UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN PENGADAAN BARANG & JASA KEGIATAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) 2025
Pendaftaran Profesi Ners Telah Dibuka

Pendaftaran 22 Juni – 4 Agustus 2025 Tes (One Day Service) 23 Juni – 4 Agustus 2025 Her-Registrasi 23 Juni – 7 Agustus 2025
Pendaftaran Jalur Reguler Fakultas Kedokteran & Farmasi Periode 2

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.
Audisi Indonesian Idol 2025 Telah Dibuka

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.
Cara UMM Jadi Kampus Berdampak, Luncurkan Direktorat Saintek

Untuk mengokohkan komitmen bermanfaat bagi masyarakat, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mendirikan dan menjalankan berbagai program yang tertuang dalam Direktorat Saintek UMM. Wadah itu juga mengukuhkan UMM sebagai Kampus Berdampak. Hal itu juga turut mendukung program pemerintah, utamanya dalam mencapai Asta Cita yang fokus pada pangan, kesehatan masyarakat, energi, serta pelestarian lingkungan. Di sisi lain, juga menjadi program andalan UMM di bawah komando Prof Dr Nazaruddin MSi sebagai rektor. ”Selama ini, sivitas akademika UMM memang sudah banyak melakukan riset di berbagai aspek. Direktorat Saintek ini akan menjadi wadah untuk mengelolanya dan terintegrasi mulai hulu hingga hilir, bahkan hingga menghasilkan produk,” kata Nazar. Dengan begitu, UMM mampu mengakselerasi pembangunan nasional dan benar benar membuktikan diri sebagai kampus berdampak. Lebih lanjut, proses hilirisasi produk UMM itu juga berkolaborasi dengan PT Hintek UMM agar bisa terlaksana dengan lebih sistematis. Direktorat memiliki berbagai output yakni paket teknologi yang implementatif dan produk riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, juga mampu menghasilkan hilirisasi secara komersial dan meningkatkan kemanfaatan untuk pembangunan nasional. Direktorat itu tentu mengelola dan menyelenggarakan proyek-proyek reiset pengembangan yang dilakukan peneliti dan ekspert multidisiplin secara terintegrasi. Dengan begitu, muncul berbagai produk yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya di bidang ketahanan pangan dan hortikultura yang mencakup bibit tanaman UMMSeeds, produk saprodi, sandang UMMFAbrics, dan lainnya. Adapula di bidang pangan peternakan dan perikanan yang mencakup UMMChick, UMMFish, UMMMachinery, dan lainnya. Begitupun di bidang kesehatan masyarakat seperti obat-obatan UMMMedicine maupun UMMHealth. ”Ditektorat ini sudah dikuncurkan dan berjalan. ditargetkan pada awal 2026, Direktorat Saintek bisa langsung menghilirisasi produk-produk riset yang bermanfaat. Jangan sampai, riset-riset yang sudah dilakukan hanya berhenti di laboratorium. Berbagai riset ini harus bisa memberikan dampak dan solusi atas pelbagai masalah masyarakat yang ada,” tegas Nazar. (*/adn) Sumber: https://radarmalang.jawapos.com/pendidikan/amp/816308967/cara-umm-jadi-kampus-berdampak-luncurkan-direktorat-saintek
Wujudkan SDM Unggul, Pemkot Kotamobagu Teken MoU Kesepakatan dengan UMM

TNews, KOTAMOBAGU — Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, Sp.M, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Manado, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, secara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pembangunan Daerah, Kamis (17/7/2025), di Kampus Universitas Muhammadiyah Manado. Penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd ini, berlangsung dalam rangkaian kegiatan Wisuda Periode VII Universitas Muhammadiyah Manado Tahun 2025, untuk jenjang Sarjana, Diploma, dan Profesi. Dalam sambutannya, Wali Kota Kotamobagu menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, serta menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan daerah. “Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan langkah maju yang sangat berarti. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut karena pendidikan adalah modal utama dalam membangun masa depan daerah,” ujar Wali Kota. Lebih lanjut, Wali Kota juga berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kotamobagu. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Manado Andrei Angouw, Ketua LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.M., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulut Drs. Masrur Mustamat, M.E, unsur Forkopimda Sulut, para pejabat daerah se-Sulawesi Utara, jajaran akademisi Universitas Muhammadiyah Manado, serta para wisudawan dan orang tua. Sumber: https://bmr.totabuan.news/kotamobagu/wujudkan-sdm-unggul-pemkot-kotamobagu-teken-mou-kesepakatan-dengan-umm/
Mahasiswa Hukum UMM Menelusuri Praktik Hukum Langsung di Kantor Advokat Hidayat & CO

Program magang yang diselenggarakan oleh Laboratorium Hukum Universitas Muhammadiyah Malang merupakan inisiatif akademik yang bertujuan untuk memberikan fasilitas pembelajaran praktis kepada mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa diajak untuk memahami langsung bagaimana praktik dunia hukum berjalan di lapangan, melampaui batas-batas teori yang diajarkan di kelas. Kegiatan magang ini berlangsung selama satu semester aktif dan dilaksanakan dalam kelompok kecil beranggotakan tiga hingga lima mahasiswa. Salah satu kelompok yang mengikuti magang di Pos Bantuan Hukum (PBH) PERADI Malang terdiri dari lima mahasiswa: Nabila Atantia R.A. (Koordinator Kelompok), Arrayan Winandra, Rizal Nabil, Salsha Pranti Wulandari, dan Majda. Kelompok ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Mahasiswa (DPM), Dr. Shinta Ayu P., S.H., M.H serta Dosen Pembimbing Lapang (DPL) yang mana beliau merupakan Pimpinan dari Kantor Advokat Hidayat & CO yakni Dr. Imam Hidayat, S.H., M.H. Selama menjalani magang, mahasiswa dilibatkan langsung dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan dinamika dunia hukum profesional. Mereka diberi kepercayaan untuk menyusun dokumen hukum seperti surat kuasa, gugatan, jawaban, replik, duplik, hingga draft kontrak hukum. Pekerjaan ini menuntut ketelitian tinggi karena setiap kesalahan redaksional sekecil apa pun dapat berdampak serius bagi klien. Pendampingan langsung dari advokat senior membuat proses pembelajaran terasa kontekstual dan bermakna. Majda, salah satu peserta magang, mengungkapkan, “Magang ini bukan sekadar pengalaman, tapi pelatihan mental. Tekanan waktu, ketelitian dalam membuat dokumen, dan diskusi kasus nyata membuat saya lebih disiplin dan peka terhadap detail dalam hukum.” Tak hanya di balik meja, mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti persidangan secara langsung di pengadilan. Mereka menyaksikan sendiri proses hukum yang berlangsung, mulai dari pembacaan dakwaan, pemanggilan saksi, penyampaian bukti, hingga pembacaan putusan hakim. Pengalaman ini memperkaya pemahaman mahasiswa tentang bagaimana hukum ditegakkan dan bagaimana peran advokat sangat vital dalam membela klien di hadapan majelis hakim. Salsha Pranti Wulandari menyampaikan, “Saya belajar bahwa menjadi advokat tidak hanya soal memahami hukum, tetapi juga soal ketelitian, etika, dan kemampuan komunikasi yang baik. Dari menyusun gugatan hingga menghadiri persidangan, semua proses ini membuka wawasan saya secara nyata tentang dunia praktik hukum.” Selama magang, mahasiswa juga terlibat dalam sesi konsultasi hukum dengan klien. Dari interaksi ini, mereka belajar membangun komunikasi profesional yang efektif, memahami persoalan klien secara mendalam, serta menyusun strategi hukum yang relevan dan kontekstual. Kepercayaan menjadi pondasi utama dalam hubungan advokat dan klien. Nabila Atantia menuturkan, “Selama magang, saya menyadari bahwa kepercayaan antara advokat dan klien adalah fondasi utama. Kami tidak hanya belajar menyusun dokumen hukum, tapi juga bagaimana membangun komunikasi profesional dan menjawab kebutuhan hukum klien secara menyeluruh. Ini bukan sekadar tugas kampus, tapi pengalaman hidup.” Kegiatan magang juga diwarnai dengan rutinitas studi kasus yang diberikan langsung oleh kantor. Mahasiswa diminta menganalisis kasus-kasus riil yang telah ditangani, menelusuri dasar hukum, merangkai kronologi, mengevaluasi strategi pembelaan, dan memprediksi kemungkinan hasilnya. Hasil analisis ini dipresentasikan langsung kepada pembimbing, sehingga mahasiswa dilatih berpikir kritis, menyusun argumen hukum yang kuat, dan menjawab pertanyaan dengan keyakinan. Selain aspek teknis hukum, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia advokat modern. Proses penyusunan dokumen secara digital, penggunaan email profesional dalam komunikasi, hingga pencarian referensi hukum melalui database daring menjadi bagian dari kegiatan harian. Mereka menyadari bahwa advokat masa kini dituntut untuk melek digital dan mampu bekerja secara efisien dengan bantuan teknologi. Dalam proses kerja di kantor, mahasiswa juga belajar menjalin komunikasi profesional dengan berbagai pihak, mulai dari staf administrasi, paralegal, asisten hukum, hingga hakim dan panitera. Kemampuan membangun relasi yang baik dengan seluruh elemen hukum menjadi modal penting dalam karier di dunia praktik. Dr. Imam Hidayat, S.H., M.H., pimpinan Kantor Advokat Hidayat & CO, menyampaikan bahwa kantornya selalu membuka pintu bagi mahasiswa hukum yang ingin belajar langsung di lapangan. “Kami bertekad untuk membantu mencerdaskan anak-anak generasi penerus bangsa dengan memberikan ilmu yang berupa praktik bagaimana penerapan ilmu hukum dari sudut pandang advokat,” ujarnya. Program magang ini memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh dari ruang kuliah. Dinamika pekerjaan yang cepat, tekanan waktu, serta tanggung jawab atas dokumen-dokumen penting membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih tangguh dan profesional. Mereka tidak hanya memahami hukum secara teori, tetapi juga secara etis dan praktis. Mahasiswa menyadari bahwa menjadi seorang advokat bukan hanya tentang menyuarakan kebenaran hukum, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikannya dengan tepat, sopan, dan meyakinkan. Magang di Kantor Advokat Hidayat & CO telah membekali mahasiswa dengan pengalaman menyeluruh yang memperkuat karakter dan kompetensi mereka sebagai calon sarjana hukum. Mereka mendapatkan pemahaman praktis yang luas, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari segi komunikasi, teknologi, dan etika kerja. Program ini menjadi pijakan penting bagi perjalanan karier mereka ke depan sebagai profesional hukum yang kompeten dan berintegritas. Sumber: https://imparo.net/mahasiswa-hukum-umm-menelusuri-praktik-hukum-langsung-di-kantor-advokat-hidayat-co/
Empat Kampus Muhammadiyah Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh empat kampus Muhammadiyah yang berhasil masuk dalam daftar universitas terbaik di Indonesia versi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025. THE WUR, yang dikenal luas sebagai salah satu pemeringkatan universitas paling terkemuka di dunia. pemeringkatan ini juga merilis daftar kampus terbaik dalam skala global dan per negara. THE WUR menggunakan 13 indikator penilaian yang terbagi dalam lima kategori: teaching, research, citations, industry income, dan international outlook. Bersumber dari laman timeshighereducation.com, empat kampus Muhammadiyah yang berhasil masuk dalam daftar kampus terbaik dunia yakni: Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) UMS masuk pada urutan ke 1200-1500 ranking dunia dan bersanding dengan perguruan tinggi negeri lainnya seperti Institut Teknologi Bandung, BINUS University, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sebelas Maret (UNS). UMS juga unggul pada skor Quality Research dengan nilai skor 58.2 dan menjadikannya sebagai perguruan tinggi dengan kualitas riset tertinggi di Indonesia. Kampus yang berlokasi di Surakarta mendapatkan peringkat pertama terbaik dunia pada urutan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Universitas Ahmad Dahlan (UAD) UAD meraih rank ke 1501+ peringkat dunia dan unggul pada international outlook dengan total skor 40.2. UAD masuk pada urutan ke-2 menjadi kampus terbaik dunia se-PTMA. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) UMM dengan rangking dunia masuk pada urutan ke 1501+. UMM berada pada posisi ke-3 menyusul UAD dalam pemerinkatan kampus terbaik dunia se-PTMA. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Terakhir yakni UMY yang berhasil meraih peringkat ke 1501+ dunia dengan menduduki urutan ke-4 se-PTMA. Keempat kampus Muhammadiyah ini berhasil menonjol dalam aspek penelitian dan pengajaran, menunjukkan bahwa PTMA tidak hanya berkomitmen terhadap kualitas akademik, tetapi juga terhadap pengembangan riset yang berdampak luas. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan dari seluruh civitas akademika untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Selain itu, keempat universitas ini aktif dalam menjalin kerjasama internasional, yang semakin memperkuat posisi mereka di kancah global. Dengan masuknya UMS, UAD, UMM, dan UMY dalam peringkat ini, perguruan tinggi di Indonesia khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) semakin diperhitungkan sebagai pusat pendidikan tinggi di Asia Tenggara bahkan dunia. Keberhasilan ini tidak hanya memberi dampak positif bagi PTMA. Tetapi juga mendorong calon mahasiswa untuk memilih Indonesia sebagai destinasi studi yang berkualitas. Peringkat ini diharapkan dapat memotivasi PTMA lain di Indonesia untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan, demi menciptakan generasi yang siap bersaing di tingkat global. Prestasi ini juga menjadi harapan bagi dunia pendidikan Indonesia untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan pencapaian ini, kampus Muhammadiyah semakin memperkuat eksistensinya dan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan di Indonesia bahkan dunia. Sumber: https://wartaptm.id/empat-kampus-muhammadiyah-terbaik-di-indonesia-versi-the-wur-2025/
Mahasiswa UMM Bikin Tiga Inovasi untuk Jaga Lingkungan

Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, menjadi lokasi kontribusi mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kegiatan itu merupakan bagian dari praktikum politik lingkungan yang terlaksana selama tiga bulan. Menariknya, pada 2 Juni lalu, terlaksana pameran inovasi dan penandatanganan kerjasama antara UMM, pihak desa, dan pemerintah Kabupaten Pasuruan. Implementasi mahasiswa UMM tersebut fokus pada inovasi pengelolaan limbah dan penguatan ekonomi lokal. Selain itu juga memperkenalkan tiga inovasi menarik yakni teknologi Smokeless Burn Barrel, yakni alat pembakaran sampah tanpa asap, produksi eco-enzymedari limbah apel, serta pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Inovasi tersebut dirancang untuk mengurangi polusi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi warga desa. Stand pameran yang menampilkan hasil karya dan inovasi mahasiswa bersama warga itu mendapat perhatian khusus dari para tamu. Asisten II Bupati Pasuruan, Bakti Jati Permana, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara UMM dan Desa Kayu Kebek. Menurutnya, mahasiswa UMM telah membantu pemerintah dan masyarakat desa dalam mengelola limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan desa menuju desa wisata lingkungan. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, dilakukan penandatanganan prasasti pendopo sebagai simbol dimulainya kerja sama berkelanjutan antara UMM dan Desa Kayu Kebek. Pemerintah daerah menyambut baik pengembangan potensi desa melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan perguruan tinggi. “Inovasi yang dilakukan mahasiswa UMM sangat relevan dengan kebutuhan desa. Pemerintah daerah mendukung penuh upaya ini,” tambahnya. Sementara itu, Kabiro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM Dr. Salahudin, M.Si., M.P.A., menegaskan bahwa praktikum ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memberikan solusi yang aplikatif. Praktikum ini adalah langkah konkret menuju pengembangan desa wisata berbasis lingkungan,” ujarnya. Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari program akademik semester enam yang telah berjalan selama satu setengah bulan dan kini diakui secara resmi sebagai pengganti skripsi, setelah mendapat pengesahan. Sebagai bentuk apresiasi, piagam penghargaan diserahkan kepada para mahasiswa atas kontribusi mereka dalam pengembangan desa. (vin/wil)
Dibekali Tanaman Ketahanan Pangan, Rektor UMM Berangkatkan Lebih dari 3.000 Mahasiswa KKN Berdampak

Lebih dari 3.000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dilepas untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak, 21 Juli ini. Mereka akan melangsungkan berbagai program di berbagai wilayah, paling tidak di 12 provinsi dan 53 kota kabupaten. Dari Sumatera hingga Papua. Menariknya, pelepasan KKN Berdampak itu dibuka dengan melepaskan burung-burung merpati, penyerahan tanaman sayur dan buah, hingga color run. Pelepasan burung merpati menjadi simbol dan semangat UMM untuk menjaga lingkungan dan kelestarian bumi. Sementara berbagai tanaman sayur dan buah menjadi cara UMM mendukung program ketahanan pangan. Mahasiswa akan membawa ribuan tanaman itu ke daerah-daerah dan desa serta mendorong masyarakat untuk mampu mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Program yang diadakan juga akan fokus mengawal dan menciptakan atmosfer ketahanan pangan di desa lokasi KKN Berdampak di mana mahasiswa UMM ditugaskan. Terkait hal ini, Kepala LPPM UMM, Prof. Dr. Ir. Sutawi, M.P., menyampaikan bahwa UMM melepas 3.010 mahasiswa untuk melaksanakan KKN berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, juga ada mahasiswa yang akan diberangkatkan khusus ke Riau minggu depan dalam program KKN Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKN MAS). Untuk luar Jawa mereka akan dikirim ke Badung, Bima, Dompu, Lombok Timur, Lombok Barat, Makassar, Tanah Bumbu, Kalimantan, Tabanan, Sikka, Ternate, Maluku dan lainnya. Sementara di Jawa mereka akan dikirim ke Magetan, Blitar, Bangkalan, Situbondo, Pasuruan, probolinggo, Serang, Rembang, Nganjuk, dan puluhan lainnya. Adapun tahun ini, UMM memilih tema ketahanan pangan sebagai fokus utama, yang selaras dengan agenda prioritas nasional. “KKN kali ini mengusung tema ‘Ketahanan Pangan’. Oleh karena itu, setiap mahasiswa diwajibkan membawa bibit tanaman sayuran dan buah dalam sistem multikultur. Harapannya, ini bisa jadi langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujar Sutawi. Namun, lebih dari sekadar menanam bibit, UMM juga menekankan bahwa mahasiswa harus mampu membaca kondisi sosial di wilayah penempatan dan memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Dengan menggandeng mitra strategis seperti ATRBPN dan BPS, mahasiswa ditantang untuk memahami langsung persoalan tata ruang, data sosial ekonomi, dan dinamika kebijakan yang berlangsung di masyarakat. Maka dari itu, rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan pentingnya mahasiswa hadir sebagai agen transformasi, bukan sekadar pelaksana formalitas program. “Sejak dulu, KKN adalah misi mulia. Tapi tantangannya hari ini berbeda. Mahasiswa harus mampu mengenali masalah dengan cara ilmiah dan lintas disiplin. Mereka harus jadi ‘pabrik solusi’, bukan pencipta masalah baru,” tegas Nazar. Dalam konteks itu, kerja sama dengan lembaga bukan hanya simbolis. Ini diarahkan agar mahasiswa dapat melihat langsung tantangan kebijakan di lapangan—misalnya bagaimana masalah pertanahan menghambat ketahanan pangan, atau bagaimana data yang lemah menyebabkan program bantuan pangan tidak tepat sasaran. Egita Dilafebrianti, mahasiswa Teknologi Pangan 2023 yang akan melaksanakan KKN di Desa Karangsono, Pasuruan, menyambut positif tema ini. Ia menilai relevansi ketahanan pangan sangat kuat, apalagi sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kemandirian pangan desa. “Kami sudah menyiapkan workshop keamanan pangan, pendampingan izin usaha UMKM, serta pembuatan olahan bergizi untuk balita melalui Posyandu. Tapi kami juga sadar, pelaksanaannya tidak mudah. Diperlukan komunikasi aktif dengan warga dan dukungan dari pihak desa,” ujarnya. Berangkat dari tantangan tersebut, KKN UMM tahun ini bukan hanya proyek tahunan kampus. Ia menjadi bagian dari eksperimen sosial besar dan sejauh mana perguruan tinggi mampu mempertemukan teori dan realitas, serta menghadirkan mahasiswa sebagai aktor perubahan nyata dalam masyarakat. (vin/wil)