UMM Lahirkan Guru Berkualitas, Siap Hadapi Era 5.0.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan memiliki visi dan misi yang sama untuk menjadikan murid sebagai profil pelajar pancasila. Di mana, salah satu poin pentingnya adalah PPG Prajabatan untuk menjadikan profesi guru menjadi lebih bermartabat, menjadikan guru sebagai pemimpin pembelajaran, dan juga menghidupkan gotong royong, menciptakan ekosistem belajar guru dan tenaga pendidikan yang saling menguatkan. Hal tersebut disampaikan oleh Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed. selaku Koordinator POKJA PPG Prajabatan GTK Kemendikbud Ristek, pada seminar nasional di Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM), 21 Mei lalu. Selain itu, agenda itu juga menjadi ajang pameran karya pembelajaran inovatif PPG Prajabatan UMM. Berbagai kreativitas diberikan dna dipamerkan, utamanya alat peraga pengajar yang menarik. “Calon-calon guru berkualitas dibutuhkan untuk menghadapi era industri 5.0. Di mana lulusan mampu memberikan kontribusi kepada perkembangan teknologi, kepada masyarakat, kepada kesejahteraan fisik dan mental, serta dapat menggunakan teknologi baru, untuk hal-hal yang baru di ekosistem kita,” jelas Ferry. Ferry menghimbau agar pihak universitas bisa menyiapkan lulusan PPG Prajabatan yang adaptif dan fleksibel menghadapi perubahan. Baik itu perubahan terkait kurikulum, perubahan zaman, perkembangan teknologi, dan sebagainya. “Di manapun kita mengabdi, di mana pun kita memilih tempat pekerjaan, kita pastikan bahwa kita mengabdi dengan baik dan ingin menjadi guru-guru yang memenuhi panggilan jiwa,” katanya. Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bid. Hubungan dan Kerjasama Internasional Prof. Dr. Syafiq A. Mughini, MA. mengatakan bahwa butuh waktu panjang untuk melihat apakah pendidikan tersebut berhasil atau tidak. Sehingga, jika kita melakukan pendidikan dengan sistem yang sekarang ini, maka hasilnya akan terlihat di 10-20 tahun yang akan datang. Menurutnya, tidak mungkin bisa menjadi bangsa yang maju tanpa pendidikan yang baik. Oleh karenanya, peran dari guru menjadi sangat penting. “Laksanakanlah tugas dengan baik dan dengan penuh dedikasi, maka akan membuahkan hasil yang positif bagi anak-anak kita. Mudah-mudahan dengan profesi guru yang dicapai dan dedikasi tinggi, insyaallah akan menjadi bekal untuk kita mendapatkan surga di akhirat nanti,” ucapnya. Di sisi lain, Dekan FKIP UMM Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M. mengingatkan kembali fungsi pancasila secara praktis, yaitu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi melihat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk yang rentan akan perpecahan. Maka perlu menyikapi perbedaan itu sebagai sebuah rahmat, sebagaimana dalam konsep Islam. “Ideologi bangsa ini harus kita pertahankan dalam kehidupan di tengah-tengah perang ideologi global tadi. Teknologi komunikasi dan informasi mengubah perang konvensional menjadi perang modern dengan menggunakan teknologi, media massa, sampai cyber war. Sekarang perang tidak lagi melalui kekuatan militer, namun perang pengaruh melalui ideologi, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan,” pungkasnya. (dev/wil)
UMMChick Petelur, Jenis Ayam Baru Ciptaan Dosen UMM

Ayam kampung Indonesia memiliki potensi besar untuk menyongsong pasar global. Apalagi melihat telur ayam kampung yang memiliki nilai jual tinggi dibandingkan dengan ayam petelur lainnya. Namun, permintaan yang tinggi masih belum seimbang dengan produksi lokal ayam kampung. Mengenai hal ini, Ir. Suyatno, M.Si selaku dosen Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan gen asli ayam kampung petelur super untuk menjawab permintaan produksi ayam petelur. Ia mendesain perkawinan silang induk ayam kampung dari beberapa wilayah di Jawa Timur untuk menciptakan strain baru yang memiliki keunggulan dalam memproduksi telur. “Ada empat jenis ayam dari beberapa wilayah di Jawa Timur yang disilangkan yaitu ayam kampung putih, ayam kampung lurik merah, ayam kampung ranupane, dan wareng,” ucapnya. Baca juga : Berita Dosen UMM Ungkap Jahatnya Olahan Tepung Untuk Tubuh Adapun penelitian itu disampaikan juga dalam uian disertasinya pada 21 Mei 2024 lalu sebagai syarat mendapatkan gelar doktor. Lebih lanjut, Fokus utama penelitian ini adalah seleksi dan pengaturan jalur perkawinan untuk menciptakan strain baru jenis ayam kampung petelur super. Prosesnya menggunakan kombinasi beberapa sistem breeding seperti cross breeding, reciprocal cross, dan outbreeding. Begitupun dengan program seleksi yang tepat seperti seleksi berat badan umur tiga bulan. Finalnya adalah strain baru ayam petelur yang diberi nama UMMChick. Sebagai informasi, breeding atau pemuliaan merupakan sistem atau kegiatan untuk memelihara kemurnian galur pada hewan atau tumbuhan sekaligus memperbaiki kualitas dan produksinya. Tujuan utamanya adalah menghasilkan populasi hewan lokal dengan tingkat produksi telur yang baik. Selama menjalankan program breeding, untuk menghasilkan strain baru, Suyatno berfokus pada produksi telur yang dihasilkan. Hasilnya, didapat strain ayam kampung baru yang menghasilkan telur 50%-60% dari produksi ayam kampung pada umumya. “Kami menjamin bahwa strain ‘UMMChick’ ini bagus dan potensial karena sumber genetik masih terjaga dan dipelihara secara luas di Jawa Timur,” tambahnya. Baca juga : UMM Kukuhkan Dua Profesor Baru Kaji Ekonomi dan SDGs Nantinya, strain ayam yang telah diciptakan dapat menghasilkan telur dan dapat dijual dengan merek dagang ‘Eggnic’ atau telur organik. Hal ini dapat menjadi salah satu ladang usaha UMM untuk mengembangkan usahanya karena tingginya permintaan akan telur ayam kampung. Sementara itu, salah satu penguji disertasi tersebut, Prof. Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.P, IPM berharap penelitian yang diciptakan oleh Suyatno ini tak berhenti sampai disini saja. Karena pengembangan strain ayam kampung baru dengan produktivitas lebih tinggi pasti dibutuhkan di masa depan. “Kalau nanti bisa menciptakan strain dengan tingkat produktivitas 100% tentu akan lebih bagus lagi. Ini juga pasti dibutuhkan masyarakat luas,” pungkasnya. (tri/wil)
UMM-CIMB Niaga Kerjasama, Dukung Potensi Entreprenership Anak Muda

Berbagai pengembangan dan kerjasama dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). terbaru, UMM menjalin kerjasama dengan Bank CIMB Niaga pada 20 Mei lalu. MoU ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari berbagai kerjasama yang sudah dilakukan sebelumnya. Kenyo Indri selaku Branch Manager CIMB Niaga Cabang Malang mengatakan bahwa kerjasama tersebut tidak hanya untuk memberikan literasi keuangan dan manajemen keuangan kepada mahasiswa. Namun juga bertujuan untuk mempermudah pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), Dana Pengembangan Pendidikan (DPP), dan pembayaran kuliah lainnya. “CIMB Niaga juga memiliki beberapa program kerjasama, seperti program tabungan dan giro. Baik untuk universitas maupun mahasiswa,” ucapnya. Adapun keduanya uga akna mengadakan evetn menarik bertajuk Kejar Mimpi. Acara ini mengangkat tema cyber crime dan literasi keuangan, serta diselenggarakan untuk 700 hingga 800 mahasiswa. Selain mendapat SKPI, mereka juga akan mendapatkan pengetahuan terkait perbankan. Bahkan mahasiswa juga bisa mendapatkan tabungan gratis. Di sisi lain, Prof. Dr. Sidik Sunaryo, SH. M.Hum. selaku Sekretaris Universitas Muhammadiyah Malang menjelaskan, kerjasama UMM dengan pihak bank lebih dari sekedar mahasiswa membayar SPP, DPP, praktikum, dan lainnya. Namun CIMB Niaga juga diharapkan bisa hadir di kegiatan-kegiatan mahasiswa, seperti bidang kewirausahaan. “Yaitu bagaimana bank CIMB Niaga bisa mengambil peran penting untuk mendukung dan mengembangkan bakat-bakat enterpreneur di kalangan mahasiswa,” jelas Sidik. Sidik merasa, jika mahasiswa ingin berbisnis, mereka masih sulit mendapatkan akses modal sebab masih kurangnya kepercayaan dari pihak bank. Sehingga adanya kerjasama antar UMM dengan bank CIMB Niaga ini diharapkan bisa membuka skema-skema yang bisa dibicarakan lebih lanjut. Kerjasama tersebut juga akan membuat mahasiswa mendapatkan kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan. Jika mahasiswa memiliki bakat atau potensi dalam bidang kewirausahaan, maka mahasiswa bisa mengakses pendanaan di bank CIMB Niaga dengan mudah. (dev/wil)
Peduli Keselamatan Pekerja Proyek, Mahasiswa UMM Ciptakan alat SLEST

Abi Mufid Oktavio dan Farhan Rahmatullah, dua mahasiswa teknik mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil membuat SLEST (Stopper Sleeping Vest). Berkat inovasi ini, mereka juga sukses membawa pulang medali perak dalam ajang Asean Innovation Science Environment and Entrepreneur Fair (AISEEF), April lalu. Adapun AISEEF adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Pada tahun ini, AISEEF diikuti oleh 447 tim dari 17 negara, termasuk Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Rumania, Iran, Yunani, Turki, Makedonia, Portugal, Amerika Serikat, Korea Selatan, Tiongkok, Thailand, Singapura, Hong Kong, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Mufid, selaku ketua tim mengatakan bahwa alat yang dibuat bernama SLEST (Stopper Sleeping Vest). Alat tersebut dioptimalisasikan dengan alat deteksi detak jantung untuk melihat tingkat produktivitas pekerja saat dilapangan. “Melalui SLEST ini, kita bisa melihat tingkat kepenatan para pekerja yang terpantau di layar monitor. Ketika pekerja mengalami kelelahan dan detak jantung berdetak lebih kencang, akan muncul lampu warna merah dan suara peringatan,” jelasnya. Lebih lanjut, mahasiswa semester empat itu juga menjelaskan, pembuatan alat SLEST membutuhkan vests pekerja proyek, alat arthritis dan pendeteksi detak jantung. Dengan begitu, alat tersebut bisa digunakan. Adapun latar belakang pembuatan alat ini karena ia menemukan banyak kasus pekerja proyek yang terkena serangan jantung akibat sering lembur hingga larut. “Kami juga menggunakan push pull elektronik yang dikombinasikan dengan baterai dan alat arthritis. Kemudian disambungkan dengan sensor yang telah disetting menggunakan coding yang kami buat. Sensor ditempelkan di vests dan sensor detak jantung diberi lapisan plastik klip agar tidak bersentuhan langsung dengan keringat. Sensor akan error ketika terkena air,” katanya. Sensor akan menyala dan berbunyi ketika mendeteksi detak jantung dibawah 50 determinate. Mufid juga menjelaskan bahwa alat SLEST ini telah diuji coba saat praktikum dan digunakan oleh pekerja proyek. “Menurut pekerja proyek yang diuji, awalnya memang pemakaiannya kurang nyaman karena perlu dekat dengan nadi. Namun demi keselamatan nyawa, ini menjadi hal yang memang diperlukan,” tambahnya. Mahasiswa asli Kabupaten Malang itu juga menceritakan proses perlombaan. Juri yang menilai tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari Malaysia, Amerika Serikat, dan lainnya. Adapun aspek yang dinilai di antaranya kesesuaian tema yang dibawakan, urgensi pada sosial, dampak yang diberikan untuk masyarakat, dan kreativitas yang dibawakan. Ke depannya ia dan tim ingin memodifikasi kembali alat yang dibuatnya menjadi lebih tipis sehingga pemakaiannya lebih nyaman dan efektif. Ia juga akna mengupgrade coding pada alat sensor deteksi agar bisa lebih leuas. “Ini masih dalam proses paten. Semoga ini bisa menjadi alat yang bermanfaat, terutama bagi kesehatan dan kebugaran pekerja proyek,” pungkasnya. (ri/wil)
UMM Kukuhkan Dua Profesor Baru Kaji Ekonomi dan SDGs

Dua guru besar (gubes) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses dikukuhkan pada 18 Mei ini. Keduanya adalah Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. dan Prof. Dr. Widayat, MM. yang semakin memperkuat kualitas pendidikan Kampus Putih. Menariknya, orasi ilmiah yang disampaikan keduanya tidak hanya berfokus pada ilmu eknomi dan manajemen pemasaran saja, tapi juga berkaitan dengan sustainable development goals (SDGs). Misalnya saja Idah yang membahas ekstentifikasi peran perbankan syariah dalam mendorong ketercapaian SDGs: pendekatan multilayer dan penguatan regulasi berbasis intersectoral. Menurutnya, peran perbankan syariah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menjadi semakin penting, karena dapat menjadi pemain kunci dalam memobilisasi dana untuk proyek-proyek yang mendukung SDGs. “Hal itu menunjukkan bahwa sektor keuangan, terutama perbankan syariah, memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi nyata terhadap tujuan-tujuan pembangunan global dan SDGs,” tambahnya. Ia juga membahas tentang konsep pembiayaan syariah multilayer. Konsep ini diilhami oleh anatomi bangunan gedung, yang terdiri dari pondasi, pedestal, dan pilar. Pondasi terdiri dari kerangka regulasi yang matang, komitmen yang kuat, dan infrastruktur keuangan yang memadai. Tiga elemen fondasi tersebut menjadi penopang bagi lima pilar utama. Di antaranya diversifikasi produk dan pembiayaan, pengembangan kapasitas SDM, manajemen risiko dan kepatuhan syariah, kecukupan modal, serta literasi dan adopsi keuangan syariah. Penguatan kebijakan intersektoral yang diimplementasikan melalui kolaborasi berbasis inovasi terbuka juga penting. Kerja sama lintas sektor dan inovasi terbuka adalah kunci utama keberhasilan dalam meningkatkan peran intermediasi perbankan syariah, yang pada gilirannya membantu meningkatkan pencapaian SDGs. Di sisi lain, Widayat mengkaji tentang cara membangun gaya hidup seimbang dan berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan holistik lebih baik. Ia menjelaskan bahwa isu-isu mengenai green economy, green marketing, responsible production and consumption, yang merupakan pilar SDGs, menyisakan pekerjaan rumah yang menarik. Maka, menciptakan gaya hidup seimbang dan berkelanjutan sangat penting. Menurutnya, kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh tinggi rendahnya pendapatan dan ukuran ekonomi lainnya. Kondisi sosial dan lingkungan menentukan kesejahteraan dan kebahagiaan. “Meningkatkan kesejahteraan, dapat ditempuh tidak hanya dengan meningkatkan pendapatan, namun juga perlu diimbangi peningkatan kualitas lingkungan, dimana mereka bekerja dan hidup. Bahkan problem-problem sosial, seperti budaya hidup tidak sehat, persoalan kesemrawutan transformasi, dan kondisi lingkungan fisik yang buruk berkontribusi kuat terhadapa kesejahteraan. Pun dengan polusi udara, pencermaran lingkungan, persoalan sampah, dan lain-lain,” tambahnya. Untuk menciptakan kondisi lingkungan sosial yang baik dan membentuk kebiasaan berperilaku amar ma’ruf serta anti mungkar, bisa dilakukan dengan dakwah terintegratif. Adapun social marketing juga bisa dilakukan dengan pendekatan yang mengadopsi prinsip- prinsip conventional marketing, yang lebih relevan terhadap problem sosial dan lingkungan. Apalagi jika dibandingkan dengan pendekatan tradisional seperti pemberlakukan denda, hukuman atau sekedar kampanye sosial. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. memberikan selamat pada kedua gubes baru Kampus Putih. Menurutnya, topik yang dipilih keduanya sangat menarik karena membahas SDGs dari aspek ekonomi. Nazar mengatakan, salah satu tantangan besar Indonesia adalah menyelesaikan kesenjangan sosial. Apalagi melihat jumlah pengangguran usia 15-27 tahun yang mencapai 9,9 juta. “Apabila tidak diselesaikan, maka itu bisa memicu fenomena semkain melebarnya kesenjangan sosial di masa depan. Bahkan juga mereduksi stabilitas ekonomi dan politik secara nasional,” tegasnya. Maka, melalui orasinya, kedua gubes UMM memberikan isyarat bahwa kajian eknomi tentang wellfare economic yang termodifikasi menjadi kajian dan gerakan, harus didorong. Hingga akhrinya mampu mengakhiri kesenjangan sosial. Selain itu, Nazar menegaskan bahwa sebagai universitas, UMM selalu diharapkan untuk memberikan kontribusi bagi pendidikan dan perkembangan masyarakat. Berupaya mneyediakan pendidikan yang lebih baik, beasiswa, bantuan sosial, dan upaya kesejahteraan lainnya. “Sampai saat ini, UMM telah memiliki 62 gubes, Mudah-mudahan kita bisa mencapai 80-90 guru besar baru di tahun ini. Dengan demikian, Kampus Putih bisa berdedikasi memberikan layanan pendidikan yang lebih responsif dna berkualitas, semata-mata untuk pengabdian pada Allah SWT,” pungkasnya. (wil)
Datangkan Pakar dari Yunani, Komunikasi UMM Kaji Troll Factory

Polarisasi kelompok yang disebabkan perang informasi di media sosial semakin meresahkan. Berbagai kasus konflik sosial yang tak perlu terjadi diawali dari saling caci di media sosial. Ternyata, perang informasi ini tidak selalu alami tapi juga direkayasa oleh pihak-pihak tertentu dengan memanfaatkan troll factory, perusahaan agensi internet yang menyediakan pengelolaan isu menggunakan influencer, buzzer ataupun bot. Hal ini mengemuka dalam diskusi Kuliah Tamu Internasional di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (15/5/2024). Acara ini menghadirkan narasumber utama pakar media baru (new media) dari Aristotle University of Thessaloniki, Yunani, Mustafa Selcuk dan Kaprodi Komunikasi UMM Nasrullah sebagai panelis. Perang informasi di media, kata Selcuk, mirip dengan perang di dunia nyata. Perang siber bisa berupa serangan virus komputer, mengganggu radar, mengenkripsi transmisi radio, dan membom pusat relai komunikasi. “Semuanya dimaksudkan untuk melindungi atau menyerang informasi atau sistem informasi lawan,” katanya. Meski demikian, perang informasi tidak terbatas pada dunia militer walau dapat digunakan untuk mendukung strategi militer nasional. Perang informasi bukan hanya serangan siber, tetapi juga bergantung pada kampanye media sosial untuk menyebarkan kepentingan dan narasi aktor melalui platform media sosial. “Misalnya, dukungan publik sangat penting untuk keberhasilan kampanye yang berlarut-larut, dan pendukung serta pencela kampanye akan berjuang melalui koran dan di televisi untuk mempengaruhi dukungan itu,” tambah Selcuk. Ia juga mencontohkan Pegasus sebagai spywar Israel yang dirancang untuk dipasang secara diam-diam dan jarak jauh pada ponsel yang menjalankan iOS dan Android. Sementara itu, Nasrullah mewanti-wanti mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi dan masuk ke dalam echo chamber secara emosional ketika menerima informasi dari media sosial. Banyak kasus di dunia menujukkan perpecahan disebabkan polarisasi di media sosial. “Provokasi itu dilakukan dengan sengaja oleh troll factory,” kata Nasrullah. Cara kerja troll factory, terangnya, adalah dengan cara memelihara buzzer ataupun bot, influencer, dan menggunakan informasi hoaks untuk menyerang lawan atau mengadu domba kelompok-kelompk agar terpolarisasi semakin tajam. Troll factory bisa merusak tatanan sosial berkat kekuatan konten dan jaringan melalui media sosial dapat mengaduk-aduk opini publik sehingga saling membenci dan mencaci. “Menurut penelitian, dari 64 negara, 30 diantaranya menggunakan troll factory untuk melakukan perang informasi. Ini sungguh sangat berbahaya jika tidak diwaspadai,” tukas Nasrullah. Mahasiswa berebut mengajukan pertanyaan usai kedua narasumber memaparkan materinya. Sebagian besar mempertanyakan keberpihakan pemerintah dan media ketika terjadi perang informasi itu. Publik banyak dirugikan karena ikut terpecah dan masuk dalam konflik ketika perang opini terjadi di media. Salah satu penanya, Sania, mengritik media banyak melakukan framing berita menggunakan cara-cara information disorder. Merespon pernyataan ini, Selcuk mengatakan subjektivitas media seringkali menjadi sumber informasi publik dan menjadikan sebegai referensi. Cara terbaik menurutnya adalah melakukan pengecekan ulang tentang kebenaran yang disampaikan media dengan cara bertanya langsung ke sumber terpercaya. Senada Selcuk, Nasrullah menegaskan tidak ada media yang 100 persen objektif dan netral. Setiap media memiliki kepentingan yang sulit dilepaskan, baik dari sisi individu pekerja media, rutinitas, organisasi internal dan eksternal media, maupun pada tingkat ideologi. Penanya lainnya, Ghozi, menanyakan peran aktor non-militer dalam perang informasi. Ia juga mengkritisi penggunaan istilah benar dan salah melalui media oleh pihak-pihak yang berbeda. Baginya, bukankah masing-masing pihak berhak mengklaim kebenaran tanpa harus menganggap bahwa pihak lain salah. “Dengan demikian harusnya tidak ada perang informasi jika keduanya dapat dianggap benar,” ungkapnya. Menurut Selcuk, aktor non militer memanfaatkan media sosial untuk mobilisasi. Mobilisasi di media sosial itu pada gilirannya akan berpengaruh pada mobilisasi sosial di dunia nyata. “Seperti kasus protes atas perang di Israel oleh mahasiswa Colombia University Amerika Serikat. Pada posisi seperti ini, tidak hanya pihak kampus, pemerintah pun tidak mampu lagi mencegah karena dimobilisasi oleh media sosial,” tambah Selcuk. Meski demikian, lanjut Selcuk, hoaks tidak akan menguntungkan pihak manapun. Kalau klaim kebenaran itu menggunakan hoaks, maka akan merugikan semua pihak. Wakil Rektor UMM Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Salis Yanuardi, Ph.D. mengapresiasi Komunikasi UMM mengangkat tema ini. Selain aktual, persoalan information war juga sedang hot. “Kita berada dalam masyarakat simulacrum, yang sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak,” ungkapnya ketika membuka acara. Kuliah tamu internasional Komunikasi UMM merupakan salah satu program untuk menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa pada sentuhan global. Sebagai Prodi yang terakreditasi internasional oleh FIBAA di Jerman, Komunikasi UMM akan terus mengagendakan forum-forum internasional baik dalam bentuk kuliah tamu, seminar, hingga pertukaran mahasiswa. (*/wil)
Tim E-Sport Woman UMM Raih Juara Kompetisi Nasional

Universitas Muhammadiyah malang (UMM) kembali mencetak prestasi nasional. Kali ini hadir melalui ajang e-sport nasional yang diadakan oleh Akademi E-sport Garudaku. Tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) E-sport Woman UMM berhasil menyabet juara tiga kompetisi Mobile Legend pada ajang yang dilaksanakan pada awal Mei ini. Adapun perolehan tersebut diraih setelah mengalahkan juara bertahan di tahun sebelumnya, Binus University. Alifia Kuntum selaku ketua tim woman e-sport UMM tidak menyangka akan menyabet juara ketiga. Pasalnya, tim UMM tidak banyak menyiapkan strategi, hanya menggunakn pakem yang ada dan saling bekerjasama. Selain itu, dukungan keluarga, teman, dan UMM juga membuat mereka semakin bekerja keras untuk menang. “Jujur kami merasa senang karena UMM banyak membantu. Baik dari segi akomodasi, wifi yang kencang, hingga mendatangkan mentor profesional untuk memperkaya skill dan pengetahuan,” kata mahasiswa ekonomi pembangunan tersebut. Baca juga : Datangkan Pakar dari Yunani, Komunikasi UMM Kaji Troll Factory Meski UKM E-Sport sudah ada sejak lama, namun pembentukan tim perempuan E-Sport Woman baru dilakukan dua bulan lalu. Hal ini membuat Alifia dan tim harus berlatih mati-matian untuk menyelaraskan strategi dan mendaptkan chemistry yang bagus. Mereka juga melakukan latihan tanding dengan tim lain dan menerima materi dari pelatih yang didatangkan langsung dari akademi garudaku. “Dari situ,i kami belajar bagaimana gameplay permainan yang baik, membangun kedekatan dengan anggota tim, strategi bermain, dan pemilihan hero yang sesuai,” tambahnya. Keahlian Alifia dalam bermain game didapatkan sejak duduk di bangku SMA. Saat itu, hobinya di dunia game membuatnya termotivasi untuk ikut kejuaraan e-sport. Namun, motivasinya seringkali jadi bahan cemoohan dari tetangga bahwa wanita tak seharusnya bermain game. Baca juga : Jubir Prabowo Beri Edukasi Politik di UMM “Awalnya sakit menerima omongan itu, namun dari situ saya ingin membuktikan bahwa wanita juga berhak menentukan impian yang dia inginkan. Termasuk berprestasi melalui jalur e-sport dan merintis karir jadi pro player,” terusnya. Ke depannya, Alifia dan tim berkomitmen untuk mengikuti ajang perlombaan bergengsi lainnya. Tentu dengan persiapan yang lebih matang dan strategi yang memperbesar persentase kemenangan. “Ini menjadi bukti awal bahwa perempuan jug bisa main game secara profesional serta mendapatkan juara. Lewat prestasi ini, kami juga ingin mendorong mahasiswa lain untuk memupuk potensi yang ada. Jangan hanya disimpan, tapi dimaksimalkan hingga mendapatkan prestasi,” tegasnya mengakhiri. (tri/wil)
Dosen UMM Ungkap Jahatnya Olahan Tepung Untuk Tubuh

Pilihan makanan berbahan dasar tepung kini menjadi favorit di kalangan individu yang memiliki jadwal sibuk. Kendati mudah ditemukan dan rasanya nikmat, namun ternyata jenis penganan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan. Ns. Zaqqi Ubaidillah, M. Kep., Sp. Kep. MB, spesialis keperawatan endokrin dan metabolik sekaligus dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengungkap dampak merugikan dari mengonsumsi tepung olahan bagi kesehatan manusia. “Tepung olahan dapat berkontribusi pada berbagai kondisi kesehatan yang serius, termasuk penambahan berat badan, sindrom metabolik, diabetes, penyakit jantung, gangguan kognitif, kecanduan makanan, depresi, kanker dan jerawat,” ungkap Zaqqi. Lebih lanut, mengonsumsi tepung olahan, khususnya tepung terigu putih yang umum digunakan dalam roti dan makanan olahan, dapat berkontribusi pada pertambahan berat badan dan obesitas. Tepung olahan ini cenderung meningkatkan lemak dalam tubuh dan mengganggu proses oksidasi lemak yang berperan dalam membakar lemak untuk energi. Selain itu, konsumsi tepung olahan juga dapat memicu peradangan mikrobiota usus, yang dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan penambahan berat badan. Konsumsi tepung olahan juga dapat menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan prediktor penting dari sindrom metabolik dan diabetes tipe 2. Selain itu, makanan tepung banyak mengandung alloxan. Alloxan adalah senyawa kimia yang dapat menyebabkan gangguan pada sel beta pankreas yang menghasilkan insulin. Sel beta pankreas penting untuk menjaga kadar glukosa darah tetap stabil. “Alloxan secara khusus dapat merusak sel beta pankreas, yang pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes,” jelasnya. Resistensi insulin yang disebabkan oleh konsumsi karbohidrat olahan juga berkontribusi pada tekanan darah tinggi atau hipertensi. Zaqqi mendorong untuk mengurangi karbohidrat olahan sebagai langkah pertama dalam mengelola hipertensi. Sebuah riset menjelaskan bahwa pola makan rendah karbohidrat olahan menyebabkan penurunan tekanan darah secara signifikan. Tepung olahan pun telah dituduh sebagai penyebab meningkatkan penyakit kardiovaskular. Ia menggarisbawahi bahwa konsumsi karbohidrat olahan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah, peradangan sistemik, dan kerusakan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Selama berpuluh-puluh tahun, lemak dalam makanan sering disalah artikan sebagai penyebab penyakit kardiovaskular. Kesalahan ini berujung pada dikembangkannya pedoman diet rendah lemak dan tinggi karbohidrat yang terkenal di Amerika Serikat. “Perlu kita ketahui bahwa terdapat korelasi antara konsumsi karbohidrat olahan dan risiko kanker tertentu, seperti kanker payudara, usus besar, dan endometrium,” ucapnya. Penelitian menunjukkan bahwa asupan karbohidrat olahan meningkatkan faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1), yang dapat memicu pembelahan sel dan memengaruhi risiko kanker. Dampak karbohidrat olahan terhadap risiko kanker mungkin lebih besar lagi bila dikombinasikan dengan komponen yang tidak sehat lainnya, seperti bahan tambahan makanan. Dampak konsumsi tepung olahan juga dapat terlihat pada gangguan kognitif, seperti Alzheimer dan Parkinson. Resistensi insulin yang disebabkan oleh karbohidrat olahan dapat mengganggu fungsi otak, menyebabkan peradangan saraf, dan meningkatkan risiko gangguan kognitif. Resistensi insulin menyebabkan disfungsi otak dengan mengganggu transportasi glukosa ke otak, menginduksi peradangan saraf, mengubah plastisitas sinaptik (yang membahayakan kemampuan otak untuk belajar dan menghafal), dan merangsang produksi senyawa berbahaya yang disebut produk akhir glikasi lanjutan di otak. Ia memperingatkan bahwa karbohidrat olahan pun dapat memicu kecanduan makanan dan meningkatkan risiko depresi. Pola makan tinggi karbohidrat olahan dapat mengganggu keseimbangan gula darah dan memengaruhi suasana hati. Tidak hanya itu, konsumsi tepung olahan juga dikaitkan dengan jerawat. “Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan bahaya karbohidrat olahan bagi kesehatan, serta mempertimbangkan untuk mengganti sumber karbohidrat dengan pilihan yang lebih sehat. Misalnya saja biji-bijian utuh dan alternatif tepung non-terigu,” tegasnya.(dev/wil)
UMM Kukuhkan Profesor Bidang Perbankan Syariah dan SDGs

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan dua guru besar (gubes) pada 18 Mei ini. Pengukuhan ini menjadi salah satu bukti bahwa kualitas UMM sangat mumpuni dan unggul. Adapun dua gubes dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tersebut adalah Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. dan Prof. Dr. Widayat, MM. Keduanya memiliki kepakaran dan penelitian masing-masing yang menarik. Misalnya Idah yang dalma orasi ilmiahnya membahas ekstentifikasi peran perbankan syariah dalam mendorong ketercapaian SDGs: pendekatan multilayer dan penguatan regulasi berbasis intersectoral. Menurutnya, peran perbankan syariah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menjadi semakin penting, karena ia dapat menjadi pemain kunci dalam memobilisasi dana untuk proyek-proyek yang mendukung SDGs. Selain itu, tantangan pembangunan berkelanjutan tidak dapat diatasi hanya melalui pendekatan satu dimensi dan memerlukan regulasi yang kuat dan berbasis intersektoral. “Hal itu menunjukkan bahwa sektor keuangan, terutama perbankan syariah, memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi nyata terhadap tujuan-tujuan pembangunan global dan SDGs,” Tambahnya. Ia juga membahas tentang konsep pembiayaan syariah multilayer. Konsep ini diilhami oleh anatomi bangunan gedung, yang terdiri dari pondasi, pedestal, dan pilar. Pondasi terdiri dari kerangka regulasi yang matang, komitmen yang kuat, dan infrastruktur keuangan yang memadai. Tiga elemen fondasi tersebut menjadi penopang bagi lima pilar utama. Di antaranya diversifikasi produk dan pembiayaan, pengembangan kapasitas SDM, manajemen risiko dan kepatuhan syariah, kecukupan modal, serta literasi dan adopsi keuangan syariah. penguatan kebijakan intersektoral yang diimplementasikan melalui kolaborasi berbasis inovasi terbuka juga penting. Kerja sama lintas sektor dan inovasi terbuka adalah kunci utama keberhasilan dalam meningkatkan peran intermediasi perbankan syariah, yang pada gilirannya membantu meningkatkan pencapaian SDGs. Di sisi lain, dalam orasinya, Widayat mengkaji tentang membangun gaya hidup seimbang dan berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan holistik lebih baik. Ia menjelaskan bahwa isu-isu mengenai green economy, green marketing, green consumer behaviour, dan juga responsible production and consumption, yang merupakan salah satu pilar pembangunan perkelanjutan (SDGs), menyisakan pekerjaan rumah yang menarik. Maka, menciptakan gaya hidup yang seimbang dan berkelanjutan sangat penting. Selain itu, menurutnya, kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh tinggi rendahnya pendapatan dan ukuran ekonomi lainnya. Kondisi sosial dan lingkungan menentukan kesejahteraan dan kebahagiaan. “Meningkatkan kesejahteraan, dapat ditempuh tidak hanya dengan meningkatkan pendapatan, namun juga perlu diimbangi peningkatan kualitas lingkungan, dimana mereka bekerja dan hidup. Bahkan problem-problem sosial, seperti budaya hidup tidak sehat, persoalan kesemrawutan transformasi, dan kondisi lingkungan fisik yang buruk berkontribusi kuat terhadapa kesejahteraan. Pun dengan polusi udara, pencermaran lingkungan, persoalan sampah, dan lain-lain,” tambahnya. Widayat melanjutkan, untuk menciptakan kondisi lingkungan sosial yang baik, membentuk kebiasaan berperilaku amar ma’ruf dan anti mungkar yang relatif permanen dapat dilakukan dengan dakwah terintegratif.Adapun social marketing merupakan sebuah pendekatan yang mengadopsi prinsip- prinsip conventional marketing, yang lebih relevan terhadap problem sosial dan lingkungan. Hal itu jika dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang kerap diberlakukan seperti pemberlakukan denda, hukuman atau sekedar kampanye sosial. (wil)
Dubes Mesir di Wisuda UMM: Ilmu dan Moderasi Kunci Hadapi Masalah di Masyarakat

Di hadapan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 16 Mei 2024, Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Eishemy berikan pesan penting. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan menjadi warisan yang sangat berarti. Bahkan nabi saja tidak pernah mewariskan dinar maupun dirham melainkan memberikan warisan berupa ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Dari situ sudah jelas bahwa ilmu itu sangatlah penting. Itu sangat selaras terhadap wisudawan kampus putih yang saat ini baru saja di wisuda dan mendapatkan ilmu selama perkulihaan di kampus putih. “Ilmu juga bisa menjadi perisai dalam membentengi kita dari penyimpangan serta menjadi salah satu kunci jalan menuju surga. Allah memudahkan jalan menuju surga bagi orang yang berjalan untuk menuntut ilmu,” tegasnya. Lebih lanjut, pria itu menjelaskan bahwa wastiyyah atau moderasi juga menjadi salah satu hal yang harus dipegang teguh dalam kehidupan. Moderasi yang dimaksud adalah tetap berada di jalan tengah dan tidak ekstrem dalam menyikapi suatu hal. Itu juga menjadi pegangan untuk tetap memberikan sikap terbaik terutama di masyarakat agar tidak gegabah dalam mengambil segala keputusan “Di zaman sekarang, kita berada pada kondisi yang mendesak untuk mampu memflitrasi produk dari moderasi yang liberal. Banyak penyimpangan dari hasil kesalahpahaman akan konsep moderasi. Dan menjadi tugas kita juga untuk mengembalikan pandangan moderasi itu kepada nilai-nilai Islam,” pesannya Di sisi lain, Rektor UMM memberikan tips bagi lulusan kampus putih untuk tidak menjadi korban dari jebakan keberhasilan. Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. menegaskan bahwa saat ini banyak sekali orang yang terjebak akan hal itu. Menurutnya, itu disebabkan karena sudah merasa dirinya cukup dan tidak mengembangkan diri. “Tantangan di masyarakat itu sangat kompetitif, banyak sekali algoritma problem dan salah satunya adalah succsess trap. Perlu saya tekankan bagi wisudawan untuk terus meningkatkan kemampuan skill, kreatifitas, dan responsifitas untuk menjawab tantangan bagi pribadi dan tentunya berlanjut untuk masyarakat,” tegasnya Sementara itu, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. selaku Ketua Badan Pembina Harian UMM menyampaikan bahwa kampus putih ini dapat diibaratkan sebagai rahim kedua bagi mahasiswa. Hal itu mengingat UMM sudah menjadi tempat kepercayaan orang tua para wisudawan sebagai wadah untuk menimba ilmu. Kampus putih juga memberikan berbagai hal yang terbaik dalam membesarkan, merawat, serta memberikan bekal untuk menghadapi masa depan. “Kampus ini sudah menjadi rahim kedua bagi kalian. Kalian dibesarkan, dididik, dan diberikan wadah terbaik. Tidak usah sungkan-sungkan untuk kembali kepada UMM untuk studi, kerjasama, atau yang lain sebagainya. Selamanya darah daging UMM itu melekat pada diri kalian dan kalian juga pasti tetap menjadi anak kebanggaan UMM,” pesannya. (faq/wil)