Prihatin Konten Negatif, Ikom UMM Helat Pesta Film Anak

Industri film anak-anak saat ini sedang mengalami krisis konten. Melalui praktikum 1 Audio Visual Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pesta Film Anak (26/6) sebagai bentuk apresiasi karya film yang konsen pada konten positif. Aksi positif sekelompok mahasiswa ini patut diacungi jempol. “Anak-anak saat ini telah terkontaminasi dengan perkembangan teknologi juga internet. Kecenderungannya, konten yang terdapat di internet negatif dan sulit dikontrol. Melalui film, kami dapat menyajikan berbagai film berkonten positif. Tujuannya tidak cuma sebagai tontonan tapi juga tuntunan,” kata Mella Dwi Purnama, ketua pelaksana. Bentuk acaranya yakni berupa penayangan perdana film-film karya mahasiswa praktikum audiovisual 1 prodi Ilmu Komunikasi. Gelaran ini bertemakan, “Museum Anak: Tempo Dulu”. “Maksud dari tema ini yakni mengajak para penonton, anak-anak maupun remaja, untuk bernostalgia dengan berbagai hal di masa lampau,” kata Mella. Event ini juga, sambungnya, memperkenalkan bagaimana cara anak-anak tempo dulu bersosialisasi. Tidak seperti sekarang yang kecenderungannya membuat anak-anak dan remaja memiliki jiwa individualis. “Selain itu, kita juga mengeksplorasi hal-hal di masa anak-anak tempo dulu, mulai dari permainan, makanan dan lainnya,” ujarnya. Sedikitnya sembilan film ditayangkan di hadapan anak-anak seusia sekolah dasar dan remaja. Pasca ditayangkan, para sineas juga diminta membagikan pengalamannya di balik proses pembuatannya. Acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan untuk berabagai kategori. Di antaranya ide cerita terbaik, hingga soundtrack terbaik. Sembilan kelompok yang unjuk gigi karya filmnya yakni Sam Depok – “The Sacred Tree”, Pine Film – “Super Sayur”, Gawe Pilem – “Jangkrik”, Sudut Pandang Sinema – “Kelaran”, Dialektika – “Paku dalam Botol”, Foremost Film – “Selimut Ashgaf”, Miwiti – “Pangkur”, Sakelas Production – “Surup” serta Back to Basic – “Sehari Saja”. Back to Basic jadi pemenang Ide Cerita Terbaik mengisahkan Aqila, anak perempuan 9 tahun yang tinggal bersama ibunya. Suatu hari, ibunya marah kepada Aqila karena ia bangun kesiangan, mereka pun beradu argumen, Aqila merasa menjadi orang tua itu mudah, sedangkan ibunya merasa tidak ada hal yang rumit menjadi anak kecil. Hingga satu kejadian, membuat keduanya tertukar jiwa. Tubuh Aqila dengan jiwa ibunya dan sebaliknya. Dari kejadian itu, mereka mendapatkan banyak pelajaran berharga yakni tentang saling menghargai dan menghormati. Keduanya menyadari bahwa tidak mudah menjalani peran jadi seorang single parent dan siswa kelas 5 SD. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UMM, Himawan Sutanto, M.Si menyebut, masa anak-anak adalah masa di mana mereka menirukan banyak hal. “Melalui perhelatan Pesta Film Anak ini, kita ingin mewujudkan generasi kita menjadi generasi yang sehat. Tidak hanya fisiknya, tapi juga jiwa dan pengetahuannya,” ungkapnya dalam sambutan. (can)

Pasar Barongan Digadang Bakal Lejitkan Potensi Bumiaji

Konsep pemberdayaan melalui pemaksimalan potensi lokal tidak hanya dilakukan dosen. Praktikum Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga ikut melejitkan potensi suatu daerah. Seperti yang dilakukan kelompok Renjana Creative di Desa Bumiaji, Kota Batu melalui media menampilkan kekayan alam dan budaya; Pasar Barongan Bumiaji, 23 Juni mendatang. “Desa Bumiaji memiliki objek wisata desa yang mengusung konsep budaya, alam dan edukasi. Saat ini, Desa Bumiaji yang ingin dikenal dengan Amazing Bumiaji sudah dalam tahap pengembangan desa wisata. Dengan hadirnya Pasar Barongan Bumiaji ini, diproyeksikan dapat dijadikan sebagai alat promosi wisata dan menampilkan kekayaan alam dan budaya,” kata Ketua Pelaksana, M. Luthfi Kurniawan. Kegiatan Pasar Barongan, jelas Luthfi, berbentuk pasar budaya di sepanjang bawah rimbunan pohon bambu. Perhelatan akan diiringi alunan instrument musik gamelan. Selain itu juga terdapat lapak dagang yang dikelola oleh warga setempat. Mulai dari olahan kuliner khas yang menjual makanan, minuman tradisional, hasil perkebunan, kekayaan alam khas daerah, dan pertunjukan budaya seperti Bantengan. “Selain memperkenalkan Pasar Barongan Bumiaji kepada masyarakat dan wisatawan luar, gelaran ini juga bertujuan menciptakan kepedulian untuk melestarikan potensi-potensi yang ada di Desa Bumiaji. Selain itu, berbagai rangkaian acara yang kami adakan juga mewadahi dan menunjukkan potensi-potensi warga Desa Bumiaji. Salah satunya melalui Pasar Barongan ini,” ungkapnya diwawancara, Selasa (18/6). “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo” menjadi tema yang diangkat. “Gemah Ripah Loh Jinawi memiliki arti kekayaan alam yang berlimpah yang aplikasikan dalam bentuk pasar yang dihiasi segala detail tradisional Bumiaji. Sementara Toto Tentrem Kerto Raharjo melambangkan gelaran Pasar Barongan yang menyajikan  kekayaan alam akan dihiasi keramah-tamahan masyarakatnya,” terangnya. Sebelumnya, di tanggal 11 hingga 14 Juni diadakan pra-event bertajuk Resik Barongan. Agenda ini merupakan kegiatan bersih-bersih area yang bakal dijadikan Pasar Barongan. Bersih-bersih dilakukan bersama kelompok Sadar Wisata, Karang Taruna, juga Tim Pariwisata Bumiaji. Di tanggal 15 Juni, juga terselenggara Uklam Tahes Bareng Bumiaji, yakni kegiatan jalan sehat yang diikuti warga Bumiaji. (*)

Kegaduhan di Pilpres, Rektor UMM: Jaga Persatuan dan Kesatuan

Menanggapi kegaduhan penyelenggaraan Pilpres 2019, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd. menolak keras aksi negatif yang dilatari perbedaan pilihan itu. “Apapun bentuknya tindakan-tindakan yang main hakim sendiri, tentunya kami sangat tidak setuju,” kata Rektor Fauzan saat diwawancarai santai di ruangannya, Kamis (20/6) siang. Menurutnya, Indonesia sebagai negara hukum. Semua pihak yang terlibat sengketa harus tunduk pada hukum yang berlaku. “Terlebih sangat merugikan masyarakat,” katanya. “Kita ini berada di negara hukum, jika ada hal-hal yang perlu dianggap memberatkan atau merugikan para pihak, saya kira instrumen hukum sudah disiapkan,” ungkap Fauzan. “Aksi kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di Mahkamah Konstitusi, KPU dan Bawaslu, saya kira itu adalah tindakan masyarakat yang kurang mengerti hukum di Indonesia,” ungkapnya. Menurutnya, apabila ada berbagai pihak yang keberatan dengan hasil Pilpres, maka harus menempuh jalur yang ditentukan undang-undang dan tidak melanggar peraturan dan hukum. “Sidang keputusan sengketa hasil Pemilu 2019 yang kini masih ditangani MK di Jakarta diharapkan bisa diterima pihak dengan besar hati dan mengutamakan persatuan,” ungkapnya. Masyarakat jangan mudah terprovokasi. “Sehingga apa yang diputuskan MK nantinya, semua pihak harus menerima dan legawa dalam putusan MK tersebut,” pintah Fauzan. Fauzan lantas mendorong kepada seluruh elemen bangsa untuk turut menyemai nilai-nilai persatuan dan kesatuan di atas segala bentuk perbedaan untuk menjaga keutuhan NKRI. Perguruan tinggi, tandasnya, juga memiliki peran strategis merajut kebhinekaan Indonesia yang dinilainya semakin mengkhawatirkan dan ditakutkan akan berujung disintegrasi. (Can)

Reaktualisasi Pancasila, Prodi PPKN UMM Selamatkan Karakter Generasi Muda

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia dan merupakan pedoman dan pandangan hidup bagi masyarakat. Namun pada saat ini masyarakat Indonesia khususnya generasi muda hanya sedikit yang paham dan mengerti hakikat dari Pancasila, sehingga perilaku dan moral mereka tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada di Pancasila. Situasi tersebut membuat Program Studi  (Prodi) PPKN (Civic Hukum)  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tergerak mengadakan Seminar Nasional Pancasila bertemakan ‘Reaktualisasi Pancasila sebagai Roh Penguatan Pendidikan Karakter’ yang digelar di Aula GKB 4 lantai 9 pada Sabtu (28/4). Seminar ini merupakan serangkaian kegiatan dari Festival Pancasila II yang diadakan Prodi PPKN UMM. Lewat seminar ini para pembicara yaitu Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Warsono, M.S, Wakil Ketua DPRD dan Budayawan  Jatim Dr. H.M. Soenarjo, M.Si  dan Dosen Prodi PPKN UMM dan Ketua PDM Kota Batu Drs. Nurbani Yusuf, M.Si mengajak generasi muda Indonesia untuk berperilaku sesuai dengan Pancasila karena Pancasila merupakan ideologi bangsa. Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Warsono juga merinci Pancasila sesungguhnya ada didalam diri para manusia, oleh karena itu negara-negara yang tidak punya Pancasila pun sebetulnya memiliki nilai-nilai tersebut. Sayangnya, bangsa Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara justru kehilangan hal ini. “Bangsa Indonesia masih belum bisa menerapkan nilai-nilai tersebut, maka dari itu kita harus bisa mengamalkan Pancasila yang merupakan ideologi bangsa kita sendiri,” ujar Warsono. Mengamini Warsono, Ketua Prodi PPKN UMM, Drs. M. Mansur Ibrahim, M.Hum. menyampaikan bahwa saat ini para generasi muda telah megalami degradasi moral. Untuknya, pembaruan nilai-nilai kehidupan masyarakat perlu dilakukan. “Kegiatan ini bagian dari kepedulian Prodi PPKN untuk mereaktualisasi yang mana sekarang banyak persoalan seperti anak-anak kecil degradasi moralnya sudah tidak bagus lagi,” pungkasnya. (gan/sil)

Sukses Digelar, Rektor Cup UMM jadi Kompetisi Elegan untuk Lahirkan Generasi Hebat

Sabtu (28/4), menjadi hari terakhir penyelenggaraan rangkaian kegiatan Rektor Cup 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setelah berlangsung (10/3-28/4) akhirnya hari ini Rektor Cup mencapai puncaknya. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Drs. H. Fauzan, M. Pd menutup secara resmi rangkaian kegiatan Rektor Cup 2018 di Helypad kampus III UMM. “Hari ini saya lihat, tahun ini masa saya pelaksanaan rektor cup cukup menggembirakan, tidak menyisahkan ketegangan, tidak menyisakan dendam, tidak menyisakan hal-hal yang negatif, tetapi semuanya dijalaankan dengan fair dan Alhamdulillah berakhir dengn husnul khotimah (berakhir dengan baik.red)”, ujar Drs. H. Fauzan, M. Pd selaku rektor umm sekaligus menutup kegiatan Rektor Cup 2018. Dimeriahkan oleh penampilan pemenang delegasi pada kompetisi Rektor Cup 2018 diantaranya Perform Solo Vokal Pop (Pa/Pi), Perform Vokal Dangdut dan tampilan-tampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) acara berhasil menarik animo mahasiswa dan sebagian besar civitas akademika. Dengan mengusung tema “Smart And Elegant Competition to be Great Generation” Ketua pelaksana Rektor Cup 2018, Dr. Nur Subeki, MT memaparkan bahwa Rektor Cup merupakan kesatuan program yang tidak dapat dipisahkan dari garis kebijakan UMM sebagai lembaga pendidikan. “Seluruh program kegiatan senantiasa diarahkan pada penggalian dan pengembangan potensi mahasiswa demi terciptanya insan yang utama,”tandasnya. Bekerjasama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mempertandingkan dan memperlombakan bidang olahraga, kesenian, penalaran dan keagamaan rangkaian kompetisi tertinggi di tingkat universitas ini diikuti oleh kontingan dari 10 fakultas dan didampingi oleh 34 UKM di UMM. Mengumpulkan medali emas terbanyak, pada Rektor Cup 2018 ini Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP0 ) kembali meraih juara umum, diikuti dengan Juara II dari Fakultas Teknik dan Juara III diraih Fakultas Psikologi.

Mahasiswa UMM Motivasi Korban Bullying Hingga ke AS

Publikasi data yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) pada akhir tahun 2017 menyatakan bahwa hampir satu juta orang pada setiap bulannya meregang nyawa karena gangguan jiwa. Gangguan jiwa yang dialami oleh orang-orang tersebut pada umumnya adalah berakar dari depresi dan rasa kecewa akibat bullying. Fenomena tersebut menggugah, Rizka Aliya Putri untuk mengampanyekan kesadaran masyarakat pada korban gangguan kesehatan mental yang berujung pada tindakan bullying. Rizka mengaku bahwa isu ini bukan hanya terjadi di Indonesia, namun di luar sana juga menjadi isu utama dalam penanganan kesehatan jiwa. “Isu ini, isu yang legit untuk diselesaikan soalnya ini kan berhubungan dengan kehidupan manusia yang bukan sekedar how to manage people orang sakit terus biar jadi nurut,” jelas mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini. Melalui Teman Bicara yang merupakan hasil praktikum pada salah satu mata kuliah di Ilmu Komunikasi, Rizka melanjutkan projek ini untuk bisa menjangkau lebih luas individu dengan gangguan kesehatan jiwa ini. “Aku udah minta restu ke temen-temen pas ngerjakan praktikum ini buat terus jalan dan pengen ngerangkul banyak orang untuk sharing lagi,” tegasnya. Menjadi salah satu dari 37 delegasi seluruh dunia pada ajang Global Engagement Summit (GES) 2018 di Chicago, Amerika Serikat menjadikan Rizka satu-satunya perwakilan Indonesia yang hadir dalam ajang bergengsi tersebut. GES merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh anggota organisasi GES dari North Western University, Evanston, Amerika Serikat. Rizka yang juga pernah menjadi korban bullying ini menjelaskan lebih jauh tentang pengalamannya saat ia menjadi korban dan bagaimana dia menyelesaikannya. “Aku tuh korban bullying pas SMP dan bullying yang aku rasain itu lewat ucapan yang orally dan itu kan lebih membekas yah,” jelas gadis asal Malang ini. Ia juga mengaku Teman Bicara merupakan projek sosial yang memfasilitasi individu dengan gangguan kesehatan jiwa untuk dapat berbagi dan mendapatkan motivasi. Kehadirannya pada ajang GES ini semakin membulatkan tekatnya untuk membentuk social support campaign. Selain itu, projek ini juga mendapatkan sambutan hangat dari tim sukses Barack Obama yang saat itu menjadi mentornya pada salah satu sesi di GES. “Mereka itu appreciate banget sama kerja keras temen-temenku lewat Teman Bicara ini, bahkan ada yang bilang kalau aku adalah orang yang unik karena mau ngurusin ginian,” papar Rizka. Lebih lanjut, Rizka juga menjelaskan bahwa di Indonesia sendiri banyak individu yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sosialnya untuk menyelesaikan permasalahan yang menganggu kesehatan jiwa individu tersebut. Namun, ia mengaku bahwa di Indonesia stigma bahwa mereka yang pergi ke psikolog adalah orang yang gila dan harus ditempatkan di suatu kelompok berbeda. “Karena mereka gak dapat tempat di lingkungan sosialnya, orang-orang itu milih memendam dan terus menjadi introvert tanpa tahu sebenarnya ada masalah apa pada dirinya,”tambahnya. Gadis berhijab ini berpesan kepada siapapun untuk tidak melakukan tindankan perudungan dan intimidasi pada orang-orang yang diduga memiliki gangguan kesehatan jiwa. Baginya, gangguan jiwa yang terjadi pada diri individu seseorang mayoritas diciptakan oleh lingkungan yang tidak memberikan dukungan dan cenderung mengasingkan individu tersebut. “Jadi waktu jalan event ini waktu buat praktikum, aku nemuin ratusan manusia dengan berbagai masalah kesehatan jiwa yang kebanyakan karena lingkungan sosial yang gak aware dan support,” pungkasnya.

Gelar Semnas, Psikologi UMM Ajak Optimalkan Pendidikan ABK

Pendidikan menjadi hal krusial yang harus diperhatikan dalam fase hidup seseorang. Sebab, pendidikan adalah kunci peradaban untuk menjadikan tata bangsa menjadi lebih baik. Hal tersebut berlaku juga untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, maka hal itu berlaku bagi siapapun tanpa harus membeda-bedakan. Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dra. Poppy Dewi Puspitawati, M. menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menggalakkan program Gerakan Indonesia Pintar, Sekolah Vokasi dan Pendidikan Karakter. Untuk sekolah vokasi khususnya, perlu terus dikembangkan dengan maksimal untuk memberikan bekal keahlian khusus pada siswa termasuk siswa ABK. Selama ini, setelah menempuh sekolah luar biasa (SLB) mereka tidak tahu harus melangkah kemana. Padahal para siswa ini juga perlu memiliki keahlian khusus untuk berpartisipasi dalam membangun negeri. “Bagaimanapun, ABK tidak boleh ketinggalan menjadi bagian dalam pembangunan Indonesia,” tandas Poppy pada Seminar Nasional tentang Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Aula BAU, Sabtu (28/4). Senada dengan Poppy, Senior Staff Fakultas Psikologi UMM Dr. Tulus Winarsunu dalam materinya memaparkan, peran aktif orang tua dalam penyediaan layanan pendidikan yang fleksibel serta keterlibatan tenaga profesional merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengatasi masalah-masalah anak berkebutuhan khusus. “ABK seharusnya memperoleh pendidikan yang dapat membantu mengaktualisasikan potensi-potensi spesialnya sehingga berguna bagi bangsa dan negara,” tuturnya. Dihadiri oleh guru dan praktisi  terapis di bidang ABK yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seminar ini digelar utnuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei nanti. Mengusung tema “Optimalisasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus yang Humanis dan Aksesibel di Sekolah” seminar dimeriahkan dengan tari merak oleh siswa ABK dari SMK 2 Malang,  penampilan angklung oleh siswa-siswi SLB River Side Malang. Selain itu,  jaga dilakukan launching Laboratorium Psikologi Terapan Pengembangan Individu Berkebutuhan Khusus (LPT-PIBK) UMM yang digagas untuk memberikan layanan profesional untuk membantu mengembangkan potensi individu berkebutuhan khusus. Ketua Pelaksana Acara, Putri Saraswati  menuturkan atraksi yang disajikan menjadi bukti bahwa ABK juga dapat berkarya. Meski dalam keterbatasan, mereka mempunyai banyak potensi yangd apat terus dikembangkan. “Harapannya kita mampu memfasilitasi dan menggali potensi-potensi tersebut,” tutup dosen  Fakultas Psikologi UMM tersebut. (Humas UMM)

UMM Lestarikan Budaya Berpuisi Lewat Musikalisasi Puisi

Kembali dihelat untuk ketiga kalinya, apresiasi karya sastra puisi oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperingati hari puisi nasional yang jatuh pada tanggal 28 April, hari ini dikemas apik dalam balutan penampilan musikalisasi puisi. Sebagai salah satu upaya memasyarakatkan puisi, kegiatan ini ditujukkan secara khusus bagi siswa SMA untuk melestarikan puisi sebagai produk budaya. Sebagai rangkaian acara yang bertajuk Malam Seribu Puisi ini, juga dilaksanakan lomba menulis dan musikalisasi puisi antar SMA/ SMK Sederajat yang diikuti oleh hampir seluruh sekolah di Malang Raya. Pada pembukaan, Rektor UMM Fauzan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dilaksanakannya kegiatan ini. Ia juga berpesan kepada seluruh civitas akademika UMM,  untuk terus berkarya dalam bidang apapun. Hal tersebut merupakan bentuk penyaluran kreatifitas mahasiswa. “Kreatifitas yang anda ukir tidak akan berhenti pada malam ini,” jelas pria yang juga dosen Pendidikan Bahasa Indonesia UMM tersebut. Selain itu, secara khusus UMM mengundang AriReda yang merupakan duo vocal yang terdiri dari Ari Malibu dan Reda Gaudiamo yang terkenal dengan album-album karya musikalisasi puisinya. Musikalisasi puisi dipilih sebagai sarana mengedukasi masyarakat melalui perpaduan musik dan puisi yang juga sekaligus bentuk baru dalam menikmati puisi. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  (PBSI) UMM Sugiarti mengaku bahwa agenda ini dilaksakan sebagai jalan bagi akademisi membawa misi melestarikan budaya. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya kita (PBSI) untuk melestarikan budaya berpuisi,” jelasnya. Pada helatan ini AriReda mempersembahkan  sepuluh lagu, salah satu diantaranya adalah musikalisasi puisi Pada Suatu Hari Nanti yang merupakan puisi karangan sastrawan Sapardi Djoko Damono. Bagi Reda, musikalisasi puisi adalah cara mereka untuk melestarikan sastra di tengah kehidupan modern. Ia bersama pasangan duetnya Ari juga berharap anak-anak muda Indonesia terus mencintai sastra dengan cara yang paling sedehana yakni membacanya. “Aku sama Ari paling seneng kalau bisa lihat anak muda itu mau baca sastra, apalagi kalau bisa menciptakannya,” jelas wanita berkacamata ini. Acara yang dimulai sejak pukul 19.00 ini, membius para hadirin dengan kumpulan-kumpulan puisi yang telah dimusikalisasi oleh AriReda. Bahkan salah satu pengunjung berasal dari Surabaya Yanti Dewi Permata mengaku sengaja kembali ke kampus putihnya untuk menyaksikan dan sekaligus menyapaikan rasa bangganya kepada UMM karena menghelat agenda apresiasi sastra secara konsisten. “Saya alumni sini, tahu ada AriReda saya langsung deh beli tiket ke Malang. UMM emang selalu bikin bangga,” jelas alumni mahasiswa PBSI ini.

Mobil Pintar UMM Hibur Pengunjung Pameran Semarak Hadiknas Kota Malang

Kehadiran Mobil Pintar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ternyata tidak hanya digandrungi di sekolah saja, tapi di arena pameran yang berada di halaman kampus PPPTK BOE/VEDC Kota Malang. Kali ini Selasa (24/4) Mobil yang juga popular dengan sebutan Mobil KaCa (Kamis Membaca) tersebut menyapa pengunjung pameran Semarak Hardiknas yang Senin kemarin di buka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.  VEDC sebagai penyelenggara pameran bekerjasama dengan tujuh UPT Kemdikbud, Dinas Kota Malang dan Dindik Propinsi Jawa Timur diikuti puluhan peserta dari perkumpulan UPT dibawah Kemdikbud, Lembaga Pembinaan Bahasa, Program Darmasiswa Malang, Dinas Pemerintahan Kota Malang serta beberapa politeknik. Sebagai mana fungsinya, Mobil Kaca UMM menyapa pengunjung dengan menyediakan buku-buku terbaiknya yang menarik untuk dibaca. Lebih dari itu, mobil pintar kali ini menghadirkan hiburan musik akustik yang dibawakan oleh Jasmine  mahasiswa asing asal Vietnam dari lembaga Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing / BIPA UMM. Dengan iringan gitar dari Danang, staf BIPA UMM, Jasmine dengan santai menyapa para pengunjung dengan berbahasa Indonesia yang fasih dan sesekali di selingi dengan Bahasa Vietnam. Sontak, suara lembut nan melengkingnya membuat pengunjung yang sedang asyik membaca dan berjalan diarena pameran terkesima menyaksikan alunan lagu kebangsaan yang dinyanyikannya. Ternyata, lagu-lagu yang dinyanyikan Le Thi Nhu Lai, nama asli Jasmin, adalah lagu kebangsaan yang kita sebagai warga Indonesia hampr melupakannya seperti Tanah Air, Indonesia Jaya dan lainnya. “Wahh… orang Vietnam kok mirip orang sini ya. Fasih dan logatnya sudah mirip orang Jawa dan merdu sekali suaranya,” ujar Rika, seorang siswi SMP Negeri di Kota Malang.. Santi, siswa SMP Negeri 16 Kota Malang mengungkapkan kesenangannya membaca buku ensiklopedi Sains yang dibawa mobil pintar UMM. “Buku ini sangat jarang dijual umum di toko buku biasa. Saya bersyukur, bisa menemukannya disini meski tidak boleh dibawa pulang. Makanya saya sempatkan untuk mendalami isinya di sini. Terima kasih Mobil Pintar UMM yang telah menyediakan buku-buku yang menarik dan bermutu”, ujar dara manis ini dengan senyum khasnya. Mobil Kaca yang mempunyai konsep Kancane ternyata tidak hanya terpaku dengan makna kepanjangannya saja. Tetapi inovasi lain yang bisa menghibur, membangkitkan dan menggairahkan literasi dikalangan masyarakat bisa saja dilakukan. Seperti halnya hiburan musik akustik dengan dibawakan oleh vokalis dari luar negeri juga sebagai inovasi kreatif dalam rangka memajukan dan mencerdaskan bangsa. Seperti Indonesia Pusaka, Bendera, Tanah Air merupakan lagu negara yang semestinya kita lebih kuat menghayatinya karna dalam liriknya selelau memberikan semangat kebangsaan dan kecintaan sebagai bagian dari warga Indonesia. “Semoga kehadiran mobil pintar UMM ini bisa menyadarkan kita akan pentingnya literasi dalam rangka ikut mencerdaskan generasi bangsa”, ungkap Ridlo Setyono, Koordinator Operasional Mobil Pintar UMM. Kedepan, harapannya Mobil Pintar ini akan lebih mewarnai dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat umum yang kedepannya manjadikan budaya sadar literasi yang merupakan salah satu kunci kemajuan bangsa.

UMM dan Lublin University of Technology Kupas Seputar PR Pendidikan

Lubuk akal tepian ilmu, belajar suatu kebaikan tidak harus selalu dari pakarnya. Betukar pikiran dengan mereka yang telah banyak pengalaman juga dapat menajadi salah satu alternatif menambah wawasan. Hal ini juga yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui Program Erasmus + UMM mengirimkan mahasiswa, dosen dan stafnya untuk merasakan pengalaman belajar, mengajar dan bekerja dengan atmosfir internasional. Yang istimewa, tidak hanya bagi mereka yang mendapat beasiswa, bagi para mahasiswa, dosen dan staf yang belum berkesempatan untuk pergi ke Benua Eropa, datangnya mahasiswa, staf dan dosen dari berbagai kampus di Eropa melalui program Erasmus + juga memberikan wawasan internasional yang istimewa. Seperti Jakub Krzysiak salah satunya. Pria yang merupakan staf Office of International Education dari Lublin University of Technology tersebut berkesempatan untuk bertukar ilmu, wawasan, serta pengalaman dan belajar langsung dengan jajaran tim Humas dan Protokoler UMM. Berada disini selama sepekan, Jakub tidak hanya belajar, ia juga berbagi tips bagaimana Humas di kampusnya merancang program dalam menyeleksi mahasiswa baru. Berdasarkan penuturannya, penting adanya bagi sebuah universitas menyeleksi calon peserta didiknya. Jika beberapa kampus swasta di Indonesia menerapkan sistem tes dalam penerimaan mahasiswa baru, hal tersebut tidak terjadi di Lublin University of Technologi. Untuk mempertahankan kualitas mahasiswa sesuai dengan standart yang diinginkan, pada setiap tahunnya kampus yang terletak di Polandia ini melakukan  kunjungan ke sekolah-sekolah favorit. Mereka lalu membuat sistem penjaringan, untuk menemukan bibit-bibit unggul masuk ke kampusnya. Bukan hanya itu, pada setiap tahunnya juga digelar open house dan pameran hasil karya mahasiswa untuk menarik minat calon mahasiswa baru. Cara ini menurut Jakub menjadi jalan yang efektif untuk mempertahankan kualitas hasil lulusannya. “Ada robot dan pertunjukkan dari UKM-UKM andalan di kampus saat open house digelar,”tandas Jakub. Selain berbagi pengalaman, Jakub juga belajar banyak tentang konsep public relation perguruan tinggi, khususnya bagaimana cara UMM melakukan branding agar mampu memikat banyak pendaftar. Sekertaris Humas dan Protokoler  UMM, Muhammad Isnaini meyampaikan, bahwa dalam melakukan branding, pemilihan awal mulai sasaran hingga media dan konsep yang digunakan harus dipertimbangkan dengan matang. “Media yang digunakan harus disesuaikan dengan target sasaran kita. Hal ini penting, jangan sampai kita salah menggunakan instrumen sesuai dengan objek yang dimaksud,”tegasnya. Di akhir dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini menekankan pentingnya untuk terus mengawal dan mempertahankan kualitas keseluruhan universitas, termasuk tenaga pengajar, mahasiswa dan sistem pebinaannya agar out put yang dihasilkan bisa maksimal. “Semua elemen pendukung, kualitasnya harus terus dijaga dan ditingkatkan,”pungkasnya. Sementara itu, menambahkan rekannya, salah satu staf Humas Ridlo Setyono yang juga pernah mendapatkan kesempatan mengikuti pertukaran staf ke Lublin University of Technology menyampiakan bahwa ada kesamaan antara UMM dan Lublin University of Technology. Keduanya sama-sama bagus dalam kerjsama luar negeri. “Banyak kampus dari berbagai negara yang bekerjasama dengan Lublin University of Technology. Ini sama seperti UMM, ”pungkasnya. (Humas UMM)