UMM Kerahkan Tiga Mobil Andalan, Hibur Anak-Anak SD di Gresik

Bulan Ramadan menjadi bahan bakar tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengunjungi berbagai daerah. Terbaru, bersama tim Rumah Baca Cerdas (RBC) Malik Fadjar, mereka menyambangi SD Muhammadiyah 2 GKB, Gresik pada 13 April 2023 lalu. Di sana, UMM mengajak anak-anak untuk mendongeng, bermain games, belajar skill baru, hingga membaca buku yang tersedia di Mobil Kamis Membaca (KaCa) dan mobil Bakti terhadap Bangsa (Terbang). Bahkan juga menutup agenda dengan menonton film edukatif bersama lewat Mobil Bioskop Keliling (Bioling). Rangkaian kegiatan itu diapresiasi oleh Wakil Kepala bagian Pendidikan dan Pembiasaan Karakter SDM 2 GKB Aditama, S.Pdi. Menurutnya, beragam games dan acara membuat anak-anak tertarik dan ikut asyik. Bukan hanya bermain semata, tapi ada nilai-nilai baik yang bisa diambil. “Kebetulan, kedatangan UMM berbarengan dengan agenda Funtastic Ramadan kami. Kolaborasi ini tentu semakin membuat anak-anak antusias untuk meramaikan Ramadan dengan kegiatan positif. Semoga tiga mobil unik nan menarik UMM juga bisa mengunjungi dareah-daerah lain untuk menghibur dan mengedukasi anak-anak,” harapnya. Di sisi lain, Kepala Divisi Layanan Informasi Publik UMM Maharina Novia Zahro, M.Ikom. mengatakan bahwa timnya memang sengaja menyiapkan berbagai tipe agenda. Dengan begitu, anak-anak diharapkan tidak bosan karena penampilan yang monoton. Ada permainan ular tangga karakter, mendongen dengan boneka, mitigasi bencana, hingga menonton film-film karya anak-anak lokal. “Alhamdulillah, anak-anak antusiasi mengikuti acara dari siang hingga malam hari. Kami juga sudah menyiapkan sederet doorprize bagi mereka yang aktif berpartisipasi, bermain, dan belajar bersama. Semoga bisa memberikan kesan yang baik dan menyenangkan bagi anak-anak,” tambahnya. Maharina, begitu ia kerap disapa, mengaku bahwa tiga mobil andalan UMM ini memang sudah mengaspal ke berbagai daerah dan beragam situasi. Mulai dari Madura, Madiun, Probolinggo, Gresik dan sederet wilayah lainnya. Baik itu ke sekolah, menghibur penyintas saat bencana, maupun kolaborasi bersama. Tujuannya tentu untuk memberikan literasi dan kegiatan edukatif bagi beragam elemen masyarakat. Antusiasme juga ditunjukkan oleh anak-anak SDM 2 GKB, salah satunya Callysta Mozza Fahrudi. Ia yang ikut bermain mengatakan senang dan terkesan. Banyak permainan seru serta buku cerita menarik yang bisa ia nikmati. Pun dengan materi mitigasi bencana yang dibawakan dengan menarik. “Seru banget, semoga nanti kakak-kakak UMM bisa kembali datang ke sekolah kami. Memberikan materi baru, permainan baru, dan juga film lucu lainnya. Filmya membuat saya dan teman-teman tertawa keras karena lucu,” pungkasnya. (wil)

Vokasi UMM Boyong Industri ke dalam Kampus

Secara umum, proses pembelajaran di kampus biasanya dilakukan di dalam sebuah kelas. Kegiatan mencatat materi yang dijelaskan oleh dosen menjadi hal yang sering kali dijumpai. Namun, proses pembelajaran itu tidak dilakukan oleh mahasiswa vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlokasi di Jalan Raya Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Jika dilihat, kampus ini seolah menjadi industri atau perusahaan yang lengkap dengan para pekerja di dalamnya. Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM, Assoc. Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si mengatakan kampus vokasi ini memang menerapkan konsep pembelajaran Factory Training and Production Collaboration Project. Yaitu proses pembelajaran yang disebut dengan authentic learning atau pembelajaran secara nyata atau yang sebenarnya. “Untuk mendukung situasi nyata itu, maka vokasi UMM mengajak mitra industri untuk masuk ke dalam kampus berkolaborasi langsung dengan mahasiswa kami. Sehingga praktisi yang dihadirkan bukan hanya sebagai dosen tamu atau pemberi dana saja, tapi benar-benar mengajari bagaimana industri berjalan,” jelas Tulus. Lebih Lanjut, ia juga menjelaskan prinsip teaching factory (TEFA) yang dikembangkan di UMM. Salah satunya yakni mahasiswa yang tidak hanya melakukan research saja, tapi juga turut andil dalam memproduksi barang sampai dengan pemasaran yang dilakukan bersama mitra perusahaan. “Konsep seperti ini bisa disebut dengan gain gain solution. Di mana masing-masing pihak, baik dari perusahaan maupun kampus juga mendapatkan keuntungan,” ungkap Tulus. Menariknya, para mahasiswa vokasi UMM juga mendapatkan keterampilan yang bersifat multidimensi. Maksudnya yakni mendapatkan kemampuan utama (hardskill) di bidang keilmuan masing-masing serta soft skill yang dapat berjalan beriringan. Menurut Tulus, di zaman yang serba modern ini, soft skill masih dan akan terus dibutuhkan dalam proses industri. “Seperti yang kita ketahui, soft skill merupakan kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan baik, berpikir kritis dan juga kreatif. Sehingga barang yang diproduksi oleh mahasiswa nantinya merupakan produk inovasi baru yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi,” kata Tulus. Intinya, proses pembelajaran di Vokasi UMM berutjuan untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berguna untuk masyarakat dan juga bangsa. “Untuk itu, vokasi UMM banyak melakukan kerja sama industri baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Membuka banyak pelatihan-pelatihan yang bisa mengantarkan mahasiswanya untuk berkarir di skala global ,” ungkap Tulus. Terakhir, Tulus juga menjelaskan, ke depannya kurikulum yang digunakan di vokasi UMM akan fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan juga perkembangan zaman. Vokasi UMM tidak mau membuang waktu untuk proses pembelajaran yang biasa-biasa saja. “Karena pada akhirnya, kita tidak akan tahu lulusan-lulusan seperti apa yang akan dipilih dan diterima oleh perusahan. Kalaupun tidak berkarir perusahaan, setidaknya lulusan vokasi UMM sudah memiliki bekal yang mumpuni untuk membuka usahanya sendiri,” pungkasnya. (zak/wil)

PWM Jatim Siap Kembangkan Perbankan Syariah dengan Hasil Triliunan Rupiah

Muhammadiyah tidak lagi bicara di tataran empang lagi, tapi sudah bermain di samudera serta menjadi pioner. Hal itu ditegaskan Sutrisno Lukito, Pendiri Lembaga Ekonomi Umat pada rapat koordinasi Perbankan Muhammadiyah dan penerapan sistem ISS Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim). Agenda yang dilaksanakan pada 12 April lalu di rayz Hotel Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dihadiri sederet tokoh dan ahli untuk berdiskusi terkait ekonomi. Termasuk pengembangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Sutrisno, begitu ia kerap disapa, melanjutkan bahwa BPRS yang dibentuk akan menjadi cikal bakal Bank Muhammadiyah di masa depan. Maka, PWM Jatim harus menjadi pioner dalam bergerak dalam aspek jihad ekonomi. Bagaimana Muhammadiyah bisa memulai dengan modal sekecil-kecilnya dan menghasilkan sebanyak-banyaknya. “Tentu harus ada target yang dibuat dan dituju. Misalnya saja dengan modal 400 miliar rupiah, dalam dua tahun harus menghasilkan empat triliun rupiah. Saya rasa target itu sangat realistis mengingat jaringan Muhammadiyah yang begitu besar. Ini menjadi modal yang luar biasa,” kata Sutrisno. Ia juga menjelaskan bagaimana aplikasi keuangan yang terousat akan memberikan kemudahan. Misalnya saja pembayaran rumah sakit Muhammadiyah bisa dilakukan lewat aplikasi Bank Muhammadiyah. Pun dengan pembiayaan obat, sekolah, dan lain sebagainya. Turut hadir Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat, UMKM, dan Industri Halal PWM Jatim Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah sudah sangat baik dalam memberikan solusi di aspke kesehatan, pendidikan, dan sosial. Maka, saat ini Muhammadiyah harus melebarkan sayapnya untuk pengembangan ekonomi yang mana tujuannya untuk mengatasi persoalan ketimpangan ekonomi di masyarakat. “Bukan hanya seminar-seminar ekonomi saja, tapi benar-benar bisa memberikan kontribusi dan terobosan untuk mensejahterakan umat,” tambah pria yang juga wakil rektor II UMM. Sementara itu Ketua PWM Jatim Dr. dr. Sukadiono MM. mengatakan bahwa PWM Jatim harus bisa menjadi pioner dan percontohan bagi warga Muhammadiyah lainnya. Apalagi jihad ekonomi juga sudah ditegaskan pada Muktamar Muhammadiyah di Makassar beberapa tahun lalu. Saat ini, menurutnya jihad ekonomi yang digalakkan masih belum maksimal. “UMM mungkin sudah mengambil peran dalam implementasi jihad ekonomi dengan unit-unit bisnisnya. Maka, hal itu harus ditularkan ke perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) dan pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) lainnya agar semakin memberikan manfaat,” katanya. Sukadiono juga menegaskan, dalam berjihad ekonomi harus melihat berbagai potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Misalnya saja di Jombang yang kini sedang mengembangkan peternakan ayam petelur yang bekerjasama dengan BPRS UMM dalam menjalankannya, Hal itu bisa ditiru oleh teman-teman Muhammadiyah lain. Terakhir, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung pembentukan BPRS. Hal itu sejalan dan sesuai dengan jihad ekonomi yang sudah digalakkan oleh Muhammadiyah selama ini. Pun juga menjadi salah satu upaya kontribusi, berbagi, dan terobosan mensejahterakan masyarakat. (wil)

UMM Undang Kepolisian untuk Berbagi Spiritual Ramadhan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selalu menjalin sinergisitas bersama dengan banyak pihak untuk menebar manfaat, termasuk di dalamnya pihak kepolisian. Hal tersebut disampaikan oleh Moh. Nurhakim, M.Ag. Ph.D. dalam kajian Ramadhan UMM bersama kepolisan pada 10 April 2023 lalu. Turut hadir para dosen dan karyawan Kampus Putih pada agenda itu. Nurhakim selaku Asisten Khusus Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tersebut juga menyampaikan bahwa hubungan harmonis antara UMM dengan kepolisian harus tetap terjalin. “UMM dengan kepolisian harus jalan beriringan. Dengan kerjasama yang baik, tentu akan muncul banyak kebaikan dan kebermanfaatan pula. Mulai dari tingkat Polsek, Polres, Polda, hingga Polri. Hubungan tersebut harus tetap terjalin dengan harmonis, mengingat banyak hal yang perlu kita garap bersama, baik dari segi keamanan maupun pengembangan,” ungkapnya. Sementara itu, tim kepolisian Polres Batu Totok Harianto, S.H., M.H. menyampaikan bahwa tingkat spiritualitas masyarakat saat Ramadan meningkat. Hal tersebut juga berefek dari turunnya tindak kriminal yang terjadi. “Bulan ini juga cocok untuk bersilaturahmi, baik antar manusia ataupun antar lembaga. Semoga Ramadan ini bisa menjadikan kita manusia yang lebih baik. Menghindari dosan dan juga menjaga kita dari kejahatan,” tuturnya. Hal serupa juga disampaikan AKP Anton Widodo, S.H., M.H. selaku Kapolsek Lowokwaru dan Kompol Triwik Winarti, S.H., M.H. selaku Kapolsek Kecamatan Dau. Mereka menyampaikam apresiasi tinggi pada Kampus Putih atas beragai capaian yang diraih. Termasuk bagaimana mahasiswa UMM bersikap selama ini. Anton menyebut bahwa para mahasiswa UMM tidak pernah terlibat tindak pidana di wilayah keluarahan lowokwaru. “Mahasiswa UMM ini sangat spesial, dalam artian tidak pernah terlibat kasus apapun di wilayah Lowokwaru. Menurut laporan warga, anak-anak juga cukup baik dalam bersikap,” jelasnya. Anton juga memaparkan bahwa hubungan pihaknya dengan UMM sudah terjalin lama, bahkan sejak kampus ini berdiri. Menariknya, UMM juga selalu menjaga hubungan dengan baik dan tidak pernah memutus komunikasi dengan pihak kepolisian. Sekalipun ada perubahan Kapolsek. Di sisi lain, Winarti melihat bahwa wilayah UMM ini sangat unik, terutama kampus III. Hal itu tak lepas dari letaknya yang berada di dua kecamatan, sebagian ada di Kota Malang dan sebagian lainnya ada di Kabupaten Malang. Maka menurutnya, sinergisitas dan kesepahaman hars terus dijaga agar pengamanan dan kebermanfaatan bisa tetap dijalankan. “Utamanya sepanjang bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti. Jangan sampai ada kesalahpahaman informasi,” katanya. Terakhir, Winarti juga berpesan pada sivitas akademika untuk terus taat dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan juga bsia menorehkan prestasi membanggakan untuk mengharumkan nama kampus, lebih luas nama Malang. (faq/wil)

Makan saat Imsak Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Dosen UMM

Bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, imsak bukanlah hal yang asing. Imsak sering kali diartikan sebagai penanda akan berakhirnya waktu sahur dan dimulainya waktu puasa.  Agus Supriadi, Lc., M.H.I selaku Dosen Fakultas Agama Islam, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM menjelaskan, secara kebahasaan imsak, al imsak, atau as shoum berarti menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Imsak memiliki kesamaan makna dengan puasa, yaitu menahan diri. Literasi imsak sendiri terkenal di Indonesia dan memiliki pengkhususan makna. Merujuk pada tahun 1400-an, imsak mulai terdengar di era Turki Usmani dan juga Mesir. Imsak yang dimaksud adalah momen 5-10 menit sebelum azan subuh berkumandang.a I Kementerian Agama Indonesia melalui tim hisab dan rukyat pada tahun 2016 dan juga para ulama Indonesia menyepakati penjadwalan khusus terkait waktu imsak. Jadwal tersebut digunakan sebagai pengingat atau lampu kuning bagi orang yang berpuasa untuk segera bersiap menahan diri dari berbagai hawa nafsu, termasuk makan dan minum. “Biasanya waktu imsak digunakan untuk membersihkan diri atau mulut dari sisa-sisa makanan setelah sahur. Bisa dengan berkumur atau juga menyikat gigi,” tambahnya. Lantas, bagaimana hukumnya jika seseorang makan dan minum pada waktu imsak? Dosen UMM yang akrab disapa Agus tersebut menjelaskan, bahwa makan dan minum ketika waktu imsak diperbolehkan. Hal itu dikarenakan pada dasarnya waktu berpuasa dimulai ketika azan subuh berkumandang. “Dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘Anhu bahwa rasulullah menjelaskan jarak antara azan dan sahur yakni sekadar membaca 50 ayat. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,” kata Agus. Dari hadist tersebut, Kemenag di Indonesia menyepakati bahwa waktu imsak yakni kurang lebih 5-10 menit sebelum subuh. Perlu diingat, imsak bukan pertanda wajib bagi kita untuk menghentikan sahur. “Imsak itu sebagai lampu kuning atau kehati-hatian saja agar kita tidak kebablasan ketika sahur,” ungkap Agus mengakhiri. (sep/wil)

Luci, Dosen UMM yang Kaji Kesetaraan Gender Islam di Istanbul

Masih banyak kesalahpahaman mengenai konsep kesetaraan gender dalam masnyarakat muslim. Hal tersebut disampaikan oleh Luciana Anggraeni, M.H. Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam Konferensi Fourth International Conference on Islamophobia in Muslim Majority Countries : Examining its Cultural and Geopolitical Dimensions. Adapun konferensi yang diselenggarakan oleh Center of Islam and Global Affairs (CIGA) di Istanbul Sabahattin Zaim University (IZU), Istanbul, Turki itu dilaksanakan pada 11-13 Maret 2023. Ia bersama pembicara lainnya mengkaji tentang budaya dan geopolitik islamophobia di negara yang mayoritas muslim. Apalagi melihat fakta, Islamophobia tidak hanya terjadi di negara-negara muslim minoritas. Dalam artikel yang ditulisnya dengan judul Gendered Islamophobia in Indonesia: Forms and Solution, ia menjelaskan bahwa Islam sendiri tidak ada konsep mengenai kesetaraan gender. Namun lebih menekankan pada keadilan gender. “Pria dan wanita memiliki posisi dan peran tersendiri, pembahasan itulah yang perlu lebih ditegaskan dalam kajian mengenai gender. Fokusnya adalah mengenai keadilan, bukan kesetaraan gender,” tegasnya. Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa banyak sekali kesalahpahaman ditengah masyarakat yang menganggap bahwa Islam adalah agama yang patriarki. Padahal patriarki itu lahir dari budaya masyarakat itu sendiri, bukan dari agama. Menurutnya, perlu adanya upgrading pengetahuan bagi seorang muslim mengenai ilmu-ilmu serta nilai-nilai ajaran agama Islam. Terutama dalam pembahasan seputar gender. “Muslim seharusnya tidak hanya menganggap bahwa beribadah itu menjadi suatu yang bersifat ritual simbolik saja. Namun perlu adanya pemahaman mengenai nilai-nilai dari beribadah itu sendiri,” terangnya. Tak lupa, dia menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatian oleh pria dan wanita dalam menyikapi lawan jenis, termasuk dalam menjalin suatu hubungan yang serius. Mulai dari pemahaman mengenai fitrah, hingga peran yang harus dilakukan dalam kehidupan. Pria dan wanita memiliki fungsi yang saling melengkapi. Misalnya saja pria akan menjadi ayah, sementara wanita akan menjadi ibu. Itu semua konsepnya adalah sebagai pelengkap bukan setara. Terakhir, Luci berpesan kepada generasi muda untuk lebih giat dalam mengembangkan diri. Masa muda adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan untuk mengeksplorasi bakat yang ada “Dulu kartini berjuang mati-matian untuk mengangkat martabat para wanita. Sekarang juga sudah banyak peluang bagi para perempuan untuk bisa mengembangkan diri. Itu harus lebih dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (faq/wil)

Berangkat ke Estonia, Dosen FH Kaji Partisipasi Politik Anak Muda

Partisipasi politik dari anak muda menjadi bagian terbesar dari porsi pemilih di Indonesia. Hal ini juga sangat penting untuk memperkuat bangunan demokrasi di negeri ini. Hanya saja, partisipasi generasi muda dalam pemilu masih  cenderung rendah. Hal itu mengundang perhatian dan aspirasi dari dosen fakultas Hukum UMM, Sholahuddin Al Fatih, S.H., M.H. Salah satunya ia sampaikan dan diskusikan di dalam program Democracy Defenders Accelerator (DDA) Bootcamp, pada 27 Maret 2023 di Estonia. Adapun agenda itu dilaksanakan oleh Non Governmental Organization (NGO) bernama Citizen OS. Fatih sapaan akrabnya mengatakan rendahnya partisipasi anak muda dalam pemilu membuat kemungkinan kecurangan menjadi lebih besar. Karena hak pilih yang seharusnya terisi menjadi kosong (golongan putih). Sehingga bisa dicurangi oleh beberapa pihak. Keresahan Fatih itu, ia diskusikan dengan 30 perwakilan dari berbagai negara di dunia. “Program tersebut masih akan terus berlanjut hingga November tahun ini melalui pertemuan. Tujuan program ini sendiri yaitu mendukung dan memberdayakan lebih banyak orang untuk mengambil tindakan dalam menghadapi persoalan demokrasi yang ada di dunia. Selain itu juga sebagai wadah aktivis muda untuk berbagi cerita terkait persoalan demokrasi di negara masing-masing,” jelas Fatih. Lebih lanjut, Fatih mengungkapkan permasalahan demokrasi yang ada Indonesia justru tidak ditemukan di negara lainnya. Ia justru menemukan bahwa Jerman memiliki permasalahan demokrasi terkait konflik ras di pemerintahanya. Kemudian Belanda dengan masalah digitalisasi demokrasinya dan negara Afganistan yang memiliki persoalan terkait keadilan berpendapat. “Dari hasil diskusi, ditemukan permasalahan utama yang ada di berbagai negara yaitu tentang kurangnya kesadaran anak muda di dunia dalam menggunakan media sosial. Permasalahan itu  kemudian menjadi fokus untuk dikerjakan selama satu tahun ke depan,” terang Fatih. Menariknya, program yang Fatih ikuti dilaksanakan bertepatan dengan puasa Ramadan. Sehingga selama berpuasa di negara bagian Eropa Utara itu, Fatih mengalami beberapa culture shock. Mulai dari makanan halal yang sangat sulit didapatkan hingga menjalani puasa selama 16 jam. “Alhamdulillah melalui program ini banyak hal baru yang didapatkan. Insyaallah bisa saya implementasikan sebagai model pembelajaran di kelas. Kemudian wawasan saya tentang demokrasi juga bertambah,” ungkap Fatih. Terakhir, Fatih berharap akan ada lebih banyak dosen dan juga mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sejenis. Selain itu, dosen sekaligus staf bagian kerjasama internasional itu juga menyampaikan sedang melakukan penjajakan agar UMM dan NGO Citizen OS bisa bekerja sama. Tidak hanya dengan NGO terkait tapi kedepannya juga bisa melakukan kerja sama dengan beberapa kampus di Estonia. (zak/wil)

Rektor UMM Ajak Warga Lapas Perempuan Malang NgabubuREAD

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkontribusi menebar manfaat. Terbaru, Kampus Putih melaksanakan program UMM Berbagi untuk Negeri dengan memberikan bacaan menarik lewat Mobil Kamis Membaca (KaCa) di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. Ada beragam buku yang disediakan, mulai dari buku masak, novel, biografi hingga self development. Banyak warga binaan yang tertarik dan meminjam buku selama seminggu ke depan. Agenda yang dilaksanakan pada 6 April 2023 itu juga dihadiri oleh Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. yang langsung memberikan kisah inspiratif menjelang berbuka. Fauzan mengatakan bahwa hidup itu seperti fatamorgana. Dari jauh terlihat air berlimpah, tapi saat berjalan mendekati, tidak ada air sama sekali. Maka perlu adanya cara mengatur kehidupan yang harus dikuasai. “Ada dua hal yang seringkali menjadi pertimbangan dalam melakukan sesuatu, yakni nafsu dan akal. Nafsu selalu bersandar pada keinginan yang berujung pada kesenangan. Sementara akal, selalu bersamaan dengan kebaikan,” katanya. Ia juga mengisahkan tentang ulat yang harus melewati fase kepompong sebelum bisa menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Hal itu mirip dengan perjalanan manusia yang jika berbuat buruk akan disingkarkan sebagaimana seekor ulat. Maka, Ramadan adalah jawaban seorang muslim untuk bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas diri. “Puasa Ramadan itu ibarat kepompong, di mana ada keharusan untuk menahan diri. Ada ulat yang gagal menjadi kupu-kupu, tapi banyak pula yang berhasil. Sama seperti manusia, apabila berhasil memanfaatkan Ramadan, ia akan menjadi seseorang yang bertaqwa dan lebih baik,” tambah rektor asal Kediri itu. Terakhir, Fauzan juga mengajak warga binaan lapas untuk sama-sama intropeksi diri. Menemukan kesalahan diri dan memperbaikinya sehingga mampu menjadi suci dan fitri di akhir Ramadan. Ia juga memaparkan bahwa kebahagiaan itu ada dalam hati manusia-manusia yang bersyukur. Di sisi lain, Plt Kepala Lapas Perempuan kelas IIA Malang Lilik Sulistyowati, M.Hum. mengapresiasi kegiatan UMM Berbagi untuk Negeri. Sebelumnya, sudah banyak program yang dijalankan di Lapas. Mulai dari pelatihan menulis, pembuatan video klip band warga binaan, kurban sapi, dan lain sebagainya. “Semoga serangkaian agenda tersebut bisa menambah wawasan dan skill para warga binaan. Sehingga mereka bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga, nusa, bangsa dan tentunya agama. Kami juga berharap kerjasama yang baik antara UMM dan Lapas Perempuan bisa terus berjalan dan disinergikan,” pungkas Lilik. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan Eva, salah satu warga binaan Lapas. Menurutnya, buku-buku yang disediakan di Mobil KaCa sangat menarik. Mulai dari novel, buku inspiratif, agama, pengembangan diri dan lainnya. Eva mengatakan bahwa ia dan teman-teman sangat menanti kehadiran Mobil KaCa. “Donasi pakaian wanita yang diberikan juga bermanfaat. Ditambah lagi dengan sharing session bersama pak rektor. Semoga apa yang diupayakan oleh UMM memberikan banyak kebaikan. Bukan hanya bagi kami, tapi juga bagi masyarakat luas,” pungkasnya mengakhiri. (Wil)

Marching Band UMM Borong Piala di Kompetisi Jatim

Kabar gembira kembali datang dari Marching Band Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka sukses menyumbang berbagai prestasi di delapan cabang perlombaan. Mulai dari cabang IC Commander hingga IC Colour Senior. Adapun kompetisi regional Jawa Timur yang dilaksanakan pertengahan Maret itu merupakan bagian dari Kediri Marching Competition 2023. Terkait kemenangan itu, Nurma Khusnul Daryasari menilai semua berkat kerja keras dan latihan rutin yang mereka lakukan. Pun dengan gaya bermain yang dirasa memiliki kekhasan tersendiri. Mulai dari gerakan tiap anggota serta intonasi musik yang menarik agar terdengar indah. “Dalam memainkan marching band memang diperlukan kerjasama yang baik. Hal itu pula yang kami lakukan dalam setiap penampilan,” tegasnya. Hebatnya, tim marching band Kampus Putih hanya memiliki waktu yang realtif singkat untuk persiapan sebelum berlaga di kompetisi, yakni sekitar satu bulan saja. mereka berlatih dengan membawakan berbagai lagu. Pilihan lagu dan musik nyatanya juga masuk dalam penilaian. “Musik yang sulit tentu akan mendapatkan nilai lebih jika dibawakan dengan baik. Begitupun dengan cerita dalam penampilan serta ketukan gitapati yang menentukan irama semua instrumen. Jika aspek penilaian tersebut bisa dicapai, maka kemenangan bisa diraih,” jelas perempuan yang kerap disapa Nurma itu. Adapun tema yang tim Marching Band UMM cukup menarik. Misalnya saja bagian colour guard yang membawakan tema identity dan dimensi siluet , tim snare yang membawakan tema exerevno, dan field commander yang menampilkan tema the adventure of tintin. Sementara tim brass membawakan tema classical serta mayoret dengan final countdown-nya. Usai memenangkan kompetisi, Nurma mengaku marching band UMM masih terus berlatih. Selain untuk memperbaiki beberapa kekurangan, latihan juga dilakukan karena mereka akan beraksi pada bulan Desember nanti pada kompetisi nasional di Jakarta. Mereka juga menargetkan berbagai piala dan medali dalam kejuaraan bergengsi itu. “Alhamdulillah pihak kampus sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan kami. Meski unit kegiatan mahasiswa marching band baru berdiri beberapa tahun lalu, namun support yang kami terima luar biasa. Bahkan sering tampil di event-event nasional. Hal itu pula yang menjadi salah satu bahan bakar untuk berprestasi dan mengharumkan nama kampus di berbagai level,” pungkasnya. Adapun pada Kediri Marching Competition 2023, tim UMM berhasil mendapatkan delapan piala. Di antaranya juara I field commander senior, juara I mayor senior, juara I snare drum senior, dan juga jaura II field commander senior. Selain itu juga juara III snare drum senir, brass senioor dan color guard senior. Dielngkapi dengan juara harapan III color guard senior. (Ri/Wil)

Begini Cerita Alumnus Vokasi UMM Berpuasa di Jepang

Sudah lebih dari satu bulan Ardianeswari Putri Salifani, alumnus Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berangkat dan berkarya di Negeri Sakura. Ia yang sukses menyelesaikan pelatihan specified skilled worker kaiko di training center Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kini telah mendapat kontrak kerja selama tiga tahun Hokkaido, Jepang. Ia juga sedang menjalani puasa di sana dan ingin berbagi cerita menarik. Dina, sapaan akrabnya, menuturkan, ada banyak hal unik yang ia dapati selama Ramadan. Meski Jepang bukan negara mayoritas bergama islam, namun stasiun televisi di sana sering menayangkan berita-berita seputar bulan Ramadhan. Misalnya saja terkait mengapa muslim berpuasa, apa yang harus dilakukan selama puasa, hingga larangan yang harus ditaati selama terbiat fajar hingga tenggelamnya matahari. Ada satu hal yang ia rindukan dari Indonesia saat Ramadan, yakni suara azan yang menggema di setiap sudut kota. Di sana, azan kurang begitu terdengar, bahkan mungkin tidak ada. Hal itu menyulitkannya untuk mengetahuai kapan waktu sahur dan berbuka. “Beruntung kita sudah hidup di era teknologi yang maju. Saya biasanya cek aplikasi jadwal imsakiyah waktu setempat atau juga browsing di internet terkait waktu-waktu salat,” katanya melanjutkan. Waktu menunggu berbuka adalah momen favoritnya. Setiap sore, Dina sering berburu bahan makanan ke toko dan supermarket terdekat. Sesekali juga menmbah stok jajan untuk dikonsumsi malam hari. Apalagi ia memang menyukai makanan Jepang seperti mochi, dango, dan juga onigiri. Tidak lupa, dia juga membagikan tips bagi warga muslim Indonesia yang ingin menyortir makanan halal selama di Jepang. Pertama, Dina menyarankan untuk menghindari makakan junkfood. Kedua, yakni mempelajari huruf-huruf kanji yang berkaitan dengan arti babi karena akan sangat berguna untuk memilah makanan. Terakhir, yakni mencari tahu di internet makanan atau toko apa saja yang sudah halal. “Ini adalah momen pertama saya berpuasa jauh dari tanah air. Ada sedihnya dan juga senangnya. Untuk teman-teman yang sedang di luar negeri, jangan sedih tidak bisa berpuasa di rumah bersama keluarga. Saya yakin ada banyak pengalaman dan pelajaran baru yang bisa diperoleh di negara masing-masing. Selalu jaga kesehatan dan jaga pola makan. Semoga puasa kita bermanfaat,” pungkasnya. (faq/wil)