Angkatan Ketiga, 19 Mahasiswa China Kuliah di UMM Melalui Sistem Kredit Transfer

SEBANYAK 19 mahasiswa asal Tongren University, China, baru saja datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka memulai kegiatan pertamanya di UMM melalui kegiatan pembekalan, Senin (19/9), sebelum nantinya akan kuliah di kampus ini hingga satu semester ke depan. Di UMM, mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi (prodi) di Tongren University ini akan menjalani sistem kredit transfer di UMM sesuai dengan prodi yang mereka ambil di Tongren. “Jadi, mereka bukan belajar pada prodi atau jurusan tertentu di sini, melainkan sesuai dengan mata kuliahnya saat di China. Contohnya, mereka ingin belajar seni atau drama, bisa kami ikutkan mata kuliah drama yang ada di prodi Bahasa Indonesia,” jelas Kepala Divisi Eropa dan Amerika International Relations Office (IRO) UMM, Drs Jarum MEd. Salah satunya adalah Zhang Mei, mahasiswi jurusan Secretarial Science di Tongren ini mengaku ingin mempelajari Bahasa Inggris untuk menunjang pekerjaannya di masa mendatang.  Zhang Mei lantas bergabung di prodi Pendidikan Bahasa Inggris di UMM. Mengenai sistem perkuliahan, kata Jarum, mereka akan menjalaninya sama laiknya mahasiswa UMM. “Mereka akan bergabung dengan kelas reguler seperti mahasiswa lainnya. Makanya, dosen yang mengampu mata kuliah yang akan diikuti mahasiswa China ini akan menyesuikan cara mengajarnya, yaitu menggunakan Bahasa Inggris. Modul perkuliahan juga disusun dalam Bahasa Inggris,” urai Jarum. Kerjasama UMM dengan Tongren University sudah berjalan sejak 2014 lalu. Tak hanya Tongren yang mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di UMM, sebaliknya, UMM pun mengirimkan delegasi mahasiswa untuk belajar di Tongren. Tahun 2016 ini adalah tahun angkatan ketiga Tongren mengirim mahasiswanya ke UMM. Sedangkan, UMM baru angkatan kedua di Tongren. Belajar dari pengalaman, UMM semakin meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa asing yang belajar di UMM. Oleh karenanya, tahun ini UMM mewajibkan mahasiswa asal China untuk memiliki asuransi kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Saat ditemui di sesi pembekalan, Zhang Mei, mengaku sangat senang bisa datang ke Indonesia, ke Malang, dan belajar di UMM. “World is big. Saya ingin tahu berbagai negara. Saya ingin belajar tentang Indonesia. Indonesia itu kaya, cantik. UMM juga sangat cantik, besar, dan indah. Danaunya, sama seperti danau yang ada di kampus kami. Mahasiswanya ramah, dan saya rasa mereka memiliki keyakinan yang kuat untuk belajar, itu yang berbeda dari kampus saya. Tidak ada alasan kenapa saya tidak belajar di UMM,” kesannya sambil tersenyum. (ich/han)

Guru Besar Matematika UMM Ini Urai Tiga Cara Berpikir Seorang Guru

MATEMATIKA merupakan pelajaran yang dipandang sangat sulit oleh sebagian orang. Sejatinya, matematika merupakan ilmu yang sering dipakai di kehidupan sehari-hari manusia. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Yus Mochammad Cholily MSi pada kuliah umum Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, Senin (19/9). Yus Cholily mengatakan, matematika berada di sekitar kita. Mulai dari kehidupan di dalam rumah hingga di luar rumah. Yus mengajak seluruh mahasiswa yang menghadiri kuliah umum untuk tidak takut pada matematika dan bisa mengajarkannya kepada murid-muridnya nanti. “Guru yang hebat itu adalah yang bisa membuat muridnya lebih hebat dari gurunya. Jadi kalian harus menjadikan murid kalian lebih hebat di bidang matematika,” ujar Ketua Prodi Matematika itu. Untuk membuat guru matematika menjadi hebat, perlu ada cara berpikir yang hebat juga. Cara berfikir yang seharusnya dimiliki oleh guru matematika, lanjut Yus, adalah yang menggunakan tigacara berpikir. Seorang guru matematika harus bisa berpikir menggunakan pikiran yang paling utama,kemudian menggunakan mata dan hatinya. Semuanya diawali dengan dari pikiran, karena dari pikiran itu dapat menemukan jawaban-jawaban yang benar dari permasalahan yang sifatnya matematis di sekitar kita. Yus mencontohkan dengan penggunaan lampu motor putih yang sangat terang. “Sebenarnya orang yang mengganti lampu motor itu belum mengerti bahwa lampu motor itu memang dirancang dengan warna kuning karena reflektor yang berada di sekitar lampu itu bukan dirancang untuk lampu putih. Akibatnya nanti reflektor akan semakin rusak dalam waktu yang sangat singkat,” jelas dosen teladan UMM 2006 tersebut. Yus menyebutkan, guru yang belum mengandalkan pikirannya dalam kehidupan sehari-hari akan ketinggalan ilmu. “Kekuatan dari matematika itu adalah dari cara berpikirnya,” ujar doktor lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu. Menurutnya, matematika adalah ilmu yang mengandalkan pikiran dan semua ilmu di matematika berawal dari pikiran. Semua mahasiswa matematika tidak boleh berpuas diri dalam belajar, karena kalau kita mau bersaing harus giat belajar. “Kuncinya agar bisa bersaing adalah belajar, belajar dan mau belajar,” sebut Yus. Dosen peraih penghargaan Satyalencana pada 2012 itu memberikan wejangan bahwa tidak ada yang instan di dunia ini. “Semuanya harus dilalui dengan sebuah proses. Tidak ada yang namanya cepat pintar atau cepat kaya karena semuanya harus melalui sebuah proses yang sangat panjang,” pungkasnya. (jal/han)

Enam Sertifikasi Pertanian Ini Bisa Diuji di FPP UMM

FAKULTAS Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK). Terdapat enam skema uji kompetensi yang bisa disertifikasi, yaitu kompetensi pertanian, kompetensi produksi unggas, kompetensi budidaya tanaman, kompetensi budidaya bunga, kompetensi pembibitan dan kompetensi fasilitator petanian organik. Ketua TUK FPP UMM, Dr Ir Henik Sukorini MP menjelaskan, TUK FPP ini merupakan satu-satunya TUK di Malang Raya yang sudah disetujui LSP Pertanian, dan telah diresmikan sejak April 2016. “Seluruh masyarakat, bisa mengikuti uji kompetensi pertanian ini, terlebih para petani, pengusaha pertanian, maupun pengelola pangan,” kata Henik di sela-sela kegiatan uji kompetensi pertanian yang berlangsung di UMM, Sabtu (17/9). Henik menekankan, di era MEA ini sebagian besar perusahaan meminta adanya sertifikasi yang dapat membuktikan keahlian seseorang di suatu bidang. Sementara bagi mahasiswa UMM, uji kompetensi menjadi bekal penting agar bisa terjun di dunia kerja karena telah memiliki kualifikasi yang tersertifikasi. Bagi Henik, dunia kerja yang kian mengglobal ini menuntut setiap orang memiliki keahlian, namun tidak semua orang memiliki sertifikat pengakuan sebagai bukti keahliannya tersebut. “Ketika mau mengekspor barang misalnya, nanti akan dipertanyakan apakah petaninya sudah bersertifikasi, apakah pengelola pertaniannya sudah bersertifikasi. Kalau belum, berarti perusahaan itu tidak sesuai standarnya,” ungkap Wakil Dekan III FPP UMM tersebut. Untuk pelaksanaan ujiannya, kata Henik, selain diawasi langsung oleh LSP, tim asesor kompetensi juga ikut mengawal berlangsungnya ujian yang dilakukan selama empat hari tersebut. “FPP UMM kini memiliki 8 asesor, kalau kurang kita bisa tambah dari universitas lain,” jelas dosen Agroteknologi tersebut. (jal/han)

Kedubes Ungkap Tiga Hal Penting Agar Lolos Beasiswa Australia

INTERNATIONAL Relations Office (IRO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia mengadakan kuliah tamu sekaligus presentasi beasiswa, Jumat (16/9). Acara ini menghadirkan perwakilan Kedubes yang menjabat Director of Development Partnership in Education, Sarah Lendon. Pada kesempatan ini, Sarah membeberkan kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah Australia di Indonesia terkait pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, Sarah juga memberikan pemaparan program beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Australia, yaitu Australia Awards Scholarships (AAS). “Ada banyak manfaat dengan mendapatkan beasiswa studi ini,” kata Sarah. “Di antaranya, pelatihan English for Academic Purpose (EAP) di Indonesia, visa, tes kesehatan, asuransi kesehatan, tiket pesawat kembali ke tanah air, serta biaya perjalanan untuk reuni keluarga khusus untuk program Master dan doktor,” lanjutnya. AAS memang memberikan fasilitas reuni keluarga untuk mahasiswa Master dan Doktor. Biaya transportasi pun ditanggung sepenuhnya. Namun, meski sudah ditanggung AAS, beberapa universitas tak jarang juga menyediakan fasilitas untuk program reuni ini. Ada tiga poin penting yang diuraikan Sarah yang harus dimiliki calon penerima beasiswa AAS. Pertama, tujuan mahasiswa yang ingin melanjtukan studi di Australia harus jelas. “Maunya apa? Ingin belajar apa, itu harus sudah terprogram. Serta, di universitas mana ingin belajar tentang hal itu.” Kedua, apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia. Sarah mengungkapkan pentingnya perencanaan tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia di samping kuliah, atau siapa saja yang harus ditemuinya untuk menjalankan rencananya. “Ketiga,” lanjutnya, “Apa yang akan dilakukan sekembalinya ke tanah air, ke Indonesia?” Sarah menjelaskan, mahasiswa harus sudah menuliskan langkah­langkah apa saja yang akan dilakukan sekembalinya ke Indonesia. Karena, dari pendidikan tinggi yang sudah ditempuh tersebut, Sarah menekankan kontribusi apa yang akan diberikan untuk lingkungan kerjanya, lingkungan tempat tinggalnya, dan untuk negaranya. Kepala Divisi Australia dan New Zealand IRO UMM, Rinjani Bonavidi PhD, mengatakan presentasi beasiswa semacam ini bukan pertama kali digelar. Sepanjang 2016, ini adalah presentasi kedua oleh Kedubes Australia. Sedangkan pada 2015 silam, terhitung lima kali Kedubes memberikan presentasi terkait program beasiswa. Yang terbaru dari kerjasama antara Australia dan UMM adalah akan adanya program New Combo Plan. “Ini adalah program oleh pemerintah Australia yang diperuntukkan bagi mahasiswa Australia untuk mendapatkan beasiswa belajar di Indonesia. Salah satunya ke UMM,” terang Rinjani. (ich/han)

Kuliah Tamu IP UMM, Konjen AS Ulas Sistem Pemilu Amerika

PROGRAM Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) menggelar kuliah tamu bertajuk “The Dynamic of Presidential Election in America”, Kamis (15/9). Kuliah tamu menghadirkan Konsul Jenderan Amerika Serikat (Konjen AS) Surabaya, Heather Variava, yang sehari sebelumnya, Rabu (14/9), menghadiri pameran pendidikan Amerika di UMM serta networking dinner bersama pimpinan UMM dan sejumlah delegasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Dalam paparannya, Heather Variava menjabarkan persamaan dan perbedaan sistem pemilihan presiden di Indonesia dan Amerika. Persamaan pemilu di Indonesia dan Amerika adalah sama-sama pemilihan langsung. Para kandidat berasal dari daerah pemilihan (dapil). Di Amerika, jelasnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya sebatas general rule, atau sekadar bentuk kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku. SedangkanKomisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) berperan penting terhadap pelaksanaan pemilu. Sebaliknya, kata Heather, di Indonesia KPUD adalah hanya sekadar representasi saja. KPUD bertindak sebagai kepanjangan tangan dari KPU, sedangkan KPU memegang peranan penting pada pelaksanaan pemilu presiden. Kepala Program Studi IPUMM, Hevi Kurnia Hardini MA menambahkan, suara terbanyak pada hasil pemilu presiden di Amerika tak menjadi patokan siapa presiden yang terpilih. “Di Indonesia, siapapun kandidat presiden yang mendapatkan suara terbanyak pada pemilu, ia akan menjadi presiden. Sedangkan di Amerika, hasil pemilu dari tiap state yang menjadi patokannya,” jelasnya. Hevi menguraikan, capres A mendapatkan suara  terbanyak daripada calon B. Akan tetapi, suara terbanyak ini hanya berasal dari beberapa daerah, sedangkan capres B mendapatkan suara dari lebih banyak daerah, maka capres B lah yang menjadi presiden. “Sehingga, jumlah daerah pemilih yang menjadi tolak ukur kemenangan presiden, bukan jumlah suara,” ujar Hevi mengintikan. Tak hanya tentang pemilu presidensial, Heather Variava juga membahas tentang sistem pemilu untuk anggota House of Representative dan senat. Di Amerika, pemilihan House of Representative atau setara DPR di Indonesia, dipilih tiap 2 tahun sekali dan presiden dipilih tiap4 tahun sekali. Sedangkan di Indonesia, baik DPR,DPD, maupun Presiden, dipilih tiap 5 tahun sekali. Kuliah tamu ini dihadiri oleh 50 mahasiswa IP semester 5 yang sedang menempuh MataKuliah Sistem Pemilu dan Kepartaian serta perwakilan kelas dan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan. Duatahun lalu,mahasiswa IP mengunjungi Konsulat Jenderal ASdi Surabaya, sedangkan 2015 lalu mengunjungi Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Hevi mengungkapkan semangatnya agar mahasiswa IP tak hanya belajar tentang pemerintahan lokal, tapi juga harus bisa bersentuhan dan berkomunikasi dengan organisasi atau lembaga asing di Indonesia. “Esensi sesungguhnya dari adanya kedutaan besar di Indonesia adalah untuk menjalin hubungan antar pemerintahan. Hubungan internasional ada, karena adanya hubungan antar pemerintahan. Jadi, ini tak hanya milik Hubungan Internasional semata, tapi juga pemerintahan.” (ich/han)

Networking Dinner dengan Kampus AS Perluas Jejaring Internasional PTM

SELEPAS Pameran Pendidikan Amerika yang diadakan pada pagi harinya, relasi Universitas Muhammadiyah (UMM) dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat AS dilanjutkan pada malam harinya, Rabu (14/9) melalui kegiatan Networking Dinner. Selain menghadirkan delegasi 17 kampus AS beserta penyalur beasiswa, UMM turut mengundang para rektor dan wakil rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dari berbagai kota dan provinsi. Beberapa delegasi PTM yang hadir di antaranya berasal dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta, Universitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Muhammadiyah Madiun, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hadir pula delegasi dari IKIP PGRI Madiun. Rektor UMM Fauzan mengatakan, kegiatan networking dinner ini menjadi kesempatan bagi PTM-PTM yang hadir untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dengan berbagai kampus dan institusi di Amerika. “Karena ini dinner, maka sifatnya santai, tapi sangat bagus dimanfaatkan untuk mengembangkan kerjasama antar negara,” ujarnya. Fauzan menambahkan, ada banyak skema kerjasama yang bisa dilakukan dengan kampus Amerika, di antaranya pengirimin dosen-dosen PTM ke berbagai universitas di sana. “Apalagi, ini kan yang datang langsung dari perwakilan kampus-kampus di Amerika, jadi bisa langsung membicarakan tentang rencana dan model kerjasama,” kata Rektor. Sementara itu Konsul Jendral AS Surabaya Heather Variava mengaku sangat terbuka untuk diajak berkomunikasi terkait kerjasama dengan para pimpinan PTM yang hadir pada acara networking dinner ini. “Contohnya UMM yang sudah lama menjalin kerjasama dengan kami, salah satunya yaitu persiapan relawan Peace Corps AS dalam bidang bahasa dan budaya,” jelas Heather. UMM, menurut staf Education USA Advising Center UMM Zaki Zulkarnain, memang telah memiliki kerjasama yang erat dengan berbagai kampus dan institusi di Amerika. Karena kuatnya kerjasama itu, UMM telah memiliki kantor Education USA Advising Center dan American Corner sebagai pusat informasi dan jejaring kemitraan. Hal itu menandai kuatnya kepercayaan Kedutaan Besar AS melalui pada UMM. (rin/han)

Pameran Pendidikan di UMM, Hadirkan 17 Kampus Amerika

BANYAKNYA kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan berbagai institusi di Amerika menjadi alasan utama Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) menjadikan UMM sebagai tuan rumah event besar, yaitu United States (US) Graduate School Fair 2016. Pameran yang berlangsung pada Rabu (14/9) ini dihadiri 17 universitas ternama dari AS. “Saat ini kurang lebih ada 9000-an mahasiswa Indonesia yang belajar di AS, kami mengharapkan angka itu semakin naik dan menjadikan AS sebagai negara buat tempat sekolah,” kata Konsul Jendral AS Surabaya, Heather Variava saat membuka pameran. Sementara itu, staf Education USA Advising Center UMM Zaki Zulkarnain mengatakan, kegiatan resmi tahunan Kedubes AS ini hanya diadakan di dua kota, yaitu Jakarta dan Malang. Di Jakarta, event dilangsungkan di Hotel JW Marriot pada tanggal 15 September. Zaki mengakui, luasnya kerjasama UMM menjadi keuntungan sendiri bagi kampus ini. Saat ini misalnya, UMM telah memiliki kantor Education USA Advising Center dan American Corner sebagai pusat informasi dan jejaring kemitraan yang menghubungkan akademisi Indonesia dengan institusi-institusi dan kampus-kampus di Amerika. UMM juga selalu dipercaya AS sebagai pengelola Pre-Service Training bagi relawan Peace Corps, Amerika. Bahkan bulan lalu UMM kembali dipercaya mendampingi badan kemiliteran AS, US Army, dalam latihan tempur. Karena itu, Zaki berharap para pelajar dan akademisi Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dapat memanfaatkan momen ini dengan berinteraksi langsung dengan perwakilan universitas dari AS. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan hal-hal penunjang lainnya, seperti pemberi beasiswa dari Fullbright dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), konsultan visa pelajar dari perwakilan konsulat, serta penyedia program internship atau magang. Peserta pameran juga mendapatkan tambahan materi yang berguna bagi para pelamar beasiswa AS, di antaranya yaitu tentang materi penulisan resume dan gambaran umum kehidupan perkuliahan di Amerika. “Saat ini, Education USA tengah berupaya melipatgandakan jumlah warga Indonesia yang belajar di AS. Karena itu, pameran ini kehadirannya sangat strategis,” jelas Zaki. Rektor UMM Fauzan berharap, dengan adanya pameran pendidikan ini mahasiswa UMM dapat terfasilitasi dengan baik untuk menempuh pendidikan ke luar negeri. (jal/han/acs)

Universitas Islam Riau Pelajari Tata Kelola Perguruan Tinggi di UMM

SEBANYAK 21 orang rombongan dari Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru, bersilaturahim ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (13/9). Kunjungan tersebut dimaksudkan mempelajari tata kelola perguruan tinggi, khususnya seputar pengelolaan kepegawaian dan hukum, pemeliharaan dan pengelolaan aset, administrasi umum, keuangan, serta kehumasan. Ketua rombongan UIR, yang juga Kepala Biro kepegawaian dan Hukum UIRDr ArdiansyahMH mengatakan, status UMM yang telah meraih akreditasi A merupakan pertimbangan utama dijadikannya UMM untuk belajar tata kelola perguruan tinggi. “Beberapa kali rektor kami sudah melakukan kunjungan kesini (UMM), dan kami direkomendasikan untuk studi banding. Apalagi kami lihat UMM memiliki unit bisnis yang luar biasa. Sehingga kami berharap dapat belajar pengelolaan unit bisnis untuk mendukung pembelajaran, kemahasiswaan dan lain-lainnya,” kata Ardiansyah yang juga merupakan Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Riau. Menurut Kepala Biro Administrasi Umum, Dr Muslimin Machmud MSi, dalam pengelolaan perguruan tinggi UMM, unit bisnis merupakan salah satu bagian penting dalam menunjang proses akademik. “Faktor pendanaan memang sangat penting. Tapi tentunya, selain itu banyak hal lain yang harus ditata, diperbaiki, sehingga akan memberi nilai khusus bagi akreditasi,” terang Muslimin. Terdapat 15 unit bisnis yang dimiliki UMM. Kesemuanya itu, lanjut Muslimin, dalam rangka menopang aktivitas akademik di UMM. “Jadi ibaratnya, ketika Doktor Ardiansyah menulis desertasi, maka tulisan utamanya adalah akademik. Yang bisnis ini adalah catatan kaki yang memberikan penjelasan juga penegasan terhadap tulisan utamanya itu,” kata dosen Ilmu Komunikasi UMM ini. Muslimin selanjutnya menjelaskan tentang tugas, fungsi, serta alur kerja berdasarkan standar yang telah ditentukan dari masing-masing unit dan badan tersebut. Sementara itu sekretaris Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum memberikan pemaparan tentang peran dan fungsi Humas UMM. “Ada empat bagian yang menjadi tugas utama Humas di UMM yaitu media relations, cipta visual, protokoler dan kerjasama,”ujar dosen Prodi Bahasa Inggris ini.(acs/han)

Idul Adha, Momen Pencerahan dan Penguatan Ke-Islaman

SESUAI amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Idul Adha 1437 Hijriyah dilaksanakan pada `Senin, 12 September.  Hadir sebagai khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha di lapangan Helipad Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dewan Pertimbangan Presiden RI Prof Drs HA Malik Fadjar MSc. Dalam khutbahnya, Malik Fadjar berpesan, hari raya Idul Adha sesungguhnya mengandung makna yang paling dalam dan mengesankan bagi sejarah umat manusia. Hal tersebut diabadikan di dalam al Quran dan sekaligus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keIslaman kita. “Pengulangan pengucapan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil dalam momen Idul Adha merupakan bentuk penegasan bahwa di dalam diri kita tersemat suatu perasaan, satu keyakinan bahwa tidak ada tuhan selain Allah,dan Rasulullah adalah utusan Allah,” kata Malik. Selain itu, seluruh ajaran-ajaran dalam pelaksanaan Idul Adha merupakan bagian penting, begitu juga seluruh ajaran rasulullah yang selalu kita amalkan untuk menjadikan bagian dari tata kehidupan kita sebagai seorang muslim. Sehingga menurutnya, perayaan Idul Adha juga merupakan hari pencerahan sekaligus penguatan kembali rasa ke Islaman. “Sehingga ke Islaman kita yang kita peluk ini dapat dijalankan dengan penuh kesadaran, penuh keyakinan dan penuh rasa kejiwaan yang sangat mendalam,” lanjut Malik. Untuk menegaskan hal tersebut, Malik juga mengutip perkataan seorang sufi penyair Jaluludin Rumi, yang menyatakan bahwa keberagamaan Islam yang dilaksanakan dengan penuh kejiwaan yang mendalam, akan dapat menyuburkan di dalam benak hati kita, di dalam benak pikiran kita, untuk selalu hidup dalam suasana yang menggembirakan, menyenangkan dan selalu menghormati tata kehidupan kita bersama, baik sesama manusia, maupun dengan lingkungan hidup kita. Sementara itu, menurut ketua pelaksana kurban Dr Ihyaul Ulum MSi., tahun ini UMM mendistribusikan 7 sapi dan 39 kambing. Beberapa di antaranya langsung disembelih di UMM Kampus II dan Kampus III untuk kemudian dagingnya didistribusikan, beberapa yang lain dibagikan ke berbagai daerah dalam bentuk hewan, sementara tanggung jawab penyembelihannya diserahkan pada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). (can)

Dorong Inovasi Mahasiswa, UMM Datangkan Ilham Habibie

UNIVERSITASMuhammadiyah Malang (UMM) tak henti berikhtiar meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menciptakan beragam inovasi. Hal inilah yang melatarbelakangi Fakultas Teknik (FT) UMM menghadirkan Dr.Ing.Ilham Akbar Habibie MBA, pakar penerbangan Indonesia. Sabtu (10/9), putra BJ Habibie ini hadir sebagai narasumber kuliah umum bertajuk “Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan” yang digelar di basement UMM dome. Menurut doktor yang lahir dan besar di Jerman tersebut, teknologi merupakan bentuk penerapan dari ilmu pengetahuan. Sehingga, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) adalah dua hal yang tak terpisahkan. “Yang kita pelajari berupa ilmu pengetahuan ini, istilahnya masih merupakan bahan mentah saja. Bahan mentah berupa ilmu ini yang harus kita terapkan melalui teknologi. Inovasi terjadi sebagai hasil penerapan Iptek, sedangkan kewirausahaan merupakan terapan dari inovasi,” urainya di hadapan 1085 mahasiswa baru yang hadir. Dunia industri saat ini, lanjut Ilham, sedang berada di bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ilham menganalogikannya melalui  2 merk mobil, Mercy dan Kijang. Dari sisi harga, Mercy jauh lebih mahal dari Kijang. Tapi ketika keduanya mengalami kecelakaan dan hancur, lalu bahan penyusun kedua mobil tersebut dijual, harganya akan menjadi sama. “Bahan penyusun Mercy dan Kijang sebenarnya sama, ada besi, baja, dan lain-lain. Implementasi dari ide menjadi teknologi, teknologi menjadi inovasi, dan inovasi yang dijadikan wirausaha inilah yang menjadikan nilai jualnya mahal. Saat ini, Indonesia lebih banyak mengekspor barang-barang komoditas, alias bahan baku penyusun itu, bukan hasil industrinya,” terangnya. Dari pemaparannya ini, Ilham juga memotivasi pada mahasiswa Teknik Mesin, Elektro dan Informatika yang hadir untuk menciptakan inovasi-inovasi. “Industri adalah lokomotif ekonomi masa depan. Mari kita bangun industri, apa pun jenis industrinya. Kalau sejauh ini Indonesia baru menjual komoditas, para insinyur, para lulusan teknik seperti kita inilah yang mempunyai  nilai plus untuk membuat produk, menciptakan inovasi, tak hanya komoditas saja,” beber Ilham. Ilham berpesan, dengan teknologi yang semakin canggih, mahasiswa harus semakin tahu apa yang dibutuhkan oleh negara dan dunia. Dari sini, mahasiswa harus berpikir untuk lebih inovatif. Dengan menjadi mahasiswa yang inovatif, mahasiswa akan tahu tujuan dari pekerjaannya di masa mendatang, sehingga bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Sementara itu, Dekan FT Ir Sudarman,MT. dalam sambutannya mengungkapkan,percepatan kemajuan FT tak lepas dari dukungan keluarga Habibie. “BJ Habibie beberapa kali berkunjung ke UMM. Salah satu dukungan terbesarnya adalah sumbangan mesin yang masih digunakan mahasiswa untuk praktikum sampai sekarang. Kalau hari ini Pak Ilham yang datang, ini adalah Habibie junior,” ungkap Sudarman yang juga alumni FT UMM.(ich/can)