Di UMM, Dubes Unesco Bedah Buku Filsafat Pendidikan Tinggi

Filsafat sangat penting untuk orang-orang yang menyusun kebijakan pada pendidikan tinggi di Indonesia. Hal itu ditegaskan Dubes Indonesia untuk UNESCO Prof. Dr. Ismunandar dalam bedah buku berjudul “Filsafat Sains dalam Konteks Interpretasi Filosofis untuk Pendidikan Tinggi Indonesia” yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Press. Kegiatan yang dihadiri sederet pegiat filsafat dan dosen itu dilaksanakan pada 17 Juli lalu. Ismunandar, sapaannya, mengatakan, perlu lebih banyak lagi buku-buku filsafat yang membahas mengenai pendidikan tinggi di Indonesia.  Dengan begitu, akan ada banyak perkembangan yang bisa dilakukan. Apalagi filsafat sains sangat penting untuk berpikir lebih dalam. “Yang menarik di buku ini yaitu bahasan mengenai filsafat sains dan juga agama. Di mana dua aspek tersebut merupakan dua hal yang seringkali menjadi perdebatan. Namun pengarang, Prof. Hadi Nur, Ph.D. berhasil menjelaskan bagaimana agama dan filsafat bisa saling menguatkan. Ada 32 topik menarik yang bisa dibaca dan didalami,” ungkapnya. Di sisi lain, Assoc. Prof. Ajang Budiman yang juga menjadi pembedah, kagum dengan buku karya Hadi. Ia mengaku belum pernah menemukan buku filsafat yang membumi dan relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia. Menurutnya, karya ini dapat menghapus stigma di masyarkat yang mengatakan bahwa filsafat itu ilmu yang sulit. “Buku ini menggunakn pendekatan interpretasi filosofis yang merupakan metode praktis untuk memberikan penjelasan atau analisis terhadap fenomena atau konsep secara komprehensif. Hal tersebut menciptakan pendekatan mengajar lebih efektif dan menarik bagi mahasiswa,” papar Ajang. Ajang juga menyampaikan keunggulan dan karakteristik lain dari buku ini. Yaitu pandangan tentang sains yang holistik. Topik-topik bahasan juga dapat dikatakan setara, sehingga pembaca dapat masuk dari mana saja.  Buku terkait juga mampu membuat pembaca untuk bersikap kritis. Sementara itu, Prof. Hadi sebagai penulis mengatakan, buku ini merupakan buah dari pikiran-pikirannya selama ini yang hanya dituliskan dalam blog pribadi. Selain itu juga merupakan bentuk ekspresi diri dari pengalaman mengajar sebagai dosen ilmu filsafat. Pembahasan dari buku ini juga dikaitkan dengan empat domain ilmu yaitu mengenai Metode ilmiah Ilmu Sosiologi, Ilmu Komunikasi serta Sains dan Agama. “Buku ini juga membahas mengenai permasalahan akademik, permasalahan ilmu  pengetahuan dan kehidupan sehari-hari dengan filsafat sains.Tujuan adanya buku ini yaitu supaya kita lebih sadar dan bijak dalam memandang kehidupan,” ungkap Hadi. Lebih lanjut, Hadi menjelaskan filsafat dan kebijaksanaan itu harus berjalan beriringan. Filsafat digunakan untuk mencari pemahaman mendalam tentang hidup, sedangkan kebijaksanaan untuk menerapkan pemahaman tersebut dalam setiap langkah kehidupan. Keduanya merupakan labirin kehidupan dalam kehidupan manusia. (Zak/Wil)

70 Atlet Terbaik UMM Siap Perebutkan Juara di Pomprov Jatim

Universitas Muhammadiya Malang (UMM) optimis jadi raih juara berbagai cabang pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur II (Pomprov) Jawa Timur yang diselenggarakan di Jember pada 15-22 Juli. Maka dari itu, Kampus Putih mengirimkan puluhan atlet terbaiknya, mulai dari cabang olahraga fisik hingga E-sport Melepas para atlet, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, M.T. menjelaskan, para mahasiswa yang menjadi wakil Kampus Putih harus menampilkan yang terbaik. Selain itu juga mampu membentuk mental juara serta merasakan atmosfer pertandingan di tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, terkadang instansi pendidikan sering lupa bahwa sejatinya bakat-bakat anak muda itu tidak hanya di bidang akademik saja. Ada sebagian pemuda yang memang memiliki potensi di bidang non akademik. Hal ini pula yang menjadi perhatian khusus UMM untuk tetap berkomitmen dalam memberikan wadah terbaik bagi anak-anak muda. “Ini merupakan panggung teman-teman untuk unjuk skill dalam tingkat provinsi. Nantinya kita juga harus berusaha keras agar bisa melanjtukan kiprah di tingkat nasional hingga internasional. Kami selalu sadar bahwa bakat-bakat saudara sekalian ini harus dipupuk dan diberikan wadah yang bagus” jelasnya. Terakhir, ia berharap delegasi atlet UMM bisa menampilkan performa terbaiknya. Selama tampil dengan maksimal, prestasi dan juara akan selalu mengikuti. “Jangan malu dan ragu untuk menampilkan bakat dan potensi saudara. Apalagi Pomprov adalah kompetisi yang menarik dan kompetitig,” tegasnya. Adapun UMM mengirimkan lebih dari 70 atlet yang terdiri dari cabang olahraga futsal, karate, hingga cabang E-sport. Salah satu atlet yang berangkat, Jihan Prashanti dari cabang karate menyampaikan, banyak persiapan ketat yang sudah ia lakukan. Ia bahkan harus menambah porsi latihan setiap malam dalma satu minggu penuh. “Saya sudah mempersiapkan banyak hal dengan matang. Saya sudah siap untuk bertanding dan memperebutkan juara. Mental, fisik, dan strategi sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari,” katanya. Ia berpesan pada atlet-atlet UMM lain untuk tetap konsisten dalma berlatih dan selalu memberikan usaha yang maksimal. “Proses itu tidak mudah dan harus ada konsistensi. Untuk menggapai prestasi tentu ada sebuah pengorbanan. Maka dari itu, tetap teguh dan berjuang untuk mengharumkan nama UMM di level manapun, dalam hal ini adalah Pomprov Jatim 2023,” pungkasnya. (Faq/Wil)

Alat Pengukur Udara hingga Smart Garden, Ini Berbagai Inovasi Karya Mahasiswa Elektro UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mewadahi dan mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan ide dan inovasi. Salah satunya yang dilakukan oleh Prodi Teknik Elektro UMM dengan melangsungkan Capstone Design Expo yang menyajikan puluhan inovasi teknologi karya mahasiswa. Agenda yang dilaknsakan pada 15 Juli lalu ini menarik banyak animo sivitas akademika lain dan memberikan inspirasi baru. Salah satu inovasi yang menarik adalah alat pengukur kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT). Alat garapan Taris dan tim itu mampu mengukur kualitas udara secara realtime. Alat ini sudah diuji coba di beberapa daerah Malang, salah satunya Sigura-gura. Selain itu, ada juga pakan ayam otomatis yang bisa digunakan dari jarak jauh menggunakan telepon genggam atau website. Bahkan alat ini juga bisa memberikan pakan ayam sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Ada juga belasan penemuan lain seperti smart garden dan lainnya. Terkait expo tersebut, Ketua Prodi Teknik Elektro UMM Khusnul Hidayat, M.T. mengatakan, desain proyek membantu para mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Inovasi yang dibuat bisa dilanjutkan dan dituangkan dalam bentuk skripsi, sehingga para mahasiswa tidak mengerjakan dua hal yang berbeda dan menyulitkan. “Pengembangan inovasi teknologi ini sekaligus membuat saudara-saudara bisa langsung belajar bagaimana mendesain sebuah proyek engineering. Selain itu juga mendorong program kelulusan tepat waktu (KTW),” tambahnya. Hidayat menambahkan bahwa salah satu faktor terbesar yang membuat mahasiswa elektro lulus tepat waktu adalah Center of Excellence (CoE). Menurutnya, CoE memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan skill yang signifikan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri, hingga mempercepat proses tugas akhir para mahasiswa. Apalagi mahasiswa juga dituntut untuk magang kerja di berbagia mitra. Bukan hanya satu bulan, namun empat hingga enam bulan. Sehingga mereka bisa benar-benar mendapatkan pengalaman dan ilmu yang mendalam terkait bidangnya. Hal itu akan berakibat pada kualitas dan kemudahan dalam bersaing di dunia kerja nanti. “Capstone design expo juga menjadi cara teknik elektro UMM untuk memenuhi syarat akreditasi. Baik itu yang berada dilevel nasional atau bahkan internasional seperti Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE),” pungkasnya. (Wil)

Kurangi Limbah, Tim UMM Kembangkan Sedotan Berbahan Umbi Porang

Melansir data dari Divers Clean Action, di Indonesia, penggunaan sedotan sekali pakai diperkirakan mencapai lebih dari 93 juta buah setiap harinya. Melihat fenomena tersebut, Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan inovasi sedotan dengan bahan dasar umbi porang yang lebih ramah lingkungan. Ketua tim Almi Sayyidatul Qo’idah mengatakan, tingginya kadar glukomanan pada porang membuatnya mudah larut dalam air. Hal inilah yang membuat mereka memilih umbi praong sebagai bahan utama. “Porang ini unik, dia mudah larut dengan air dan setidaknya membutuhkan 2-3 jam untuk benar-benar larut dengan air, jadi sangat cocok jika digunakan sebagai sedotan sekali pakai,” kata mahasiswi jurusan Psikologi itu. Menariknya, pengembangan sedotan itu tidak serta merta menghilangkan nutrisi yang terkandung pada porang. Namun bisa dikonsumsi usai digunakan sebagai sedotan. Beberapa nutrisi tersebut dapat menstabilkan gula darah, menjaga kestabilan pencernaan, hingga mencegah penyakit kanker. “Pembuatan sedotan ini tidak menghilangkan kandungan yang ada di umbi porang. Jadi masih memiliki efek. Sedotan ini nantinya juga tidak meninggalkan bekas karena mudah larut dalma air serta bisa dikonsumsi,” jelasnya. Adapun proyek dengan tajuk “Softless Edible Straw Multifungsi Berbahan Dasar Umbi Porang (Amorphophallus Muelleri) yang Rendah Glikemik Sebagai Upaya Mengurangi Sampah Plastik” ini berhasil pendanaan program kreativitas mahasiswa (PKM) Kemdikbud-Ristek 2023. Tujuannya adalah untuk meningkatkan komoditas porang di Indonesia. Mengingat Indonesia mampu menghasilkan umbi porang lebih dari 146 ribu ton per tahun. “Adanya inovasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai jual dari umbi porang, banyak petani porang yang mengeluhkan anjloknya harga pada saat musim panen raya,” kata Almi. Adapun saat ini, inovasi sedotan dari umbi porang masih pada proses pengembangan dan trial error. Beberapa langkah yang dilakukan Almi dan tim adalah dengan mengolah umbi porang menjadi tepung terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan memberikan pewarna alami dari bahan alam dan mencetaknya menjadi bentuk sedotan dan melakukan pengeringan untuk menghilangkan kadar air pada saat proses pencetakan. Terakhir, Almi mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik. Hal itu akan berdampak buruh pada lingkungan dan menyulitkan kehidupan manusia. Ia ingin agar masyarakat bisa menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengganti plastik. (Faq/Wil)

Abdur di Mata Najwa On Stage UMM: Ubah Galaumu Jadi Prestasi

Mengubah rasa galau menjadi semangat untuk berprestasi adalah opsi paling optimal dalam mengisi kesibukan saat galau. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Abdur Arsyad, Komika asal NTT pada Mata Najwa on Stage yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 12 Juli lalu. Abdur mengaku, hal itu juga ia lakukan saat mengalami kegalauan usai menyelesaikan pendidikan sarjana dan menempuh studi magister. “Saya dulu sangat suntuk saat jadi mahasiswa S2. Tidak ada aktivitas menarik dan malah galau. Beruntung, rasa galau itu mendorong saya untuk mencoba hal baru. Turut serta komunitas dan memulai karir menjadi komika. Menampilkan stand comedy di café-café dan dihadapan banyak orang,” tuturnya. Pria lulusan S1 Program Studi (Prodi) Matematika UMM tersebut melanjutkan, sejatinya anak muda memiliki potensi besar untuk meningkatkan minat dan bakat yang dimiliki. Konsistensi harus dipegang teguh dalam mnejalani proses. Apalagi melihat bahwa pemuda punya power yang melimpah, utamanya untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Pada kesempatan itu, Abdur juga menceritakan kesehariannya saat duduk di bangku sarjana. Ia pernah aktif dalam organisasi kemahasiswaan di UMM, tepatnya menjadi sekretaris di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matriks yang berada di Prodi Matematika periode 2007-2008. Maka dari itu, ia juga mendorong anak-anak muda untuk aktif mengikuti berbagai organisasi. Menurutnya, hal itu akan meningkatkan banyak skill, termasuk public speaking. “Kalian sebagai anak ini harus aktif berorganisasi. Walau mungkin motivasinya hanya untuk dapat nasi kotak, tapi skill kalian akan benar-benar terasah,” kelakarnya. Terkait keahliannya menjadi komika, Abdur menilai bahwa semua yang ia kuasai bukan perkara bakat. Namun yang lebih penting adalah kerja keras dan latihan secara konsisten meski pada awalnya beberapa orang meragukan. “Untuk para anak muda, jangan pernah berkecil hati jika merasa atau tidak disupport oleh kerabat atau bahkan orangtua. Buktikan bahwa kamu berhasil lewat prestasi,” tegasnya. Terakhir dia berpesan untuk anak-anak muda untuk terus berkarya dan jangan pernah takut untuk melangkah menggapai impian. Tidak pernah membanding-bandingkan setiap kesuksesan dan proses yang dijalani karena tiap manusia berada pada garis takdirya masing-masing. Menurutnya, Tuhan akan memberikan jalan terbaik bagi tiap hambanya. (Faq/Wil)

Mata Najwa on Stage hadir di UMM, Putri Ariani Nyanyikan Loneliness

Penggalan lagu loneliness “You break my heart, break my my hope” diputar saat Putri Ariani memasuki panggung Mata Najwa on Stage Malang. Sontak lagu tersebut membuat riuh gemuruh ribuan penonton yang memenuhi Dome Universitas Muhammadiyah Malang, 12 Juli kemarin. Putri Ariani juga melengkapi sederet tamu keren dalam acara yang yang mengusung tema besar “Anak Muda Bisa Apa”. Dalam sesi talk show, Najwa Shihab sebagai pemandu acara langsung melontarkan pertanyaan sesuai tema “Anak muda bisa Apa?” kepada para bintang tamu. Pemilik nama lengkap Ariani Nisma Putri atau yang akrab disapa putri itu menjawab bahwa anak muda bisa melakukan apapun yang disukai dan sesuai passionnya. “Anak muda bisa melakukan apapun yang dia mau tanpa ada paksaan dan batasan. Apalagi kalau mereka mencintai apa yang mereka kerjakan,” ungkap peraih golden buzzer America’s Got Talent itu. Lebih lanjut, penyanyi solo penyandang tunanetra itu mengatakan, keterbatasan bukan jadi batasan untuk melakukan sesuatu. Tidak ada batasan dalam membuahkan karya. Justru, yang menjadi batasan seringkali muncul dari diri sendiri. Sebagai disabilitas, Putri tidak pernah merasa dirinya berbeda dengan orang lain. Hal itu ia buktikan dengan segudang karya, kemampuan, dan prestasi yang ia capai. Acara semakin menarik saat Najwa Shihab memberikan pertanyaan “Bagaimana cara memulainya?.” Karena banyak anak muda saat ini yang masih bingung dan takut untuk memulai. Pertanyaan tersebut langsung di jawab remaja kelahiran 2005 itu dengan singkat dan jelas. “Memulai itu mudah, yang susah itu konsistensi. Tapi menurutku kita pasti bisa, karena sesungguhnya we are able, we are capable and we are equal. Setiap orang mempunyai hak untuk ikut berkontribusi untuk Indonesia dan dunia.  Saya juga tak pernah menyangka mendapatkan apresiasi sebesar ini dari Indonesia dan juga dunia,” tegas Putri. Anak sulung itu juga mendorong anak-anak muda untuk memulai sesuatu dengan hati dan cinta. Menurutnya, banyak penyanyi yang punya suara bagus dan penampilan yang menarik. Tapi jarang yang memiliki ciri khas. Maka, ia memotivasi anak muda lainnya untuk menemukan ciri khas sendiri. “Bikin sesuatu yang berbeda dan membuat orang  langsung tertarik padamu,” tuturnya. Terakhir, penyanyi yang memulai karirnya sebagai pemenang Indonesia’s Got Talent musim kedua itu mengajak para anak muda untuk berhenti insekyur dan mulai bersyukur serta berhenti overthingking. Di akhir talk show, Putri juga sempat menyanyikan lagu loneliness yang menjadi single hitsnya dan menjadi trending di lebih dari 30 negara. Suara emas Putri membuat takjub para penonton dan turut benyanyi bersamanya. (*zak/wil)

Gunakan E-voting, UMM Cetak Pemimpin Bangsa lewat Pemira

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) sebagai manifesto dari miniatur negara bagi mahasiswa dilingkungan UMM. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T. Adapun Pemira tersebut diselenggaran pada 12-13 Juli 2023. Menariknya, dalam kegiatan Pemira ini sepenuhnya berbasis teknologi digital dengan metode E-voting. Hal ini juga menjadi salah satu inovasi dalam pemanfaatan teknologi serta mengurangi penggunaan kertas yang dapat menimbulkan limbah. Lebih lanjut, Eki, sapaannya, menjelaskan bahwa dalam prakteknya, pemira ini benar-benar menggadopsi dari pemilihan umum yang diselenggarakan oleh negara. Mulai dari adanya badan pelaksana, badan pengawas, hingga terdapat partai politik yang berpartisipasi dalam mencalonkan delegasi untuk menjadi kandidat pemimpin. “Pemira ini kami desain sedemikian rupa seperti pemilihan umum, ada Komisi Pemilihan Umum Raya Univeritas/Fakultas (KPRU/F) sebagai Tim Pelaksana, ada juga Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya Universitas/Fakultas (BPPU/F), ada juga Partai Politik Mahasiswa (Parpolma). Apalagi mengingat pemimpin harus memiliki basis massa yang banyak dan sudah diketahui segala kompetensi dan integritas yang dimiliki,” jelasnya. Selain itu, hirarki organisasi mahasiswa di UMM juga mengadopsi sistem pemerintahan. Terdapat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai penggambaran lembaga eksekutif serta Senat Mahasiswa sebagai lembaga legislasi. Pengadopsian sistem tersebut tidak lain untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa dan menjadi laboratorium khusus dalam mengembangkan skill kepemimpinan. Termasuk membuat program-program yang membawa perubahan progresif yang nyata. Nantinya, penerapan pemira dengan model itu bisa mendorong mahasiswa untuk terjun di dunia kepemimpinan. Utamanya untuk memajukan bangsa dan memahami segala dinamika yang ada di demokrasi. “Ini menjadi wadah khusus bagi mahasiswa, UMM sudah mendesain sedemikian rupa menyiapkan kader-kader berkualitas untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Kampus Putih juga sudah mencetak tokoh-tokoh bangsa yang sangat berpengaruh,” ungkapnya. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh mahasiswa serta para legasi yang diusung untuk tetap menjunjung tinggi demokrasi dalam pemilihan umum raya ini. Mengedepankan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “Pemira ini harus dilaksanakan dengan bijak. Dengan begitu para calon yang maju bisa memaksimalkan wadah ini untuk meningkatkan skill leadership,” pesannya. (*faq/wil)

Begini Penjelasan Pakar UMM tentang Kasus Antraks

Baru-baru ini, penyakit antraks di Gunungkidul, Yogyakarta tengah menjadi sorotan. Pasalnya, kasus antraks tersebut telah menelan tiga korban jiwa dan sebanyak 93 orang dilaporkan positif antraks setelah mengonsumsi daging sapi yang sudah mati. Faktanya, wabah ini bukan kali pertama terjadi di Yogyakarta. Melihat fenomena itu, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, MS. mengatakan bahwa Penyakit antraks ini sulit diberantas karena ditularkan melalui spora anthraks yang tahan di tanah selama bertahun tahun. “Karena tahan sampai puluhan tahun di tanah, kemungkinan ternak bisa terinfeksi karena makan rumput yg tercemar spora antraks. Oleh karena itu, ternak yang mati diduga karena antraks harus dikubur dengan kedalaman minimal dua meter,” ungkap Lili. Lebih lanjut, dosen prodi peternakan UMM itu menjelaskan, antraks merupakan penyakit yang dapat menular ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penularan terjadi melalui spora anthrax yang bisa masuk melalui tiga jalur. “Pertama spora antraks bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran nafas (terhirup) yang dapat menyebabkan sesak nafas hingga berujung pada kematian. Selain itu spora antraks bisa masuk melalui luka pada kulit  yang bisa menyebabkan bisul atau pembengkakan di tempat yang terinfeksi. Ketiga spora antraks masuk ke saluran pencernaan dari daging hewan yang tidak dimasak dengan baik atau dengan suhu tinggi,” jelas Lili. Lili juga menambahkan gejala klinis pada hewan yang terserang antraks yaitu berupa kejang kejang dan tiba-tiba jatuh. Selain itu juga ditemukan keluarnya darah dari mulut, hidung, anus dan vagina pada ternak betina. “Sebaiknya, para peternak dapat segera lapor ke dinas peternakan atau mantri hewan jika hewan ternaknya menunjukkan gejala tersebut. Para peternak juga dilarang keras untuk menyembelih hewan yang diduga terkena antraks karena darah yang keluar pada waktu penyembelihan berisi bakteri antraks. Selain itu, di daerah endemik antraks seharusnya dilakukan vaksinasi secara reguler,” tegas Lili. Dosen asli Subang, Jawa Barat juga memberikan beberapa tips untuk masyarakat yang ingin mengonsumsi daging agar tetap aman. Di antaranya yaitu pastikan membeli daging yang ternaknya disembelih di rumah potong hewan (RPH). Daging juga harus dimasak dengan suhu tinggi agar spora yang ada di daging mati. “Daging sebaiknya dimasak menggunakan presto atau autoclave dengan suhu 121 derajat celcius selama 15 menit. Kemudian, direbus kembali dengan suhu 100 derajat celcius selama satu sampai dua jam,” papar lili. Terakhir, ia juga menegaskan, selain menyerang sapi penyakit antraks juga bisa menyerang hewan lainnya seperti kambing, domba, kerbau dan juga babi. Penyebaran antraks antar hewan biasanya terjadi karena hewan ternak memakan rumput yang dekat dengan tempat di mana hewan tertular antraks dikubur. (Zak/Wil)

Ingin Pensiun Dini? Simak Saran dari Dosen Manajemen UMM Ini

Pensiun dini menjadi hal yang marak dilakukan oleh para pekerja saat ini. Alasannya beragam, mulai keinginan untuk berwirausaha, kondisi kesehatan tertentu, kebebasan, hingga waktu berkualitas dengan keluarga. Meski menjadi sebuah tren di masyarakat, Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Widhiyo Sudiyono, ST., M.A.B mengatakan tidak semua pensiun dini terjadi karena keinginan pekerja itu sendiri. Beberapa pekerja diberi penawaran oleh perusahaan pensiun dini untuk mengurangi karyawan pada perusahaan tersebut. “Tidak hanya keinginan pegawai, sering kali perusahaan juga menawarkan pensiun dini kepada pekerjanya untuk mengurangi pekerja yang kurang produktif. Misalnya dengan memberi iming-iming pesangon berkali-kali lipat daripada gajinya,” ujarnya. Membahas lebih dalam, Widhiyo menyampaikan sebenarnya pensiun dini dapat dilakukan jika seseorang sudah memiliki passive income dalam bentuk investasi atau tabungan yang dapat mencukupi kehidupannya hingga masa tua. Selain itu, pekerja juga bisa memiliki usaha agar uang pesangon dari perusahaan dapat diputar untuk kehidupan sehari-hari. “Saya menyarankan bagi para pekerja yang ingin pensiun dini untuk menggunakan metode Investasi dollar cost averaging (DCA), mempunyai usaha di area rumahnya, atau menabung di bank,” kataya. Ia menambahkan DCA adalah upaya menyisihkan jumlah pendapatan tertentu secara tetap setiap bulannya untuk diinvestasikan. Jadi misalkan gajinya masih kecil, mungkin skema yang digunakan adalah 70-20-10, di mana 70% untuk kebutuhan hidup, 20% untuk keinginan dan 10% untuk investasi. “Dengan metode investasi DCA ini, kita menyisihkan dana untuk bernvestasi dengan nominal dana tetap setiap bulannya, misalnya 1 juta per bulan. Lalu misalnya kita putuskan untuk berinvestasi di saham Bank BRI (Kode Saham BBRI). Setiap bulan dana 1 juta tersebut kita investasikan ke saham BBRI tidak peduli saat itu harga saham sedang naik atau turun. Ini bisa menjadi bekal di masa tua nanti,” tambahnya. Meski banyak kelebihan dari pensiun dini, namun hal ini harus tetap dilakukan penuh pertimbangan. Pensiun dini juga memiliki kekurangan, salah satunya kenyataan bahwa dunia usaha perlu kerja keras dan penuh ketidakpastian. Jika tak pandai menyesuaikan diri, seseorang bisa sangat rentan dan beresiko untuk gagal. “Saran saya, jangan pensiun dini sebelum usaha yang dibangun berjalan stabil dan mapan. Sebaiknya upayakan sampai punya tujuh pemasukan dari tempat berbeda. Salah satunya bisa dari tetap bekerja, dan sisa enamnya adalah usaha,” tambahnya. Terakhir, ia menyarankan persiapan lebih awal bagi individu yang masih berada di usia produktif dan dan ingin pensiun dini suatu saat nanti. Salah satunya dengan mengupayakan total pengeluaran jauh di bawah total dari passive income. Passive Income adalah pendapatan yang kita dapatkan tanpa bekerja dan idealnya jika sudah meninggal, pendapatan ini tetap terus mengalir bagi anak dan cucu kita. “Rumusnya memang sangat sederhana, namun pelaksanaannya sangat sulit. Untuk teman- teman pelajar, saran saya mulai terus belajar tentang investasi dan berwirausaha. Ilmu berwirausaha ini juga sangat berguna di dunia kerja, karena hampir semua bidang butuh sudut pandang wirausaha,” ujar Widhiyo mengakhiri. (*riz/wil)

Ikom UMM Kembangkan Puluhan Potensi Wisata di Jawa Timur

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (Ikom UMM) saat ini aktif mengembangkan potensi berbagai daerah melalui branding. Ada puluhan daerah yang tengah digarap dalam aktivitas ini. Satu di antaranya adalah situs Pertirtaan Nawonggo, yang berada di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Malang. Kini, para pengunjung tidak hanya berwisata tapu juga bisa mempelajari proses asah, asih, dan asuh. Mereka juga mendapatkan makanan gratis tanpa perlu membayar. Adapula Sang Kelana, mini cafe menggunakan VW Combi yang melakukan kampanye membeli kopi sambil menukar sampah. Kemudian juga Campervan Malang yang menyediakan sederet mobil tua autentic seperti VW Combi untuk wisatawan berkeliling hidden gem di Malang. Bahkan para mahasiswa Ikom UMM juga sukses menyelenggarakan event nasional bersama Komunitas sepeda onthel Indonesia (Kosti) Malang dan upgrade Kaliandra Batu Advanture yang menyajikan sarana menikmati pemandangan Jengkoang Batu dengan mengendarai Jeep. Berbagai karya ini salah satunya berawal dari keresahan dua dosen Ikom UMM Jamroji, S.Sos, M.Comms. dan Maharina Novia Zahro, M.Ikom. Mereka berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa yang siap kerja ketika lulus. Maharina mengatakan, praktikum UMM yang menggaet klien dari luar kampus sudah berjalan sejak 2010 lalu. Setiap tahunnya, tim dosen Ilmu Komunikasi selalu mengarahkan mahasiswa untuk  menemukan rumusan masalah serta penyelesaiannya. ”Salah satu cara kami untuk menciptakan inovasi baru adalah dengan menggabungkan dua proses praktikum. Pada praktikum tahap pertama, mahasiswa diminta melakukan riset hingga menghasilkan proposal. Kemudian pada tahap praktikum kedua di semester selanjutnya, mahasiswa dapat melakukan demo dari hasil riset dan proposal,” ucap Maharina. Pada tahun ini, sistem praktikum yang dilaksanakan tidak menggunakan sistem tematik sehingga mahasiswa dapat lebih luas mencari relasi. Terhitung ada lebih dari 28 kelompok yang menggaet berbagai klien dari luar kampus. Setiap kelompok praktikum juga dibebaskan untuk mencari volunteer dari rekan mahasiswa lain untuk membantu pelaksanaan event. Selain yang sudah disebutkan di atas, Maharina mengatakan bahwa  proyek yang sedang dikembangkan tahun ini berfokus pada lokasi di Jawa Timur, utamanya Kota Malang. Misalnya seperti wisata Lumbung Stroberi, wisata Rumah Kelinci, Desa Bumiaji dan banyak tempat lainnya. Selain itu adapula Yayasan Rumah Kinasih di Blitar. ”Satu yang menarik adalah Yayasan Rumah Kinasih. Branding kami gencarkan karena yayasan tersebut menaungi saudara difabel. Saat ini tim mahasiswa melangusngkan aktivitas harian berupa batik ecoprint. Ternyata, kegiatan ini mnejadi salah satu terapi bagi teman-teman difabel. Omset yang didapat juga bisa bernilai ratusan juta tiap bulan,” katanya. Maharina juga menjelaskan, keberhasilan setiap kelompok dalam menyelesaikan masalah bergantung pada bagaimana data, informasi dan hasil riset yang didapatkan. Sistem praktikum yang Ikom UMM lakukan ini tidak hanya sekadar menuntut kewajiban dan nilai bagi mahasiswa, namun juga tanggung jawab moral terhadap klien. Dosen Ilmu Komunikasi ini berharap, mahasiswa dapat memanfaatkan praktikum yang dilakukan dengan maksimal. Mengembangkan pengalaman serta ilmu dari segi soft skill maupun hard skill , sehingga nanti siap memasuki dunia kerja. “Selain itu, kami berharap pada lokasi yang dikembangkan, agar dapat dijadikan tempat untuk saling belajar. Lebih penting lagi bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya. (wil)