Soal Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite, Bahlil: Masih dalam Proses Investigasi

Malangpariwara.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tengah melakukan investigasi serius terkait laporan kendaraan mogok setelah pengisian BBM jenis Pertalite di sejumlah wilayah Jawa Timur. Hal itu disampaikan Bahlil usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Saat perjalanan menuju bandara, pria kelahiran 7 Agustus 1976 itu juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Asrikaton, Pakis, Malang. Bahlil mengatakan, pihaknya telah menugasi Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Lemigas untuk menerima laporan langsung di lapangan. “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini, nanti setelah ini saya akan rapat dengan mereka di airport,” jelasnya. Ditegaskannya, pemerintah akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran oleh Pertamina. Namun, hasil pemeriksaan masih menunggu laporan resmi dari tim Lemigas. “Tetapi semuanya ini masih dalam proses, kita harus cek kebenarannya tentang kualitas daripada minyak. Kita tunggu hasil daripada apa yang dilakukan oleh Lemigas,” ujarnya. Menteri ESDM itu menargetkan hasil investigasi awal dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua hari. “Paling lama saya butuh waktu 1-2 hari, besok saya akan rapat langsung memimpin di Jakarta,” ungkapnya. Tim khusus telah dibentuk untuk menelusuri dugaan masalah Pertalite tersebut. Tim terdiri dari Direktorat Jenderal Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga selaku pihak penyalur BBM. “Kita belum bisa mengandai-andai, kita lihat apa yang akan ditemukan oleh tim. Saya belum bisa menyimpulkan tentang kebenarannya, apa benar atau tidak benar, kita tunggu kajian daripada tim,” jawabnya menanggapi dugaan adanya sabotase. Jika nantinya terbukti ada kesalahan distribusi atau pelanggaran, Bahlil memastikan pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas. “Kalau benar itu terbukti, akan diberikan saksi tegas. Tapi kan kita tidak bisa menduga-duga karena belum semuanya kelihatan,” tutupnya.(Djoko W)

Pakar Halal UMM ; Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Legalitas, Tapi Soal Niat dan Kejujuran

Infokotabatu.com Kota Batu ;  Pakar sekaligus Asesor Halal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), *Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.PKa*, menegaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Menurutnya, mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yaitu niat dan kejujuran dari produsen. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara “Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan” yang digelar oleh MUI Kota Batu, Rabu (29/10/2025). “Bicara mutu halal, ada aspek yang tidak bisa dilihat oleh auditor, yaitu niat dan kejujuran. Itu Allah yang menyaksikan,” ujar Prof. Elfi di hadapan para pelaku usaha perhotelan dan kuliner. “Jadi kalau kita memproduksi sesuatu, masak sambil berdoa. Niatkan karena Allah.” Ia menjelaskan, produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Konsep kebaikan ini, menurutnya, mencakup gizi holistik, di mana proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi healing food (makanan penyembuh). *Menjawab Keraguan dan Tantangan Global* Prof. Elfi juga menjawab keraguan yang sering muncul di kalangan pengusaha mengenai urgensi sertifikasi halal. Ia menanggapi pertanyaan klasik, “Ngapain urus sertifikat halal, kok tidak sertifikat haram saja?” “Di Indonesia sudah ada undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label jika menggunakan babi. Tapi kira-kira dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen. Karena itulah masyarakat muslim galau,” jelasnya. Menurutnya, sertifikasi halal hadir sebagai solusi untuk memberikan ketenangan jiwa bagi konsumen. Kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen non-muslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi. Di sisi lain, Prof. Elfi mengingatkan tentang tantangan persaingan global yang semakin ketat. Ia mengungkapkan bahwa belasan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari luar negeri, seperti Thailand, Jerman, hingga Prancis, telah mendaftar dan lolos akreditasi untuk beroperasi di Indonesia. “Apakah kita mau dibanjiri produk impor mereka? Jangan sampai kita dijajah oleh produk impor. Maka, kita harus berjuang membumikan produk halal dalam negeri,” tegasnya. Untuk itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. *Inovasi dan Keunikan Produk* Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Prof. Elfi mengajak para pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. “Jangan sama dengan yang lain (ojo podo nek kancane). Ciptakan branding yang unik,” katanya. Ia memberi contoh, kekayaan alam Kota Batu seperti bunga mawar bisa diolah menjadi antioksidan untuk campuran kopi dan susu. Sementara itu, bubuk bayam merah dapat digunakan sebagai suplemen zat besi, dan kulit buah naga sebagai pewarna alami pengganti karmin yang diimpor. “Indonesia adalah negara nomor dua terkaya di daratan dan nomor satu di lautan. Kekayaan alam ini harus kita manfaatkan untuk menciptakan produk unggulan daerah,” pungkasnya.

Buka Tanwir IMM di Malang, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Misi Kedaulatan Negara di Balik Rencana BBM Etanol

Malang, Tugumalang.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia mengungkao misi kedaulatan negara di balik rencana pencampuran BBM etanol yang kini tengah hangat menjadi perbincangan masyarakat. Hal itu terungkap saat Bahlil membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Tanwir itu juga mengambil tema yang relevan yakni “Energi Kolektif untuk Negeri”. Bahlil menjelaskan bahwa arah kebijakan energi nasional kini difokuskan pada dua hal utama, yaitu kemandirian energi nasional dan transisi energi berkelanjutan. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar, karena hal itu dapat melemahkan kedaulatan ekonomi bangsa. Ia menegaskan pemerintah tidak sedang berbicara soal bensin oplosan, melainkan pengembangan kandungan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan yang berbasis pada sumber daya kekayaan alam Indonesia sendiri. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol—energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” tegasnya. Bahlil menjelaskan etanol merupakan bentuk bahan bakar bioenergi yang mampu menggantikan sebagian kebutuhan bensin, sekaligus mengurangi emisi karbon. Ia mencontohkan negara seperti Brazil dan India yang telah sukses mengembangkan industri etanol, sehingga dapat menekan biaya impor bahan bakar dan meningkatkan nilai ekonomi pertanian. Ia mengatakan kalau serius mengembangkan etanol, petani akan diuntungkan, lapangan kerja bertambah, dan devisa negara bisa diselamatkan. Maka Indonesia akan punya potensi itu, tinggal kemauan dan keberanian untuk mengeksekusinya. Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk memproduksi etanol, terutama dari hasil pertanian. Karena itu, ia mendorong agar riset dan inovasi di perguruan tinggi terus dikembangkan guna memperkuat ketahanan energi nasional. “Saya ingin mahasiswa, termasuk kader IMM, ikut terlibat dalam pengembangan energi alternatif ini. Jangan biarkan potensi negeri ini diambil alih pihak luar karena kita ragu untuk mulai,” tambahnya.

Khofifah di Tanwir IMM: Kolaborasi untuk Negeri

Forum Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 29 Oktober 2025, menjadi ruang strategis bagi pertemuan gagasan antara tokoh nasional dan kader muda Muhammadiyah. Dalam forum tersebut, semangat kolaborasi dan sinergi lintas generasi menjadi titik tekan utama dalam membangun arah baru perjuangan kebangsaan. Turut hadir Gubernur Jawa Timur, Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, yang menyampaikan pesan kuat tentang arti sinergi dan persaudaraan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Ia memuji inisiatif IMM yang mampu menghidupkan semangat kolaboratif dan menyiapkan generasi muda dengan orientasi kepemimpinan yang visioner. Ia mengajak seluruh kader IMM untuk terus berinovasi dan berpartisipasi aktif dalam agenda kebangsaan yang inklusif. Menurutnya, IMM tidak boleh terjebak dalam aktivitas seremonial semata. Tanwir harus dijadikan momentum memperkuat kesadaran kolektif dan tanggung jawab sosial kader muda terhadap nasib bangsa. Ia menilai, generasi muda Muhammadiyah memiliki energi moral dan intelektual yang besar untuk mendorong kemajuan Indonesia. “Tanwir IMM ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ide luar biasa yang menghadirkan semangat menyiapkan masa depan bangsa dengan kolaborasi. IMM harus menjadi pelopor dalam membangun energi kolektif untuk negeri,” ujar Khofifah. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menegaskan bahwa generasi muda harus meneladani semangat para pendiri bangsa yang menjadikan kolaborasi sebagai napas perjuangan. Ia menyebut, IMM memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan sinergi di antara berbagai elemen masyarakat, baik di ranah sosial, politik, maupun pendidikan. “Persaudaraan antara Muhammadiyah dan NU luar biasa. Bagaiaman hubungan antara KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan, keduanya sama-sama mewariskan nilai-nilai kebersamaan dan perjuangan untuk umat. Kita harus menjaga warisan itu sebagai pijakan dalam membangun negeri. Bangunlah negeri ini dengan seluruh energi yang kalian miliki. Kolaborasi antar-ormas, antar-generasi, dan antar-daerah adalah kekuatan terbesar Indonesia,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen ideologis terhadap Pancasila dan NKRI sebagai fondasi perjuangan kader Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa Tanwir IMM harus menjadi wadah penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang seimbang, agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara moral. Ia mengatakan bahwa pengetahuan harus ditempatkan sebagai sarana pengabdian, bukan semata alat pencapaian pribadi. “Sejak Muktamar 2015, Muhammadiyah telah meneguhkan komitmennya bahwa negara Pancasila adalah Darul Ahdi wa Syahadah — negara hasil kesepakatan yang harus dijaga dan tempat pembuktian amal nyata. Langkah progresif IMM yang membuka ruang dialog dengan menghadirkan berbagai tokoh nasional lintas latar belakang ini mencerminkan kedewasaan intelektual dan komitmen IMM untuk terus memperluas cakrawala berpikir dalam membangun narasi kebangsaan yang konstruktif,” ujarnya. Dengan demikian, sebagai Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tanwir IMM di kampus yang dikenal dengan semboyan “Kampus Putih” itu. Ia menilai forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan besar tentang masa depan Indonesia. Dengan semangat ‘Energi Kolektif untuk Negeri’, Tanwir XXXIII IMM di UMM menegaskan bahwa kolaborasi, persaudaraan, dan kesadaran ideologis merupakan kunci utama membangun bangsa. Forum ini menjadi bukti bahwa semangat mahasiswa Muhammadiyah tetap relevan dan dibutuhkan dalam perjalanan panjang Indonesia menuju keadilan dan kemakmuran. (vin/wil)

Soroti Peran Bank dalam Dana Hijau, Mahasiswa UMM Menang Kompetisi Riset Nasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi melalui sivitas akademiknya. Tim mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhasil meraih juara nasional pada ajang LPS Research 2025 Promising Papers yang digelar awal Oktober 2025. Kompetisi ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, menjadi ajang adu ide dan riset kreatif anak muda di tingkat nasional. Ketua tim, Rafi Putra Zulkarnain, menjelaskan karya mereka mengangkat tema Environmental Social Governance (ESG). “Tema ini masih jarang dikaji secara mendalam oleh mahasiswa, terutama bagaimana peran bank dalam mengimplementasikan dana hijau atau ESG. Kami meneliti pengaruh ESG terhadap profitabilitas, efisiensi, dan daya saing bank,” ujar Rafi. Rafi dibantu anggota tim, Erin Herawati dan Septi Kurniawati, dalam menyusun karya ilmiah yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberi kontribusi pemikiran praktis bagi industri keuangan. Proses riset mereka memanfaatkan referensi dari mata kuliah seperti Penilaian Kinerja Lembaga Keuangan, Perencanaan Strategis Industri Keuangan, Studi Kelayakan Pembiayaan, dan Ekonomi Makro Mikro. “Alhamdulillah, segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para dosen dan mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan UMM atas dukungan dan bimbingannya. Prestasi ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan semoga juga menginspirasi mahasiswa lain untuk berprestasi,” jelas Rafi. (Wildan/AS)

Tokoh Nasional Bertemu di Tanwir 33 IMM: Bahas Masa Depan Demokrasi Hijau hingga Energi Kolektif

  MALANG (Lentera) – Sejumlah tokoh nasional menghadiri Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Mengangkat tema “Membangun Energi Kolektif untuk Negeri”, forum ini menjadi ruang pertemuan gagasan tentang masa depan demokrasi hijau, kemandirian bangsa, serta peran generasi muda dalam pembangunan nasional. “Tema Tanwir kali ini, ‘Energi Kolektif untuk Negeri’, adalah ajakan yang sangat kuat. Bahwa kekuatan umat, kekuatan ilmu, dan kekuatan iman harus menyatu menjadi energi besar bagi kemajuan bangsa,” ujar Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. Dalam pidatornya, Sultan menjelaskan, Green Democracy adalah cara baru memahami demokrasi, bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi perjalanan moral untuk menyeimbangkan kekuasaan dan keberlanjutan. Ia menyebut konsep ini memiliki dua jiwa, yakni keseimbangan dan harapan. Ia mengingatkan, ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Begitu pula ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, hasilnya bukan kemajuan, melainkan kerusakan. Karena itu, ia menegaskan, kekuasaan harus digunakan untuk menjaga kehidupan, bukan menguasainya. “Berkuasa bukan berarti menguasai, tapi menjaga. Menjaga agar kekuasaan tetap berpihak pada rakyat, dan pembangunan berpihak pada kehidupan,” tegas Sultan. Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-cita Negara Pancasila. Ia berharap seluruh kader IMM dapat menjadi pelaku nyata dalam memperjuangkan masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT. “Kader-kader Muhammadiyah harus ikut langsung, membuktikan, memperjuangkan agar negara pancasila betul-betul terwujud dan diterapkan,” ujar Agung. Ditambahkannya, komitmen itu menjadi dorongan bagi seluruh kader Muhammadiyah untuk terjun langsung ke berbagai lapisan masyarakat, membawa nilai-nilai Islam yang berkemajuan. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang menyoroti pentingnya kemandirian bangsa di tengah tantangan global. Ia menegaskan, kemandirian hanya dapat dicapai melalui peran generasi muda yang berdaya saing dan memiliki semangat kolektif membangun negeri. Bahlil menilai, IMM memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin masa depan yang tak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan energi dunia yang terus berubah. “Jangan hanya berhenti pada wacana, tapi harus turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan,” katanya. Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMM sebagai tuan rumah Tanwir IMM. Ia menilai forum ini sebagai wadah penting bagi mahasiswa untuk mengonsolidasikan gagasan besar mengenai arah masa depan bangsa. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” ujarnya. Sebagai informasi, dalam pembukaan Tanwir XXXIII IMM ini, juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy. Serta beberapa anggota DPD RI, yakni Bustami Zainudin dari DPD Lampung, kemudian DPD Yogyakarta Ahmad Syauqie Soeratno, DPD Maluku Utara Hasby Yusuf, DPD Bangka Belitung Zuhri Muhammad Syazali, DPD Jawa Timur Ahmad Nawardi, DPD Papua Carol Simon Petrus Suebu, dan DPD Papua Pegunungan Sopater Sam. Reporter: Santi Wahyu/Editor:Widyawati

Pembukaan Tanwir XXIII, Hidupkan Semangat Kolektif untuk Negeri

Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pembukaan Tanwir XXIII secara meriah di Dome UMM pada Rabu (29/10/2025). Kegiatan nasional ini mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri” dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2025. Tanwir sendiri merupakan sidang rutin yang menjadi forum permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar Muhammadiyah, yang digelar dua kali selama satu periode kepemimpinan. Ketua Pelaksana Tanwir XXIII UMM, Muh Idil, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini sengaja dibarengkan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda. Menurutnya, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. “Tujuan kami melaksanakan acara ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yakni untuk mengingatkan mahasiswa bangkit kembali. Agar semangatnya ga hilang begitu saja,” jelasnya. Kehadiran Tokoh Penting Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional. Diantaranya Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Dibersamai oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, S.Sos. M.Si. Datang juga Penasehat Presiden Bidang Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadaila, S.E, M.Si. Kehadiran mereka menegaskan peran strategis UMM dan Muhammadiyah dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan kebijakan publik. Menurut Idil, pihak panitia memang sengaja menghadirkan sejumlah pejabat agar para peserta memperoleh pandangan yang lebih luas mengenai kondisi bangsa saat ini. “Saya rasa kondisi otonomi saat ini di Malang perlu dipikirkan kembali, sehingga cocok jika kami mengundang beliau-beliau,” ujarnya. Kelas Kebangsaan Green Democracy Setelah acara sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan Kelas Kebangsaan. Ketua DPD RI, Najamudin, mengisi materi mengenai pentingnya konsep green democracy di Indonesia. “Green democracy memang istilah yang agak baru. Kami mencoba mengembangkan agar demokrasi kita makin sejuk, makin pro lingkungan dan anak muda,” jelasnya. “Menyiapkan generasi itu sesuatu yang paling penting. Pada saat yang sama kita harus memastikan bahwa kebijakan negara, ekonomi penting namun ekologi juga ga kalah penting,” tambahnya. Najamudin menjelaskan bahwa keseimbangan antara ekonomi dan ekologi merupakan tantangan besar bagi bangsa Indonesia. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang adil dan berkelanjutan agar tak merusak lingkungan. “Memang tak semudah yang saya sampaikan. Justru karena tak mudah makanya kita harus mencoba agar ada keseimbangan,” pungkasnya. Penanganan Migas Nasional Selain sesi Kelas Kebangsaan, Menteri Bahlil berkesempatan untuk mengutarakan sejumlah isu nasional. Seperti persoalan energi dan tata kelola migas yang saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah. “Nanti saya akan rapat dengan mereka. Kalau ditemukan pelanggaran oleh Pertamina, pemerintah akan memberikan sanksi yang tegas,” tegas Bahlil. “Tapi semuanya masih dalam proses. Kita harus cek dulu kebenarannya. Kita tungguh hasil dari Lemigas,” jelasnya. Menteri Bahlil mengkonfirmasi pembentukan tim gabungan untuk menyelidiki dugaan masalah distribusi bahan bakar. “Paling lama saya butuh waktu satu sampai dua hari. Ada tim khusus dari Dirjen Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga,” ungkapnya. “Kita belum bisa berandai-andai, apakah ada sabotase atau tidak. Semua menunggu hasil kajian tim,” tutupnya. Dalam penutup orasinya, Bahlil memberikan beasiswa pada 10 orang penerima yang diseleksi langsung oleh DPD IMM UMM. Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan pemetikan gawai oleh tokoh nasional yang diundang. Melalui kegiatan Pembukaan Tanwir XXIII, UMM berharap dapat memperkuat perguruan tinggi sebagai penggerak perubahan sosial dan pengawal nilai-nilai nasional.

Tim Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UMM Menangi Ajang Riset Nasional

Sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus didorong untuk menelurkan ide dan meraih prestasi. Salah satunya tim mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berhasil meraih juara nasional dalam ajang bertajuk LPS Research 2025 promosing papers. Adapun ajang ini dilaksanakan pada awal Oktober ini dan menjadi wadah bersaing ratusan mahasiswa serta anak muda. Ketua tim Rafi Putra Zulkarnain menjelaskan bahwa karya yang mereka usung membahas mengenai enviromental social government (ESG). Rafi melanjutkan, tema tersebut dipilih karena masih belum banyak mahasiswa atau sivitas akademika yang mengkajinya lebih dalam. Pada pokoknya, mereka meneliti bagaimana peran bank dalam mengimplementasikan dana hijau atau ESG. “Kami menjawab dan menerangkan apakah ESG ini berpengaruh terhadap profitabilitas, efisiensi, serta daya saing bank itu sendiri? Mungkin karena jarang dikaji dan menarik sehingga tema ini mengantarkan kami menjadi juara,” katanya. Rafi, begitu ia kerap disapa, tidak sendiri dalam menyusun karya ilmiah itu. Ia dibantu oleh Erin Herawati dan Septi Kurniawati yang bahu membahu menyusun karya ilmiah yang sesuai, menarik, dan memberikan dampak yang baik. Menariknya, proses pembuatan karya itu menggunakan landasan beberapa mata kuliah yang mereka tempuh sebagai referensi. Misalnya mata kuliah Penilaian Kinerja Lembaga Keuangan, Perencanaan Strategis Industri Keuangan, Studi Kelayakan Pembiayaan, dan Ekonomi Makro Mikro. “Alhamdulillah segala puji syukur pada Allah atas prestasi ini. Kami juga tak lupa berterimakasih pada para dosen dan mahasiswa EP UMM atas dukungan serta bimbingannya. Prestasi ini menjadi motivasi kami dalam mengikuti kompetisi lainnya serta harapannya bisa melecut mahasiswa lain untuk berinovasi dan berprestasi,” pungkasnya. (*/wil)

Bahlil Buka Tanwir IMM di UMM, Bahas Etanol Tekan Angka Impor

Masa depan negara ini ada di tangan pemuda, tetapi bukan sembarang pemuda—melainkan mereka yang benar-benar menyiapkan diri. Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia, S.E., M.Si., saat membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema “Energi Kolektif untuk Negeri”. Pembukaan acara Tanwir IMM yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu berlangsung pada 29 Oktober 2025. Bersama gubernur Jawa Timur Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. dan Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., Bahlil membuka Tanwir IMM tersebut dengan memainkan dan memetik alat musik dawai. Suasana pembukaan berlangsung meriah, mencerminkan semangat kebersamaan dan simbol kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan kader muda Muhammadiyah dalam membangun energi kolektif untuk negeri. Adapun tema tersebut selaras dengan pesan utama Bahlil tentang pentingnya kemandirian bangsa yang hanya bisa terwujud melalui generasi muda yang siap berproses, berdaya saing, dan memiliki semangat kolektif membangun negeri. Dalam orasinya, Bahlil menekankan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kesiapan pemuda untuk beradaptasi dan berinovasi, terutama dalam menghadapi tantangan energi dunia yang terus berubah. Ia menilai IMM memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan nasional. “IMM adalah kader yang kelak menjadi pemimpin negara ini. Jangan hanya berhenti pada wacana, tapi harus turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan,” ujarnya. Lebih jauh, Bahlil menyoroti arah kebijakan energi nasional yang kini difokuskan pada dua hal utama, yaitu kemandirian energi nasional dan transisi energi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar, karena hal itu dapat melemahkan kedaulatan ekonomi bangsa. Bahlil kemudian menyoroti persoalan energi yang tengah dihadapi Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang berbicara soal oplos bensin, melainkan tengah mengembangkan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis pada kekayaan alam Indonesia sendiri. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol—energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” tegasnya. Bahlil menjelaskan bahwa etanol merupakan bentuk bahan bakar bioenergi yang mampu menggantikan sebagian kebutuhan bensin, sekaligus mengurangi emisi karbon. Ia mencontohkan negara seperti Brazil dan India yang telah sukses mengembangkan industri etanol, sehingga dapat menekan biaya impor bahan bakar dan meningkatkan nilai ekonomi pertanian. Ia mengatakan kalau serius mengembangkan etanol, petani akan diuntungkan, lapangan kerja bertambah, dan devisa negara bisa diselamatkan. Maka Indonesia akan punya potensi itu, tinggal kemauan dan keberanian untuk mengeksekusinya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk memproduksi etanol, terutama dari hasil pertanian. Karena itu, ia mendorong agar riset dan inovasi di perguruan tinggi terus dikembangkan guna memperkuat ketahanan energi nasional. “Saya ingin mahasiswa, termasuk kader IMM, ikut terlibat dalam pengembangan energi alternatif ini. Jangan biarkan potensi negeri ini diambil alih pihak luar karena kita ragu untuk mulai,” tambahnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda, Bahlil juga mengumumkan pemberian 10 beasiswa kepada kader IMM berprestasi sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi sumber daya manusia unggul di bidang energi dan kepemimpinan. Ia berharap kader IMM menjadi pelopor inovasi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam, nasionalisme, dan kemajuan teknologi dalam kerja nyata bagi bangsa. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bachtiar Najamudin, S.Sos., M.Si., turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan lembaga dalam membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan. Ia memperkenalkan konsep Green Democracy, yakni demokrasi yang tidak hanya menekankan partisipasi politik, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial. “Tidak ada lagi namanya one man show. Membangun bangsa sebesar ini hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi. Demokrasi kita harus pro-pemuda, pro-rakyat kecil, dan pro-ekologi,” ucap Sultan. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tanwir IMM di kampus yang dikenal dengan semboyan “Kampus Putih” itu. Ia menilai forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan besar tentang masa depan Indonesia. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya. (vin/wil)

Film Karya Dosen Ikom UMM Diputar di IWAFF Australia

KLIKMU.CO – Sineas asal Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Indonesia–Western Australia Film Festival (IWAFF) 2025 yang digelar di Perth dan Fremantle, Australia Barat, menjadi panggung penting diplomasi budaya sekaligus memperkuat kolaborasi sister province antara Jawa Timur dan Australia Barat. Salah satu perwakilan Jawa Timur dalam festival ini adalah Novin Wibowo, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus sineas film. Novin hadir bersama empat pemenang Komfilasi (Kompetisi Film Asli Jawa Timur) 2024. Dua karya yang ia produseri, yakni Kepaten Obor dan Mbiyodo, terpilih melalui kurasi panitia festival. Keduanya disutradarai oleh Lukman Hakim. Keberangkatan delegasi ini merupakan inisiatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Acara pembukaan yang digelar di Emily Taylor Courtyard, Fremantle, dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Konsul Jenderal RI Perth, Magenta Marshall (anggota Parlemen Rockingham yang mewakili Menteri Industri Kreatif Australia Barat), serta perwakilan Department of Energy and Economic Diversification, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, dan ScreenWest. Dalam sambutannya, Konjen RI menekankan pentingnya film sebagai sarana diplomasi budaya. “Siang hari ini kami mempertemukan dua sister province, Australia Barat dan Jawa Timur, melalui karya film sebagai jembatan pertukaran budaya,” ujarnya. Selain pemutaran film, delegasi Jawa Timur juga menggelar serangkaian pertemuan strategis. Produser film terkemuka Australia, Megan Wynn, memberikan apresiasi atas karya sineas Jawa Timur dan membuka peluang kerja sama produksi bersama yang mengangkat tema budaya, pariwisata, hingga isu sosial. Wynn bahkan berencana mengunjungi sejumlah destinasi di Jawa Timur seperti Bromo, Ijen, dan Tumpak Sewu. Pada hari kedua, delegasi Jawa Timur bertemu beberapa tokoh kreatif, termasuk aktris sekaligus filantropis Elisabeth dan pengusaha kuliner David Wijaya. Pertemuan ini membahas rencana pengembangan wisata gastro-tourism ke Jawa Timur serta peluang produksi film di wilayah tersebut. Sementara itu, pemutaran film di Luna On SX Cinema mendapat sambutan positif. Seluruh tiket terjual habis. Diplomasi kuliner bertajuk Spice Stories di restoran Emily Taylor, Fremantle, turut memeriahkan rangkaian festival dengan menyajikan menu khas Jawa Timur seperti rujak ikan, krengsengan daging sapi, dan tetel tape. Festival yang diinisiasi Konsulat Jenderal RI Perth ini berlangsung hingga 4 Oktober 2025. Pemutaran film digelar di dua lokasi, yakni Luna On SX, Fremantle (27 September–1 Oktober) dan Backlot Cinema, Perth (2–4 Oktober). Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap keikutsertaan ini dapat memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kerja sama di bidang budaya, pariwisata, dan industri kreatif antara Jawa Timur dan Australia Barat. (Wildan/AS)