Lebih Dekat dengan Abdul, Alumni Prodi HKI UMM yang Jadi Ketum DPP IMM

Universitas Muhammadiyah Malang tidak jarang melahirkan pemimpin Nasional. Satu diantaranya adalah Abdul Musawir Yahya yang berhasil menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia terpilih dengan mendapatkan 331 suara dari 451 peserta pemilih pada Muktamar IMM ke-19 di Kendari pada 21-23 Oktober lalu. Ditanya ihwal keberhasilannya, Abdul sapaan akrabnya merasa bangga atas capaiannya ini. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. Menurutnya, amanah yang ia emban ini sangatlah berat. Maka dari itu, alumnus Hukum Keluarga Islam (HKI) UMM ini akan segera melakukan konsolidasi dengan daerah-daerah untuk merealisasikan visi dan misi yang sudah dicanangkan. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum DPP IMM periode 2021-2023, Abdul juga telah aktif dalam berbagai organisasi. Bahkan ia juga cemerlang dalam berkarya di dunia kewirausahaan. Ia sempat menjadi direktur Maharaya Indonesia. Abdul juga mengambil resiko untuk merintis beragam bisnis dan menjadi owner di Super Kamera Malang, Lumeo Audiovisual Malang, Panjava English Garden, Garden Coffee, Martabak Satu Juli, serta Penerbit Akar. Menariknya, semangat untuk mengembangkan usahanya berawal dari upayanya untuk memberdayakan kader-kader yang kurang mampu. Harapannya, mereka tidak sampai putus kuliah dan bisa menyambung pendidikannya hingga lulus. Pun juga agar mereka bisa meraih mimpi berkat hasil kerja kerasnya. Dengan mengusung tagar #DariNarasiMenujuAksi, unggul keilmuan, mandiri ekonomi dan berdaulat politik Abdul berharap IMM menjadi gerbong terdepan dan opinion leader untuk mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan ini, Abdul juga merepresentesaikan tujuan prodi HKI keempat yaitu menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan dan komitmen dengan visi dan misi perjuangan Muhammadiyah. Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Muhammad Arif Zuhri, Lc.,M.H.I menyambut baik kabar tersebut. Ia merasa senang mendengar kabar baik dari Abdul. Menurutnya, hal ini menjadi bukti keberhasilan Prodi HKI dalam menghasilkan sarjana dengan kemampuan profesional di bidang hukum, hukum Islam dan hukum keluarga Islam. Tidak hanya berkisar di teori saja tapi juga dalam aspek praktek. “Kami juga senantiasa berusaha untuk mencetak lulusan yang memiliki integriras keagamaan dan moralitas kokoh serta memiliki jiwa kepemimpinan yang baik,” ungkap Arif mengakhiri. (wil)

LLDIKTI-UMM Langsungkan Pelatihan Teknis Misheqa

Dalam rangka meningkatkan akreditasi perguruan tinggi, Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menjadi salah satu syarat yang penting. Untuk memudahkan perguruan tinggi dalam mengunggah data akreditasi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) telah menyiapkan aplikasi Management Information System for Higher Education Quality Assurance (Misheqa) New Generation. Adapun Bimbingan teknis untuk aplikasi ini dilaksanakan secara bertahap di lima kota. Tahap pertama diadakan pada Kamis (18/10) lalu di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mayastuti, S.E., M.S.M. selaku staf LLDIKTI mengatakan bahwa pada tahap pertama LLDIKTI mengundang 90 peserta dari 45 perguruan tinggi untuk mengikuti pelatihan. Dijelaskan olehhnya, pelatihan tersebut meliputi materi pemetaan Misheqa, pendampingan input data dan validasi dokumen. “Penjaminan mutu ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Ini memang peran LLDIKTI untuk memastikan pengelolaan perguruan tinggi dapat dijalankan dengan baik. Tentunya berbasis pada SPMI dengan menggunakan Misheqa. LLDIKTI juga mendorong tumbuhnya budaya mutu agar perguruan tinggi senantiasa dijalankan secara terarah dan terukur,” ungkap Maya. Maya melanjutkan bahwa pemetaan SPMI ini dilaksanakan sebagai sarana evaluasi bersama untuk mengukur, mempresentasikan, dan mengetuahui posisi mutu masing-masing perguruan tinggi. Selain itu LLDIKTI Wilayah VII juga dapat membantu dan mengarahkan secara teratur proses dokumentasi SPMI agar mendapatkan representasi mutu perguruan tinggi melalui aplikasi Misheqa. “Dengan adanya Misheqa akan memudahkan LLDIKTI untuk mendapatkan baseline data sebagai basis arah kebijakan fasilitasi mutu perguruan tinggi,” ujar Maya. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., menyambut baik adanya program bimbingan teknis aplikasi Misheqa ini. Menurutnya, dalam proses pengelolahan kampus, perlu adanya kesadaran dari berbagai pihak untuk mengenai budaya mutu dan standar yang diberikan oleh pemerintah baik dalam maupun luar negeri. “Dalam hal penjaminan mutu, UMM sendiri telah memiliki lembaga pengelolahan mutu internal bernama Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI). Lembaga ini bertugas untuk mengaudit secara periodik sehingga kualitas kami bisa terjamin dengan baik. Saya juga berharap, pelatihan ini dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan mutu yang dimiliki oleh UMM,” pungkasnya. (syi/wil)

UMM-Bank Muamalat Teken Kerjasama di Wisuda 101

Wisuda kelulusan universitas merupakan salah satu keberhasilan dalam kehidupan dan menuntun pada fase baru kehidupan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan oleh Dr. Ing Ilham Akbar Habibie, MBA., selaku Komisaris Utama Bank Muamalat Indonesia. Ia menjelaskannya pada Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke 101 periode III pada Kamis (28/10) lalu. Bertempat di Hall Dome UMM, prosesi kelulusan kali ini dilakukan secara luring dan daring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pada wisuda tersebut juga berlangsung penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) antara Kampus Putih UMM dan Bank Muamalat Indonesia. Ilham Akbar mengatakan bahwa Bank Muamalat memiliki tiga fokus dalam transformasi digital. Pertama, Customer First yang melahirkan aplikasi mobile banking. Layanan aplikasi ini tentu memiliki kemajuan di bidang teknologi. Selanjutnya, digitalisasi operasional yang memudahkan layanan bagi para nasabah. Menariknya, layanan ini juga sudah berbasis IT. Terakhir, transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) yakni bagaimana manusia harus memahami teknologi dengan baik serta resiko yang diterima. “Dengan adanya tiga fokus tersebut, tentu kami ingin bisa menjadi pihak yang mampu mentransformasikan dan mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi secara digital,” imbuhnya. Ditambahkan Purnomo B. Soetadi selaku Direktur Retail Bisnis Bank Muamalat Indonesia bahwa Muamalat Training Center kini telah berubah menjadi Mu’amalat Institute. Nantinya, jika para mahasiswa tertarik dengan keuangan Syariah, mereka bisa mengikuti pembinaan yang Muamalat Institut sediakan. “Semoga dengan adanya MoU ini bisa mengembangkan skill entrepreneur muda berbasis syariah yang dimiliki para mahasiswa UMM,” harapnya. Wisuda tersebut juga dihadiri oleh Prof. KH. Saad Ibrahim, M.Ag.  selaku Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ia menceritakan bahwa Prof. Habibie adalah ilmuwan terbesar yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Menurutnya, ada dua aspek utama yang ada dalam diri Habibie. Aspek pertama adalah intelektualitas yang bisa dilihat melalui karya dan temuannya. Kemudian adapula sisi spiritual yang juga menjadi sisi menarik darinya. “Kedua aspek tersebut harus menjadi bekal bagi para wisudawan agar bisa mendapatkan keberhasilan di dunia dan akhirat. Saudara juga harus senantiasa mengandalkan Allah dan menetapkan arah hidup kepada Allah,” tegasnya. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa proses Pendidikan selama di kampus akan menjadi modal dalam menaklukkan kehidupan. Tidak hanya secara material tapi juga spiritual. Ia juga berpesan agar para wisudawan memiliki rasa tanggung jawab atas masa depan. “Saudara-saudara juga harus terus mengeksplorasi ilmu. Tidak puas dengan yang dimiliki hingga bisa menyempurnakan kehidupan saudara,” pungkasnya mengakhiri. (haq/wil)

UMM Selenggarakan Workshop UMKM dan Nobar di Kota Kediri

Universitas Muhammadiyah Malang Kembali menebar manfaatnya. Kali ini rombongan Mobil Kamis Membaca (KaCa), Mobil Bioskop Keliling (Bioling), dan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang) meluncur ke Kota Kediri pada Selasa (26/10) lalu. Trio mobil andalan Kampus Putih itu berbagi ilmu melalui workshop digital marketing bagi para UMKM yang berlokasi di Loji Café, Kediri. Selain itu juga menyediakan tontonan melalui agenda nonton bareng (nobar). Pada pelaksanaan workshop, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri Tanto Wijohari, S.Pd. S.H. menilai bahwa kegiatan ini bisa menjadi salah satu pendorong UMKM Kota Tahu untuk lebih kreatif. Lebih lanjut, ia juga ingin melihat adanya perkembangan akan geliat usaha masyarakat yang bisa kembali aktif seperti sebelum pandemi menyerang. “Kami berterimakasih kepada UMM yang telah melangsungkan program ini dengan bagus. Semoga bisa berjalan dengan lancar dan para peserta juga bisa memperoleh ilmu serta wawasan yang lebih baik terkait digital marketing sehingga bisa memajukan usaha yang dibangun,” harap Tanto. Pada workshop tersebut hadir pula dua pemateri dan satu tim influencer mahasiswa UMM yang mengajak peserta untuk berdiskusi. Diawali dengan paparan terkait pentingnya e-money bagi pelaku UMKM oleh Iqbal Ramadhani M.SM. Ia menyebutkan beberapa manfaat penggunaan e-money seperti penggunaannya yang lebih murah dan mudah, alternatif yang aman dan baik hingga transparansi yang bisa lebih dipertanggungjawabkan. “Namun, kita juga perlu mawas diri dari resiko dan tantangan yang akan dihadapi. Perlu pemahaman yang baik akan keamanan siber yang belakangan mengintai. Pun dengan manajemen dan keamanan data serta batasan teknologi di beberapa daerah,” imbuhnya. Sementara itu, Arum Martikasari M. Med. Kom yang didapuk menjadi pemateri kedua membahas mengenai social media marketing. Utamanya dalam aspek pengembangan usaha yang telah atau akan dimiliki oleh para peserta. Uniknya, ia mengajak para peserta untuk menemukan target pasar dengan memisalkan pecel tumpang. Menurutnya, langkah untuk penentuan target pasar bisa mengurangi biaya promosi yang dilakukan. Arum, panggilan akrabnya juga mengajak peserta untuk melihat siapa saja yang cocok menggunakan produk yang dipasarkan. Kemudian membayangkan kapan dan kenapa mereka membutuhkannya. “Dari situ, kita dapat mengindentifikasi dengan mudah target pasar yang akan kita tuju. Paling tidak bisa menekan angka pengeluaran dalam aspek promosi serta memajukan usaha yang saudara-saudara jalankan,” tegasnya melanjutkan. Tidak hanya teori, tim influencer mahasiswa UMM juga didatangkan untuk berbagi bagaimana cara mengedit foto dan video konten. Mulai dari memilih angle yang tepat, cara mengedit yang mudah dan cepat hingga bagaimana mengunggahnya agar mendapatkan engagement yang baik. Adapun mobil Bioling juga diterjunkan dan disiapkan untuk memberikan tontonan edukatif di daerah warga. Diungkapkan Rino Anugrawan selaku koordinator Mobil Bioling UMM, ada lebih dari seratus penonton yang hadir dan meramaikan agenda tersebut. Apalagi dengan berbagai kuis, permainan dan hadiah yang diberikan sebelum film diputar. Meski begitu, gelaran ini tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. “Kami tentu berharap hiburan dan edukasi yang kami berikan lewat Bioskop Keliling ini bisa menyebarkan manfaat bagi semua kalangan yang hadir,” pungkas Rino. (wil)

Pendiri Sosio1point Ini Jadi Wisudawan Terbaik UMM

Terinspirasi dari orang tua, Ani Nuraini, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil dirikan komunitas sosial bernama Sosio1point. Komunitas tersebut bergerak di bidang  literasi dan kesejahteraan sosial masyarakat. Meski aktif di berbagai organisasi, Ani tidak melupakan pendidikannya. Terbukti, pada wisuda periode III 2021 lalu, ia berhasil meraih gelar wisudawan terbaik. Anak Pertama dari dua bersaudara itu bercerita bahwa kedua orang tuanya sangat aktif di berbagai kegiatan sosial. Hal itu membuatnya menyukai organisasi dan kegiatan-kegiatan sosial sehingga mendorongnya untuk membentuk Sosio1point bersama beberapa temannya. Adapun komunitas tersebut bertujuan untuk memberikan berbagai manfaat di bidang pendidikan. Selain itu juga membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan. Meskipun tergolong baru, komunitas yang didirikan pada akhir November 2020 ini telah melaksanakan berbagai program kegiatan. Mahasiswa asal Banjarmasin tersebut mengatakan bahwa Sosio1point memiliki lima program utama yang mencakup pembelajaran dan pelatihan luring bagi anak-anak dan warga. Begitupun dengan program daring yang dilakukan melalui Instagram, webinar, dan podcast. Selain itu, komunitas ini juga aktif melakukan berbagai event di beberapa daerah. “Event-event yang telah kami adakan yaitu mengaji dan buka bersama di panti asuhan Al-Husna saat momen Ramadhan. Kemudian, adapula berbagai perlombaan untuk menggali potensi anak-anak di Desa Beji, khususnya terkait jiwa seni yang dimiliki. Terakhir adalah penyelenggaraan serta pelatihan Mendeley di kampus UMM,” ungkap Ani. Pelatihan Mendeley tersebut membantu para mahasiswa dalam mengerjakan tugas, makalah, skripsi maupun jurnal. Ia ingin agar mereka bisa lebih ahli dan cepat dalam hal rujukan di setiap karya ilmiah. “Alhamdulillah Sosio1point juga seringkali berdiskusi dengan para mahasiswa yang sibuk menyelesaikan skripsi. Paling tidak, komunitas kami bisa membantu mereka yang ingin meningkatkan skill dan potensinya,” tegas Ani. Selain Sosio1point, Ani juga aktif mengikuti organisasi lain seperti Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial dan Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI). Dalam menempuh pendidikan di UMM, Ani juga mengaku telah menargetkan diri untuk menjadi wisudawan terbaik sejak menginjakkan kakinya di kampus putih. “Meskipun saya sangat menyukai kegiatan sosial, namun saya tidak pernah melupakan tujuan saya dalam berkuliah. Pendidikan dan organisasi memang harus berjalan beriringan. Untuk menyeimbangkannya, pengaturan jadwal dan kejelian membaca situasi merupakan hal yang wajib di kuasai,” kata Ani. Sekarang, Ani tengah melanjutkan pendidikannya ke jenjang Magister Sosiologi di UMM. Kedepannya, ia akan terus menjalankan berbagai kegiatan organisasi rintisannya dan terus membagi pengetahuan ke masyarakat luas. “Semoga hal-hal kecil yang telah saya lakukan akan menjadi kebermanfaatan yang bisa dirasakan seluruh kalangan,” pungkasnya. (syi/wil)

Dosen UMM Merebut Tafsir Pancasila

Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai penafsiran terkait Pancasila, baik itu tafsir dari golongan abangan dan organisasi masyarakat (Ormas). Hal tersebut melatarbelakangi Dr. Nurbani Yusuf, M. Si. selaku dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menyusun buku dengan judul “Merebut Tafsir Pancasila”. Ditanya ihwal buku tersebut, Nurbani, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa buku ini secara umum membahas terkait pancasila ibarat rumah kosong yang akan ikut berubah sesuai dengan penghuni yang mengisi. Begitu pula dengan warna pancasila, tergantung bagaimana orang menafsirkan. Sebuah tafsir pancasila sukar untuk disamakan karena setiap individu memilki pandangan tersendiri terkait pancasila. “Warna pancasila akan menjadi dasar negara yang harus ditegakkan jika ditafsirkan oleh orang abangan dan akan menjadi sangat agamis ketika ditafsirkan oleh ulama. Maka dari itu warna pancasila tergantung dari orang yang menafsirkan” imbuhnya. Ia juga menyayangkan masih banyaknya oknum yang menyelewengkan pancasila. Terlebih lagi beberapa dari kalangan ulama yang justru menentang pancasila dan menyebutnya sebagai ‘taghut’. Kenyataanya, pancasila sendiri dirancang dan disusun dari golongan ulama, salah satunya Ki Bagus Hadi Kusuma. Dari sejarah tersebut, para ulama dan tokoh lainnya merancang Pancasila sebagai landasan bernegara dan bermasyarakat tanpa mendiskreditkan golongan tertentu. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa sebagai warga negara Indonesia, kita diharuskan untuk bisa menafsirkan Pancasila dengan baik. Hal itu bertujuan untuk mempermudah orang-orang sekitar dalam memahami dan hidup sesuai dengan insitasi pendidikan. Begitupun agar dasar negara ini tidak diselewengkan dan diperdebatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini berpesan agar tidak mempertentangkan Pancasila dan agama. Menurutnya, hal itu akan menjadi hal yang sia-sia karena hakikatnya pancasila sendiri disusun oleh kalangan ulama. Adapun buku yang ia tulis itu berusaha menyelaraskan antara Pancasila dan syariat Islam. “Dalam buku ini saya berusaha menyelaraskan nilai-nilai pancasila dengan syariat Islam, yang menjadi landasan dalam bernegara di Indonesia ini,” imbuhnya. Terakhir, Nurbani berharap melalui buku ini ia bisa menghidupkan kembali pemikiran Pancasila. Mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dan tidak terlena dengan kejadian dan isu politik. Utamanya mengembalikan nilai-nilai pancasila di masyarakat yang bersifat filosofis. “Saya berharap bisa menghidpukan pemikiran dan nilai-nilai pancasila filosofis. Tujuannya adalah agar bisa diimplementasikan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (haq/wil)

Tim Mekatronic UMM Borong Juara di Kontes Kapal Cepat Nasional

Kabar membanggakan datang dari Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua tim Mekatronic UMM berhasil memborong berbagai kejuaraan dalam perhelatan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2021 yang berlokasi di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang. Terhitung, tim UMM berhasil memenangkan lima penghargaan dalam lomba yang ditutup pada Sabtu (23/10) lalu. Oktober lalu. Beberapa di antaranya adalah juara 1 kategori Full Engine Remote Control (FERC), juara 3 kategori Electric Remote Control (ERC), dan best desain FERC. Mereka juga berhasil mendapatkan juara satu Fun Battle di masing-masing kategori. Pada penutupan KKCTBN, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku  Wakil Rektor I UMM yang menjadi tuan rumah sempat menjelaskan dua makna perhelatan kompetisi ini. Pertama, yakni sebagai pengingat akan keunikan budaya bahari yang dimiliki oleh Indonesia. Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama membelakangi laut padahal Indonesia memiliki keunggulan bahari. Kedua, ia menekankan akan inovasi yang ditunjukkan oleh para peserta mahasiswa. “Tentu para mahasiswa ini memiliki potensi luar biasa yang akan dimanfaatkan untuk memperkuat budaya bahari kita di masa depan,” tegasnya. Sementara itu, ditanya ihwal kemenangan, salah satu anggota tim Mekatronic UMM Mochamad Faizal Hazmi menilai kunci dari keberhasilan ini adalah kepercayaan diri yang bagus. Khususnya kepercayaan akan sesama anggota tim dan kemampuan kapal yang diciptakan. Meski begitu, ia juga sempat merasa khawatir karena kurangnya jam terbang yang dimiliki oleh para mahasiswa tim Mekatronic UMM. “Apalagi saat kami berlatih, kapal yang kami rakit sempat menabrak dan hancur. Beruntung kami bisa bangkit membangun kembali kapal yang akhirnya menyabet juara di KKCTBN ini,” tuturnya. Faiz, panggilan akrabnya juga menjelaskan jangka waktu perakitan kapal yang ikut berkompetisi. Menurutnya, waktu paling lama yakni melakukan riset terkait bagaimana merakit kapal yang bagus dan stabil sehingga bisa meraih kemenangan. Mahasiswa asli Malang ini juga menjelaskan mengenai perbedaan kategori ERC dan FERC. Kapal kategori ERC menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya. Sementara FERC menggunakan bahan bakar bensin untuk menggerakkan mesin kapal. Kedua tipe tersebut sama-sama dikendalikan oleh remote control yang dipegang oleh anggota tim. Uniknya, pada tahun ini kapal peserta juga diharuskan memiliki fitur pembidik sasaran. “Kompetisi ini sangat seru, apalagi ada konsep fun battle yang mempertemukan peserta untuk melakukan balapan di lintasan yang disediakan,” ungkap mahasiswa Teknik Mesin tersebut. Sementara itu, Mohamad Irkham Mamungkas ST. MT., salah satu dosen pembimbing tim Mekatronic UMM bersyukur akan kemenagan yang diperoleh. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras mahasiswa dan pihak-pihak yang membantu. Ia mengatakan bahwa pada tahun lalu, tim-tim yang UMM kirimkan hanya mampu meraih juara dua di beberapa kategori. Hal itu jugalah yang membuat mereka penasaran dan ingin meraih juara pertama. “Tahun lalu kami hampir saja menjadi juara pertama namun skor kami tersalip di detik-detik akhir. Namun alhamdulillah tahun ini kami bisa mendapatkan juara pertama di kategori FERC, juara ketiga kategori ERC dan beberapa juara lainnya,” ungkapnya. Irkham kembali menuturkan bahwa bantuan dari para senior mahasiswa juga memberikan ketenangan bagi anggota tim Mekatronic UMM yang berlaga. Menurutnya, proses diskusi dan bimbingan dari para senior mahasiswa menjadi salah satu faktor penting kemenangan ini. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa tim yang ia bimbing sempat mengalami hambatan. Sebut saja kapal yang tenggelam saat percobaan hingga persiapan mendadak untuk menambahkan fitur pembidik sasaran. Beruntung, kedua hal tersebut bisa diatasi dengan cepat dan tepat. Dijelaskan Irkham, para mahasiswa berinisiatif dengan baik sehingga tenggelamnya kapal tidak terjadi lagi. “Mereka juga sanggup memecahkan bagaimana cara menambahkan fitur pembidik hanya dalam waktu dua hari. Semua tentu diperoleh berkat perjuangan keras para anggota tim,” tegasnya. Terakhir, dosen Teknik Mesin itu berharap agar Meaktronic UMM tidak jumawa. Ia ingin agar mahasiswa terus mengupgrade pengetahuan dan mampu mempertahankan juara di tahun depan. Begitupun dengan usaha untuk meraih kemenangan di kategori-kategori lainnya seperti desain dan kapal selam autonomous. (wil)

Para Wakil Dekan Baru UMM Resmi Dilantik

Dilangsungkan pada Jumat (23/10) lalu, para wakil dekan baru dilantik secara langsung oleh Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM. Agenda yang berlokasi di Aula BAU ini digelar secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. Wakidi yang sekaligus memberikan pesan kepada para wakil dekan yang dilantik. Fauzan mengawali agenda dengan menuturkan bahwa acara ini merupakan ritual dan regenerasi dari sebuah organisasi. Begitupun dengan apa yang Kampus Putih lakukan. Ia berterima kasih kepada para wakil dekan periode sebelumnya yang sudah mengabdi dan berjuang dengan segenap tenaga dan pikiran untuk memajukan fakultas masing-masing. “Mudah-mudahan Allah membalas segalanya dengan kebaikan yang melimpah bagi kita dan juga segenap keluarga,” harapnya. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pelantikan ini berada pada momen yang sangat strategis. Hal itu tidak lepas dari situasi institusi pendidikan tinggi Indonesia yang dituntut untuk membuat suatu perubahan. Bukan hanya perubahan biasa, namun perubahan drastis yang seirama dengan tuntutan masyarakat. Maka dari itu, dijelaskan Fauzan bahwa perubahan mindset dalam memimpin perguruan tinggi harus segera digalakkan. Begitupun dengan cara memimpin di tingkat fakultas serta program studi. “Bukan berarti periode sebelumnya tidak bagus. Namun perjuangan yang kemarin bisa dijadikan bahan evaluasi secara komprehensif sehingga bisa menapaki visi Indonesia baru,” tegasnya. Fauzan juga sempat menyinggung mengenai program Pasti yang senantiasa digaungkan. Salah satunya yakni memastikan bahwa para lulusan Kampus Putih bisa menjadi pribadi yang mandiri. salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan mendirikan berbagai centre of excellence (CoE) di setiap prodi. Harapannya, para mahasiswa bisa memiliki kompetensi yang baik, tidak hanya kompetensi akademik saja tapi juga kompetensi berbasis potensi. Sementara itu, Wakidi menyampaikan tiga pesan yang ia ambil dari perkataan Rasulullah. Ia mengatakan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang mengakibatkan kerugian di hari kiamat. Kecuali bagi mereka yang mengambilnya dengan cara yang baik dan memenuhi kewajibannya dengan baik pula. Kemudian, Wakidi juga mengingatkan para wakil dekan baru akan waktu kemunduran tiba. Yakni ketika amanat disia-siakan karena urusan terkait diberikan kepada mereka yang bukan ahlinya. “Terakhir, saya juga ingin mengingatkan bahwa sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mereka yang mencintaimu. Begitupun sebaliknya, seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka yang membencimu,” pungkasnya. (wil)

Dosen UMM Latih Masyarakat Manfaatkan Limbah Jadi Pakan Unggas

Setelah sebelumnya berhasil mengembangkan budidaya maggot di desa Mulyoagung, Malang, Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali beri pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pakan burung. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini berlangsung selama empat bulan lamanya. Adapun penutupan dan pemberian bantuan alat juga dilakukan pada Minggu (10/10) lalu. Salah satu tim dosen UMM, Bustanol Arifin, S. Pd., M. Pd., mengatakan bahwa timnya kembali menggandeng kelompok Chang Bird Farm dan Veloved Bird pada program kedua ini. Selain itu, di program pembuatan pakan kali ini tim dosen juga turut memberdayakan ibu-ibu desa Mulyoagung. Berbeda dari program sebelumnya yang berfokus pada budidaya maggot untuk pakan burung, di program kali ini Arifin dan tim berfokus untuk membuat pakan burung dari limbah rumah tangga. “Pakan ini kami pilih melihat banyaknya limbah rumah tangga yang cukup banyak. Adapun limbah tersebut meliputi makanan dan sayuran sisa konsumsi sehari-hari. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengurangi limbah rumah tangga yang ada di masyarakat,” ungkap dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut. Arifin bercerita bahwa dalam kegiatan ini para peserta diajari bagaimana membuat pakan burung. Mulai dari pengolahan bahan sampai menjadi pelet hingga proses pemasaran ke masyarakat luas. Dalam proses pembuatannya, tim dosen menggunakan tiga mesin utama yaitu alat pencetak palet, oven, serta alat pengemasan. Penggunaan alat ini bertujuan untuk mempercepat proses produksi yang biasanya memakan waktu harian menjadi hitungan jam saja. “Pakan burung yang kami buat dari limbah sampah rumah tangga memiliki kadar protein yang cukup tinggi. Hal ini akan bermanfaat bagi pertumbuhan burung peliharaan. Selain dapat digunakan untuk burung, pakan ini juga dapat digunakan untuk hewan unggas lainnya,” ujar dosen asal Bondowoso itu. Dalam program ini Arifin dibantu oleh dua dosen lainnya yaitu Drs. Amir Syarifuddin, MP. dan Frendy Aru Fantiro, S.Pd., M.Pd. Meski sudah selesai memberi pelatihan, tim ini akan terus memantau perkembangan para peserta. Hingga saat ini, dijelaskan Arifin bahwa masyarakat telah berhasil memasarkan pelet buatannya secara online dengan cukup baik. Kedepannya tim ini akan terus mengembangkan keterampilan masyarakat dengan  membuat kelas lanjutan untuk produksi pelet ikan. “Saya berharap apa yang tim kami lakukan dapat dikembangkan dengan baik oleh masyarakat. Tidak hanya terbatas pada pakan burung dan unggas tetapi juga pakan-pakan lainnya. Selain itu kami juga ingin program-program yang kami lakukan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (syi/wil)

Grant Wu Ajak Maksimalkan Perkembangan Industri Indonesia

Perkembangan bidang industri adalah kesempatan yang bagus untuk Indonesia. Apalagi didukung dengan sumber daya yang dimaksimalkan sebaik mungkin. Hal tersebut disampaikan oleh oleh Vice President Indonesia China Business Council, Grant Wu pada hari Kamis (14/10) lalu, bertempat di Hall Dome UMM. Ia memaparkan bahwa sebagai pemimpin, para wisudawan juga harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Ia juga sempat menyinggung lebih dalam akan keuntungan dari perkembangan industri. Ia mendorong para wisudawan untuk memanfaatkan dukungan sumber daya yang kaya. “Perkembangan industrialisasi menjadi salah satu keuntungan yang bagus untuk Indonesia. Apalagi didukung dengan memaksimalkan sumber daya yang ada,” tuturnya. Grant Wu juga menyempaikan kepada wisudawan dan wisudawati bahwa setelah fase perkuliahan, mereka akan menapaki kehidupan baru. Kehidupan yang belum pernah diperoleh dan diketahui oleh mereka. Menurutnya, perlu adanya berbagai adaptasi agar bisa menjalani dan melewatinya. Sementara itu, Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa mencapai hari kelulusan bukanlah suatu hal yang mudah. Berbagai tantangan dan halangan pahit harus dilewati hingga bisa duduk dan menghadiri hari wisuda. Ia yakin bahwa bekal yang senantiasa diberikan oleh UMM sudah cukup untuk membantu para wisudawan. Lebih lanjut, Fauzan mengatakan bahwa kelulusan ini memunculkan berbagai harapan dan kesempatan. Tidak hanya bagi diri wisudawan saja, tapi juga bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar para wisudawan tidak melupakan Kampus Putih sebagai almamater yang telah mendidik selama ini. Menurutnya, reputasi internasional dan nasional yang dimiliki UMM akan memberikan kepercayaan diri bagi para alumni. Ia juga menyinggung prestasi UMM yang berhasil meraih akreditasi Unggul. Menurutnya, capaian ini merupakan penilaian tertinggi yang ada di sistem pendidikan tinggi Indonesia. “Tentu predikat ini memunculkan harapan tinggi kepada para lulusan UMM. Jangan takut, saudara harus selalu berusaha untuk menjadi insan pengabdi dan intelektual bagi masyarakat luas,” ujarnya. Hadir pula Drs. H. Wakidi selaku Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM. Ia mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua dan wali mahasiswa. Ia menilai bahwa modal sosial sebagai kampus berakreditasi unggul sangat bermanfaat dan strategis dalam menjalani masa depan. “Menjadi lulusan UMM yang berada di bawah persyarikatan Muhammadiyah merupakan modal sosial yang bagus. Saya juga ingin menitipkan nama baik Muhammadiyah dan UMM ini kepada saudara untuk selalu dijaga,” imbuhnya Turut hadir pula Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA selaku kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII. Pada pemaparannya, ia mengkhawatirkan akan universitas atau institusi yang tidak memberikan nutrisi keilmuan kepada mahasiswa dan lulusannya. Tetapi ia yakin bahwa UMM tidak melakukan hal tersebut. Hal itu dapat dilihat dari prestasi mahasiswa dan kontribusi lulusannya yang terus memberikan manfaat kepada sesama. Suprapto kembali menjelaskan bahwa kekhawatiran kedua adalah meningkatnya populasi Indonesia dari tahun ke tahun. Ia merasa khawatir akan kelanjutan pendidikan Universitas yang tidak merata. Meski begitu, UMM senantiasa berusaha untuk berkontribusi agar masyarakat mengenyam pendidikan tinggi. “Saya berterimakasih kepada UMM yang telah mengantisipasi kekhawatiran saya. Pun dengan kehadiran Kampus Putih dalam mengusahakan pendidikan tinggi bagi masyarakat,” jelasnya mengakhiri. (wil)