Dibekali Tanaman Ketahanan Pangan, Rektor UMM Berangkatkan Lebih dari 3.000 Mahasiswa KKN Berdampak

Lebih dari 3.000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dilepas untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak, 21 Juli ini. Mereka akan melangsungkan berbagai program di berbagai wilayah, paling tidak di 12 provinsi dan 53 kota kabupaten. Dari Sumatera hingga Papua. Menariknya, pelepasan KKN Berdampak itu dibuka dengan melepaskan burung-burung merpati, penyerahan tanaman sayur dan buah, hingga color run. Pelepasan burung merpati menjadi simbol dan semangat UMM untuk menjaga lingkungan dan kelestarian bumi. Sementara berbagai tanaman sayur dan buah menjadi cara UMM mendukung program ketahanan pangan. Mahasiswa akan membawa ribuan tanaman itu ke daerah-daerah dan desa serta mendorong masyarakat untuk mampu mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Program yang diadakan juga akan fokus mengawal dan menciptakan atmosfer ketahanan pangan di desa lokasi KKN Berdampak di mana mahasiswa UMM ditugaskan. Terkait hal ini, Kepala LPPM UMM, Prof. Dr. Ir. Sutawi, M.P., menyampaikan bahwa UMM melepas 3.010 mahasiswa untuk melaksanakan KKN berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, juga ada mahasiswa yang akan diberangkatkan khusus ke Riau minggu depan dalam program KKN Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKN MAS). Untuk luar Jawa mereka akan dikirim ke Badung, Bima, Dompu, Lombok Timur, Lombok Barat, Makassar, Tanah Bumbu, Kalimantan, Tabanan, Sikka, Ternate, Maluku dan lainnya. Sementara di Jawa mereka akan dikirim ke Magetan, Blitar, Bangkalan, Situbondo, Pasuruan, probolinggo, Serang, Rembang, Nganjuk, dan puluhan lainnya. Adapun tahun ini, UMM memilih tema ketahanan pangan sebagai fokus utama, yang selaras dengan agenda prioritas nasional. “KKN kali ini mengusung tema ‘Ketahanan Pangan’. Oleh karena itu, setiap mahasiswa diwajibkan membawa bibit tanaman sayuran dan buah dalam sistem multikultur. Harapannya, ini bisa jadi langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujar Sutawi. Namun, lebih dari sekadar menanam bibit, UMM juga menekankan bahwa mahasiswa harus mampu membaca kondisi sosial di wilayah penempatan dan memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Dengan menggandeng mitra strategis seperti ATRBPN dan BPS, mahasiswa ditantang untuk memahami langsung persoalan tata ruang, data sosial ekonomi, dan dinamika kebijakan yang berlangsung di masyarakat. Maka dari itu, rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan pentingnya mahasiswa hadir sebagai agen transformasi, bukan sekadar pelaksana formalitas program.
Ini Dia Beragam Karya Inovasi Mahasiswa UMM Bidang Peternakan

Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kuliah pakar bertajuk “Inovasi Nutrisi dan Pakan Ternak untuk Peternakan Berkelanjutan”. Menariknya, acara yang dilaksanakan pada 26 Juli ini juga memamerkan berbagai produk inovasi, serta menjadi bagian dari mata kuliah praktikum Pakan dan Teknologi Pakan. Inovasi produk pakan itu diproduksi langsung oleh mahasiswa Peternakan UMM. Produk yang dipromosikan bervariatif seperti MBP (Milkbooster ProMix), sebuah pakan berkualitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sapi perah secara lengkap. Di dalamnya mengandung energi, protein, serat, vitamin, dan mineral yang cocok diberikan saat laktasi goalsnya meningkatkan volume dan susu dengan kualitas tinggi. Kemudian ada juga Mafeed (Maggot Feed Layer) pakan alternatif ternak untuk unggas fase layer, Havpaya Feed peningkat nafsu makan domba atau kabing dari tepung daun papaya dan biji haver, serta masih banyak lagi. Adapun agenda tahunan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dan menghadirkan dua narasumber ahli yang terjun langsung dalam industri pakan ternak. Mereka adalah Ir. Yahya M. Sofwan, S,Pt, MP, IPM selaku Feed and Nutrition Consultant dan Samsul Hadi Santoso yang merupakan General Manager Koperasi Agro Niaga (KAN). Dalam materinya, Yahya menyoroti pentingnya efisiensi dan inovasi dalam formulasi pakan ayam petelur. Ia menjelaskan berbagai jenis pakan seperti mash, crumble, dan kibble, serta pengaruh besar sumber cereal seperti sorgun, gandum, hingga jagung terhadap nilai nutrisi. Menurutnya, pendekatan phase feeding dapat mengoptimalkan performa ayam petelur dengan tetap memperhatikan efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. “Industri pakan saat ini mengalami disrupsi. Untuk itu, teknologi evaluasi pakan yang cepat dan tepat menjadi kunci untuk menekan biaya dan tetap menjaga kualitas,” jelas Yahya melanjutkan. Sementara itu, Samsul Hadi membahas pentingnya formulasi pakan sapi perah secara presisi. Pemenuhan kebutuhan nutrisi harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti bobot bada, status reproduksi, performa tubuh, ladar lemak susu, dan tingkat produksi susu pada sapi perah. Karena menurutnya, efisiensi nutrisi dimuali dari perhitungan yang matang. Dengan begitu, biaya produksi bisa ditekan tanpa mengorbankan kualitas pakan dan produk yang dihasilkan. Di sisi lain, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP., IPU selaku dosen pengampu menyebut bahwa kuliah pakar ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis saja. Akan tetapi juga menguatkan pemahaman praktis mahasiswa dalam menghadapi tantangan nyata di sektor peternakan yang kian berkembang. Ini merupakan output positif setelah tujuh tahun Prodi Peternakan UMM menerapkan pendekatan pembelajaran menjadi berbasis proyek. Momentum ini menjadi yang selalu ditunggu mahasiswa dan dosen. “Dari sini lah wawasan mereka terhadap sains dan teknologi, team work, serta skill entrepreneur dimainkan. Produk-produk yang dihasilkan lebih dari ekspektasi kami, sangat inovatif, ramah lingkungan, dan bahkan menjadi kontributor terbesar inovasi PKM yang beberapa diantaranya lolos ke tingkat nasional,” ujar Indah. (din/wil)
UMM-Singapore Polytechnic Jalankan Program Internasional Lex sejak 10 Tahun lalu

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat posisinya sebagai kampus global yang adaptif dengan menyelenggarakan program internasional tahunan Learning Express (Lex). Program ini merupakan hasil kerja sama antara UMM dengan Singapore Polytechnic (SP) yang telah terjalin sejak 2014 dan terus berlanjut hingga saat ini. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari kedua negara dalam kolaborasi proyek sosial berbasis metode design thinking. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa yang terlibat dalam program ini tidak hanya terjun langsung ke lapangan, namun juga dituntut untuk memahami kondisi sosial dan merumuskan solusi nyata untuk pengembangan UMKM lokal. Proses ini juga diiringi dengan pelatihan fasilitator serta sistem pendampingan intensif dari dosen muda yang dikirim ke Singapura setiap tahunnya. “Lex merupakan program pembelajaran kolaboratif, ajang pembelajaran kontekstual yang setara dengan KKN internasional. Program ini dirancang untuk mempertemukan 30 mahasiswa UMM dan 30 mahasiswa SP yang kemudian dibagi menjadi tiga kelompok kerja lintas budaya dan lintas disiplin,” jelas Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP, Kepala International Relations Office (IRO) UMM. Menurutnya, mahasiswa yang ingin mengikuti program ini harus melewati seleksi terbuka yang diumumkan melalui akun Instagram IRO. Mereka menyaring mahasiswa berdasarkan kemampuan dasar berbahasa Inggris dan kesiapan komunikasi. Terdapat proses wawancara yang dilakukan oleh tiga fasilitator dan satu koordinator dari UMM. “Seleksi ini, juga mempertimbangkan semester perkuliahan karena program ini idealnya diikuti oleh mahasiswa semester dua hingga enam,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa program Lex memiliki tahapan kerja yang padat dan terstruktur. Kegiatan dimulai dari observasi lapangan di UMKM, lalu dilanjutkan dengan proses sense and sensibility, define, ideation, dan diakhiri dengan perancangan prototype. “Prototipe yang dirancang harus disetujui oleh pelaku UMKM, karena kami ingin solusi yang benar-benar bisa dijalankan, bukan sekadar gagasan ideal. Jadi para mahasiswa membuat prototipe berdasarkan kebutuhan UMKM,” ujarnya. Adapun untuk tahun ini, lokasi proyek tersebar di tiga titik: Kebun Strawberry, Tempat Pengolahan Sampah (TPS), dan Pondok Labu. Mahasiswa akan tinggal sementara di lokasi tersebut selama tiga hari untuk menggali persoalan yang paling mendesak. Setelah itu mereka melanjutkan diskusi di UMM. “Lex bukan hanya tentang menyumbang ide, tapi juga menjadi sarana untuk mengasah empati, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam waktu yang singkat namun intensif, dengan tujuan utama membentuk karakter yang adaptif secara global, percaya diri dalam komunikasi lintas budaya, dan mampu merespons permasalahan nyata dengan solusi yang aplikatif,” kata Listiari. Ia menekankan bahwa Lex menjadi ruang pembelajaran sosial yang menyeimbangkan akademik, komunikasi, dan kepekaan sosial dalam skala internasional. Ia berharap Lex tidak hanya menjadi program seremonial tahunan, tetapi pengalaman transformatif yang mampu mengubah cara pandang mahasiswa terhadap diri mereka sendiri dan dunia. “Banyak dari mereka yang setelah ikut Lex menjadi lebih berani mendaftar ke program internasional lain seperti Erasmus atau studi lanjut ke luar negeri. Bahkan hubungan dengan teman-teman dari Singapura pun sering berlanjut hingga bertahun-tahun,” ujarnya. Ia berharap dengan program ini agar mahasiswa UMM memanfaatkan Lex sebagai batu loncatan untuk melatih kepemimpinan, berani tampil di ranah global, serta percaya bahwa setiap masalah sosial selalu punya solusi—asal ada kemauan, empati, dan kerja sama lintas batas. (vin/wil)
Pengumuman 3

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).
Pengumuman 2

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).
Pengumuman 1

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).
Dudung Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan di UMM: Gen Z Harus Ambil Peran Strategis

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkontribusi untuk Indonesia, termasuk dalam bidang pertahanan. Salah satunya menghadirkan Penasihat Khusus Presiden Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. pada 2 Juli lalu. Ia memberikan berbagai pesan bagi mahasiswa, terutama bagaimana anak muda mengambil peran strategis dalam pertahanan bangsa. Dalam paparannya, Dudung menekankan masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. Gen-Z harus mampu menjadi agen perubahan yang berdaya saing global. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keunggulan teknologi yang dimiliki generasi ini belum tentu membawa dampak positif jika tidak diimbangi dengan karakter kuat, literasi budaya, dan pemikiran kritis. “Saya percaya masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Tapi kalau tidak mempersiapkan diri mulai sekarang, Indonesia hanya akan jadi pasar bagi bangsa lain, bukan pemain utama. Internet itu bebas, tapi kalian harus bisa menyaringnya. Jangan hanya jadi pengikut arus—jadilah pembuat arus,” ujarnya. Ia juga menyoroti ancaman internal yang semakin nyata, seperti disinformasi, radikalisme, dan polarisasi sosial. Dudung mengungkap bahwa indeks kerentanan nasional Indonesia tergolong tinggi dan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak berkepentingan jika generasi mudanya apatis terhadap kondisi sosial-politik. “Bonus demografi tidak menjamin keunggulan bangsa. Kalau kalian hanya cerdas secara akademik tapi lemah secara moral, justru bisa jadi bencana. Jangan hanya bangga dengan gelar, tapi bangun karakter. Jangan hanya pintar, tapi punya prinsip. Bangsa ini tidak dibangun oleh orang yang nyaman, tapi oleh mereka yang rela berjuang dan berkorban,” ungkap Dudung. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan bahwa sudah menjadi tradisi UMM untuk mendatangkan tokoh nasional dan internasional demi memberikan wawasan serta inspirasi. Khususnya bagi para mahasiswa yang akan memegang tonggak kepemimpinan masa depan. Adapun kali ini, Kampus Putih mendatangkan penasihat khusus presiden bidang pertahanan. “Selama karirnya, Pak Dudung tentu merasakan banyak pengalaman yang bisa dibagikan kepada para mahasiswa dan kemudian digunakan untuk mengabdi pada masyarakat. UMM senantiasa berjanji untuk dekat dengan masalah-masalah masyarakat dan menjadi pioner dalam memberiakn solusi terbaik,” tegasnya. Selain itu, Nazar juga menegaskan bahwa sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu membangun kerjasama dan kolaborasi produktif. Utamanya demi kemaslahatan umat dan bangsa. UMM juga percaya bahwa kolaborasi menjadi simbol untuk menghadapi berbagai masalah. (vin/wil)
Post 3

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like). Where does it come from?Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham. Where can I get some?There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.
Post 2

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like). Where does it come from?Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham. Where can I get some?There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.
Post 1

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like). Where does it come from?Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham. Where can I get some?There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.