergengsi ini. (nis/ sil)
Sah! Stadion UMM Jadi Pusat Latihan Arema FC

Menindaklanjuti silaturahmi Arema FC dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jumat (13/7) kemarin, keduanya menseriusi obrolan sebelumnya dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) perihal penggunaan Stadion UMM sebagai pusat pelatihan para pemain tim kebanggaan Arek Malang itu. Pelatih baru Arema FC Milan Petrofic mengaku tertarik menggunakan Stadion UMM lantaran kualitasnya yang mumpuni. Milan Petrific melihat kontur lapangan serta cuaca di Stadion UMM cukup menunjang untuk menjalankan program latihan yang telah dirancang. Salah satu pendiri Arema FC, Ovan Tobing, saat hadir dalam penandatanganan itu menyampaikan kesyukurannya Arema FC dapat bekerjasama dengan UMM. Sejak era almarhum Sam Ikul (Lucky Adrianda Zaenal), bersama Ovan yang kala itu turut membidani berdirinya basis Aremania, UMM sudah sangat baik menjalin kerjasama dengan Arema FC. Rektor UMM, Fauzan, menyambut baik kerjasama ini. Apalagi, UMM adalah satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki basis pendukung resmi Arema yaitu Korwil Aremania Kampus Putih. Sehingga MoU ini, kata Fauzan, hanyalah salah satu saja dari rangkaian hubungan baik yang sudah dijalin sejak lama. “Sebelumnya memang Arema sering menggunakan stadion ini sebagai tempat latihan, tapi sifatnya parsial dan temporal. Sehingga, untuk kali ini kita akan atur dengan schedule yang ketat dalam rentang waktu hingga satu tahun kedepan,” kata Fauzan. Direktur PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia, Rudy Widodo, usai menandatangani MoU menyampaikan bahwa momen ini merupakan hal yang Arema FC impikan sejak lama. Ia berharap kerjasama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak. Segera usai penandatanganan nota kesepahaman itu, para pemain Arema FC langsung menjajaki Stadion UMM dalam Training Camp yang tengah mereka jalankan. (can/sil)
UMM Terus Genjot Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi

Dalam rangka memperkuat rekognisi internasional di bidang publikasi ilmiah, Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi, di Ruang Sidang Senat UMM, Jumat (13/7). Pada workshop kali ini, LPPI fokus pada pengenalan jurnal internasional bereputasi termasuk strategi dan pemilihan jurnal, hingga persiapan naskah. Sekretaris LPPI UMM, Zulfatman, M . Eng, Ph.D. menerangkan, diselenggarakannya workshop ini merupakan bagian dari proses penguatan publikasi bagi dosen-dosen senior. Workshop yang berlangsung dua hari ini dipandu dan direview langsung oleh Dr. Lukman, St. M. Hum dari Lembaga Pusat Informatika Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. “Jika sudah sampai tahapan klinik, mereka sudah melihat pada aspek keselarasan dengan guideline yang mereka tuju. Besoknya (14/7), kita sudah bisa submit ke jurnal yang kita tuju,” terang Zulfatman di sela acara. Senada dengan Zulfatman, Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M. Si UMM menerangkan, UMM saat ini tengah berupaya meningkatkan peringkat publikasi Ilmiah utamanya pada parameter publikasi di indeks sains dan teknologi milik Kemenristekdikti (Sinta). “Melalui workshop ini kami ingin melibatkan partisipasi dosen UMM dalam publikasi ilmiah. Karena Sinta itu dasar pemeringkatannya pada jumlah publikasi baik di jurnal nasional maupun jurnal internasional yang biasa maupun bereputasi,” terang Syamsul dalam sambutannya. Sinta, sambung Syamsul, memberikan tolok ukur dan analisis, identifikasi kekuatan penelitian masing-masing lembaga untuk mengembangkan kemitraan kolaboratif, untuk menganalisis kecenderungan penelitian dan direktori ahli. Diakuinya, peringkat UMM dalam publikasi ilmiah di Sinta belum terbilang memuaskan. Hal ini harus segera ditingkatkan. “Misalnya untuk dosen-dosen yang tingkatannya sudah lektor, doktor atau professor itu, harus didorong segera publikasi di jurnal-jurnal internasional bereputasi. Sementara untuk dosen-dosen muda diharapkan masuk jurnal-jurnal nasional bereputasi maupun internasional biasa. Kalau sumber daya manusia di kita punya satu saja publikasi ilmiah dalam satu tahun, akan sangat membantu sekali,” tukasnya. (can/sil)
Tiga Bulan Riset, Robot DOME UMM Duduki Peringkat Pertama Babak Penyisihan KRI Nasional

Setelah sukses meraih Juara I pada kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Kontes Robot Indonesia (KRI) Wilayah Regional IV, kini tim Robotika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah bersiap dalam menjadi primadona dalam KRI 2018 Nasional. “Berlatih selama tiga bulan menjadikan kami sangat percaya diri untuk melenggang ke tingkat nasional,” terang Ketua Tim Robotika UMM Alfan Achmadillah Fauzi. Melalui semangat para pendahulunya yang telah meraih prestasi tingkat internasional, tim yang beranggotakan tiga mahasiswa Teknik Elektro (TE) Fakultas Teknik (FT) UMM ini telah mempersiapkan secara matang untuk kontes yang berlangsung di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini. “Dengan semangat para pendahulu kami yang sudah sukses, maka kami sudah jauh lebih siap dalam laga ini,” terang Rochmansyah, salah satu anggota tim. Terbukti, dalam dua kali babak penyisihan DOME UMM robot karya mahasiswa UMM melesat jauh di peringkat pertama meninggalkan dua tim dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada kategori KRPAI. Ketua tim Robotika UMM merasa yakin bahwa riset yang dilakukan dalam beberapa bulan sebelumnya akan membawa timnya menjadi juara nasional. “Kami sangat bersyukur atas prestasi ini, keyakinan dan semangat menjadi juara yang kami tanamkan menjadi hal yang berbuah manis,” tutur mahasiswa Teknik Elektro semester enam tersebut. Setelah melewati dua babak dan terus berada di puncak klasemen hingga akhir, hari ini (13/7) tim Robotika UMM yang beranggotakan Alfan Achmadillah Fauzi (ketua), Ken Dedes Maria Kunthy (teknisi), dan Rochmansyah (anggota) akan berlaga di babak final. Kontes Robot Indonesia (KRI) ke-18 merupakan kompetisi tingkat nasional yang dibagi dalam lima devisi yakni Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Sebanyak 91 tim dari 48 universitas di Indonesia berkompetisi di ajang bergengsi ini. (nis/sil)
Bangun Kerjasama dengan Microsoft, UMM Siapkan Alumni TI Bersertifikasi Internasional

Tak hanya ingin membekali alumninya dengan selembar ijazah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya membuka celah bagi alumninya untuk memperoleh pekerjaan. Salah satunya melalui kerjasama dengan Trust Solution yang merupakan salah satu mitra perusahaan raksasa teknologi Microsoft Coorporation. “Semoga kerjasama ini bisa membuka peluang lapangan pekerjaan bagi para alumni UMM,” terang Rektor UMM Fauzan saat membuka acara. Kerjasama yang akan dimulai awal semester depan ini ditujukan khususnya bagi mahasiswa Teknik Informatika untuk memperoleh sertifikasi internasional. Aevy Erisona selaku manager Education Trust Solution mengaku bahwa kerjasama dengan UMM bukanlah untuk pertama kalinya. “Kerjasama yang saat ini dilakukan bukanlah kali pertama, kedepannya kami juga akan terus melakukan kerjasama dengan kampus ini,” terangnya. Jika sebelumnya UMM juga membangun kerjasama bersama Casio Jepang dalam bidang pengembangan pembelajaran matematika berbasis tekonologi, Fauzan berharap di masa depan Trust Solution juga dapat membangun sistem pembelajaran berbasis teknologi di UMM. “Di masa depan, saya berharap kerjasama ini bisa mendukung perkembangan model pembelajaran berbasis teknologi di kampus ini,” tutupnya. (nis/sil)
UMM Berangkatkan Mahasiswa Belajar Budaya dan Bahasa Mandarin ke Tiongkok
Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti program Summer Camp di Guangxi Normal University, Guilin, Tiongkok. Di sana, mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi (Prodi) tersebut bakal belajar budaya dan bahasa Mandarin langsung dari ahlinya. Termasuk diantaranya diajarkan menulis aksara Tiongkok atau Hanzi, memasak makanan khas, bermain alat musik, hingga belajar seni beladiri Wushu. Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM, Soeparto menjelaskan, program Summer Camp bagi mahasiswa UMM ini sebenarnya merupakan bonus bagi mereka yang mengikuti perkuliahan bahasa Mandarin. Ini berlaku baik bagi mahasiswa yang masuk dalam program mata kuliah melalui skema sistem kredit semester (SKS) di dua prodi di UMM, yakni DIII Keuangan dan Perbankan juga Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, maupun mereka yang mengikuti kursus bahasa Mandarin di China Corner. “Semua mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk bisa terbang ke Tiongkok. Yang terpenting, mereka bisa melewati level II ujian Bahasa Mandarin (red. Hànyǔ shuǐpíng kǎoshì) dari dua tingkatan yang ada di UMM,” terang dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM ini, Rabu (11/7). Program tersebut akan berlangsung selama sekitar dua pekan, (6-22/7) dengan didampingi langsung Koordinator China Corner dan seorang pengajar kelas Mandarin. Yenni Ulfaini, salah satu peserta dari prodi DIII Keuangan dan Perbankan mengaku bangga dapat mengikuti program ini. Ia bertekad untuk belajar dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya saat berada di Negeri Tirai Bambu tersebut. “Semoga kedepan bisa menerapkan ilmu yang didapat dan kembali belajar di China,” harapnya. (can/sil)
Arema Eratkan Silaturahim dengan Kampus Putih

Arema FC dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah dua instansi yang sudah lama memiliki sejarah kedekatan yang begitu dalam. Selasa, (10/7) pihak Arema FC kembali mengunjungi Kampus Putih untuk menyambung tali silaturahim. Rektor UMM, Fauzan menyambut kedatangan tim kebanggaan arek Malang tersebut. Diwakili oleh salah satu pendiri Arema FC Ovan Tobing, Manajer Media Officer Arema FC Sudarmadji dan Manajer Bisnis Arema FC Inal Fitriandi silaturahim berlangsung hangat. Rektor UMM Fauzan menyampaikan, pihaknya senang dan terbuka dengan hubungan baik dan kerjasama yang terus dijalin. “UMM senang jika dapat kesempatan terus berkolaborasi dengan Arema,” katanya. Media Officer Arema FC Sudarmadji menyampaikan pihaknya sangat berkeinginan untuk bisa kembali bekerjasama dengan UMM. Ia pun bersyukur, niat baik ini kembali mendapat sambutan hangat. “Alhamdulillah kita sangat bersyukur karena UMM punya sejarah Panjang dengan Arema, jadi tidak sulit untuk kita menjalin kerja sama dengan UMM,” ujarnya. Silaturahim kemudian ditutup dengan penyerahan jersey baru Arema kepada Fauzan sebagai simbol persaudaraan antara UMM dengan Arema FC.(gan/sil)
Apresiasi Karya Mahasiswa, Ikom UMM Gelar Festival Film
Ditengah terpaan arus modernisasi, orang tua dihadapkan pada tantangan untuk menyajikan tontonan yang ramah anak. Melihat hal tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) peminatan Audio Visual (AV) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar festival film bertajuk Pesta Film Anak. Berlokasi di Aula BAU, Senin (9/7) festival film berlangsung meriah. Disambut antusiasme penonton dari kalangan internal dan eksternal kampus, acara terbagi menjadi tiga sesi. Setiap sesi diputarkan 4 film. Novin Farid Setyo Wibowo selaku kepala Laboratorium Ikom mengharapkan film-film yang diputar dalam festival bisa menjadi konten positif terutama bagi penonton usia anak-anak. Menurutnya, konten yang sesuai usia akan membantu perkembangan anak dalam memandang sesuatu maupun bertindak sesuatu, sehingga tercipta generasi yang lebih beradab. “Ini merupakan bentuk literasi melalui medium audio visual untuk memberikan kesadaran atas tontonan yang sekaligus menjasi tuntunan sebagai jawaban atas minimnya tayangan anak yang mendidik,” pungkasnya. Selain menyajikan film anak-anak, pada acara ini juga dilakukan pembagian buku-buku fiksi anak. Buku-buku tersebut diberikan kepada penonton anak-anak yang tak lain merupakan inisiatif mahasiswa AV guna memberikan bacaan yang sesuai dengan usia penonton. “Acaranya mulai pagi sampai sore, diawali dengan berbagi buku-buku fiksi bertema anak kemudian pemutaran film dulu sebanyak tiga sesi dan awarding,” pungkas Sanas, Ketua Pelaksana Pesta Film Anak tersebut. (apn)
Nikmatnya Bandeng Tanpa Duri Berbagai Rasa Racikan Mahasiswa UMM

Pernah makan bandeng tanpa duri? Jika biasanya bandeng tanpa duri yang beredar di pasaran merupakan hasil proses presto untuk melunakkan durinya, berbeda halnya dengan produk satu ini. Adalah Nurmalasari mahasiswa angkatan 2014 asal Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru saja menyandang gelar Sarjana Perikanan dari Program Studi Budidaya Perairan (Perikanan) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang pada bulan Mei 2018 lalu, berhasil memproduksi BANGDUR (Bandeng Tanpa Duri) Cita Rasa Nusantara. Bermula dari tugas Mata Kuliah Praktik Usaha Perikanan atau biasa disebut aquapreneurship, kini produk tersebut menjadi ladang usaha yang menjanjikan. Bersama tiga orang temannya Muhammad Soleh, Fernanda Rahmadillah Putri dan Sabarudin yang juga satu tim dalam proses pengerjaan aquapreneurship, Nurmalasari berhasil memasarkan produk inovatif ini. Bisnis tersebut bahkan telah meraih omzet hingga 10 juta rupiah untuk setiap 100 kg bandeng yang diproduksi. Inspirasinya muncul ketika melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) di salah satu perusahaan swasta di Probolinggo yang membudidayakan udang vannamei dan bandeng. Perusahaan ini melakukan dua budidaya dalam satu wadah serta memproduksi bandeng tanpa duri. Dari sini, Mala, demikian sapaan akrab Nirmala, mendapatkan ilmu tentang teknik memfilet bandeng. Melakukan produksi satu minggu tiga kali, Mala sudah memasarkan produknya baik secara konvesional di berbagai toko sayur modern maupun secara online dengan memanfaatkan media sosial. Tidak main-main, untuk kestabilan kualitas dan kuantitas produk, Mala bermitra dengan pemasok ikan bandeng dari Probolinggo. “Tidak hanya memasok, supplier ini juga memasarkan produk saya di pasar tradisional, Pasar Gadang,” ujar Mala, Senin (9/7). Istimewanya, perbedaan BANGDUR Nusantara dengan bandeng presto lainnya tidak hanya pada rasa, namun juga teknik pembuatan. BANGDUR Nusantara teknik pemisahan daging dan durinya menggunakan teknik filet, sedangkan bandeng presto menggunakan teknik pemasakan dengan suhu rata-rata 121 derajat celcius. Proses pemanasan menggunakan suhu tinggi ini sangat disayangkan, karena dapat menghilangkan kandungan gizi yang ada. “Secara ilmu gizi, dinyatakan dalam salah satu jurnal yang menjadi acuan kita di proposal aquapreneurship bahwa bandeng presto dan bandeng segar setelah di presto gizinya hampir 98% hilang, jadi rasa daging nya juga tidak enak. Dengan teknik filet, kita ingin menjaga kualitas daging dari bandeng itu sendiri, rasa juga gizi nya tetap,” tambahnya. Mala juga menguraikan, selain kelebihan tersebut ciri khas produk ini terletak pada varian rasa yang dimiliki. Berinovasi untuk menghadirkan produk yang berbeda dari bandeng tanpa duri di pasaran, Mala dan timnya memproduksi BANGDUR Nusantara dengan empat varian rasa, yakni original, balado, rendang dan sambal matah. “Varian rasa nusantara ini mencerminkan keanekaragaman kuliner nusantara,” tandasnya. Berusaha merangkul, memberdayakan dan berbagi ilmu Mala dan tim saat ini mengajak peran serta adik tingkat khususnya mahasiswa Perikanan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perikanan, sedangkan Mala dan tim hanya mengurus manajemen produksi dan pemasaran. “Untuk produksinya diserahkan ke Himaperik (Himpunan Mahasiswa Jurusan Perikanan), jadi mereka bisa belajar dari sekarang sebelum memasuki semester tujuh untuk mengerjakan aquapreneurship,” pungkasnya.(sal/sil)