Idul Fitri di UMM Mari Mengembangkan Nilai-Nilai Kemanusiaan

Masyarakat Indonesia harus terus mengembangkan dan menginternalisasikan nilai-nilai kemanusiaan global. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. dalam khutbah idul fitri di Universitas Muhammadiyah malang (UMM). Adapun salat tersebut dilaksanakan pada 21 April 2023. Lebih lanjut, Najib menjelaskan bahwa Ramadan adalah tempat untuk menggodok kualitas sebagai mulsim. Pun dengan mengaplikasikan nilai-nilai yang sudah didapat di dalamnya. Termasuk nilai kemanusiaan global. nila yang menempatkan manusia sebagai makhluk yang sama di hadapan Allah SWT tanpa memandang ras, gender, golongan dan lainnya. Nabi juga pernah bersabda untuk memberikan kasih sayang kepada orang-orang di bumi. niscaya Allah akan memberkan rahmat pula kepada mereka. “Saat ini dunia menghadapi berbagai masalah terkait hak asasi manusia (HAM), konflik, kemiskinan, diskriminasi dan lainnya. Maka, umat manusia dan muslim harus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya. ia juga sempat menjelaskan mengenai kabar beberapa lapangan yang tidak dizinkan untuk salat di dalamnya, seperti di Pekalongan dan Sukabumi. Kemudian baru diberi izin ketika banyak yang membahas. Pun dengan hambatan pembangunan masjid yang berlokasi di aceh pada 2022 lalu. Menurunya, ada banyak hal yang bisa dipelajari atas peristiwa di atas. Salah satunya, warga Muhammadiyah bisa merasakan bagaimana menjadi minoritas. Bisa mengalami bagaimana kebebasan terhalangi dan bagaimana rasanya terdiskriminasi. “Pada kenyataannya, ada kelompok dan agama lain yang mungkin merasakan apa yang kita alami. Bahkan malah lebih parah. Ada yang tempat ibadanya disegel, ada yang tidak bisa mengurbukan jenazah di pemakaman umum, ada yang terusir karena beda keyakinan, ada yang terisolasi dan lainnya. Hal itu juga berdampak pada akses pendidikan dan kariri yang terhalangi,” katanya. beruntung bagi Muhammadiyah yang menjadj mayoritas. Muhammadiyah mampu. Berarguman dan beradvokasi ketika ada hal yang tidak menyenangkan attau kebijakan yang kurang sesuai. Muhammadiyah bisa bersuara, bekerja sama dengan wartawan untuk menyampaikan argumennya. Sayangnya, kemampuan dan keleluasaan itu tidak bisa dilakukan oleh kelompok minoritas. Maka, pengembangan nilai kemanusiaan harus terus digalakkan. Alasan pertama yakni karena itu adalah perintah Allah dan juga tuntunan Nabi Muhammad SAW sehingga harus dilakukan. Kedua, karena dalam berbagai Muktamarnya, Muhammadiyah mengeluarkan rekomendasi terkait kemanusiaan, kebangsaan, dan keummatan. Hal itu dilakukan untuk menciptakan kehidupan yang damai. “Terkhir, yakni melihat kenyataan bahwa pembatasan hak-hak dan diskrimnasi bisa dirasakan oleh siapa saja. Muslim juga menjadi minoritas di berbagai beahan negara. Sementara di Indonesia menjadi mayoritas. Maka kita seharusnya bisa menjadi contoh bagi negara lain untuk menyayangi mereka yang minoritas,” pungkasnya. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berharap apa yang sudak dilakukan selama bulan Ramadan bisa membawa para muslim mnejadi manusia yang lebih baik. Manusia yang memanusiakan manusia sertamenjadi golongan yang muttaqin. “Semoga kita mampu menjaga kualitas ibadah dan sikap kita yang sudah dibangun di bulan Ramadan. Antusiasme salat idul fitri kali ini juga luar biasa. Semogga juga dibarengi dengan kebaikan-kebaikan di masa depan,” pungkasnya mengakhiri. (wil)
Mau Mudik? Ini Tips Dosen UMM agar Mobil Aman

Menjelang libur panjang lebaran, tradisi mudik sudah menjadi agenda utama yang di nanti-nanti setiap tahun. Pada momentum liburan ini, mobilitas kendaraan ke luar kota lebih padat daripada hari-hari biasa lainya. Bahkan tidak jarang, kecelakaan lalu lintas seringkali terjadi. Menanggapi hal itu, Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Alvian Iqbal Hanif Nasrullah, M.T memberikan tips aman mudik. Utamanya terkait keamanan dan kenyamanan dalam berkendara untuk jarak panjang. Alvian, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa sebelum memulai perjalanan, pemudik benar-benar harus melakukan persiapan yang matang dan menyeluruh. Ini mencakup dua aspek penting yakni persiapan fisik dari segi manusia atau pengemudi dan juga persiapan fisik kendaraan yang akan dipakai. “Kondisi fisik pengemudi dan kondisi fisik mobil beserta komponen-komponen di dalamnya itu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Percuma kalau performa mobilnya baik, tetapi kondisi pengemudi kurang fit untuk berkendara. Begitu pula sebaliknya,” tuturnya. Lebih lanjut, Alvian menjelaskan bahwa terdapat beberapa komponen mobil yang harus dicek sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Pertama adalah kondisi ban yang harus dipastikan masih dalam kondisi prima dan tidak selip. “Selain itu, tekanan udaranya juga harus ideal. Biasanya berada di kisaran 30-40 psi untuk ban mobil,” tambahnya. Aspek teknis lain yang perlu diperhatikan adalah komponen mesin, seperti sistem pendinginan, sistem perolian, dan bagian bagian silinder blok mobil. Menurutnya, jarak tempuh yang panjang seringkali menyebabkan mesin kepanasan atau overheat. Oleh karena itu, radiator dan cooling fan juga perlu dicek dan dipastikan ulang kondisinya. “Langkah untuk merawat kondisi mesin mobil adalah dengan rutin ganti oli mesin dan service keseluruhan di bengkel. Karena mesin yang ada begitu kompleks, maka service rutin mutlak dilakukan. Tidak hanya sebelum mudik atau perjalanan jauh saja,” tegas Alvian. Tips lainnya hajni menyesuaikan beban yang diangkut dengan kapasitas maksimum kendaraaan tersebut. Dalam istilah kendaraan, dikenal yang namanya over dimension and overloads atau ODOL. “Jika beban yang dibawa oleh mobil melebihi kapasitas maksimum, maka akan sangat beresiko menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya. Terakhir, Alvian yang memiliki konsentrasi keilmuan dalam uji layak tabrak kendaraan menjelaskan bahwa banyak sekali kasus kecelakaan yang terjadi karena oleh aspek teknis kendaraan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan performa dari kendaraan yang dimiliki. “Kenali kendaraan yang akan digunakan untuk mudik atau melakukan perjalanan di momen lebaran nanti, karena setiap kendaraan memiliki spesifikasinya masing-masing. Pastikan semuanya siap dan dalam keadaan baik agar perjalanan senantiasa aman, “ pungkasnya. (*lib/wil)
Baksos UMM di Malang, Hadirkan Mobil Kaca hingga Edukasi Stunting

Suara riuh siswa-siswi sekolah dasar terdengar jelas saat rombongan Bakti sosial (BakSos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tiba. Anak-anak sekolah dasar sangat antusias membaca ratusan buku yang disediakan mobil Kamis Membaca (KaCa) miliki UMM itu. Setelah sebelumnya mengunjungi Desa Tawangsari, Pujon, kali ini rombongan Baksos UMM mengunjungi Desa Sukopuro, Jabung pada 17 April 2023. Salah satu siswi sekolah dasar (SD) Frensiska merasa sangat senang bisa belajar dan bermain bersama kakak-kakak dari UMM. “Seru banget, kami diajari banyak sama kakak-kakaknya, mulai dari belajar bahasa Inggris sampai berhitung dengan cara yang menyenangkan. Kami juga nyanyi bareng, terus dikasih hadiah topi bagi mereka yang bisa jawab pertanyaan. Semoga kakak-kakaknya bisa main ke sini lagi,” ungkap Frensiska. Antusias yang sama juga terlihat dari warga desa yang mengikuti penyuluhan stunting dan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan oleh tim rumah sakit UMM. Selain itu, tim baksos UMM juga memberikan paket yang berisi bahan makanan kaya gizi. Hal itu ditujukan agar para warga juga dapat memahami makanan apa saja yang baik untun tubuh. Jumiati, salah satu warga setempat mengapresiasi Baksos UMM tahun ini. Ia merasa bahwa ini menjadi ajang yang bagus untuk berkumpul dan silaturahmi. “Alhamdulillah, adanya bakti sosial UMM ini sangat membantu kami para ibu dan juga anak-anak. Selain itu, saya sempat lihat anak-anak belajar sama kakak-kakak UMM. Mereka terlihat seru dan tertarik. Semoga bisa menjadi penyemangat anak-anak untuk belajar lebih giat,” katanya. Hal serupa juga disampaikan Kepala Sekolah SDN 1 Sukopuro, Umbar Suyono. Menurutny, Mobil KaCa memberikan peningkatan literasi. Walaupun hanya sebentar, tapi anak-anak bisa membaca sederet buku menarik yang membuat mereka terkesan. Hal itu tentu membuat minat baca siswa-siswi jadi meningkat. “Penyuluhan stunting dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga desa juga bermanfaat. Apalagi melihat desa kami yang sempat mendapat persentasi angka stunting yang cukup tinggi. Semoga program seperti ini juga bisa dilaksanakan di desa lainnya,” kata Umar. Di sisi lain, Koordinator Baksos, dr. Sri Adila Nurainiwati, Sp.KK menjelaskan bahwa kegiatan baksos ini adalah acara rutin UMM di setiap bulan ramadhan tiba. Untuk tahun ini, tim baksos UMM menyisir desa-desa yang memiliki lokasi stunting tinggi. “Karena dua tahun terakhir ini UMM memiliki program dalam upaya penurunan stunting. Dan wilayah di kabupaten Malang yang paling tinggi angka stuntinghya salah satunya di sini,” kata dokter yang juga dosen FK UMM itu. (faq/wil)
Jarang yang Tahu, Ini Beda Buka Puasa di Madinah dan Indonesia

Meski Arab Saudi memiliki jumlah muslim yang banyak seperti Indonesia, ada banyak perbedaan kebiasaan yang muncul. Utamanya saat bulan Ramadan tiba. Hal itu pula yang dirasakan Fachrul Rozi, salah satu alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini tengah melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dengan beasiswa. “Ini menjadi momen bulan puasa pertama saya di luar negeri dan jauh dari tanah air. Tentu rindu, tapi alhamdulillah Ramadan di sini juga ramai seperti di Indonesia,” katanya. Rozi, begitu ia kerap disapa, mengatakan bahwa salah satu kegiatan yang membuatnya kagum adalah saat-saat menjelang berbuka. Meski sama-sama berbagi makanan, tapi orang-orang di Madinah sangat jor-joran dalam memberikan makanan. Mereka seakan berlomba-lomba berbagi dan berusaha mendapatkan banyak kebaikan di Ramadan. Makananya juga beragam, mulai dari daging sapi, nasi briyani, kebab, dan makanan khas Arab lainnya. “Saya sempat kaget saking banyak dan melimpahnya makanan untuk berbuka. Alhamdulillah, saya dan teman-teman juga turut bergabung memberikan makanan bagi para muslim di sini,” tambahnya. Pria alumnus Hukum Keluarga Islam UMM itu juga menyebut bahwa di Madinah, kurma seakan menjadi makanan wajib untuk berbuka. Biasanya orang-orang di Arab menyantapnya berbarengan dnegan yogurt. Menariknya, rasa fresh yoghurt zabadi sedikit berbeda ketimbang yogurt-yogurt pada umumnya. Ada campuran zabadi yang dituangkan ke dalamnya sehingga mempunyai cita rasa yang asam, asin, dan sedikit manis. Sayangnya, Rozi tidak begitu menyukainya karena sedikit tidak cocok untuk lidah orang Indonesia. Hal lain yang membuat Rozi takjub adalah kultur masyarakat yang benar-benar berhenti beraktivitas saat azan tiba, kemudian berbondong-bondong salat berjamaah di masjid. Bahkan para warga juga saling mengingatkan untuk segera melaksanakan salat. Hal itu berlaku bukan hanya saat magrib saja, tapi juga di setiap waktu azan. Kemudian saat selesai salat, aktivitas kembali berjalan normal. “Memang Arab, terutama Madinah adalah tempat di mana Islam turun dan berkembang pada awalnya. Tapi tetap saja, hal seperti ini membuat saya berdecak kagum. Saya bersyukur bsia menginjnakkan kaki di Kota Nabi ini,” ungkapnya. Terakhir, Rozi juga mendorong anak-anak muda untuk bermimpi dan mengejarnya dengan sungguh-sungguh. Termasuk bersekolah dan menimba ilmu di luar negeri. Namun, jangan lupa untuk membawa ilmu dan pengetahuannya pulang ke tanah air serta membagikannya kepada yang lain. “Hal itu sesuai dengan prinsip saya yakni ‘Pergi untuk Kembali”. Jadi keberadaan saya di sini hanya sementara untuk menuntut ilmu. Tujuan utama saya insyaAllah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman saat kembali ke Indonesia nanti,” pungkas Rozi. (Ri/Wil)
Minuman Mawar Karya Dosen UMM Sukses Menangi Kompetisi Produk Kreatif

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Kali ini datang dari Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. dengan minuman sari bunga mawarnya yang sukses menjadi juara I produk kreatif Kabupaten Pasuruan. Kompetisi yang diadakan pada 16 April 2023 ini diikuti oleh ratusan peserta dengan produk-produk menariknya. Adapun beberapa cluster yang dilombakan yakni kriya, fesyen, kuliner hingga seni rupa. Terkait raihan ini, Elfi, sapaan akrabnya mengatakan bahwa ada tiga aspek yang dinilai. Pertama ialah konten narasi produk, kemudian juga sejarah dan cerita sukses, hingga metode penyampaian saat presentasi. Para peserta dituntut untuk bisa lebih informatif, komunikati, interaktif, dan menarik. “Para juri yang hadir berasal merupakan perwakilan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif Pusat dan juga Kabupaten Pasuruan. Alhamdulilah minuman sari bunga mawar ini berhasil mendapat peringkat pertama produk rkeatif,” tambahnya. Lebih lanjut, minuman Elviza ini berawal dari penelitiannya pada 2002 tentang pigmen. Kemudian ia menemukan bahwa mawar lokal tabur mngandung antioksidan yang bagus. Mulai dari vitamin C, minyak atsiri, antosianin hingga zink. Menariknya, ketika diuji coba ke tikus, mawar itu terbukti mampu mencegah penyakit hati dan ginjal. Hal itu membuat Elfi akhrinya mengubahnya menjadi olahan minuman sari bungan pada 2017 lalu dan mendapatkan sertifikasi halal pada 2019. Ia bercerita, bunga tersebut berasal dari Pasuruan yang seringkali dibuang ke sungai jika sedang panen raya. Sebanyak 80-100 kuntum bunga mawar hanya diharga Rp5000 saja. Maka, ia bereksperimen dan mencitaptakan minuman Elviza sebagai jawaban. “Semoga nantinya Elviza bisa menjadi produk unggulan dan ikon kota kelahiran saya, Pasuruan dan Bangil tercinta. Pun dengan produk-produk lain yang potensial,” kata Elfi. Adapun sebelumnya, minuman Elviza telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan. Mulai dari Five Best Poster Product Halal Excellent at World Halal Research di Kuala Lumpur dan bahkan mengantarkan Elfi mendapatkan predikat dosen inovator terpuji dari LLDikti Jawa Timur. Terakhir, ia berharap produk ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi dirinya saja, tapi juga memberikan kesehatan bagi masyarakat yang mengonsumsinya. Pun dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Saat ini, sudah ada sebelas karyawan yang membantu proses produksi dan akan bertambah seiring bertambahnya waktu. (Wil)
Patrol Sahur Mahasiswa Asing UMM hingga Bagi Sahur Masakan Chef Hotel Berbintang

Setelah mengadakan sederet kegiatan di Jodipan saat sahur minggu lalu, kini tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambangi Kampung Adat di Desa Busu, Jabung. Di sana, mereka turut ikut patroli sahur, berbagi sahur, hingga mendongeng. Bahkan juga menghadirkan chef Hotel Kapal Garden Sengkaling milik UMM pada 16 April 2023. Adapun patrol sahur yang dilakukan juga mengikutsertakan para mahasiswa asing. Menariknya, anak-anak dan pemuda Desa Busu juga membangunkan sahur dengan membawa bantengan dan kentongan gong. Hal itu menarik perhatian para warga dan akhirnya bangun sahur pada pukul dua hingga setengah tiga pagi. Salah satu warga, Abied Hunter mengapresiasi kedatangan silaturahmi teman-teman dari Kampus Putih UMM. Menurutnya UMM memberikan kebahagiaan bagi para warga sekitar. Apalagi di bulan Ramadan, jarang sekali ada kegiatan seperti yang dilakukan Kampus Putih. “Ini juga menjadi motivasi untuk warga setempat. Menguatkan diri untuk berpuasa dan meningkatkan ibadah di hari-hari akhir Ramadan. Warga juga banyak yang datang untuk makan bersama serta melihat chef memanggang makanan,” tambahnya. Terkait bantengan, Abied mengatakan bahwa desa Busu memang terkenal dengan desa adat. Masih ada banyak budaya yang dilakukan, misalnya saja Bantengan hingga adanya panggang tangan dan kaki. Bantengan juga dirasa memfasilitasi anak-anak dan pemuda untuk turut berpatrol memmbangunkan sahur. Pun dengan upaya melestarikan budaya. Di sisi lain, Kepala Humas UMM M. Isnaini, M.Pd. mengatakan bahwa timnya sengaja melaksanakan beragam kegiatan. Hal itu agar sahur bersama yang dilakukan tidak monoton dan biasa. Harus ada nilai lebih yang diberikan. Msialnya nilai kebersamaan dan kemanusiaan yang dihadirkan untuk mempererat persaudaraan. Krisna, begitu ia kerap disapa juga bersyukur kedatangan Kampus Putih UMM disambut baik oleh para warga. Mereka terlihat antusias menyaksikan live masak chef hotel Kapal Garden. Anak-anak pun asyik mendengarkan dongeng hingga ikut membangunkan sahur bersama mahasiswa asing. “Para mahasiswa asing kami juga senang karena mencoba bantengan untuk membangunkan sahur sambil berbagi makanan ke warga setempat. Semoga apa yang kami lakukan mampu menjaga semangat warga dalam berpuasa serta dapat meningkatkan upaya untuk memanfaatkan bulan Ramadan yang hampir usai ini,” pungkasnya. (Wil)
Baksos UMM di Pujon, Penyuluhan Stunting hingga Games Edukatif di SD

Meski Ramadan akan berakhir dalam hitungan hari, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masih terus berbagi dan berkontribusi. Terbaru, tim UMM melaksanakan bakti sosial (baksos) di berbagai lokasi, salah satunya di Desa Tawangsari, Pujon. Sederet kegiatan yang ada yakni pemberian paket, penyuluhan stunting, pemeriksaan kesehatan, hingga permainan edukatif ke anak-anak sekolah dasar (SD). Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada 15 April 2023 itu membawa rombongan yang menarik. Ada tim Rumah Sakit UMM beserta ambulans, mobil Kamis Membaca (KaCa) dan mobil Bakti untuk Bangsa (Terbang), hingga panitia semarak Ramadan Kampus Putih. Kedua mobil itu memang sering datang ke berbagai wilayah dan lokasi untuk meningkatkan literasi. Kedatangan UMM disambut baik oleh warga, salah satunya Heni Tri Susanti. Ia menilai pemeriksaan kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Palign tidak mereka bisa tahu kondisi tubuhnya secara umum. Pun dengan penyuluhan terkait kesehatan dan stunting kepada ibu-ibu dan balita. “Penyuluhan UMM tentu memberikan kontribusi positif dan meningkatkan kesadaran warga akan kesehatan. Banyak warga yang meskipun merasa sakit, tapi tidak segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan,” kata perempuan yang juga menjadi bidan itu. Ia berharap Kampus Putih tidak hanya datang ke Tawangsari saja, tapi juga ke berbagai daerah lain. Dengan begitu, kemanfaatan yang diberikan bisa semakin meluas. Ia juga ingin silatruahmi baik antara desa dan UMM bisa berlanjut di kegiatan-kegiatan lain. Misalnya dengan pelatihan atau penyuluhan di bidang yang dibutuhkan. Hal serupa juga disampaikan kepala SDN 1 Tawangsari, Pujon. Menurutnya, anak-anak antusias dengan kedatangan dua mobil edukatif UMM. Ada banyak buku yang disediakan sehingga mendorong minat baca anak-anak. “Di sekolah memang sudah ada perpustakana dengan berbagai buku, tapi acara seperti ini memang diperlukan. Hal itu karena anak-anak merasa ad aprogram baru dan membuat mereka bersemangat kembali. Apalagi dengan berbagai games yang disediakan tim UMM,” tambahnya. Umi juga sempat mengobrol dan bertanya tentang kegiatan mobil-mobil edukatif UMM. pihaknya ingin mobil KaCa dan Terbang bisa datang lagi. Syukur-syukur bersama dengan mobil Bioskop Keliling, sehingga makin menarik. Bukan hanya bagi anak-anak SD, tpaip juga bagi warga sekitar. Di sisi lain, Koordinator Baksos dr. Sri Adila Nurainiwati, Sp.KK menjelaskan bahwa agenda ini memang sesuai dengan misi UMM, utamanya bersinergi dengan pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Maka dari itu, pihaknya datang dengan memberikan penyuluhan serta memberikan paket-paket yang menunjang nutrisi dan mencegah stunting. “Kami juga datang bersama dokter spesialis anak untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu agar tahu bagaimana cara agar anak terhindar dari stunting. Semoga apa yang kami lakukan ini paling tidak bisa menurunkan angka stunting di daerah-daerah. Selain di Pujon, kami juga akan menyambangi Jabung,” kata dosen FK UMM spesialis kulit dan kelamin tersebut. Antusiasme juga datang dari anak-anak SD, salah satunya Ayla Medina Zahra. Ia senang karena buku yang disediakan sangat bagus dan cukup lengkap. Apalagi kegiatan menarik dari pihak luar seperti ini jarang mereka rasakan. “Banyak games dan permainan menarik. Kakak-kakak dari UMM juga menyediakan banyak doorprize yang bikin kami makin bersemangat,” pungkasnya. (wil)
Deddy Mizwar di Tadarus Ramadan UMM: Dakwah Bisa lewat Tontonan

Berdakwah melalui seni dan budaya di masa kini jauh lebih mudah ketimbang beberapa puluh tahun yang lalu. Hal itu ditegaskan Deddy Mizwar dalam Tadarus Ramadan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 14 April 2023 lalu. Turut hadir Muhammad Dwiki Dharmawan yang juga menjadi pemateri. Keduanya memberikan inspirasi bagaimana strategi berdakwah yang baik melalui seni dan budaya. Kedatangan Deddy juga dimeriahkan dengan penampilan teater mahasiswa Kampus putih UMM serta angklung musisi jalanan Malang. Dilengkapi dengan pelukis alumnus UMM yang melukis dome UMM secara live menggunakan kedua kakinya. Lebih lanjut, menurut Deddy, saat ini membuat film ataupun konten berisi kebaikan bisa menggunakan telepon genggam saja. kemudian ditayangkan di berbagai alternatif media yang bisa dilihat banyak orang. Berbeda dengan zaman dulu yang hanya punya dua alternatif, televisi (TV) atau layar lebar. Ditambah dengan biayanya yang tidak murah. “Maka tentu jauh lebih mudah ketimbang dulu. Jadi, dakwah lewat seni dan budaya saya kita harus banyak dan harus lebih kreatif. Adapun tantangan yang harus dihadapi di masa kini adalah konten apa yang akan dibuat dan seberapa menarik konten itu,” tambahnya. Deddy juga sempat menceritakan awal mula upayanya membuat konten dengan muatan religius Islmai. Ia merasa, dulu, beragam tontonan eletkronik tidak menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Meski lebih dari 85% warga negaranya adalah muslim, tapi tayangan yang tersedia tidak mencerminkan fakta itu. Kemudian ia memulai gerakan membuat tontonan dengan unsur islami di dalamnya. Berawal dari mendapat kesempatan mengisi ruang di salah satu TV swasta. Yakni dengan membuat serial berjudul Abu Nawas. Namun, ia mengaku upaya itu sangat tidak mudah. Ia harus bisa meyakinkan bahwa konten Islami akan banyak disukai masyarakat. “Bahkan saat itu, saya bilang ke pihak TV bahwa mereka tidak perlu membayar saya sebagai produser. Bayar saya kalau saya main di dalamnya sebagai aktor. Tapi dalam hati, saya sangat yakin bahwa keluarga Islam di Indonesia memang sangat membutuhkan tayangan dengan muatan Islami,” tegas pria yang juga menjadi Dewan Pakar LSB PP Muhammadiyah itu. Deddy juga menilai bahwa film itu ibarat sihir. Bisa membuat penontonnya menangis, tertawa maupun marah hanya lewat gambar dan video. Maka, penetrasi film tentu sangat mempengaruhi penontonnya. ia menegaskan bahwa tanggungjawab ini memang harus diemban oleh berbagai elemen masyarakat. Bukan hanya terbatas di TV atau film, tapi juga tontonan yang ada di media sosial secara luas. Terahir, ia juga mengatakan bahwa film juga menjadi refleksi dari realita yang ada di masyarakat. pun dengan keyakinan bahwa budaya yang beragam milik Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa. Hanya saja kraung optimal dan maksimal dari aspek penggarapannya. “Jika ada yang bertanya kenapa saya berupaya membuat film dan konten religius islami, saya akan menjawab bahwa itu adalah bentuk rasa syukur. Utamanya atas karunia dan kemampuan membuat film yang telah dianugerahkan Allah kepada saya dalam hidup ini. Kalau saya bikin tontonan yang tidak jelas, untung secara finansial belum tentu didapat. Malah rugi karena memberikan hal yang tidak baik. Sebaliknya, tontonan islami mungkin belum memberikan untung secara materi, tapi saya sudah pasti untung karena bernilai ibadah,” pungkasnya mengakhiri. (wil)
Masih Kesulitan Ajarkan Anak Puasa? Ini Tips dari Dosen FKIP UMM

Berpuasa adalah salah satu ibadah yang memiliki banyak manfaat, baik secara kesehatan, sosial, maupun spiritual. Dalam membantu anak-anak memperoleh manfaat-manfaat tersebut, orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak untuk berpuasa. Namun, adapula nilai spiritual yang tak kalah penting, yaitu takwa. Dr. Nurbani Yusuf, M. Si, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan bahwa takwa adalah kesadaran seseorang akan keberadaan Allah SWT. Pun dengan usaha untuk hidup sesuai dengan ajaran-Nya. Dalam konteks puasa, takwa juga dapat diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran diri dan mengendalikan hawa nafsu. Sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan benar dan penuh kesadaran. Sebagai orang tua, penting untuk memperhatikan nilai takwa dan mengajarkan anak-anak untuk menjalankan puasa dengan benar. Bukan sekadar menjadi rutinitas atau kebiasaan semata. “Orang tua harus memberikan pengertian mengenai arti puasa dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tegas Nurbani. Selain itu, Nurbani juga menyampaikan, teladan yang baik juga perlu diberikan. Orang tua harus menjadi contoh yang baik dan konsisten dalam menjalankan puasa dengan tekun dan tulus. Orang tua juga harus memperhatikan dan mendukung anak-anak, mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan ibadah. “Namun perlu diketahui bahwa, tidak semua anak-anak mudah diajari untuk berpuasa. Anak-anak yang masih sangat kecil atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu mungkin kesulitan dalam menjalankannya. Oleh karena itu, orang tua harus menyesuaikan kemampuan anak-anak secara individual, serta metode pengajaran yang sesuai,” tegasnya. Nurbani pun berbagi beberapa tips dan strategi agar anak-anak dapat berpuasa dengan baik dan menyenangkan. Diawali dengan membuat jadwal puasa yang sesuai dengan kemampuan anak. Orang tua dapat memulai dengan memperkenalkan puasa pada hari-hari tertentu seperti Senin dan Kamis, atau hanya beberapa jam saja pada awalnya. “Kemudian, secara bertahap meningkatkan durasi dan frekuensi puasa sesuai dengan kemampuan anak,” katanya. Selain itu, orang tua juga harus memberikan dukungan moral dan motivasi selama proses belajar berpuasa. Ini dapat dilakukan dengan memberikan pujian, hadiah kecil, atau memberikan contoh yang baik dalam menjalankan puasa. Terakhir, menerapkan pengaturan jadwal yang baik. Anak-anak yang berpuasa membutuhkan istirahat yang cukup dan pola makan yang seimbang. “Pastikan anak-anak kita mendapatkan cukup waktu istirahat dan makan makanan yang sehat saat berbuka maupun sahur,” pesannya. Nilai-nilai dalam puasa juga harus dijelaskan seperti takwa, seperti kesabaran, keikhlasan, dan kemurahan hati. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi individu yang berakhlak baik dan mampu menjalankan kewajiban agama dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. “Dalam Islam, puasa diwajibkan bagi setiap muslim dewasa atau balig. Biasanya mereka yang sudah mencapai pubertas berada di kisaran usia 12-15 tahun. Tetapi orang tua sudah bisa mendidik anak-anak mereka untuk berpuasa sebelum waktu tersebut dengan memperhatikan hal-hal tadi,” pungkasnya. (rul/wil)
Musisi Senior ini Jelaskan Cara Dakwah dengan Musik di Tadarus Ramadan UMM

Tanpa harus dilabeli dengan sebutan lagu religi, musik akan selalu memiliki peran besar dalam media dakwah. Hal itu disampaikan oleh seorang musisi sekaligus komposer Muhammad Dwiki Dharmawan dalam Tadarus Ramadhan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan yang dihadiri ribuan peserta itu diselenggarakan pada 14 April 2023 lalu di Dome UMM. Menariknya, Dwiki juga sempat mengiringi para peserta bernyanyi lagu sang Surya dengan penampilan pianonya. Bahkan tampil bersama istrinya, Ita Purnamasari, menyanyikan dua lagu untuk menghibur dan menyapa para penonton. Salah satunya berdujul “Dengan Menyebut Nama Allah”. Mengangkat tema besar strategi dakwah dalam melalui seni dan budaya, Dwiki mengatakan, dakwah melalui industri musik memiliki pengaruh yang sangat besar. Bukan hanya untuk muslim saja, tapi juga bagi umat beragama. Banyak sekali musik yang diciptakam dan menceritakan tentang kepedulian tentang sesama maupun lingkungan. “Musik di indonesia menjadi sebuah legenda. Musik Indonesia juga akan selalu berkesan di hati para pendengarnya. Oleh sebab itu, musik bisa menjadi sebuah sarana dakwah yang strategis dan jitu,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dwiki menegaskan bahwa kekuatan musik di Indonesia sangat jelas terlihat dari antusiasme para penonton yang ada di beragam konser. Apalagi alunan musik juga sering terdengar dari berbagai tempat seperti kafe, tempat nonggkorng, taman dan lainnya. “Musik dan dakwah bisa sangat cocok, karena musik memiliki efek untuk membangkitkan semangat dan juga pencair suasana,” kata Dewan Pakar LSB PP Muhammadiyah itu. Salah satu lagu religi yang ia ciptakan adalah “Dengan Menyebut Nama Allah”. Menurutnya, lagu yang lahir di era 90 an itu menjadi sangat populer dan selalu diputar saat bulan ramadan. Lagu itupula yang akhrinya membawanya melahirkan lagu-lagu religi baru sebagai sarana dakwah. Menariknya, Dwiki juga menjadi salah satu orang dibalik lagu-lagu yang lahir dari Muhammadiyah. Dua diantaranya yaitu komposer dari lagu 100 tahun Muktamar Muhammadiyah dan juga hymne PKU Muhamadiyah. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa suasana tadarus kali ini sedikit berbeda. Hal itu tak lepas dari hadirnya dua insan kreatif yang mampu berdakwah melalui karyanya. Ia menjalaskan bahwa Deddy dan Dwiki bukan orang asing, karena keduanya merupakan bagian dari dewan pakar LSB Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Fauzan juga menjelaskan, dalam menghadapi Ramadan, UMM senantiasa menghadirkan banyak tokoh dan beragam kegiatan. Bukan hanya dari satu lingkaran keyakinan saja, tapi juga mengundang mereka yang memiliki latar belakang berbeda. “Kami juga melaksanakan sederet misi kemasyarakatan ke berbagai tempat. Misalnya dengan menyambangi Lapas Perempuan Kelas II A Malang hingga sahur bersama warga di Jodipan. Semua itu dilakukan sebagai bentuk menebar manfaat ke sesama,” pungkasnya. (zak/wil)