Sering Minum Kopi Saset? Ini Pesan Dokter FK UMM

Budaya minum kopi semakin digemari masyarakat. Berkaitan dengan hal ini, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Rahma Sabila Rindardi menjelaskan bahwa konsumsi kopi saset yang berlebihan dapat berpotensi menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit. Mulai dari yang ringan hingga serius. “Meminum kopi pada dasarnya sah-sah saja, namun varian kopi saat ini sangat beragam. Tak jarang banyak kopi yang kandungan kopinya sedikit, namun bahan penyedap tambahannya lebih banyak,” jelas Bela, sapaan akrabnya. Lebih dalam, Bela menuturkan bahwa kopi saset sendiri biasanya memiliki berbagai varian. Salah satunya yang sering dijumpai adalah kopi instan yang berasal dari ekstrak biji kopi yang telah disangrai. Kopi ini mengandung setidaknya 2-8% kafein. Jenis kedua adalah kopi serbuk yang mengandung susu, gula, perasa tambahan ataupun krimer. “Yang bahaya dari kopi instan salah satunya adalah penambahan gula atau krimmer yang dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Zat lain yang berbahaya pada kopi instan yaitu pengawet, bahan antikempal, pengatur keasaman dan perisa,” ungkapnya menjelaskan. Di lain sisi, perbedaan mendasar kopi murni dan kopi saset dapat dilihat dari proses produksinya. Proses produksi kopi saset harus melewati serangkaian proses, yaitu proses ekstraksi, pengeringan, aromatisasi, dan pengemasan. Sedangkan pada kopi murni, proses yang dilewati lebih sederhana yaitu proses roasting dan penggilingan. “Jika kopi instan saset dikonsumsi secara berlebihan, maka dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang merugikan bagi tubuh. Mulai dari efek diuretic yang dapat menimbulkan dehidrasi karena terlalu sering buang air kecil, gangguan tidur atau insomnia hingga peningkatan denyut nadi atau palpitasi,” katanya. Bela menambahkan, kandungan gula atau krimer pada kopi saset dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Jika hal ini berlangsung terus menerus, maka dapat meningkatkan risiko penyakit berat yakni diabetes mellitus. Selain itu, kandungan kaffein menyebabkan relaksasi otot sfingter esofagus yang mengakibatkan kembalinya (reflux) asam lambung ke dalam kerongkongan atau yang dikenal dengan GERD. “Untuk masyarakat yang gemar meminum kpi, Sebaiknya konsumsi kopi tidak melebihi 100mg per hari. Yakni setara dengan satu hingga dua cangkir kopi per hari saja,” pesan Bela mengakhiri. (*lib/wil)
Keren, Tim UMM Kembangkan Alat Deteksi Jalan

Berdasarkan data milik Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), setidaknya ada 101.272 kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan yang bagus. Selain faktor pengemudi dan juga kendaraan, kondisi jalan juga mengakibatkan kecelakaan karena kualitasnya yang sudah berumur. Jalan yang digunakan secara terus-menerus akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas kekesatan pada permukaan jalan. Melihat hal itu, kelompok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi baru. Yakni berupa alat pendeteksi kekasaran permukaan jalan menggunakan sistem Internet of Things (IoT) yang diberi nama Smart µ (Miu) Meter. Salah satu anggota tim, Alifia Oriana mengatakan kebutuhan akan pemeliharaan pada permukaan jalan sangatlah penting untuk menjaga kualitas jalan. “Semakin menurunya tingkat kekesatan pada permukaan jalan, semakin besar kemungkinan terjadi kecelakaan pada kendaraan. Oleh karena itu, tujuan kami membuat alat ini yaitu untuk mengurangi angka kecelakaan,” ungkap Alifia. Lanjut, Mahasiswa Teknik Sipil itu menyampaikan cara kerja Smart µ (Miu) Meter yaitu dengan mengambil foto bagian jalan yang terlihat bagus dan berlubang. Hasil foto dikirim melalui bluetooth ke dalam aplikasi dan diolah dengan metode pengolahan citra hingga mendapatkan hasil yang maksimal. Menariknya, alat yang masih dalam proses pembuatan dan penyempurnaan ini berhasil mendapat pendanaan dari Kemdikbud-Ristek RI. “Penggunaan Internet of Things disini sangat berperan penting karena memudahkan proses transfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. Jadi alat ini bisa dikontrol dari jarak jauh,” jelas Alifia. Alifia menambahkan selama proses pembuatan alat, kendalanya hanya pada kamera, karena belum bisa menemukan kamera yang stabil saat menangkap gambar. Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya, alat yang dibuat timnya tidak memerlukan modal yang sangat besar, tapi memiliki pengaruh yang besar. “Alat ini belum ada di manapun. Kalaupun ada hasilnya, saya rasa belum akurat dan masih dioperasikan secara manual. Alat ini kami buat dengan keunggulan pendeteksi yang terperinci karena menggunakan analisis gambar dari foto yang diambil kamera,” tegas Alifia. Terakhir, Mahasiswa asal Malang mengungkapkan ketika timnya membuat alat ini banyak mendapat cemooh dan diragukan oleh banyak orang karena dianggap tidak berguna dan tidak bermanfaat. Namun semua itu diterima bagai angin lalu oleh Alifia dan tim. Dalam pengemabngannya ia tidak sendiri, Alifia dibantu Devita Intan Berliana dan Safa Roja Nayakajati yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil serta Riko Agung Permana dari Teknik Mesin dan Daniel Saputra Kosasih dari Teknik Elektro. “Kami juga mendapat dukungan dan bimbingan langsung dari dosen Teknik Sipil, Ir. Andi Syaiful Amal, MT, IPM, ASEAN Eng. Besar harapan kami, alat ini bisa tembus sampai ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan bisa mendapatkan hak paten dari pemerintah,” harap Alifia mengakhiri. (*zak/wil)
Atasi Stunting, Mahasiswa UMM Ciptakan Biskuit Bayi dari Biji Nangka dan Kacang Tunggak

Berdasarkan hasil survei status gizi indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Indonesia terus menurun di angka 21,6 persen di tahun 2022. Penurunan angka stunting di Indonesia adalah kabar baik, tapi belum berarti sudah bisa membuat tenang. Karena, bila merujuk pada standar WHO terkait prevalensi stunting harus di angka kurang dari 20%. Melihat hal tersebut, kelompok mahasiswa program studi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) membuat inovasi produk makanan bayi. Makanan tersebut berupa biskuit dari tepung biji nangka dan kacang tunggak. Fakhri Ahmad Wafi, salah satu anggota tim mengatakan masalah utama dari stunting ini adalah kekurangan asupan gizi, termasuk kekurangan protein dan kalori. “Dari banyaknya penelitian yang ada, biji nangka sendiri memang memiliki kandungan karbohidrat. Pun dengan kacang tunggak yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 24,4 gram. Kedua bahan itu disubstitusi menjadi tepung yang kemudian kami olah menjadi biskuit,” ungkap Fakhri. Fakhri menambahkan, pemilihan biji nangka ini bukan tanpa sebab. Ia bersama timnya melihat masih banyak limbah biji nangka yang terbuang sia-sia. Fakhri juga menyampaikan target stunting dari timnya merupakan bayi di Indonesia yang berumur 0-6 bulan dan 6-12 bulan yang memasuki MPASI (Makanan Pendamping ASI). “Karena memang fokusnya fokus kami ke bayi, jadi produk yang kami buat berupa biskuit sebagai makanan pendamping asi. Biskuit ini juga bisa diolah menjadi bubur. Selain itu, biskuit sendiri bisa menjadi makanan sekaligus sebagai mainan untuk merangsang motorik pada bayi atau anak-anak. Alhamdulillah PKM-RE yang sedang kami buat telah mendapat pendanaan dari Kemdikbud,” ungkap Fakhri. Lebih lanjut, Mahasiswa asal Surabaya itu menjelaskan tepung biji nangka dan kacang tunggak yang sudah diolah menjadi biskuit, kemudian akan diuji kadar proksimat untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan serat pada suatu zat makanan dari bahan pakan atau pangan. Selain itu juga dilakukan pengujian organoleptik dan terakhir diujikan pada bayi dan ibu yang sedang hamil. “Semoga produk yang kami buat dari PKM-RE ini bisa membantu menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, sehingga dapat menciptakan dan melahirkan generasi bangsa yang sehat dari bayi dan ibu yang sehat,” harap Fakhri. Pengembangan produk ini tak luput dari kerjasama anggota tim lainnya diantaranya adalah Herlina Diah ayu Rosita, Zurotun Nasifah, Audina Aura Sarie dan Wahyu Amalia. Selain itu, kelompok mahasiswa teknologi pangan juga mendapatakan dukungan dan bimbingan langsung dari dosen Ilmu Teknologi Pangang (ITP) UMM, Prof. Dr. Ir. Hj. Noor Harini, MS. (*zak/wil)
Larangan Memberi Pengemis Apakah Sudah Tepat? Begini Kata Dosen UMM

Gelandangan dan pengemis atau yang sering kita kenal dengan istilah “gepeng” adalah kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas meminta-minta uang pada area umum secara terus menerus. Masyarakat yang menjumpai golongan ini biasanya akan iba dan memberikan uang kepada mereka. Secara sekilas hal ini tidak ada yang salah, namun apa efek jangka panjang bagi struktur sosial yang nantinya terbentuk di masyarakat? Berkaitan dengan hal ini, dosen Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dra. Juli Astutik, M. Si memberikan penjelasannya. Menurutnya, pengemis adalah salah satu penyakit sosial dalam struktur masyarakat. Keberadaannya dapat mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan tindak kriminalitas. “Dalam perspektif ahli pekerjaan sosial, pengemis merupakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang akut dan berakar dari persoalan kemiskinan, yaitu Kemiskinan kultural. Di mana kemiskinan ini disebabkan karena mentalitas atau budaya,” jelasnya. Lebih lanjut, Juli, sapaan akrabnya menguraikan bahwa di samping kurangnya akses pendidikan wajib, penyebab kemiskinan ini salah satunya bersumber dari mentalitas dan sikap hidup. Seperti misalnya malas bekerja, boros, dan suka meminta. Oleh karena itu, pengemis mengalami ketidakberfungsian sosial (social disfunction). Di lain sisi, jika dilihat peraturan pemerintah maupun daerah yang mengatur terkait pengemis ini, masih banyak celah yang seharusnya digali lebih dalam. Termasuk mengenai tingkat efektivitas peraturanya agar dapat menyelesaikan akar permasalahan. Contohnya saja, walaupun banyak kota sudah menerapkan larangan memberi uang kepada pengemis, tetapi pelaksanannya masih kurang maksimal. “Memberi pengemis sebenarnya sama saja dengan kita membiarkan mereka (para pengemis.red) terjerumus dan terlena dalam kemalasan dan kemiskinan terus menerus tanpa adanya keinginan untuk menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif,” tegas Yuli. Namun, Juli menambahkan, jika dilihat dalam perspektif agama, memberi orang yang tidak mampu merupakan salah satu ibadah yang dinamakan sedekah. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran bersama oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari pemerintah hingga masyarakat untuk fokus memutus akar dari permasalahan. Yakni “ketergantungan” dan “mentalitas” pengemis untuk selalu meminta-minta dan tidak mengusahakan mata pencaharian yang lain. “Pemerintah secara khusus harus mengkaji kembali peraturan yang berfokus pada pengemis itu sendiri. Bukan malah memberikan sanksi denda mateeril kepada pemberi uang. Pemerintah juga harus membuat sistem pemberdayaan pengemis dengan menyediakan wadah yang luas, untuk pengembangan skill dan keahlian yang bisa menghasilkan,” kata Juli mengakhiri. (*lib/wil)
Pimpinan Cabang Aisyiyah UMM Langsungkan Musycab, Dorong Perempuan Jadi Berkemajuan

Di tengah kesibukan menjalankan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, Pimpinan Cabang Aisyiyah Universitas Muhammadiyah Malang (PCA-UMM), tetap melaksanakan sederet amanat organisasi. Salah satunya yakni Musyawarah Cabang Aisyiyah (Musycab) yang ke-4 pada akhir Juni lalu. Adapun PCA UMM merupakan PCA khusus yang dibentuk sejak 2007 lalu. Dr. Vina Salviana selaku ketua panitia penyelenggara, menjelaskan, keterbatasan waktu dan kesibukan sebagai akademisi tidak mengurangi semangat panitia untuk terus bekerja menyiapkan Musycab. Menurutnya, media Whatsapp dan Zoom sangat membantu dalam komunikasi dan koordinasi. Ditambah lagi dengan kegigihan serta kontribusi panitia penyelenggara. Tema menarik diusung pada agenda tersebut, yakni “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa”. Sebagai PCA satu-satunya yang berada di lingkungan kampus, PCA UMM menambahkan sub tema yang diambil dari gabungan empat pilar masyarakat Islam yang unggul dan berkemajuan. Di antaranta beragama yang kuat dan kokoh, memiliki keilmuan yang tinggi, memiliki rasa kemanusiaan yang dalam, dan memiliki rasa spiritualitas yang positif. Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Daerah Kota Malang, Dra. Hj Sri Herawati, menilai, tidak mudah bergerak dan menggerakkan organisasi Aisyiyah ditengah kesibukan sebagai akademisi. Meski begitu, ber-Muhammadiyah dan ber-Aisyiyah harus menyenangkan, sehingga untuk wmemajukan Aisyiyah memang harus menyisihkan waktu bukan menyisakan waktu. Ia juga berharap PCA UMM yang terdiri dari para akademisi, mampu menjadi contoh organisasi yang terstruktur dan sistematis. Selain itu juga mampu menangkap dan mengembangkan program-program Aisyiyah berdasarkan keilmuan sehingga program-tersebut lebih mudah tercapai. Untuk menjadi organisasi PCA yang baik, ketua PDA menekankan pentingnya menanamkan ideologi terus menerus meskipun membutuhkan waktu yang lama. Hal serupa juga disampaikan Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. yang menekankan peran PCA UMM yan menjadi PCA khusus. Mereka harus memunculkan program-program yang jauh lebih baikdan extraordinary. Dengan begitu, PCA UMM bisamenjadi contoh bagi PCA lainnya. (wil)
Dosen UMM: Penderita Maag juga Bisa Diet

Diet merupakan fenomena yang erat kaitannya dengan kesehatan. Namun sebagian besar masyarakat seringkali salah paham terkait hal ini.Mereka beranggapan bahwa diet sebatas larangan untuk tidak boleh makan. Padahal jika dilihat dari segi kesehatan, diet merupakan pola hidup sehat yang diterapkan seseorang agar mencapai berat badan yang ideal melalui kegiatan yang sebenarnya sederhana. Hal itu ditegaskan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Apt. Ika Ratna Hidayati., S.Farm. M.Sc. Ia membagikan sedert membagikan tips diet sehat yang patut dicoba. “Pemahaman masyarakat akan diet masih terbatas pada pantangan atau larangan terhadap makanan tertentu sehingga seringkali terjadi defisiensi nutrisi. Berdasarkan ilmu gizi, pengertian diet bukan pantangan atau larangan terhadap makanan saja, namun lebih menekankan kepada pola makan yang sehat,” ujar Ika. Diet yang sehat adalah dengan mengatur pola makan dengan benar. Makan secukupnya dan tidak berlebihan. Diet yang dianjurkan oleh para dokter dan ahli gizi adalah diet seimbang, yaitu diet yang hanya membatasi pada makanan yang banyak mengandung energi, namun tetap mempertahankan masukan zat-zat gizi lainnya. “Khusus untuk penurunan berat badan, diet dapat dilakukan dengan cara makan perlahan, makan sebelum lapar, berolahraga, gaya hidup sehat dan bijak dalam memilih makanan sehat. Misalnya dengan mengonsumsi apel, brokoli, oatmeal, putih telur, ikan dan camilan rendah kalori serta mengganti gula dengan pemanis berkalori rendah,” jelasnya. Olahraga kardio atau yang melatih ketahanan tubuh seperti angkat beban juga bisa jadi pilihan yang bagus. “Diet itu sebenarnya sederhana, mudah dan murah. Tinggal bagaimana usaha kita mencari tahu dan bertanya akan anjuran dokter sebelum memluai diet. Jika salah langkah, bukannya berat abdan yang turun tapi malah membahayakan kesehatan,” tambahnya. Bagi penderita maag, Ika menyarankan beberapa kiat. Menurutnya, mereka yang menderita maag masih bisa melakukan diet. “Atur jadwal makan, hindari kebiasaan berbaring setelah makan, menghindari makanan pemicu asam lambung, memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat dan yang terakhir adalah tidur yang berkualitas dan cukup,” katanya. Selain itu ia juga memberikan contoh menu makanan sehat dalam satu hari. Pada pagi hari dapat memulai dengan gandum utuh, buah-buahan, sereal, telur atau smoothies. Hindari makanan karbohidrat dengan indeks glikemik yang tinggi atau dengan menu makanan yang terlalu manis karena gula tambahan akan membuat cepat lapar. Untuk makan siang, ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan dalm porsi yang cukup. Kemudian pada malam hari, bisa mengonsumsi sumber citamin lainnya. Pada prinsipnya, manusia tidak membutuhkan makanan berat karena hanya membutuhkan sedikit energi. Di akhir Ika mengingatkan agar tidak makan malam mendekati jam tidur. “Makan malam mendekati waktu tidur akan mengakibatkan gangguan aliran balik asam lambung. Karenanya, makan malam sebaiknya dihindari, terutama jika Anda memang memiliki riwayat gangguan asam lambung seperti maag atau GERD. Waktu terbaik untuk makan malam yakni 2-3 jam sebelum waktu tidur,” tutupnya. (Dev/Wil)
Gaet Asia University Taiwan, Psikologi UMM Kaji Kesehatan Mental

Kesehatan mental menjadi isu besar yang seringkali digaungkan. Apalagi dengan maraknya fenomena depresi yang seringkali berujung pada percobaan bunuh diri. Maka dari itu, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Asia University, Taiwan, melangsungkan kajian dan diskusi sebagai upaya mengatasi permasalah tersebut. Adapun kegiatan itu dilangsungkan pada 4 Juli lalu. Adapun progra internasional ini akan dilaksanakan selama satu bulan. Harapannya, dengan waktu yang cukup panjang, akan muncul solusi-solusi inovatif dari para peserta. Hal itu ditegaskan oleh koordinator program, Sakinah Nur Rokhmah, S.Psi., M.Sc. Selain membuka kesempatan mahasiswa untnuk mendapatkan eksposur internasional, agenda ini juga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait kesehatan mental. Ada belasan mahasiswa yang turut serta dan fokus mengkaji. 12 di antaranya merupakan mahasiswa Taiwan, sementara ada sederet mahasiswa UMM yang bergabung. Mereka akan mengunjungi beberapa lokasi untuk melihat langsung kondisi mental masyarakat, baik di indusrti, komunitas, lembaga pendidikan, dan lainnya. “Para peserta tidak hanya ikut outing dan short course saja, tapi juga turut serta dalam pembelajaran melalui magang di berbagai partner kami. Misalnya saja di lembaga pendidikan seperti SMP Inovasi dan SMP Muhammadiyah 2 Malang,” jelas perempuan yang akrab disapa Nina tersebut. Dengan begitu, diharapkan akan muncul hasil-hasil penelitian dan terobosan terbaru. Hasil itu tentu akan memebrikan kontribusi positif dalam pengembangan pemahaman kesehatan mental. “Ujungnya ada di bulan Agustus. Setelah teman-teman magang, mereka diminta menulis scientific article. Jadi karya mereka akan kami publikasikan dan akan dihadirkan pada konferensi ilmiah psikologi berskala internasional yang juga merupakan rangkaian dari Dies Natalis Fakultas Psikologi UMM yang ke-37,” tambahnya. Terakhir, Nina juga berharap program ini bisa mendorong mahasiswa untuk peduli dengan kesehatan mental. Para peserta bisa turut serta membantu dalam mengatasi persoalan mental health yang saat ini sedang banyak dirasakan oleh anak muda. “Saat ini masih banyak orang yang struggling dengan keadaan mental yang tidak stabil. Semoga program ini dapat bermanfaat baik bagi individu yang bersangkutan dan juga bagi khazanah ilmu psikologi itu sendiri,” pungkasnya. (Hil/Wil)
LPK UMM Selenggrakan Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Universitas Muhamamdiyah Malang menyelenggarakan pelatihan roti sobek dan yang diikuti oleh 20 peserta. Kelas pertama ini diselenggarakan di UMM bakery serta rekanan DUDI yaitu Rayz Hotel, (06/07/2022). Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek merupakan salah satu produk unggulan LPK Universitas Muhammadiyah Malang (LPK UMM) karena dapat membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memulai usaha roti sendiri. Kursus pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek mendukung pengembangan kewirausahaan di masyarakat dan memberikan peluang kreativitas dan peningkatan pendapatan. Selain itu, bisnis pembuatan kue berpotensi menjadi bisnis yang stabil karena permintaan roti cenderung stabil dari waktu ke waktu, meskipun tren pangan berfluktuasi. Hal ini menjadikan baking sebagai salah satu jenis kegiatan yang relatif resisten terhadap perkembangan pasar. Kegiatan kelas pertama ini dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kelas teori dan kelas praktek. Mahasiswa peserta kelas ini juga dibekali dengan kegiatan On the Job Learning (OJL) selama 3 hari. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa peserta kelas Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek dapat memiliki keahlian di bidang bakery sehingga dapat membuka peluang pekerjaan. Hal ini juga diharapkan meningkatkan visi kampus yaitu UMM Pasti, Pasti cepat lulus, Pasti Kerja. “Untuk sementara memang target market kami adalah mahasiswa. Kedepannya kami akan menyediakan lebih banyak lagi skema pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kerja dan masyarakat luas”, ungkap Rahmawati Khadijah Maro, S.Pd., M.P.Ed. selaku Ketua LPK UMM.
Awam akan Merawat Mobil dan Motor? Ini Kiat Mudah Ala Dosen Mesin UMM

Tidak semua pengemudi tahu cara merawat kendaraannya, termasuk para perempuan. Terlebih saat ini, masih banyak stereotip yang mengatakan bahwa “perempuan hanya bisa memakai kendaraan tapi tidak tahu cara merawatnya”. Menanggapi hal ini, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah M. Irkham Mamungkas, ST., MT. menyampaikan bahwa pemahaman akan merawat kendaraan bermotor adalah hal yang penting. “Saya sering menemui banyak pengendara yang bingung akan cara merawat mesin. Beberapa kali menemui wanita yang kehabisan bensin di jalan, naik motor atau mobil dengan tancap gas lalu tiba-tiba rem mendadak dan lainnya. Hal-hal itu sebenarnya tidak bagus untuk performa mesin,” ujar pria yang akrab dipanggil Irkham tersebut. Meski seseorang tidak banyak tahu tentang seluk beluk kendaraan bermotor, hendaknya hal-hal dasar dalam perawatan harus dimiliki oleh seorang pengemudi. Mulai dari cara menggunakan mesin hingga perawatan berkala, baik untuk mobil maupun sepeda motor. “Mobil dan motor itu perawatannya memang berbeda, tetapi pada dasarnya sama. Misalnya sebelum digunakan, mesin kendaraan perlu dipanaskan terlebih dahulu. Jangan langsung dipakai dan digas saja. Ini hal yang dipel dan mudah namun sering diabaikan,” tambahnya. Selain itu, Irkham juga menyampaikan akan pentingnya mengganti oli dan service secara berkala. Begitupun dengan mengecek tekanan ban. Jika diabaikan, hal ini bisa berakibat fatal, bahkan bisa menjadi penyebab kecelakaan. “Tekanan ban depan dan belakang itu punya angka yang berbeda. Ini penting diperhatikan. Selain karena alasan keamanan dan performance, hal ini dapat menjaga menjaga kualitas velgnya dan bisa memperpanjang umur velg,” jelasnya. Hal yang tak kalah penting dalam memelihara kendaraan bermotor adalah jangan sampai kendaraan tersebut kehabisan bensin. Meskipun tidak merusak keseluruhan mesin kendaraan secara langsung, keteledoran ini membuat performa mobil atau motor semakin berkurang. Di samping itu, jika kendaraan terdengar berisik, hendaknya segera diservis karena dipastikan terjadi kerusakan pada suatu mesin. “Biasanya jika ini terjadi, berarti ada bagian yang harus diganti atau dibersihkan. Kalau ingin kendaraan tahan lama, saat menggunakannya kita juga harus hati-hati, utamanya untuk para pengendara perempuan yang seringkali dianggap tidak memperhatikan mobil atau motornya,” pungkasnya mengakhiri. (nel/wil)
Unik dan Klasik, Safari Kayutangan Garapan Mahasiswa UMM Jadi Pilihan Asyik

Bosan berkeliling pusat Kota Malang menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi saja? Mungkin konsep “Safari Kayutangan” bisa memberikan pengalaman unik. Yakni berkeliling mengitari Kajoetangan mengendarai mobil VW Safari, VW Combi, dan VW Kodok sembari menikmati suasana klasik. Adapun konsep asyik tersebut digagas dan dikembangkan oleh tim mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka yang tergabung dalam Alea Team juga menggaet komunitas Campervan Malang dan warga sekitar. “Kita membuka trip yang latarnya di keramaian, menyaksikan hiruk pikuk perkotaan dengan harga yang terjangkau. Kami berusaha kasih pengalaman tak terlupakan untuk customer. Kita launching short trip dengan durasi 30 sampai 35 menit mengelilingi Kayutangan. Para penumpang juga diberi kesmepatan untuk berhenti di dua spot foto didampingi dengan fotografernya juga,” jelas Tata, Humas Alea Team. Adapun safari tersebut telah diluncurkan pada 25 Juni lalu di RW 2 Banyu Biru, Kampoeng Heritage Kajoetangan dengan gelaran Camphoria! Yang didukung Kampoeng Heritage Kajoetangan. Di sana, diadakan mini bazar yang menyuguhkan berbagai jajanan dan makanan tradisional seperti cenil, gulo kacang, getuk lindri, dan ontbijtkoek. Tak hanya itu, yang membuat mini bazar ini menarik adalah penggunaan mata uang kreweng untuk semakin melekatkan nuansa tradisional yang diusung. Sebelumnya, Alea team bersama Campervan Malang telah melakukan uji coba beberapa hari. Dari situ, mereka mendapatkan data bahwa ada banyak wisatawan yang berasal dair berbagai daerah. Sebagian besar hanya punya waktu singkat namun menginginkan momen yang berkesan. “Maka dari itu, kami hadirkan unit-unit VW klasik ini yang cocok banget dengan Kayutangan yang juga klasik. Apalagi kalau sore, bangunan-bangunan heritagenya lebih terlihat jelas dan indah. Kalau malam, lampu kota jadi daya tarik tersendiri,” beber Tata. Trip dengan VW Safari ini bisa memuat sebanyak empat orang. Rute tripnya dimulai dari Kayutangan, kemudian ke Jalan Ijen, Stasiun Malang Kota Baru, Balai Kota Malang dan berakhir di Toko Oen Kayutangan. Saat ini, trip ini hanya disediakan pada akhir pekan saja, yakni pada hari Sabtu dan Minggu. Harga paket yang disediakan yakni Rp450 ribu sudah termasuk foto dokumentasi profesional. (wil)