Hajriyanto Y Thohari: Para Pendiri Bangsa Adalah Aktivis Mahasiswa

TOKOH Muhammadiyah yang juga mantan Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari hadir di acara Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) untuk memberikan materi “Dinamika Gerakan Mahasiswa” pada para aktivis dan pemimpin organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan LKMM berlangsung tiga hari (25-27/11). Pengalaman Hajriyanto, baik di Muhammadiyah, di MPR, maupun sebagai ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah periode 1993-1998 dinilai amat berharga bagi para aktivis mahasiswa UMM. Pada kesempatan ini, Hajriyanto menyampaikan bahwa peran mahasiswa bagi masyarakat dan bangsa sangat vital. Jadi akan sangat disayangkan jika mahasiswa tidak ikut serta di dalam sebuah organisasi. “Bahkan para pendiri bangsa pun, yaitu Soekarno dan Mohammad Hatta, awalnya merupakan mahasiswa dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan,” jelasnya. Selain itu, lanjut Hajriyanto, ia berpesan bahwa setiap organisasi harus bisa melahirkan pemimpin seperti organisasi Muhammadiyah yang juga melahirkan banyak pemimpin. Menurutnya, aneh jika ada organisasi yang tidak bisa membentuk anggotanya menjadi seseorang yang berjiwa pemimpin. “Pemimpin yang dilahirkan oleh suatu organisasi sangat diharapkan bisa menjadi pemimpin di organisasi lain, dengan tujuan pemimpin tersebut bisa berkembang lagi lebih jauh,” pungkasnya. (iel/han)

Menteri Perindustrian Harapkan Lulusan UMM Siap Hadapi Revolusi Industri Keempat

KEHADIRAN Menteri Perindustrian RI, Ir Airlangga Hartarto MBA MMT, pada perhelatan Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-86 (25/11) di UMM Dome, menjadi motivasi berharga bagi 1.406 wisudawan-wisudawati yang akan memasuki dunia industri. Apalagi, menurut Airlangga, Indonesia tengah menyongsong revolusi industri keempat. Dalam kaitan ini, Airlangga menyinggung salah satu prestasi yang baru-baru ini diraih UMM, yakni keberhasilan Tim Robot UMM menjuarai kontes robot internasional pada Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Amerika Serikat. Ia berpendapat, prestasi itu merupakan modal penting UMM memasuki revolusi industri keempat tersebut. Revolusi yang ditandainya dengan fenomena di mana internet menjadi bagian integral dari proses industri. “Prestasi ini adalah langkah awal. Saya berharap UMM dapat menjadikan prestasi ini sebagai fondasi dibangunnya pusat inovasi robotik. Karena revolusi industri keempat ini sangat erat kaitannya dengan otomatisasi,” tutur peraih Australian Alumni Award for Entrepreneurship pada 2009 ini. Menurut Airlangga, saat ini, dalam upaya menghadapi revolusi industri keempat, Indonesia dalam proporsi ekonominya dapat kategorikan sebagai negara industri, karena sektor industri Indonesia adalah penyumbang terbesar bagi perekonomian. Lebih dari 20% ekonomi Indonesia berasal dari sektor Industri. “Dengan kontribusi tersebut, Indonesia telah masuk dalam 10 besar dunia. Sejajar dengan Brazil dan Inggris serta lebih besar dari Rusia. Bahkan, bila kita mengacu kepada presentase saja, maka Indonesia berada di atas Amerika”, tegasnya. Kehadiran Menteri Perindustrian ini, diharapkan Rektor UMM Fauzan, dapat menginspirasi lulusan UMM agar bisa bersaing di pasar industri nasional dan global. Fauzan juga berharap, jika nantinya mereka sukses agar tak lupa pada UMM. “Ke Bangkalan membeli teri, tinggal ikan wader cukup dipepes. Selamat jalan wisudawan wisudawati, jangan lupa almamater kalau sudah sukses,” kata Fauzan sembari berpantun. Dalam gelaran wisuda ini juga dilakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) antara UMM dengan Mate-Care CoLtd, asosiasi rumah sakit yang berpusat di Jepang. Inti dari MoU tersebut adalah Mate-Care akan memberdayakan lulusan keperawatan UMM di rumah sakit lansia di Jepang. Selain itu, juga dilakukan penyerahan sertifikasi akreditasi dari Kepala Badan Sertifikasi Nasional Prof Dr Ir Bambang Prasetya MSc serta Koordinator Kopertis Wilayah VII Prof Dr Ir Suprapto DEA. (iel/han)

Menteri Perdagangan Ajak Mahasiswa UMM Berinovasi Majukan Bangsa

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) tengah bersiap memprogram jangka perkuliahan empat tahun pasti lulus dan menjamin pekerjaan bagi alumni. Selaras dengan rencana itu, kehadiran Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita pada Kuliah Tamu (24/11) di UMM Dome menjadi  angin segar bagi mahasiswa UMM. “Kehadiran Pak Menteri ini adalah  amunisi bagi para mahasiswa UMM untuk memacu semangat belajar, semangat mandiri, semangat berwirausaha sehingga bisa menjadi orang sukses,” ungkap Rektor UMM, Fauzan. Senada dengan cita-cita UMM, Lukita menyampaikan bahwa mahasiswa UMM sebagai bagian dari peradaban Indonesia harus ikut andil menyejahterakan masyarakat Indonesia yang berpopulasi 258 juta  jiwa. “Indonesia memiliki 285 juta jiwa dan dari sisi perdagangan bebas jumlah tersebut merupakan potensi pasar luar biasa. Namun, akan sia-sia jika jumlah tersebut hanya menjadi pasar bagi negara lain,” ungkap Lukita. Ditambahkan Lukita, negosiasi untuk membangun pasar ekonomi tingkat ASEAN harus didukung SDM yang berkualitas. Selain negosiasi dengan pihak luar, Lukita juga mengajak mahasiswa UMM berinovasi dan berkreasi meningkatkan produksi dalam negeri. “Dalam rangka menjaga amanat presiden, saya mengajak seluruh civitas akedemika di UMM untuk bersama menciptakan produk lokal yang dapat bersaing dengan produk negara lain,” ujar Lukita. Selain mengajak mahasiswa UMM menjadi wirausahawan, kehadiran Lukita juga mengajak petinggi UMM merencanakan pengadaan fasilitas pendukung proses belajar mahasiswa UMM menjadi seorang wirausahan. Pada kuliah tamu ini, ajakan untuk menjadi petani modern dan memahami pasar modern juga disampaikan oleh Lukita. “UMM sudah menjadi universitas yang prestisius sehingga peluang mahasiswa UMM sangat besar untuk ikut andil dalam kemajuan bangsa. Saya bangga dengan UMM,” jelas Lukita. (nis/han)

Melalui LKMM, Aktivis Mahasiswa se-UMM Dilatih Para Tokoh Bangsa

LATIHAN Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang digelar Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi momen berharga bagi para pimpinan dan aktivis mahasiswa se-UMM untuk meningkatkan skill dan jejaring kepemimpinan mereka. Bagaimana tidak, kegiatan yang berlangsung tiga hari (25-27/11) ini menghadirkan sejumlah tokoh bangsa dan persyarikatan. Beberapa di antaranya yaitu anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar, mantan Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari, Rektor UMM Fauzan, staf khusus Kemdikbud RI Nasrullah, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nur Cholis Huda, dan konsultan media Anwar Hudijono. Pada kesempatan ini, Malik Fadjar mengangkat isu-isu kenegaraan dan kebangsaan yang harus diidentifikasi secara dini oleh mahasiswa. “Mahasiswa itu harus bisa membaca situasi dan dinamisme situsasi sosial dalam hidup berbangsa dan bernegara, karena anda semua adalah orang-orang yang akan memimpin pada lima hingga sepuluh tahun lagi,” papar Malik. Pada kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berada di dalam ruang kelas untuk mendapatkan materi namun juga kegiatan di luar ruangan berupa outbond  yang dipandu Tim Psikologi UMM. Luaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya keterampilan mahasiswa dalam mengorganisasi diri secara individual maupun berkelompok. (nis/han)

Gelar Workshop Kehumasan, Fakultas dan Prodi di UMM Dilatih Kuasai Arena Digital

“Semua orang bisa menjadi Humas, tak terkecuali mereka yang tidak memiliki background keilmuan komunikasi sekalipun,” ujar Rina Wahyu Setyaningrum, Kepala Humas UMM, saat membuka acara Pelatihan Kehumasan dan Pengelolaan Website Fakultas dan Program Studi yang digelar Senin (20/11) di Ruang Sidang Senat UMM. Pada kesempatan ini, Rina menekankan pentingnya mengelola website agar diminati masyarakat. Baginya, selain tampilan harus kekinian, kunci untuk menguasai arena digital adalah kemampuan bercerita agar memikat banyak orang untuk membaca dan menelusuri lebih lanjut. Cerita yang menarik itu harus termuat dalam setiap konten publikasi universitas, fakultas, maupun prodi di UMM. Humas UMM juga memberi kesempatan untuk seluruh pengelola website fakultas dan prodi untuk belajar mengelola website prodi dan fakultas agar lebih profesional. “Pengelola website prodi dan fakultas kami anggap sebagai Humas di level prodi dan fakultas. Oleh karena itu kami perlu berkolaborasi, belajar bersama agar bisa mengelola university branding dengan sebaik-baiknya,”imbuh Rina. Sekitar 38 orang pengelola website prodi dan fakultas menghadiri pelatihan yang digelar setengah hari ini. Mereka tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Apalagi saat peserta pelatihan diminta untuk mencoba menulis berita singkat terkait acara pelatihan.Beberapa peserta yang notabene tidak memiliki background sebagai penulis terlihat agak kesulitan menyusun beritanya. Namun, Subhan Setowara, salah satu pembicara pelatihan yang memberikan materi “Cara Menulis Berita”, dengan telaten memberikan arahan pada peserta. Ia meminta peserta untuk mengumpulkan data terkait kegiatan terlebih dahulu. Dimulai dari menulis nama acara, penyelenggara, tanggal dan tempat kegiatan. Selanjutnya, setelah mengumpulan data awal tersebut, baru kemudian mencari hal-hal yang menarik dari kegiatan ini. Hal-hal yang menarik ini diharapkan mampu menstimulasi agar orang lain tertarik untuk membaca tulisan kita. Haryo Prasodjo, dosen Hubungan Internasional UMM yang menjadi pengelola website prodi HI mengaku awalnya sempat kesulitan memulai membuat tulisan, namun setelah mencoba untuk mencari data-data penting yang menarik, ia berhasil menyelesaikan beritanya dengan baik. Selain belajar menulis berita untuk website, para peserta juga belajar bagaimana mengelola layout atau desain tata letak website. Rata-rata permasalahan yang dihadapi pengelola website adalah kesulitan dalam menata template dan desain tata letak tulisan. “Kalau untuk masalah konten, di website prodi kami tidak ada masalah. Namun dari sisi pengelolaan tata letak dan teknis mengatur template yang sulit karena keterbatasan keahlian pengelola. Saya rasa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai pengelola website prodi Ikom. Saya berharap pelatihan seperti ini bisa diadakan secara kontinyu,” harap Winda Hardyanti,pengelola website Prodi Ilmu Komunikasi UMM. (wnd/rob/han)

UMM Teken MoU Joint Research dengan Taiwan ICDF

KERJASAMA riset kembali dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan institusi luar negeri. Kali ini kerjasama joint research dosen dengan Taiwan International Coorporation and Development Fund (Taiwan ICDF). Hal itu terekam dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara UMM dan ICDF, Jumat (17/11). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UMM Fauzan dan Direktur Taiwan ICDF Arif Misbaghul di Ruang Sidang Senat UMM. Pada kegiatan yang bertajuk “MoU Signing and Seminar on Prospect of Taiwan-Indonesia Coorporation on Research, Higher Education and Community Development in New South Bound Policy Era” ini turut hadir Direktur Press Information Division dari Taipei Economic and Trade Office (TETO), Ismail Mae. Rektor menjelaskan, penandatangan MoU ini untuk memperkuat kerjasama UMM di kancah Internasional khususnya di Taiwan. Selama ini, sambung Fauzan, UMM dan Taiwan hanya bekerjasama di bidang pertukaran mahasiswa dan dosen, namun kali ini adalah dalam bentuk joint research dosen. “Selain itu kegiatan ini juga sebagai bentuk follow up kami atas kunjungan kami ke Taiwan pada November tahun lalu. Saat itu UMM diminta mengirimkan imam masjid untuk komunitas Muslim di Taiwan. Tentu imam-imam yang akan dikirim UMM melewati seleksi ketat, karena selain untuk menjadi imam ia juga harus mengembangkan Islam di sana,” jelasnya. Sementara itu Ismail Mae menyampaikan, kerjasama Indonesia dan Taiwan sudah berkembang sangat baik. Ia juga menyebutkan Indonesia merupakan partner kerjasama terbaik Taiwan urutan ke-14 dalam urusan perdagangan. Terbukti dengan adanya 20.000 pengusaha dari sekitar 2000 perusahaan Taiwan berinvestasi di Indonesia, dengan total jumlah investasi mencapai 15 juta dolar Amerika. “Namun di samping itu semua yang terpenting adalah hubungan bilateral Indonesia dengan Taiwan serta pengembangan Islam di Taiwan,” tutur pria berkebangsaan Taiwan yang sudah dua tahun menetap di Indonesia itu. Sebelum adanya kesepakatan UMM dengan Taiwan dalam bentuk join research dosen ini, UMM lewat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM UMM) telah bekerjasama dengan komunitas keturunan Indonesia-Taiwan untuk mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Taiwan yang akan diberangkatkan pada 27 November ini. Kegiatan KKN tersebut akan diikuti oleh 17 mahasiswa dari program studi Hubungan Internasional UMM selama dua minggu.

Konferensi AICIC di UMM Bahas Konflik yang Dihadapi Umat Islam

Annual International Conference on Islam Civilization (AICIC) resmi dibuka (17/11) oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan. Pada kesempatan ini, Rektor menyatakan rasa bangganya atas diselenggarakan kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran anda semua yang ada di ruangan ini. Hal ini merupakan sebuah kehormatan bagi UMM karena dapat menghadirkan orang-orang dari berbagai negara untuk berkontribusi pada peradaban Islam,” jelas Fauzan. Sambutan Rektor UMM dilanjutkan dengan pidato yang disampaikan oleh Direktur Centre for Arab and Islamic Studies, The Australian National University (ANU) Amin Saikal, yang sekaligus bertindak sebagai keynote speaker. Pada pembukaan ini, Amin Saikal menyampaikan pidatonya yang bertajuk How Islamic has ‘Islamic State’ been? Amin Saikal menyatakan, Islamic state mengajak orang-orang untuk mengetahui lebih dalam konsep Islam yang lebih luas. “Islamic states mengajak anda untuk dapat mengetahui konsep Islam yang sesungguhnya dan untuk dapat memahamkan kita tentang Islam yang sebenarnya,” ungkap Amin. Pada sesi tanya jawab, banyak peserta yang mencoba untuk mendiskusikan konflik-konflik yang sedang terjadi di dunia saat ini. Hal senada juga disampaikan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama, Kamaruddin Amin, yang menyatakan bahwa konflik-konflik sedang terjadi di dunia terutama yang menyangkut umat muslim saat ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua. “Akselerasi dalam bidang ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi diberbagai belahan telah mengubah bebagai hal salah satunya juga tatanan hidup manusia. Perubahan ini diharapkan menjadi jalan untuk merubah insan manusia untuk menjadi manusia yang lebih baik,” tutur Kamaruddin. AICIC akan berlangsung selama tiga hari Jum’at-Ahad (17-20/11). Rangkaian kegiatan AICIC di antaranya adalah conference dan panel session untuk mendiskusikan hasil paper yang telah terseleksi dan akan berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini akan ditutup dengan rangkaian perjalanan tour area wisata Malang.

UMM Inisiasi Semangat Kebangkitan Islam untuk Peradaban Dunia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya menjadi inisiator kebangkitan semangat Islam untuk perabadan dunia. Melalui kegiatan Annual International Conference on Islam and Civilization (AICIC), UMM mengajak umat Islam dari berbagai belahan dunia untuk duduk bersama dan memberikan solusi nyata terhadap persoalan-persoalan yang sedang terjadi di dunia saat ini. Konferensi yang digagas Rektor UMM, Fauzan, ini dirancang sebagai acara akademik dan ilmiah untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dalam penyelesaian masalah dunia. AICIC akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (17-19/11) di Auditorium UMM. Kegiatan AICIC dibagi menjadi dua, yaitu presentasi call paper yang diikuti sebelas negara dan dilanjutkan dengan kegiatan konsorsium yang diikuti sejumlah perguruan tinggi di dunia yang mengelola pendidikan Islam. Selain itu, pada konsorsium akan hadir para pakar dari Australia, Amerika, Kamboja, Filipina, Malaysia dan Indonesia. Para peserta yang telah hadir adalah orang-orang terpilih yang memiliki ketertarikan pada isu-isu dan konflik yang terjadi di dunia. Di antara sejumlah pakar tersebut yaitu Prof Moh Zain Musa (Royal Academy of Cambodia), Prof Amin Saikal (Director of the Centre for Arab and Islamic Studies, Australian National University), Asst Prof Nefertari Arsad PhD (Istitute of Islamic Studies, University of Philippines Diliman Quezon City, Philippines), Associate Prof Muhamad Ali (Director of Middle East and Islamic Studies, University of California, Riverside, USA), Prof Mun’im Sirry (Notre Dame University, USA), Prof Dr Amsal Bakhtiar MA dan Prof Dr Abdurrahman Mas’ud (keduanya dari Departemen Agama RI), Prof Dr Syamsul Arifin MSi (Wakil Rektor I UMM) dan Irfan Junaidi (editor in chief Republika). Ketua Pelaksana AICIC, Salis Yuliardi, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk aksi nyata dari Islam yang selama ini banyak terkenal dengan peperangan dan terorisme. “Di sini saya menyampaikan ulang pernyataan inisiator kegiatan ini, di mana menurutnya Islam dianggap kurang memberikan kontribusi pada perdaban dunia,” tutur Salis. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa telah banyak Muslim yang sebenarnya telah menginspirasi dan menjadi bagian dari peradaban dunia. Pada segi tema, kegiatan ini ini benar-benar menekankan pada peran Islam untuk melahirkan pemikiran yang kontributif. Sub-topik pada kegiatan ini adalah pendidikan Islam, teologi-teologi Islam, ekonomi Islam, politik Islam, sosial budaya, dan teknologi. (nis/han)

Tertarik Kampung Warna-warni Jodipan, IAIN Surakarta Kunjungi UMM

TERINSPIRASI oleh Kampung Warna-warni yang digagas kelompok praktikum mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Guyspro, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta memboyong mahasiswanya, khususnya prodi Ilmu Komunikasi berkunjung ke UMM. Berlokasi di Auditorium Masjid AR Fachruddin UMM, Senin (13/11), kunjungan tersebut bertujuan untuk agar mahasiswa IAIN Surakarta memperoleh ilmu Public Relations (PR). “Kami ingin sharing dan memperoleh ilmu dari Komunikasi UMM, yang mahasiswanya pernah menciptakan Kampung Warna-warni Jodipan,” ujar Ahmad Qoyim, dosen PR IAIN Surakarta. Materi disampaikan oleh kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji MComm. Di hadapan kurang lebih 100 mahasiswa IAIN Surakarta, Jamroji mengungkapkan bahwa ranah kerja mahasiswa Ilmu Komunikasi nantinya adalah di bidang kreativitas. Sehingga, dalam menciptakan kreativitas dan ide yang baik, mahasiswa dituntut based on research. “Datanya harus real, klien juga harus real mereka mencari sendiri,” ujar Jamroji. Salah satu sarana belajar prodi komunikasi UMM adalah Laboratorium Ilmu Komunikasi (Lab Ikom). Beberapa bagian di dalam Lab Ikom di antaranya adalah Lab Simulasi PR, Lab Fotografi, Lab Mini Teater, Lab Mini Studio, Lab Grafis, Lab Master Control Room (MCR), Lab Recording dan Editing. Prodi Ilmu Komunikasi memfasilitasi mahasiswa mempraktikkan teori melalui lab tersebut. Terbagi dalam tiga konsentrasi penjurusan yaitu Public Relations, Audio Visual dan Jurnalistik, Jamroji menciptakan atmosfir lab yang menyenangkan dan ‘berbeda’ untuk mahasiswa. “Laboratorium Ilmu Komunikasi adalah miniatur dunia kerja. Miniatur dunia kerja Ikom harus kreatif,” ujarnya sembari memutarkan video profil suasana Lab Ikom yang warna-warni. Bagi Jamroji, atmosfir yang dibangun di Lab Ikom UMM telah mampu melahirkan karya-karya luar biasa, salah satunya Kampung Warna-warni Jodipan. (nim/han)

Fakultas Teknik UMM Berkomitmen Hadirkan Teknologi Pro-Lingkungan

FAKULTAS Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, namun juga pilar sosial dan lingkungan. Hal itu terungkap pada Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa (SENTRA) 2017, Kamis (9/11). Seminar ini dihadiri oleh 145 pemakalah yang terdiri dari para dosen, peneliti dan para mahasiswa program sarjana dan pascasarjana dari berbagai universitas dan lembaga. Dekan Fakultas Teknik UMM Dr Ahmad Mubin MT menilai, pembangunan berkelanjutan telah menjadi tuntutan bersama. “Jika pembangunan nasional hanya difokuskan pada aspek ekonomi, maka akan terjadi kehancuran di muka bumi ini, oleh karena itu harus diubah konsepnya menjadi sustainable development,” ujarnya. Ahmad Mubin menambahkan, generasi saat ini tidak boleh serakah dengan menghabiskan semua sumber daya untuk memenuhi kebutuhan, juga harus memikirkan untuk generasi yang akan datang dimulai dari input-proses-output dalam pembangunan nasional. Dosen Fakultas Teknik UMM Dr Iis Siti Aisyah MT selaku ketua pelaksana mengungkapkan, seminar ini dapat menjalin sinergi dan membangun kolaborasi penelitian di masa yang akan datang. “Sentra ini pula diharapkan dapat menyumbangkan manfaat yang besar dan mampu mewujudkan atmosfir serta budaya riset yang baik, berkelanjutan dan berkualitas sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi rekayasa,” ujar Lis disela-sela acara. Kehadiran teknologi ramah lingkungan dalam pengembangan industri nasional, ungkap Iis Siti Aisyah merupakan sebuah keharusan yang memerlukan dorongan dari berbagai pihak termasuk akademisi, praktisi, pelaku industri serta peneliti. Seminar nasional ini dibuka oleh Prof Syamsul Arifin MSi selaku Wakil Rektor I UMM. Hadir pula sebagai keynote speaker Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Noor Arifin Muhammad ST MSIE dan guest speaker Guru Besar University Teknologi Malaysia Prof Ir Dr Mohd Hanim Osman. (nim/han)