Dokter UMM: Bukan Hanya Makanan, Stres juga Bisa Sebabkan Maag Akut

Maag atau gastritis adalah peradangan dari dinding-dinding bagian dalam lambung. Berdasarkan waktunya, gastritis diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu gastritis akut dan gastritis kronis. Maag akut yang dibiarkan terus-menerus dan tidak di tangani dengan baik akan berubah menjadi maag kronis. dr. Fatimah Masyhur selaku dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa gastritis ini bukanlah penyakit, melainkan kumpulan dari gejala. Disebut sebagai gejala, sebab terdapat proses peradangan di lambung. Masyarakat umumnya mengalami maag akut yang gejalanya masih terbilang ringan. Maag akut ini tidak akan menyebabkan kematian. Bahkan biasanya sangat jarang terjadi komplikasi atau penyakit yang lebih berat. “Karena ini bukanlah penyakit, saat gejalanya sudah hilang, ya sudah kondisinya membaik. Mungkin gejalanya akan muncul lagi beberapa kali. Namun jika bisa melakukan tata laksana dengan baik, otomatis akan muncul pada jangka waktu yang lama atau bahkan tidak muncul sama sekali,” jelasnya. Tata laksana awal yang dapat dilakukan penderita maag sebelum menemui dokter ialah mengonsumsi obat-obat golongan antasida. Di mana obat golongan tersebut akan menyerap kelebihan asam lambung. Selanjutnya segera periksakan ke dokter, untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Fatimah juga mengatakan bahwa pola hidup dan tingkat stress, menjadi penyebab terbanyak maag akut terjadi di masyarakat. Pola hidup yang dimaksud seperti mengonsumsi makanan dengan minyak berlebih, makanan asam, makanan pedas yang berlebih, dan makanan dengan kadar pengawet berlebih. Begitupun dengan garam yang berlebih, merokok, kondisi medis yang tidak bisa dihindari, serta penggunaan zat-zat berbahaya dalam konsumsi makanan. “Selain mengatur pola makan, kita juga harus mengendalikan tingkat stres. Yakni dengan cara rajin berolahraga, istirahat yang cukup serta hindari konsumsi obat tanpa resep dokter. Terutama obat anti inflamasi non-steroid maupun steroid,” tambahnya. Fatimah pun memberikan beberapa tips untuk mencegah terjadinya maag akut. Pertama, selalu ingat untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Kemudian menghindari untuk mengonsumsi makanan pedas, kecut, berminyak dan lemak berlebih. Terutama saat kondisi tubuh sedang tidak baik. “Misalnya saat memiliki banyak aktivitas yang padat, istirahat yang kurang, atau makan tidak teratur. Jangan sembarangan mengonsumsi makanan. Kurangi juga konsumsi kafein, alkohol dan rokok,” pesannya mengakhiri. (Dev/Wil)

Sukses di Bondowoso dan Bali, Kini UMM Gaet Pemda Nganjuk Jalankan Pertanian Organik

Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggaet pemerintah daerah untuk pengmbangan pertanian organik. Kali ini, mereka bekerjasama dengan pemerintah daerah Nganjuk untuk mengembangkan sistem pertanian bawang organik. Kerjasama tersebut telah diawali dengan penanaman di demonstration plot (demplot) pada 11 September lalu di Desa Sukorejo, Rejoso, Nganjuk. Kegiatan ini juga menjadi salah satu program Profesor Pengerak Ekonomi Masyarakat yang terus dijalankan oleh UMM. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kab. Nganjuk, Muslim Harsoyo dan sederet perwakilan Kampus Putih dalam penanaman perdana tersebut. Ketua tim Prof. Dr. Ir. Indah Prihantini, M.P. menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Matching Fund Kedaireka yang dilaksanakan di 2023. Beberapa kegiatan yang sudah dan sedang dilakikan adalah penyluhan pertanian organik, penggunaan pupuk cari organik dan lainnya. “Tim kami juga sudah mendampingi 20 petani bawang merah untuk mengelola dan menjalankan pertanian organik. Jadi ini kerjasama yang strategis karena menggandeng beberapa pihak seperti pemda, dinas pertanian, koperasi serta para petani,” tambahnya. Adapun lahan awal yang akan digarap seluas 5 hektar. Penanaman bawang organik tersebut akan diberi pupuk yang telah Indah kembangkan, yakni Rebost. Ia berharap, para petani bisa belajar dan akhirnya beralih ke pertanian ramah lingkungan. Sebelumnya, ia dan tim juga sudah sukses menjalankan pertanian organik di Bondowoso dna memberikan hasil yang maksimal dan menggembirakan bagi petani. “Sebenarnya, program yang di Nganjuk ini mirip dengan yang sudah terlaksana di Bondowoso sejak 2017 lalu. Bedanya, jika di Bondowoso fokusnya pada padi sementara di Nganjuk kami fokus pada pertanian bawang. Semoga program ini bisa berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat di tahun pertama ini,” kata Indah. Di sisi lain, Kadinas Pertanian Muslim Harsoyo menyambut gembira kerjasama ini. Ia juga berharap pertanian organik ini bisa memberikan hasil yang sehat, bagus, dan menguntungkan. Apalagi dengan adanya peraturan menteri yang mengurangi jenis dan jumlah komoditas pupuk bersubsidi. Maka menurutnya, pupuk organik menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan. Muslim mengatakan bahwa penggunaan pupuk kimia juga memberikan dampak negatif, baik bagi petani maupun produktivitas tanah. Seiring waktu, par apetani mau tidak mau harus menambah biaya untuk melanjutkan aktivitas pertanian. “Semoga kolaborasi ini bisa memberikan hal baik bagi semua pihak, terutama untuk para petani,” tegasnya mengakhiri. (Tri/Wil)

Salma Idol Sukses Tutup Pesmaba UMM dengan Meriah

Gemuruh meriah terdengar dari dalam Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lebih dari 6.000 mahasiswa UMM menyanyi dengan gembira bersama Salma Salsabil, juara Indonesian Idol. Acara tersebut merupakan Penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru UMM. Pada acara yang dilaksanakan 15 September tersebut, ada sederet lagu yang dibawakan oleh Salma. Terkait hal itu, Kepala Humas UMM M. Isnaini, M.Pd. mengatakan bahwa Salma memang cocok menjadi gust star pada penutupan Pesmaba tahun ini. Salma merupakan salah satu representasi anak-anak muda yang berdaya dan mampu berkarya. Apalagi ia juga menjadi pemenang salah satu kompetisi menyanyi yang terkenal. Beberapa lagu yang dibawakan juga mampu menggugah semangat anak-anak mahasiswa baru (maba). Misalnya saja Just The Way You Are dari Bruno Mars hingga Rungkad yang banyak orang yang tahu. Salma juga sempat menyanyikan lagu singlenya yang berjudul Mengharagai Kata Rindu. “Semoga Pesmaba ini bisa menjadi agenda yang berkesan bagi teman-teman mahasiswa baru. Selain itu juga mampu meningkatkan semangat sekaligus memperkuat persaudaraan serta kekompakan yang sudah dibangun,” tegas dosen yang biasa dipanggil Krisna itu. Para mahasiswa baru juga senang Pesmaba ditutup dengan penampilan menarik dari Salma. Salah satunya Azubah Rizky Amaliah, mahasiswa baru jurusan manajemen UMM. Menurutnya, Pesmaba tahun ini sangat seru karena mengundang penyanyi yang sedang naik daun. Ia mengaku selalu penasaran siapa saja yang akan menjadi guest star di setiap Pesmaba, termasuk Pesmaba-Pesmaba sebelumnya. “Saya selalu penasaran siapa yang akan datang di Pesmaba tahun ini. Saya tak menyangka UMM menghadirkan Salam di akhir penutupan dan akhirnya saya bisa menonton penyanyi favoritku secara langsung,” katanya. Adapun Amel, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia sudah bersiap diri menjalani perkuliahan. Bahkan telah menyusun target-target yang harus ia raih. Salah satunya menjadi mahasiswa yang mampu meraih kesempatan pertukaran pelajar ke luar negeri. Ia mengaku, salah satu alasan terbesar mengapa ia memiliki UMM adalah banyaknya kerjasama internasional yang sudah dijalin. Sehingga semakin besar pula kemungkinannya untuk bisa pergi dan terbang ke negeri orang sebagai mahasiswa pertukaran pelajar. “Bismillah, bisa menjadi mahasiswa yang baik dan mampu berperstasi. Saya juga berpesan pada teman-teman maba untuk menjaga kekompakan yang sudah dijalin. Jangan sampai pudar dan bisa saling bantu membantu dalam kebaikan,” pungkasnya mengakhiri. (Wil)

Keren, Pesmaba UMM Ditutup Kapolri

Peran pemuda dalam memajukan bangsa sangatlah besar. Bukan hanya di masa skarang, tapi juga di masa lalu saat Indonesia mengalami penjajahan. Hal itu ditegaskan langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dalam pidato ilmiahnya pada penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia juga sekaligus menutup Pesmaba UMM yang dilaksanakan pada 15 September lalu di Hall Dome UMM. “Para pemuda, termasuk mahasiswa baru UMM harus memiliki kompetensi teknis, etika, dan juga jiwa leadership yang bagus. Maka, mahasiswa baru tidak salah memilih UMM sebagai tempat menimba ilmu. Apalagi Kampus Putih UMM menjadi salah satu kampus terbaik di tingkat nasional, bahkan internasional,” katanya. Menuruntnya, salah satu faktor meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) adalah kualitas para pemudanya yang tangguh. Setiap tahun, Indonesia mnegalmai peningkatan IPM. Misalnya saja pada 2018 angkanya mencapa 71,39 persen kemudian naik menjadi 72,91 persen pada  2023 ini. Hal itu menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia terus naik. Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa peran pemuda sangatlah besar untuk bangsa Indonesia. Bahkan sejak masa penjajahan, perjuangan dalam merebut kemerdekaan Indonesia, hingga pada aspek mempertahankan keutuhan. Hal tersebut membuktikan bahwa pemuda menjadi kunci utama menjaga bangsa. “Pemuda selalu memainkan peran penting. Misalnya saja pada sejarah kemerdekaan Indonesia. Banyak sekali gagasan-gagasan para pemuda yang memiliki efek besar. Mulai dari Budi Utomo, sumpah pemuda, hingga kejadian Rengasdengklok,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, Listyo Sigit juga memberikan tips mahasiswa baru untuk membentuk mental pemimpin di persaingan global. Mereka harus mampu mengasah potensi diri hingga bersaing di level global. Selain itu harus berani untuk menunjukkan bakat di beragam ajang internasional. Begitupun dengan keikutsertaan anak muda untuk memberantas narkoba dan paham-paham ekstrimisme. “Belajarlah dengan sungguh-sungguh, ciptakan gagasan dan inovasi terbarukan. Dengan begitu, kalina juga turut berkontribusi mewujudkan visi Indonesia Emas 2024,” tegasnya mengakhiri. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan berbagai program unggulan untuk membentuk mahasiswa menjadi manusia yang tangguh. Di antaranya program pembentukan kepemimpinan melalui Student Day, menghadirkan pakar-pakar dalam bidang tertentu, hingga pembekalan skill berkualitas. Adapula Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang menjadi upaya untuk menciptakan kualitas personal terbaik. “Kami juga memiliki Center of Excellence (CoE) dan Center for Future Work yang bekerja sama langsung dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Dengan begitu, mahasiswa bsia menguasai skill-skill yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal itu sekaligus satu dari banyak ikhtiar kami dalam menjawab tantangan serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Faq/Wil)

Dosen UMM: Jangan Anggap Remeh Informasi di Kemasan Produk

Keberadaan informasi yang akurat dan terperinci pada kemasan produk makanan tidak boleh diremehkan. Konsumen saat ini harus semakin cerdas dan sadar akan apa yang mereka konsumsi. Hal ini disampaikan Dahlia Elianarni S.TP., M.Sc. selaku dosen Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Produsen memang memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya dan sesuai,” ujarnya menegaskan. Salah satu manfaat adanya infomrasi di kemasan adalah untuk mewujudkan hak konsumen memperoleh keamanan saat menikmati produk tersebut. Sama seperti informasi mengenai tanggal kadaluwarsa. Keduanya harus mendapatkan perhatian lebih karena berkaitan dengan kualitas produk. “Tanggal kadaluwarsa pada produk makanan dapat diwakili dengan berbagai istilah dan format tergantung pada jenis produk dan wilayah,” tambah Dahlia. Terdapat beberapa macam format tanggal kadaluwarsa. Pertama yakni tanggal kadaluwarsa atau expiration date. Ini adalah tanggal yang menandakan batas waktu terakhir produk bisa digunakan atau dikonsumsi. Setelah tanggal ini, produk dianggap tidak lagi aman atau berkualitas. Selanjutnya terdapat tanggal penggunaan terakhir (last use date) format ini biasanya digunakan untuk produk-produk yang mudah rusak, seperti produk susu segar, daging, dan produk segar lainnya. Ini mengindikasikan hari terakhir produk sebaiknya digunakan. Adapun tanggal “best before” (terbaik sebelum tanggal) umumnya ditemukan pada produk makanan kering dan tahan lama. Ini menunjukkan periode di mana produk diharapkan tetap dalam kondisi terbaik dalam hal rasa, aroma, dan tekstur. Namun, produk masih dapat aman dikonsumsi setelah tanggal ini. “Yang kerap dijumpai pula adalah tanggal ‘use by’ (gunakan sebelum tanggal.red) yang mirip dengan ‘best before’. Tanggal in menunjukkan tanggal di mana produk dianggap paling baik dalam hal kualitas dan keamanan. Setelah tanggal ini, produk mungkin mulai kehilangan kualitasnya atau menjadi kurang aman untuk dikonsumsi, “ ujarnya. Selain itu, informasi komposisi pada kemasan suatu produk menjadi panduan berharga bagi konsumen. Dengan mengetahui jumlah kalori, lemak, karbohidrat, protein, dan vitamin dalam suatu produk, konsumen dapat mengatur pola makan mereka sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ini bisa mengurangi risiko obesitas dan masalah kesehatan. Informasi itu menjadi bentuk transparansi dari produsen mengenai dari mana bahan-bahan baku berasal, bagaimana produk diolah, dan apakah proses produksinya memenuhi standar keamanan. Tidak hanya menciptakan kepercayaan, informasi ini juga membantu konsumen memilih produk yang sejalan dengan nilai-nilai mereka. Dahlia menyampaikan, saat ini terdapat berbagai aplikasi yang dapat digunakan untuk mengetahui takaran konsumsi makanan yang sesuai untuk tubuh. Beberapa diantaranya MyFitnessPal atau Cronometer yang menyediakan kalkulator label nutrisi. Ini memungkinkan seseorang memasukkan informasi dari label produk makanan dan menghitung takaran konsumsi serta nilai nutrisinya berdasarkan porsi yang diinginkan. Terakhir Dahlia menegaskan, kemasan produk makanan juga memiliki peran yang vital untuk keselamatan konsumen. Informasi yang ada di kemasan juga berfungsi sebagai alat pendidikan. Petunjuk tentang cara penyimpanan yang benar dan cara konsumsi yang optimal membantu konsumen memaksimalkan manfaat produk.“Ini juga membantu dalam upaya mencegah pemborosan makanan, yang memiliki dampak besar pada lingkungan,” tutupnya. (Rev/Wil)

Tiga Dosen UMM Tingkatkan Literasi di Rumaisa School Korea Selatan

Pengabdian sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya berlokasi di Indonesia saja, tapi juga di mancanegara. Salah satunya yang dilakukan oleh tiga dosen UMM di Rumah Muslimah Indonesia (Rumaisa) School yang ada di Korea Selatan dengan sistem daring. Agenda yang dilaksanakan 11 September lalu ini berupaya membantu para guru untuk meningkatkan gerakan literasi berbasis profil pelajar pancasila. Selain itu untuk memotivasi anak agar tumbuh menjadi warga dunia yang berwawasan luas. Ada tiga dosen yang tergabung dalam tim itu, yakni Arinta Rezty Wijayaningputri, S,Pd.,M.Pd., Innany Mukhlishina, M.Pd., dan Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Arinta selaku ketua tim menjelaskan, fokus utama pengabdian ini adalah memasukkan nilai-nilai kehidupan, terutama nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, Pancasila adalah pondasi kuat untuk membangun karakter dan moral siswa. Ada beberapa materi yang sudah diberikan untuk berkontribusi memberikan pemahaman lebih. Misalnya saja pada materi pertama yang mengkaji ketentuan penulisan cerita anak berbasis profil pelajar Pancasila. Arinta menjelaskan bagaimana langkah, ketentuan, hingga format penulisan yang sesuai. Para guru yang menjadi peserta juga diajak untuk praktek sehingga bisa langsung mengerti dan lebih paham. “Kemudian kami juga membahas terkait gerakan literasi sekolah berbasis profil pelajar pancasila. Beberapa profil pelajar pancasila di antaranya beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, kritis, mandiri, gotong royong, kreatif, dan berkebhinekaan global,” katanya. Pengabdian itu diapresiasi oleh Kepala Sekolah Rumaisa School Ninda Ekaristi, S.T. ia berharap, program pengabdian dari berbagai universitas, utamanya UMM, bisa menjawab tantangan-tantangan pendidikan di sana. Apalagi melihat bahwa para guru Rumaisa School merupakan seorang ibu dan istri. “Semoga apa yang disampaikan teman0teman dari UMM memberikan insight baru dan pemahaman baru tentang pendidikan berbasis Pancasila,” kata Ninda. Ia menilai pertemuan tersebut sangat baik dan menarik, terutama terkait sharing. Kegiatan seperti itu dirasa bisa memberikan kontribusi mencerdaskan anak-anak di Korea Selatan. Utamanya anak-anak hasil perkawinan campuran. Sehingga mereka bisa mengenal Indonesia dan Pancasila. (*/Wil)

Ikri, Mahasiswa UMM yang Raih Beasiswa dari Pemerintah Amerika Serikat

Ia bernama Ikrimatus Sa’diah, mahasiswi jurusan Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil menembus program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat (AS)melalui Global Undergraduate Exchange (Global Ugrad). Ia akan menimba ilmu di negeri Paman Sam selama satu semester dengan biaya dari pemerintah AS. Tepatnya di Missouri State University. Keberangkatanya tentu bukan semulus yang dibayangkan banyak orang. Ikri, sapaannya, sudah berkali-kali gagal lolos beasiswa. Ia juga sudah berkali-kali menyusun esai demi bisa mewujudkan mimpinya. “Akhirnya saya mendaftar Ugrad dan Alhamdulillah bisa lolos. Rasanya senang sekali karena usaha saya membuahkan hasil,” ungkapnya. Salah satu hal menarik dari beasiswa ini adalah keharusan Ikri untuk mengikuti kegiatan volunteer. Selama beberapa minggu di sana, ia sudah mencari-cari kegiatan yang sesuai dengan passionnya. Ada dua kegiatan yang akan dia lakukan, yakni pada aspek pengabdian masyarakat serta menjadi tourguide selama berkuliah di sana. “Kita memang diwajibkan satu semester ini untuk menjadi volunteer. Paling tidak selama 20 jam di bidang yang kami minati. Selain karena kebutuhan laporan, volunteer juga menjadi hal yang menarik dan memberikan insight baru bagiku. Apalagi pelaksanaannya di negara orang,” ujarnya. Meski begitu, ie merasa sedikit kesulitan saat pertama kali mendara di AS. Terutama terkait komunikasi dengan warga dan mahasiswa lokal. Berbeda dengan mahasiswa Indonesia, mereka lebih individualis dan terkesan tertutup dengan mahasiswa internasional. Hal itu membuatnya lebih condong mengobrol dengan sesama mahasiswa internasional lainnya. “Mungkin karena senasib ya, sehingga kami bisa lebih nyambung dan belajar bersama. Tapi, saya juga tetap berinteraksi dengan mahasiswa lokal, siapa tahu ada inovasi menarik yang bisa dilakukan bersama,” katanya menjelaskan. Tapi, gadis asal Jakarta itu mengapresiasi mahasiswa lokal. Meski individualis, tetapi mereka sangat tepat waktu. Bahkan datang jauh lebih awal sebelum kelas berlangsung. Mereka juga tidak sekadar ikut-ikutan dalam memilih mata kuliah. Semua dipilih karena kebutuhan masing-masing individu. Keberhasilannya juga tak lepas dari dukungan UMM. Ada berbagai kelas internasional, unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada bahasa inggris, hingga American Corner (Amcor) di UMM. Khusus yang terakhir, banyak hal-hal yang disediakan Amcor, baik dari segi fasilitas, koneksi, hingga informasi beasiswa. Terakhir, sekembalinya dari AS, Ikri bertekad untuk menciptakan platform diskusi untuk membantu anak-anak muda Indonesia menggapai mimpinya. Utamanya untukmenimba ilmu di berbagai belahan dunia lain. Sehingga mereka bisa membuka mata dan wawasan bahwa ada banyak hal yang belum dipelajari di dunia ini. “Kebetulan sudah ada beberapa teman yang bisa diajak kolaborasi untuk menciptakan komunitas ini. Semoga bermanfaat dan mampu memberikan jalan bagi mereka yang bermimpi menimba ilmu di negara orang,” pungkasnya. (Ri/Wil)

Kapolda Jatim di Pesmaba UMM: Pemuda Boleh Jatuh tapi Tidak Boleh Menyerah

Generasi milenial dan Z memiliki peranstrategis dalam membangun masa depan bangsa yang lebih cerah. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Kapolda) Jatim Irjen Pol. Dr. Toni Harmanto, M.H. dalam pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 12 September lalu. Dihadapan lebih dari 6.000 mahasiswa baru, ia menjelaskan potensi dan tantangan yang kemungkinan akan dihadapi anak-anak muda. “Kalian semua pasti memiliki potensi yang luar biasa. Kesuksesan memang tidak bisa diraih dengan mudah, pasti ada jalan terjal. Maka pesan saya, jangan pernah menyerah sekalipun terjatuh berkali-kali. Apalagi saat ini saudara berkuliah di UMM yang dikenal dengan lingkungan belajarnya yang mumpuni dan suportif,” tegasnya. Peran penting anak muda juga ditopang dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia. Di antaranya potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, geografis yang strategis, ekonomi yang diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar, energi baru terbarukan, dan lainnya. Begitupun dengan sumber daya manusia Indonesia yang dinilai mampu memberikan kontribusi solusi atas banyak problem masyarakat. Meski begitu, pengembangan potensi itu dihadapkan pula dengan tantangan. Misalnya saja, tantangan politik di pesta demokrasi 2024 nanti. Menurut Toni, akan ada banyak kepentingan politik yang berujung padadampak negatif. Hoaks dan black campaign memiliki kemungkinan besar untuk muncul dan memecah belah bangsa. “Korupsi juga masalah lain yang harus ditangani dengan apik. Begitupun halnyas dengan narkoba, krisis narkoba, kesenjangan sosial, isu-isu agama, serta keamanan dan terorisme. Maka dari itu, kalian sebagai anak-anak muda yang bersemangat dan inovatif harus bisa memanfaatkan segala potensi yang ada. Sekaligus mampu menaklukkan tantangan yang menghadang,” tegasnya. Pada kesempatan itu, dilakukan penyematan almamater ke Kapolda Jatim dan menjadikannya sebagai warga kehormatan UMM. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan helikopter yang memberikan terbang di atas kampus putih UMM sembari memberikan ucapan selamat kepada mahasiswa baru. Sementara itu, saat di Dome, hal menarik disampaikan Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Ia mengatakan bahwa UMM sudah menerapkan mekanisme lulus tanpa skripsi pada 2018 lalu. Bahkan jauh sebelum Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI) mengeluarkan kebijakan skripsi bukan lagi sebagai syarat kelulusan. “UMM sudah menggunakan mekanisme ekuivalensi dengan berbagai prestasi yang dimiliki mahasiswa untuk menggantikan skripsi,” tegasnya. Fauzan menilai, potensi serta bakat mahasiswa tentu sangat banyak dan bervariatif. Hal itu harus diperhatikan dengan baik oleh lembaga pendidikan. Maka dari itu, UMM selalu menyediakan wawdah terbaik agar semua potensi bisa berkembang. Salah satu yang menarik adalah Center of Excellence berbasis program studi serta skema pengabdian masyarakat yang fleksibel. “UMM mampu mememberikan jaminan lulus 3,5-4 tahun bagi mahasiswanya melalui berbagai mekanisme yang ada. Mekanisme KKN untuk pengabdian masyarakat dapat dilakukan sejak semester dua dan mekanisme tugas akhir pengganti skripsi yang beragam. Bisa dengan prestasi akademik maupun non-akademik,” pungkasnya. (Faq/Wil)

Globe Raksasa hingga Penerjun Payung, Begini Serunya Pembukaan Pesmaba UMM

Pelepasan ribuan burung endemik Jawa menjadi pembuka gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Kapolda) Jatim Dr. Toni Harmanto, M.H. yang melepaskan burung-burung tersebut dari sangkar raksasa berbentuk bumi. Lebih dari 6.000 mahasiswa juga berkumpul di heliped pada 12 September lalu untuk melangkahkan kaki menjadi generasi penerus bangsa. Pelepasan burung tersebut menjadi komitmen tinggi UMM mendukung gerakan green and clean. Sekaligus juga bukti keseriusan Kampus Putih untuk membantu mencapai target sustainable development goals (SDGs) dan menjaga lingkungan dari kerusakan. “Globe raksasa ini menjadi lambang semangat kami untuk merawat bumi dan menjaga lingkungan. Ada banyak jenis burung di dalamnya, seperti burung tekukur, perkutut, kutilang, emprit, dan lain sebagainya. Kami ingin masyarakat juga tergerak untuk melakukan hal sama, bukan malah merusak alam bumi dan isinya,” tegas Ir. Suyatno M.Si. selaku penanggungjawab acara. Hal lain yang tak kalah menarik adalah atraksi sepuluh penerjun yang merupakan dukungan dari Mabes Polri Korps Brimob. Mereka membawa berbagai bendera sembari mendaratkan terjun payung. Mulai dari bendera merah putih, Pesmaba UMM, Center of Excellence, Center for Future Work, UMM Pasti dan lain sebagainya. Sepuluh penerjun itu juga berhasil mendarat dengan selamat di tengah heliped UMM dan dihadapan ribuan mahasiswa baru. Penampilan itu tidak hanya membuat kagum mahasiwa Indonesia, tapi juga para mahasiswa asing yang berkuliah di UMM. Salah satunya Nidhi Priya yang berasal dari India. Ia tidak menyangka ada atraksi penerjun dan helikopter dalam pembukaan Pesmaba UMM. “Sebenarnya saya sudah beberapa kali melihat atraksi penerjun payung dan helikopter di berbagai kesempatan dan selebrasi kenegaraan di India. Tapi kalau di lingkungan universitas, ini pertama kalinya. Saya tidak menyangka bisa melihatnya di acara kampus dan takjub,” katanya. Nidhi, begitu ia kerap disapa menilai Indonesia dan India memiliki banyak kemiripan. Populasinya yang banyak, anak-anak muda yang potensial dan sumber daya alamnya yang melimpah. Ia percaya, anak-anak muda Indonesia, termasuk mahasiswa UMM bisa menjadi katalisator dan mengambil peran dalam kemajuan bangsa. Kemudian juga saling berkolaborasi di level internasional demi kebaikan dan keamanan dunia. (Wil)

Komitmen Penuh UMM Dukung SDGs lewat Inovasi JasMerahMob Dinamis

Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa ditunggu oleh banyak khalayak. Bukan hanya oleh mahasiswa baru UMM, tapi juga masyarakat dan mahasiswa kampus lain. Hal itu berkat banyaknya kejutan dan kretivitas berbeda tiap tahunnya. Di 2023, inovasi baru kembali ditampilkan dalam pembukaan Pesmaba UMM. Jika tahun lalu menyuguhkan jasmob dan flashmob secara statis, maka di 2023 ini 6.000 mahasiswa UMM memberikan sentuhan unik, yakni jas merah mob yang dinamis. Jadi, gerakan yang ada memungkinkan formasi dapat bergerak dengan motion. Jas Merah Mob ini juga unik dan berbeda karena tidak menggunakan kertas atau paper. Para maba hanya menggunakan warna pada topi serta almamater yang dikenakan. Hal ini tentu menjadi cara UMM untuk mendukung gerakan green and clean dalam bidang lingkungan. Pesan-pesan yang diberikan beragam dan bermakna dalam, utamanya terkait Sustainable Development Goals (SDGs). Bahkan menampilan semua 17 logo SDGs yang menjadi target dunia. Ini juga mengukuhkan UMM sebagai kampus yang mendukung penuh upaya mencapai target-target tersebut. Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd mengatakan konsep ini mempertegas kepada masyarakat bahwa UMM terus berupaya merealisasikan SDGs untuk kemajuan bangsa. Apalagi selama ini Kampus Putih juga turut serta aktif dalam berbagai poin penting SDGs, seperti bidang pangan, energi, air, dan bidang lainnya. Fauzan juga mengatakan bahwa Pesmaba merupakan suatu yang penting sebagia pondasi awal mahasiswa. Bagaimana mereka bisa meraih potensi dan mendalami passion masing-masing. Sehingga pada akhirnya juga akan memberikan kontribusi dan solusi bagi masyarakat luas. Belasan formasi tersebut tak lepas dari koordinator JasMerahMob, Jamroji, S.Sos, M.Comms. Ia mengatakan ada 32 formasi yang sukses diperagakan oleh lebih dari 6.000 mahasiswa baru UMM. Ada formasi yang membentuk tulisan generasi tangguh, logo asean, logo SDGs, Center for Future Work, UMM Pasti, No Poverty, dan berbagai bentuk lainnya. Jumlah formasi yang banyak memang memberikan tantangan dan kesulitan tersendiri untuk Jamroji dan tim. “Kami harus membuat kode-kode khusus di lapangan yang mana memungkinkan gerakan dinamis. Sehingga saat ditayangkan, gambar bisa bergerak dan tidak patah-patah. Alhamdulillah, mahasiswa baru, tim, dan voluunter bisa bersama-sama kompak dalam menjalankan tiap gambar yang ada,” pungkas dosen Ilmu Komunikasi tersebut. (*wil)