Mendikdasmen Abdul Mu’ti Raih Penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan dari Forum Rektor PTMA

MALANG, iNewsPurwokerto.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menerima penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan dari Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (FRPMA). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Ketua FRPMA, Prof. Dr. Ma’mun Murod, dalam Rapat Kerja Nasional FRPMA yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 16–18 Oktober 2025. Prof. Ma’mun Murod menilai, Prof. Abdul Mu’ti layak mendapatkan penghargaan tersebut berkat sejumlah prestasi yang telah ditorehkan selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu kebijakan penting yang menjadi sorotan adalah revitalisasi pendidikan di sektor swasta, di mana lebih dari 30 persen revitalisasi berhasil dilakukan di lembaga pendidikan swasta. “Prof. Dr. Abdul Mu’ti layak menerima penghargaan ini karena banyaknya prestasi yang ditonjolkan selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu kontribusinya adalah kebijakan revitalisasi pendidikan di sektor swasta, dengan capaian lebih dari 30% revitalisasi dilakukan di sektor swasta,” ujar Prof. Ma’mun dalam keterangannya, Senin (20/10/2025). Sementara itu, Sekretaris Jenderal FRPMA, Prof. Dr. Jebul Suroso, menambahkan bahwa kepemimpinan Abdul Mu’ti telah membuka ruang kolaborasi luas antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan perguruan tinggi di Indonesia. Sinergi tersebut terwujud melalui berbagai program strategis seperti revitalisasi pendidikan, beasiswa pendidikan, program Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). “Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah membuka sinergi dan kolaborasi antara kementerian dan pendidikan tinggi melalui berbagai program, seperti revitalisasi pendidikan, beasiswa pendidikan, program PPG, dan RPL,” ungkap Prof. Jebul. Pemberian penghargaan ini diharapkan semakin memotivasi Prof. Abdul Mu’ti untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi para pendidik dan peserta didik di seluruh tanah air.
Muhammadiyah Jadi Organisasi Pertama di Indonesia yang Dapat Verifikasi EMT WHO, Haedar: Wujud Dakwah Nyata di Tingkat Global

Pantau – Muhammadiyah resmi menjadi organisasi pertama di Indonesia yang mendapatkan verifikasi Emergency Medical Team (EMT) dari World Health Organization (WHO), menandai kiprah global dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa pencapaian ini akan memperluas peran Muhammadiyah di dunia internasional. “Semoga dengan EMT tersebut kiprah Muhammadiyah dalam program kesehatan dan kemanusiaan maupun kerja sama dengan WHO serta lembaga dunia lainnya di level global semakin baik dan meluas,” ungkapnya. Verifikasi EMT oleh WHO menegaskan kesiapan dan kapabilitas Muhammadiyah dalam merespons situasi darurat kesehatan secara profesional dan terorganisir. Apresiasi untuk Lembaga-Lembaga Pendukung Haedar memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan sejumlah lembaga lainnya yang berkontribusi dalam proses verifikasi EMT ini. Lembaga-lembaga tersebut antara lain Lazismu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI), serta Muhammadiyah Aid. Menurut Haedar, keterlibatan lembaga-lembaga tersebut menunjukkan bahwa gerakan Muhammadiyah dalam pelayanan kesehatan, penanggulangan bencana, dan program kemanusiaan terus mengalami percepatan. Wujud Praksis Al-Ma’un dan Dakwah Rahmatan lil-‘Alamin Haedar menekankan bahwa program kemanusiaan yang dijalankan Muhammadiyah tidak bersifat sporadis atau karitatif semata. “Jadi bukan program sporadis dan pelayanan karitatif jangka pendek semata. Karenanya sangat tepat jika memperoleh verifikasi EMT di tingkat global,” ia mengungkapkan. Ia juga menjelaskan bahwa praksis ajaran Al-Ma’un dijalankan secara sistematis oleh berbagai lembaga seperti Lazismu, MDMC/LRB, MPKU, MPKS, MPM, serta gerakan komunitas. Lembaga-lembaga tersebut terlibat dalam pemecahan masalah, penanganan krisis, pemberdayaan, pembebasan, dan pemajuan masyarakat secara berkelanjutan. Haedar berharap keberadaan EMT dapat semakin menguatkan posisi Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Berkemajuan yang inklusif dan berdampak luas. “Itulah wujud dakwah Islam rahmatan lil-‘alamin di dunia nyata, bukan retorika dan kata-kata,” tegas Haedar.
Momen HJB Ke-348, Bupati Bojonegoro Tandatangani MoU dengan Delapan Kampus

Bojonegorokab.go.id – Langkah nyata meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan Pemkab Bojonegoro. Pada malam tasyakuran menjelang Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348, Bupati Setyo Wahono melakukan penandatangan MoU dengan 8 perguruan tinggi. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Bojonegoro. Delapan kampus tersebut diantaranya Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Pembangunan Nasoional Veteran Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Institut Teknologi Nasional Malang, Universitas NU Sunan Giri Bojonegoro, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro. “Harapannya dengan ke delapan kampus ini, kajian dan riset mereka akan menjadi panduan kami untuk membangun Bojonegoro lebih baik dan terukur,” jelas Bupati Wahono, Minggu (19/10/2025). Perwakilan 8 kampus tersebut hadir untuk mengikuti rangkaian doa bersama dan tasyakuran HJB ke-348 yang dilakukan di Pendopo Malowopati Bojonegoro. Puncak acara HJB berlangsung pada Senin (20/10/2025) menandai usia Bojonegoro yang ke-348 tahun. Wakil Bupati Nurul Azizah menambahkan bahwa momen HJB ke-348, bukan milik sekelompok orang saja. Melainkan milik seluruh masyarakat Bojonegoro. Hal itu ditandai dengan pakaian batik obor sewu yang kini menjadi ciri khas Bojonegoro. Di motif batik obor sewu, ada gambar api abadi yang memberi makna bahwa api abadi adalah lambang nyala tak pernah padam sehingga akan menjadi penerang. “Batik Obor Sewu telah ada SK dan Perbup,” pungkasnya. Sementara itu, Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.MT., mengatakan langkah strategis dalam membangun sinergi dunia akademik dengan pemerintahan daerah. Ada hal yang membedakan perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan lain, yakni tri dharma. Jika pengajaran ada di semua lembaga pendidikan. Maka tri dharma kedua dan ketiga hanya ada di perguruan tinggi. “Yakni ada penelitian dan pengabdian masyarakat. Dan kami ingin menghadirkan tri dharma yang berdampak di Bojonegoro,” terangnya. Kekayaan intelektual yang ada di perguruan tinggi, lanjut Rektor UPN, harus bisa diaplikasikan oleh masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi hal penting antara kampus dan pemerintah daerah. “Ini kolaborasi untuk meuwujdkan kampus berdampak agar menghasilkan daerah yang berdaya,” tegasnya.[*/nn]
Film Garapan Dosen Ikom UMM Diputar di IWAFF Australia

pwmu.co –Sineas Jawa Timur ambil bagian dalam ajang internasional Indonesia–Western Australia Film Festival (IWAFF) 2025 yang berlangsung di Perth dan Fremantle, Australia Barat. Festival yang dibuka pada akhir Septmber ini menjadi momentum penting diplomasi budaya sekaligus memperkuat kolaborasi sister province antara Jawa Timur dan Australia Barat. Salah Satu perwakilan Jawa Timur di festival ini adalah Novin Wibowo, dosen prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus sineas film. Novin hadir bersama para emapt pemenang Komfilasi (Kompetisi Film Asli Jawa Timur) 2024, yang dua karyanya, “Kepaten Obor” dan “Mbiyodo”, terpilih melalui kurasi panitia festival. Kedua film ini diproduseri oleh Novin dan disutradarai Lukman Hakim. Keberangkatan ini merupakan inisiasi dari Dinas Kebudayaan dan Parwisata Jawa Timur. Acara pembukaan di Emily Taylor Courtyard, Fremantle, dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Konsul Jenderal RI Perth, Magenta Marshall (anggota Parlemen Rockingham yang mewakili Menteri Industri Kreatif Australia Barat), serta perwakilan Department of Energy and Economic Diversification, Duta Besar Singapura untuk Indonesia dan ScreenWest. Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI menekankan pentingnya film sebagai sarana diplomasi budaya, “Siang hari ini kami mempertemukan dua sister province, Australia Barat dan Jawa Timur, melalui karya film sebagai jembatan pertukaran budaya,” ujar Konjen RI. Selain pemutaran film, delegasi Jawa Timur menggelar serangkaian pertemuan strategis. Produser film terkemuka Australia, Megan Wynn, memberikan apresiasi atas karya sineas Jawa Timur dan membuka peluang kerja sama produksi film bersama yang mengangkat tema budaya, pariwisata, hingga isu sosial. Wynn juga berencana mengunjungi Jawa Timur, termasuk Bromo, Ijen, dan Tumpak Sewu. Pada hari kedua, delegasi Jawa Timur bertemu sejumlah tokoh kreatif, termasuk aktris sekaligus filantropis Elisabeth dan pengusaha kuliner David Wijaya. Pertemuan ini membahas rencana pengembangan wisata gastro-tourism ke Jawa Timur serta peluang produksi film di provinsi tersebut. Sementara itu, pemutaran film di Luna On SX Cinema mendapat sambutan positif dengan seluruh tiket terjual habis. Diplomasi kuliner bertajuk Spice Stories di restoran Emily Taylor, Fremantle, turut meramaikan rangkaian festival dengan menyajikan menu khas Jawa Timur, mulai dari rujak ikan, krengsengan daging sapi, hingga tetel tape. Festival yang diinisiasi Konsulat Jenderal RI Perth ini berlangsung hingga 4 Oktober 2025 dengan lokasi pemutaran di Luna On SX, Fremantle (27 September–1 Oktober) dan Backlot Cinema, Perth (2–4 Oktober). Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap keikutsertaan ini dapat memperluas jejaring internasional dan memperkuat kerja sama di bidang budaya, pariwisata, serta industri kreatif dengan Australia Barat. (*)
BSI Gandeng 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Perkuat Digitalisasi Ekosistem Pendidikan Islam

BSI – MALANG, 20 Oktober 2025 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Indonesia dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA). Kerja sama strategis ini secara resmi menggandeng 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Penandatanganan PKS dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), bertepatan dengan Rapat Kerja Nasional Forum Rektor PTMA 2025. Kolaborasi ini difokuskan untuk mengakselerasi transformasi digital, pengembangan SDM unggul, dan hilirisasi riset di lingkungan PTMA. BSI akan menyediakan layanan keuangan syariah yang terintegrasi dalam bentuk total solution untuk mendukung seluruh kegiatan akademik dan operasional kampus. Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan komitmen BSI untuk menjadi mitra strategis dalam ekosistem pendidikan di Muhammadiyah. “Kerja sama dengan 164 PTMA ini adalah langkah nyata BSI dalam membangun ekosistem pendidikan Islam. Kami ingin memperkuat peran BSI sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial, serta menjadi total solution bagi seluruh kebutuhan perbankan syariah di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” ujar Erwan. Acara penandatanganan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan pimpinan Muhammadiyah, yang menunjukkan kuatnya sinergi antara industri perbankan syariah dan organisasi pendidikan Islam terbesar di Indonesia. Turut hadir Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Muhadjir Effendy, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., dan Ketua Forum Rektor PTMA Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, S.Sos., M.Si. Acara ini juga dihadiri oleh lebih dari 130 rektor PTMA dan mendapat dukungan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono yang turut memberikan sambutan. Erwan menambahkan, melalui kolaborasi ini, BSI akan mendukung PTMA dalam menghadapi tantangan Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 melalui layanan digital yang terintegrasi. Selain penandatanganan PKS, kegiatan ini juga diisi dengan Seminar Nasional, Open Booth Layanan dan Produk BSI, serta layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh BSI Maslahat.
Ngalam Mbois: Mahasiswa UMM Buat Stroller Ajaib Bantu Anak Disabilitas

Detik Jatim – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi unik bernama Smart Augmented Technology for Children Disability (SAMATA), stroller pintar yang membantu anak disabilitas, khususnya autisme, berkomunikasi lebih mudah lewat teknologi interaktif berbasis gambar dan suara. Alat yang sedang dikembangkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini adalah stroller pintar interaktif yang dirancang untuk memudahkan anak-anak autisme dalam berkomunikasi sekaligus meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif mereka. Inovasi yang digagas oleh mahasiswa Teknik Industri UMM Ulytz Sukma Susila bersama dengan timnya ini menggunakan teknologi mikrokontroler, sensor interaktif dan sistem Augmentative and Alternative Communication (AAC) berbasis gambar. Ulytz mengatakan, Integrasi Sistem AAC Berbasis Gambar adalah teknologi bantu komunikasi bagi anak-anak yang kesulitan berbicara. Pada SAMATA, sistem ini diintegrasikan secara langsung ke dalam stroller melalui panel gambar interaktif. Inovasi ini pada dasarnya adalah modifikasi dari sebuah stroller biasa yang ditransformasi menjadi alat bantu yang cerdas dan interaktif. Mereka memilih pendekatan modifikasi agar biaya produksi lebih terjangkau dan pemanfaatannya lebih mudah diterapkan langsung oleh mitra. Lebih lanjut, Ultzy menjelaskan cara kerja SAMATA yang sederhana namun powerful. Anak cukup menekan gambar simbol di panel seperti gambar makanan atau minuman, maka sensor sentuh akan mengirim sinyal ke mikrokontroler. Secara instan, speaker akan mengeluarkan suara “Saya mau makan” atau “Saya haus”, sementara notifikasi yang sama terkirim ke smartphone pengasuh untuk memastikan respons cepat. Adapun inovasi ini berangkat didasarkan dari identifikasi masalah di lapangan, tim kami menemukan tiga kendala utama yang terjadi di SLB Autisme River Kids. Seperti hambatan komunikasi signifikan pada anak, minimnya alat bantu efektif, dan beban emosional yang tinggi bagi pengasuh. SAMATA hadir sebagai solusi dengan mengubah stroller biasa menjadi alat komunikasi interaktif yang terjangkau. “Oleh karena itu, inovasi kami hadir sebagai jembatan komunikasi untuk anak autisme, mendukung proses belajar, meringankan beban emosional guru,” ungkap Ultzy kepada awak media, Senin (20/10/2025). Dalam pembuatan SAMATA, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Ulytz dan tim. Mereka harus membuat desain yang user-friendly, intuitif dan mudah dipahami oleh anak-anak autisme dengan beragam tingkat kemampuan. Tentu hal ini membutuhkan iterasi dan uji coba langsung. Kemudian, dari segi durabilitas dan keamanan, mereka harus memastikan prototipe stroller yang dibuat tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga kuat, aman, dan nyaman untuk digunakan anak-anak setiap hari. Keberhasilan ini tidak membuat tim berpuas diri. Tim SAMATA akan terus mengembangkan fiturnya, seperti mengembangkan bank suara dan simbol untuk mengekspresikan, sistem yang lebih cerdas dan mendesain ulang modul agar lebih modular sehingga mudah untuk dipasang. “Semoga alat ini bisa membatu anak-anak disabilitas agar bisa dapat menyalurkan kebutuhan dasar mereka. Kami mengharapkan mereka bisa mengekspresikan rasa ingin tahu melalui alat komunikasi interaktif ini dan juga sebagai sarana pembelajaran yang mendukung perkembangan sensorik dan motorik,” tandasnya.
Siswa SD Mulai 2027 Mulai Belajar Coding dan AI

Terkenal.co – Pendidikan Indonesia siap menghadapi perubahan besar. Mulai tahun 2027, mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah. Selain itu, Bahasa Inggris juga akan diajarkan mulai kelas tiga. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA), yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Jumat malam (17/10/2025). “Kebutuhan guru coding dan AI akan meningkat tajam. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi sebagai mitra pendidikan menjadi krusial,” ujar Abdul Mu’ti. Menurutnya, mata pelajaran coding dan AI, yang saat ini merupakan mata pelajaran pilihan, akan menjadi bagian dari kurikulum nasional. Pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan guru memiliki kompetensi yang memadai untuk mengajar mata pelajaran tersebut. Wajib Bahasa Inggris Mulai Kelas Tiga Selain memperkenalkan teknologi digital sejak dini, pemerintah juga akan menerapkan wajib belajar Bahasa Inggris mulai kelas tiga. “Pelatihan guru Bahasa Inggris akan menjadi fokus utama. Namun, kami ingin istilah ‘pelatihan’ diganti dengan ‘pendidikan’ agar dapat tersertifikasi dan berdampak pada profesionalisme guru,” jelas Abdul Mu’ti. 5 Program Pendidikan Prioritas Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini memiliki lima hingga enam program prioritas yang akan dilaksanakan bekerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk PTMA (Perguruan Tinggi Swasta). Beberapa di antaranya meliputi: Revitalisasi Satuan Pendidikan, meliputi peningkatan manajemen, tata kelola, dan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru. Tahun ini, lebih dari 16.100 sekolah telah direvitalisasi dengan anggaran Rp16,9 triliun. Peningkatan Kualitas Guru melalui pelatihan dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pemerintah telah mengalokasikan 808.000 kuota PPG dan memperluas program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum menyelesaikan studi sarjana. Memperkuat Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk memperkuat karakter dan kompetensi mahasiswa, dengan dukungan perguruan tinggi sebagai pengembang modul dan penyelenggara pelatihan guru. Pendidikan Berbasis Akademik Abdul Mu’ti menekankan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus lahir dari kajian akademik yang kuat, bukan sekadar kajian administratif. “Kita ingin kebijakan pendidikan menjadi alat rekayasa sosial yang membentuk karakter bangsa,” ujarnya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga membuka kesempatan bagi perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk berkontribusi dalam riset kebijakan, khususnya terkait pendidikan karakter dan kebiasaan belajar mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi keagamaan dalam mewujudkan pendidikan nasional yang inklusif, berbasis karakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Menuju Pendidikan Masa Depan Rapat Kerja Nasional Forum Rektor PTMA 2025, yang diselenggarakan pada 16-19 Oktober di UMM Malang, menjadi wadah refleksi dan konsolidasi kebijakan pendidikan nasional. Forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan jaringan kampus Muhammadiyah-Aisyiyah dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdampak bagi bangsa.
Tegaskan Diri sebagai Mitra Kritis Pemerintah, FR-PTMA Soroti Masalah Pendidikan hingga Politik Kebangsaan

MAKLUMAT — Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (FR-PTMA) menandaskan komitmen sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis bagi pemerintah dalam memajukan pendidikan nasional. Hal tersebut disampaikan Ketua FR-PTMA, Prof Dr Ma’mun Murod MSi, melalui pernyataan sikap FR-PTMA yang dibacakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (18/10/2025). Dalam pernyataannya, FR-PTMA menegaskan kesiapan untuk menjalin kerja sama dan memberi masukan konstruktif kepada pemerintah, terutama dalam isu-isu terkait mutu, pemerataan, dan keadilan akses pendidikan tinggi di Indonesia. “FR-PTMA bukan hanya mitra pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan, tetapi juga mitra kritis yang berani memberi masukan demi kemajuan pendidikan nasional,” ujarnya. FR-PTMA juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan secara transformatif. Para pimpinan kampus Muhammadiyah itu meminta agar amanat konstitusi tentang alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD dijalankan secara efektif, transparan, dan berpihak pada peningkatan mutu serta pemerataan akses pendidikan tinggi di seluruh Indonesia. Selain itu, FR-PTMA menyoroti pentingnya kebijakan penerimaan mahasiswa baru yang berkeadilan dan inklusif. Forum mendesak agar pemerintah menghindari kebijakan yang menimbulkan kesenjangan antara PTN, PTN-BH, dan PTS. “Pemerintah harus menjamin keberlanjutan ekosistem pendidikan tinggi yang sehat dan kompetitif, bukan justru menimbulkan disparitas antar lembaga,” tandas Ma’mun. Dalam bidang keilmuan, FR-PTMA menekankan perlunya memperkuat kolaborasi riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Forum menilai, kolaborasi tersebut mampu menjadi jawaban atas persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, degradasi moral, hingga tantangan globalisasi. Pernyataan sikap FR-PTMA juga menyinggung isu fundamental kebangsaan. Forum mendorong Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk melakukan kajian ulang terhadap UUD NRI Tahun 1945 secara komprehensif agar lebih sejalan dengan semangat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Proses tersebut diharapkan melibatkan berbagai kalangan, termasuk perguruan tinggi, guna membentuk arah ketatanegaraan yang sesuai dengan cita-cita bangsa. Pada bagian akhir, FR-PTMA menyoroti masalah politik nasional yang dinilai sebagai akar dari banyak persoalan bangsa. Forum menilai politik berbiaya mahal menjadi sumber praktik korupsi, rendahnya integritas, dan lemahnya representasi rakyat. Karena itu, FR-PTMA mendesak DPR RI dan Pemerintah untuk menyusun “Paket Undang-Undang Politik” yang meliputi UU Pemilu, UU Partai Politik, UU Pilpres, dan UU Pilkada dengan semangat anti politik berbiaya mahal. Pernyataan sikap ini menjadi bentuk kontribusi moral dan intelektual FR-PTMA untuk memastikan arah pembangunan nasional tetap berpijak pada nilai keadilan sosial, transparansi, dan kemajuan bangsa.
Forum Rektor PTMA Tegaskan Komitmen Dukung Pemerintah Majukan Pendidikan Nasional

MataKita.co, Malang — Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (FR-PTMA) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis bagi Pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum FR-PTMA yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (18/10/2025). Dalam kesempatan itu, forum memberikan apresiasi terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto yang bertekad mendorong peningkatan mutu pendidikan secara transformatif dan berkelanjutan. FR-PTMA menekankan pentingnya pelaksanaan amanat konstitusi mengenai alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD secara efektif, transparan, dan tepat sasaran. Forum juga mengingatkan bahwa kebijakan pendidikan harus berpihak pada peningkatan mutu serta pemerataan akses pendidikan tinggi di seluruh Indonesia, agar seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Selain itu, FR-PTMA juga menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Prof. Dr. Abd Kadim Masaong, M.Pd, yang hadir bersama Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya, M.H, menyatakan kesiapan UMGO untuk memperluas kerja sama riset dan inovasi lintas kampus. “Kami siap berkontribusi dalam menjawab tantangan bangsa seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, degradasi moral, serta dinamika globalisasi yang terus berkembang,” ujar Prof. Kadim. Melalui forum ini, FR-PTMA menegaskan kembali perannya sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berkomitmen mendukung pembangunan pendidikan nasional berbasis nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kemajuan.
Haedar Nashir: EMT perluas kiprah Muhammadiyah di dunia internasional

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan terverifikasinya Emergency Medical Team (EMT) secara internasional oleh World Health Organization (WHO) akan semakin memperluas kiprah Muhammadiyah di dunia internasional. “Semoga dengan EMT tersebut kiprah Muhammadiyah dalam program kesehatan dan kemanusiaan maupun kerja sama dengan WHO serta lembaga dunia lainnya di level global semakin baik dan meluas,” kata Haedar di Jakarta, Senin. Sebelumnya, Muhammadiyah resmi mencatatkan sejarah baru sebagai Emergency Medical Team (EMT) pertama di Indonesia yang terverifikasi secara internasional oleh WHO. Haedar menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan sejumlah lembaga terkait atas pencapaian tersebut. Lembaga yang terlibat antara lain Lazismu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI), serta Muhammadiyah Aid. “Muhammadiyah dalam gerakan pelayanan kesehatan, resiliansi bencana, dan program-program kemanusiaan baik di tingkat nasional maupun internasional terus mengalami akselerasi,” katanya. Menurutnya, gerakan tersebut menempatkan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terdepan yang lahir dari spirit ajaran Al-Ma’un yang bersifat inklusif untuk semua. Haedar menegaskan, praksis Al-Ma’un tersebut diaktualisasikan secara umum dan kelembagaan yang diperankan oleh Lazismu, MDMC/LRB, MPKU, MPKS, MPM, dan gerakan komunitas dalam melayani berbagai kegiatan sosial kemanusiaan secara tersistem yang mengandung pemecahan masalah, penanganan krisis, pemberdayaan, pembebasan, dan pemajuan. “Jadi bukan program sporadis dan pelayanan karitatif jangka pendek semata. Karenanya sangat tepat jika memperoleh verifikasi EMT di tingkat global,” kata Haedar. Ia berharap melalui EMT gerakan Muhammadiyah dalam program kemanusiaan yang meluas itu makin mengokohkan posisi dan peranannya sebagai Gerakan Islam Berkemajuan untuk Semua. “Itulah wujud dakwah Islam rahmatan lil-‘alamin di dunia nyata, bukan retorika dan kata-kata,” kata Haedar.