Corak Inklusif dalam Acara Halal Bihalal UMM

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar sivitas akademika, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar acara Halal Bihalal pada Sabtu (29/05) lalu. Acara tersebut diselenggarakan secara luring di Dome UMM dan daring melalui kanal Zoom. Agenda tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan dan Kemanusiaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. secara langsung. Dalam sambutannya, Muhadjir berkata sangat mengapresiasi acara ini. Meski pendemi belum usai, namun UMM dapat menggelar acara halal bihalal dengan konsep yang kreatif, segar, serta mencerahkan namun tetap aman dan taat protokol kesehatan. “Ini merupakan tanda bahwa sivitas akademika UMM terus menjaga ketahanan diri maupun komunitas untuk tetap bergerak maju bahkan di situasi yang buruk,” ujar mantan rektor UMM tersebut. Selain mengapresiasi konsep acara halal bihalal, Muhadjir juga berpesan kepada para generasi muda UMM untuk terus menjalin kesinambungan antar generasi. Kesinambungan tersebut dapat berjalan ketika generasi baru terus menjaga tradisi dan budaya kooperasi yang ada di UMM. “Membangun sebuah tradisi dan budaya kooperasi membutuhkan waktu yang tidak singkat. Adanya UMM sekarang juga tidak terlepas dari tradisi tersebut. Oleh karenanya, saya minta generasi muda untuk menjaga dan mengembangkan tradisi-tradisi yang sudah UMM bangun,” tutur Muhadjir. Disisi lain, Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd., berkata bahwa pada agenda halal bihalal tahun ini, UMM menggunakan corak yang inklusif dengan menghadirkan kawan-kawan dari lapas binaan perempuan dan pendidikan difabel. Inklusifitas merupakan ciri dan ruh dari perjuangan UMM. Hal tersebut merupakan implementasi dari moto Dari Muhammadiyah untuk Bangsa. “Moto tersebut bisa terealisasikan apabila seluruh sivitas akademika UMM memiliki jiwa yang bersih, jujur, dan memiliki problem solving yang baik. Ketiga sikap tersebut juga akan mendorong UMM untuk terus dapat bergerak maju kedepannya,” ungkap Fauzan. Acara halal bihalal ini juga turut dimeriahkan oleh kehadiran Dani Aditya, komika difabel pertama di Indonesia yang menghibur para civitas akademika dengan stand up comedy yang dibawakannya. Selain itu adapula band warga binaan Lapas Perempuan kelas IIA Malang dan band dari Fakultas Kesehatan yang mempersembahkan berbagai lagu di acara tersebut. Selain agenda halal bihalal, acara ini juga merupakan ajang pemberian penghargaan bagi dosen dan karyawan berprestasi UMM tahun 2021. Tidak lupa, ada launching buku Antologi Cerpen Titik Nadir Penantian, karya warga binaan Lapas yang ditandatangani langsung oleh Muhadjir Effendy. (syi/wil)

UTBK Kedokteran dan Farmasi UMM Digelar dengan Prokes dan Keamanan Ketat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali laksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk menjaring mahasiswa baru. Adapun tes ini dilangsungkan untuk menyeleksi calon mahasiswa baru di jurusan Kedokteran dan Farmasi. Gelaran UTBK ini dilaksanakan dalam dua periode yakni pada 27-30 Mei serta 9-11 Juni 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat. Kepala Unit Pelayanan Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) UMM, Dr. Saiman, M.Si menuturkan bahwa ada sebanyak 1.007 pendaftar pada UTBK gelombang pertama ujian jurusan kedokteran dan farmasi ini. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaannya akan lebih diperketat. Tidak hanya dalam hal protokol kesehatan saja, tapi juga keamanan akan kecurangan yang mungkin terjadi. “Para peserta diminta untuk mengganti masker lama dengan masker baru yang sudah kami siapkan. Jumlah peserta dalams atu ruangan juga dibatasi yakni 13-15 peserta saja. Begitupun dengan handsanitizer serta sarung tangan bagi pengawas ujian,” terang Saiman. Sementara dari sisi keamanan, Saiman mengatakan sudah menyiapkan tim internal yang terdiri dari para sekuriti dan eksternal yang bekerja sama dengan kepolisian. Keduanya akan memeriksa ruangan serta para peserta demi kelancaran UTBK. “Kami juga sudah menyiapkan metal detector yang akan digunakan sesaat sebelum ujian dimulai,” terang Saiman. Tim panitia juga sudah menyiapkan bus dan mobil untuk kepentingan peserta ujian. Keduanya disiapkan untuk berjaga-jaga ketika hujan turun sehingga tidak menghambat pelaksanaan UTBK di hari tersebut. Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku Wakil Rektor I UMM menjelaskan bahwa model pelaksanaan UTBK ini telah mengikuti prokes yang sesuai mengingat pandemi tidak kunjung usai. Ujian berbasis komputer ini juga khusus dilangsungkan untuk menyeleksi calon mahasiswa kedokteran dan farmasi. “Sementara jurusan lainnya memiliki sistem yang berbeda. Baik melalui prestasi akademik maupun non akademik serta hasil rapot,” tuturnya. Syamsul juga mengatakan bahwa proses seleksi, khususnya jurusan kedokteran dilaksanakan dengan ketat. Hal itu tidak lepas dari ketentuan pusat yang membatasi kuota mahasiswa sebanyak 150 mahasiswa saja untuk mahasiswa kedokteran. Ia juga mengapresiasi usaha dari tim teknisi dan soal yang sudah bekerja semaksimal mungkin demi kelancaran UTBK kali ini. “Soal dan sistem yang sudah disusun sedemikian rupa insyaAllah bisa meminimalisir kecurangan dan kemungkinan adanya joki. Jadi bisa dipastikan aman dan bisa dipertanggung jawabkan,” tegas Syamsul. Terakhir, ia berharap agar seleksi seperti ini dapat terus dipertahankan UMM serta bisa dilaksanakan untuk menjaring di jurusan lainnya, utamanya Psikologi dan Ilmu Komunikasi yang memiliki banyak peminat. Apalagi FK dan Farmasi UMM telah memiliki reputasi yang baik di mata pemerintah dan masyarakat. “Kedua jurusan sudah diakui, baik dari segi input, output bahkan juga outcome,” pungkas Syamsul mengakhiri. (wil)

Perkuat Tali Silaturahmi, IKA UMM Kaltim Gelar Halal Bi Halal

Demi menjaga silaturahmi antar alumni, Ikatan Alumni (IKA) Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kalimantan Timur (Kaltim) adakan Halal bi Halal Alumni UMM secara daring pada Minggu (23/5). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.A.P. dan juga Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi S.Si., M.Si. Tidak ketinggalan pula Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd  serta Ketua IKA UMM Nasional H. Muhammad Irsyad Yusuf, SE., MMA. Halal bi halal tersebut diawali dengan sambutan Ketua IKA UMM Kaltim Dr. Mariman Darto, SE., M.Si, salah satu alumni jurusan manajemen UMM angkatan 1990. Dalam sambutannya, ia menjelaskan terkait visi dan misi IKA UMM Kaltim. Ia menegaskan bahwa IKA UMM Kaltim senantiasa berusaha untuk melakukan caring, sharing, empowering, dan adaptive. Harapannya, visi dan misi tersebut bisa berjalan selaras dengan apa yang dikerjakan oleh pemerintah provinsi yakni Kaltim Berdaulat. Di sisi lain, Ketua IKA UMM Nasional H. Muhammad Irsyad Yusuf berharap agar data alumni bisa terkumpul dengan baik dan tertata. Pria yang kini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pasuruan tersebut kembali mengatakan bahwa nantinya data tersebut bisa menjadi awal kolaborasi antar alumni. Selain itu juga bisa menginisiasi serta menghasilkan kontribusi nyata. “Tentu tidak hanya sebagai tempat menyambung silaturahmi, tapi IKA UMM juga bisa menjadi langkah pertama bagi alumni untuk memberikan bukti nyata dalam membantu memajukan bangsa Indonesia,” tegas alumni Fakultas Ekonomi UMM 1996 itu. Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Fauzan, M.Pd. yang turut hadir secara daring. Ia mengatakan bahwa IKA UMM pada dasarnya membawa misi pendidikan dan kemanusiaan. Misi tersebut harus diwujudkan dengan menjaga martabat Muhammadiyah dan terus membangun kemanusiaan. Dengan begitu, para alumni bisa terus menciptakan kontribusi bagi masyarakat secara luas. Pada kesempatan itu pula, Muhadjir berpesan agar para alumni bisa memanfaatkan teknologi informasi sebagai media silaturahmi. Menurutnya, dengan adanya jaringan alumni UMM yang kuat ini akan mampu menciptakan kemajuan bagi umat, bangsa serta negara. “Hubungan antara UMM dengan alumni harus dirawat dengan baik. Jangan sampai ada sekat di antara keduanya. Pengetahuan dan ilmu yang alumni miliki tentu bisa menjadi masukan strategis dalam perkembangan UMM dan bangsa ke depan,” pesan Muhadjir. Tak lupa Hadi Mulyadi yang juga menceritakan pengalamannya yang terlahir dari keluarga Muhammadiyah. Ia menjelaskan bagaimana Muhammadiyah tetap berkomitmen untuk terus membangun bangsa. Selain itu, Muhammadiyah Kaltim juga memiliki kebangggaan dengan adanya dua Universitasnya. “Muhammadiyah Kaltim memiliki kebanggaan dengan adanya UM Berau dan UMKT. Insyaallah, ke depannya kami bercita-cita membangun Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah,” ungkap Wagub Kaltim tersebut. (haq/wil)

BIPA UMM Dipercaya Jadi Fasilitator BIMTEK Kemdikbud-ristek RI

Universitas Muhammaidyah Malang (UMM) kembali dipercaya oleh pemerintah Indonesia. Kali ini Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM diminta untuk menjadi fasilitator oleh Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Adapun agenda peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) tersebut berlangsung selama empat hari sejak Senin (24/5) lalu. Saat ditemui, Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. selaku Kepala BIPA UMM menjelaskan bahwa mereka sudah beberapa kali diundang untuk menjadi pemateri maupun fasilitator. Kali ini Arif berkesempatan untuk memberikan paparan terkait penyusunan desain penelitian tematik keBIPAan. “Alhamdulillah bisa kembali dipercaya dan memberikan manfaat kepada teman-teman lainnya,” tuturnya melanjutkan. Ia mengungkapkan bahwa kepercayan yang diperoleh merupakan hasil dari usaha BIPA UMM dalam menyebarkan Bahasa Indonesia ke mata dunia. Beberapa kali staf mereka menjadi duta bahasa di negara lain dan mengajarkan Bahasa Indonesia. Di samping itu juga mengembangkan kelas dan proses belajar mengajar yang ada di BIPA UMM. Lebih lanjut, Arif mengatakan bahwa kepercayaan ini juga menjadi bagian dari langkah-langkah internasionalisasi UMM. Usaha mengenalkan dan mempromosikan Bahasa Indonesia ke negara lain secara tidak langsung membuat UMM dikenal di luar negeri. “Ini adalah sebuah amanah untuk terus berkontribusi dan menghaurmkan nama UMM,” tutur Arif. Menurutnya, mereka juga telah melakukan berbagai kegiatan dengan maksimal untuk mengajarkan Bahasa Indonesia. Sekalipun di masa pandemi yang menyulitkan. Salah satunya yakni membangun hubungan dengan kampus-kampus luar negeri yang menyelenggarakan kelas Bahasa Indonesia. Di samping itu juga terus membuka akses internasional bagi mahasiswa asing yang ingin belajar Bahasa Indonesia di UMM. Terakhir, ia juga berharap agar BIPA UMM tidak hanya fokus mempromosikan Bahasa Indoensia saja. Namun juga memberikan inovasi-inovasi dan terobosan baru, khususnya dalam hal keBIPAan. “Tentu saja saya berharap kami bisa membantu mempromosikan Bahasa Indonesia serta UMM ke dunia global. Semoga moto Dari UMM untuk Dunia bisa terwujud dengan baik,” pungkasnya menerangkan. (wil)

Dosen Hukum UMM Bahas Kebocoran Data BPJS Kesehatan

Perlindungan terhadap data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI) masih tergolong lemah. Hal ini terbukti pada rangkaian kebocoran data yang terjadi di beberapa perusahaan besar. Kasus terbaru adalah dugaan kebocoran data 279 juta data WNI di database Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal itu menjadi polemik dan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Ditanya ihwal tersebut, Shinta Ayu Purnamawati, SH, MH., dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menuturkan bahwa Indonesia belum memiliki Undang-Undang (UU) yang melindungi data pribadi konsumen. Hingga saat ini UU Perlindungan data Pribadi masih berupa rancangan. “Padahal UU ini penting, terutama di zaman informasi yang serba cepat seperti sekarang,” ungkapnya. Menurutnya, kebocoran data pribadi yang terjadi tentu merugikan peserta BPJS. Data tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Shinta berkata bahwa banyak informasi rahasia yang terkandung dalam data BPJS. Beberapa di antaranya adalah rekam medis peserta, alamat rumah, NIK, dan lain sebagainya.“Data tersebut tentu sangat riskan untuk digunakan sebagai tindak kejahatan seperti pinjaman online, penipuan, bahkan juga eksploitasi data,” ujar Shinta. Dengan tidak adanya UU khusus yang mengatur perlindungan data pribadi, sulit menerapkan sanksi pidana kepada yg membocorkan data konsumen. Namun para korban tetap bisa meminta ganti rugi. Terkait dengan hukuman, kasus ini bisa merujuk pada payung hukum yang sudah ada yakni UU Perlindungan Konsumen, UU Kesehatan, UU Pelayanan Publik, UU ITE, serta KUHP. Maka ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan kasus tersebut. Salah satunya adalah dengan melalui gugatan perdata pidana dan juga adiministrasi. Shinta menuturkan bahwa BPJS telah lalai dalam menjagainformasi milik konsumen. Hal ini akan meninmbulkan kerugian bagi mereka. “Kerugian yang didapat tidak hanya moril saja namun juga materiil. Kerugian tesebut bisa menjadi dasar untuk menjatuhkan sanksi. Apalagi jika nantinya terbukti bahwa kelalaian tersebut memiliki unsur kesengajaan. BPJS sangat mungkin dapat dikenai pasal berlapis,” jelas Shinta. Terakhir, Shinta menyarankan agar warga Indonesia berhati-hati untuk memberikan data pribadi, terutama pada aplikasi-aplikasi yang tidak jelas. “Selain itu diharapkan masyarakat tidak menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai layanan digital demi mencegah penyalahgunaan data,” pungkasnya. (syi/wil)

Mahasiswa UMM Raih Juara dalam Parliamentary Debat Nasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kembali meraih prestasi. Kali ini giliran Zulkarnain, salah satu Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Ia berhasil menyabet juara tiga bersama timnya dalam kompetisi debat bahasa Inggris Open Asian Parliamentary Debate. Selain itu juga mendapat peringkat empat sebagai best speaker dalam kompetisi yang diadakan pada akhir April lalu. Adapun lomba itu diselenggarakan oleh Lombok Debating Troops. Saat ditemui, Nain, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa debat tersebut bertemakan tentang lingkungan, yakni “Environment and Climate Change”. Isu tersebut berhubungan dengan perubahan iklim dan isu lingkungan yang belakangan menyebar. “Menurut saya, tema yang diambil menarik dan sesuai dengan apa yang terjadi di dunia global saat ini,” terangnya. Mengingat sistem lomba ini adalah debat terbuka, maka Nain tidak harus tergabung dalam satu tim yang berisi dari sesama instansi. Syarat lainnya peserta haruslah putra dan putri daerah dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun ia membentuk kelompok bersama teman-temannya yang berasal dari Unair dan UM. “Kebetulan mereka adalah kawan-kawan saya satu komunitas debat. Kami tergabung dalam komunitas yang sama yakni Mbojo Debating Society,” lanjut Nain. Ditanya ihwal kendala, ia mengaku bahwa tidak halangan yang berarti. Namun ia mengatakan bahwa beberapa kali jaringan sedikit mengganggu saat ia bertanding mengingat lomba dilangsungkan secara daring. Selain itu ia juga sudah mempersiapkan segala hal dengan cukup matang. Melakukan serangkaian latihan berkelompok secara rutin. Apalagi ia mengaku bahwa sudah mengikuti berbagai perlombaan sebelumnya sehingga membuatnya memiliki berbagai pengalaman. “Apalagi di UMM, banyak sekali kegiatan internasional yang bisa saya ikuti. Ada juga UKM dan LSO yang memberikan berbagai kesempatan dalam berlatih. Hal itu tentu membuat kemampuan bahasa inggris saya meningkat dengan baik,” terangnya lebih lanjut. Terakhir, mahasiswa yang hobi jalan-jalan etrsebut berharap agar kemampuan berdebatnya semakin terasah seiring berjalannya waktu. Ia juga ingin agar dirinya bisamenjadi contoh bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi. “Alhamdulillah, semoga di kompetisi lainnya bisa mengharumkan nama UMM kembali,” pungkasnya. (haq/wil)

Dosen UMM Wakili Indonesia di Program Toleransi Internasional

Dunia semakin tiada batas, untuk menghadapi tantangan hidup yang semakin mengglobal, masyarakat dunia harus memiliki sikap tenggang rasa yang tinggi. Namun kasus intoleransi selalu terjadi baik karena perbedaan ciri fisik, suku, maupun agama. Karena hal tersebut, Media Diversity Institute melalui program Global Exchange of Religion in Society (GERIS) mengumpulkan orang-orang dari latar belakang agama, pekerjaan, dan negara yang berbeda untuk menjadi agen dalam menyebarkan sikap toleransi. Tercatat sebanyak 60 orang dari 7 negara akan bergabung di keanggotaan GERIS. Salah satu orang Indonesia yang terpilih untuk menjadi anggota GERIS periode 2021-2023 adalah Pradana Boy ZTF, S.Ag., MA., Ph.D. Dalam keanggotaan GERIS, dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini akan menjadi wakil dari golongan akademisi Indonesia. Boy, sapaan akrabnya, berkata bahwa para anggota dari GERIS akan saling berbagi pengalaman practice terkait toleransi maupun intoleransi di bidang dan negara asalnya. Selain itu GERIS akan meciptakan jaringan internasional antar anggotanya. Harapannya, proyek ini akan membuka mata para anggota GERIS tentang situasi toleransi di dunia. “Dalam konteks pengalaman practice yang saya dapatkan di sini, UMM sebagai lembaga pendidikan yang berlatar agama Islam telah melakukan toleransi yang sangat baik. Mahasiswa UMM tidak terbatas hanya pada orang yang beragama Islam saja. Di sisi lain, UMM sangat berbuka terhadap program-program internasional. hal tersebut sangat berguna untuk menumbuhkan rasa toleransi antar mahasiswa,” kata Asisten Rektor UMM Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tersebut. Boy melanjutkan bahwa sebelum terpilih menjadi anggota GERIS, dirinya telah aktif mengikuti beberapa proyek internasional yang serupa. Tahun 2007 Boy terpilih untuk mengikuti proyek Internasional Fellow sebagai salah satu perwakilan Indonesia. Proyek tersebut membahas mengenai perdamaian beragama dan toleransi antar masing-masing agama. “Pada 2020 sampai sekarang saya juga masih menjadi koordinator negara Indonesia di proyek bernama Grease. Proyek ini adalah konsorsium dari belasan universitas di asia dan eropa yang membahas radikalisme globalisasi dan  sekularisme,” ucap Boy. Terpilihnya Boy di keanggotaan GERIS semakin menambah wawasan boy terkait toleransi agama di dunia internasional. “Saya berharap generasi muda akan semakin terbuka pada toleransi beragama. Harapan bangsa ini ada di tangan mereka. Jangan sampai generasi muda nantinya berpikir sempit. Saya juga akan terus menyebarkan pandangan positif ini melalui media sosial dan channel Youtube Islam Aktual yang saya miliki,” pungkasnya. (syi/wil)

Rasakan Studi Luar Negeri, Mahasiswa UMM Ceritakan Tiga Kota Cantik Polandia

Perjalanan Presia Mega dalam meraih beasiswa Erasmus di Polandia, membuatnya menemukan berbagai kebudayaan dan tempat-tempat yang baru. Selama dua setengah bulan berada di Polandia, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut telah mengunjungi tiga kota unik yang menurutnya menarik. Beberapa di antaranya yakni kota Torun, kota Poznan, dan kota Wroclaw. Kota Torun merupakan kota pertama yang dikunjungi oleh Presia. Kota ini memiliki bangunan-bangunan bergaya gotik dengan batu bata merah sebagai ciri khasnya. Bangunan tersebut juga masih terawat dengan sangat baik. Uniknya kota ini merupakan kota kelahiran dari ahli matematika dan astronomi terkenal dunia yaitu Nicolaus Copernicus. “Selain bangunannya yang eye catching, kota ini juga memiliki makanan khas yang tidak kalah unik yaitu roti jahe bernama Pierniki. Roti-roti jahe tersebut dikemas sesuai icons kota Torun yaitu Nicolaus Copernicus,” ucap Presia Bagi wisatawan yang suka akan sejarah, kota Poznan merupakan pilihan yang bagus. Presia berkata bahwa Poznan adalah kota terbesar dan tertua yang ada di Polandia. Selain memiliki unsur sejarah yang sangat kental pada bangun-bangunannya, kota ini juga terdapat banyak museum. “Di Poznan saya banyak melihat banyak katedral tua yang terawat dengan sangat baik. Lalu banyak sekali museum. Bagi yang ingin mengetahui sejarah tentang Poznan bisa ke Historical Museum of Poznań. Bagi yang suka instrument music bisa ke  Museum of Musical Instruments. Bahkan untuk makanan seperti croissant dan coklat juga memiliki museum tersendiri,” kata Presia. Kota terakhir yang Presia kunjungi adalah kota Wroclaw. Keunikan kota ini terletak pada banyaknya patung kurcaci yang tersebar di seluruh penjuru kota. Diperkirakan ada ratusan patung kurcaci yang dibuat di kota Wroclaw. “Dulu ada gerakan bawah tanah yang menentang adanya rezim komunis soviet di Polandia. Untuk mengenang gerakan tersebut warga mulai membuat patung kurcaci untuk mengenang perlawanan yang mereka lakukan. Patung kurcaci juga menjadi simbol kebebasan berpendapat dan berekspresi di kota Wroclaw,” tandasnya. Terakhir, Presia merasa bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk merasakan studi di luar negeri. Banyak bekal dari UMM yang membuatnya mampu bertahan dan beradaptasi dengan baik. “Semoga apa yang saya dapat di sini bisa memberi manfaat nantinya saat pulang ke Indonesia,” pungkasnya menerangkan. (syi/wil)

Psikologi UMM Kembangkan Kelas Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lebarkan sayap mahasiswa ke dunia Internasional. Lewat program kelas Internasional yang dibuka sejak 2020 lalu, Fakultas Psikologi mengembangkan sistem untuk meningkatkan interaksi mahasiswa dengan universitas di luar negeri. Saat ini, sebanyak 18 mahasiswa internasional sedang menempuh studi semester dua melalui daring. Salah satu dosen pengajar kelas internasional, Ratih Eka Pertiwi, S.Psi., M.Psi, mengatakan bahwa kurikulum kelas internasional dan reguler hampir sama. Namun untuk pembelajaran di kelas internasional, seluruhnya menggunakan bahasa Inggris. Hal itu dilakukan untuk membiasakan para mahasiswa untuk berkomunikasi dengan bahasa internasional. “Selain untuk membiasakan mahasiswa, penggunaan bahasa inggris ini dilakukan karena paparan mahasiswa terhadap dunia internasional cukup tinggi. Dari 18 mahasiswa, satu diantaranya berasal dari Brunei Darussalam. Mahasiswa internasional juga akan bertambah di tahun-tahun berikutnya,” ucap dosen kelahiran Malang tersebut. Disamping itu, para mahasiswa juga diwajibkan mengikuti program-program Internasional pada setiap tahunnya. Pada program kelas internasional ini, UMM bekerjasama dengan Asia University (AU) Taiwan dan Management & Science University (MSU) Malaysia. Kerja sama ini memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran di kedua universitas luar negeri tersebut selama satu tahun. “Pada tahun pertama, para mahasiswa diharuskan untuk mengikuti International Conference sebagai peserta. Di tahun kedua dan ketiga, mahasiswa tidak hanya mengikuti International Conference sebagai peserta tetapi juga harus mempresentasikan hasil risetnya di kegiatan tersebut. Lalu pada tahun terakhir, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan di salah-satu university partners,” ujar Ratih. Di akhir wawancara dosen Fakultas Psikologi ini berharap dengan adanya kelas ini, para mahasiswa akan mendapat kesempatan yang lebih luas untuk dapat berjejaring dengan dunia internasional. “Karena program ini masih tergolong baru, untuk kedepannya program ini akan terus berkembang dan mengalami pembaharuan,” pungkasnya. (syi/wil)

MURid, Klub Motor UMM yang Peduli Sesama

Kebut-kebutan yang dilalukan oleh sebagian klub motor seringkali membuat geram. Tidak jarang aksi itu menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Namun, berbeda dengan Muhammadiyah University Rider (MURid) yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Klub motor yang diketuai oleh Zakarija Achmat, S.Psi., M.Si., ini mencoba mematahkan stigma buruk tersebut. Mereka melakukan touring dengan santai serta mematuhi lalu lintas. Bahkan juga aktif terjun dalam kegiatan sosial tiap tahunnya. Saat ditemui, Zakarija, panggilan akrabnya menuturkan bahwa klub motor ini telah diinisiasi sejak tahun 2017. Mengajak beberapa kalangan UMM untuk bersama-sama melakukan touring sembari melakukan silaturahim. “Semua berawal dari kesamaan hobi kami yang suka melakukan perjalanan. Kemudian sepakat untuk menggelar touring bareng,” jelasnya. Tidak sekadar touring, MURid juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Pada 2017 misalnya, mereka melaksanakan bakti sosial (Baksos) bersama dengan pihak UMM. Kemudian juga menyumbangkan beberapa media pembelajaran kepada Taman Pendidikan Al-Quran yang ada di daerah Malang Selatan. Buku-buku qiroati dan bacaan islam adalah salah satunya. Terakhir, MURid juga terjun bersama sivitas akademika lain dalam agenda Baksos Safari Ramadan UMM awal Mei lalu. Zakarija kembali mengatakan bahwa nama MURid memiliki makna tersendiri. Menurutnya, dengan nama ini menjadi pengingat bahwa mereka harus tetap menjadi MURid yang harus terus belajar. Tidak hanya dalam arti formal, tapi juga dalam arti luas untuk selalu belajar agar bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Di samping itu, ia juga ingin agar adanya MURid ini bisa mengubah stigma negatif terkait klub motor. Iamengaku bahwa mereka mengendarai motor dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta tidak ugal-ugalan. “Kami juga tidak ada ketentuan motor apa ayng harus dikendarai. Siapapun yang mau ikut bisa langsung bergabung. Selain itu, ketika menjadi bagian dari MURid tidak ada lagi perbedaan status dan juga kepangkatan,” tuturnya menerangkan. Terakhir, ia berharap agar MURid tidak hanya melakukan toruing saja, tapi juga ikut aktif untuk berkontribusi bagi masyarakat sekitar maupun bangsa secara luas. “Semoga bisa menginspirasi klub motor lain agar tidak hanya melakukan perjalanan bersama saja, tapi juga berusaha meringankan beban orang lain dengan kegiatan sosial,” pungkasnya. (wil)