Belirefill, Inovasi Isi Ulang Produk Garapan Mahasiswa UMM

Penggunaan plastik masih menjadi permasalahan penting di Indonesia. Hal ini karena plastik merupakan sampah yang sulit terurai. Hal itu menggerakkan tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan inovasi untuk mengurangi sampah plastik. Hafidhotudzarofah Sekarningtyas, mahasiswa prodi Psikologi UMM menjelaskan bahwa sebenarnya di Indonesia sudah ada upaya pengurangan penggunaan plastik melalui refill station. Namun, masih ada banyak kekurangan dalam penggunaannya, sehingga timnya ingin mengembangkan inovasi yang lebih baik dan menciptakan kebiasaan baru dengan adanya refill station di Indonesia. “Inovasi yang kami buat ini bernama Belirefill yang memiliki teknologi sinar ultraviolet dan kamera object detection. Alat ini menjadi refill station yang canggih, praktis, dan higienis di Indonesia,” terangnya. Adapun Belirefill merupakan alat isi ulang otomatis. Di mana nantinya alat ini dirancang untuk produk isi ulang produk cair dan padat. Menurutnya, saat ini masih jarang yang memiliki alat isi ulang produk otomatis untuk produk dengan massa jenis padat, karena kebanyakan alat isi ulang berfokus pada produk dengan massa jenis cair. Alat ini juga dilengkapi camera object detection yang bisa mendeteksi kapasitas wadah konsumen, sehingga bisa mengurangi kesalahan jumlah produk yang diisi dan tidak tumpah. Selain itu, terdapat pembersih wadah otomatis, yang bisa dipakai untuk membersihkan wadah konsumen. Dilengkapi juga dengan sinar ultraviolet untuk membunuh mikroorganisem, patogen, dan sterilisasi. Inovasi ini juga di lengkapi dengan adanya aplikasi khusus. “Aplikasi ini nantinya akan dapat mengetahui lokasi Belirefill, mengetahui jumlah produk yang tersedia, apa saja jenisnya, riwayat transaksi, merk, kode produksi, dan tanggal kadaluarsa sebagai upaya pencegahan apabila label pada kemasan telah rusak. Dengan begitu, konsumen tidak perlu membeli produk kemasan plastik. Cukup membawa wadah yang dimiliki dari rumah,” ungkapnya. Menariknya, inovasi ini mendapatkan pendanaan pada PKM 2023 dan mendapatkan Juara 1 Kategori PKM KC-KI-VGK Lomba PKP 2 PKM Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) PTMA ke 2 Tahun 2023. Sejauh ini, Belirefill telah menghasilkan alat prototipe yang sudah hampir jadi, tepatnya 99% sudah rampung. Begitupun dengan pengujian untuk sistem dari alatnya. Untuk prototipe aplikasinya sendiri telah sampai pada tahap UI/UX design. “Harapannya alat ini nantinya akan di tempatkan di supermarket atau toko-toko yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Sekaligus dapat mengurangi penggunaan plastik di Indonesia serta memudahkan masyarakat mengisi ulang produk tanpa takut melebihi kapasitas,” pungkasnya. (Nov/Wil)

Gaet Sekolah Korea, Dosen UMM Terapkan Kurikulum Pancasila dan Al-Islam

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Tim Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gaet Rumah Muslimah Indonesia (Rumaisa) School, Korea Selatan. Tim tersebut terbang ke Korea Selatan dan melakukan penandatanganan MoU secara langsung pada awal November ini. Sebelumnya, mereka telah menyusun dan menjalankan program tersebut sejak Agustus lalu melalui pelatihan daring. Hingga kemudian melakukan pengabdian secara langsung selama satu minggu di sana. Ketua tim Arinta Rezty Wijayaningputri, M.Pd. menjelaskan, program tersebut dibuat untuk meningkatkan literasi berbasis pelajar Pancasila dan nilai Al-Islam yaitu akidah, akhlak, dan ibadah. Terdapat tiga pengajar yang berangkat untuk berkontribusi di Rumaisa School. “Selama satu minggu, kami melakukan pelatihan kepada para pengajar disana. Sistem yang kami gunakan menerapkan sistem kurikulum merdeka berbasis al-Islam. Tentu hal ini karena kami ingin menekankan nilai-nilai pancasila sekaligus ilmu agama,” jelasnya menambahkan. Arinta, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa mereka tergerak untuk membantu Rumaisa School karena melihat belum adanya kurikulum yang jelas dan cara pengajaran yang efektif. Maka, sistem merdeka berbasis Pancasila dan Al-Islam menjadi salah satu upaya yang diharapkan bisa memberikan manfaat lebih. “Di sana kami menerapkan literasi pada anak-anak kategori kelas bawah yaitu kelas 1,2, dan 3. Setiap minggu, kami mengadakan program membaca Alquran dan e-comic berbasis cerita-cerita Islami. Begitupun dengan cerita-cerita budaya Indonesia untuk menanamkan nilia-nilai,” katanya. Menurutnya, membuat dan membaca e-comic menjadi salah satu program penerapan untuk pengajar. Sehingga anak-anak didik bsia tertarik untuk membaca dan meningkatkan literasi. Arinta menambahkan, kerjasama MoU antara kedua belah pihak dinilai bsia berdampak baik bagi generasi dan anak-anak berdarah Indonesia yang bersekolah di Korea Selatan. “Harapannya, anak didik di sana tidak kehilangan nilai-nilai pancasila, budaya Indonesia, dan keislaman. Selain itu juga semoga sistem ini mampu mendorong adanya inovasi-inovasi dalam pendidikan sehingga melahirkan generasi emas penerus bangsa,” pungkasnya. (*ri/wil)

Dosen UMM Ingatkan Masyarakat: Hati-hati Memanfaatkan Pinjol

Belakangan, banyak kasus mencuat tentang tentang nasabah yang terlilit hutang pinjaman online (pinjol). Aep Saepuddin, S.E, MESy., dosen D3 Perbankan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, ada banyak alasan yang mendorong mereka unutk menjajal pinjol. Mulai dari kebutuhan mendadak, kecanduan dan bahkan hedonisme. Aep mengatakan, dalam sudut pandang ekonomi, pinjam meminjam menjadi sah jika memenuhi syarat yang sudah di tentukan. Saat seseorang mengajukan pinjaman ke bank, di tahap awal biasanya bank akan melakukan analisis 5C (character, capacity, capital, collateral, dan condition) ke nasabahnya. Jika dirasa nasabah tidak memenuhi kriteria ini, maka bank berhak menolak  ajuan pinjaman tersebut. Beda halnya dengan pinjaman online, sistem yang digunakan tidak melalui analisis panjang 5C sehingga tidak perlu memakan waktu yang lama. Uangpun segera cair dan masuk ke rekening peminjam. Inilah alasan mengapa banyak masyarakat khususnya anak muda menyukai pinjaman online. “Kebanyakan kasus pinjol hari ini dilakukan oleh anak muda, alasannya beragam tapi intinya mereka tidak bisa mengontrol keuangan,” kata pria yang akrab disapa Aep terebut. Menurutnya, banyak anak muda hari ini tidak bisa menyesuaikan antara pemasukan dan pengeluaran keuangan. Padahal pola pikir keuangan sangat penting bagi kehidupan. Besar kecilnya penghasilan yang didapatkan sebetulnya hanya nominal, selebihnya merekalah yang wajib mengatur uang tersebut. Lebih lanjut, Aep menyampaikan, seseorang bisa saja berada dalam kondisi terdesak dan mau tidak mau harus mengambil bantuan pinjaman. Pada keadaaan seperti ini, mereka harus waspada dan berhati-hati. Memastikan lembaga atau aplikasi sudah dijamin oleh otoritas jasa keuangan (OJK) dan berkomitmen untuk melunasi hutang tersebut dengan sungguh-sungguh. “Jangan sampai kita meminjam uang untuk hal yang bersifat hedonisme saja. Lebih lebih kepada lembaga yang tidak bersertifikasi OJK karena dampak yang akan terasa sangatlah berbahaya. Di beberapa kasus bahkan ada peminjam yang stres dan mengakhiri hidup karena diteror oleh rentenir ilegal yang menagih hutang secara kasar,” ujarnya. Ia juga sempat berpesan agar masyarakat yang mengambil pinjaman online untuk tetap waspada. Boleh-boleh saja asal tahu dan paham konsekuensi yang harus ditanggung. Begitupun tanggung jawab untuk melunasi hutangnya tepat waktu. “Ditengah modernisasi seperti saat ini, pinjaman online itu memang bisa menjadi alternatif asalkan kita tau aplikasi yang kita gunakan sudah dilindung OJK. Penggunaan uang tersebut juga harus dipastikan untuk kebutuhan yang penting dan mendesak,” pungkasnya. (*rin/wil)

Mahasiswa UMM Kembangkan Aplikasi Deteksi Khasiat Tumbuhan Herbal

Berdasarkan informasi yang diterbitkan oleh IPB, Indonesia menjadi rumah bagi 80% dari seluruh tanaman obat di dunia. Terdapat sekitar 25.000 hingga 30.000 tanaman yang memiliki potensi sebagai bahan obat. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri herbal. Namun, hingga sekarang untuk menjangkau akses informasi herbal secara luas masih sangat sulit. Hal ini dapat berdampak pada penyalahgunaan serta penurunan minat masyarakat pada produk herbal. Berangkat dari hal itu, tim yang beranggotakan enam mahasiswa dari empat kampus berbeda se-Malang Raya membuat aplikasi yang Bernama Herbify. Tim Herbify berhasil masuk dalam Top 20 Final Capstone Project Bangkit Academy Batch 1 2023, setelah menyisihkan 786 tim se-Indonesia. Atas prestasinya, mereka mendapatkan dana inkubasi dari Google dan Dikti sebesar Rp140 juta. Salah satu anggota tim dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hania Pratiwi Ningrum mengatakan, Herbify bergerak untuk membantu masyarakat dalam mengakses informasi menyeluruh tentang semua hal yang berkaitan dengan herbal secara akurat. Herbify memiliki visi untuk membuka potensi penuh Indonesia dalam industri herbal. Caranya yakni dengan menjadikan Herbify sebagai central hub dari semua yang berkaitan dengan herbal. Herbify akan bekerja sama dengan berbagai praktisi herbal, pemerintah, produsen herbal, serta komunitas herbal untuk bersama-sama mewujudkan visi mulia tersebut. “Jadi terdapat tiga fitur yang diunggulkan pada aplikasi ini, yaitu Herbal Pedia, Herbal Talk, dan Herbal Store. Untuk saat ini, aplikasi masih dalam tahap pengembangan dan akan launching di google play sekitar Desember ini,” ucap mahasiswi informatika itu. Ada beberapa fitur dari Herbify, misalnya Herbal Pedia. Yakni kumpulan ensiklopedia mengenai tanaman, herbal dengan sumber terpercaya. Herbify akan bekerja sama dengan herbal Materia Medica Batu (MMB). Konten yang dimuat yaitu seputar pengetahuan mengenai tanaman, khasiat, manfaat, serta cara mengolah tanaman tersebut. Adapula Herbal Talk, layanan konsultasi dengan dokter yang memiliki keahlian di bidang herbal. Kemudian juga Herbal Store merupakan layanan yang menyediakan obat obatan herbal terpercaya. “Herbal pedia ini semacam scan deteksi tanaman herbal. Jadi misal kita tidak bisa membedakan mana kunyit dan mana kencur, nanti bisa di scan dan otomatis akan terdeteksi. Semisal tanaman kencur, otomatis akan diarahkan ke penjelasannya mengenai kencur,” jelasnya. Dengan adanya aplikasi Herbify ini, ia berharapa bisa lebih mengenal lagi tentang tumbuhan herbal yang ada di Indonesia. Hania menyayangkan kenyataan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui manfaat lain dari tanaman herbal. Padahal ada banyak tumbuhan herbal yang bisa  dimanfaatkan dan diolah secara maksimal di Indonesia tanpa harus mengekspornya ke luar negeri. (*dev/wil)

Dosen UMM Ungkap Pentingnya Pramuka di Sekolah Dasar

Gerakan praja muda karana (pramuka) telah mengukir sejarahnya dalam pendidikan di Indonesia sejak diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Kemudian, diperbarui melalui UU Nomor 12 Tahun 2010. Keberadaannya, menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter dan moral pelajar. Terlebih, saat ini Pramuka telah menjadi kegiatan atau ekstrakurikuler yang wajib diikuti utamanya para siswa Sekolah Dasar (SD). Dr. Ichsan Anshory AM, M.PD selaku dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan, Pramuka itu wajib diikuti karena adanya legalitas yang jelas. Alasan lainnya adalah kegiatan ini dapat memperkaya nilai pendidikan. Memberikan dimensi baru, di mana proses pembelajaran tidak hanya terpaku pada materi dan ruang kelas. “Melalui kegiatan Pramuka, anak-anak diajarkan percaya diri, mandiri, tanggung jawab, dan saling peduli. Hal ini guna menyokong para pelajar dalam menghadapi kehidupan nyata,” sebut Ichsan. Lanjutnya, dalam konteks pendidikan di SD, Pramuka menggunakan metode pembelajaran yang berbasis permainan. Hal ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, efektif, menarik, sehat, dan terarah. Ia menekankan bahwa pendidikan Pramuka di SD didesain dengan memperhatikan karakteristik perkembangan anak-anak, menggabungkan unsur pendidikan dengan kegiatan yang bersifat positif. Salah satu aspek menarik yang diajarkan dalam kegiatan Pramuka adalah kebersamaan. Melalui kegiatan seperti menyanyikan yel-yel ataupun permainan, anak-anak diajarkan untuk peduli terhadap sesama dan berbagi pengalaman dengan teman-temannya. “Pramuka bukan hanya sekadar organisasi semata, tetapi juga wadah untuk membentuk kepribadian yang inklusif dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” jelas nya. Pentingnya pengajaran Pramuka di SD juga terlihat dari pengembangan skill baru, seperti Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Para siswa diajarkan cara merespons kecelakaan baik secara individu maupun kelompok. Tidak ketinggalan juga diajarkan cara mendirikan tenda melalui kegiatan Persami. Pramuka memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kegiatan berkelompok seperti kerja bakti, penyelesaian konflik melalui musyawarah, hingga mengenali isyarat nonverbal menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran ini. Semua dilakukan dalam suasana yang melibatkan orang dengan latar belakang beragam, menciptakan pengalaman belajar yang interaktif bagi para peserta. “Yang tak kalah penting yaitu menumbuhkan jiwa leadership. Pramuka juga berperan sebagai wadah kaderisasi dalam membentuk sosok pemimpin ideal untuk berjiwa patriot, berkepribadian baik, serta menjunjung nilai luhur bangsa,” tambah dosen asal Madura. Pentingnya pengajaran Pramuka di SD juga karena kegiatan ini menjadi bagian integral dari kurikulum. Sebuah langkah positif dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan. “Pramuka menjadi petualangan pendidikan yang menyenangkan. Membawa anak-anak lebih dari sekadar pengetahuan akademis, karena memberikan fondasi yang kokoh untuk membangun karakter positif dan sikap peduli di sepanjang hidup,” pungkasnya. (*lai/wil)

Ciptakan Alat Pemeliharaan Jalan, Mahasiswa UMM Dapat Penghargaan di Korea

Mahasiswa jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet medali Silver dan Special Price King Abdulaziz University dalam ajang bergengsi Seoul International Invention Association Fair (SIIF) tahun 2023. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Korea Invention Promotion Association (KIPA) secara langsung di Korea Selatan pada 31 Oktober – 4 November 2023. Alifia Ariana Prabaswara, salah satu anggota tim mengatakan bahwa inovasi yang mereka tawarkan adalah alat pendeteksi kekasaran permukaan jalan menggunakan sistem Image Program. Mereka memberi nama alat itu Smart Miu Meter. Tidak hanya itu, timnya juga membuat aplikasi khusus yang tersambung ke alat tersebut yang diberi nama Citra Gambar (CIGAM). Ia menjelaskan, alat tersebut dibuat mengingat kualitas jalan adalah hal penting dalam kehidupan masyarakat. Maka, perlu adanya upaya pemeliharaan permukaan jalan. Berbeda dengan alat lainnya, Smart Miu Meter ini menggunakan metode image processing yang lebih memudahkan. “Meski banyak inovasi dari negara lain yang keren, tapi kami selalu yakin bahwa lat yang kami bawa dari Indonesia tidak kalah bagus dan berkualitas,” ujarnya. Lebih lanjut Alifa mengatakan bahwa, aplikasi CIGAM dapat diakses ari manapun dan siapapun secara internasional. Maka, saat pameran berlangsung, timnya mendapat perhatian dari pemerintah Bangladesh. Mereka mendapatkan tawaran dari pemerintah Bangladesh untuk bekerja sama dalam pembangunan jalan di Bangladesh. “Memperbaiki jalanan di negara mereka merupakan salah satu tujuan kerjasama kami. Apalagi melihat kualitas jalanan disana masih belum maksimal dan banyak daerah terpencil kurang dilirik sehingga banyak jalanan yang rusak. Saat ini masih dalam proses diskusi dan persetujuan,” jelasnya. Meski begitu, Alifa sempat pesimis karena pengunjung booth mereka lebih sedikit ketimbang booth inovasi lainnya. Namun ternyata mereka malah mampu mendapatkan penghargaan internasional. Mahasiswi asal Lamongan tersebut juga mengatakan bahwa inovasi alat yang dibuatnya belum sepenuhnya sempurna karena masih memakai kabel USB. Sehingga terlihat seperti kurang rapi. Maka, ia dan tim terus berupaya mengembangkan alatnya menjadi benar-benar wireless. Ia juga berterimakasih pada UMM yang senantiasa mendukung dari berbagai aspek. Bahkan ia mendapatkan beasiswa selama berkuliah di Kampus Putih. ia menilai, UMM selalu memberikan wadah dan dukungan bagi mereka yang ingin mengembangkan potensi dan bakat. “Tentu hal ini harus dimanfatakan mahasiswa agar bisa mencapai potensi terbaiknya. Fasilitas dan kesempatan terbuka lebar, maka kita sebagai mahasiswa perlu memanfaatkannya sebaik mungkin,” pungkasnya. (*ri/wil)

Kembangkan Lahan 1,1 Hektar, UMM Wujudkan Ponpes Modern Abdul Malik Fadjar

Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengembangkan kawasan baru yang berlokasi di Karangploso, Kabupaten Malang. Lokasi dengan luas 1,1 hektar itu digunakan untuk pengembangan dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur dan dikelola bersama dengan pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Turut berkunjung Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. pada 11 November lalu. “Kami tentu bersyukur karena UMM sebagai bagian dari Muhammadiyah diberi kemudahan untuk menambah ladang amaliyah berupa pondok pesantren modern. Apalagi lokasi yang, arsitektur dan lingkungan begitu bagus dan membanggakan,” kata Haedar. Menurutnya, lembaga pendidikan yang berkemajuan harus iawali dengan membangun tradisi besar. Yakni mampu membangun ekosistem budaya alam pikiran dan perilaku sehari-hari yang menggambarkan muslim yang diberi mandat membangun peradaban. Apalagi Muhammadiyah juga telah mengukir sejarah panjang selama satu abad. “Kami berharap mampu melahikan sumber daya insani yang tidak hanya punya akhlak dan moral yang baik, tapi juga cerdas, berilmu, berkemajuan, dan punya optimisme hidup menjadi pelaku sejarah masa depan,” tegasnya menambahkan. Adapun lokasi baru milik UMM itu memiliki beberapa bagian. Salah satunya gedung utama empat lantai yang terdiri dari ruang kelas, perkantoran, hingga aula. Adapula asrama putra dan putri yang masing-masing memiliki tiga lantai dengan 13 kamar. Dilengkapi pula dengan sebuah masjid bergaya joglo dua lantai. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa aset baru yang dimiliki UMM ini akan memperkuat misi dakwah Muhammadiyah. Ke depan, kampus putih akan mengelolanya bersama PWM Jatim. “Mudah-mudahan dengan gedung dan lahan yang serba bagus ini, kita mampu melahirkan generasi harapan Muhammadiyah dan harapan bangsa,” pungkasnya mengakhiri. (*wil)

Vokasi UMM Siapkan Kerjasama dengan Negara Jerman

Transformasi digital bersama dengan teknologi yang kompleks menjadi tantangan bagi generasi saat ini. Maka, perlu adanya peningkatan skill digital di berbagai bidang. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technische Universitat Dresden, Jerman. Ia menjadi pemateri dalam diskusi pendidikan vokasi yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 11 November lalu. Turut hadir berbagai perwakilan dari Kemenko PMK dan perwakilan kampus-kampus, baik dari lingkungan Muhammadiyah maupun umum. Lebih lanjut, Köhler mengatakan, ada beberapa langkah revitalisasi yang bisa dilakuakn di Indonesia, khususnya dalam pelatihan dan pendidikan vokasi. Misalnya saja dengan meningkatkan kapasitas pengajar dan memberikan eksposur internasional. Begitupun dengan upaya menghubungkan dunia industri dengan kampus. Hal yang tak boleh terlewat yakni kebijakan yang mendukung upaya-upaya ini. “Penguatan kualitas pendidikan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Utamanya untuk memperkokoh pelatihan dan pendidikan vokasi dalam bidang industri, keilmuan, dan lainnya,” kata Köhler. Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus memiliki skill yang dibutuhkan dunia internasional. Termasuk bahasa-bahasa asing, bukan hanya sekadar bahasa Inggris. Hubungan harmonis juga harus dibangun anatara pihak-pihak yang bergerak di dunia pendidikan dengan industri sehingga kepentingan kedua belah pihak bisa terpenuhi dengan baik. “Ada banyak hal yang bisa kita diskusikan bersama dan kami sangat terbuka untuk itu,” katanya. Di sisi lain, Deputi Kemenko PMK Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D. juga memberikan pandangannya. Sebagai upaya menciptakan SDM yang kompeten an berdaya saing, pemerintah sudah menerbitkan Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Peraturan ini juga membentuk epratruran Menko PMK yang salah satu transformasinya adalah mengubah pendekatan supply driven menjadi demand driven. “Dengan begitu, diharapkan Indonesia mampu melahirkan tenaga kerja yang unggul dan kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia yang terus berkembang,” katanya. Warsito melanjutkan, Indonesia tengan menghadapi bonus demografi, di mana angkatan kerja berada pada jumlah terbanyak. Namun dnia industri dan kerja tidak dapat menampung jumlah itu. Diskusi bersama Prof. Köhler memberikan insight baru terkait hal ini. Maka pendidikan di Indonesia juga harus diarahkan pada kompetensi berwirausaha dan juga pemagangan di UMKM. Sehingga mereka juga bisa menyediakan lapangan kerja. Sementara itu, terkait ide hubungan pendidikan-industri yang disampaikan Prof. Köhler, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. memberikan tanggap yang menarik. Ia menyebut program Center of Excellence (CoE) garapan UMM sudah melakukan hal itu sejak lama. Mempertemukan kebutuhan industri dengan SDM yang memiliki skill sesuai dengan industri harapkan. “Sehingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan masing-masing. Baik dari aspek pengetahuan, inovasi, riset, karir, dan lainnya,” jelas Fauzan. Ia juga menyampaikan kesiapan Kampus Putih untuk menjalin kerjasama, bukan hanya dengan kampus TU Dresden saja tapi juga dengan berbagai institusi di Jerman. Ia yakin, kolaborasi yang dibangun bisa memberikan kebaikan bagi sivitas akademika tiap kampus serta memberikan manfaat untuk masyarakat. Terakhir, Fauzan juga menjelaskan program vokasi yang dijalankan UMM yang berlangsung dengan baik. Apalagi dengan berbagai kerjasama industri luar negeri, seperti dengan Yoyokai dan Daiichi untuk keperawatan, Canary untuk makanan, Zenkoku, PT OS Selnajaya dan lain sebagainya. Dengan begitu, kesempatan kerja yang ada semakin luas. (*wil)

Mahasiswa UMM Ini Koleksi Medali Motorcross hingga Jadi Perwakilan PON

Hobi seringkali dapat menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang memenangkan masa depan. Hal itu pula yang terjadi di kehidupan Javier Bhagawanta, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia sukses memenangkan berbagai kejuaraan motocross berkat hobinya bermotor. Terbaru, ia berhasil meraih medali perunggu atau juara dua dalam dalam kompetisi Trial Game seri 6 kategori campuran non seeded yang diadakan Lapangan Rampal, Kota Malang. Ia mengalahkan berbagai peserta, baik yang atlet maupun yang non-atlet. Kompetisi ini juga merupakan final dari gabungan beberapa seri perlombaan yang diadakan di berbagai daerah seperti Mojokerto, Tulungagung, Magelang, Purwokerto, dan lain-lain. Mahasiswa asal Papua itu mengaku bahwa menyukai motor trail sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kesukaannya pada motor trail tak lepas dari kegemaran ayahnya yang menyukai motor trail pula. Melihat potensi dan bakat Javier, akhirnya kedua orangtuanya mendukung penuh untuk bsia mengembangkan minatnya di bidang bermotor trail. Demi mengembangkan hobinya, ia bahkan rela datang dari papua untuk belajar motor trail di Kediri. Kini, ia tergabung dalam Nugroho Motocross Training (NMT), Kediri, dan berlatih di sela-sela padatnya perkuliahan yang ia jalani. “Motivasi saya untuk terus berkompetisi dan menang tak lepas dari teman-teman sejawat yang saling menyemangati. Lomba juga menjadi wadah saya untuk mengukur seberapa bagus kemampuan saya selama ini,” jelasnya. Selain menyabet juara pada kompetisi itu, ia juga sudah memenangkan banyak piala. Sebelumnya ia pernah mendapat juara 3 pada seri 4 yang diadakan di Magelang. Tak hanya itu, ia juga terpilih menjadi atlet motocross untuk mewakili Papua dalam ajang PON 2024 yang akan diselenggarakan di Aceh. Untuk memenangkan perlombaan, Javier mengatakan bahwa perlu skill yang baik dan terukur. Apalagi medan yang dihadapi tidak menentu. Kadang becek saat hujan bahkan kering. Kuncian motor pada saat berbelok ataupun saat melakukan lompatan juga untuk menjepit motor agar tidak terjatuh. Javier berharap, berbagai kemenangannya bisa membuka jalannya menjadi atlet nasional dan bersanding dengan par aprofesional. “Tentu, belajar tetap nomor satu. Tapi selama hobi tidak mengganggu, saya akan tetap mengikuti berbagai kompetisi,” pungkasnya. (*tri/wil)

Diskusi Politik RBC UMM: Saatnya Anak Muda Bersuara di Politik Indonesia

Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A. Malik Fadjar menggelar Diskusi Ruang Gagasan bertajuk Anak Muda dalam Politik 2024; Antara Pragmatisme, Oligarki, dan Harapan. Puluhan mahasiswa, pengamat, dan peserta turut serta dalam agenda yang dilaksanakan pada 3 November lalu di Learning space RBC Institute Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dipandu Dievanul Fajri, diskusi tersebut berjalan dengan menarik. Banyak anak muda yang mau terlibat di politik dengan mengeepankan ide serta gagasan. Bukan hanya sekadar pragmatisme dalam politik. Fadzryl Adzmy dari Pusat Studi Ilmu Politik UMM menilai, anak-anak muda, khususnya yang di Malang, masih menjaga idealisme mereka dalam politik di tengah pragmatisme politik yang dipertontonkan para elit menjelang Pemilu 2024. Menurutnya, tantangan pemuda hari ini adalah mau memilih menjadi kaki tangan oligarki atau membawa perubahan dalam politik. “Semua itu kembali ke tangan kita masing-masing. Mau mengambil jalan pintas atau memilih proses yang baik dalam berpolitik,” tambah pria yang juga dosen Kampus Putih itu. Di sisi lain, Sih Kanyono dari Gusdurian menyatakan bahwa sebenarnya anak muda merindukan sajian lokal yang menyatu dengan mereka. Mampu membumi lewat seni dan budaya. Engan begitu, anak-anak muda bisa diajak dan terlibat dalam proses politik. “Tapi jangan menggunakan seni budaya untuk kepentingan pragmatisme politik,” ujarnya. Dalam diskusi itu, para peserta juga berkesempatan untuk saling berdiskusi tentang berbagi ide dan isu-isu penting yang harus mereka suarakan dalam panggung politik. Termasuk pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Mereka berusaha membahas bersama untuk meraih perubahan dari berbagai isu yang dibahas lewat cara-cara politik yang inovatif dan kreatif tanpa harus saling menjatuhkan satu sama lain. Salah satu peserta, Yafi Helmi Jauhari mengatakan, menyuarakan hak pilih anak muda adalah hal penting sehingga mampu membawa perubahan bagi Indonesia. Ide-ide segar dan energi yang dimiliki anak muda dipercaya dapat membangun masa depan politik Indonesia ke arah yang lebih baik. “saatnya anak muda berpartisipasi dalam politik. Semangat anak muda dalam politik adalah tanda  bahwa generasi muda siap untuk berperan aktif dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih cerdas,” tutupnya. (*/wil)