LP3A UMM Sosialisikan Empat Pilar Ketahanan Keluarga

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Thathit Manon Andini pada kajian Optimalisasi Organisasi dalam Rangka Meningkatkan Wawasan Perempuan untuk Ketahanan Keluarga di Ruang Sidang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Rabu (28/3). “Sebagai guru untuk anak kita harus banyak wawasan,” tegas dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMM ini. Pada gelaran yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Klub Wanita Internasional yang jatuh pada tanggal 27 Maret tersebut, Thathit juga menyampaikan bahwa dalam membangun ketahanan keluarga, ada empat pilar yang perlu ditegakkan. Yakni spiritual, kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan, serta keadilan. Selain itu, seorang ibu juga penting untuk memastikan bahwa anak-anak nyaman ketika berkomunikasi dengan orang tua dan anggota keluarga. “Kalau anak tidak nyaman di rumah maka dia akan mencari kenyamanan di luar dan di luar pengaruhnya sangat luar biasa,”tambahnya. Pada pemaparan selanjutnya, Kepala LP3A sebelumnya Periode 2012-2015 Nurul Asfiah memaparkan tentang penguatan kapasitas perempuan dalam kolaborasi dan kemitraan menuju ketahanan keluarga. Menurutnya, sistem terkecil dari sebuah negara adalah keluarga. “Sebagai unit terkecil di masyarakat, keluarga mempunyai peran yang penting dalam pembangunan nasional,” ujar Nurul. Ia juga menyampaikan bahwa ketahanan sebuah negara selaras dengan kehidupan anak mudanya, karena yang akan meneruskan nasib sebuah negara adalah generasi muda itu sendiri. “Masa depan sebuah bangsa dilihat dari kehidupan anak-anak pada hari ini,” ucap alumni Magister Manajemen UMM tersebut. (ardr/sil)

Inovatif, Mahasiswa UMM Gagas Aplikasi Sapu Bersih Pungli

Korupsi telah membudaya di Indonesia. Tidak hanya pada kalangan pemerintah dan elit politik, budaya laten ini juga telah menginfeksi masyarakat hingga ke bawah, salah satunya adalah pungutan liar (Pungli). Menyikapi fenomena ini, Presiden Joko Widodo bahkan secara khusus menyerukan pemberantasan Pungli mulai tahun 2016 lalu. Website saberpungli.id, SMS dan call center juga disiapkan untuk memaksimalkan program gerakan tersebut. Dalam rangka mendukung program pemerintah ini, Zul Fahmi Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  membuat aplikasi Sapu Bersih Pungli berbasis android. Zul merasa, penggunaan cara konvesional seperti SMS kurang efektif untuk digunakan saat ini. “Pada era milineal seperti hari ini, dibutuhkan inovasi yang lebih mudah digunakan dan dapat membantu tugas pemerintah untuk memberantas praktik Pungli  yang meresahkan,” ujar mahasiswa asal Balikpapan tersebut. Cara kerja aplikasi Sapu Bersih Pungli ini cukup mudah. Hanya dengan fitur shake you’re phone (mengguncangkan telepon genggam) saat berada di lokasi  yang dicurigai terjadi pungli, maka secara otomatis aplikasi akan menangkap titik koordinat lokasi dimana anda berada. Informasi ini lalu secara otomatis akan terkirim pada server aplikasii dan ditindak lanjuti oleh petugas. “Diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat menjembatani kepentingan masyarakat untuk hidup tenang tanpa Pungli dengan kepentingan pemerintah untuk memberantas Pungli,”tandas Zul Fahmi. Tengah merampungkan proses finishing, Zul berharap kedepannya ia dapat menjalin kerjasama dengan pemerintah agar aplikasi ini lekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat optimal. Target pemerintah untuk memberantas Pungli juga lebih cepat tercapai. “Dibuat sejak Mei 2017 lalu, rencananya aplikasi ini rampung pada pertengahan April. Setelah itu aplikasi ini akan dilaunching di App Store Android agar setiap pengguna smart phone dapat mengunduh dengan mudah,”pungkasnya. (usy/sil)

Ajak Mahasiswa Kenali Animasi, Lab Komunikasi UMM Adakan Kelas Kreatif

Industri kreatif dewasa ini menjadi bidang yang menjanjikan, salah satunya dunia animasi. Hal tersebut dapat terlihat dari produksi game dan animasi 3D yang makin digemari  oleh masyarakat. Animasi juga banyak digunakan di berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari dunia periklanan, industri film, simulasi, pembuatan game, seni, dan bahkan pendidikan. Berangkat dari latar belakang tersebut Laboratorium Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kelas kreatif mengenai Pengenalan Teknik Dasar Animasi dengan menghadirkan pemateri muda berprestasi Eeng Ahmadi, pendiri Studio Engon Animasi. Acara bertajuk Creative Class tersebut diselenggarakan di Mini Teater Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM Selasa (27/3). Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM Novin Farid menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya ingin memfasilitasi mahasiswa agar tidak hanya terjebak  pada materi di kelas-kelas reguler.  Hadirnya kegiatan ini menjadi salah satu alternatif semacam kelas inspirasi dan kelas kreatif. “Apalagi animasi kan menarik sekali, mungkin mahasiswa yang punya passion di bidang ini bisa mengembangkan bakatnya melalui fasilitas yang kita berikan ini,” ujar Novin. Kedepannya, Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM berencana akan menjalin terus memperkuat kerjasama dengan berbagai ahli di bidang ilmu komunikasi, terutama dengan para alumni agar creative class semacam ini dapat terus terselenggara. Rafi Zainu Fawaiz, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM angkatan 2016 mengaku  mengikuti acara ini karena ketertarikannya terhadap editing.  “Saya ingin mendalami dan mengembangkan minat serta bakat saya dalam editing. Acara creative class ini sangat menarik,”pungkasnya.

Kuatkan Silaturahmi Antar PTM, UMM dan UMS Gelar Sparring Tour

Untuk menjaga silaturahmi dan kekeluargaan antar klub olahraga dilingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tennis dan Badminton  menjalani sparring tour ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Ahad (25/3/18). Ini merupakan kunjungan balasan setelah tim UMS hadir ke Malang pada bulan Januari kemarin. Bertandang ke kota Batik Solo, UMM tidak hanya membawa tim tenis tapi juga sekalian mempertandingkan tim badmintonnya. Wakil Rektor II UMS Dr Sardjito mengaku sangat senang dan bangga atas kehadiran tim UMM di Solo. “Semoga pertandingan persahabatan ini memperkuat jalinan silaturohmi dan mempererat rasa kekeluargaan antara tim tenis UMM dan UMS,” ujarnya memberikan sambutan pembuka sembari memperkenalkan satu persatu pemain dari timnya. Sementara itu, perwakilan dari tim UMM Dr. Sulardi, selaku Wakil Ketua UMM Tenis mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah atas sambutan yang hangat dan meriah. “Semoga eratnya silaturohmi ini bisa terawat dan memberikan keberkahan bagi semua. Bukan kalah menangnya, tapi semangat jalin silaturahminya sehatkan jasmani dengan jargon menang Alhamdulillah, kalah bersedekah,” ungkap dosen FH UMM tersebut. Dijalannya pertandingan tenis, pasangan perdana UMM Sulardi dan Bayuaji berhasil menggebrak skor awal dengan menang telak 6 – 0 mengalahkan pasangan UMS Sardjito dan Fuad. Dipasangan selanjutnya, UMS membalas dengan kemenangan melalui 3 pasangan sekaligus. Silih berganti kemenangan antar kedua tim dengan poin ketat menambah semangat meski sempat break  karena hujan. Hingga laga pamungkaspun, yang mempertandingkan pasangan UMM Ridlo dan Prapto melawan UMS Dimyati dan Fuad disudahi dengan skore 5 : 5. Walhasil, pertandingan tenis ini tim UMM menang 5, draw 1 dan pending 1. “Kelak kedepan semoga akan ada semacam pekan olah raga antar dosen karyawan perguruan tinggi Muhammadiyah yang tujuannya ya seperti UMM dan UMS,” ujar Ridho, salah satu pemain UMM sembari bergurau dengan pemain lain. Di partai bulutangkis yang mempertandingankan 11 pasangan ganda, UMM berhasil mendominasi kemenangan dengan tim UMS. Diawali laga pembuka, peringkat pertama pasangan UMM Haeri dan Ridlo  berhasil mengalahkan pasangan UMS Ngatono dan Aan melalui pertandingan sengit diakhiri dengan skore 30 – 21. Ngatono, SE, MM selaku Ketua Tim UMS ketika sambutan membuka pertandingan, menyampaikan bahwa para pemain memiliki kemampuan yang rata-rata. “Tapi, tim UMM yang sebagian masih berusia lebih muda berhasil memberikan perlawan sengit sehingga  mendominasi kemenangan,”ujarnya. Pada akhir pertandingan kedua tim berharap semoga silaturahmi yang terjadil dalam bidang olah raga ini dapat mengeratkan hubungan antara kedua universitas dan memberi keberkahan untuk kemajuan pendidikan tinggi Muhammadiyah.  (rid/sil)

Produksi Jamu Pace Kualitas Super, Mahasiswa UMM Raih Omzet Puluhan Juta

Jika biasanya jamu lekat dengan orang yang sudah tua, berbeda dengan anak muda yang satu ini. Shoffie Bunga Navandia, atau yang akrab disapa Shoffie mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mencetuskan ide brilian dengan memproduksi jamu tradisional yang berkhasiat membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Dara 20 tahun tersebut mengatakan bahwa idenya untuk membuat jamu muncul sekitar lima tahun lalu. Saat itu, ia harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya mengidap penyakit liver stadium C. “Saya bingung harus bagaimana. Biaya berobatnya mahal sekali,”ujar Shoffie. Saat Soffie mulai “galau” dengan biaya pengobatan sang ayah, salah satu kawan sang ayah dari Korea datang menjenguk dan membawakan jamu tradisional untuk dikonsumsi setiap hari. Tak disangka, setelah meminum jamu tersebut, lambat laun, penyakit ayahnya membaik. Sayangnya, Soffie tak punya cukup uang untuk terus membeli jamu berbahan dasar mengkudu tersebut. Ia pun berinisiatif untuk membuat sendiri jamu dengan bahan yang sama. “Jadi awalnya saya buat untuk dikonsumsi ayah saya yang sedang sakit waktu itu, tidak ada pikiran sama sekali untuk menjualnya ke masyarakat,”urainya. Jamu yang diproduksi Soffie adalah jamu tradisional yang terbuat dari 100% fermentasi buah  mengkudu tanpa campuran apapun. Buahnya juga dipilih melalui proses seleksi. “Harus benar-benar dipilih kualitas terbaik,”tambahnya. Setelah dibersihkan dengan baik, mengkudu kemudian diproses untuk diambil airnya. Sari buah mengkudu tersebut lalu difermentasi selama 6-12 bulan. Usai masa fermentasi, jamu mengkudu kemudian akan dikemas dalam botol ukuran 500 ml. Setiap botol dihargai Rp 65.000,-. Selain menjual eceran per botol, Soffiee juga menyediakan paket hemat yang berisi enam botol pada setiap paketnya.  Setiap paket dibandrol dengan harga Rp 350.000,-. “Kalau paketan lebih hemat. Satu paket hanya 350.000 rupiah,”tambahnya. Mencari pasokan mengkudu dengan jumlah yang banyak diakui Soffie bukan hal yang mudah. Jika awalnya hanya mencari dari satu daerah ke daerah yang lain, kini Soffie sudah memiliki lahan khusus untuk menanam mengkudu. Ia bahkan bekerjasama dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk ikut serta mengajak masyarakat menanam pekarangan rumah. ”Lumayan bisa bantu para tetangga. Mereka saya kasih bibit, nanti kalau sudah panen saya beli Rp 2.000,-/kg nya,”tambahnya. Bukan bisnis namanya jika tidak ada rintangan menghadang. Meskipun sudah mematenkan merk dagangnya, kesulitanpun juga pernah dialami Soffie dalam menjankan bisnisnya yang sudah dimulai  sejak tahun 2014 ini. Ia belum mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meski telah mendapatkan Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). “Saya juga sudah mengantongi hasil uji laboratorium. Tapi masih belum terdaftar di BPOM,ada beberapa syarat yang perlu ditambahkan misalnya masalah lahan produksi. Saat ini saya masih produksi di rumah,”katanya. Agar dikenal lebih luas oleh masyarakat, Soffie sudah memasarkan produknya melalui iklan komersial di stasiun TV lokal, brosur, serta pameran-pameran UMKM di daerahnya. Jamu pace ini juga sudah banyak dipesan konsumen dari berbagai daerah mulai Gresik, Jakarta hingga Palembang.  Tak tanggung-tanggung, omzet yang didapatnya mencapai puluhan juta pada setiap periode pengemasan. “Sekali pengiriman untuk proses fermentasi, ada enam ember. Setiap ember berisi sepuluh liter sari mengkudu,”pungkasnya.

Himatekpa UMM Ajak Masyarakat Kenali Kopi Lebih Dalam

Siapa yang tidak mengenal kopi? Biji yang umumnya banyak disajikan dalam bentuk minuman ini seringkali menjadi teman terbaik untuk menghangatkan suasana dikala santai maupun bekerja.  Minuman yang satu ini banyak digemari oleh berbagai kalangan mulai muda hingga tua. Selain itu, berbagai jenis kopi hasil perkebunan Indonesia juga telah menjadi primadona di berbagai negara karena mutu dan kenikmatannya yang tidak diragukan lagi. Kopi Gayo asal Aceh misalnya, ia telah tersohor hingga mancanegara dan bahkan di ekspor ke berbagai negara Eropa serta Amerika. Kualitas dan kepopuleran kopi di tengah masyarakat tersebutlah yang mendasari para mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Teknologi Pangan(Himatekpa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membuat acara bertajuk Story About Coffee. Berlokasi di Basecamp Kopi Karlos , Karangploso Malang Sabtu (24/3) acara ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pemilik kedai kopi, dan juga masyarakat penggemar kopi.  Acara  tersebut diawali dengan pengenalan dasar seputar kopi,  diskusi  seputar kopi, mencicipi berbagai jenis kopi, dan tata cara pengolahan kopi serta proses penyeduhan kopi. Siti Hariyani mahasiswi anggota Himatekpa UMM yang juga merupakan Ketua pelaksana dari acara tersebut menyampaikan, acara ini dapat menjadi “perkenalan” bagi para pecinta kopi untuk mengenal komuditas yang sudah dikembangkan di lebih dari 50 negara . Siti Hariyani mahasiswi anggota Himatekpa UMM yang juga merupakan Ketua pelaksana dari acara tersebut. “Harapan kami para penikmat kopi tidak hanya sekedar menikmati kopi saja, tapi juga mengetahui seluk beluk kopi tentang kualitas kopi yang baik itu seperti apa, jenis-jenis kopi itu apa saja, dan bagaimana proses pengolahannya” ungkapnya. Berdiri sejak tahun 2013 Basecamp Kopi Karlos  mengolah berbagai jenis kopi yang dihasilkan oleh petani dari lereng Gunung Arjuno. Setiap tahunnya, panen dilakukan antara Mei hingga September. Dalam satu kali panen, Basecamp Kopi Karlos biasanya menampung sekitar 10 ton biji kopi. Kopi yang diolah di Basecamp ini diantaranya yakni kopi Luwak, Arabica, Robusta, Liberika dan Cascara. Pandu Prabowo pria 45 tahun yang merupakan pemilik Basecamp Kopi Karlos menyampaikan, dirinya mendirikan basecamp tersebut untuk mengangkat citra petani lokal khususnya di wilayah Karangploso sendiri. Selain itu basecamp ini juga diharapkan dapat menjadi tempat berkumpulnya komunitas pecinta kopi, dan sarana edukasi tentang kopi,” ujar Pandu. Menanggapi terselenggaranya acara Himatekpa tersebut, Ketua Jurusan  Program Studi Ilmu Teknologi Pangan UMM, Mochammad Wachid menuturkan bahwa kegiatan tersebut baik untuk berwirausaha. Selain itu, melalui acara ini sisi keilmuan pengolahan pangan juga mereka lebih terasah. “Apalagi bertemu dengan narasumber langsung, tentunya banyak pengalaman yg menjadi inspirasi,”tandasnya. (ani/sil)

HMJ Manajemen UMM Ajak Mahasiswa Cetuskan Gagasan Kurangi Ketimpangan Ekonomi Jatim

Acara bertajuk Meneropong Arah Pembangunan Jawa Timur ini dihadiri sederet tokoh-tokoh di Jawa Timur (Jatim). Mereka adalah Staf Ahli Bidang Sosial dan Pengentasan Kemiskinan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rahma Iryanti, Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sally Atyasasmi, Sekretaris Jendral Asosiasi Pengusaha Industri Limbah Indonesia (Aspelindo) Budiyanto dan Dosen Manajemen FEB UMM Wiyono. Megi Prima Yudha mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UMM yang juga  ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran untuk mencetuskan gagasan ekonomi dalam lingkup Jatim guna mengurangi ketimpangan ekonomi. “Harapannya setelah acara ini usai, peserta mampu mengangkat permasalahan setiap daerah dan bisa memberikan pandangan bagi pemerintahan untuk mengambil kebijakan,”urainya. Tidak hanya itu, Megi juga menjelaskan bahwa para pemateri yang dihadirkan sengaja dipilih untuk memberikan tips-tips cara menjadi pengusaha dan mendirikan badan usaha sendiri. Hal ini agar para mahasiswa mampu berkarya saat sudah terjun di masyarakat. Sekretaris Jendral Aspelindo Budiyanto salah satunya. Pria ini membagikan tips bagaiman cara memulai usaha sedini mungkin. Ia juga menekankan, bahwa belajar bisnis tidak hanya dapat dilakukan di bangku kuliah, namun juga di dunia nyata secara lebih luas. “Jika yang bukan sarjana saja bisa menjalankan bisnis dan usaha apalagi mahasiswa yang telah ditempa selama empat tahun tentang teori dan praktek bisnis,”ujarnya. Lebih lanjut Budiyanto juga menjelaskan empat langkah yang perlu ditempuh untuk mempunyai badan usaha sendiri. Yang pertama yaitu menyusun perencanaan, kedua meluaskan jaringan karena setiap usaha pasti butuh networking dan yang ketiga konsisten serta pantang menyerah. Budiyanto juga mengingatkan para mahasiswa untuk tidak berlama-lama dengan proses yang tidak dipahami. “Selain itu, amati, tiru dan modifikasi perusahan-perusahan yang terkait dengan usaha yang sedang di bangun. Kita lihat Cina, mobil dan teknologi apa yang tidak bisa mereka buat. Semua bisa dan itu ilmunya dari ilmu nyontek semua,” tukasnya. Tak lupa Budiyanto berpesan kepada para peserta yang hadir agar terus berupaya turut mensukseskan orang lain saat menjalankan bisnis. “Kalau orang ingin berkembang maka kembangkanlah orang lain. Jika ingin menjadi hebat, maka buatlah orang lain menjadi hebat,” simpulnya. Selanjutnya, pembicara kedua Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sally Atyasasmi menyampaikan panjang lebar terkait permasalahan di tanah kelahirannya yaitu Bojonegoro. Ia mengungkapkan bahwa Bojonegoro merupakan kabupaten termiskin ke 11 di Indonesia meskipun menjadi kabupaten penyumbang minyak nasional sebanyak 30% dan pemilik APBD tertinggi ke empat di Jatim setelah Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Menilik keadaan tersebut Sally berharap, mahasiswa dapat ikut berkontribusi dalam menelurkan ide serta gagasan agar masyarakat Jawa Timur, khususnya Bojonegoro dapat memperbaiki tingkat ekonominya. “Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa untuk bersama-sama memikirkan hal tersebut,”pungkas Sally.

UMM Ajak Orang Tua Zaman Now Kuatkan Karakter Anak melalui Optimalisasi Pola Asuh

Perkembangan zaman turut mempengaruhi pola asuh anak pada sebuah keluarga. Anak-anak yang sehat, tangguh, dan bahagia merupakan dambaan setiap keluarga. Namun, seiring dengan perkembangan waktu orang tua bimbang dalam menentukan bentuk pola asuh yang tepat. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Laboratorium Psikologi Terapan Keluarga dan Anak Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (LPTKA FPSI UMM) megawal pendidikan peran keluarga dalam tumbuh kembang anak melalui kegiatan Seminar Nasional bertajuk Optimalisasi Peran Keluarga dalam Tumbuh Kembang Anak yang diselenggarakan di Hall GKB IV UMM, Sabtu (24/03). Pada prosesi pembukaan, Dekan FPSI Salis Yuniardi mengungkapkan bahwa orang tua tidak perlu mengkhawatirkan model parenting yang tepat bagi anak. Menurutnya, dengan mengikutsertaan seluruh anggota keluarga, ayah dan ibu utamanya, dalam proses tumbuh kembang anak adalah cara yang tepat untuk memberikan pola asuh  pada anak. “Pola asuh yang tepat untuk anak adalah dengan mengikutsertakan seluruh anggota keluarga dalam proses mendidik,” jelas Salis. Sementara itu, Rektor UMM Fauzan lebih memilih untuk melontarkan pertanyaan kepada hadirin tentang makna dari “optimalisasi” yang ada pada tema Seminar Nasional ini. “Saya lebih ingin menyampaikan pertanyaan tentang makna dari optimalisasi dalam pola asuh,” ungkapnya. Ditambahkan Fauzan, optimalisasi pola asuh ini juga harus dipahami oleh seluruh kalangan tidak hanya yang sudah berkeluarga dan punya anak, namun juga mahasiswa. “Pengetahuan pola asuh anak juga harus diketahui oleh mahasiswa sebagai bekal,” tandas Fauzan. Hadir pula dalam kegiatan ini, Tina Afiatin dosen sekaligus pemerhati Psikologi Masyarakat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang menyampaikan tentang Peran Keluarga dalam Mendidik Anak Zaman Now. Tina menyampaikan tantangan orang tua dalam mengasuh anak. Ia juga memaparkan jawaban atas pertanyaan Rektor UMM tentang bentuk optimalisasi pola asuh yang sebenarnya. Menurut Tina, kriteria dalam pola asuh yang optimal itu harus menjadi kriteria bersama seluruh orang tua. Optimalisasi pola asuh menurutnya  menjadi dasar kesuksesan proses orangtua dalam mendidik anak-anaknya untuk membentuk ketangguhan karakter anak. Ketangguhan karakter ini yang kelak akan menjadi bekal terkuat untuk anak-anak menjalani kehidupan di masa mendatang. “Kesuksesan optimalisasi pola asuh adalah ketika anak sudah memiliki karakter yang kuat,” jelas Tina. Selain itu, Tina juga mengimbau kepada orang tua untuk melatih dan mengembangkan lima kecerdasan alami yang harus terus diasah pada diri anak. Lima kecerdasan itu diantaranya adalah kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, dan kecerdasan fisik. “Lima dasar kecerdasan alamiah ini harus terus diasah agar menjadi kuat dan tidak salah pembinaan pengembangannya,” jelas Tina. Selain memberikan padangan tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik, Tina juga menyampaikan tentang bagaimana cara menjadi orang tua di era modern dimana teknologi berpengaruh terhadap tingkah laku anak, seperti menjadi cenderung pendiam dan menyendiri. Hal ini harus menjadi perhatian utama orangtua. “Dampak yang dihasilkan oleh teknologi juga harus diwasapai oleh orangtua,” jelas Tina. Senada dengan ungkapan Tina, Kepala Laboratorium Psikologi Terapan Keluarga dan Anak Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (LKPTA) UMM Iswinarti menyatakan bahwa sudah saatnya anak-anak dikenalkan kembali ke model pengasuhan tradisional seperti mengajak anak-anak untuk lebih aktif bermain di luar rumah dan bersosialisi dengan teman sebaya. “Sekarang ini orang tua sudah harus tahu bagaimana mengembalikan prinsip belajar anak yaitu belajar dari lingkungan sekitar,” ungkap dosen Psikologi UMM. Ditambahkan Iswinarti, paparan teknologi semacam smartphone utamanya bagi anak usia di bawah lima tahun merupakan cara salah  yang dilakukan orang tua dalam mengenalkan teknologi pada anak. “Anak usia di bawah lima tahun boleh dikenalkan teknologi, namun bukan dengan memberikan teknologi itu secara bebas,” jelas dosen yang aktif dalam pengembangan Permainan Tradisional dalam perkembangan Psikologi Anak. Selain itu, hal lain yang paling penting dalam pola asuh anak adalah pendampingan secara khusus. Orangtua boleh bekerja dan meninitipkan anak pada orangtua pengganti, namun pendampingan secara intensif akan lebih baik. “Pendampingan insentif dapat mengajarkan anak untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang tua dan orang-orang di sekitarnya,”pungkasnya. Selain seminar, acara hari ini juga sekaligus menjadi tanda diresmikannya LPTKA FPSI UMM. Lembaga ini didirikan untuk membantu keluarga yang membutuhkan bantuan konseling, khususnya dalam pemilihan pola asuh anak.

Lulusan Twinning Program Syariah dan Ilmu Hukum UMM, Kuat Dalam Analisis

Meraih dua gelar dalam satu masa kuliah menjadi hal yang menarik. Tidak hanya mempersingkat waktu tempuh studi, Twinning Program atau program kuliah ganda menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mempelajari lebih banyak ilmu dalam waktu yang lebih singkat. Salah satu Twinning Program di  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah Program Studi Ahwal Syakhshiyyah Jurusan Syariah Fakultas Agama Islam (FAI). Program ini memungkinkan mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Prodi Ahwal Syakhshiyyah dan Fakultas  Hukum secara bersamaan. Berdiri sejak tahun 1988, program ini di prakarsai oleh Alm. Drs. Abdul Majid Fadjar SH MAg yang pada saat itu juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Syariah. Awalnya, Sarjana Ahwal Syakhshiyyah bergelar Sarjana Agama Islam (S.Ag), sehingga lulusan dari syariah tidak bisa mengikuti tes ujian calon hakim dimana syarat peserta ujian calon hakim (cakim) pada tahun 1980-an adalah sarjana hukum. Dari sinilah, inisiatif untuk mengadakan program transfer mahasiswa jurusan syariah ke jurusan ilmu hukum muncul. “Gayung bersambut, hal tersebut kemudian difasilitasi oleh Fakultas Hukum,” urai Idaul Hasanah, S.Ag. M. HI  Ketua Jurusan Syariah UMM, Jumat (23/3). Ida melanjutkan, meskipun saat ini lulusan Program Studi Syariah memiliki gelar sarjana SH, namun hal itu tidak menjadi masalah karena sesuai dengan profil jurusan syariah adalah menjadikan mahasiswa syariah sebagai praktisi dan akademisi yang memiliki dasar ilmu ke-syariahan dan dasar ilmu hukum. “Sarjana syariah dapat menjadi praktisi seperti hakim, jaksa, ataupun pengacara. Sedangkan yang akademisi dapat menjadi dosen dan pengajar,”tambahnya. Mahasiswa yang mengambil program ini akan mendapat mata kuliah di kedua prodi yang jadwalnya dapat disesuaikan oleh mahasiswa sendiri. Meski demikian mereka hanya perlu membuat satu penulisan hukum (skripsi). “Gelar yang diperoleh sama di ijazah yakni sarjana hukum,”katanya. Di akhir Ida menyampaikan, banyak sekali kuntungan yang didapat mahasiswa Twinning Program Syariah,  mulai dari menambah basic ilmu untuk menganalisis kasus hingga mendapatkan bekal pengalaman di dunia hukum. “Ketika keilmuan hukum dan keilmuan syariah dipadukan, maka akan menjadi kuat. Hal tersebut terbukti dengan mahasiswa twinning program yang lebih kuat dalam analisis,”pungkasnya. (mif/sil)

Meriah, Final Bola Basket Rektor Cup UMM Jadi Kompetisi Paling Dinanti

Bola basket menjadi salah satu olahraga paling popular di dunia. Penggemarnya berasal dari berbagai usia, terutama para remaja. Berlangsung seru dan menyenangkan, pertandingan cabang olah raga ini selalu menarik banyak penonton. Keterampilan-keterampilan perorangan seperti tembakan, umpan dribel, dan rebound juga kerja tim setiap detiknya menarik untuk disaksikan. Seperti hari ini, ratusan supporter memadati Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis, (22/3). Para mahasiswa, dosen hingga alumni dari berbagai jurusan berbondong-bondong datang untuk menyaksikan Final Pertandingan Bola Basket Piala Rektor Cup UMM. Mengusung tema Get Your Own Victory  Arief Andrian Nur  selaku Wakil Ketua Pelaksana Cabang Perlombaan Bola Basket Rektor Cup UMM 2018 mengatakan, rangkaian acara ini merupakan upaya untuk menjaring minat dan bakat dari mahasiswa khususnya bola basket. Kompetisi ini juga diharapkan dapat menjaring bibit-bibit unggul untuk tim bola basket UMM kedepannya. “Ini juga untuk memperkuat tim bola basket UMM ketika mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional,” ujar mahasiswa yang juga merupakan anggota dari Civitas Bola Basket Muhammadiyah Malang (CIBBM) tersebut. Babak final pertandingan berlangsung meriah. Pada menit kelima ronde pertama  pertandingan tim putri Fakultas Psikologi memimpin dengan score 9, sedangkan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) tertinggal tujuh angka dengan score 2. Pada akhir pertandingan, Fakultas Psikologi keluar sebagai juara dengan skor 40-44. Sementara itu pada tim putra, ada Fakultas Teknik (FT) melawan Fakultas Hukum (FH) dimana FH keluar sebagai juara dengan skor 39-41. Suara gemuruh dari supporter kedua tim terdengar disepanjang pertandingan berlangsung. Tidak hanya menarik animo mahasiswa dan civitas akademika, gelaran Rektor Cup juga menjadi ajang yang dirindukan para alumni. Menanti final kompetisi terbesar di UMM tersebut, para alumni rela datang untuk menyaksikan tim fakultasnya bertanding. “Saya sudah alumni, tapi saya sengaja menyempatkan waktu untuk menonton final pertandingan ini. Tiap tahun perlombaannya makin ramai, rasanya saya merasa rugi kalau nggak nonton”, ujar Nur Laili Tsani Maulida alumni FPP UMM. Ketua pelaksana Rector Cup 2018, Nur Subekhi memaparkan, Rector Cup merupakan ajang tahunan UMM yang ditujukan sebagai wadah kreasi dan prestasi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa semester dua, empat dan enam. Mengusung tema Smart and Elegant Competition to be Great Generation gelaran ini menjadi cerminan semangat UMM dalam meningkatkan bakat dan minat mahasiswa. “Ini juga mencerminkan proses edukasi yang dikembangkan UMM dalam rangka membangun kualitas pribadi dan mental mahasiswa yang mampu berkompetisi secara sehat dan jujur,” ungkap Subekhi.