Seminar Internasional Berbahasa Indonesia di UMM Kaji Glokalisasi dan Sosial Politik

Beragam pembicara internasional dan akademisi lintas budaya hadir dalam seminar internasional berbahasa Indonesia bertajuk ‘Glokalisasi sebagai Peluang dan Tantangan Sosial Politik Kontemporer’ yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 20 November lalu. Beberapa di antaranya juga berkesempatan membagikan pandangan mereka terkait bagaimana globalisasi memengaruhi konteks lokal di berbagai aspek, termasuk budaya, politik, dan media sosial. Ada sederet pembicara utama yang memberikan perspektifnya dalam agenda itu. Misalnya Mohammed Bosha dari International University of Africa yang membahas pentingnya menepis stereotip budaya yang seringkali melekat pada benua Afrika. Menurutnya, Afrika adalah benua yang kaya akan keragaman budaya dan inovasi, bukan sekadar cerita konflik dan krisis. “Upaya glokalisasi memberikan peluang untuk memperkenalkan sisi lain Afrika yang penuh potensi dan kedamaian. Maka stereotip yang biasanya ditujukan pada kami, harus dihilangkan,” jelasnya. Sementara itu, Grady Ryan Mitchell dari California State University San Marcos mengulas perbandingan sistem demokrasi di negaranya dengan Indonesia. Ia menyoroti bagaimana demokrasi di era global mengalami transformasi besar akibat pengaruh media dan teknologi. Menurutnya, demokrasi di Indonesia memiliki dinamika yang unik, di mana pengaruh lokal dan global saling bertemu. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat sistem politik yang ada. Sedangkan Annisa R. Beta dari University if Melbourne juga turut menyoroti perubahan identitas generasi muda akibat perkembangan media sosial. Ia menjelaskan bagaimana platform media sosial seperti Instagram dan TikTok tidak hanya menjadi tempat berbagi, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya perempuan muda. “Media sosial menjadi ruang negosiasi identitas di era modern, di mana budaya lokal tetap dapat bersinar meski dalam konteks global. Ini juga menjadi peluang yang bisa kita maksimalkan,” ujarnya menegaskan. Adapun seminar tersebut merupakan bagian dari program tahunan FISIP UMM yang dilaksanakan sejak 2022 lalu. Ini juga sebagai upaya membangun dialog lintas budaya dan mempromosikan pemahaman terhadap isu-isu global. Wakil rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D. menekankan bahwa glokalisasi adalah fenomena yang harus disikapi dengan bijak. “Glokalisasi bukan hanya tantangan, tetapi peluang bagi kita untuk tetap relevan di dunia yang terus berubah sambil menjaga kekayaan budaya lokal kita,” tegasnya. Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan peserta seminar untuk membahas langkah strategis menghadapi glokalisasi. Dengan semangat kolaborasi dan inklusivitas, diharapkan seminar ini dapat menjadi inspirasi bagi akademisi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era modern. (vin/wil)

Dukung Program Makan Gratis, Tim UMM Ajari Siswa SMK Rawat Pedet Perah

Dalam rangka mendukung keberhasilan sektor peternakan di Indonesia, tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berikan edukasi intensif mengenai pemeliharaan pedet perah jantan pada para siswa SMK peternakan. Salah satunya dilaksanakan di SMKN 1 Wonosari Malang, pertengahan November ini. Ketua tim Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP. menjelaskan, program ini bertujuan memberikan wawasan tentang potensi pemeliharaan pedet sebagai bisnis yang menjanjikan. Ini juga menjadi cara untuk memajukan sektor peternakan nasional. Apalagi ada banyak tantangan yang dihadapi Indonesia dalam aspek ini. “Misalnya saja rendahnya produktivitas ternak, kualitas pakan yang kurang optimal, serta tingginya angka kematian pedet akibat pengelolaan yang kurang baik. Edukasi ini memberikan solusi konkret dengan membekali siswa keterampilan tentang manajemen pemeliharaan pedet perah jantan,” katanya. Dalam prosesnya, ia tidak sendiri. Listiari ditemani Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes dan Ir. Ali Mahmud, M.Pt. dari Fakultas Pertanian Peternakan UMM. Ia melanjutkan, pedet perah jantan sering kali diabaikan karena dianggap kurang bernilai dibandingkan pedet betina. Namun, dengan edukasi yang tepat, siswa dapat memanfaatkan potensi pedet jantan sebagai sumber daging berkualitas atau tenaga kerja. Penggunaan teknologi dalam peternakan juga diajarkan dalam program ini sehingga bisa menghadapi era digital dan industri 4.0. “Pemeliharaan pedet perah jantan secara intensif dapat meningkatkan produksi daging lokal, yang pada gilirannya membantu mengurangi ketergantungan pada impor daging sapi. Dengan membekali siswa pengetahuan tentang manajemen usaha yang baik, mereka dapat membantu keluarga atau komunitas peternak di daerah mereka untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan,” tegasnya menambahkan. Beberapa materi yang diberikan pada siswa SMK di antaranya manajemen pakan berkualitas yang membahas jenis pakan yang sesuai dan materi mengenai kesehatan ternak yang meliputi vaksinasi pengendalian penyakit, dan kebersihan kandang. Bahkan juga diajari tentang penggunaan teknologi untuk peternakan serta simulasi usaha dan kunjungan kerja. “Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah, maka akan banyak peluang dari sektor peternakan. Terutama dari peternakan sapi perah yaitu dengan adanya penambahan susu gratis dalam program MBG. Dengan adanya rencana penambahan populasi sapi perah, maka bertambah pula jumlah pedet yang dilahirkan. Yang betina jelas untuk regenerasi, sementara yang jantan untuk penggemukan dan dijadikan pedaging,” kata Ali, anggota tim. (*/wil)

Penasihat Presiden di Wisuda UMM: Semua Harus Siap Berubah di Era Digital

Para sarjana tidak boleh terpaku dengan apa yang sudah diraih, tapi harus siap berubah dan beradaptasi di era digital yang serba cepat. Hal itu ditegaskan Penasihat Presiden RI Prof. Muhadjir Effendy di hadapan raibuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agenda yang dilaksanakan pada 19 November itu juga dihadiri sederet tamu untuk memberikan motivasi pada para wisudawan baru. “Dunia terus berubah dengan cepat dari waktu ke waktu. Ini dunia tengah memasuki era digital teknologi dan informasi yang menjadi kebutuhan mutlak dan mendasar bagi masyarakat. Maka, anak-anak muda harus bisa beradaptasi dengan baik dan memanfaatkan peluang yang muncul,” katanya. Muhadjir bercerita bahwa perubahan itu tak lepas dari pengenalan algoritma dasar yang ditemukan oleh ilmuwan muslim Al-Khawarizmi sekitar 600 tahun yang lalu. Teori yang telah dicetuskan oleh Al-Khawarizmi bisa saja tidak langsung memberikan dampak di masa itu, tetapi di masa depan atau tepatnya sekarang di manateori algoritma ini menjadi sangat bermanfaat dan digunakan oleh seluruh masyarakat di dunia. Terkait menjadi alumni UMM, ia menegakan bahwa para wisudawan harus memiliki mental pekerja keras dan pantang menyerah. UMM sudah menjadi menjadi rahim kedua bagi seluruh mahasiswa yang menempuh perjalanan pendidikannya di Kampus Putih. “Jangan pernah risau dengan pilihan di perjalanan hidup diri kita. Apabila kita merasa tidak bisa bersaing dengan yang lain, jangan patah semangat tapi teruslah mencari tempat lain untuk mengambil peluang baru. Terakhir, saya berpesan bahwa apa yang terjadi hari ini adalah impian kita kemarin, tugas kita hari ini adalah membangun impian untuk esok hari,” pesannya. Di sisi lain, Foudner Social Capital Innovation Impact Hub Singapire Aldrin Tee membagikan pengalamannya. Ia menjalankakn sebuah rganisasi yang bergerak di dunia inisiatif dengan tujuan untuk mendorong inovasi, kewiraausahaan sosial, serta pengembangan komunitas. Menurutnya, ada beragam perubahan yang terjadi di era ini. Hal yang perlu diperhatikan adalah sikap disiplin dan kerjasama yang dimilliki oleh setiap individu. “Kami belajar banyak dari berbagai teknologi seperti AI, drone, dan big data dan lainnya. ini merupakan bagian dari inovasi positif yang bermanfaat untuk masyarakat. Maka dari itu, saya mengajak teman-teman wisudawan UMM untuk dapat menciptakan inovasi sebagai solusi,” katanya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan bahwa keberhasilan UMM di kancah nasional maupun internasional tak lepas dari komitmen Kampus Putih dalam meningkatkan kualitas atmosfer akademik di lingkungan kampus. Seperti halnya meningkatkan kualitas infrastruktur kampus, sumber daya manusia pengajar, hingga layanan yang terbaik kepada para mahasiswanya. “Begitupun dengan program unggulan yang mengasah dan meningkatkan teknologi digital bagi seluruh mahasiswa dari semua program studi. Mulai dari Center of Excellence (CoE) hingga pelatihan bahasa pemrograman untuk para mahasiswa. Semua dilakukan agar para lulusan bisa siap mengahadapi masa depan,” pungkasnya. (*/zaf/wil)

Tim Mahasiswa UMM Kampanyekan Kesehatan Mental lewat Fashion

Trend fashion di era saat ini terus berkembang. Muncul banyak inovasi dan kreasi yang muncul, termasuk brand fashion mengampanyekan pentingnya kesehatan mental. Hal itulah yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui bisnis fashion bernama Manasika Svasthya. Brand ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat indonesia akan pentingnya kesehatan mental melalui produk. Tim ini beranggotakan Elissa Anugrah Fatah, ⁠Tiara Anjelia Ayu Kartini, Muhammad Farrel Yusuf Dan Elliyana dari manamejen dan Uni Fitratunnisa dari akuntansi. Menurut Elissa, pemilihan fashion sebagai cara mengkampanyekan mental health dipilih karena banyak digemari masyarakat. dengan begitu pesan yang disampaikan bisa lebih mudah. Dalam pembuatan produk ini, ada dua versi yaitu koleksi untuk fashion show dan untuk komersil ke masyarakat umum. Versi pertama hanya dibuat untuk fashion show dan diperuntukkan bagi fashion stylist, duta, dan putri indonesia karena desain yang sangat artistik. Kemudian versi kedua diepruntukkan sebagai produk komersial masyarakat umum. Beberapa bentuknya meliputi blouse ‘oshna blouse’, outer ‘jivala outer’ dan skirt . Tim mereka juga menyediakan grup Whatsapp sebagai wadah menceritakan masalah dan isi hati para konsumen. Kemudian juga menjalankan workshop bagi para konsumen, khususnya yang mengenai manajemen kesehatan mental. “Kamu juga sudah bekerjasama dengan ibu-ibu PKK dalam menjalankan program ini. Tidak hanya dalam workshop tapi juga produksi barangnya. Kami menggunakan bahan serat alam yang sangat bagus sehingga bisa lebih mudah menyerap keringat dan berbahan lembut,” katanya. Nama-nama pakaian yang dibuat juga memiliki pesan dan makna psikologis, sesuai dengan nama Manasika Svasthya yang diambil dari bahasa sanskerta. Memiliki arti kesejahteraan atau keselarasan mental seseorang. Mereka juga menyalurkan filosofi mental health terhadap produk menggunakan cerita psikologi untuk mendesain dan menyebarkan pesan positif. Menariknya, selama tiga bulan, mereka sukses meraup keuntungan sebesar Rp20.486.616. Tidak hanya fokus pada hasil, mereka juga membantu para konsumen dengan mewadahi curhatan and masalah yang dihadapi. Elissa dan tim berharap, produk fashion ini mampu menyebarkan pesan akan pentingnya kesehatan mental pada masyarakat. “Kami ingin, konsumen yang membeli produk kami dapat merasa terangkul saat sedadng mengalami masalah. Tidak merasa sendiri karena selalu ada yang mau membantu,” katanya mengakhiri. (wil)

Dosen dan Tendik UMM Dibekali Peningkatan Literasi Quran

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus meningkatkan kompetensi sivitas akademikanya. Terbaru, Kampus Putih mengawali kegiatan rutin Development of Quranic Literacy Program (DQLP) pada 16 November 2024. Turut aktif ribuan dosen dan pegawai pada agenda yang diselenggarakan oleh Biro Pengembangan SDM dan AIK tersebut. Adapun DQLP merupakan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan literasi Alquran serta membangun atsmosfer qurani. Kepala Biro Pengempangan SDM dan AIK Dr. Pradana Boy menerangkan bahwa agenda ini menjadi upaya penyeimbang kehidupan. Tidak hanya fokus pada dunia dengan bekerja, tapi juga memenuhi kebutuhan spiritual sivitas akademika. “Program ini akan berjalan seriap minggu untuk memberikan ruang peningkatan spiritual. Tidak bersifat paksaan dan memang berangkat dari kesadaran bapak dan ibu,” ujarnya. Ada enam peminatan yang bisa dipilih oleh dosen dan pegawai. Mulai dari tafhim, tafsir, tahfiz, tilawah, tahsin, dan tartil. Sebelumnya, para peserta juga sudah dites agar bisa sesuai dengan kelas-kelas yang tersedia. Adapun instrukturnya merupakan tim yang memiliki keahlian di bidangnya, terutama dari lembaga lembaga keislaman di UMM. Boy menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki mottot ‘arrujuk ila quran wassunnah’ yaitu kembali pada Alquran dan sunnah. Maka, bagaimana bisa menjalankan motto tersebut jika tidak memliki keterikatan dengan Alquran yang menjadi landasan kehidupan manusia. “Sifatnya fleksibel dan harapannya bapak ibu bisa belajar Alquran dengan riang gembira. Yang terpring adalah bagaimana peserta bisa mendapatkan makna dari DQLP,” tegasnya. Adapun para peserta diharapkan bisa memahami dengan baik masing-masing materi sesuai kelompok peminatan dalam 16 kali pertemuan. Agenda ini juga mengelurkan sertifikat kompetensi sebagai unsur pendukung indeks kinerja dosen dan indeks kinerja karyawan. Di sisi lain, salah satu peserta Lintang Rinukti mengaku senang ada program tersebut. Sehingga ia bisa meningkatkan kemampuan membaca Alqurannya, apalagi bersama dengan teman-teman dosen dan pegawai lain. Meski sudah membacanya setial hari, Lintang ingin terus meningkatkan tajwid dan kemampuan membacanya. “Kami juga bisa memilih mau kelas apa. Tidak hany kelas tahsin ataupun tartil, para peserta juga bisa berada di kelas tahfiz untuk hafalan atau bahkan tafsir untuk memahami isi Alquran dengan lebih baik,” tambahnya. (wil)

Mahasiswa UMM Ini Juara Badminton nasional hingga Internasional

Anissa Fitriani Harsari atau kerap dipanggil Cece merupakan seorang mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia juga dikenal sebagai atlet badminton internasional yang memiliki perjalanan karier penuh inspirasi. Lahir dan besar di Malang, Cece tumbuh di lingkungan keluarga atlet. Ayah dan ibunya yang juga atlet badminton menjadi pendukung utama sejak ia memulai olahraga ini di usia lima tahun. Dengan semangat dan dukungan penuh keluarga, ia berhasil mengasah bakatnya hingga mencapai tingkat internasional. Lulus dari SMA pada 2023 Cece memilih melanjutkan pendidikannya di UMM program studi Ilmu Komunikasi. Di kampus, Cece tetap aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Malang Badminton Club (MBC). Dengan jadwal kuliah yang padat, Cece tetap konsisten membagi waktu antara belajar, latihan, serta aktivitas lainnya termasuk menjadi pelatih dan model. “Aku selalu percaya kalau pendidikan dan olahraga itu sama-sama penting. Meskipun jadwalku padat aku tetap berusaha menjaga keseimbangan antara belajar dan latihan. Kalau kita konsisten semua pasti bisa dijalani,” ungkap Cece. Sebagai atlet, Cece telah mencatatkan sejumlah prestasi gemilang. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika ia berhasil meraih juara satu di kategori ganda campuran dan ganda putri pada Piala Gubernur 2022. Prestasi ini diraih meski ia masih dalam masa pemulihan cedera ligamen yang parah. Keajaiban lain datang di Piala Kapolda 2023, di mana ia meraih juara dua meski harus menahan sakit. Pada level internasional, Cece mencetak sejarah di Batam International Badminton Tournament 2023 dengan merebut juara pertama pada dua kategori sekaligus. “Piala Gubernur 2022 adalah pengalaman yang luar biasa buat aku. Waktu itu aku masih dalam masa pemulihan cedera, tapi aku tetap berusaha memberikan yang terbaik. Aku belajar kalau rasa sakit itu tidak boleh menghentikan kita untuk berjuang,” ungkap Cece. Selain latihan, Cece juga menjalani program penunjang seperti gym dan renang untuk menjaga performa. Menurutnya, dukungan dari UMM sangat membantu dalam mempertahankan kualitasnya sebagai atlet. “Di UMM, aku merasa sangat didukung. Mereka menyediakan fasilitas latihan, bahkan membantu pembiayaan untuk pertandingan. Ini benar-benar membuat aku semakin semangat untuk terus berprestasi,” ujar Cece. Tidak hanya aktif sebagai atlet, Cece juga menggunakan media sosial seperti TikTok untuk memperkenalkan badminton kepada generasi muda. “Lewat TikTok, aku ingin menunjukkan kalau badminton itu olahraga yang seru dan bisa jadi pilihan buat siapa saja. Aku berharap generasi muda bisa lebih tertarik mencoba olahraga ini,” katanya. Sebagai seorang mahasiswa, Cece juga memiliki cita-cita di bidang komunikasi. Selain jadi atlet, ia ingin jadi pembawa acara atau reporter, terutama di bidang olahraga. Ia percaya pendidikan di UMM akan banyak membantu meraih impian. Terakhir, Cece berharap prestasinya dapat menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya. “Kunci untuk sukses itu adalah konsistensi, dukungan keluarga, dan tekad yang kuat. Kalau kita yakin dan mau berusaha, tidak ada mimpi yang terlalu besar. Aku juga berharap anak muda bisa memanfaatkan peluang seperti yang aku dapat di UMM,” pungkasnya. (*/wil)

Indonesia Raya Diputar di Gedung DPR, Begini Kata Dosen UMM

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus bisa mempelopori sikap nasionalisme diseluruh elemen bangsa Indonesia yang mempresentasikan kepentingan rakyat. Hal itu ditegaskan Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M. selaku dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia mengapresiasi terkait kebijakan baru yakni peraturan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Gedung DPR. Diputarnya lagu kemerdekaan Indonesia Raya di gedung DPR ini dapat menumbuhkan dan membangkitkan semangat nasionalisme di lingkungan tersebut. Dekan FKIP UMM itu menjelaskan, peraturan menyanyi Indonesia Raya ini harusnya jadi pengingat kinerja anggota DPR. Meski tugas seorang DPR sangat berat dalam mewakili aspirasi setiap dapil di seluruh Indonesia, namun itu bukan menjadi halangan dalam memberikan kinerja yang terbaik. Ia menilai, selain dapat membangkitkan rasa nasionalisme, kebijakan ini juga dapat menjaga kebersamaan di lingkungan DPR ditengah adanya perbedaan fraksi ataupun kepentingan setiap anggota dewan. “Adanya kebijakan menyanyikan lagu kebangsaan ini tidak hanya dilakukan di negara Indonesia. Negara ASEAN lainnya seperti Thailand sudah lebih dulu menerapkan kebijakan itu. Bahkan lagu kebangsaan Thailand setiap harinya diputar di ruang-ruang publik, sehingga semua masyarakat ikut mendengarkan dan menyanyikan lagu nasional tersebut,” jelasnya. Lebih lanjut, ia jugamenyoroti sikap saat ada nyanyian lagu kebangsaan. Dalam Pasal 62 UU Nomor 24 Tahun 2009 dikatakan bahwa setiap warga Indonesia yang mendengar dan menyanyikan lagu Indonesia Raya harus berdiri tegak dengan sikap hormat. Sehingga makna lagu Indonesia Raya bagi rakyat Indonesia sangatlah sakral. Apalagi meningat jasa para pahlawan yang selalu berjuang demi tumpah darah untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Inilah alasan yang mengharuskan warga negara Indonesia harus menjaga sikap nasionalismenya saat lagi Indonesia Raya diputar. Meski begitu, Trisakti menegaskan bahwa menyanyi saja tidak cukup. Ada hal lain yang dapat dilakukan untuk mendorong kinerja DPR agar semakin optimal. Salah satunya dengan melakukan pengawasan secara berkelanjutan. Sekaligus mempertimbangkan hukum serta kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kepentingan rakyat. “Apabila ada kebijakan yang merugikan dan tidak sesuai dengan kepentingan rakyat, maka fungsi pengawasan ini menjadi poin penting. Pihak DPR tidak boleh membuat polemik di tengah masyarakat. Apalagi disebabkan oleh adanya kebijakan yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat,” ujarnya secara tegas. Sementara itu, Dosen PPKN UMM lain Wahyu Kurniawan, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa ke depannya lagu Indonesia Raya ini harusnya tidak hanya diputar dan dinyanyikan di Gedung DPR, tapi juga di berbagai ruang publik lainnya. Utamanya untuk menanamkan sikap nasionalisme bagi generasi muda sekarang. Maka, demi menjaga keutuhan NKRI, sangat penting untuk menumbuhkan sikap kebiasaan nasionalisme. Jadi, harapannya akan ada banyak tempat umum lain di mana Indonesia Raya bisa diputar setiap hari pada jam tertentu. “Harapan lainnya tentu kita semua berharap lagu Indonesia Raya jadi pengingat bagi DPR untuk memberikan kinerja yang terbaik. Tidak malah meneruskan stigma negatif DPR selama ini sehingga kepercayaan publik terhadap DPR semakin tinggi,” tegasnya. (zaf/wil)

Dosen UMM Raih Gelar Dosen Inspiratif berkat Inovasi Produk Mawar

Memanfaatkan kekayaan sumber daya alam lokal yang melimpah, Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menangkan penghargaan sebagai ‘Dosen Inspiratif’ berkat ciptakan produk inovatif dari pigmen bunga mawar. Adalah Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. guru Besar UMM yang berhasil menangi piala serta piagam penghargaan atas inovasinya pada bazar dan pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di ajang Indonesia Mental Health Summit (IMHS) pada 10 November lalu. Produk minuman sari mahkota mawar antioksidan tinggi yang diberi nama Elviza tersebut sukses menarik perhatian juri dan masyarakat. Adapun IMHS 2024 merupakan event perdana pertama kali digelar di Indonesia yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas asosiasi psikologi Indonesia yang bekerjasama dengan Alisa Khadijah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Malang Raya. Ada sederet rangkaian acara, mulai dari webinar internasional dan nasional, berbagai perlombaan mengasah kreatifitas dan bidang olahraga, serta bazar pameran produk UKM lokal juga dihadirkan. Masing-masing kegiatan dikompetisikan dengan beberapa indikator berbeda. Elfi bersama tim mewakili UKM dan bidang usaha Malang dengan kreasi produk Elviza, berhasil memenangkan kategori penilaian karakter ‘Sisi Kronologis Kreasi Produk’. Kreasi produk sari bunga mawar tersebut berangkat dari penelitian berbasis pigmen antosianin bunga yang jarang sekali dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Elfi juga mengaku terinspirasi dari ayat Alquran dan fenomena alam dimana bunga-bunga seringkali banyak dihinggapi kupu-kupu dan hewan lainnya. Mawar tabur lokal organik menjadi fokus pengembangan penelitiannya sebagai sumber pangan alternatif, pewarna alami produk pangan, herbal, kosmetik dan pewarna batik organik. “Saya terinspirasi dan meyakini kalam Allah SWT bahwa, madu itu dari sari bunga. Selain indah dipandang, tak disangka bunga mawar tabur lokal juga kaya akan antioksidan dan banyak mengandung vitamin C. Untuk itu, saya tergerak mengembangkan produksi beragam produk mulai dari minuman, suplemen herbal, effervescent, hingga pewarna batik organik yang dipasok dari para petani mawar lokal seperti Pasuruan, Lawang, hingga Nganjuk,” sambungnya. Beragam produk pangan yang telah berhasil Elfi kembangkan adalah hasil dari tekad kuat dalam penelitian yang telah Ia tekunkan selama puluhan tahun sejak tahun 2002. Hasil penelitian minuman ini mengandung antioksidan tinggi hingga sekitar 82-87%. Dalam ilmu kesehatan, persentase tersebut sudah dikategorikan sebagai sumber antioksidan. Selain sebagai produk pangan, pigmen mahkota mawar lokal bermanfaat sebagai handbody lotion. “Kandungan luar biasa pada mahkota bunga mawar lokal ini juga dimanfaatkan sebagai skincare. Hingga pada saat itu, saya berkesempatan teken kerjasama dengan brand kosmetik terkait hal tersebut. Saat ini saya tengah mengembangkan pigmen mawar ini menjadi formula obat yang bisa dimanfaatkan dalam dunia kesehatan,” ungkapnya. Terakhir, Elfi mengaku sangat senang mengetahui kekayaan alam hayati yang sudah tersedia di tanah air yang dulunya masih belum banyak dieksplor. “Alhamdulillah, kini masyarakat mulai peka dengan harta karun alam di sekitar. Saya merasa senang telah diamanahi penghargaan ini. Selebihnya, saya banyak berharap generasi muda potensial bisa berinovasi. Tentu dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat untuk membantu perekonomian lokal tanah air,” pesannya. (din/wil)

Mahasiswa UMM Menangi Ajang Nasional berkat Bikin Aplikasi Konseling

Kesehatan mental adalah masalah yang paling banyak terjadi pada saat ini, utamanyabagi Gen-Z. Banyak terjadi kasus bunuh diri yang disebabkan karena stres, depresi dan sebagainya. Melihat hal tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan aplikasi bernama Curahkan’s Cyber Counseling, platfrom digital yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan mental. Ide itu bahkan berhasil membawa mereka menjadi juara pertama di Unnes Islamic Fair, Semarang, November ini. Adalah Khoirul Umar, Innasatun Nabilatin Nadif dan Ameliya Dalallul Hanan yang menginisiasi ide tersebu. Umar mengatakan, aplikasi ini bertujuan untuk menyediakan wadah yang aman dan dapat diandalkan bagi mereka yang ingin mengungkapkan perasaan mereka tanpa bergantung pada orang lain yang tidak dikenal. Aplikasi Curahkan’s ini hadir sebagai bentuk konseling berbasis daring yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Bahkan menggunakan sistem end-to-end encryption layaknya WhatsApp guna memastikan keamanan data pengguna. Salah satu keunggulannya, aplikasi ini menawarkan pilihan konseling dengan psikater profesional yang bukan hanya ahli di bidang psikologi, tetapi juga memiliki latar belakang keagamaan sebagai ustadz dan ustadzah. “Pengguna juga dipetakan berdasarkan jenis kelamin untuk memastikan kenyamanan dan kepercayaan mereka saat berkonsultasi,” tutur Umar. Mahasiswa ilmu komunikasi itu melanjutkan, dalam prototipenya ada beberapa fitur utama, seperti alat ungkap masalah (AUM) yang menjadi wadah pengguna untuk menuliskan keluhan atau curahan hati mereka. Setelah itu, mereka dapat mengakses Sack’s Sentence Completion Test yang berguna untuk mengetahui profil kepribadian dan Beck Depression Inventory untuk mengukur tingkat stres. “Selanjutnya, hasil akan menunjukkan bahwa aplikasi dapat mendeteksi kecenderungan seperti kesedihan yang mendalam atau keengganan bersosialisasi dengan memberikan notifikasi yang disesuaikan dengan kondisi emosional pengguna,” lanjutnya. Selain itu, Curahkan memiliki fitur Manajer Ibadah, sebuah fitur yang mengingatkan pengguna untuk melakukan ibadah harian, seperti salat. Bahkan mengingatkan tindakan kecil, seperti tersenyum. Ada beberapa kelebihan aplikasi ini. Pertama, dapat digunakan secara umum khususnya untuk umat islam terlebih lagi untuk Gen Z. Non-muslim juga dapat menggunakannya namun tidak dapat menggunakan fitur ustaz dan ustadah. Kedua, aplikasi ini mengimplikasikan surat Ar Rad ayat 28 dan dapat membimbing pengguannya untuk bersosialisasi agar tidak stres. “Aplikasi ini masih dalam pengembangan, jadi terdapat kekurangan yang perlu kami evaluasi lagi seperti. Masih memerlukan evaluasi secara berkelanjutan,” katanya. Umar dan tim berharap, aplikasi ini dapat mencegah bunuh diri di kalangan remaja, terutama di Malang. Selain itu juga dapat membantu mereka yang mengalami tekanan hidup. Ia ingin agar platform itu dapat memberikan bimbingan agama serta dukungan psikologis agar pengguna merasa lebih dekat dengan Tuhan dan mendorong mereka untuk hidup lebih positif. “Curahkan’s Cyber Counseling diharapkan menjadi salah satu langkah yang konkret dalam upaya mencegah masalah kesehatan mental seperti stres dan depresi. Untuk teman-teman gen Z,jJaga mentalmu karena kehidupan masih panjang. Kita harus berprinsip ‘Khoirunnas anfa’uhum linnas’ yang artinya manusia yang paling baik adalah yang membantu orang lain,” tutupnya. (nam/wil)

Cerita Nafik, Dosen UMM yang Belajar Studi Keagamaan di Budapest

Nafik Muthohirin, dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini tengah menempuh studi S3 di Eotvos Lorand (ELTE) University, Budapest, Hungaria. Pemilihan kota Budapest itu bukan hanya karena beasiswa yang diraihnya, tetapi juga karena kecocokan yang ia rasakan dengan supervisornya di kampus tersebut. Supervisor Nafik adalah seorang ahli studi Islam dan Arab yang terlibat dalam riset mengenai masyarakat Muslim di Sulawesi dan Lombok. Ini menjadi faktor penting bagi Nafik dalam memutuskan studi S3 di luar negeri. Menurutnya, memilih supervisor menjadi hal vital untuk studi doktoral. Ia beruntung karena mendapatkan pembimbing yang ramah dan sangar terbuka. Bahkan terasa seperti teman sendiri karena bisa mengobrol dengan santai. “Program doktoral di ELTE membutuhkan waktu empat tahun—dua tahun untuk kelas dan dua tahun untuk riset. Setelah selesai, Nafik berencana kembali ke Indonesia. Baginya, hidup di tanah sendiri lebih nyaman. Selain itu, ia memang memiliki tanggung jawab sebagai dosen di UMM. Adapun bidang yang ditekuninya adalah Contemporary Religious Studies yang sejalan dengan riset-riset Nafik sebelumnya. Ia mengaku telah tertarik dengan isu sosial dan agama sejak kuliah sarjana. Baginya meneliti perkembangan masyarakat beragama terutama umat Muslim di Indonesia seperti menjalankan ibadah sosial. Dengan penuh semangat, ia berharap ilmunya kelak bisa berkontribusi besar bagi bangsa, negara, dan tentu saja UMM. Selama tinggal di Budapest, Nafik terkesan dengan keindahan arsitektur bersejarah yang membuat kota ini menjadi destinasi utama wisata di Eropa. Selain itu sistem transportasi publik yang teratur dan tepat waktu juga membuatnya kagum. “Di sini transportasinya selalu tepat waktu. Bersih, tertib, dan teknologinya canggih. Ini menjadi perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan di Indonesia. Semoga kita juga bisa memiliki transportasi yang lebih baik lagi,” katanya. Salah satu tempat favorit Nafik di Budapest adalah perpustakaan universitas yang terletak di pusat kota. Arsitektur gedungnya cukup khas dengan gaya Eropa abad pertengahan. Banyak mahasiswa dari kampus lain juga datang ke perpustakaan tersebut untuk menghabiskan waktu. Bahkan dari pagi hingga sore harikarena suasananya yang sunyi dan kondusif. Untuk mengisi waktu luang, Nafik senang mengunjungi museum-museum di Budapest, terutama ketika tanggal merah saat museum dibuka untuk umum. “Museum di sini bukan sekadar tempat simpan benda bersejarah, tapi dikelola dengan baik. Di Museum Nasional Hungary misalnya, ada kafe dan penjual aksesoris. Bahkan kadang ada pertunjukan seni juga,” jelasnya dengan antusias. (vin/wil)