Dosen UMM: Selain Indah, Ini Manfaat Tabebuya yang Tidak banyak Orang Tahu

Tanaman tabebuya belakangan ini tengah menampakkan keindahannya. Memiliki bunga berbentuk terompet serta warna yang cerah, tanaman ini menjadi daya tarik unik di beberapa kota di Indonesia. Tak hanya cantik, tanaman ini ternyata juga memiliki banyak manfaat tersembunyi yang jarang diketahui masyarakat. Pakar Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Untung Santoso, M.Si. menyampaikan bahwa tak hanya sebagai tanaman hias, berbagai bagian dari tabebuya memiliki banyak anfaat. “Tanaman ini sebenarnya bukan tanaman hias, tapi karena memang sangat indah jadi banyak orang yang mengira seperti itu. Padahal banyak bagian tanaman ini yang bermanfaat termasuk bunga dan batangnya,” ujar pria yang akrab disapa Untung tersebut. Bagian batang kayu tabebuya yang cenderung lunak, ujarnya, cocok untuk digunakan berbagai kebutuhan masyarakat yang memerlukan kayu ringan. Seperti pembuatan beberapa jenis furniture, pegangan perabot, hingga berbagai jenis kerajinan berbahan dasar kayu. Batang tanaman tabebuya ini cenderung mudah diolah, sehingga di beberapa negara, tanaman ini justru menjadi salah satu pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait perabotan menggunakan kayu ringan. “Tabebuya memiliki karakteristik batang yang cenderung lunak, sehingga sangat cocok untuk kebutuhan masyarakat yang tidak membutuhkan kayu yang terlalu berat dan keras, meski begitu perlu waspada karena seringkali batang pohon tabebuya berlubang karena serangga maupun rayap,” tambahnya. Selain itu, bunga tabebuya dapat digunakan untuk bahan dasar obat-obatan. Kandungan naphtoquinone bila diproses dengan tepat dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam mengobati penyakit malaria. “Bunga tabebuya juga dapat digunakan sebagai imun booster atau berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia agar tidak mudah terserang penyakit, serta berbagai manfaat tanaman tabebuya lainnya,” tambah Untung. Di akhir, Untung menyampaikan bahwasanya tanaman ini termasuk tanaman yang mudah tumbuh, utamanya di daerah Indonesia. Oleh karenanya, bagi masyarakat yang membutuhkan karateristik kayu yang lunak untuk berbagai keperluan, tabebuya dapat menjadi salah satu pilihannya. “Pertumbuhannya pohon ini cukup cepat dan bersifat ekspansif. Sehingga bisa ‘menggusur’ tanaman yang ada di sekitarnya. Jika semakin banyak menyebar, tabebuya bisa jadi bunga endemik khas Indonesia. Oleh karena itu, penggunaan dan penanaman secara bijak menjadi kunci optimalisasi manfaat bunga asal Brasil ini,” pungkas Untung mengakhiri. (*hil/wil)

CEO Muda di Teknik Elektro UMM: 600.000 Sarjana Menganggur karena Skill yang Tidak Tepat

Wabah Covid-19 membawa banyak perubahan pada tatanan dunia. Di balik matinya aktivitas manusia pada saat itu, tak sedikit perubahan positif yang diberikan. Mulai dari kemajuan teknologi, cara berpikir, hingga penyebaran informasi yang berkembang pesat. “Perubahan itu kini menjadi kebiasaan baru yang tak dapat ditolak keberadaannya,” ucap M. Adnan  Fatron selaku Founder dan CEO Mudif Consulting, dalam Kuliah Tamu Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 4 November lalu. Agenda bertajuk “Kiat Sukses Tanpa Mengganggu Lulus Kuliah Tepat Waktu” itu bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki perencanaan karir yang matang. Adnan menjelaskan, dilansir dari studi Mckinsey Global Institute di 2017, ada sekitar puluhan juta masyarakat Amerika dan Jerman yang berpotensi menjadi pengangguran di 2030. Hal ini disebabkan karena perubahan teknologi yang pesat dan menggeser lapangan pekerjaan manusia. Hal ini juga yang membuat masyarakat Indonesia menjadi tidak produktif dan hanya mengandalkan teknologi. Menurut data riset Kemenristek-dikti, 80% masyarakat Indonesia tidak melakukan hal yang produktif. Sebanyak 600.000 sarjana menjadi pengangguran yang tidak memiliki skill yang tepat. Hal ini dikarenakan banyak lulusan Indonesia yang hanya memiliki kemampuan rata-rata. Menurutnya, penyebab gagalnya seseorang itu adalah adanya standar yang diciptakan di kalangan masyarakat. Terlebih, masyarakat selalu membandingkan kesuksesan diri sendiri dengan orang lain sehingga tercipta standar umum kesuksesan di masyatakat yaitu harta, jabatan, ilmu, dan disukai orang lain. Masyarakat juga takut bahwa pekerjaannya akan digeser oleh adanya Artificial Intelegent (AI). Padahal, kecerdasan buatan atau AI patut dikolaborasikan bersama dengan manusia. Yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang tentu bermanfaat. “Manusia tidak akan digantikan oleh kecerdasan buatan, tapi akan digantikan oleh manusia lain yang bisa menggunakan kecerdasan buatan,” tambahnya. Sementara itu, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D. selaku dekan Fakutlas Teknik menyampaikan bahwa mahasiswa perlu membuat planning terhadap apa yang dicita-citakan. Hal ini juga akan membantunya untuk mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dunia kerja sehingga tidak akan tergerus dengan adanya teknologi. Hal ini juga dipersiapkan oleh UMM melalui adanya program Center of Excellent (CoE) untuk mempersiapkan mahasiswanya ke jenjang karir yang lebih tinggi. Tidak hanya terfokus pada konsentrasi jurusan yang ditempuhnya, tapi juga membekali mahasiswa dengan skill yang bisa diasah sesuai minatnya.“Oleh karenanya, saya yakin acara ini bisa semakin membuka wawasan mahasiswa mengenai dunia kerja. Saya kira, pekerjaan yang baik adalah memberi pekerjaan bagi orang lain,” tandasnya. (*tri/wil)

Mengenal Down Syndrome lewat Penjelasan Dosen FK UMM

Down syndrome adalah suatu penyakit yang terkait dengan kelainan kromosom. Kromoson yang ini diberi nama Kromosom nomor 21. Down syndrome juga disebut sebagai penyakit wajah sedunia, sebab wajahnya yang mirip-mirip. Beberapa perilaku anak down syndrome memang terlihat lebih hiperaktif. Selain itu terdapat beberapa ciri fisik anak down syndrome yang dapat kita lihat, yaitu memiliki telinga yang lebih kecil dan lebih rendah, bentuk kepala belakang lebih rata, jarak antar mata yang jauh, mata terbelalak dan hidung yang pesek. “Mulut yang terlihat lebih kecil, lidah lebih tebal dan pendek, leher lebar dan pendek, kaki tangan dan jari yang pendek, serta jarak antara jempol dengan jari kaki lainnya yang jauh juga merupakan ciri fisik lainnya. Selain itu, anak down syndrome hanya memiliki satu  garis pada telapak tangannya, hal ini sebut sebagai simian crease,” ujar dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Annisa’ Hasanah Sp.A, M.Si. Annisa, panggilan akrabnya menambahkan, pengidap down syndrome biasanya memiliki kelainan atau gangguan seperti gangguan pendengaran, ganguan jantung bocor, penyakit jantung bawaan, gangguan pernafasan, hingga gangguan pencernaan. Untuk mengetahui berbagai hal tersebut, harus dilakukan screening pada anak. “Penyakit ini tidak dapat disembuhkan sebab terkait dengan kromosom atau genetik. Namun, gejala-gejala yang ada bisa ditangani dengan lebih cepat jika kita mengetahuinya lebih awal,” ucapnya. Anak down syndrome mungkin memang akan mengalami keterlambatan dalam berbicara dan berkembang. Namun, bukan berarti mereka tidak pintar. Annisa mengatakan bahwa mereka juga bisa diajari bermain musik, belajar seperti anak-anak pada umumnya. “Jika ditangani dan di terapi dengan tepat, maka kemampuannya dapat di optimalkan,” tegasnya. Menurut Annisa, tidak ada terapi khusus untuk anak down syndrome. Namun penanganan anak down syndrome ini harus holistik atau melibatkan banyak orang.  Mulai dari orang tua, keluarga besar, dokter, hingga psikolog. Lalu yang tidak kalah penting adalah komunitas down syndrome. Pada komunitas ini, orang tua bisa bergabung dan saling sharing sehingga mereka tidak merasa sendiri. “Kita juga butuh dokter rehabilitas medis karena anak ini harus di fisioterapi sebab adanya keterlambatan bicara. Jadi, benar-benar banyak bidang keilmuan yang terlibat dalam penanganan anak down syndrome ini,” ucapnya. Terdapat tiga jenis down syndrome, yaitu trisomi reguler, mozaik, dan translokasi. Trisomi reguler yang paling sering terjadi, bahkan mencapai 94% dari total populasi yang mengalai down syndrome. Tetapi, secara gejala hingga penanganannya tidak ada yang berbeda. Annisa menganjurkan para ibu untuk melakukan sreening, utamanya pada masa-masa sebelum hamil dan pada saat kehamilan. Ketika telah terdeteksi lebih awal, maka dokter anak bisa langsung melakukan penanganan yang sesuai. “Tujuan screening itu kan agar tidak ada keterlambatan dalam penanganan. Semisal ada jantung bocor ataupun gangguan pendengaran, bisa segera ditangani,” pungkas Annisa mengakhiri. (*dev/wil)

Bantu Petambak Udang, Tim Mahasiswa UMM Kembangkan Alat Deteksi Air

Inovasi tidak selalu berkaitan dengan penciptaan sesuatu yang baru. Tapi, inovasi dapat berupa pengembangan dan penyempurnaan produk yang sudah ada. Sama seperti yang dilakukan oleh Nur Rosyidatul Hasanah dan tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka menciptakan alat deteksi kualitas air budidaya udang. Alat yang dinamakan Emergency Alert System (EAS) memiliki enam sensor yang terintegrasi dengan internet. Oci, nama sapaannya, mengatakan bahwa alat ini dikembangkan untuk memudahkan petambak udang. Utamanya dalam mengecek kualitas air tanpa harus datang langsung ke tempat budidaya. “Karena alat ini terintegrasi dengan ponsel, jadinya mereka tidak perlu datang ke lokasi untuk mengecek kualitas air. Mereka cukup menggunakan gawai di mana saja dan kapan saja,” ucapnya. Lebih lanjut, EAS memiliki perbedaan sensor dengan alat yang sudah ada. Jika alat yang biasa digunakan hanya memiliki satu sensor, EAS memiliki enam sensor sekaligus. Dengan begitu bisa semakin memudahkan para petambak. Sensor pada EAS bertindak dengan melakukan pengecekan pada air tambak kemudian data yang didapat akan ditampilkan pada aplikasi yang terintegrasi dengan ponsel. Semua aspek sensor yang terdapat pada EAS didasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8313.1-2016. Meliputi suhu normal pada tambak udang berkisar 23-30 derajat celcius, salinitas atau tingkat keasinan berkisar 23-30 ppt, kadar amonia 0,02-0,06, pH air sebesar 7,8-8,5, total padatan terlarut (TDS) 352-5,5 ppm dan kadar oksigen berkisar 4,84-5,5. Proses pembuatan EAS ini dilakukan selama empat bulan terhitung sejak Mei hingga Agustus. Oci tidak menampik bahwa pengembangan EAS mendapati banyak kendala. Salah satunya ketidakcocokan antara kondisi kualitas air sebenarnya dengan data yang ditampilkan pada ponsel. “Jadi saat proses uji coba, data yang ditampilkan pada ponsel memiliki hasil yang berbeda dengan hasil pengecekan oleh alat lain. Ini membuat kami harus memutar otak mencari solusinya,” kata Oci. Adapun ara kerja EAS yakni dengan mendeteksi kualitas air pada tambak udang. Sebelumnya, EAS harus dipastikan terhubung dengan aplikasi yang disediakan. Pada saat pengecekan, Arduino yang berlaku sebagai otak dari alat tersebut akan mengirim data dari ke enam sensor kemudian hasil tersebut akan ditampilkan pada ponsel. Oci dan tim berharap, EAS dapat berguna bagi petambak rakyat sehingga tidak perlu terjun langsung ke tambaknya. Dengan begitu, mereka memiliki efektivitas waktu yang bisa digunakan untuk hal lain. Ia dan tim juga akan terus mengembangkan EAS seperti penambahan fitur sensor. Apalagi pengecekan kualitas air tidak hanya terpaku dengan 6 aspek tersebut saja. (*tri/wil)

Dosen Ekonomi UMM Jelaskan Efek Boikot Produk Israel dan Alterantifnya

Dalam dinamika konflik Israel-Palestina, satu isu yang tengah memanas adalah boikot produk yang mendukung Israel. Ini telah menjadi topik hangat dalam perbincangan global, memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas dan dampaknya. Beberapa pihak mendukung gerakan ini sebagai ekspresi solidaritas dengan Palestina, sementara yang lain memandangnya sebagai tindakan kontroversial dengan potensi dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Fenomena itu menarik perhatian Arif Luqman Hakim, S.EI., M.E., seorang dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Boikot produk Israel adalah sebuah aksi yang meliputi penolakan produk yang berasal dari Israel atau mendukung Israel, baik secara langsung maupun tidak langsung. Aksi boikot tersebut merupakan bentuk protes atas tindakan genosida pemerintah Israel terhadap Palestina. Kontroversi muncul berkat adanya kontroversi mengenai efektivitas dan dampaknya. Sebagian percaya bahwa ini adalah bentuk dukungan yang diperlukan untuk memaksakan perubahan dan menekan pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel. Namun, pandangan lain menganggapnya tidak efektif dan merugikan perekonomian. “Beberapa percaya bahwa boikot bisa mendorong perubahan politik dan perilaku, sementara yang lain menilai bahwa dampaknya terbatas,” jelas dosen yang akrab disapa Luqman ini. Luqman menilai, aksi itu jelas akan berpengaruh pada para karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan terkait. Meskipun tidak dalam jangka pendek, namun dampak jangka panjanganya akan berlangsung secara signifikan. Misalnya kehilangan pekerjaan atau penurunan pendapatan karena menurunnya minat dan daya beli konsumen. Tak hanya itu, meskipun Indonesia bukan mitra dagang utama Israel, pengaruh aksi boikot ini dapat memengaruhi perdagangan internasional dan ekonomi nasional. Dampak negatif yang akan terjadi yakni potensi pengurangan impor produk Israel, yang dapat memengaruhi perdagangan dan ketersediaan produk tertentu di pasar Indonesia. Namun menurut Luqman, dampak tersebut tidak begitu berarti mengingat perusahaan-perusahaan yang pro-Israel tersebut hanya bergerak dalam pemenuhan kebutuhan sekunder saja. “Justru ini adalah momen yang tepat bagi pemerintah untuk mendukung produk lokal agar lebih eksis di kancah nasional. Ini merupakan peluang untuk menunjukkan kualitas produk lokal juga tidak kalah menarik dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. Terakhir, Luqman juga menyampaikan, selain boikot produk Israel, ada alternatif lain yang dapat dipertimbangkan dalam mendukung Palestina. Ini termasuk dukungan dalam hal pendidikan, advokasi untuk dialog damai, dan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina. “Alternatif-alternatif ini adalah cara untuk membantu Palestina tanpa merugikan perekonomian mereka atau orang-orang yang mungkin terdampak oleh boikot,” tutupnya.  (Rev/Wil)

UKM Golf UMM Gandeng IKA Gelar Turnamen Golf

Pemukulan bola golf asap ke lapangan oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. resmi membuka Turnamen Golf Ikatan Kelurga Alumni UMM, 4 November lalu. Turut hadir ketua IKA UMM sekaligus Bupati Pasuruan Dr. M. Irsyad Yusuf, S.E., MMA yang juga membuka kompetisi itu. Terhitung, ada lebih dari 70 pegolf yang ikut dan bersaing memperebutkan berbagagi katagori kejuaraan. Gelaran ini juga bertepatan dengan hari jadi UKM Golf serta beriringan dengan hari Sumpah Pemuda. Sehingga semangat kebersamaannya terasa dari awal sampai akhir kompetisi, menyelesaikan 18 hole yang ada. Para peserta tidak hanya datang dari alumni Kampus Putih saja, tapi juga para pegolf andal dari berbagai perusahaan. Misalnya pemain golf dari WIKA, BSI, BNI, Mandiri, Semen Gresik, Bank Jatim, dan lainnya yang terjun di kategori umum. Selain itu juga tersedia kategori untuk para golfer muda dari sekolah atau kampus yakni kategori student serta keterampilan. Ditemui Nazaruddin mengatakan, kompetisi tersebut tentu berawal dari pendirian UKM Golf di UMM pada 2019 lalu. Bahkan UKM tersebut menjadi salah satu pioner kegiatan golf di kalangan mahasiswa. Menurutnya, lomba golf dinilai bisa menjadi wadah silaturahmi antar kolega. Ia juga tak lupa memberikan selamat atas terpilihnya kembali Gus Irsyad secara aklamasi sebagai ketua IKA UMM periode 2024 – 2028 dalam musyawarah nasional yang berbarengan dengan kompetisi golf. Ia berharap, para alumni bisa saling berkolaborasi menemukan solusi demi membangun bangsa. Sementara itu, Gus Irsyad menjelaskan bahwa IKA UMM senantiasa mendukung setiap inovasi yang dilakukan kampus. Termasuk pelaksanaan kompetisi golf yang diinisiasi unit kegiatan mahasiswa Golf. “Tentu ini acara yang prestisius dan kompetitif. Mungkin di tahun yang akan datang bisa membuka kategori junior untuk mengakomodir bibit-bibit dan potensi golfer di anak-anak usia muda,” katanya menambahkan. Salah satu peserta golf, Djadjok Natsir, mengatakan bahwa lomba yang dilaksanakan UMM sudah cukup bagus. Pesertanya juga kompetitif. “Harus saya akui permainan saya tadi kurang bagus. Apalagi ini pertama kalinya saya main di sini. Biasanya lebih sering main di Jakarta,” jelasnya. Salah satu bagian yang menurutnya cukup mudah ada di par tiga. “Semoga bisa menjadi kompetisi yang terus bagus dan meerekatkan silaturahmu,” kata Djadjok yang pernah memasukkan bola hole in one itu. (Wil)

Terpilih secara Aklamasi, Gus Irsyad Kembali Jadi Ketua IKA UMM

Dr. M. Irsyad Yusuf, S.E., MMA. kembali terpilih menjadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk periode 2023-2028. Pemilihan tersebut dilakukan dalam musyawarah nasional IKA UMM yang diikuti lebih dari 1.000 tamu pada 4 November lalu di Finna Golf, Pasuruan. Menariknya, ia juga telah menjalankan amanah yang sama di di periode sebelumnya. Gus Irsyad, begitu ia kerap disapa, mengatakan bahwa sudah seharusnya IKA UMM semakin maju dan berjaya. Salah satu caranya dengan memberdayakan puluhan ribu alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Jika silaturahmi terjaga dan kuat, tentu akan mudah untuk saling bahu-membahu menebar manfaat. “Kalau diibaratkan sebuah grup paduan suara, saya itu hanya sebagai dirigennya. Yang bergerak dan berusara adalah teman-teman dan alumni ini. Semoga mandat dan amanah yang sudah saya emban ini bisa memberikan jalan untuk berkontribusi,” katanya. Selain terpilih lagi menjadi Ketua IKA UMM, Gus Irsyad juga tengah menjabat sebagai Wakil Ketua Satuan Koodinasi Nasional (Wakasatkornas) Banser. Hal ini semakin mengukuhkan dirinya sebagai pribadi yang memikiki kepemimpinan yang apik. Gus Irsyad juga sempat bercerita ketika mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Ia merasa sangat bangga karena Muhadjir Effendy, mantan rektor UMM yang kini menjabat sebagai menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK), menyebut langsung bahwa Irsyad adalah alumnus UMM tatkala menyerahkan penghargaan. “Mari kita sama-sama berdoa semoga guru-guru kita senantiasa dilimpahi kesehatan. Begitupun dengan teman-teman sejawat lain. Semoga mampu menjadi pengusaha-pengusaha sukses, menjadi pendidik-pendidik sukses, serta politikus-politikus sukses nan jujur,” katanya usai terpilih. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, ada beberapa instrumen yang perlu dihayati bersama. Utamanya hal-hal yang dapat dijadikan media komunikasi dan hubungan fungsional anatara alumni dengan UMM. Misalnya saja program profesor penggerak pembangunan masyarakat (P3M). Dengan menggaet berbagai pemerintah daerah (Pemda), para pakar dari Kampus Putih langsung turun memberikan kontribusi. Misalnya mengembangkan pertanian organik di Bondowoso, Jember, hingga Subak Bali. Begitupun dengan pengembangan bawang merah yang dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk serta berbagai wilayah lainnya. Sehingga ilmu yang dimiliki para profesor benar-benar bisa diimplemantikan dan digunakan untuk menyebar kebaikan. “Program lain yang tak kalah strategis adalah center of excellence (CoE). Saat ini perguruan tinggi hanya melahirkan sarjana generik. Saking generiknya, para sarjana baru tidak tahu mau ke mana. Maka, lewat CoE inilah UMM berupaya mencetak SDM yang spesifik dan dibutuhkan dnia usaha serta dunia industri (DUDI),” jelas Fauzan. Menurutnya, dengan ikut CoE, para mahasiswa lulus dengan ‘kelamin’ yang jelas. Maksudnya adalah kompetensi dan keahlian yang jelas. Di UMM, sudah tersedia 42 CoE yang bisa dijajal, seperti sekolah udang, sekolah metaverse, sekolah asisten advokat, sekolah AI, dan puluhan lainnya. Semua mahasiswa bisa turut serta dan tidak dibatasi oleh jurusan. “CoE menjadi terobosan yang apik. Jika kita mendirikan program studi, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Selain mahal, sumber daya manusia di dalamnya juga harus ada. Begitupun dengan ada tidaknya mahasiswa saat prodi dibuka,” ungkap Fauzan. Terkait IKA UMM, Munas adalah wadah kebersamaan dan penuh dengan nilai-nilai inklusivitas. Hal serupa juga dilakukan dalam mengembangkan institusi UMM. Mengundang berbagai tokoh dari latar belakang yang berbeda, seperti para romo dan juga Gus Baha. Terbaru, Kampus Putih juga berkolaborasi dengan Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) untuk menyelenggarakan peringatan sumpah pemuda yang diikuti 78 organisasi keagamaan dan kebudayaan. (Wil)

Easy Ekspor, Ide Aplikasi Bantu UMKM Garapan Mahasiswa UMM

Ekspor menjadi peluang untuk membuka pasar baru di luar negeri. Dengan begitu, produk dapat dikenal secara luas, tidak terbatas di negara sendiri saja. Di Indonesia sendiri, ekspor masih didominasi oleh produk dari perusahaan besar, yakni sekitar 86%. Sementara itu, produk UMKM hanya mencapai bersaran 14%. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang ekspor. Melihat permasalahan tersebut, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Studi Akuntasi Aprilisfiya Handayani dan Jovanka Ferico Firdauzi Program Studi Ekonomi Pembangunan mengembangkan aplikasi bernama easy ekspor. Ide brilliant tersebut berhasil menempatkan tim ini menjadi Juara harapan 1 pada lomba karya Essay Nasional di Universitas Negeri Gorontalo tentang Aktualisasi Peran Generasi Muda Untuk Indonesia Di Era 5.0.,Oktober lalu. Prilis, panggilan akrab Aprilisfiya Handayani, mengungkapkan, easy ekspor merupakan aplikasi yang akan terintegrasi dengan IoT (teknologi yang mampu berkirim data tanpa bantuan komputer dan manusia). Inovasi ini didesain khusus untuk eksportir agar lebih mudah mengekspor produk lokal Indonesia. “Mereka yang akan terlibat dalam aplikasi nantinya adalah pelaku usaha, buyer logistik dan pemerintah,” ujarnya. Ada beberapa keuntungan ketika menggunakan aplikasi tersebut. Pertama, optimalisasi proses di mana pelaku usaha akan mendapatkan kemudahan dalam tahapan proses ekspor, mulai dari dokumentasi hingga pelacakan pengiriman. Kedua, peningkatan efesiensi waktu pada proses ekspor. Ketiga aadalah ekspansi pasar, di mana eksportir dapat mengedentifikasi peluang pasar baru dengan adanya fitur analitik yang ditawarkan pada ide aplikasi ini. “Dalam prototipe aplikasi ini nantinya akan terdapat tiga fitur utama. Yaitu pelacakan secara real time, manajemen dokumen dan pelaporan data yang salah satu fungsinya yakni analisis data yang membantu pengguna mengambil keputusan yang tepat,” lanjutnya. Prilis mengatakan, dalam penggunaannya, user harus mendaftarkan perusahaan terlebih dahulu pada tahap registrasi yang ada di dalam aplikasi. Selanjutnya melakukan konfigurasi, lalu mulai ekspor dengan mengupload detail produk, persyaratan ekspor dan sebagainya. Di dalam aplikasi ini juga nantinya ada enam fitur yang terdapat di beranda aplikasi, seperti library ekspor yang berisi tips ekspor maupun seminar di dunia ekspor. Lalu ada buyer resmi, menyediakan buyer resmi dari seluruh dunia. Kemudian ada export communication forum yang menjadi wadah berbagi antara eksportir pemula dan expert. “Selanjutnya ada logistik, di mana pada fitur ini terdapat jalur yang akan dipakai dalam pengiriman seperti jalur darat, laut mapun udara serta terdapat gudang untuk persinggahan barang,” tambahnya. Fitur berikutnya yang tak kalah penting dan menarik adalah legalisasi, yang memuat template dokumen. Terakhir ada market intelegent yang memberikan notifikasi dan terintegrasi terkait ceruk pasar sesuai dengan komuditas yang diinginkan. “Ke depannya kami akan berkolaborasi dengan teman-teman di bidang IT untuk pengembangan ide kami. Harapannya, aplikasi ini mampu mengoptimalkan bisnis UMKM yang ada di Indonesia,” tutupnya. (Nov/Wil)

David, Alumnus UMM yang Sukses Berkiprah di Dunia Jurnalistik dan Content Creator

Banyak peluang yang bisa dicari, salah satunya lewat media sosial yang hari ini banyak memberikan manfaat jika digunakan dengan benar. Hal ini dikatakan oleh David Bahtiyar Rizal, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama lebih dari 11 tahun ia menggeluti bidang jurnalistik hingga menjadi news anchor. Kini ia juga terjun menjadi influencer. David, sapaannya membagiakan ceriita dan tips menarik dalam UMMTalks akhir Oktober lalu. Selama kuliah, ia memang sudah memiliki gambaran ingin menjadi jurnalis dan presenter di sebuah stasiun TV. Maka dari itu, ia memilih Prodi Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi jurnalistik untuk menambah wawasan mengenai bidang jurnalistiknya. “Karena sejak awal memiliki cita-cita menjadi jurnalis, maka aku gambar grand desain cita-citaku dengan mengambil konsentrasi ini,” sebutnya. Pada tahun awal perkuliahan, dirinya sempat menjadi mahasiswa kupu-kupu (Kuliah pulang-kuliah pulang). Kemudian pada tahun kedua, ia memilih untuk cuti karena suatu hal. Meski begitu, ia bangkit di tahun ketiga dan mencoba berkecimpung dalam dunia jurnalistik dengan ikut magang di Humas Protokoler UMM. Presenter kondang itu mengatakan bahwa perjalanannya untuk bisa menjadi jurnalis tidaklah mudah. Saat tahun akhir perkuliahan, sekitar 2012, ia mengerjakan tugas akhir (skripsi) dengan mengikuti audisi SCTV Goes to Campus di salah satu kampus di Surabaya. Dari ajang tersebut, ia mendapatkan juara dan diundang untuk langsung datang ke SCTV Jakarta. “Jujur, pada waktu itu harus menyelesaikan skripsi sebelum Oktober. Karena Oktober aku harus sudah berada di Jakarta,” tambahnya. Selama menjadi jurnalis itulah ia mendapat banyak sekali cerita suka duka yang mewarnai hidupnya. Salah satunya saat meliput peristiwa bencana alam nasional maupun internasional. Ia merasa bangga karena profesinya bisa memberikan informasi bermanfaat pada masyarakat. Lebih lanjut, David juga mencoba peruntungan dengan masuk di dunia content creator. Ia mulai terjun ke dunia konten sejak 2018 saat masih berprofesi sebagai jurnalis. Ia membuat konten a day in my life atau membuat behind the scene menjadi presenter berita. Apalagi saat pandemi Covid-19 ada larangan beraktivitas di luar ruangan. Ia memanfaatkannya untuk menekuni bdiang baru. Menurutnya, media sosial harus dan dapat dimanfaatkan secara maksimal agar tidak sia-sia. Terlebih lagi, sebagian besar masyrakat termasuk anak muda zaman sekarang pasti sudah memiliki beragam media sosial. “Anak-anak muda Gen Z sekarang bisa mendapatkan beragam hal lewat internet dan media sosial. Mulai dari cuan hingga relasi yang dapat digunakan saat terjun ke dunia kerja. Maka dari itu, pergunakanlah media sosial dengan beretika. Media sosial seperti pisau bermata dua. Banyak kasus yang karena kurangnya etika,” katanya mengakhiri. (Tri/Wil)

Kommaksi UMM 2023 Jadi Bukti Kreativitas Anak Muda

Rangkaian Komunikasi UMM Beraksi (Kommaksi) tutup bulan Oktober dengan meriah. Agenda yang diselenggarakan prodi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menyediakan beragam kegiatan. Mulai dari colour pound pada 26 Oktober yang diikuti ratusan peserta, serta eksebisi seni, talkshow bersama influencer nasional, dan awarding pada 30-31 Oktober lalu. Apalagi tahun ini Kommaksi dilaksanakan di Begawan dan menyedot perhatian publik. Ajang tersebut sejalan dengan visi prodi Ilmu Komunikasi UMM yakni mencetak sumber daya manusia kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Terlebih lagi, Ikom Kampus Putih juga telah mengantongi akreditasi internasional FIBA-A. Ketua program studi Ikom Nasrullah, S.Sos, M.Si. menjelaskan, Kommaksi merupakan bentuk apresiasi kepada mahasiswa yang telah bekerja keras melaksanakan praktikum yang berat. “Kommaksi sempat vakum karena pandemi Covid-19 kemarin. Hal itu tentu mendorong teman-teman untuk kembali melaksanakannya dengan konsep yang lebih meriah,” katanya. Sementara itu, dalam sesi talkshow hadir dua alumnus Ikom UMM yang sukses menjalani hari sebagai influencer. Ada Wawa Yasaruna, seorang announcer dan content creator dan Arul Dagul, creator video gaming.  Keduanya memnyampaikan bahwa upaya menjadi influencer sangatlah “mudah”. “Sedari kecil aku memang suka jalan-jalan. Sampai pada akhrinya aku mencoba mendokumentasikan semua perjalanananku. Siapa sangka, sekarang aku malah menjadi seorang vlogger di bidang travelling,” kata Wawa bercerita. Baginya, kesuksesan yang ia miliki hari ini tak lepas dari ketekunan yang harus dijalani. Kecintaannya pada travelling juga mampu membuka jalan karirnya. Bahkan kini ia sudah menjadi brand ambassador Traveloka. Meksi begitu, popularitas yang ia miliki saat ini tak luput dari ejekan dan omongan miring.  “Aku bahkan tidak memfollow orang-orang di sekitarku. Rasanya dengan begitu aku bisa mengeksplor diri dan bisa menyalurkan ide kreatifku tanpa takut dicerca,” kata Wawa. Hal senada disampaikan Arul. Ia yang kini memiliki 240 ribu subscriber Youtube dan 34 ribu follower Instagram mengatakan, semua berawal dari hobi. Ia memang mencintai gim dan menurutnya menjadi gamers sangatlah mengasyikkan. “Kalau boleh jujur, sebelum aku fokus bikin konten gim, aku sempat mendalami banyak hobi dan passion. Mulai dari jurnalistik, ediotr, bahkan stand up comedy. Intinya coba-coba aja sampai menemukan yang cocok sama diri kita,” pesan Arul. Rangkaian acara yang menarik Kommaksi juga mendapatkan perhatian khusus dari para mahasiswa dan pengunjung. Salah satunya Ayunda Pinkan yang senang dan menilai bahwa ajang ini sangat seru dan asyik. Ia bahkan sukses membawa pulang penghargaan bersama timnya pada kategori audio visual 2. Mereka sukses membat iklan layanan masyarakat terkait program membatik bekerjasama dengan dengan Batik Mojo yang terletak di Daerah Kepanjen Kabupaten Malang. “Kami memilih batik sebagai bahan praktikum audio visual ini karena ternyata membatik canting dapat mencegah stress dan depresi. Kami mengajak masyarakat untuk membatik bersama selama kurang lebih tiga bulan dan mendapatkan respon yang positif,” katanya menjelaskan. (Rin/Ri/Wil)