Percaya dengan Upaya Nyata Kampus Putih, Lemhannas gaet UMM

Kerjasama dan menjalin tali silaturahmi terus dilakukan untuk Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Baru-baru ini UMM kembali menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah untuk menambah jejaringnya di lingkup nasional. Pada 28 November lalu, Kampus putih UMM menggandeng Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk memperkuat lini pelatihan dan pemantapan nilai kebangsaan. “Pemahaman nilai kebangsaan sangatlah penting, termasuk di lingkup pendidikan. Maka dari itu, kolaborasi ini menjadi cara kami memperkuat nilai itu, baik di level nasional maupun internasional,” kata Kepala Biro Kerjasama dan Hukum Lemhannas Brigjen TNI (Mar) Raja Erjan H.S. Girsang, S.E., M.M., M.Sc. Ada beberapa program yang sudah dicanangkan. Yakni berupa peningkatan nilai kebangsaan melalui pendidikan sivitas akademika, diskusi terarag, hinigga tukar informasi mengenai isu yang sedang hangat. Termasuk di dalamnya kajian isu-isu nasional dan internasional. Misalnya saja terkait perselisihan antara Palestina dan Israel yang sedang terjadi. “Kami juga siap jika sivitas akademika UMM membutuhkan pelatihan khusus demi menyukseskan dan menidikan generasi emas,” tambahnya. Girsang menyebutkan sederet implementasi program, seperti training of trainer yang dinaungi langsung oleh Lemhannas. Tujuannya tentu menyiapkan generasi masa depan dengan memperkuat mental dan nilai kebangsaan, sehingga mampu mencetak manusia unggul. Kemudian juga bisa menjawab tantangan dunia mendatang dengan cakap. “Beberapa kali Lemhannas juga sudah menggaet berbagai instansi, perusahaan dan berbagai pihak lain. Ini menjadi upaya kami untuk memperkuat pertahanan nasional serta keutuhan negara. Jika semua kolaborasi berjalan dengan baik, tentu akan menciptakan lingkungan pendidikan yang berwawasan kebangsaan. Apalagi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Sehingga bisa saling membantu membuka pintu awal untuk menggapainya,” tegasnya. “Kami percaya bahwa kolaborasi kami dan UMM akan memberikan hal-hal menarik nan bermanfaat. Apalagi dengan kiprah UMM yang sudah banyak dilakukan. Semoga program yang kami ciptakan bisa memberikan terobosan baru di bidang ketahanan nasional,” pungkas Girsang mengakhiri. (tri/wil)

Perkuat Kualitas, FPP UMM Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah jumlah guru besar. Kali ini ada tiga guru besar dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) yang dikukuhkan pada 2 Desember 2023. Ketiganya adalah Prof. Dr. Ir. Damat, M.P., Prof. Dr. Ir Wehandaka Pancalaga, M.Kes., dan Prof. Dr. Rahayu Relawati, M.M. Ketiganya memiliki kepakaran masing-masing dan memberikan kontribusi bagi keilmuan dan masyarakat. Pengukuhan ini juga sekaligus menguatkan kualitas pendidikan yang diupayakan UMM. Misalnya ada Damat yang senantiasa mengkaji pangan fungsional berbasis sumber daya lokal. Tujuannya untuk mengembangkan produk pangan kaya pati resisten. Selain itu ia juga terus mendampingi sertifikasi halal produk makanan dan minuman. Sejak 2006 hingga 2021, Damat selalu mendapatkan dukungan pendanaan dari Dikti melalui beragam penelitian dan pengabdian. Ia menelurkan produk beras analog kaya antioksidan (Rasgadan), makaroni kaya pati resisten, cake dengan indeks glikemik rendah hingga pendirian UMM Bakery, serta produk penelitian lainnya. Damat juga mengembangkan produk berbahan baku lokal dan tidak mengandung gluten. Adapun gluten tidak baik dikonsumsi oleh orang yang intoleran terhadap gluten, karena dapat menyebabkan celiac. Berbagai penelitiannya berupaya mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional berbasis sumber daya lokal. Selai itu juga untuk menyediakan pangan fungsional. Di sisi lain, adapula Wehandaka yang meneliti di bidang teknik finishing kulit samak dengan pewarnaan alami. Produk tersebut dikenal dengan sebutan batik ecoprint. Ia memulai penelitiannya pada 2014 lalu dengan riset metode batik pada kulit samak. Kemudian pada 2016, ia mengembangkan teknik finishing kulit dengan metode pewarnaan ikat. Di 2018, ia bahkan mencoba metode ukir hingga akhirnya mengembangkan metode ecoprint yang sudah dijalankan sejak 2021. “Dengan batik ecoprint ini, saya juga mendampingi usaha-usaha masyarakat terkait barang-barang kulit di beberapa tempat. Misalnya di Bululawang, Malang hingga Magetan. Salah satu keunggulannya adalah motif yang bervariasi dan lebih unik,” jelas Wehandaka. Wehandaka juga menegaskan bahwa metode ecoprint ini juga sangat ramah lingkungan sehingga tidak menyebabkan kerusakan alam. Pengembangan itu juga sekaligus membantu produk UMK pengrajin barang-barang kulitdan lebih berdaya saing. Terakhir, ada Rahayu yang memiliki interest di bidang manajeen agribisnis. Seperti struktur pasar komoditas pangan dan hortikultura, strategi pemasaran, dan perilaku konsumen. Kepedulian pada sustainable agribusiness juga telah memotivasinya untuk mengkaji pemasaran produk pangan organik dan perilaku green consumer. Berbagai riset yang dilakukan telah mendapat dukungan pendanaan dari Dikti dan pendanaan internal UMM. Terhitung ada 21 penelitian yang sudah dijalan sejak tahun 2007 hingga 2022. Riset green marketing bidang agribisnis memberikan dampak positif bagi lingkngan maupun bisnis. Green marketing membukan jalan bagi perusahaan untuk memberikan layanan ramah lingkungan. Ada banyak kebermanfaatan dari penelitian tersebut. Termasuk terwujudnya sustainable development goals (SDGs). Misalnya pada SDG yang kedua yakni kontribusi terhadap tujuan pangan dan ketahanan pangan. Begitupun dengan SDG 1 dan 8 yang berkaitan denan pengentasan kemiskinan dan peningkatan pekerjaan layak. “Penelitian saya juga memberikan kontribusi greeen marketing dan perilaku green consumers. Manajemen agribisnis yang baik akan meningkatkan produktivitas, mengurangi limbah, dan akses yang adil akan sumber daya dan peluang,” kata Rahayu. (*wil)

Getapak Ringankan Masyarakat Terdampak Pandemi

Pandemi yang tak kunjung berakhir memberikan dampak buruk bagi semua lapisan masyarakat. Tak terkecuali mereka yang tinggal di Kota Batu. Berangkat dari permasalahan tersebut, Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Batu menginisiasi Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Getapak). Dalam pelaksanannya, kegiatan yang dilangsungkan pada 5-31 Oktober ini dibantu oleh lima mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang dengan bimbingan dari Dr. Ir. Damat, MP. Ayu Ramadhani Kumala Dewi, selaku  ketua tim menjelaskan bahwa kegiatan itu mencoba memberikan solusi lain untuk membantu memulihkan ketahanan pangan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Utamanya mereka yang tinggal di Kota Batu. “Ada tiga lokasi yang menjadi fokus kami yakni di Kelurahan Sisir, Desa Tlekung serta Desa Giripurno,” terangnya lebih lanjut. Mahasiswa asal Jombang ini kembali mengungkapkan ada beberapa tahapan-tahapan yang timnya lakukan. Diawali dengan proses pendataan dan survey masyarakat peserta.Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan terkait urban farming.Terakhir adalah pendampingan yang diberikan kepada masyarakat selama hampir sebulan. Dalam materi penyuluhan, masyarakat diajak untuk mengenal pembuatan aquaponik, hidroponik, serta budidaya ikan dalam ember (Budamber). Tiga materi itu dipilih karena dinilai cukup sederhana dan mudah dibuat. Budamber misalnya, yang hanya memerlukan peralatan yang biasa ditemukan di rumah. ”Kami mencoba memberikan solusi sederhana yang bisa dilakukan masyarakat. Jadi tidak perlu menambah biaya yang besar dalam pembuatannya,” tandas Ayu. Ditemui di kesempatan lain, Baharuddin Jamil Al-Munir, anggota kelompok PMM Getapak mengatakan bahwa mereka tidak hanya menyedikan penyuluhan saja, tapi juga materi Program Cantelan serta bantuan langsung bahan pangan. Kegiatan ini juga tidak lepas dari kendala. Ia melihat bahwa masyarakat peserta penyuluhan masih kesulitan dalam memahami materi urban farming. “Mungkin karena baru pertama kali mendengarnya. Meski begitu, pelan pelan masyarakat tertarik dan mulai memahami dengan baik berkat  pendampingan yang kami lakukan,” sambungnya. Mahasiswa UMM asal Bengkulu itu juga berharap agar agenda ini bisa meringankan beban masyarakat terdampak pandemi. Sayur dan buah yang dihasilkan dari teknik-teknik yang disampaikan dalam penyuluhan bisa menjadi alternatif pemenuhan gizi. Selain itu juga Budamber yang dapat memenuhi bahan pangan masyarakat di tengah pandemi seperti ini.(wil)

Luthfi Juarai Kompetisi Arabic Story Telling Tingkat Nasional

Berawal dari kecintannya akan bahasa arab disertai hobi membaca dan menulis sedari kecil, Luhtfi Hasan K,  mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih juara dua pada lomba arabic story telling di Gebyar Virtual Hari Bahasa Arab Se-Dunia. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Awardee Lembaga Pengelolahan Dana Pendidikan (LPDP) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang pada Jumat (18/12) lalu. Luhtfi menceritakan berbagai persiapan yang ia lakukan menjelang perlombaan. Selama lima hari dirinya sibuk membaca banyak literatur untuk memperoleh inspirasi cerita. Lalu menuangkan ide ceritanya dalam sebuah tulisan. Adapun ide cerita yang Luhtfi sertakan dalam perlombaan itu bertema mengenai cara untuk mencintai bahasa arab. Selain karena perlombaan ini menggunakan bahasa arab, pemilihan ide cerita ini juga berdasarkan pada pandangan Luhtfi tentang pentingnya bahasa arab di zaman sekarang. Terutama bagi mereka yang menganut agama Islam. “Bahasa inggris sebagai bahasa internasional memang penting. Tapi bahasa arab juga tidak kalah penting,” imbuhnya. Selama proses penulisan, ia banyak dibantu oleh dosen dan bahkan dekan fakultas. Utamanya dalam hal salah ketik dan salah penerjemahan. Setelah tahap pengumpulan naskah, pihak panitia memilih sepuluh naskah terbaik yang akan diadu kembali. Pada tahap ini, para peserta diminta mengirimkan video story telling kepada panitia. Anak pertama dari lima bersaudara ini mengaku cukup kesulitan saat melakukan pengambilan video. Pasalnya dia harus melakukan semua proses syuting sendirian. Tidak cukup sampai di situ, ia juga kebingungan dalam menyiapkan properti hingga ke tahap editing. Apalagi dia tidak memiliki teman yang memahami videografi. “Saya kurang begitu paham tentang videografi dan pengambilan gambar. Jadi, saya berusaha semaksimal mungkin meskipun video yang didapat tidak begitu sempurna,” tambahnya saat diwawancara. Dengan kendala-kendala yang ia hadapi, Luthfi sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya akan meraih juara dua dalam perlombaan ini. Apalagi, menurutnya video yang ia buat dan kirimkan jauh dari kata sempurna. “Saya sangat bersyukur usaha yang saya lakukan dapat membawa hasil yang baik. Namun saya tidak ingin hanya berhenti sampai disini, untuk kedepannya saya akan terus berproses dan berkarya untuk memberikan yang terbaik” tandasnya. (syi/wil)

UMM Dorong Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Sayangnya, Indonesia masih belum mampu untuk menjadi yang pertama dalam industri halal. Berawal dari permasalahan itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan Doctoral Colloquium dengan tema mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal. Acara ini diadakan pada Selasa (29/12) lalu, melalui Zoom dan kanal Youtube FEB UMM. Selain pembicara yang berasal dari UMM, agenda ini juga mengundang dua pemateri dari luar kampus sebagai pembanding. Sebut saja , K.H. Muhammad Cholil Nafis, LC.,MA., Ph.D. seorang penulis, dosen, serta ulama. Kemudian juga Dr. Ahmad Soekro Tratmono, deputi pengawas perbankan IV dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun pembicara yang hadir adalah Dr. Nurul Asfiah, M.M., Dr. Sri Budi Cantika Yuli, M.M., Dr. Driana Leniwati, A.K.,M.SA, serta Dr. Yulist Rima Fiandari, M.M. Dalam sambutan pembukaan, Dr. Idah Zuhroh, MM berharap kegiatan ini akan memunculkan energi dan inspirasi baru bagi FEB UMM.  “Langkah selanjutnya  yang harus diambil bapak dan ibu yang telah menyelesaikan studi doktoralnya adalah mengembangkan tridarma perguruan tinggi khususnya di bidang pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat” tandas Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut. Salah satu pemateri, Dr. Nurul Asfiah, M.M, dalam paparannya menjelaskan mengenI model islamic sosial entrepreneurship bagi usaha mikro dan kecil (UMK) untuk mewujudkan industri halal. Nurul menyampaikan bahwa UMK merupakan penunjang terbesar perekonomian suatu negara. Namun masih memiliki kelemahan yang sangat mendasar. Kelemahan itulah yang menjadi alasan perlunya pemberdayaan bagi pengusaha UMK di Indonesia dalam membangun industri halal Indonesia. Nurul juga tidak lupa mengambil contoh Aisyiyah sebagai organinasi yang telah menerapkan pemberdayaan masyarakat. Mereka mengajak perempuan untuk menjadi pilar ekonomi keluarga. Hal itu sejalan dengan pilar keempat yang dimiliki Aisyiyah tentang pemberdayaan ekonomi perempuan. Sementara itu, Dr. Ahmad Soekro Tratmono menyampaikan materi terkait mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal. Ahmad dengan gamblang menjelaskan bahwa dalam pengembangan keuangan syariah ada empat hal yang harus diperhatikan. Pertama, adalah ekosistem yang berupa penggunaan sinergi dan integrasi ekonomi syariah di sektor riil, keuangan komersial, dan keuangan sosial. Kedua, penguatan kapasitas dan daya saing industri syariah berupa peningkatan modal minimum, akselerasi konsolidasi, dan peningkatan kapasitas SDM. Kemudian yang ketiga adalah peningkatan permintaan pada keuangan syariah berupa program peningkatan literasi dan perluasan akses keuangan syariah. Terakhir yakni memasifkan adaptasi digital dalam ekonomi syariah agar pengembangan keuangan syariah bisa berkembang dengan baik. (syi/wil)

Beri Kemudahan Layanan Perbankan dengan Luncurkan Virtual Account

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak pernah berhenti memberikan inovasi baru, utamanya dalam pelayanan mahasiswa. Kali ini, bersama dengan Bak Jatim, UMM gelar launching sistem Virtual Account untuk pembayaran pendidikan. Agenda tersebut bertempat di Rayz Hotel UMM pada Rabu (30/12) lalu. Dalam sambutannya, Arif Wicaksono selaku kepala Infokom Bank Jatim menjelaskan bahwa mereka sudah merintis fitur virtual account sejak lama. Hanya saja terbatas pada instansi pemerintah daerah serta market place. UMM menjadi perguruan tinggi pertama yang melakukan kerja sama dengan Bank Jatim dalam penggunaan virtual account ini. “Semoga kerja sama ini bisa menular ke perguruan-perguruan tinggi lain agar memudahkan dan memberikan manfaat yang lebih lagi,” ungkapnya. Arif juga merasa bangga bisa bekerja sama dengan UMM. Hal itu tidak lepas dari predikat UMM yang tidak hanya fokus dalam aspek pendidikan, tapi juga di bidang kesehatan serta sosial. Ia juga menyebut bahwa nama UMM sudah terdengar di tingkat nasional dan internasional berkat prestasi yang sudah diraih. “Launching virtual account ini ada sebagai salah satu upaya untuk membuka akses dalam hal pembiayaan pendidikan. Jadi bisa memudahkan dan lebih simpel,” terangnya lebih lanjut. Masih dalam agenda yang sama, Fauzan selaku Rektor UMM mengungkapkan bahwa fasilitas ini menjadi jawaban atas tantangan zaman. Terlebih lagi di zaman yang penuh dengan teknologi modern seperti sekarang. Maka launching yang dilaksanakan merupakan bentuk apresiasi akan inovasi teknologi terkini. Fauzan juga berharap agar program ini tidak hanya dilaksanakan secara parsial, tapi juga dibarengi dengan regulasi yang visible dan marketable dalam upaya meningkatkan pelayanan. Ketika pelayanan sudah baik, maka bisa menjadi branding besar bagi Bank Jatim sendiri. Salah satu dampak positif yang bisa dirasakan adalah meningkatnya penggunaan virtual account oleh masyarakat luas. “Sama seperti UMM yang selalu mengedepankan kenyamanan berdasar humanis,” imbuhnya. Ia juga sempat bercerita bahwa hubungan UMM dengan Bank Jatim sebenarnya memiliki sejarah panjang dan sudah terjalin sejak lama. Kalau kerjasama keduanya diibaratkan sebagai ijab qobul, maka launching ini merupakan rentetan cicit dan cucu. “Semoga fasilitas virtual account ini bisa meningkatkan kinerja dan kepercayaan bagi kedua belah pihak. Selain itu juga bisa memberikan manfaat yang lebih baik untuk ke depannya,” pungkas Fauzan di akhir sambutannya. (wil)

KAS UMM Dorong Peningkatan Kecerdasan Emosional

Setelah sebelumnya sukses menggelar Kuliah Ahad Shubuh (KAS) secara daring, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melangsungkan agenda mingguan ini pada minggu (27/12). Kali ini Dr. Hj. Diah Karmiyati M.Si didapuk menjadi pemateri. Ia membahas pentingnya kecerdasan emosional untuk meraih kesuksesan. Diah memulai pemaparannya dengan menyebutkan beberapa intelegensi yang berperan dalam kesuksesan seseorang. Salah satu di antaranya adalah emotional quotient (EQ). Kemampuan yang dimiliki oleh semua manusia dalam mengenali dan mengolah emosinya. Jika seseorang sudah bisa mengelola emosinya, maka ia juga cenderung untuk bisa mengenali situasi lingkungan sekitarnya. Hal ini membuatnya lebih peka dan menumbuhkan rasa empati yang tinggi. “Jika sudah muncul rasa tersebut, seseorang akan memiliki motivasi tinggi untuk melakukan yang lebih baik lagi,” ungkapnya lebih lanjut. Dosen yang juga mengkaji psikologi positif ini juga menyebutkan beberapa ciri orang dengan EQ tinggi. Bisa dilihat dari perilaku dan sikapnya sehari-hari. Bagaimana cara dia mengendaikan diri dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Selain itu juga lebih mampu memahami, mempengaruhi serta menenangkan orang di sekitarnya. Diah juga mengungkapkan EQ memiliki peran dua kali lipat lebih banyak ketimbang intelligence quotient (IQ). Lebih lanjut, ia juga memberikan kunci meningkatkan EQ dalam kehidupan sehari-hari, yakni belajar berinteraksi dengan orang lain. Meski terdengan sepele, tapi nyatanya berkomunikasi dan berinteraksi  tidak semudah yang dibayangkan. Ia juga menganjurkan para pemuda dan mahasiswa untuk berkecimpung dalam organisasi atau organisasi. “Komunikasi yang terjalin dalam komunitas itu akan membantu kita mengenali dan mengelola emosi,” jelas Diah. Dalam materinya, Diah kembali mengingatkan betapa EQ memiliki manfaat yang besar dalam kehidupan. Ketika seseorang memiliki EQ yang tinggi, komunikasi yang ia lakukan akan menjadi lebih tepat, sehingga mengurangi kesalahpahaman. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang dengan EQ tinggi memiliki hasil kerja yang lebih baik ketimbang yang lain. “Itulah mengapa EQ harus diberikan sejak dini lewat interkasi sosial. Sayangnya, banyak orangtua yang overprotektif sehingga menghambat peningkatan EQ anak-anaknya,” jelasnya. Terakhir, dosen yang berfokus pada psikologi lansia ini berpesan untuk selalu emeningkatkan kemampuan pengelolaan emosi. Terlebih lagi di tengah pandemi yang tak tahu kapan akan berakhir. “Ada dua hal yang perlu ditanamkan dalam diri, pertama adalah menerima kemudian bersyukur. Jika sudah melakukannya dengan baik, kita tentu bisa lebih siap dalam menghadapi situasi pandemi seperti saat ini,” pungkas Diah di akhir materi. (wil)

Raih Juara Nasional Berkat Hobi Masa Kecil

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Kali ini kabar baik datang dari Zulfa Lailatus Syarifah mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) yang berhasil memperoleh juara satu dalam lomba MARZABI 2020, dengan kategori lomba membaca puisi arab. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Universitas Al-Azhar Indonesia dengan final lomba diselenggarakan pada Minggu (20/12) lalu. Zulfa sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia memang suka membaca puisi sejak belia. Namun biasanya Zulfa hanya membaca puisi di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang diikutinya. Perlombaan MARZABI ini merupakan lomba puisi tingkat nasional pertama yang ia ikuti. Dari tiga pilihan puisi yang disediakan oleh panitia, ia memilih karya Mahmoud Darwish yang berjudul Seindah-Indahnya Cinta. Anak bungsu dari dua bersaudara ini juga mengatakan bahwa persiapan lomba memakan waktu yang cukup singkat yaitu satu minggu. Dalam satu minggu tersebut Zulfa harus memahami dan mengartikan puisi, membangun ekspresi, mengambil video lalu mengeditnya, setelah itu mengumpulkan video ke panitia. “Proses pemahaman puisi dan membangun ekspresi memakan waktu paling lama. Bahkan saya mengambil videonya hanya sekian jam dari deadline pengumpulan. Jelas saya kewalahan sekali akrena berbarengan dengan kegiatan UKM lainnya. Ukuran file videonya juga besar sehingga proses rendering video berjalan lama. Untungnya video dapat saya kumpulkan dua puluh menit sebelum proses pengumpulan ditutup” lanjut mahasiswa kelahiran Bondowoso ini. Dengan persiapan yang singkat tersebut, Zulfa sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya dapat meraih juara satu. “Saya sangat bersyukur karena dapat mengharumkan nama prodi dan kampus melalui perlombaan ini. Saya juga harap kedepannya bisa memenangkan kompetisi lainnnya baik d tingkat regional, nasinal maupun internasional,” ujar Zulfa di akhir sesi wawancara. (syi/wil)

Tim UMM Harumkan Nama Kampus di AWF 2020

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali torehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini, tim mahasiwa UMM berhasil menyabet juara 2 dalam event Advertising Week Festival (AWF) Vokasi UI 2020 dengan kategori lomba digital campaign. Rangkaian lomba ini diadakan mulai tanggal 1 sampai 23 November secara daring. Tim yang bernama Jamet Group ini terdiri dari empat orang mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ikom) yaitu Rosihan Anwar, Dizar Cahya, Almira Yuniar, dan Ramadhan Permata. Rosihan selaku ketua tim menceritakan bahwa mereka telah mempersiapkan lomba ini selama dua minggu. Proses persiapannya mencakup pembuatan proposal, desain grafis, dan video mengenai digital campaign yang akan dilombakan. Panitia AWF sendiri hanya mewajibkan proposal dan desain grafis sebagai output campaign. Namun  melihat tim lain hanya berfokus pada desain grafis mereka, Rosihan berfikir akan lebih bagus jika timnya menyertakan video campaign dalam projek digital campaign mereka. Keterbatasan waktu dan kesibukan masing-masing anggota membuat tim ini cukup kesulitan dalam mempersiapkan perlombaan. “Biasanya, lomba seperti ini diberi waktu hingga satu bulan tapi kali ini hanya diberi waktu dua minggu. Tim kami juga tidak bisa selalu fokus dalam mengerjakan proyek lomba karena banyak tugas dan praktikum perkuliahan. Terlebih lagi tidak ada anggota tim yang mahir dalam bidang audio visual,” ungkap mahasiswa kelahiran Bojonegoro ini. Meskipun mengalami banyak kesulitan, pada akhirnya Jamet Group berhasil menyelesaikan persiapan dengan baik. Kritik dan saran dari dosen pembimbing mereka, Moch Fuad Nasvian, M.I.Kom juga turut memacu semangat dalam memenangkan perlombaan ini. “Kami merasa sangat bangga bisa meraih juara dalam event AWF 2020 ini. Meski begitu, kami berharap bisa berikiprah dan mengharumkan nama UMM di kompetisi-kompetisi lainnya,” pungkas Rosihan dalam sesi wawancara.(syi/wil)

Markaz Dakwah UMM Resmikan Tempat Ibadah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi umat. Salah satunya dengan meresmikan Musholla Nurul Hidayah oleh Markaz Dakwah Fakultas Agama Islam (FAI) yang diketuai Jamal, S.H.I, M.Sy, pada Minggu (13/12) lalu. Turut hadir Wakil Rektor I UMM, Dekan FAI serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dau, Malang. Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor I UMM menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur, Abdul Aziz La Unazzan dan Syeikh Fahad bin Nasir. Keduanya sudah memberikan manfaat lewat pendirian Musholla tersebut. Ia juga menyebut beberapa alasan mengapa Mushola itu diberi nama Nurul Hidayah. Satu di antaranya adalah agar bisa menjadj tempat untuk menggali ilmu yang bermanfaat. “Di samping untuk ibadah, juga bisa digunakan sebagai pusat kajian keagamaan,” terangnya lebih lanjut. Syamsul, sapaan akrabnya, juga sedikit menyinggung terkait keimanan. Salah satu indikatornya adalah seberapa bagus dan makmur musholanya. Ia menyayangkan jika ada masjid besar nan megah, tapi jamaahnya hanya segelintir saja. “Memakmurkan mushola tidak hanya secara fisik bangunannya saja, tapi juga kegiatan ibadah dan keilmuan keagamaan,” pungkasnya dalam sambutan. Senada dengan apa yang disampaikan Syamsul, Prof. Dr. Tobroni, M.Si, Dekan FAI UMM juga mendorong agar mushola yang diresmikan bisa menjadi pusat dakwah Muhammadiyah. Ia menyebutkan beberapa contoh memakmurkan masjid yakni dengan pengajian, workshop keagamaan dan kegiatan lainnya. Ia juga berharap mushola bisa menjadi lampu pencerah bagi masyarakat sekitarnya. “Semoga mushola ini bisa memberikan manfaat lebih, tidak hanya dari aspek keagamaan tapi juga dalam aspek-aspek lainnya,” tandasnya di akhir sambutan. (wil)