Tim UMM Raih Tiga Penghargaan di Kontes Robot SAR Nasional 2021

Tim Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) borong penghargaan pada Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) 2021. Setelah akhir bulan lalu berhasil meraih juara dua di tingkat regional, kali ini Tim Dome UMM berhasil membawa pulang tiga penghargaan di KRSRI 2021 level nasional. Penghargaan tersebut meliputi juara satu nasional, juara desain terbaik, dan juara strategi terbaik. Dengan raihan penghargaan tersebut, UMM berhasil menyingkirkan 42 univeritas lain dari seluruh Indonesia. Adapun perlombaan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek ini diadakan pada Sabtu (16/10) lalu. Salah satu anggota tim, Faizal Aditya, mengatakan bahwa pada tingkat nasional ini timnya melakukan beberapa perubahan pada robot SAR berkaki. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro tersebut mengatakan perubahan paling besar  terjadi pada desain untuk pengangkatan korban. “Pada tipe yang lama, alat untuk mengangkat korban tidak terlalu kuat. Karena hal tersebut, kami menggantinya dengan alat yang lebih kokoh,” ungkap Faizal. Selain dari sisi desain, Faizal juga mengatakan bahwa timnya berusaha meningkatkan algoritma pendeteksi korban. Berbeda dari sebelumnya yang hanya mendeteksi korban sekali saja, algoritma baru ini akan mendeteksi korban sebanyak tiga kali. Hal ini akan menambah tingkat keakuratan dalam proses penyelamatan korban. “Di kontes KRSRI tingkat regional kami sempat mengalami permasalahan akibat algoritma robot yang gagal mendeteksi korban. Maka dari itu di tahap nasional ini kami benar-benar memperhatikan bagian algoritmanya. Dalam waktu satu minggu, kami melakukan tes berulang kali pada bagian algoritma. Goals kami dalam tes itu adalah 100 kali berhasil mendeteksi tanpa eror. Berkat perbaikan-perbaikan yang kami lakukan, robot SAR berkaki kami tidak memiliki kendala apa pun perlombaan,” ungkap mahasiswa asal Malang itu. Belum usainya pandemi covid-19 di Indonesia menyebabkan kontes ini digelar secara online di universitas masing-masing. Acaranya sendiri disiarkan secara real time untuk selanjutnya dinilai oleh para juri. Pada perlombaan tersebut Faizal ditemani oleh tiga orang teman yaitu Muhammad Indra Pratama, Muhammad Ardy Rahman, dan Aditya Nugraha Putra dari Prodi Teknik Elektro. Faizal mengatakan bahwa ini pertama kalinya tim UMM dapat membawa tiga penghargaan dalam kontes KRSRI tingkat nasional. “Semoga di lomba-lomba KRSRI berikutnya UMM dapat konsisten mempertahankan posisi juara. Dengan rintangan dan tantangan baru di tahun depan, semoga tim Dome UMM dapat terus berinovasi dan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya di akhir wawancara. (syi/wil)

Aktivitas Internasional UMM Antar Bayu ke Negeri Paman Sam

Impikan ke luar negeri sejak Mahasiswa Baru (Maba), Bayu Dharmala raih beasiswa fulbright scholarship Strata Dua (S2) di The University of Arizona. Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengaku telah mengasah bakatnya dalam berbahasa inggris sejak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Meskipun SMK-nya berfokus pada bidang bodi otomotif, Bayu sapaan akrabnya telah sering mewakili sekolah pada berbagai perlombaan debat bahasa Inggris. “Saya merasa lebih berbakat di bidang bahasa Inggris di bandingkan otomotif karena itu saya memilih jurusan pendidikan bahasa inggris untuk studi Strata Satu (S1),” ungkap anak tunggal tersebut. Melihat banyak peluang ke luar negeri yang disediakan oleh UMM, Bayu bertekad untuk memperdalam kemampuan berbahasa inggrisnya dengan pergi ke negara lain. Kunjungan pertamanya ke negara orang dimulai pada tahun kedua Bayu berkuliah. Setelah beberapa kali mencoba mendaftar program pertukaran pelajar ke luar negeri, ia akhirnya mendapat kesempatan untuk menjadi mahasiswa pertukaran pelajar di Singapura selama satu bulan. “Pada tahun 2017, dua tahun setelah saya pergi ke Singapura, Saya mendapat kesempatan lagi untuk pergi ke Spanyol dengan menggunakan beasiswa Erasmus+ selama enam bulan. Kesempatan-kesempatan pergi keluar negeri ini selain untuk mengasah keterampilan berbahasa inggris, juga menjadi kesempatan bagi saya untuk menjadi bagian dari global citizen,” ungkap alumni asal Pasuruan itu. Tak sampai disitu, Bayu mulai memikirkan untuk melanjutkan pendidikannya masternya di luar negeri. Perjalanannya mendapat beasiswa ke luar negeri tidak selalu mulus. Untuk mendapatkan beasiswa fulbright scholarship ke Amerika, banyak kendala dan penolakan yang dialaminya. Bayu mengaku ditolak sebanyak delapan kali selama empat tahun. “Benar-benar perjuangan sekali untuk mendapat beasiswa S2 ini. Selain harus pintar-pintar membagi waktu untuk belajar dan bekerja, saya juga harus bolak balik melakukan tes International English Language Testing System (IELTS) maupun Test Of English as a Foreign Language (TOEFL),” kata Bayu. Saat ini Bayu sedang bergelut dengan berbagai tugas serta cuaca musim panas di Amerika. Meskipun tuntutan perkuliahan sangat tinggi, Bayu mengatakan sangat senang dengan capaiannya sekarang. “Saya bersyukur memilih Kampus Putih UMM sebagai tempat berproses. Semangat dari Muhammadiyah untuk bangsa yang dikobarkan para dosen juga menjadi pemacu semangat saya,” jelasnya mengakhiri. (syi/wil)

Pustakawan UMM Menangi Indonesian Academic Librarian Award

Setelah berhasil meraih juara favorit pada ajang East Java Academic Librarian Awards di tahun 2020, Dian Puspitasari, S.AP kembali mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan meraih juara satu pada ajang Indonesian Academic Librarian Award (IALA). Perlombaan ini diadakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) secara daring melalui kanal Zoom. Adapun raihan juara tersebut diumumkan pada Senin (11/10) lalu. Dian menceritakan bahwa persiapan lomba ini telah dilakukannya selama dua bulan. Selama persiapan tersebut, pustakawan asal Jombang tersebut aktif dalam penulisan dan publikasi karya ilmiah. Selain itu Dian juga mengikuti beberapa seminar, pelatihan, serta organisasi kepustakawanan. “Di dua bulan persiapan tersebut saya menulis artikel unggulan yang akan saya sertakan dalam perlombaan. Selain itu juga menyusun portofolio secara detail dan lengkap,” ujar pustakawan UMM tersebut. Kompetisi tersebut diikuti oleh para perwakilan pustakawan terbaik FPPTI tingkat wilayah. Dian mengatakan bahwa setelah lolos di tahap seleksi portofolio dan karya tulis unggulan, terdapat lima finalis yang masuk ke babak final. Pada sesi final, kelima finalis tersebut harus mempresentasikan tulisan unggulan mereka di depan para dewan juri. “Tulisan unggulan yang saya sertakan pada lomba ini berfokus ke transformasi literasi informasi dengan penerapan pendampingan publikasi menuju SINTA di UMM. pengambilan tema ini didasarkan pada tranformasi literasi di perpustakaan UMM saat pandemi dan perkembangan signifikan terhadap penulisan artikel ilmiah. Diharapkan, program ini nantinya akan semakin memudahkan mahasiswa dalam penyusunan artikel ilmiah ke SINTA,” ungkap anak terakhir dari dua bersaudara itu. Di akhir wawancara Dian mengatakan bahwa capaian prestasi ini bukan sekadar capaian personal saja, tetapi juga untuk UMM dan rekan-rekan pustakawan Jawa Timur sebagai tempat menjalin networking, sharing and caring. “Saya berharap kedepannya dapat selalu mengembangkan diri di bidang kepustakawanan. Selain itu mencoba senantiasa berinovasi dalam situasi apapun dan memiliki kebermanfaatan bagi sivitas akademika serta masyarakat,” tandasnya. Sementara itu, Kepala perpustakaan UMM Dr. Asep Nurjaman, M.Si. mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan program, kegiatan, dan inovasi agar sejalan dengan visi misi kampus untuk go internasional. Peningkatan juga senantiasa kami laksanakan, baik di aspek SDM, kultur, dan infrastruktur. “Beberapa cara untuk meningkatkan kualitas SDM kami yakni dengan berbagai pelatihan, motivasi kerja, dan memberangkatkan para pustakawan ke luar negeri agar wawasan mereka semakin terbuka,” tuturnya. Terkait prestasi Dian, Asep merasa banga dan bersyukur salah satu pustakawan UMM mampu meraih juara satu pustakawan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Kampus Putih benar-benar telah menyiapkan dengan baik semua aspek yang, khususnya di perpustakaan. “Ke depan, kami akna terus melakukan perbaikan, inovasi, dan pengembangan kompetensi dalam rangka mendukung visi misi universitas,” pungkasnya. (syi/wil)

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Roasting Biji Kopi Teknologi Baru

Kafe dan kedai kopi semakin menjamur di Malang dari hari ke hari. Mulai dari kafe bernuansa instagramable sampai ke warung-warung kopi pinggir jalan. Dengan meningkatnya pembelian kopi ini, juga turut meningkatkan kebutuhan akan biji kopi. Untuk membatu para supplier meningkatkan produksi roaster biji kopi, kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembangkan alat roasting dengan teknologi Thermal Oil Jacket. Alat tersebut diberi nama Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler. Menariknya, alat ini diikut sertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) dan berhasil mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Dikti). Dalam programnya, tim ini bermitra dengan Clegoeg Coffee yang merupakan tempat supplier biji kopi di Malang. salah satu anggota tim, Bagas Imam Abdillah, mengatakan bahwa alat roaster buatan mereka tercipta dari kendala-kendala yang dihadapi oleh mitra. “Setelah beberapa kali melakukan kunjungan terhadap mitra, kami mengetahui bahwa alat roasting yang ada memiliki beberapa kelemahan. Pertama produktifitas alat roasting dirasa masih kurang oleh mitra. Selain itu waktu roastingan biji kopi juga masih tergolong lambat,” ungkap mahasiswa Prodi Teknik Mesin tersebut. Dalam proses pembuatan alat, Bagas dan tim bekerja sama dengan sebuah bengkel untuk membuat tabung. Sementara itu bagian alat yang lain dikerjakan sendiri oleh bagas dan tim. Dalam jangka waktu satu bulan, alat ini sudah siap digunakan oleh mitra. Anak terakhir  dari dua bersaudara ini menjelaskan bahwa cara kerja Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler cukup sederhana. “Ketika alat di sambungkan dengan listrik, pemanas akan secara otomatis memanaskan oli yang ada di dalam alat. Oli tersebut berfungsi untuk menyebarkan panas secara merata ke seluruh tabung dan mulai meroasting biji kopi. Alat ini juga dilengkapi sensor suhu PT 100 untuk mengetahui kapan alat siap untuk meroasting,” ujar Bagas. Alat ini telah digunakan selama satu bulan oleh supplier Clegoeg Coffee. Bagas mengatakan bahwa mitra sangat senang dengan adanya alat roasting ini. Pasalnya alat ini meningkatkan produksi roasting yang awalnya dua kali seminggu menjadi empat kali seminggu. “Selain itu, setelah menggunakan alat ini, pendapatan mitra meningkat 50% dari pendapatan sebelum-sebelumnya,” kata Bagas. Dalam pelaksanaan PKM, Bagas ditemani tiga anggota lainnya yaitu Gigih Imam Abdillah dan Indra Lesmana Hermawan Iswiyono dari Prodi Teknik sipil serta Diah Yasmin Anggita dari Prodi Ilmu Teknologi Pangan. Bagas mengatakan bahwa kedepannya ia dan tim ingin lebih mengembangkan alat roasting tersebut agar bisa meroasting dengan lebih efisen. “Kami juga ingin mendaftarkan alat ini menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam waktu dekat,” pungkasnya. (wil)

Dosen UMM Bagikan Tips Investasi bagi Pemula

Investasi merupakan kegiatan menanamkan modal untuk mendapat keuntungan yang berlipat di masa depan. Dibanding menyimpan uang secara mandiri atau di bank, investasi jelas mendatangkan keuntungan tersendiri. Hal itu disampaikan oleh Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Chalimatuz Sa’diyah, SE., MM. pada Jumat (8/10) lalu. Menurutnya, menyimpan uang secara mandiri dalam jangka waktu yang panjang akan menurunan nilai uang karena adanya inflasi. Sementara bunga bank terlalu kecil untuk menyaingi inflasi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan melakukan investasi akan sangat membantu seseorang di momen yang tak terduga. Ada banyak jenis investasi yang bisa dilakukan. Pertama adalah investasi di sektor riil seperti tanah, bangunan, sawah dan emas. Sementara yang kedua adalah investasi di sektor keuangan seperti saham, obligasi, dan reksadana. “Masing-masing investasi memiliki kelemahan dan kelebihan. Ketika berinvestasi di sektor riil nilainya akan terus bertambah, namun beberapa instrument investasi di sektor riil seperti bangunan dan tanah membutuhkan waktu lama untuk dicairkan. Sementara itu, jika berinvestasi di sektor keuangan nilai investasinya tidak menentu. Namun investasinya dapat dicairkan sewaktu-waktu,” ujar Dosen kelahiran Malang tersebut. Chacha sapaan akrabnya, menjelaskan sebelum memulai investasi seseorang harus memisahkan dananya menjadi lima bagian yaitu, dana kebutuhan bulanan, dana darurat, dana investasi, data tabugan, dan zakat. Chacha melanjutkan untuk perhitungan dana darurat biasanya seorang yang masih lajang dianjurkan untuk mempersiapkan dana darurat tiga kali lipat dari pengeluaran bulanan. Sementara untuk yang sudah berkeluarga, dana darurat yang dipersiapkan sebanyak enam sampai dua belas kali pengeluaran bulanan. “Jadi dana yang akan digunakan untuk investasi adalah dana tidak terpakai dan tidak akan digunakan dalam waktu dekat,” ujar Chacha. Setelah memisahkan dana, para pemula harus menentukan tujuan investasi. Ia menyarankan untuk memulai investasi di sektor keuangan karena biayanya yang lebih terjangkau dibanding sektor riil. Ada banyak pilihan ketika akan berinvestasi di sektor keuangan, namun investasi yang memiliki resiko paling minim ada di reksadana pasar uang dan obligasi pemerintah. “Pada reksadana pasar uang, nilai investasi kita akan terus naik meskipun tidak signifikan. Dibanding dengan investasi lain, reksadana pasar uang juga cenderung stabil. Obligasi pemerintah memiliki keunggulan yaitu bunganya berada diatas bunga deposito. Ketentuan obligasi pemerintah juga diatur dalam undang-undang sehingga lebih aman,” kata Chacha. Jika para pemula ingin mendapat keuntungan lebih bayak, Chacha menyarankan untuk mencoba investasi di saham. Ada beberapa keunggulan yang akan diperoleh investor ketika menginvestasikan uangnya di saham. Pertama, investor akan mendapatkan dana pertahun dari perusahaan melalui pembagian deviden saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kedua adalah keuntungan yang didapatkan investor jika menjual sahamnya saat nilai sahamnya mengalami kenaikan dari harga beli (capital gain). “Meskipun menguntungkan, para pemula biasanya menghindari kerugian yang besar jika berinvestasi pada saham. Ada beberapa cara untuk meminimalisir kerugian. Pertama adalah mempelajari buku keuangan perusahaan dengan baik. Kedua, memperhatikan citra perusahaan di masyarakat. Ketiga, jangan berinvestasi pada perusahaan baru karena belum stabil,” ungkap Chaca. Selain memperhatikan ketiga hal tersebut, agar keamanan lebih terjaga Chacha menambahkan bahwa para pemula bisa membeli saham, reksadana, maupun obligasi yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Strategi lain dalam investasi saham adalah dollar cost averaging, dimana para investor rajin membeli saham meskipun harga sedang turun atau naik perbulannya. Hal ini akan mengurangi kerugian saat investasi saham. “Pilihan investasi akan sangat bergantung pada tujuan dan kebutuhan seseorang kedepannya. Karena hal tersebut, pelajari dengan seksama sebelum memulai investasi. Jangan beli investasi apapun hanya karena ikut-ikutan. Hindari juga investasi yang menjanjikan kentungan terlalu tinggi agar terhindar dari jebakan investasi bodong,” pungkasnya. (syi/wil)

UMM Ajak Penghuni Rumah Asuh Griya Asih Bertamasya

Aktivitas berbagi untuk bangsa yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir. Usai menjalankan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) beberapa waktu lalu, kali ini Kampus Putih mengajak penghuni Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih untuk mengitari Kota Malang pada Selasa (12/10) lalu. Tidak hanya itu, UMM juga mengajak mereka untuk beramah tamah di Rayz Hotel dan berkunjung ke Taman Rekreasi Sengkaling. Dr. Ratih Juliani, Asisten Rektor bidang Kerjasama UMM mengatakan bahwa ada berbagai program yang sudah dilakukan di Griya Asih. Mulai dari pembangunan ternak ayam, kolam lele dan berbagai hal lainnya. “Kami juga sering melakukan koordinasi dengan Ibu Natalie selaku kepala pengurus. Semoga semboyan Dari Muhammadiyah untuk Bangsa bisa terwujud melalui berbagai kegiatan di RAAL Griya Asih ini,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama, Natalie Paula Poluan selaku kepala pengurus Griya Asih berterimakasih kepada Rektor UMM atas undangan makan siang bersama. Ia, para oma dan anak-anak merasa Bahagia karena bisa bersua dan bertemu dengan sivitas akademika Kampus Putih. “Kami sangat berterimakasih atas kontribusi yang diberikan selama ini. Semoga UMM mendapat balasan yang lebih baik,” harapnya tulus. Natalie, panggilan akrabnya juga sempat mengingat saat pertama kali Kampus Putih datang dengan mobil Kamis Membaca (KaCa). Menurutnya, saat itu para penghuni senang sekali dengan kedatangan UMM karena menyediakan buku-buku berkualitas dan hiburan. Tidak hanya itu, para mahasiswa juga hadir dan mengabdi di Griya Asih dengan berbagai program. “Kami sungguh merasa diterima di sini. Ini juga menjadi kali pertama bagi kami untuk menjalin hubungan luar biasa dengan universitas besar seperti UMM,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu oma penghuni RAAL, Rose mengungkapkan rasa senangnya karena bisa berjalan-jalan ke luar lingkungan rumah asuh. Apalagi bisa bersua dan beramah-tamah dengan para pejabat UMM. Ia berharap bisa berkunjung dan bertamu lagi ke UMM di kemudian hari. Terakhir, salah satu anak penghuni RAAL Griya Asih Fela mengungkapkan rasa bahagianya. Ia senang karena bisa mencoba hal-hal baru yang tidak pernah ditemui sebelumnya. Apalagi, anak-anak penghuni Griya Asih diajak bermain ke Taman Rekreasi Sengkaling. Mencoba berbagai wahana seperti bumcar, perahu, bioskop 4D serta tidak ketinggalan kolam renang. “Terima kasih banyak UMM sudah mengajak kami berkunjung dan bermain,” tuturnya mengakhiri. (wil)

Wisuda 101: Lulusan UMM Harus Memiliki Mental Pemenang

Menjadi sarjana merupakan awal fase kehidupan selanjutnya. Lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dituntut memiliki mental pemenang dan bisa beradaptasi dalam segala situasi. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM pada wisuda periode III ke 101 pada Selasa (12/10) lalu, bertempat di Hall Dome UMM. Fauzan melanjutkan bahwa ada berbagai perbedaan kondisi antara wisuda dua tahun lalu dengan yang sekarang. Khususnya keadaan pandemi yang kini masih berlangsung. Maka perlu adanya kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif dan dinamis. Ia juga mendorong para wisudawan untuk mengambil hikmah meski berada di situasi seperti ini. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa para wisudawan akan menghadapi masa depan yang sulit diprediksi. Maka mereka dituntut untuk menjadi orang yang mudah beradaptasi. “Saya yakin berbagai pengalaman studi di UMM ini sudah bisa dijadikan alat untuk beradaptasi dan memenangkan kompetisi di kehidupan nyata. Apalagi dengan reputasi internasional dan akreditasi yang Kampus Putih miliki,” tegasnya. Turut hadir I Wayan Susena selaku Presiden dan CEO PT Aerofood Indonesia. Pada kesempatan itu ia memotivasi para wisudawan dengan bercerita perjalanan karirnya. Ia dulu berkeinginan bekerja sebagai penerbang pesawat tempur. Namun takdr berkata lain, ia malah berkarya sebagai direktur teknik untuk Garuda Indonesia. “Saat itu saya bertugas menjamin keamanan dan keselamatan pesawat untuk terbang,” tuturnya. Ia kembali menjelaskan bahwa semua hal yang ia gapai bukanlah suatu kebetulan. Namun harus melalui proses panjang terkait kesabaran, ketabahan, ketangguhan, doa dan berrsyukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Maka ia mendorong wisudawan untuk terus berusaha dan tidak melupakan memberikan kontribusi di manapun mereka berada. “Mulailah dengan langkah kecil. Saya yakin jika mulai dilakukan, langkah-langkah besar juga akan menyusul dan memberikan perubahan yang besar pula,” ungkapnya. Hadir pula Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang menjelaskan bahwa lulusan tahun ini, lalu dan yang akan datang adalah lulusan yang tidak mudah. Hal itu tidak lepas dari berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi. Maka diperlukan proses pemantapan diri dan kesiapan dalam melakukan yang terbaik. Utamanya usai menyelesaikan studi dan lulus dari Kampus Putih. “Saya ingin agar saudara-saudara yang kini masih berada di usia produktif juga bisa menghasilkan karya-karya yang produktif pula,” tutur Muhadjir. Ia menilai bahwa lulusan UMM harus memiliki kemampuan dan skill yang mumpuni. Hal itu tidak lepas dari kiprah UMM yang sudah dikenal baik di dalam negeri maupun tingkat internasional. Terakhir, Muhadjir juga mengingatkan agar para wisudawan tidak lupa dengan almamater UMM. “Kampus Putih kini menjadi rahim kedua dimana saudara dilahirkan,” tekannya. (haq/wil)

Dosen UMM Bahas Urgensi Cyber Security di Dunia Digital

Bak pisau bermata dua, kemajuan teknologi tidak hanya menyediakan kemudahan dan manfaat semata. Namun lebih dari itu juga memberikan bahaya bagi para penggunanya. Jika tidak waspada serta berhati-hati, tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa menjadi korban dari cyber crime. Mulai dari penggunaan akun media sosial palsu hingga kebocoran data yang beberapa kali terjadi belakangan. Ditanya ihwal tersebut, Wakil Kepala Laboratorium Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Syaifuddin, S.Kom., M.Kom. menerangkan bahwa teknologi dan internet kini sudah menyatu dengan kehidupan manusia. Mulai dari paket data,  hingga kebutuhan belanja yang kini bisa dilakukan dengan online. Maka sudah barang tentu, keamanan siber juga otomatis menjadi salah satu aspek penting. Dosen Informatika UMM itu menambahkan ada beragam kejahatan siber yang bisa ditemui. Salah satu yang paling sering terjadi adalah kebocoran data pribadi. Baik yang tersebar karena kelalaian personal maupun akibat peretasan yang dilakukan oknum pada instansi pemilik data terkait. “Fenomena kebocoran ini tentu memiliki beragam data. Mulai dari nama, alamat, nama ibu kandung, nomor telepon genggam bahkan juga preferensi pengguna yang ada di aplikasi,” ungkapnya melanjutkan. Syaifuddin mengatakan alamat email dan nomor telepon genggam adalah data yang seringkali tersebar. Padahal, kedua data tersebut sangat berharga karena bisa digunakan untuk memasarkan produk. Ia menambahkan salah satu contoh akibatnya adalah pesan singkat yang biasa masyarakat terima dari nomor-nomor tidak dikenal. Foto KTP juga seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk mengajukan pinjaman online (pinjol). Selain itu, kegiatan sederhana yang ternyata beresiko adalah penggunaan VPN. Syaifuddin juga menjelaskan hasil studi keamanan data yang ia peroleh. Dari 300 penyedia VPN, ada sekitar 38% yang di dalamnya terdapat advertising, adware, dan malware. Kemudian adapula sekitar 84% yang membocorkan trafik data penggunanya ke pihak lain. “Begitupun ada sekitar 18% dari mereka yang tidak memiliki enkripsi,” tegasnya menerangkan. Ia mengingatkan kepada  masyarakat bahwa data yang menurut kita belum penting saat ini, bisa jadi akan sangat menguntungkan di kemudian hari. Maka dari itu, perlu adanya kesadaran diri untuk berhati-hati dalam mengisi berbagai formulir. “Kita tidak tahu data-data yang sudah kita isi di aplikasi atau bahkan google form tersebut akan aman atau tidak. Mungkin saja penyedia formulir itu akan menyebarkannya dan memberikan kerugian bagi pemilik data,” ujarnya. Syaifuddin menilai, terjadinya kasus kejahatan siber tidak lepas dari renggangnya peraturan dan regulasi di Indonesia. Jika dibandingkan dengan wilayah lain yakni Uni Eropa, mereka memiliki peraturan general data protection regulation (GDPR) yang memiliki kekuatan yang bagus. Banyak developer yang takut dijatuhi hukuman ketika data yang mereka kumpulkan bocor ke pihak lain. Menurutnya, regulasi tersebut cukup efektif dengan menjatuhkan hukuman denda dengan nilai yang setimpal, bahkan bagi perusahaan yang besar sekalipun. “Hal itu bertolak belakang dengan kondisi di Indonesia. Belum ada regulasi tegas yang mengatur mengenai hal-hal seperti ini,” ujarnya. Tidak adanya peraturan terkait hal itu membuat para developer aplikasi pemerintah maupun swasta bisa lepas tangan jika data-data yang diperoleh bocor. Oleh karenanya, Syaifuddin menilai pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) menjadi hal yang mendesak. Sehingga jika kasus serupa terjadi lagi, sudah ada regulasi dan hukuman pasti bagi para pengembang yang lalai. Terakhir, Syaifudin berharap akan adanya sinergisitas antara masayrakat, pengembang, instansi serta pemerintah dalam menanggulangi kasus kejahatan siber. Paling tidak, pemerintah bisa mempercepat pengesahan peraturan yang jelas. Pun dengan memberikan arahan-arahan serta sosialisasi demi memperkecil ancaman kejahatan siber yang mengintai. (*/wil)

Mahasiswa UMM Sabet Juara Nasional berkat Penggunaan Kulit Kacang Tanah untuk Asam Urat

Penyakit asam urat memang bisa disembuhkan baik dengan obat herbal maupun secara medis. Sayangnya, penggunaan salah satu obat Allopurinol masih memiliki efek samping dalam proses penyembuhannya. Hal itulah yang melatarbelakangi tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuki membuat alternatif obat dari ekstrak kulit kacang tanah. Adapun gagasan ini dituangkan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE). PKM dengan judul “Perbandingan Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Kacang Tanah dan Allopurinol Terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Jantan Galur Wistar Model Hiperurisemia” ini berhasil meraih juara tiga pada Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) tingkat nasional pada hari Minggu (03/10) lalu. Adapun mereka telah melakukan penelitian sejak bulan Agustus. Widyawati Glentam selaku ketua tim menjelaskan bahwa sesuai dengan judul yakni penelitian masih berada pada tahap hewan coba. Dalam percobaan tersebut, mereka membuat tikus menderita asam urat terlebih dahulu. Kemudian diberi obat yang terbuat dari ekstrak terkait. Alhasil, efeknya pun sesuai dengan harapan yakni dapat menyembuhkan sang tikus. “Berhubung penelitian ini baru pada tahap uji coba pada hewan, sehiingga obat ini masih belum bisa digunakan oleh manusia,” ujarnya menjelaskan. Mahasiswa asli Probolinggo memaparkan bahwa dalam kulit kacang tanah, terdapat kandungan flavonoid. Zat tersebut berfungsi untuk mencegah bakteri sekaligus mampu menyembuhkan dari infeksi virus terkait. Adapun, proses pembuatan ekstrak kacang tanah membutuhkan beberapa tahap. Mulai dari pengupasan, penghancuran hingga menjadi serbuk, pengeringan serbuk, dan pada tahap akhir yaitu ekstraksi. “Pada tahap ekstraksi, kacang tanah akan mengeluarkan cairan yang di dalamnya terkandung flavonoid yang masih terjaga,” tutur Widya. Adapun, menurutnya hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa ekstrak kulit kacang tanah juga bisa digunakan sebagai obat alami dalam menyembuhkan asam urat. Mahasiswi Kedokteran UMM ini tentu berharap penelitian terkiat ekstrak kacang tanah untuk asam urat bisa berlanjut hingga menjadi obat alternatif untuk manusia di kemudian hari. Memang, untuk saat ini baru diujicoba ke tikus namun ia berharap bisa digunakan pula untuk manusia. “Tentu saja masih banyak langkah selanjutnya untuk bisa sampai ke sana. Maka dari itu kami akan berusaha keras dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Jadi tidak hanya terbatas penggunaan [ada hewan tikus saja tapi juga bagi masyarakat yang menderita asam urat,” tegasnya mengakhiri. (haq/wil)

Mahasiswa UMM Hibur Lansia dan Anak-anak di Rumah Asuh

Sebagai upaya berbagi untuk bangsa, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lakukan pengabdian kepada para lansia dan anak-anak di Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih, Lawang, Malang. Kegiatan yang tergabung dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) itu telah berlangsung selama satu bulan dan berakhir pada Kamis (07/10). Di penutupan program PMM tersebut Wakil Rektor IV, Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum., mengatakan bahwa para mahasiswa telah melakukan kegiatan pengabdian dengan baik di panti Griya Asih. Menurutnya, keputusan para mahasiswa untuk melakukan pengabdian di panti Griya Asih bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban PMM saja. Namun lebih dari itu juga sebagai bentuk niat tulus untuk berbagi kepada sesama. “Pengabdian ini merupakan komitmen nyata yang para mahasiswa lakukan selama berkuliah di UMM. Apapun yang telah para mahasiswa kerjakan selama satu bulan di sini semoga dapat memberi manfaat yang baik bagi para penghuni Griya Asih,” ungkap Sidik melanjutkan. Di sisi lain, pengurus Panti Griya Asih Natalie Paula Poluan mengaku sangat berterimakasih atas kehadiran mahasiswa dan pihak-pihak yang terkait di Panti Griya Asih. Program yang telah dijalankan para mahasiswa selama satu bulan di panti berjalan dengan sukses. “Dengan batuan yang UMM berikan kepada kami, kami merasa masih diperdulikan dan dilihat oleh perguruan tinggi. Teman-teman mahasiswa juga sangat akrab dengan para oma dan anak-anak di rumah asuh ini. Semoga mereka bisa terus bermanfaat bagi masyarakat luas nantinya,” kata Natalie Sementara itu, pendamping kelompok PMM Dr. Ratih Juliati, M.Si., mengatakan bahwa kerja sama ini akan terus berlanjut di esok hari. Setelah penutupan PMM gelombang satu ini berakhir, program ini akan dilanjutkan oleh pengabdian PMM gelombang kedua dan gelombang-gelombang selanjutnya. “Meskipun tempatnya masih sama di panti Griya Asih,  namun kami sudah mentiapkan berbagai kegiatan yang berbeda. Tentunya aktivitas yang lebih bermanfaat dan baik lagi. Semoga dengan kerja sama ini akan memberi warna baru di panti Griya Asih,” ungkapnya menjelaskan. Di akhir sesi, para penghuni Griya Asih memberikan kesan pesan kepada para mahasiswa yang telah selesai melaksanakan PMM. Salah satu perwakilan oma-oma mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah berbagi pengetahuan kepada para penghuni panti. Selain oma-oma, anak-anak panti asuhan juga mengucapkan rasa terima kasihnya pada para mahasiswa. “Walaupun waktu pertemuan kita sangat singkat, tapi kakak-kakak akan tetap dihati. Semoga bisa bertemu kembali di lain hari,” ujar Gisel, salah satu anak panti. (syi/wil)