UMM Gelar Diskusi, Soroti Regulasi Ketenagalistrikan Indonesia

Regulasi seputar ketenagalistrikan di Indonesia telah mengalami sejumlah perubahan signifikan sepanjang beberapa dekade terakhir. Dalam diskusi yang dilaksanakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 4 Maret lalu, turut hadir beberapa pakar serta Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia. Diskusi itu berupaya menyelidiki sejarah dan perjalanan RUY ketenagalistrikan serta dampaknya bagi masyarakat dan pemerintah. Diawali dengan paparan ahli pertama, yakni Sumali, M.H. yang memandang bahwa preview RUU menjadi hal yang penting dan perlu diperhatikan. Sederet hak yang harus disoroti adalah partisipasi masyarajat dalam pembentukan undang-undang. dia merujuk pada putusan MK No.91/PUU-XVIII/2020 yang menetapkan tiga syarat utama untuk menciptakan partisipasi masyarakat. Di antaranya hak didengarkan, hak dipertimbangkan, dan hak mendapatkan penjelasan atas pendapat yang diberikan. “Tak hanya itu, saya juga menggarisbawahi bahaya autocratic legalism, yaitu serangan terencana oleh penguasa terhadap institusi pengawasannya dalam kerangka mandat demokratis. Selain itu, penting pula untuk mencegah Nashrudin Hoja Syndrome, yaitu fenomena di mana motif dan tujuan pembuatan UU tidak jelas atau bahkan bertentangan dengan prinsip demokrasi. Hal ini penting agar RUU tidak bersifat otonom, represif, atau autocratic legal, tetapi responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya. Beberapa pasal dalam RUU Ketenagalistrikan menjadi sorotan dalam diskusi ini. Misalnya, Pasal 10A yang menimbulkan pertanyaan apakah ini akan membawa dampak seperti unbundling atau justru memungkinkan integrasi. Begitu pula dengan Pasal 11A yang menimbulkan kekhawatiran akan privatisasi atau liberalisasi karena memberikan kewenangan kepada badan usaha milik negara untuk dievaluasi dan diprioritaskan wilayahnya. “kompleksitas dalam merumuskan regulasi ketenagalistrikan yang tidak hanya mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan prinsip-prinsip konstitusi dan perlindungan kepentingan nasional. Perlu adanya pemahaman yang mendalam dan dialog terbuka antara semua pemangku kepentingan untuk menciptakan regulasi yang efektif dan berkelanjutan bagi sektor ketenagalistrikan di Indonesia,” jelasnya Lain halnya dari perspektif Zulfatman selaku pakar dan dosen teknik. Ia menyoroti bagaimana kondisi ketenagalistrikan nasional menunjukkan beberapa tantangan, terutama terkait dengan emisi karbon dan dominasi pembangkit berbahan bakar fosil. Untuk mengatasi hal ini, fokus penguatan dalam RUU diperlukan untuk mendorong penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai pondasi pengembangan ketenagalistrikan masa depan. “Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mengawal perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan usaha ketenagalistrikan, khususnya terkait dengan isu lingkungan dan keberlanjutan. Selain itu, penetapan tarif tenaga listrik juga perlu memperhatikan beban ekonomi dan aspek lingkungan untuk menciptakan keadilan dan keberlanjutan,“ ungkapnya. Selain itu, pembelian dan penjualan tenaga listrik lintas negara harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan nasional, tidak menimbulkan ketergantungan, dan memperhatikan penggunaan energi bersih. Diskusi ini menegaskan perlunya dorongan kuat untuk mengembangkan EBT, menyusun regulasi yang adil dan berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Hanya dengan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Indonesia dapat mencapai ketenagalistrikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (rev/wil)

Dosen Pendidikan Biologi UMM: Air Hujan Berpotensi Mengandung Mikroba

Musim penghujan menjadi berkah bagi daerah-daerah di Indonesia. Terutama daerah yang sepanjang kemarau mengalami kesulitan air bersih, juga bagi mereka yang tinggal jauh dari mata air. Tak jarang, saat musim penghujan datang beberapa masyarakat menampungnya untuk keperluan sehari-hari. Mulai dari bersih diri hingga memasak. Namun tak banyak yang tahu, ternyata air hujan tak selalu layak konsumsi. Prof. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes. selaku dosen program studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyatakan bahwa air hujan bisa diminum tapi dengan beberapa faktor keamanan yang harus dipenuhi. Meski secara kasat mata terlihat bersih, namun ketika jatuh ke tanah atau atap, air hujan dapat tercemar polusi seperti debu, kotoran burung atau bahan kimia yang ada di udara. Tak hanya berpotensi mengandung mikroba dan zat kimia, Rofiq juga menyampaikan bahwa air hujan memiliki kandungan asam yang tinggi. Kondisi ini dapat merusak lingkungan dan mengurangi kualitas air. Sementara logam berat seperti timbal atau merkuri yang mungkin terdapat dalam air hujan juga berbahaya bagi kesehatan jika terkonsentrasi dalam jumlah tinggi. “Selama hujan deras, air tanah dapat terkontaminasi dengan berbagai bahan kimia dan mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Mikroba seperti bakteri, virus, dan parasit dapat menyebabkan penyakit seperti diare, kolera, demam tifoid, infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan, dan bahkan kolera,” tambahnya. Oleh karenanya, sebelum dikonsumsi penting untuk selalu memastikan bahwa air hujan telah dimasak dahulu untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang mungkin ada di dalamnya. Penggunaan alat penyaring atau pembersih air yang sesuai juga dapat membantu memastikan air hujan aman untuk diminum. “Dengan memahami risiko-risiko terkait dengan air hujan yang terkontaminasi, kita dapat menjaga kualitas air minum kita dan melindungi diri serta keluarga kita dari bahaya yang mungkin timbul. Jangan abaikan pentingnya pengujian dan langkah-langkah pencegahan, karena kesehatan kita adalah hal yang berharga,” pungkasnya. (bal/wil)

Ini Sosok Mutiara, Wisudawan Cantik UMM yang Berprestasi

Adalah Mutiara Mustofa Rahman, mahasiswi cantik nan berprestasi yang baru saja lulus dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Program Studi (Prodi) Akuntansi. Ia merupakan salah satu dari sederet wisudawan berprestasi dari Kampus Putih, 29 Februari lalu. Selama berkuliah di UMM, Mutiara aktif di berbagai kegiatan di kampus, mulai dari putra putri kampus, Center of Excellence (CoE), hingga Digital Team. “Selama di kampus, aku ikut berbagai kegiatan karena memang UMM menyediakan banyak pilihan. Salah satunya ajang putra putri kampus. Alhamdulillah, aktivitas itu mengantarku ke dunia fashion seperti duta hijab Malang dan dapat ilmu baru seputar jurnalistik dan photoshoot,“ ceritanya. Selain itu, dia juga aktif menjadi digital team yang merupakan perkumpulan konten kreator di UMM. Dari situ, ia akhirnya memahami dan belajar banyak tentang pembuatan konten-konten edukatif yang menarik. Sekaligus mengasah skillnya dalam dunia videografi dan editing video. Dia juga aktif menjadi konten kreator tiktok @mutiaramrrr_ dengan jumlah followers 149 ribu dan instagram @mutiaramrrr_ dengan followers 33 ribu. “Aku juga salah satu bagian dari digital team UMM. Di situ, aku bertemu banyak sekai influencer dari UMM. Kami bisa saling sharing dan kolaborasi dalam membuat konten menarik,” katanya. Wisudawan asal Tebl, Provinsi Jambi itu juga mengikuti program CoE kelas profesional School of Sustainability Accounting yang ada di prodi akuntansi. Ia mengikuti program tersebut selama satu semester dan mendapat kesempatan magang profesional di PT. Petrokimia Gresik. Menariknya, dengan mengikuti program CoE itu, dia mendapatkan ekuivalensi tugas akhir yang menjadikannya lulus tanpa perlu mengerjakan skripsi. “Aku juga ikut CoE yang ada di prodi dan ditempatkan di PT. Petrokimia Gresik. Banyak hal yang aku dapatkan, seperti ilmu baru seputar akuntansi lingkungan. Saya juga sukses lulus tanpa skripsi berkat CoE,” ungkapnya. Sebagai tambahan, CoE merupakan salah satu program di UMM yang memberikan wadah kepada mahasiswa untuk secara langsung melakukan praktik bersama dengan berbagai Dunia Usaha Dunia Industri. Melalui CoE tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mendapat pengalaman langsung dari lapangan. Hal itu menjadi bekal mahasiswa saat lulus serta membuka kesempatan untuk langsung bekerja di DUDI yang ditempati. Terakhir, ia mengaku bahwa banyak sekali peran kampus yang memberikan kontribusi langsung kepadanya dalam mengembangkan minat dan bakat. Dia juga sangat bangga menjadi bagian dari jas merah Kampus Putih. “Pesanku kepada seluruh mahasiswa yakni jangan puas dengan apa yang diraih dan berdiam diri.  Teruslah berusaha dalam mengembangkan minat dan bakat serta menunjukkannya. Aku yakin, kampus UMM akan mendukung dan mewadahi bakat kalian,” pungkasnya. (faq/wil)

Apakah Teh Sehat untuk Anak? Begini Penjelasan Dokter UMM

Rasa dan wangi teh yang khas membuatnya jadi salah satu minuman favorit banyak orang tanpa memandang usia. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun menyukai teh. Namun, apakah the sehat untuk anak-anak? Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Hawin Nurdiana, M.Kes., Sp.A. menjelaskan bahwa memang tidak ada larangan bagi anak-anak untuk mengonsumsi teh. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para orang tua. Teh mengandung fitat dan tannin yang menyebabkan terhambatnya absorpsi atau penyerapan zat besi. Sedangkan zat besi sangat berguna untuk pertumbuhan maupun perkembangan. Utamanya pada anak usia 6 bulan hingga 2 tahun yang tergolong pada periode pertumbuhan cepat. Anak pada usia 0-6 bulan bisanya akan diberi asi ekslusif, kemudian pada usia 6-24 bulan bisa mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Jika semisal MPASI tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi pada anak, maka dapat menyebabkan anemia pada anak tersebut. “Tidak hanya pada pertumbuhan, zat besi pun berpengaruh untuk kecerdasan otak. Ketika penyerapannya terhambat, kemudian zat besi yang masuk menjadi sedikit. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan pada anak,” jelasnya. Jika anak ingin mengkonsumsi theh, Hawin menyarankan untuk meminumnya diantara dua waktu makan, bukan setelah makan. Gunanya agar tidak menghambat penyerapan zat-zat besi yang sudah dikonsumsi. Pun jangan mengonsumsi teh kemasan yang mengandung gula secara berlebih. “Teh dalam kemasan dengan banyak kandungan gula, dapat menyebabkan anak obesitas,” tambahnya. Di sisi lain, teh mengandung polifenol yang berguna untuk anti radang dan antioksidan yang juga bermanfaat bagi tubuh. Namun minuman ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin dan berlebihan. Teh juga mengandung kafein, teofilin dan teobromin yang berfungsi sebagai stimulan. Berbagai hal tersebut terkadang menyebabkan anak menjadi lebih hiperaktif. “Jika anak terlihat aktif bahkan hingga sulit tidur, disarankan untuk tidak mengkonsumsi teh,” tandas Hawin. Secara umum, sebetulnya teh tidak berbahaya bagi anak, tetapi manfaat konsumsi teh secara rutin pada anak belum terbukti. Masyarakat tetap dapat memberikan teh sebagai minuman bagi anak dengan memperhatikan jumlah dan waktu pemberian. Namun, Hawin menyarankan agar anak bisa mengonsumsi susu karena manfaatnya lebih banyak. “Teh itu tidak mengandung protein, lemak, karbohidrat, hanya mengandung sedikit mineral,” ucapnya mengakhiri. (dev/wil)

Ini Tips Lancar Public Speaking ala Dosen Komunikasi UMM

Kemampuan dan seni berkomunikasi atau public speaking wajib dimiliki masyarakat modern saat ini. Tak hanya bagi mereka yang bergerak dalam bidang profesional dan public figure, kemampuan ini juga diperlukan bagi banyak orang. Hal ini disampaikan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rahmania Santoso M.Ikom. “Public speaking itu wajib dipelajari siapapun karena merupakan kemampuan dasar yang akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan. Karakteristik introvert dan ekstrovert tidak menjadi alasan untuk tidak mau berlatih public speaking,” ujarnya mengawali. Menurutnya, public speaking merupakan hal yang penting untuk dipelajari. Dalam menjalani pekerjaan profesional seperti guru, dokter, apoteker, manajer, pedagang hingga petani, kemampuan ini harus dimiliki. Sehingga komunikasi yang terjalin bisa lebih baik dan memperlancar pekerjaan. “Misalnya seorang dokter yang tidak bisa berkomunikasi dengan pasiennya atau seorang guru yang tidak bisa menjelaskan pelajaran dengan baik kepada muridnya. Bisa juga seorang pedagang yang tidak mampu menjelaskan barang dagangannya. Ini pasti dinilai kurang baik dan hasil pekerjaannya kurang maksimal,” jelasnya. Ada bebeapa hal penting dalam public speaking. Namun hal itu bisa diperoleh lewat jam terbang dan pengalaman. Sederet di antranya adalah persiapan materi, penguasaan panggung, gaya tubuh, pengenalan audiens, berlatih sebelum berbicara dan sikap pada saat menghadapi objek tertentu. “Salah satu tips yang unik dalam berlatih public speaking adalah dengan melakukan senam muka. Selain itu membiasakan berbicara sendiri di depan kaca sebelum tampil juga dapat membantu,” tambahnya. Di akhir, perempuan yang kerap MC ini menegaskan agar tidak perlu khawatir gagal dan salah saat bebeicara di depan publik, apalagi jika pada di tahap belajar. Yang terpenting adalah bagaimana cara mengatasi dan memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan. “Gagal, salah, gugup itu hal yang wajar. Justru dengan kita salah, kita jadi tahu kekurangan kita dan semakin mempersiapkan penampilan kita di panggung-panggung kedepannya,” tambahnya mengakhiri. (rin/wil)

Begini Pesan Direktur PT SIER kepada Ribuan Wisudawan UMM

Direktur PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memberikan wejangan di hadapan wisudawan Universitas Muhamamadiyah Malang (UMM), 29 Februari lalu. Itu juga menjadi cara UMM untuk memberikan inspirasi kepada para lulusannya sebelum terjun langsung ke dunia kerja. “Saat ini, Indonesia masih menjadi negara berkembang. Banyak usaha yang dilakukan untuk bisa mewujudkan Indonesia emas 2045. Sementara itu, ekonomi di Indonesia masuk dalam kategori kedua terbesar di Asia Tenggara berkat banyak industri dan investor,” jelas Direktur PT SIER Silvester Budi Agung. Menurutnya, melahirkan strategi baru menjadi salah satu cara untuk bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045. Misalnya saja tentagn pengelolaan bisnis dan lainnya. Termasuk dengan menjadikan kawasan industri lebih hijau, modern, dan berintegritas. Budi menjelaskan bahwa energi baru terbarukan menjadli salah satu fokus penting. Apalagi melihat banyaknya sumber daya alam yang menipis. Maka, perlu adanya investasi di bdiang ini, baik dari aspek alat maupun sumber daya manusia (SDM). Maka dari itu, wisudawan Kampus Putih UMM harus bisa mengisi kebutuhan SDM-SDM tersebut. Sehingga misi Indonesia Emas 2045 bisa tercapai dengan baik. Apalagi mengingat UMM juga telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang sudah berdiri sejak lama. Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr. Syamsudin, M.Ag. juga memberikan beberapa pesan. Menurutnya, saat ini Indonesia telah banyak membuka usaha namun tidak paham cara pengelolaannya, terlebih lagi usaha makanan. Dengan adanya program yang ada di UMM yaitu Center of Excellence (CoE), lulusan didorong untuk memiliki skill yang tepat di perusahana yang tepat pula. “Saya yakin dengan program tersebut akan membentuk mahasiswa yang siap bekerja.CoE ini juga bsia dikembangkan ke bidang-bidang lain, terutama yang unik dna menarik,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan bahwa seorang sarjana memiliki tanggungjawab besar. Yakni mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di berbagai perkuliahan yang sudah dijalani. Apalagi mengingat UMM selalu melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah. Hal itu tak lepas dari upaya Kampus Putih yang membekali berbagai skill dan kemampuan, termasuk program P2KK. “Berbagai program telah diberikan pada mahasiswa demi terciptanya generasi yang cemerlang dan berwawasan global. Proses wisuda ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan mahasiswa. Semoga saudara bisa memajukan dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (ri/wil)

PWM Jatim Luncurkan Aliansi Penulis Muhammadiyah di UMM

Agus Mulyadi, seorang penulis aktif menceritakan hal unik selama perjalanan karirnya di dunia kepenulisan. Hal ini ia sampaikan pada forum Temu Penulis Muhammadiyah Jawa Timur yang diadakan oleh Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim), 2 Maret lalu. Agenda itu juga sekaligus menjadi peluncuran Aliansi Penulis Muhammadiyah (APIMU) Jawa Timur. Kehadiran penulis kondang itu mempertajam dan memberikan banyak materi bermanfaat untuk apra penulis. Agus bercerita, sebelum aktif dan terkenal lewat karir kepenulisan, ia memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Mulai dari seorang penjaga warnet, editor foto, penulis buku, fotografer, hingga influencer saham syariah. Keaktifannya menulis di berbagai platform media sosial dimulai sejak tahun 2013. Menurutnya, menjadi penulis merupakan hal yang sangat membanggakan bagi dirinya. “Melalui tulisan, saya dapat membangun branding diri dan dikenal banyak orang dari situ,” ucapnya. Ia mengatakan, menulis dapat membantunya meruntutkan logika berpikir, membiasakan membangun argumen, serta meningkatkan kecakapan bahasa. Banyak hal yang dapat dijadikan sebuah tulisan. Menulis itu dapat digunakan sebagai media dakwah, kampanye, ataupun meyakinkan seseorang terhadap sesuatu. Seorang blogger yang memiliki nama akrab Agus tersebut menambahkan, menulis memerlukan imajinasi untuk menciptakan tulisan yang dapat menggambarkan suatu peristiwa. Berimajinasi membantu seorang penulis untuk meruntutkan suatu peristiwa yang terjadi. “Menulis itu senjata utamanya adalah imajinasi. Mampu menghubungkan konteks yang jauh menjadi konteks yang dekat. Yang terpenting adalah mengetahui bagaimana titik benang merahnya,” jelasnya. Tak hanya itu, melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut pandang juga harus dimiliki oleh seorang penulis dan konten kreator. Selalu ada perbedaan sudut pandang seorang ahli dalam melihat suatu hal. Contohnya, dalam sebuah pertandingan sepak bola, seorang ahli mengatakan bahwa ada kesalahan teknis pada saat bola masuk gawang. Namun bisa jadi berbeda ketika penyuka sepak bola menafsirkan sebuah peristiwa itu. Bagi pemula, konsep dasar dalam menulis dan membuat konten yaitu konsistensi. Konsistensi dalam membuat konten tulisan bertujuan untuk membuat branding diri sendiri di mata masyarakat. Selain itu, otentisitas atau ciri khas juga diperlukan agar pasar pembaca yang kita tuju tidak beralih ke konten tulisan lainnya. “Buatlah konten yang unik dan berbeda. Karena konten bagus adalah raja, namun konten unik adalah ratu,” sanggah Agus. Agar tulisan tulisan enak dibaca, penulis dapat memberikan sajak humor pada paragraf pertama dan kedua. Sajak humor berfungsi untuk menarik perhatian pembaca untuk lebih melihat isi konten dari tulisan kita. Selain itu, penulis juga dapat menambahkan diksi variatif guna mendukung konten agar unik dibaca. Tentunya isi konten yang baik itu harus mengandung tiga hal. Pertama informasi berupa pengetahuan baru, relevansi atau punya kesamaan dengan pembaca, menghadirkan emosi bagi masyarakat, dan memberikan solusi dari sebuah permasalahan yang terjadi. Tak hanya itu, penulis juga harus memiliki berbagai sudut pandang dalam melihat suatu peristiwa dalam membuat konten tulisan. Untuk itu, penulis, khususnya penulis muda untuk terus mau mencoba dan menikmati proses itu. Karena tulisan yang menarik tidak datang dalam waktu sekejap, tapi juga memerlukan latihan dan jam terbang. Apalagi, jika ingin membuat konten tulisan yang dapat menarik perhatian di media sosial perlu mengetahui karakteristik media sosial tersebut. “Karena, media sosial mempunyai karakteristik yang unik. Terkadang netizen tak suka melulu hal yang bagus dan menarik saja, namun juga memerlukan hiburan,” tambahnya mengakhiri. (tri/wil)

MPID PWM Jatim Luncurkan APIMU, Undang Okky Madasari untuk Pertajam Ilmu

Dalam menulis, pikiran kritis dan pembahasan menarik adalah hal penting. Itu ditegaskan langsung oleh penulis kondang Okky Madasari di acara Temu Penulis Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 2 Maret lalu. Adapun kegiatan itu dilaksanakan oleh Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Temu penulis tersebut juga sekaligus menjadi momen peluncuran Aliansi Penulis Muhammadiyah (APIMU). “Kritis di sini maksudnya adalah mampu membedah keseluruhan data, fakta, kejadian, dan segala informasi dari topik yang akan dibahas. Dengan begitu, tulisan yang disusun bisa lebih berbobot dan tidak hanya membahas di kulitnya saja. Kritis juga menjadi langkah pertama dalam menulis teks yang bagus,” tegasnya. Penulis terkemuka itu menjelaskan bahwa pikiran kritis menjadi alat untuk mencari persoalan yang ingin dibahas. Hal itu akan membuka pandangan dan perspektif akan suatu kajian. Melihat persoalan tidak hanya dibutuhkan dalam menulis essay, tapi juga dalam tulisan fiksi. Ia bahkan menjelaskan terkait segmen tulisan yang sering ia buat, yakni tulisan fiksi dan essay. Keduanya selalu berlandaskan analisis Okky dalam melihat persoalan. Menurutny, semua persoalan bisa menjadi sebuah tulisan yang bagus. Meski begitu, fiksi dan essay memiliki perbedaan. Essay opini harus memperhatikan data, sementara fiksi harus berani mendobrak sekat-sekat imajinasi. Okky mengatakan, kritis juga membentuk penulis untuk lebih bertanggungjawab dengan tulisan yang dihasilkan. Inah yang membedakan antara penulis yang memang paham ilmu kepenulisan dan pengguna media sosial yang asal membuat cuitan. Menurutnya, tulisan juga bisa menjadi dua mata pisau yang berbeda, yakni dpaat menjadi alat kritik atau bisa juga sebagai cara memberi pujian. “Bedakan antara kritis dan kritik. Kalau kritik itu memberikan komentar atas kebijakan, pandangan, atau apapun itu. Lawan kata kritik itu adalah pujiann. Nah, tulisan itu juga bisa menjadi alat pujian atau branding. Tapi kembali lagi, data yang dilampirkan juga harus berdasarkan dengan fakta yang ada,” tambahnya. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh peserta untuk tidak perlu minder dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh. Latar pendidikan yang berbeda dapat menjadi senjata dan pandangan berbeda dalam melihat suatu perkara yang diangkat. Turut hadir Sekretaris PWM Jawa Timur Prof. Dr. Biyanto, M.Ag. yang meluncurkan APIMU pada kesempatan itu. Menurutnya, Muhammadiyah memang harus memiliki banyak penulis. Maka, hadirnya aliansi ini diharapkan mampu mencetak penulis-penulis andal yang memberikan perspektif dalam berbagai permasalahan. “Menulis itu memerlukan 3M. M yang pertama adalah menulis, kemudian yang kedua adalah menulis lagi. Terakhir, M yang ketiga yakni menulis lagi. Menulis itu terus berlanjut dan tiada akhir. Semoga APIMU mampu berkiprah dengan apik dengan beragam cara dan upaya,” tegasnya mengakhiri. (faq/wil)

FPP UMM Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Kaji Ruminansia dan Strategi Tanaman

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah guru besarnya. Kali ini datang dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) dengan mengukuhkan dua guru besar baru pada 2 Maret 2024. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes. IPU dan Prof. Dr. Ir. Aniek Iriany, M.P. yang masing-masing mengkaji hal menarik di dunia pertanian maupun peternakan. Misalnya Wahyudi yang membahas strategi meningkatkan kesehatan dan mencegah stunting ruminansia muda. Menurutnya, pemerintah Indonesia seharusnya tidak hanya mempunyai program meningkatkan jumlah kelahiran ruminansia muda. Tapi juga harus memiliki strategi tentang cara merawat anak-anak ruminansia yang telah lahir. Dengan begitu, jumlah yang mati tidak lebih besar daripada jumlah bakalan yang diimpor. “Jika jumlah ruminansia yang mati dan angka stunting dapat diturunkan secara nasional, maka kebijakan import bakalan sapi dan daging tidak diperlukan lagi. Kebijakan swasembada bakalan sapi juga sebaiknya ditata ulang untuk masa depan,” katanya. Ia menjelaskan, pemeliharaan ruminasia yang sembrono di masa awal pertumbuhan hingga fase poligastric dapat berakibat fatal. Yakni menyebabkan kematian dan stunting. Berdasarkan data 2015, kematian pedet sapi perah ada di angka 20%, sementara sapi Bali yang dipelihara secara komunal bersama induknya mencapai 55,56%. Dan menjadi 72,73 persen di 2017. Menurutnya, pemeliharaan ruminansia muda yang sehat sangat penting karena akan berdampak signifikan pada pertumbuhan dan kinerja produksi daging pada kehidupan dewasa. Lingkungan hidup ruminansia muda yang berubah dari rahim dalam kondisi steril ke kondisi alam luar yang sarat dengan kontaminasi “makhluk halus pathogen” dan perubahan nutrisi akan sangat mempengrauhi. Termasuk dalma hal pencernaan dan penyerapan pakan. Oleh karena itu perawatan ruminansia muda pra sapih yang memadai haruslah menjadi perhatian serius agar tidak mati dan stunting. Di sisi lain, Aniek menjelaskan mengenai strategi adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim untuk pertanian berkelanjutan. Tiga poin pokok dalam strategi ini yakni penggunaan lahan dan sistem manajemen, perbaikan tanaman melalui pemuliaan tanaman, serta efisiensi permintaan dan konsumsi pangan. Selain itu, kelangkaan air karena perubahan iklim kini juga menjadi sebuah tantangan. Maka modifikasi iklim mikro tanaman dilakukan dengan menjaga kelembaban dan suhu tanah, mencegah erosi tanah dan leaching unsur hara karena run-off dipermukaan tanah serta mengurangi evaporasi air tanah. “Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan pemulsaan menggunakan bahan organik seperti jerami dan potongan rumput maupun maupun plastik. Mulsa membantu konservasi air dengan menimimalkan penguapan di permukaan tanah,” jelasnya. Adapun pemulsaan menggunaan berbagai jenis bahan, berpotensi menjaga kelembapan tanah, mengurangi kehilangan penguapan, dan menekan populasi gulma. Penggunaan mulsa yang berbeda memberikan juga dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas berbagai tanaman. (wil)

Tim Metaverse UMM Inisiasi Rancang Teknologi Kesehatan Hewan

Mengadopsi teknologi mutakhir, tim metaverse Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Perusahaan Satwa Sehat Indonesia menginisiasi teknologi metaverse dalam dunia hewan. Kegiatan tersebut berlangusng sejak bulan Agustus 2023 lalu hingga saat ini. Uniknya, gagasan tersebut muncul di tengah perbincangan santai yang terjadi antara tim program studi teknik informatika dengan pihak perusahaan. Didih Rizki Chandranegara S.Kom., M.Kom. selaku dosen yang turut serta dalam pengabdian ini mengatakan, keterlibatan prodi Informatika dalam proyek ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi metaverse yang saat ini telah merambah berbagai sektor. Namun, dalam bidang kesehatan hewan, aplikasi metaverse belum pernah dikembangkan sebelumnya. Lebih lanjut, Didih mengungkapkan, keputusan untuk mengajukan kegiatan ini sebagai bagian dari pengabdian berbasis Center of Excellence (CoE) yang menandai komitmen mereka untuk memberikan kontribusi berkelanjutan dalam perkembangan teknologi terapan. Adapun platform ini memungkinkan adanya simulasi operasi hewan secara virtual. Para calon dokter hewan dapat memperoleh pengalaman praktis yang mendekati situasi asli tanpa perlu mengorbankan hewan asli. Selain itu, aplikasi ini juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang komprehensif mengenai struktur anatomi hewan bagi berbagai kalangan, tidak hanya profesional kesehatan hewan. “Jadi para calon dokter dna tenaga kesehatan sektor kedokteran hewan bisa mendapatkan pengalaman yang bagus dan menarik,” jelasnya. Adapun Pengabdian ini turut melibatkan tim metaverse yang terdiri dari pimpinan prodi, beberapa dosen, mahasiswa tingkat akhir, dan alumni informatika UMM. Keterlibatan tim metaverse dari prodi Informatika tidak hanya sekedar memperkenalkan teknologi terbaru, tetapi juga sebagai wujud nyata dari kolaborasi lintas disiplin ilmu. Para pemangku kepentingan, baik dari akademisi maupun praktisi di industri kesehatan hewan, secara aktif terlibat dalam setiap tahapan pengembangan aplikasi ini. Langkah-langkah implementasi yang diambil meliputi serangkaian pertemuan untuk menyusun strategi kolaborasi dengan pihak klinik hewan, memetakan data, merancang aplikasi dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keterbatasan yang ada, hingga uji coba dan peluncuran resmi aplikasi. Proses ini melibatkan diskusi mendalam antara tim pengembang dan pengguna potensial untuk memastikan bahwa aplikasi metaverse yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan. “Metaverse di bidang kedokteran hewan ini masih terus dikembangkan untuk bisa mencapai potensi terbaiknya. Upaya ini tidak hanya merupakan sebuah proyek teknologi semata. Namun, bisa menjadi sebuah langkah progresif dalam memanfaatkan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan pendidikan di bidang kesehatan hewan,” tutupnya. (Rev/Wil)