UMM Perkuat Kerjasama dengan Harper Adams University Inggris
KERJASAMA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Harper Adams University terus diperkuat. Kali ini, kerjasama tersebut fokus di bidang penelitian. Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM Soeparto menjelaskan, sudah tiga kali UMM menjalin kerjasama dengan kampus yang berpusat di Shropshire, Inggris tersebut. “Salah satu program yang akan segera dijalankan yaitu penelitian bersama dalam bidang probiotik,” jelas Soeparto terkait kunjungan Steve Buckle, perwakilan Harper Adams University, ke UMM, Selasa (25/10). Februari 2017 nanti, lanjut Soeparto, perwakilan Harper Adams akan kembali ke UMM untuk membicarakan tindak lanjut dari kerjasama penelitian tersebut. Tidak hanya itu, UMM juga sedang mengusahakan adanya join degree untuk program magister dan post-doktoral. Soeparto menyatakan, untuk mengawali program join degree tersebut UMM mengadakan program kredit transfer. “Bahkan Harper Adams juga menawarkan adanya sit in yaitu dosen UMM mengikuti perkuliahan di Harper Adams selama dua minggu dengan gratis,” jelasnya. Dosen UMM yang nantinya kuliah di Harper Adams juga turut menyebarkan Islam di Eropa. “Nantinya dosen UMM yang berangkat ke Inggris sekaligus melakukan diskusi dan penyebaran tentang Islam khususnya Islam Indonesia. Tapi yang bagian ini masih dalam masa penjajakan,” pungkas Soeparto. Selain kerjasama, Harper Adams University dalam kunjungannya juga memaparkan kondisi kampus dan juga beasiswa yang akan diberikan untuk UMM dalam beberapa program. Steve Buckle selaku perwakilan Harper Adams University menyatakan, universitas yang berbasis di tengah sawah itu terkenal dalam bidang pertanian, peternakan, tehnik. “Dengan biaya hidup yang lebih murah dari Australia dan Singapura, menjadikan Inggris bisa menjadi salah satu pilihan negara kuliah khususnya bagi yang sedang menempuh program magister dan post-doktoral,” ujar Steven. Beberapa prestasi yang sudah diraih Harper Adams University adalah kualitas pengajaran yang masuk dalam 10 peringkat teratas se-Britania Raya. Tidak hanya itu Harper Adams University, lanjut Steve, juga mendapat peringkat ke-6 dalam pengelolaan fasilitas dan pelayanan. “Beasiswa yang akan diberikan Harper Adams University berupa potongan pembayaran hingga 50%,” jelasnya. Pada presentasi tersebut disebutkan ada 12 jurusan yang bisa diambil oleh dosen UMM yang hendak menempuh program magister. Di antaranya, pertanian, agribisnis, peternakan, ekologi terapan dan entomologi. “Khusus untuk magister dalam bidang tehnik diharuskan mulai dari program sarjana bisa langsung mengambil program magister dengan estimasi waktu selama 4 tahun,” jelas Steve lebih rinci. (jal/han)
Universitas Yapis Papua Pelajari Pengembangan Kampus dari UMM

SETELAH sepuluh tahun sebelumnya mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mempelajari pengembangan fisik dan akademik, Universitas Yapis Papua (Uniyap) kembali datang ke UMM, Selasa (25/10) untuk belajar tentang pengembangan institusi dan sumber daya manusia, termasuk internasionalisasi. Rektor Uniyap Muhdi B Hi IbrahimMM menyatakan, kunjungan ke UMM selalu membawa sesuatu yang berarti bagi kampus yang dipimpinnya. “Kunjungan pertama, yang kami dapatkan dari UMM sudah diterapkan baik dalam pengembangan fisik maupun akademik. Kedua kalinya, kami juga ingin mendapatkan manfaat lain,” ujarnya. Bangunan UMM, menurut Muhdi, memiliki ciri khas tersendiri dibanding kampus lain. Selain itu, ada kesamaan antara Uniyap dan UMM, yakni sungai yang mengalir di dalam area kampus. “UMM dan Uniyap itu sama, sama-sama ada sungainya,” gurau Muhdi. Rektor UMM Fauzan menyambut baik kehadiran Uniyap. Dalam sambutannya, Fauzan memberi pemaparan terkait progress yang ada di UMM. Progress tersebut meliputi sistem pembelajaran, administrasi, serta kemahasiswaan. “Di UMM, dosen tak hanya harus bisa mengajar saja, tapi juga harus bisa manajerial, terlibat dalam proses, dan bersifat sederhana, tidak bermewah-mewahan,” ujarnya. Menurutnya, kemajuan sebuah kampus swasta salah satunya dikarenakan oleh mahasiswanya. Pelayanan yang baik pada mahasiswa, akan meningkatkan kepercayaan dan semangat berproses pada mahasiswa, yang akan berpengaruh pada kualitas institusi. Yapis, lanjut Fauzan, bisa menjadi benteng yang kuat di Papua. Hal ini bisa dimulai dengan mulai menerapkan orientasi pengembangan, memberi penekanan pada penguatan di bidang sumber daya manusia dan institusi. Fauzan mencontohkan, para profesor di UMM akan menjadi pembimbing bagi beberapa doktor demi mencapai gelar guru besar. Pada bidang akademik, hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat peta kepakaran dosen. Di UMM, saat ini, Fauzan tengah memotivasi agar para dosen memiliki gambaran akan menjadi ahli di bidang tertentu. Bidang kepakaran dosen itu akan diasah melalui bentuk pengajaran, penulisan, dan penelitian, hingga nantinya akan ada one department one product dan menjadi ikon tiap-tiap program studi. Pada bidang evaluasi, evaluasi mahasiswa untuk dosen menjadi hal yang juga disharingkan oleh Fauzan. Hal ini penting sebagai bentuk masukan dan peningkatan kualitas dosen. Di akhir, Fauzan berjanji suatu saat akan balas berkunjung ke Uniyap. Fauzan yakin, Uniyap memiliki peluang besar untuk menjadi kampus di Papua yang go international. (ich/han)
Muhammadiyah Itu Gerakan Filantropi yang Bervisi Kemanusiaan

SEKALIPUN status resmi Muhammadiyah di pemerintah adalah organisasi kemasyarakatan (ormas), namun oleh warganya, Muhammadiyah lebih dikenal sebagai gerakan. Pada lagu Mars Muhammadiyah (Sang Surya), salah satu baitnya terdapat kata-kata “Al-Islam agamaku, Muhammadiyah gerakanku”. Penamaan Muhammadiyah sebagai ormas atau yayasan, menurut Ketua Pimpinan Pusat MuhammadiyahHajriyanto Y Thohari, hanya untuk kepentingan formalitas kelembagaan. “Basisnya Muhammadiyah ya gerakan, karena warga Muhammadiyah habitatnya bergerak untuk kemajuan,” kata Hajriyantodihadapan 500an peserta Konsolidasi Organisasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Daerah (PDM) se-Jawa Timur, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (23/10). Sejak awal berdirinya, lanjut Hajriyanto, terlebih dalam beberapa dasawarsa masa-masa formasinya, Muhammadiyah lebih menampilkan sebagai gerakan amal (a philanthropical movement), bahkan gerakan amal par excellence. “Kyai Haji Ahmad Dahlan, sang pendiri, dan murid-muridnya adalah pribadi-pribadi yang tidak begitu tertarik dengan polemik-polemik keagamaan atau teologis, melainkan berkecenderungan sangat kuat pada kerja-kerja kemanusiaan, kedermawanan kepada sesama, sangat cinta sesama, dan gandrung pada pekerjaan-pekerjaan amal atau filantropis. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang pemurah, dermawan dan suka menolong pada sesama. Agama itu lebih mementingkan amal dari pada spekulasi-spekulasi teologis,” tutur Wakil Ketua Majelis Permuswaratan Rakyat Republik Indoneisa (MPR RI) 2009-2014ini. Belakangan, Hajriyanto menilai seiring dengan perubahan lingkungan strategis dalam berbagai bidang kehidupan, apa yang disebut Amal Muhammadiyah (AM) berkembang menjadi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Semua kegiatan atau bentuk AUM apapun, apalagi yang mengandung unsur profit yang menjadi kecenderungan baru dalam perkembangan Muhammadiyah dalam beberapa dasawarsa terakhir, pada sejatinya merupakan perluasan atau tambahan dan improvisasi yang datang belakangan. “Itu semua tidaklah otentik Muhammadiyah. Dus, tidak original. Jika pendirian sekolah-sekolah unggulan dan rumah-rumah sakit favorit saja tidak otentik Muhammadiyah, apatah lagi kegiatan politik untuk kekuasaan! Pasalnya, pada sejatinya Muhammadiyah yang otentik adalah gerakan etik dan filantropik. Bukan gerakan AUM yang disengaja untuk memperoleh sisa hasil usaha (SHU),” serunya. Tentu, Hajriyanto menegaskan, dengan mengatakan tidak otentik bukan berarti itu semua dilarang atau tidak diperbolehkan. Boleh saja Muhammadiyah terjun dalam bentuk pengembangan AUM, atau sekalian saja bisnis sekalipun, yang dimaksud untuk mengejar profit mengingat perkembangan dan dinamika kehidupan yang nyatanya telah berkembang sedemikian rupa sehingga perjuangan mewujudkan visi dan misi Muhammadiyah memerlukan sumber daya ekonomi yang kuat dan besar. Dalam penutup, Hajriyanto berpesan,semangat kerelawanan, cinta kasih dan kedermawanan kepada sesama adalah jati diri gerakan Muhammadiyah yang paling otentik dan orisinal. “Semangat dan atau karakter ini mungkin sangat tidak cocok untuk dibawa ke medan politik Indonesia yang semakin pragmatis, oligarkis, dan plutokratis seperti sekarang ini. Terbukti Muhammadiyah dan orang Muhammadiyah yang cenderung puritanistik itu seringkali kedodoran dan madek mangu dalam lapangan yang kasar ini. Dan dengan roh volunterisme dan filantropisme ini pula Muhammadiyah juga akan kesulitan untuk terjun dalam bisnis yang semakin cenderung kapitalistik ini. Maka jauh lebih mulia bagi Muhammadiyah untuk tetap tabah, kukuh dan setia dengan kerja-kerja mekanusiaan yang ikhlas yang mungkin sunyi sepi ini, kerja-kerja yang jauh dari kekayaan dan ketenaran pencitraan dunia glamour yang sarat dengan tepuk tangan kekaguman yang hingar bingar itu,” tukasnya. Sementara itu, agenda tahunan PWM Jawa Timur ini dihadiri 5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Yakni PDM Kota Batu, PDM Kota Malang, PDM Kabupaten Malang, DPM Kota Blitar, serta PDM Kabupaten Blitar, juga turut dihadiri sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah dari masing-masing PDM. (can/han)
UMM Siap Kembangkan Kelas Internasional Berbahasa Indonesia

WAKIL Ketua Badan Pembina Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP mendorong agar UMM dapat mewujudkan kampus kelas dunia melalui internasionalisasi bahasa Indonesia. Hal itu disampaikan Muhadjir yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada lawatannya ke UMM, Sabtu (22/10). Muhadjir berharap, UMM mampu mempelopori kelas internasional dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya. “Tujuannya, agar bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipelajari oleh mahasiswa asing dan tetap menjadi bahasa utama kita. Wajibkan mahasiswa asing untuk belajar bahasa Indonesia melalui BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing),” ujarnya. Muhadjir juga menghimbau agar para dosen di UMM tak melulu mengirimkan papernya ke jurnal internasional.“Karya Bapak-Ibu, yang dikirim ke jurnal internasional, akan malah membuat bahasa Indonesia tidak laku. Harusnya dorong jurnaldalam negeri agar punya rekognisi internasional, caranya buat jurnal internasional berbahasa Indonesia,” harap mantan Rektor UMM ini. Terlebih, kata Muhadjir, UMM diharapkan dapat menjadi rujukan bagi ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.Untuk itu, lanjutnya, program studi yang ada di UMM harus diperkuat. Hal ini merujuk pada empat sektor yang menjadi andalan pemerintah saat ini, salah satunya yaitu industri kreatif. “Prodi ilmu komunikasi di UMM itu salah satu yang siap diusung ke industri kreatif. Saat ini sudah bagus, tapi perlu lebih ditingkatkan, terutama di bidang grafis dan sinematografi,” ungkapnya. Mengamini hal tersebut, Rektor UMM Fauzan mengatakan, internasionalisasi di UMM tidak hanya mengharuskan kampus ini mengembangkan sayap kemitraan ke berbagai negara di dunia. Internasionalisasi juga berarti membuat warga asing lebih familiar dengan budaya Indonesia dan atrmosfer UMM. “Di sini, mahasiswa asing harus bisa berbahasa Indonesia. Mereka juga harus bisa menyatu dengan mahasiswa pribumi,” ujarnya. Terkait industri kreatif, Fauzan menjelaskan, saat ini Wakil Rektor III UMM tengah menyiapkan strategi agar mahasiswa siap merambah wilayah tersebut. Prodi Ilmu Komunikasi UMM yang sukses menyulap kampung kumuh menjadi kampung warna-warni Jodipan adalah salah satu buktinya. UMM, lanjut Fauzan, juga tengah melakukan peningkatan sumber daya manusia. Ada 14 profesor yang melakukan pendampingan intensif pada 74 dari 114 doktor di UMM untuk digurubesarkan. Di lingkup Wakil Rektor I, penataan akademik dan pelayanan administrasi dan pembelajaran kini tengah menjadi fokus. Sedangkan Wakil Rektor II terus melakukan perbaikan tata kelola di bidang keuangan. Silaturrahim dan arahan Muhadjir ini dihadiri oleh dekan, pembantu dekan I, II, dan III dari semua fakultas, kepala program studi, kepala badan,dan kepala lembaga se-UMM. Sebelum bertemu jajaran dekanat dan staf, Muhadjir sempat bertandang ke Student Day Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta menilik perkembangan pembangunan GKB IVUMM. (Humas UMM)
BPJS Ajak Mahasiswa UMM Sadar Urgensi Asuransi Kesehatan

FAKULTAS Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengadakan kuliah tamu sekaligus penandatanganan nota kesepahaman BPJS dengan UMM dan klinik Muhammadiyah Aisyiyah se-Malang Raya, Kamis (20/10) Digelar di Hall Dome UMM, kuliah tamu ini mengambil tema “Peran Dokter dalam Pelayanan Kesehatan Profesional di Klinik Muhammadiyah-Aisyiyah di Era JKN BPJS”. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Utama BPJS Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Fahmi Idris, M.Kes. sebagai pembicara. Tak kurang 400an yang terdiri dari mahasiswa strata 1 dan mahasiswa ko-ass FK hadir dalam kuliah tamu ini. Fahmi mengaku sangat mengapresiasi saat dirinya didapuk menjadi dosen tamu. “Saya rasa ini kesempatan besar untuk berbicara di depan mahasiswa Kedokteran, mengingat banyak hal yang harus saya sampaikan terkait BPJS dengan segala isunya selama ini,” ungkap Fahmi sebelum menyampaikan materi. Dalam paparannya, Fahmi menyebut bahwa BPJS mengusung konsep solidaritas sosial dengan prinsip gotong royong. Salah satu metode yang digunakan, kata Fahmi yakni dengan sistem iuran. Warga Indonesia yang tergolong mampu secara finansial akan membayar iuran, sedangkan yang kurang mampu akan ditanggung oleh negara. “Satu warga menderita gagal ginjal,” Fahmi mencontohkan, “Kalau ia harus cuci darah tiga kali dalam seminggu, 28 kali dalam sebulan, sudah berapa biaya yang harus dikeluarkan. Padahal, ia hanya membayar BPJS dua puluh lima ribu per bulan. Oleh karenanya butuh 75 orang sehat yang untuk mengawal saudara kita yang sakit ini. Inilah yang disebut dengan prinsip solidaritas berdasarkan gotong royong,” Fahmi menguraikan. Indonesia, lanjut Fahmi, merupakan negara dengan sistem asuransi kesehatan yang buruk di dunia. UMMsebegai institusi pendidikan yang menggandeng BPJS, dinilai baik oleh Fahmi karena bisa merekomendasikan mahasiswanya bergabung menjadi peserta BPJS. Salah satu cara yang dapat ditempuhyakni dengan memasukkan iuran asuransi kesehatan pada biaya pendidikan mahasiswa. Sementara itu, Dekan FK dr. Irma Suswati, M.Kes menyampaikan, tujuan diadakannya kuliah tamu ini sebagai bentuk urgensi karena FK perlu melahirkan lulusan yang mampu mengikuti program pemerintah. “Program pemerintah haruslah ditindaklanjuti dengan kompetensi dan profesionalitas lulusan FK UMM. Sehingga para calon dokter ini diharapkan mampu mengembangkan pelayanan di masyarakat, baik melalui praktek mandiri atau layanan sosial,” katanya. Diakuinya, amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah cukup banyak. Namun, hal tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah lulusan FK dari Universitas Muhammadiyah yang ada di seluruh Indonesia. Sehingga belum bisa memenuhi seluruh klinik yang dimiliki Muhammadiyah. “Bermitra dengan BPJS, lulusan FK bisa ditempatkan di klinik-klinik tersebut,” terangnya. Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur BPJS Malang, Direktur RS UMM, direktur RSIA Aisyiyah, perwakilan dari pemerintah Kota Malang, serta DPP Aisyiyah dan klinik-klinik Aisyiyah Muhammadiyah se-Malang Raya. (ich/can)
UKM Fair, Ajang Mahasiswa UMM Pamer Kreativitas

SELAIN kompetensi akademik, kreativitas mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui organisasi kemahasiswaan (ormawa) dinilai sangat penting. Dari ormawa itulah, mahasiswa dapat menggali dan melejitkan bakat yang dimilikinya. Karena itulah, bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), maraknya kegiatan mahasiswa yang diinisiasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) akan sangat produktif bagi pengembangan mahasiswa. Di sinilah pentingnya kehadiran UKM Fair yang digelar di Helipad UMM, Sabtu (15/10). Di UKM Fair kali ini, sebanyak 26 UKM dan 3 organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah memamerkan diri melalui stan-stan yang sudah disediakan universitas. UKM Fair merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Student Day yang juga dibuka hari ini. “UKM Fair ini juga sengaja dijadikan satu dengan pembukaan Student Day agar UKM dan ortom bisa bersentuhan langsung dengan mahasiswa baru,” jelas Zen Amirudin selaku Ketua pelaksana Student Day UMM 2016. Adanya UKM Fair ini, lanjut Zen, sekaligus ingin memperkenalkan semua organisasi yang ada di kampus kepada mahasiswa baru. Ibaratnya, UKM Fair ini open house-nya ormawa. “Kita ingin mahasiswa tidak hanya beraktivitas akademik saja namun juga berorganisasi untuk mengisi waktu luangnya,” jelas Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tersebut. UKM Fair juga menjadi ajang bagi ormawa untuk menampilkan diri melalui stan yang unik dan kreatif. “Setiap UKM dan ortom harus menghias stannya masing-masing dengan seindah dan sekreatif mungkin. Nanti di akhir acara akan diumumkan UKM dan ortom yang paling kreatif dan paling bersih stannya,” papar Zen. Sejak semalam, semua UKM sudah mulai menghias stan dengan berbagai aksesoris. Beberapa UKM bahkan membuat gerbang dengan tongkat seperti di stan UKM Pramuka. Berbeda dengan UKM Pramuka, UKM Tari Sansekerta juga menyajikan tarian di stannya. UKM Melukis Lentera juga menampilkan berbagai lukisan-lukisan kreatif. Sedangkan ortom Tapak Suci menampilkan silat. (jal/han)
Gelar Produk, Dekatkan Hasil Penelitian Pada Masyarakat

UNTUK mendekatkan hasil penelitian dosen, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Gelar Produk dalam rangkaian acara Seminar Nasional dan Gelar Produk (SenasPro) 2016 yang dihelat di Hall Dome UMM, Senin-Selasa (17-18/10) lalu. Koordinator Gelar Produk Hendra Kusuma menerangkan, acara tersebut merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen UMM. “Semua kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen kita tampilkan disini. Tujuannya untuk mengenalkan kepada msyarakat bahwa kita memiliki produk dari hasi penelitian dan pengabdian tersebut,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM tersebut. Selain mengenalkan, sebanayak 25 stand juga bertujuan mendekatkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Banyak hasil peneltian dan pengabdian masyarakat yang dimiliki UMM, namun tidak bisa diperlihatkan karena keterbatasan tempat dan barang yang terlalu besar. Seperti pengabdian masyarakat mikrohidro itu ada sebenarnya, pembuatan jembatan juga. Tentu tidak memungkinkan dihadirkan di tempat ini,” jelas Hendra lebih lanjut. Salah satu hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang sosial yakni tentang pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. “Hingga saat ini, Posdaya tersebut memiliki omset hingga 2 Miliar rupiah. Kita memperbaiki kesejahteraan masyarakat disana. Entah dari sisi pendidikan, ekonomi dan semacamnya,” jelas Dosen Ilmu Ekonomi Studi Pembangun (IESP) tersebut. “Tak hanya di bidang sosial”, lanjut Hendra, “pengabdian kepada masyarakat juga dilakukan di bidang lainnya. Misal bidang eksakta, UMM melakukan pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan teknologi mikrohidro sebagai pembangkit listrik di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Menariknya, danau tersebut juga dijadikan tempat pariwisata. Pengabdian dan penelitiannya bahkan berkembang hingga ke tercipta tempat pariwisata baru,” tuturnya. Di bidang ekonomi, UMM memperkenalkan galeri investasi tentang tata cara berinvestasi dan jual beli saham. Selain itu, stand tersebut juga mengajarkan bagaimana membaca dan menganalisa bursa saham. Gelar produk dibuka langsung oleh Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. bersama Wakil Rektor I UMM, Prof. Syamsul Arifin, M. Si dan Kepala DPPM, Prof. Dr. Ir. Sujdono, M. Kes. (jal/can)
Pembukaan Student Day, UMM Perkuat Visi ‘Green and Clean’

JALAN sehat menandai dibukanya Student Day 2016 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (15/10). Kegiatan ini mengusung tema ”Green and Clean: Aksi Nyata Mahasiswa UMM Menuju Indonesia Bersih dan Sehat” dan diikuti 6812 mahasiswa baru 2016. Tema tersebut merupakan tindak lanjut program “UMM Green and Clean” yang dicanangkan sejak 2013. Tahun ini, kata Rektor UMM Fauzan, program ini memberikan penekanan pada aspek ‘Green’, yaitu penghijauan. “Konteks penghijauan itu sangat luas. Tidak sekedar menanam pohon, tapi juga merawat dan melestarikan. Dampaknya, akan membuat suasana lebih segar dan menyehatkan bagi tubuh,” tuturnya. Rute jalan sehat dimulai dari helipad UMM, kemudian melewati stadion UMM dilanjutkan menyusuri jalan Tegal Gondo, melewati area persawahan dan berakhir di Gedung Student Center (SC) Kampus III UMM. Sepanjang perjalanan, mahasiswa dihimbau melakukan aksi bersih dengan memungut sampah yang ditemui. Harapannya, mahasiswa UMM dapat menjadi teladan dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitar kampus. Selain itu, juga dilakukan penyerahan pohon secara simbolik kepada sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas dan dibagikan kepada masyarakat sepanjang rute jalan sehat. “Secara terjadwal nantinya, 7000 pohon bakal ditanam di sejumlah titik di sekitar lingkungan kampus III UMM,” terang Ketua Pelaksana Student Day 2016, Zen Amirudin. “Ke depan, tema ‘Green and Clean’ ini tidak hanya termanifestasikan dalam bentuk jalan sehat. Selama kegiatan Student Day berlangsung, kegiatan akan disesuaikan dengan tema besar ‘Green and Clean’ ini,” papar Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini. Rektor menyatakan, Student Day ini dimaksudkan untuk mengindetifikasi kompetensi yang dimiliki mahasiswa baru UMM. Selain itu Fauzan juga beraharap Student Day dapat memberikan penguatan jati diri mahasiswa UMM. “Student Day adalah harinya mahasiswa. Mudah-mudahan di Student Day 2016 ini, mahasiswa baru dapat menemukan dan mengembangkan potensi dirinya,” kata Fauzan. Student Day 2016 akan berlangsung setiap hari Sabtu mulai 15 Oktober hingga 10 Desember 2016. Student Day merupakan agenda UMM yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade, yaitu sejak 1992. Sebagai puncak dari Student Day, diadakan Rector Cup yang meliputi kompetisi antar fakultas di bidang seni dan olahraga. (can/han)
UMM Jajaki Kerjasama dengan Universitas India

SETELAH menjalin kerjasama dengan 112 negara, kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan salah satu universitas terkemu di New Delhi, India Jawaharlal Nehru University (JNU). Penandatanganan tersebut disaksikan sejumlah mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) di Aula Teknik Gedung Kuliah Bersama (GKB) III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (18/10). “Saya berharap kerjasama ini nanti akan bisa membuahkan hasil yang positif kedepan untuk menjalin kerjasama antar dua perguruan tinggi ini,” terang Direktur Kerjasama Internasional JNU, Prof. Dr. Girish yang mewakili rektor NJU. Menanggapi hal tersebut, Rektor UMM Fauzan berharap, produk-produk unggulan baik itu produk research maupun sumber daya manusia yang dilahirkan Universitas Muhammadiyah Malang akan bisa juga menginternasional. “Kami berharap ada mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab yang nantinya juga akan jadi dosen di Jawaharlal Nehru University. UMM memiliki komitmen besar untuk mengembangkan kerjsama luar negeri, ” harap Fauzan. Untuk menguatkan hal tersebut, kata Fauzan, pada 2017 UMM mencanangkan mahasiswanya untuk tidak sekedar wajib mengikuti pelajaran bahasa inggris melalui program English for Spesific Porpose (ESP), akan tetapi mahasiswa UMM diharapkan mampu menguasai 2 bahasa lain, yakni Bahasa Arab dan Mandarin. “Ini semua dalam rangka agar pikiran-pikiran cemerlang yang saudara peroleh dapat terdistribusikan ke negara-negara lain. Yang lebih penting, untuk memberikan penguatan kompetensi mahasiswa UMM.,” tukasnya. Sementara itu, Kepala International Relations Office (IRO) UMM, Dr. Abdul Haris, M.A menyatakan kerjasama ini merupakan awal penjajagan antara kedua belah pihak. “Yang pasti, kerjasama nanti seputar bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat. Nanti akan kita tindak lanjuti kerjasama tersebut dengan beberapa kegiatan. Misalnya dalam waktu dekat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) akan mengirim beberapa orang untuk mengikuti pelatihan di sana. Selain itu, sesuai kesepakan, dosen bahasa Indonesia juga bakal diikutkan short course selama 4 bulan di sana,” terang Abdul Haris. Pasca penandatanganan MoU, Asisten Profesor, Centre of Arabic and African Studies School of Language, Literature and Cultural Studies (SSL & CS) Dr. MD. Qutbuddin menyajikan makalah bertema “Contemporary Trend of Arabic Teaching in India” dalam kuliah tamu prodi PBA. Selain itu, Assissant proffesor MPhil & PhD in International Relation NJU Dr. Gautam Kumar Jha juga turut menjadi pemateri dalam kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016 (SenasPro) yang tengah berlangsung di UMM, 17-18 Oktober. (Humas UMM)
Senaspro 2016, UMKM Binaan UMM Tampilkan Produk Beromset 2M

SEMINAR Nasional dan Gelar Produk (Senaspro) 2016 yang digelar oleh Direktorat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dibuka hari ini, Senin (17/10). Kegiatan dibuka Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof. Ocky Karna Radjasa MSi,. Sebanyak 151 peserta hadir memenuhi basement dome UMM. Dalam pembukannya, Ocky menyatakan apresiasinya terhadap UMM yang menggelar seminar nasional sekaligus gelar produk. “Jarang terjadi, seminar diadakan sekaligus dengan gelar produk. Oleh karenanya, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya. Ocky menilai, perlu ada perubahan paradigma pada para dosen perguruan tinggi yang biasanya fokus hasil riset hanya dalam bentuk publikasi dan punya hak paten. Oleh karenanya, Ocky mendorong agar hasil riset masuk dalam tahap komersialisasi. Ocky menyayangkan turunnya peringkat daya saing bangsa Indonesia dari peringkat 34 di tahun 2014 menjadi 37 pada 2015. Ada beberapa pilar yang menentukan sebuah bangsa kompetitif atau tidak. Salah satunya yakni market size. “Ada sekitar 240 juta penduduk Indonesia, tapi 60 persen daya saing masih dipegang oleh Amerika, China, dan Jepang,” paparnya. Dalam hal inovasi, Indonesia juga mengalami penurunan. Sehingga, perkembangan Iptek dan inovasi dinilai belum bisa mendorong daya saing bangsa. Oleh karenanya, melalui seminar nasional dan gelar produk ini, Ocky berharap akan mampu mendorong para dosen dari kampus-kampus di Indonesia untuk meningkatkan produtivitas dalam hal penelitian. Utamanya riset yang aplikatif untuk masyarakat. Kepala DPPM UMM, Prof. Dr. Sudjono, M.Kes. menyatakan, saat ini UMM bertahan pada urutan 17 dari 25 universitas yang masuk cluster mandiri dalam hal penelitian. Hasil-hasil ini ditelurkan dalam 3 judul buku yang dilaunching hari ini, yakni “Kepakaran dan Inovasi UMM”, “Membangun Negeri melalui KKN”, dan “Direktori Abstrak Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof Syamsul Arifin, M.Si. dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan salah satu tugas utama dosen yang tertuang dalam UU No. 14 tahun 2005. Dosen, lanjut Syamsul, sebagai pendidik professional sekaligus ilmuwan. Oleh karenanya, dosen mempunyai tugas utama untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Salah satunya melalui riset, sesuai dengan fokus bidang studi masing-masing dosen. “Forum ini juga menjadi perwujudan visi UMM untuk menjadi universitas yang terkemuka dalam hal pengembangan iptek berdasarkan nilai-nilai ke–Islaman,” tambah Syamsul. Sementara itu, di Hall Dome UMM, 25 stan ditampilkan kepada seluruh masyarakat. Tak hanya mengenalkan, UMM juga mendekatkan hasil penelitian dan pengabdian ini kepada masyarakat. Hendra Kusuma, kepala divisi UMKM DPPM UMM yang sekaligus menjadi koordinator gelar produk menjelaskan, 25 stan yang ditampilkan ini terhitung masih sebagian saja. Masih terdapat banyak hasil peneltian dan pengabdian masyarakat yang dimiliki UMM namun tidak bisa diperlihatkan karena keterbatasan tempat dan barang yang terlalu besar. “Seperti pengabdian masyarakat Mikrohidro itu ada sebenarnya, pembuatan jembatan juga. Namun, tidak memungkinkan dihadirkan di tempat ini,” jelas Hendra lebih lanjut. Dalam gelar produk ini, salah satu hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang sosial tentang pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di beberapa wilayah di Malang dan di Kota Batu. Salah satu Posdaya yang ada terletak di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan UMM melalui tahap analisis terlebih dahulu kemudian melakukan pelatihan yang cocok untuk daerah tersebut. Hingga saat ini Koperasi Posdaya di Kecamatan Wagir memiliki omset hingga 2 Miliar rupiah. “Kita memperbaiki kesejahteraan masyarakat di sana. Entah dari sisi pendidikan, ekonomi dan semacamnya,” jelas dosen Ilmu Ekonomi Studi Pembangun (IESP) tersebut. Tidak hanya dalam bidang sosial saja yang ditekankan, UMM juga menekankan pengabdian masyarakat dalam bidang eksakta. Di bidang tersebut, UMM melakukan pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan mikrohidro sebagai pembangkit listrik. Salah satunya di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yang hingga saat ini tidak hanya memanfaatkan mikrohidro saja. Menariknya, danau yang dibuat pembangkit listrik juga dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata. “Pengabdian dan penelitiannya bahkan berkembang hingga ke tercipta tempat pariwisata baru,” jelasnya. Di bidang ekonomi, UMM memperkenalkan galeri investasi yang memperkenalkan tentang tata cara berinvestasi dan jual beli saham. Di stan galeri investasi tersebut juga diperkenalkan bagaimana membaca dan menganalisa bursa saham yang sedang berjalan. Kampus lain yang turut berpartisipasi yakni Universitas Wisnuwardhana Malang yang memperkenalkan tas, dompet, dan baju hasil rajutan asli. Tak hanya Malang, pameran ini juga diikuti perguruan tinggi dari luar Malang. Salah satunya dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) yang memperkenalkan penelitian bernama Rumah Pintar. (Humas UMM)