Sosialisasi Kebijakan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 Digelar di UMM

PERMENRISTEKDIKTI No. 32/2016 mengamanatkan agar Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengembangkan instrumen akreditasi yang relevan dengan pengembangan sektor Pendidikan Tinggi di Indonesia dan mengikuti perkembangan global. Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT), terang Kepala Kantor Pengelola dan Pengendali Akreditasi (KPPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. H. Ainur Rofiq, M.Kes., harus dikembangkan dengan memperhatikan keragaman model PT dan misi institusi yang tercermin dari program akademik yang dikembangkan. Berdasarkan Permenristekdikti No. 32/2016 dan Peraturan BAN-PT No. 2 Tahun 2017 tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi, BAN-PT telah mengembangkan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi versi 2018, yang secara singkat ditulis IAPT 3.0. Sementara, instrumen akreditasi program studi yakni APS 4.0. IAPT 3.0 menggunakan 9 kriteria yaitu Visi, Misi, Tujuan dan Strategi; Tata Pamong, Tata Kelola, Kerjasama; Mahasiswa; Sumber Daya Manusia; Keuangan, Sarana, Prasarana; Pendidikan; Penelitian; Pengabdian kepada Masyarakat; Luaran dan Capaian Tridharma. “Instrumen itu secara keseluruhan mengukur tingkat ketercapaian dan pelampauan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan standar yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi,” demikian diterangkan Ainur Rofiq saat sosialisasi kebijakan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0, Sabtu (3/11). Hadir sebagai narasumber, Dewan Eksekutif BAN-PT Prof. Dr. Ir. S.M. Widyastuti, M.Sc., serta Tim Penyusun Instrumen APT 3.0 dan APS 4.0 BAN-PT Saepudin Nirwan, S.Kom, M.Kom. Sosialisasi penyusunan laporan evaluasi diri dan laporan kinerja perguruan tinggi yang diselenggarakan UMM ini bekerjasama dengan BAN-PT dan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Selain itu, dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan sertifikat ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) oleh rektor UMM yang diwakili Wakil Rektor 1 yang membidangi akademik, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., kepada Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Prodi Manajemen, dan Prodi Peternakan. Dengan diserahkannya sertifikat AUN-QA itu, ketiga Prodi ini telah mendapatkan pengakuan untuk memiliki keselarasan, terutama dalam bidang jasa pendidikan dan jaminan mutu di tingkat Asia Tenggara. Disampaikan Syamsul, pada level nasional UMM sudah 10 tahun berturut-turut memperoleh Anugerah Kampus Unggul (AKU) Kopertis VII Jawa Timur dan juga akreditasi institusi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).  Selanjutnya, UMM ingin berkompetisi di level Internasional. “Sertifikasi yang diperoleh UMM pada level ASEAN tersebut nantinya akan meningkatkan pengakuan serta kompetisi mahasiswa dan alumni, terutama di level ASEAN,” pungkas Syamsul. Acara ini turut dihadiri Perguruan Tinggi Asuh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas PGRI Ronggolawe (Uniro). Juga, seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Jawa Timur. (*)

UMM Borong Medali di Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia

DUA BELAS atlet dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih 5 medali emas, 5 medali perak, dan 2 medali perunggu dalam ajang Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia di Ngawi, Jawa Timur, (28/10). Tahun ini, UMM mencatatkan raihan gemilangnya sejak rutin mengirim atletnya. “Tahun lalu hanya mendapatkan 2 emas dan 1 perak. Kita bersyukur tahun ini dapat perolehan 12 medali. Senang dan bangga dapat membawa nama UMM dalam kejuaraan ini,” terang Hadi Nugraha, ketua umum UKM Taekwondo UMM. Ajang kali ini mempertandingkan 2 nomor pertandingan, yaitu Kyoerugi dan Poomsae. Kyoerugi sendiri menggunakan bagan pertandingan dengan sistem gugur. Sedangkan Poomsae merupakan nomor yang menonjolkan teknik gerakan. Di nomor ini, peserta Poomsae melakukan battle keindahan gerak. Selain latihan regular 2 kali dalam seminggu, para atlet juga mengikuti training center yang sudah berlangsung selama satu bulan setengah sebelum kejuaraan. Mereka juga selalu menjaga berat badannya, agar saat penimbangan sesuai dengan kelas yang mereka ikuti. Saat ini mereka tengah mempersiapkan 20 atletnya untuk menghadapi kejuaraan UM Cup akhir November nanti. “Kedepannya kami akan meningkatkan lagi dan terus mencari atlet-atlet yang berpotensi untuk didelegasikan pada kejuaraan-kejuaraan yang akan datang,” imbuhnya. 12 mahasiswa peraih medali: 1. Faisal Burhanudin – Medali emas Poomsae pemula 2. Yogi Wahyudi – Medali emas Gyeorugi U-52 pemula 3. Muhammad Kadhafi – Medali emas Gyeorugi U-55 pemula 4. Lili Ernawati – Medali emas Gyeorugi U-40 pemula 5. Putri Pratiwi Rundju – Medali emas Gyeorugi U-49 pemula 6. Bima Al-Furqon – Medali perak Gyeorugi U-59 pemula 7. Gavra Dharmmesta Yusuf – Medali perak Gyeorugi U-47 Pemula 8. Muhammad Kautsar Khalifatullah – Medali perak Gyeorugi U-74 Senior 9. Hadi Nugraha – Medali perak Gyeorugi U-87 Senior 10. Farah Aulia Rahmah – Medali perak Gyeorugi U-87 Senior 11. Yolan Dwi Frianto Nugroho – Medali perunggu Gyeorugi U-54 Senior 12. Muhammad Luqman Hakim – Medali perunggu Gyeorugi U-68 Senior

UMM Suplai Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Malang

CURAH HUJAN yang tak menentu mengakibatkan sejumlah wilayah di Malang dilanda kekeringan. Sebutlah di Dusun Gunung Tumpuk Kelurahan Sidoluhur Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (2/11), bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lawang Kabupaten Malang menyalurkan air bersih ke wilayah tersebut. Akses yang dilalui tim dari UMM tidaklah mudah. Lokasi yang berada di dataran tinggi ini memiliki jalan yang rusak dan hanya dapat dilalui satu mobil saja. Untuk membawa 5000 liter tangki air bersih, setidaknya membutuhkan waktu hingga 3 jam. Warga Dusun Sidoluhur sangat antusias saat menunggu distribusi air bersih. Warga mengantri dengan membawa beragam wadah untuk menampung air. “Kedepannya, pendistribusian air bersih tidak hanya di wilayah Lawang saja. Kegiatan ini akan diperluas di daerah kekeringan lainnya. Rencana terdekat UMM akan mengirim bantuan air bersih ke daerah kekeringan di wilayah Singosari,” terang Hasim AM.d., koordinator bantuan air bersih UMM. Terhitung sudah tiga hari dusun ini tak lagi mendapat pasokan air bersih. Inisiatif UMM menyalurkan air bersih ke sejumlah daerah disebut Rektor UMM, Dr. Fauzan M.Pd. sebagai wujud pengabdian dan kepedulian UMM kepada masyarakat kurang beruntung. Wujud komitmen lainnya, UMM membantu masyarakat kurang beruntung, yakni dengan mengirim sejumlah relawan mahasiswa dan tenaga kesehatan Rumah Sakit untuk membantu meringankan beban akibat bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Tak hanya itu, UMM juga mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara program hibah Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia dari Kemenristekdikti bagi sejumlah mahasiswa Universitas Hamzanwadi, NTB. Sebaliknya, UMM juga mengirim 15 mahasiswa PGSD untuk mendapat program serupa. Di sana tidak hanya pembelajaran mengenai budaya pembelajaran universitas, melainkan juga ikut terjun langsung ke wilayah terdampak bencana di Lombok. “Di sana tidak hanya pembelajaran mengenai budaya pembelajaran universitas, melainkan juga ikut terjun langsung wilayah terdampak bencana di Lombok, tepatnya daerah Sambelia. Mahasiswa diajak untuk berpartisipasi untuk memberikan trauma healing atau pemulihan trauma di sekolah dasar serta membagikan sembako kepada korban bencana,” terang Fauzan. (bel/can)

PGSD UMM Selenggarakan Sistem Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa Lombok

KEBERADAAN teknologi informasi dan komunikasi yang begitu canggih dewasa ini menawarkan potensi besar untuk berjejaring antar perguruan tinggi. Hal ini sangat membantu dalam upaya pemerataan mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam kemampuan ilmu pengetahuan, teknologi (IPTEK) dan inovasi. Salah satu upayanya, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) melalui program hibah Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia di tahun 2018. Kementerian mempercayakan program itu kepada Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini melibatkan 15 mahasiswa yang menjadi peserta pertukaran mahasiswa dari Universitas Hamzanwadi, Lombok Utara. Mereka bakal menjalani program ini dalam satu semester melalui tatap muka dan daring (online). Menurut Erna Yayuk, S.Pd, M.Pd selaku kepala prodi PGSD UMM, hasil yang diharapkan dari program ini yakni untuk menambah wawasan kebangsaan dalam hal pertukaran budaya, terutama pada sistem perkuliahan. “Mahasiswa sebagai agent of change harus bisa hidup di tengah-tengah masyarakat yang serba teknologi. Kemudian, dilihat dari luasnya Indonesia tentunya akan membawa budaya yang berbeda-beda. Oleh karenanya, program ini tujuannya menambah wawasan kebangsaan dan meningkatkan rasa toleransi pada mahasiswa,” terang Erna saat diwawancarai, Kamis (1/11). Prodi PGSD menunjukkan ciri khasnya dalam pembelajaran inklusi anak kebutuhan khusus miliknya kepada mahasiswa dari Lombok. Selain pengenalan ciri khas sistem perkuliahan, dalam kegiatan itu juga mereka memperkenalkan yayasan pendidikan sekolah dasar milik UMM serta pembelajaran membatik. Program ini, sambung Erna, dikenalkan atas dasar penerapan visi dari Muhammadiyah untuk bangsa. Sebaliknya, Prodi PGSD UMM juga mengirim 15 mahasiswanya untuk mengikuti program serupa di Universitas Hamzanwadi. Di sana tidak hanya pembelajaran mengenai budaya pembelajaran universitas, melainkan juga ikut terjun langsung wilayah terdampak bencana di Lombok, tepatnya daerah Sambelia. Mahasiswa diajak untuk berpartisipasi untuk memberikan trauma healing atau pemulihan trauma di sekolah dasar serta membagikan sembako kepada korban bencana. “Mungkin banyak orang yang tidak bisa datang dan melihat kondisi saudara kita di Lombok secara langsung. Sehingga bagi saya, ini menjadi momen yang baik ketika saya dapat berbagi rasa dan kebahagiaan kepada korban secara langsung,” ujar Elys Sulistyowati, salah satu mahasiswa yang memberikan kegiatan trauma healing bagi siswa sekolah dasar korban bencana Lombok. (*)

Mahasiswa Bahasa Inggris Saling Pamer Media Pembelajaran di ELMO 2018

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar English Language and Education Department Media Expo (ELMO) 2018 di lantai 3,5 GKB I, Rabu (26/12). Pameran media pembelajaran ini merupakan rangkaian akhir dari mata kuliah Media dan Sumber Belajar. Mata kuliah ini diampu Laila Hikmah Nurbatra, MA., M. EdLead. Dan Eka Listianing  Rahayu, M. AppLing. Salah satu dosen pengampu mata kuliah, Laila memaparkan, event ini digelar sebagai wadah mahasiswa yang sedang mengampu matakuliah media dan sumber belajar. Yakni, diminta membuat desain media pembelajaran Bahasa Inggris. Pada ELMO tahun ini, peserta mencapai 60 kelompok. Setiap kelompok diberikan kebebasan untuk menentukan alat serta materi apa yang akan disajikan dalam media pembelajaran tersebut. “Yang terpenting, selain harus menarik juga harus dapat menunjang proses belajar mengajar di kelas nantinya. Laila mengaku terkejut dengan media pembelajaran yang dipamerkan,” sambung Laila. Menurutnya, mahasiswa sangat kreatif dalam mengaplikasikan materi Bahasa Inggris dan penggunaan teknologi. Sehingga media pembelajaran yang dipamerkan sangat beragam dan melebihi ekspektasinya. “Variasi media pembelajarannya sangat banyak, mulai dari bentuk kerajinan, boneka, software aplikasi komputer juga gawau, video blog atau Vlog, hingga Augmented Reality,” pungkas Laila. Salah satu peserta, Faiza mengungkapkan, mengaku sangat senang dengan ikut berpartisipasi dalam ELMO 2018. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bagus untuk melatih kreatifitas mahasiswa. “Karena dalam matakuliah ini kami dituntut bagaimana caranya mempermudah proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris, dengan media yang menarik dan sekreatif mungkin,” ujarnya. (iel/can)

Gelar Sholat Gerhana, Masjid AR Fachruddin Ajak Jamaah Hayati Kebesaran Allah

Setiap orang diantara kita mengimani bahwa seluruh keberadaan di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT. Gerhana bulan atau Super Blue Blood Moon padaRabu,(31/01/2018) merupakan salah satu fenomena alam sebagai bentuk keagungan Allah SWT. Secara hukum syariat, hukum sholat gerhana bulan atau matahari adalah  sunnah muakad, yaitu amalan sunah yang tidak ingin ditinggalkan oleh Rosulullah SAW. “Rasulullah mengatakan bahwa terjadinya gerhana matahari atau bulan itu tidak ada kaitannya dengan kematian atau kelahiran, jadi  ketika fenomena tersebut  terjadi, maka tunaikanlah sholat dan perbanyaklah doa serta sedekah. HR. Bukhori dan Muslim,”kata Ustad Ahmad Fathoni, LC., MAkhotib Sholat Gerhana di Masjid A.R. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM). Ketua Program Studi (Kaprodi)Pendidikan Bahasa Arab FAI UMMtersebut juga menyampaikan bahwa sholat gerhana bulan sendiri memiliki tujuan untuk menghayati salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. Karenanya, kita diperintahkan untuk bersujud pada-Nya. “Pelajaran yang dapat kita ambil dari fenomena gerhana bulan setelah 152 tahun silam dan terjadi lagi pada hari ini adalah bahwa kita sebagai manusia ini sangat kecil, sedangkan Allah maha kuasa, tambah Ustad Ahmad Fathoni. Selain itu sholat sunnah gerhana bulan juga untuk menundukkan diri pada Allah dan menyadari bahwa kelebihan-kelebihan yang kita miliki dan kita muliakan akan musnah dihadapan Allah. “Gerhana bulan ini merupakan salah satu kekuasaan Allah yang tidak bisa dilakukan oleh manusia yang sangat kecil ini, sehingga kita sebagai sesama ummat harus lebih ikhlas dalam tolong-menolong dengan tidak merasa lebih tinggi dan mulya.”. tambahnya. Salah satu Takmir Masjid A.R. Fachruddin, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa sholat gerhana bulan juga dapat menjadi moment pengingat kebesaran Allah. “Kita wajib mensyukuri dengan cara Sholat Gerhana, dengan berserah diri bahwa Allah itu Maha Segalanya,” kataWahyu Hidayat, salah satu Takmir Masjid A.R. Fachruddin.(mif/sil)

Sentra HKI UMM Dorong Dosen Patenkan Karya

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) patut berbangga sebab kampus putih ini memiliki lembaga sentra Hukum Kekayaan Ilmiah (HKI) dan telah mematenkan banyak kekayaan intelektual seperti sertifikasi hak cipta, merk, maupun hak paten. Hari ini, Rabu (31/01) lembaga Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UMM mengadakan workshop bertajuk “Pemetaan dan Penguatan Kekayaan Intelektual Bidang Sosial Humaniora dan Eksakta Keteknikan” bertempat di Auditorium Wakil Rektor I UMM. Acara ini diikuti oleh dosen-dosen muda perguruan tinggi Muhammadiyah dari berbagai wilayah di tanah air seperti Bengkulu, Sidoarjo, Ponorogo, dan Tangerang Ketua sentra HKI UMM, Dr. Ir. Agus Zainudin, MP menjelaskan bahwa tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pengajar perguruan tinggi tentang pentingnya hak cipta dan mendorong para dosen agar lebih produktif menghasilkan karya. “Kami memetakan beberapa potensi yang bisa didaftarkan hak patennya. Dengan demikian, akan banyak karya-karya dosen UMM yang tersertifikasi,” terang Agus. Sejak tahun 2003 hingga 2017, Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) UMM telah mengantongi tujuh sertifikat hak paten. Sementara itu, perolehan sertifikat hak cipta sejak tahun 2006 hingga 2017 sejumlah 159 dari berbagai program studi di UMM. Prof. Dr. H. Ishomuddin, M.Si selaku pemateri workshop menjelaskan bahwa HKI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seorang pendidik, khususnya dosen. “Sebagai seorang dosen, sangat penting memiliki karya baik berupa buku, penelitian, artikel, visiting lecture, ataupun tulisan-tulisan yang dimuat dibuku,” pungkas dosen Fakultas Agama Islam (FAI) yang telah memperoleh 27 sertifikasi hak cipta ini. Kedepannya, diharapkan worksop semacam ini dapat diadakan lagi mengingat betapa pentingnya pengetahuan tentang hak cipta. (lus/nim/sil)

Perdana, Mobil Kaca UMM Sebarkan Semangat Literasi ke Pulau Madura

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menggaungkan gerakan literasi. Memilih cara unik, gerakan ini dikemas dengan konsep Mobil Pintar. Melalui tangan-tangan terampil, mobil berjenis OB Van pemberian Bank Jatim dalam program CSR Bank Jatim Peduli ini ini telah di kreasikan UMM dengan ciamik menjadi mini perpustakaan. Tidak tangung-tanggung, mobil tersebut menampung 456 buku yang terdiri dari Ensiklopedia, Entrepreneurs, IT, Hobis, Peternakan, Pertanian, Muhammadiyah dan Islam Umum. Mengacu pada konsepnya, Mobil Pintar UMM ini disebut dengan Mobil KaCa (Kamis Membaca). Nantinya, Mobil KaCa UMM akan berkelana ke sekolah-sekolah, utamanya di Jawa Timur. Harapannya, Mobil KaCa UMM dapat meningkatkan budaya baca pelajar Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kepala Humas UMM, Joko Susilo mengungkapkan adanya Mobil Kaca menjadi salah satu bukti bahwa kampus putih memiliki target untuk terus mendidik anak-anak Indonesia. “Sama dengan misi UMM, mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai juga dengan semangat Al-Quran. Wahyu yang diturunkan pertama kali Iqro, membaca itu jadi literasi,” terang Joko. Dalam perjalanannya, Mobil Kaca mencerna baik slogan UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa. Terbukti melalui program K-A-N-C-A-N-E yaitu Kepo (Ketahui Potensimu), Ayo Dolanan, Coto (Konco Cerito) Babad, Aku Jurnalis, Nonton, dan EYL, UMM berupaya hadir memberdayakan pelajar. Kepo (Ketahui Potensimu) merupakan program yang digagas dengan Bimbingan Konseling (BK) UMM untuk memfasilitasi konseling gratis  serta mini tes psikologi bagi siswa, khususnya remaja. Sedangkan Ayo Dolanan merupakan pengenalan berbagai macam permainan tradisional sebagai upaya melestarikan kebudayaan Indonesia. Ada pula Coto (Konco Cerito) Babad untuk mendidik dan menginspirasi melalui dongeng maupun hikayat, Aku Jurnalis untuk mengedukasi cara menulis dan  program English for Young Learner (EYL) untuk belajar bahasa Inggris. Selain mengusung program yang lengkap, mobi ini juga dilengkapi fasilitas LED monitor, audio dan full soundsystem yang dapat digunakan untuk menampilkan film-film edukatif. Sejak Senin-Kamis (29/1-01/02) Mobil Kaca telah menebarkan gerakan literasi ke wilayah Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Salah satu pengunjung Mobil Kaca, Siti Aminah mengaku kegiatan ini merupakan yang pertama di Madura. “Enak ini karena bisa baca-baca disini, nggak perlu ke toko. Seperti saya yang mondok gini kan jarang keluar nggak tahu toko buku dimana, dengan ini jadi mudah membaca dan tau berbagai macam buku lain,” tutur Siti siswi kelas XII SMA Al Islah Sumenep Madura. (nim/sil)

Dua Dara Cantik UMM Usung Misi Perdamaian ASEAN Melalui ‘Diplomasi Kopi’

Terinspirasi oleh film besutan Angga Dwimas Sasongko Filosofi Kopi, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Olivia Afina dan Kayla  Azzahra menggunakan kopi sebagai media untuk menyuarakan perdamaian ke seluruh ASEAN. Keduanya mendatangi beberapa negara di ASEAN sembari  membagikan kopi yang dibungkus sendiri dengan menuliskan pesan singkat pada kemasannya. “Aku dan Kayla bawa kopi Indonesia yang kurang terkenal. Ada pesan yang ingin aku sampaikan tentang keberagaman ASEAN melalui kopi yang aku package itu,” ungkap Olivia. Mahasiswa semester delapan ini melanjutkan, menurutnya meminum kopi adalah sebuah tradisi konvensional masyarakat untuk berdiskusi. Secara tidak disadari, kebiasaan ini banyak menghasilkan pemikiran-pemikiran baru. “Kopi itu juga unik karena dia berkarakter,” ungkap salah satu delegasi Indonesia pada ASEAN-ROK Youth Exchange Visit di Kamboja tersebut. Olivia melanjutkan, tulisan pada bungkus kopi yang ia dan Kayla buat, bertujuan untuk menyebarkan pesan perdamaian di  ASEAN. Cara ini juga menjadi jalan bagi keduanya mengenalkan Indonesia sebagai negara yang  merepresentasikan keanekaragaman ASEAN. Sementara itu, dipilihnya ASEAN bukan tanpa alasan. Selain karena Indonesia adalah bagian dari ASEAN, banyaknya pendapat sumbang tentang ASEAN juga jadi pertimbangan. “Kita pilih ASEAN karena berangkat dari persprektif orang sekitar tentang ASEAN yang pesimis, useless, dan gak punya progress,” jelas Olivia. Satu tahun menjalankan misinya ke lima negara ASEAN seperti Thailand, Kamboja, Myanmar, Malaysia, dan Singapura bukan tanpa hambatan. Partner Olivia, Kayla mengaku,sď pernah suatu kali muncul rasa was-was dalam diri rekannya atas langkah yang tengah ditempuh. “Olivia khawatir. Takutnya nanti orang-orang yang ada disana mikir kita mau ngeracunin atau apalah. Tapi setelah kita niat dan jalan ternyata hampir semua orang yang kita kasih kopi ini merasa senang dan ngasih feedback yang postif,” ungkap Kayla. Selain mengkampanyekan tentang perdamaian melalui diplomasi kopi, Olivia dan Kayla juga membawa isu sosial budaya dalam misinya. Keanekaragaman ASEAN yang luar biasa menjadi bahasan penting pada setiap kunjungannya. “Aku berangkat dari isu sosal budaya, karena menurutku budaya itu bisa merepresentasikan setiap negara,” ungkap Olvia. Terus memperluas penyebaran pesan perdamaian, dua dara cantik ini juga mengabadikan perjalanannya dalam project video yang ia beri nama ‘Kuy Project’. “Tujuannya buat ngenalin ASEAN ke luar ASEAN melalui video,” tambah Olivia. Di akhir mereka berharap, kelak apa yang dilakukannya dapat berbuah manis. Olivia dan Kayla bahkan bercita-cita untuk membentuk sebuah organisasi yang khusus mewadahi para pekerja seni di ASEAN untuk melestarikan budaya negaranya masing-masing. “Karena pekerja seni ASEAN menciptakan keunikan budaya ASEAN,”pungkas Olivia. (nis/sil)

Prodi Kehutanan UMM, Satu-Satunya PTS Penerima Mandat Perintis PSPPI

Prestasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam bidang akademik kembali ditorehkan. Kali ini, program studi (prodi) Kehutanan UMM mantap menjadi perintis Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI). Bersama dengan 14 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lain, UMM langsung bersinergi dengan Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKTHut) sebagai salah satu dari 19 badan kejuruan dibawah Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Bertempat di Ruang Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta, Senin (23/1) tiga dosen dari prodi Kehutanan UMM telah dikukuhkan menjadi Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Insinyur Profesional Utama (IPU) oleh Dr. Ir. A. Hermanto Dardak MSc., IPU, selaku Ketua Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Disaksikan oleh Rektor UMM, Fauzan ketiga dosen tersebut dikukuhkan bersamaan dengan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar MSc., IPU, selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Dengan pengukuhan menjadi Insinyur Profesional tersebut, Insinyur Joko Triwanto, MP., IPU, Dr. Insinyur Nugroho Tri Waskito, MP., IPM, dan Tatag Muttaqin, S.Hut., MSc., IPM, telah siap mengawal PSPPI bidang kehutanan di UMM. Selanjutnya, bersama dengan program studi lain di Fakultas Teknik UMM, PSPPI UMM akan mendidik para calon Insinyur Profesional selama dua semester. Secara bersamaan para calon Insinyur tersebut akan berparaktek secara kolaboratif lintas kejuruan. “Kami optimis dalam mengemban amanah untuk melaksanakan PSPPI Kehutanan ini, demi mempersiakan para lulusan yang professional dalam bidangnya,” tandas Rektor UMM, Fauzan. Selaras dengan yang diungkapkan Fauzan,   Insinyur Joko Triwanto, MP., IPU, yang pada hari itu dikukuhkan menjadi Insinyur Profesional Utama menyatakan bahwa kedepannya semua tenaga kerja harus professional dalam bidangnya masing-masing. “Karena profesi tersebut tidak hanya berguna bagi mereka yang bekerja pada sebuah institusi tetapi juga bagi mereka yang bekerja mandiri secara professional,” tukas Joko. (nim/sil)