Ibu Manifestasi Generasi yang Kuat dan Hebat
Perempuan adalah faktor utama yang akan memberikan dampak terbesar bagi suatu masyarakat. Bagaimana tidak, peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari sentuhan tangan wanita dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, wanita sangat berpengaruh dalam suatu generasi. Menyadari betul akan hal tersebut Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LP3A) UMM selalu berinovasi dan mencoba berperan aktif dalam melakukan pendampingan khususnya terhadap perempuan melalui kegiatan-kegiatannya. Seperti hari ini, LP3A UMM menggelar Jalan Sehat dalam rangka memperingati hari kartini tanggal 21 April. Mengusung tagline “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan” acara diikuti oleh 178 peserta mulai dari mahasiswa, karyawan dan juga Dosen UMM. Berlangsung mulaipukul 06.00 WIB, jalan sehat mengambil rute berkeliling area sekitar kampus UMM dengan titik start di depan Laboratorium Biologi UMM. Kepala LP3A UMM Dra. Thathit Manon Andini, M. Hum mengatakan tujuan diselerenggarakannya acara ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat khususnya perempuan tentang pentingnya hidup sehat. “Kita ini sebagai manifestasi, kita harus komitmen menjadi generasi sehat karena dari perempuan yang sehat akan terlahir generasi-generasi yang kuat dan hebat,” tandasnya. Meski untuk merayakan Hari Kartini, acara ini tidak hanya diikuti oleh kaum hawa saja. Bapak-bapak juga turut berpartisipasi dalam jalan sehat kali ini. “Karena pada intinya suami istri harus bekerjasama untuk menciptakan keluarga yang sehat,” ujar Thathit menambahkan. Usai Jalan sehat juga diadakan acara pembagian doorprise undian dari kupon peserta. Kholita Puspitasari, salah satu peserta mengaku mengikuti acara ini karena ingin ikut memeriahkan hari Kartini. Menurutnya, sebagai generasi Kartini masa kini, remaja harus memiliki semangat yang kuat untuk hidup sehat. “Ini agar bisa melakukan hal-hal yang produktif untuk sekitar kita,” ujar mahasiswi FAI UMM tersebut. Berbeda dengan Kholita, Rahmita Laili Mahasiswa Psikologi UMM mengatakan bahwa sebagai anggota sahabat LP3A ia ingin turut memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa, ayah dan Ibu yang sehat akan melahirkan generasi sehat. “Orang tua yang sehat, akan melahirkan anak-anak yang kuat,”pungkasnya.
UMM Beri Reward Peneliti dan Pengabdi Terbaik
Sebagai salah satu perguruan tinggi yang unggul, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memantau kinerja tenaga pendidik sekaligus penelitiannya. Berkaitan dengan hal tersebut, UMM di bawah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menggelar acara Sosialisasi Penganugerahan Peneliti Pengabdi Terbaik dan Penandatanganan Berkas Kontrak Peneliti dan Pengabdian Tahun Akademik 2018. Acara ini digelar di Ruang Sidang Senat, Selasa (24/4). Sesuai dengan tajuk acara, kali ini DPPM UMM memberikan sosial penghargaan kepada dosen-dosen yang paling banyak melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan penghargaan tersebut, DPPM UMM berharap agar dapat menghasilkan peneliti dan pengabdi terbaik sesuai dengan kinerja penelitian dan pengabdian. “Jadi untuk evaluasi kinerja peneliti dan pengabdian, salah satu indikatornya adalah bagaimana bisa menghasilkan peneliti dan pengabdi terbaik sesuai dengan kinerja penelitian dan pengabdian, “ sahut Direktur DPPM UMM, Prof. Dr. Sujono, M.Kes. Berikut adalah dosen yang masuk ke dalam finalis 5 besar sebagai dosen dengan poin tertinggi dalam penelitian, mereka adalah Dr. Drs. Ainur Rofieq. M.Kes (1230 poin), Dra. Arfida Boedirochminarti, M.Si (1590 poin), Dr. Fifik Wiryani, S.H., M.Hum (1770 poin), Machmud Effendy, S.T, M.Eng (1780 poin), dan Prof. Dr. Rahayu Hartini, S.H., M.Si., M.Hum (1845 poin). Sedangkan untuk kategori pengabdi terbaik adalah Dr. Ir. Damat, M.P, Prof. Dr. Lili Zalizar, MS, Dr. Moch. Agus Krisno B, M.Kes, Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, MS, dan Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si. Acara yang diselenggarakan tiga tahun sekali ini oleh DPPM, dinilai sangat berpengaruh terhadap semangatnya dosen-dosen untuk terus melakukan penelitian dan menjadi pengabdi terbaik untuk masyarakat luas. Sebabnya, dengan penghargaan tersebut, dosen-dosen tersebut merasa diapresiasi dan dihargai sehingga dapat memunculkan rasa bangga tersendiri. (war/ sil)
Tanamkan Nilai Melalui Kisah, Mahasiswi UMM Aktif Mendongeng Keliling Panti dan Sekolah

Kebiasaan mendongeng sudah menjadi hal yang hampir punah di tengah masyarakat modern saat ini. Hal ini sangat disayangkan, mengingat “bercerita” merupakan salah satu metode terbaik untuk menanamkan nilai-nilai, khususnya pada anak-anak. Berangkat dari fenomena ini, Indah Rahayuning Tyas mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memilih menghabiskan waktu senggangnya untuk aktif mendongeng. “Target saya adalah memengaruhi anak agar memahami hal baik dan buruk melalui tokoh yang diceritakan. Ini nantinya akan memberikan dampak pada kehidupan seorang anak,”ujar mahasiswi semester delapan tersebut. Tyas, demikian panggilan akrabnya mengaku suka dongeng lantaran sewaktu kecil kerap dibacakan cerita oleh sang ayah. Bersama Lulu boneka yang menjadi partnernya dalam mendongeng, Tyas rajin mengunjungi banyak panti asuhan dan sekolah-sekolah. Tidak hanya itu, gadis asli Purwokerto Jawa Tengah ini juga tergabung dalam komunitas pendongeng, yakni Gerakan Dongeng Indonesia (Gendong Indonesia) yang kerap bekerjasaman dengan Save Street Children Malang, FIM Malang Candi Kidal dan Perak (komunitas Perindu Ramadhan Keluarga) untuk mengisi berbagai acara. “Minimal tiga sampai empat kali dalam satu bulan saya mendongeng. Ini juga penting untuk melatih skill seperti memegang boneka, juga agar suara boneka bisa konsisten,”tambahnya. Di akhir Tyas berharap melalui mendongeng, kelak dirinya bisa mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. “Saya ingin menjadi guru yang kreatif, karena selama masa sekolah, saya merasa pelajaran Bahasa Indonesia itu cenderung membosankan sebab gurunya kurang menarik. Umumnya anak-anak suka mendengarkan cerita, maka saya rasa metode dongeng ini sangat pas diterapkan,”pungkasnya. (Usy/ Sil)
Kunjungi UMM, Dubes India Buka Gelaran Senam Yoga Massal dan Resmikan India Corner

Euforia Bollywood yang sempat melanda Indonesia beberapa tahun yang lalu kembali bangkit. Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan kebudayaan India yang masih mendapat tempat di hati masyarat Indonesia, salah satunya melalui tayangan drama India. Hal ini terbukti dengan perolehan rating yang cukup tinggi untuk drama India yang ditayangkan di beberapa stasiun TV swasta nasional. Tidak hanya terkenal dengan artis, dendang musik, nyanyian, dan tarian India juga dikenal dengan seni olah kebugaran tubuh, yaitu Yoga. Bertempat di Hellipad Universitas Muhammdiyah Malang (UMM), Minggu (22/04) sebanyak 400 peserta hadir meramaikan kegiatan Senam Yoga. Peserta yang hadir tidak hanya dari civitas akademika UMM namun juga Komunitas Senam Yoga Malang dan masyarakat umum. Rektor UMM Fauzan menyampaikan bahwa acara ini merupakan pembukan dari rangkaian Festival Budaya India di Malang. “Senam ini merupakan pembuka acara Festival Budaya India yang diadakan sebagai peringatan hari jadi Kota Malang,” jelas pria yang juga hobi olahraga tenis ini. Hadir dalam kesempatan ini, Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat yang mengaku sangat senang melihat antusisme peserta senam Yoga di UMM hari ini. Menurutnya, Yoga adalah olahraga yang tepat untuk mahasiswa yang terbiasa melakukan banyak aktivitas. “Yoga sebagai seni melatih kebugaran tubuh sangat bagus untuk menguatkan badan dan pikiran bagu mereka yang punya banyak aktivitas,” tegasnya. Selain dihadiri oleh Duta Besar India, ada pula Jeevitha, Krishna Kumar, dan Guna Shekhar. Ketiganya merupakan instruktur senam Yoga yang dihadirkan langsung dari India. Sebagai main instruktur, Jeevithaa menyatakan bahwa Yoga penting karena dapat meningkatkan kesehatan fungsi organ tubuh, meningkatkan fokus pikiran dan relaksasi kinerja otak. “Ada beberapa gerakan pada di senam ini yang fungsinya untuk membuat pikiran relaks,” tuturnya. Senam Yoga massal ini juga diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMM sebagai salah satu bahan ajar pada mata kuliah Pendidikan Kesehatan dan Jasmani. Dosen Penjaskes PGSD UMM Bustanol Arifin berharap, gelaran Yoga kali ini dapat menjadi bekal nyata bagi mahasiswa PGSD UMM saat terjun mengajar nanti. “Saya berharap yoga ini dapat mereka jadikan bekal untuk mengajar di sekolah,”tambahnya. Hadir juga mahasiswa asing yang sedang menepuh pendidikan di UMM, Nikhil Kumar salah satunya. Mahasiswa program beasiswa Darmasiswa ini mengaku senang melihat antusiasme masyarakat Malang terhadap India sangat tinggi. “Di India, saya sering melakukan yoga. Saya senang karena UMM mengadakan acara ini dan mempertemukan saya dengan orang-orang Malang yang sangat mengapresiasi kebudayaan India,” tegas mahasiswa asal New Delhi, India tersebut. Selain agenda senam yoga massal, hari ini juga merupakan dilaksanakan peresmian India Corner di UMM. India Corner UMM akan bertempat di Perpustakaan Pusat UMM lantai 3. Fauzan berharap, India Corner dapat menjadi tempat untuk mencari dan menemukan informasi tentang pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan India. “Kami berharap India corner menjadi media pencerah bagi mahasiswa yang ingin tahu kebih banyak tentang India,”tandasnya. Keberadaan India Corner UMM menambah jumlah tempat fasilitas belajar budaya dan pengetahuan umum tentang negara lain yang telah ada di UMM seperti American Corner, Aussie Banget Corner, Thai Corner, dan China Corner. Rangkain acara ini akan ditutup dengan acara nonton bareng film “English Vinglish”, yang diperankan oleh aktris senior India, mendiang Sridevi. (lus/ nis/ sil)
Pengukuhan Guru Besar UMM: Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S. Raih Guru Besar Bidang Kesehatan Ternak

Bertepatan dengan hari Kartini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan salah satu dosen Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Program Studi (Prodi) Peternakan, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar,M.S. sebagai Guru Besar Bidang Kesehatan Ternak di Theater Dome UMM, Sabtu (21/4). Rektor UMM, Fauzan berharap capaian yang diperoleh Prof. Dr. drh. Lili Zalizar,M.S. akan memiliki daya panggil bagi dosen-dosen lain yang saat ini sedang berjuang untuk memperoleh gelar yang sama. “Secara fungsional, kami juga berharap Prof Lili akan dapat memberikan kontribusi akademik yang lebih besar dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan UMM,” kata Fauzan. Tercatat sebagai guru besar yang ke-16 di UMM, Lili begitu sapaannya menghaturkan rasa syukurnya atas gelar yang diperoleh. Perjuangannya meraih gelar ini diakuinya, membutuhkan waktu yang cukup lama. “Terima kasih kepada Allah dan pemerintah Indonesia telah memberikan kepercayaan kepada saya menjadi Guru Besar. Walaupun pengajuan berkas Guru Besar saya memerlukan waktu yang lama yaitu sejak April 2012, namun akhirnya SK pengangkatan tersebut diterbitkan juga tertanggal 1 Februari 2017. Alhamdulillah,” ujarnya bangga. Dihadapan para hadirin termasuk suami dan anak-anaknya, Lili menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Peranan Kesehatan Ternak dalam Peningkatan Produktivitas Ternak, Perekonomian, dan Kesehatan Masyarakat. Lili menjelaskan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan ternak, yakni lingkungan, ternak dan agen penyakit (patogen). “Lingkungan, ternak, dan agen penyakit (patogen) membentuk segitiga yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi,” tukas Lili. Selain itu, Lili juga mengupas tentang kesalahan manajemen pada peternak ayam petelur. Lili menemukan fakta bahwa, pemberian obat cacing secara terus menerus tanpa pemeriksaan terlebih dahulu selain tidak ekonomis, juga dapat meningkatkan peluang resistensi cacing terhadap obat yang diberikan. Di akhir Lili juga berpesan bahwa menjaga dan mencegah ternak agar tidak terserang penyakit jauh lebih bijaksana dan murah dibandingkan dengan mengobati. “Kasihanilah siapa yang ada di Bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit. (HR. Bukhari dan Muslim),”tutupnya. (Humas UMM)
Sinergi Kuat UMM dan APINDO, Siap Lahirkan Wirausahawan Muda

Kini menjadi mahasiswa tidak cukup dengan menerima teori di dalam kelas saja. Lebih dari itu mahasiswa membutuhkan praktik nyata untuk siap menghadapi persaingan reformasi industri. Saat ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah bersiap mencetuskan mata kuliah Kewirausahaan yang wajib diampu oleh seluruh mahasiswa. Mata kuliah yang dirancang langsung di bawah arahan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Sidik Sunaryo ini, merupakan salah satu agenda dari program akselerasi UMM PASTI yang ditujukan untuk mempersiapkan mahasiswa setelah lulus. UMM PASTI merupakan program yang diluncurkan oleh Rektor UMM Fauzan yakni Pasti Lulus Empat Tahun, Pasti Bekerja, dan Pasti Mandiri. Sebagai rangkaian agenda pembekalan, sebanyak 170 calon dosen Kewirausahaan dari seluruh program studi di UMM mengikuti agenda Studi Lapang ke empat perusahaan besar di Kawasan Industri Gresik (KIG). Sidik Sunaryo menuturkan bahwa kunjungan ini merupakan upaya UMM untuk memberikan wawasan kepada calon dosen Kewirausahaan untuk benar-benar mempersiapkan mahasiswa UMM menjadi wirausahawan yang tangguh. “Dosen juga harus mendalami ilmu di lapangan sebelum turun untuk mempersiapkan sumberdaya yang sesuai dengan reformasi industri,” tegasnya. Pada Studi Lapangan ini, UMM membidik perusahaan-perusahaan di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Gresik diantaranya PT Smelting, PT Indospring, PT Mortar Utama, dan PT Kelola Mina Laut. Ketua APINDO Gresik Tri Andhy Suprihartono menyatakan bahwa APINDO Gresik siap menyediakan fasilitas observasi lapangan bagi mahasiswa UMM yang mengampu mata kuliah Kewirausahaan. “APINDO akan siap memfasilitasi observasi lapang bagi UMM untuk menumbuhkan jiwa wirausaha untuk mahasiswa atau dosen,” tegas Andhy. Ary Bakhtiar salah satu dosen yang menjadi peserta Studi Lapang ini mengaku mendapatkan banyak ilmu baru sebagai bekal untuk pembelajaran Kewirausahaan nantinya. “Agenda ini sangat bermanfaat bagi kami para dosen sebagai bekal mengajar Kewirausahaan,” jelas dosen Agribisnis UMM ini. Ia menambahkan, dilaksanakannya agenda ini juga memungkinkan para calon dosen Kewirusahaan untuk berinovasi dan memutus rantai pemikiran bahwa usaha yang dijalankan oleh mahasiswa atau dosen harus linier dengan latar pendidikan yang digeluti. “Hal yang paling penting dalam agenda ini adalah memutus rantai pemikiran bahwa setiap usaha yang dibangun harus sesuai background pendidikan,” tegas dosen yang juga pengusaha berbagai produk kerajinan kulit ini. Tidak berhenti sampai disini, kedepannya UMM juga akan segera menyusun program kemitraan bersama APINDO untuk dapat mempermudah proses belajar lapang bagi dosen dan mahasiswa. (nis/sil).
Mobil KaCa UMM Ajak Anak Kekinian Kenal Permainan Tradisional

Tidak henti memberikan angin segar bagi rutinitas dunia pendidikan, kali ini mobil pintar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bernama Mobil KaCa (Kamis Membaca) mengunjungi Gracia Nusantara School Malang. Hadir lengkap dengan membawa konsep pembelajaran luar kelas, Mobil KaCa UMM mendapat sambutan hangat saat memperkenalkan permainan tradisional ke siswa Gracia Nusantara School. Kepala Sekolah SMP Gracia Nusantara School Reza Kurnia Sakti S.Si, M.Pd. menyampaikan apresiasinya melihat para siswa belajar banyak hal di permainan tradisional rangku alu yang dibawa oleh Mobil KaCa UMM. Rangku alu merupakan permainan yang berasal dari masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Permainan ini awalnya dilakukan masyarakat setempat untuk merayakan hasil panen perkebunan dan pertanian. Dibawa UMM sebagai salah satu program Mobil KaCa yakni “Ayo Dolanan”, permainan yang menggunakan empat bilah bambu sepanjang dua meter dengan delapan peserta ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap permainan tradisional. “Mereka semua senang, kami juga, karena permainan tradisional tadi itu kan penuh dengan kerjasama, kesabaran dan seru,”ujar Reza. Selain mengajarkan banyak nilai positif melalui permainan tradisional, Reza juga menyampaikan apresiasinya atas beberapa pengalaman lain yang dibawa mobil KaCa UMM. Menurutnya, ada pengalaman berbeda yang didapat siswa dengan hadirnya Mobil KaCa di Gracia Nusantara School. “Siswa-siswa senang sekali karena mereka mungkin jenuh dengan indoor learning jadi mereka suka sama outdoorlearning seperti ini,”tambahnya. Salah satu siswa kelas VIII Eka mengaku senang belajar permainan rangku alu. Meski sebelumnya sama sekali tidak mengenal permainan satu ini, Eka bisa mengambil banyak hal positif dari permainan yang menimbulkan irama merdu tersebut. “Saya belajar kosentrasi, kebersamaan, serta kecekatan dalam permainan ini,”pungkasnya. Sebagai salah satu bentuk pengaplikasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, UMM menghadirkan Mobil KaCa. Tidak hanya membawa buku-buku pilihan, mobil pintar ini juga dilengkapi dengan program K-A-N-C-A-N-E yaitu Kepo (Ketahui Potensimu), Ayo Dolanan, Nandur, Coto (Konco Cerito) Babad, Aku Jurnalis, Nonton, dan EYL sebagai upaya untuk memberdayakan pelajar. Kepo (Ketahui Potensimu) merupakan program yang digagas dengan Bimbingan Konseling (BK) UMM untuk memfasilitasi konseling gratis serta mini tes psikologi bagi siswa, khususnya remaja. Sedangkan Ayo Dolanan merupakan pengenalan berbagai macam permainan tradisional sebagai upaya melestarikan kebudayaan Indonesia. Ada pula Nandur yang mengajarkan tentang tanam menanam serta Coto (Konco Cerito) Babad untuk mendidik dan menginspirasi melalui dongeng maupun hikayat. Lalu Aku Jurnalis untuk mengedukasi cara menulis dan program English for Young Learner (EYL) untuk belajar Bahasa Inggris. (Humas UMM)
Prihatin Kondisi Bumi, Mahasiswa HI UMM Gelar Kampanye Cinta Lingkungan

Bumi dari waktu ke waktu telah mengalami perubahan lingkungan yang sangat parah dan memprihatinkan. Tidak lain itu semua karena ulah manusia yang semena-mena dan tidak merawat lingkungan dengan baik. Melihat fenomena tersebut Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kampanye tentang pentingnya menjaga bumi yang bertepatan dengan Hari Bumi Internasional yang diperingati setiap tanggal 22 April. Berlangsung di Lantai 3,5 UMM, Rabu (18/4) kampanye ini merupakan tugas mata kuliah Politik Lingkungan yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut yaitu Dr. Saiman, M.Si. Saiman yang turut hadir langsung dalam kampanye ini juga ditemani oleh Kepala Laboratorium HI yaitu Ruli Inayah Ramadhoan, M.Si. Keduanya menurutkan bahwa tugas mata kuliah ini mengajarkan kepada mahasiswa untuk lebih peduli akan isu-isu global seperti isu lingkungan misalnya pemanasan global, perubahan iklim hingga penebangan hutan liar. Kampanye ini juga bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan untuk menyelamatkan Bumi. “Memberikan informasi kepada kalangan mahasiswa maupun kepada publik, kaitannya tentang isu-isu lingkungan untuk memperingati Hari Bumi sekaligus mengajak publik untuk lebih sadar akan pentingnya merawat Bumi,” jelas Saiman. Ada dua kelas yang mengikuti kampanye ini, dengan dua konsep yang berbeda. Kelas pertama mengambil tema Refleksi Bumi yang mana tema tersebut muncul dari kekhawatiran atas kondisi bumi yang semakin lama semakin buruk. Mereka membuat berbagai macam poster yang berisi ajakan agar manusia semakin peduli untuk menjaga lingkungan. Kelas Kedua mengambil tema udara, air dan tanah. Lewat poster-poster yang berisi foto keadaan bumi yang rusak akibat perbuatan manusia, mereka mengajak publik untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari sungai dan laut. Mereka juga menyediakan trash bag agar mahasiswa dan orang yang lewat sadar dan mau membuang sampah pada tempat yang telah mereka sediakan. Uniknya, tidak hanya melalui kampanye langsung, nantinya aksi ini akan berlanjut di media sosial melalui foto-foto dab poster yang diunggah. Harapannya agar pesan yang disampaikan, melalui kampanye ini bisa tersampaikan lebih luas. Kharisma Bima Sakti yang merupakan salah satu mahasiswa Hubungan Internasional penggagas kampanye ini berharap bisa mengedukasi sekaligus menyadarkan publik akan pentingnya menjaga bumi melalui kampanye yang mereka lakukan. “Selain itu, harapan kedua ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwasannya kita ini sudah diberi tempat oleh Sang Pencipta, masak kita tidak ada tanggung jawab sama sekali untuk merawat tempat yang dikasih gratis sama Tuhan”, jelas Kharisma. (gan/sil)
Visitasi AUN-QA, Tiga Prodi UMM Siap Raih Sertifikasi Tingkat ASEAN

Mewujudkan visi untuk menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berdasarkan nilai Islam pada Tahun 2030, UMM terus memantapkan geraknya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjalin kerjasama dalam meraih berbagai rekognisi internasional. Berlangsung di Ruang Sidang Senat UMM, Rabu (18/4) UMM menerima kunjungan visitasi dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendapatkan pengakuan lembaga yang telah eksis di Asia Tenggara tersebut untuk memiliki keselarasan, terutama dalam bidang jasa pendidikan dan jaminan mutu. Hadir dalam visitasi ini Ms. Cynthia T. Totanes (Philiphina), Prof. Dr. Amalina M. Afifi (Malaysia), Prof. Dr. Irfan Naufal Umar (Malaysia), Dr. Wyona C. Patalinghug (Philiphina), Prof. Chavalit Wongse-ek (Thailand) dan Prof. Dr Allan B de Guzman (Philiphina). Visitasi akan berlangsung selama tiga hari, 18-20 April 2018. Dewan Ahli AUN-QA dari Mahidol University Thailand Prof. Chavalit Wongse-ek mengatakan, AUN QA adalah penilaian yang sangat bagus, dan jaringan seluruh ASEAN adalah kunci untuk mengembangkan ASEAN. “Untuk itu, standar AUN-QA perlu ditingkatkan dalam mengembangkan dan menambah kerja sama,”tandasnya. UMM sendiri telah menjadi associate member AUN-QA sejak Agustus 2016 dan tahun ini mendaftarkan tiga prodinya yaitu, Program Studi Peternakan, Manajemen dan Pendidikan Biologi untuk memperoleh sertifikasi dari AUN-QA. Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr Syamsul Arifin, MSi menuturkan pada level nasional UMM sudah 10 tahun berturut-turut memperoleh Anugerah Kampus Unggul (AKU) Kopertis VII Jatim dan juga akreditasi institusi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Selanjutnya, UMM ingin berkompetisi di level Internasional. “Sertifikasi yang diperoleh UMM pada level ASEAN tersebut nantinya akan meningkatkan pengakuan serta kompetisi mahasiswa dan alumni, terutama di level ASEAN,” pungkas Syamsul.
Grand Final Putra Putri Kampus 2018, Munculkan Icon Teladan Bagi Mahasiswa UMM
Untuk menumbuhkan semangat kompetisi dari para mahasiswanya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan ajang pemilihan Putra Putri Kampus UMM 2018 melalui UKM Putra Putri Kampus UMM yang bekerja sama dengan Anti Napza dari Fakultas kedokteran UMM. Ajang bergengsi ini sudah dimulai sejak bulan maret lalu dan telah mencapai puncak acaranya pada Grand Final Pemilihan Putra Putri Kampus dan Putra Putri Anti Napza hari Selasa malam (17/4) di Aula GKB 4 UMM. Selaku ketua pelaksana M. Zaky Agung Setiabudi mengatakan bahwa tujuan dari pemilihan ini adalah untuk mencari dan memilih icon dari mahasiswa UMM sendiri. “ Tujuan pemilihan Putra Putri Kampus 2018 ini sebenarnya berdasar dari keinginan Wakil Rektor UMM bahwa beliau ingin perwakilan dari Putra Putri Kampus ini bisa menjadi icon dan contoh yang baik bagi mahasiswa UMM,” ujar Zaky. Ajang Grand Final yang bertajuk “Born To Be Bright” ini sebelumnya telah menjalani proses seleksi yang panjang. Tercatat sekitar 118 mahasiswa, terdiri dari 33 putra dan 85 putri yang telah mendaftar untuk ikut berpartipasi dalam Pemilihan ini. Dan pada akirnya terpilihlah 10 putra dan 10 putri yang berasal dari berbagai fakultas di UMM untuk kemudian dikompetisikan di malam Grand Final ini. Dalam Grand Final ini 20 finalis tersebut saling berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Dan akhirnya setelah proses penjurian, terpilihlah juara 1 dan 2 dari finalis putra maupun putri. Juara 1 nantinya akan dipilih menjadi Putra Putri Kampus 2018 dan Juara 2 dipilih menjadi Duta Anti Napza. Pemenang tersebut diantaranya adalah Iqbalul Ubaidurrahman (FISIP) terpilih sebagai Putra kampus UMM 2018, Rima Nabila Dian Agustin (Fakultas Psikologi) terpilih sebagai Putri Kampus UMM 2018, Adiwijaya Fitrah Abdullah Ilyas (Fakultas Psikologi) terpilih sebagai Putra Anti Napza UMM 2018 dan yang terakhir Shafira Rosyid Bawazier (FISIP) terpilih sebagai Putri Anti Napza UMM 2018. Para Pemenang ini nantinya akan terlibat lansung disetiap kegiatan yang menyangkut kampus dan juga terlibat dalam program kerja dari UKM Putra Putri Kampus UMM itu sendiri. “Semoga Putra Putri kampus yang terpilih benar-benar bisa berkontribusi nantinya dan juga benar-benar bisa merubah lingkungan teman-teman Mahasiswa UMM yang lain, terutama nilai-nilai ke Muhammadiyah-an yang mana mungkin teman-teman bisa menyebarkannya,” tutup Zaky.