IIUCP UMM Gelar 3 Workshop, Integrasikan Nilai-Nilai Ke-Islaman dan Keilmuan Psikologi

DALAM rangka pengembangan keilmuan Psikologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan 3 workshop sekaligus. Seluruh rangkaian workshop ini ada dalam serangkaian acara Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP). Kegiatan diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama IV Kampus III UMM, Ahad (21/10) kemarin. Workshop yang pertama adalah “Mengembangkan Karakter Islami untuk Masa Remaja” yang disampaikan Dr. Bagus Riyono, MA Dosen Fakultas Psikologi UGM. Dalam workshop tersebut disampaikan bahwasanya untuk dapat memahami karakter seseorang, yang harus dilakukan adalah dengan memahami prinsip dasar hidup manusia yang disebut dengan fitrah atau sunnatullah. “Termasuk di dalamnya adalah remaja yang kelak menjadi pemegang tampuk kepimpinan di negeri ini. Peserta dalam workshop ini dilatih untuk memahami dan dapat mengaplikasikan berbagai cara dan pendekatan di dalam mengembangakan karakter anak sesuai dengan kaidah-kaidah Islam,” terang Bagus. Workshop kedua yakni “Mengembangkan Karakter Islami untuk Anak-anak melalui BERLIAN: Sebuah Permainan Pembelajaran Pengalaman (Experiential)” disampaikan oleh Dr. Iswinarti, M.Si, Dosen Fakultas Psikologi UMM. Dalam workshop ini Iswinarti melatih para peserta untuk dapat mengenalkan dan membangun karakter positif anak, tentunya berdasarkan nilai ke-Islaman melalui metode yang unik yaitu permainan tradisional. Metode ini, sambung Iswinarti, terbukti mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak, kemampuan pengendalian diri, kerja sama dan empati. Serta, mengandung nilai-nilai yang berkaitan dengan perkembangan moral seperti kejujuran/sportivitas, semangat pantang menyerah, motivasi untuk mencapai prestasi, maupun pembelajaran untuk kepatuhan terhadap aturan. Di dalam permainan ini juga memiliki kandungan nilai-nilai baik dan luhur (wisdom) yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selanjutnya, workshop ketiga disampaikan oleh Hanan Dover Ph.D seorang psikolog klinis dan forensik terkait “Mengintegrasikan Kesehatan Psikologis, Spiritual, dan Fisik untuk Kesehatan Menyeluruh”. Menurut Hanan Dover, ada berbagai informasi dan terapi psikologis yang dapat meningkatkan keberfungsian diri klien atau pasien (muslim). “Sehingga kesehatannya secara keseluruhan semakin membaik. Ia menambahkan bahwa keilmuan psikologi bukan rumpun ilmu yang terpisah tetapi juga bisa diintegrasikan dengan konsep-konsep Islam dan religiusitas,” papar Hanan yang merupakan Wakil Presiden Asosiasi Internasional Psikolog Muslim. Melalui berbagai penyelenggaraan workshop ini, Adhyatman selaku ketua penyelenggara kegiatan menuturkan, harapannya para praktisi dan ilmuan muslim semakin menumbuhkan ghirohnya dalam pengembangan keilmuan maupun terapi Islam. Serta berkontribusi terhadap semakin mengukuhkannya Psikologi Islam sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan. (nin/can)
Psikologi UMM Tuan Rumah The 5th Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP)

The 1st Annual Conference of Applied Islamic Psychology dan The 5th Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP) digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara bersamaan. Kali ini Fakultas Psikologi, UMM menjadi tuan rumah gelaran konferensi bagi universitas yang tergabung dengan Asosiasi Psikologi Islam (API) itu. Konferensi digelar dimulai hari ini, Sabtu hingga Minggu (20-21 Oktober 2018). Adhyatman Prabowo, M.Psi., Psikolog, dosen psikologi UMM sekaligus ketua pelaksana konferensi ini mengungkapkan bahwa ini kali pertamanya Fakultas Psikologi menjadi tuan rumah IIUCP setelah 5 tahun konferensi ini digelar. “UMM sendiri kan termasuk dari anggota Asosiasi Psikologi Islam, kali ini UMM dapat giliran mengadakan konferensinya,” ujarnya. “Tujuan utama adanya IIUCP ini sendiri adalah untuk mempererat jaringan universitas Islam di Indonesia yang pada prinsipnya mengkombinasikan psikologi dengan perspektif Islam. Dengan adanya konferensi ini diharapkan ilmu Psikologi dapat sejalan dengan perspektif Islam dalam penerapannya,” Konferensi ini dihadiri Univeristas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Bandung, Univeritas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, serta Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Konferensi dengan tema “Psikologi Islam Menjawab Tantangan Peradaban Modern” ini digelar dengan rangkaian acara seminar yang diisi pembicara utama Hanan Dover, Psikolog Klinis dan Forensik asal Sydney. Hanan, merupakan Wakil Presiden Asosiasi Internasional Psikolog Muslim. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kegiatan presentasi paper oleh peserta yang telah mengirimkan proposal penelitiannya saat pendaftaran konferensi. Kemudian, rangkaian acara untuk esok harinya (21/10) yakni workshop yang diisi oleh 3 pemateri dengan menggabungan perspektif Psikologi dan Islam. Acara dibuka dengan sambutan oleh wakil rektor I, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si dan dekan Fakultas Psikologi, M. Salis Yuniardi, M.Osi., PhD., Psikolog, kemudian penyerahan penghargaan API untuk Prof. Dr. Abdul Mujib dan Alm. Dr. Yadi Purwanto, Psikolog, sebagai pendiri API dan orang berpengaruh dalam perkembangan Psikologi Islam. (irm/can)
Kompetisi U-11, Komitmen UMM Majukan Sepak Bola Indonesia

KOMPETISI Sepak Bola U-11 Piala Rektor UMM 2018 secara resmi digelar. Kompetisi yang baru pertama kali digelar ini dibuka langsung Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko di stadion sepak bola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (19/10) pagi. Sebanyak 96 club bersaing untuk merebutkan posisi pertama kompetisi ini. Dalam sambutannya saat membuka acara, Sofyan sangat mengapresiasi upaya dan ikhtiar UMM dalam mendukung persepakbolaan Malang Raya dan tentunya Indonesia. “Terima kasih kepada UMM yang sudah sangat berupaya mewujudkan dukungannya. Inilah aksi yang nyata, luar biasa!,” ucap Sofyan. Menurut Sofyan, pembibitan dan pembinaan dini menjadi hal yang penting untuk perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia. Hal ini terwadahi dalam sekolah sepak bola (SSB). Namun begitu, untuk kompetisi sepak bola belum begitu banyak. Padahal kompetisi dapat mewadahi begitu banyak SSB untuk menguji kemampuannya. Sementara itu, Harris Tofly, ketua pelaksana Kompetisi Sepak Bola U-11 Piala Rektor UMM 2018 menuturkan, bahwasanya begitu besar minat sekolah-sekolah sepak bola untuk mengikuti Kompetisi Sepak Bola U-11 di UMM. “Yang mendaftar ada 215 club. Namun yang kami terima hanya 96. Sangat besar antusiasnya,” jelasnya. Ke-96 tim itu terbagi dalam 24 grup. Di mana setiap grup diisi 4 tim. Juara dan runner-up dari masing-masing grup berhak melaju ke babak selanjutnya. Mulai 48 besar hingga partai puncak yang digelar di hari Minggu (19/10) besok. Selain dari Jawa-Bali, tim-tim dari Indonesia Timur juga turut bersaing. Terkait regulasi, sambung Harris, turnamen kali ini mengadopsi Piala Danone. Dengan aturan di antaranya, setiap tim memainkan 8 pemain dan berhak melakukan hingga 4 kali pergantian pemain. Setiap pertandingan digelar dalam durasi 2×15 menit. Mengingat kompetisi ini merupakan ajang bagi anak-anak usia 11 tahun ke bawah, ukuran lapangan pun disesuaikan, yakni berukuran 40×60 meter. “Jadi, lapangan UMM kami bagi jadi dua bagian,” terang Haris, dosen Fakultas Hukum UMM yang juga pembina Sekolah Sepak Bola (SSB) UMM itu. Sejumlah SSB dari Malang Raya yang sudah memiliki nama besar, seperti UMM, Akademi Arema, hingga Putra Jaya ambil bagian dalam kompetisi yang baru pertama digelar di Stadion UMM dan Merjosari ini. Lalu, ada pula tim-tim dari luar Malang, mulai dari Surabaya Bersatu, Pordes Jember, Mondoteko Rembang, hingga Bali FC. Tak mau kalah, tim dari Indonesia Timur juga turut bersaing. Sementara ganjaran bagi pemenang, juara I Kompetisi Sepak Bola U-11 Piala Rektor UMM 2018 tak hanya berhak atas trofi. Tapi, juga beasiswa dari UMM dan uang pembinaan. “Kami akan tetap memberikan apresiasi untuk tim yang menduduki posisi 5, 6, 7, dan 8. Lalu, top scorer dan pemain terbaik,” kata dia. Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd menyampaikan, ke depan pihaknya akan mengadakan kompetisi ini rutin dua tahunan. Ini adalah wujud komitmen UMM mendukung penuh olahraga sepak bola, sekaligus pembibitannya. “Kami akan tingkatkan kerjasama dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia, red.), baik di tingkat Malang Raya maupun Provinsi,” tangkasnya. Visi SSB UMM sebagai penyelenggara utama kompetisi ini, kata Fauzan, sejalan dengan harapan adanya kompetisi ataupun turnamen sepakbola yang sportif, ramah dan damai. Dilanjutkan Fauzan, adapun kompetisi semacam ini sekaligus menunjukan kepedulian dan keseriusan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Kompetisi sepak bola, yang digadang sebagai turnamen kelompok usia dini terbesar tahun ini dibuka secara simbolis oleh Sofyan Edi Jarwoko dengan kick off dari tengah lapangan. Ketika bola ditendang, seluruh peserta kompetisi gemuruh mengejar bola tersebut dan memekikkan goal ketika bola berhasil masuk ke dalam gawang. (mir/can)
Mulai Hari Ini, 96 Tim Sepak Bola U-11 Se-Jawa Bali dan Indonesia Timur Berlaga di Piala Rektor UMM 2018

SEPAK BOLA adalah salah satu cabang olahraga atletik yang sangat digandrungi oleh segala macam usia dan suku bangsa. Sering kita saksikan pula, sepak bola berhasil menyatukan perbedaan. Berangkat dari hal itu, dalam rangka menanam benih rasa persatuan sejak dini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Kompetisi Sepakbola U-11 Piala Rektor UMM 2018. Perhelatan ini dilaksanakan mulai hari ini, Jumat hingga Minggu (19-21) Oktober 2018 di Stadion UMM. Menurut ketua pelaksana, Dr. Haris Tofly, S.H., M.Hum., kelompok usia sebelas tahun sengaja dipilih untuk memberikan wadah pengembangan potensi sepak bola. Banyak Sekolah Sepak Bola di penjuru nusantara yang juga membina kelompok umur sebelas tahun. Sejak dibuka hingga ditutupnya pendaftaran kompetisi, terhitung sudah 96 club mendaftarkan diri. Mereka berasal dari Sekolah Sepak Bola/ Akademi/ Diklat Sepakbola se-Jawa Bali dan Indonesia Timur “Universitas Muhammadiyah Malang merupakan instansi perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara tak tekecuali lewat sepakbola. UMM yang dalam hal ini memiliki sarana prasarana yang memadai setidaknya harus mampu berperan dalam memajukan sepakbola Indonesia,” terang Haris saat diwawancarai di ruangannya, Kamis (18/10) siang. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), sambung Haris, sebagai wadah organisasi tertinggi sepakbola di Indonesia, memiliki tanggung jawab mutlak terhadap kemajuan dan perkembangan sepakbola tersebut. Cita-cita mulia mewujudkan sepakbola yang maju dan berprestasi kadangkala terhambat akibat kebijakan yang kurang tepat dari sebagian pengurus PSSI sendiri. “Padahal, sejatinya sepakbola dapat mempersatukan berbagai elemen bangsa yang beraneka ragam. Tugas seperti ini hanya dapat dicapai dengan maksimal bila terorganisir dengan baik. Keberadaan roda kompetisi merupakan faktor utama dalam peningkatan prestasi sepakbola Indonesia yang muaranya adalah terbentuknya Tim Nasional Sepakbola Indonesia yang tangguh,” ungkap dosen Fakultas Hukum ini. Keberadaan roda kompetisi merupakan faktor utama dalam peningkatan prestasi sepakbola Indonesia yang muaranya adalah terbentuknya Tim Nasional Sepakbola Indonesia yang tangguh. Kompetisi berjenjang, tegas Haris, merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan seluruh stakeholders dalam memajukan sepakbola Indonesia tanpa menunggu hadirnya kompetisi dari PSSI. Untuk itulah, lanjut Haris, diperlukan sebuah kompetisi ataupun turnamen sepakbola yang sportif, ramah dan damai. Adapun kompetisi atau turnamen semacam ini sekaligus menunjukkan kepedulian dan keseriusan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. “Sekaligus mensukseskan apa yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia yaitu, memasyarakatkan Olahraga dan mengolahragakan masyarakat dalam rangka mewujudkan manusia yang sehat jasmani dan rohaninya,” pungkasnya. (mir/can)
Inisiasi Koperasi ‘Aroi’, Mahasiswa UMM Terima Penghargaan Guru Teladan dari Kementerian Pendidikan Thailand

SATU bulan magang sebagai guru di Thailand, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat penghargaan Teacher of the Year dari Kementerian Pendidikan Thailand beberapa waktu lalu. Penghargaan itu merupakan apresiasi Pemerintah Thailand terhadap mahasiswa UMM sebagai guru teladan di Sekolah Dasar Darul Muhmin Satun, Thailand. Utamanya, atas inisiasi mereka mendirikan Koperasi beratmosfer Internasional, ‘Aroi’. Adalah Arfi Alfaruq Muhibbillah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris; Syamsul Rijal mahasiswa Civic Hukum; dan Widodo Herlambang mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2015 yang menerima gelar kehormatan itu langsung dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Satun, Thailand, Somkid Joeychum. Akronim nama ketiganya lah yang digunakan untuk menamakan koperasi ini, yakni Arfi, Rijal dan Widodo: Aroi. ‘Aroi’ sendiri dalam bahasa Thailand berarti ‘enak’. “Sehubungan dengan ketertinggalan sekolah Darul Muhmin dalam berbahasa Inggris, jadi setiap warga sekolah yang membeli makanan atau jajanan kecil di sana (koperasi, red.) harus berbahasa Inggris,” kata Arfi Alfaruq Muhibbillah saat diwawancarai, Kamis (18/10) siang. Diakui Arfi, warga lingkungan sekolah Darul Muhmin tidak ada yang bisa berbahasa Inggris. Sejumlah guru bahasa Inggris di sana juga bukan lulusan pendidikan Bahasa Inggris, sehingga memiliki pengetahuan terbatas. Diperolehnya penghargaan itu juga terbilang tak direncanakan. Diceritakan Arfi, saat bermain game untuk mengenalkan Bahasa Jawa, secara kebetulan Sekjen melihat aktivitas mereka. “Setelah itu kami diminta pihak sekolah untuk menemui Sekjen Pendidikan Satun. Kata Sekjennya banyak mahasiswa yang pernah melakukan program serupa, namun katanya milik kami yang paling berhasil,” lanjutnya. Selain mengajarkan bahasa Inggris, mereka juga saling bertukar pengetahuan budaya masing-masing juga ke-Islaman. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi kami karena datangnya langsung dari Pemerintah Thailand. Kami yakin tentunya gelar ini melewati pertimbangan yang matang,” terang Drs. Nurwidodo, M.Kes selaku Kepala Unit Magang dan Micro Teaching Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM saat ditemui di kantornya, Kamis (18/10). Nurwidodo sempat kaget bahwa mahasiswanya bisa mendapat penghargaan ini. “Guru asli sana saja belum dapat. Kok, mahasiswa kita yang dapat dan dijadikan contoh untuk guru-guru asli di sana. Tentunya ini prestasi yang sangat membanggakan,” ungkap Nurwidodo sumringah. Selain itu, 22 orang dari 53 mahasiswa yang mengikuti program magang mengajar di Thailand mendapat tawaran untuk menjadi guru resmi di tempat mereka mengajar, dengan syarat lulus sarjana terlebih dulu. “Maka dari itu kami panggil alumni magang di Thailand kemarin, terutama yang 22 mahasiswa itu, kami himbau agar segera lulus dan bekerja di sana,” jelas Nurwidodo.(usa/can)
Mobil Kaca UMM Perkaya Literasi Anak-anak Didik Pondok Sinau Kepanjen

MOBIL Kamis Membaca (Kaca) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kali ini mampir di Pondok Sinau, Desa Mojosari, Kepanjen, Kamis (18/10) sore. Pondok Sinau besutan dosen program studi (prodi) Kesejahteraan Sosial Hutri Agustino ini mempunyai banyak program sosial. Utamanya kegiatan literasi. Rutinitas anak-anak di Pondok Sinau sangat beraneka ragam. Mulai dari membaca buku hingga mengaji. Mobil Kaca datang untuk memperkaya literasi anak-anak. Saat Mobil Kaca datang, anak-anak usia sekolah dasar tersebut riang menyambut. Selain menyasar anak-anak, pembinaan juga dilakukan ke ibu-ibu rumah tangga, hingga lanjut usia. Sesi pertama dimulai dengan mendengarkan dongeng. Anak-anak begitu antusias mendengarkan kisah dari Si Pendongeng. Suasana kadang menjadi hening seketika, kemudian tiba-tiba pecah disusul dengan gelak tawa. Saking serunya, setelah sesi dongeng berakhir, semuanya meminta didongengi lagi. Selain dibacakan dongeng, anak-anak diajari permainan tradisional serta disediakan bahan bacaan khusus anak-anak. Tak kalah menarik, kegiatan menonton film juga menarik antusiasme anak-anak. Melalui menonton film, anak-anak dapat belajar dari keteladanan Nabi dan Rosul dengan suasana yang menyenangkan. Minimnya tayangan yang kurang mendidik di televisi, menjadikan Mobil Kaca sebagai alternatif pendidikan melalui tayangan film. “Seandainya saja pondok sinau punya mobil yang seperti ini, pasti anak-anak tambah betah setiap hari main ke sini. Gak pulang-pulang,” kata Hutri di sela-sela kegiatan. Untuk sesi permainan tradisional, tim mobil kaca mengenalkan permainan khas daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Rangkuh Alu. Permainan ini berhasil membuat suasana menjadi lebih meriah. Selama ini anak-anak hanya tahu Rangkuh Alu dari pelajaran di sekolah, namun belum pernah langsung memainkannya. (mir/can)
Kolaborasi Farmasi-Ilmu Komunikasi UMM Raih Posisi Juara Terbaik Lomba Video Edukasi Kesehatan di Undip Semarang

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil merebut posisi pertama dalam kompetisi video nasional yang diselenggarakan LPM Publica Health FKM Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, (14/10) lalu. Diumumkannya tim kolaborasi mahasiswa program studi (Prodi) Komunikasi dan Farmasi UMM sebagai juara terbaik tingkat nasional diakui telah dipersiapkan secara matang. Anggota tim, Dimas Fajar Aziz menyampaikan, timnya sudah sangat optimistis akan menduduki peringkat pertama sebagai tambahan bonus usaha yang telah diperjuangkan selama ini. “Semua yang sudah kita lalui selama ini adalah bonus yang diberikan oleh Allah atas perjuangan dan usaha semua yang terlibat dalam proses kami semua,” kata ketua tim tersebut. Setelah melalui beberapa babak penyeleksian oleh panitia, tim UMM yang beranggotakan Dimas Fajar Aziz (Farmasi), Achmat Bagas Apriliyanto (Farmasi), Kinka Dwirasti Radhani (Ilmu Komunikasi) telah berhasil mencapai babak akhir. Di babak akhir, UMM dipertemukan dengan 2 tim penantang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro (Undip). Pada babak ini dihadirkan tiga ahli juri dalam bidangnya untuk menilai originalitas, kesesuaian dengan tema, pesan yang disampaikan sekaligus kualitas video yang dibuat oleh para peserta lomba. Salah satu jurinya adalah Mahesa Nugraha dari NET Media Tama. UMM Maju sebagai tim pendatang dari luar kota, Tim UMM membingkai sebuah video berdurasi 4 menit 54 detik dengan bahasa yang mudah dipahami. Perlombaan kali ini mengusung tema “Kesehatan di Era Digital”. Dari beberapa sub tema yang tersedia, tim UMM memilih tema “Sex Education pada Era Milenials”. Melalui video-nya tim UMM berpendapat, perilaku anormal sex atau perilaku penyimpangan aktivitas sex di kalangan pelajar dapat diselesaikan dengan metode CURIN atau Curiculum and Information yang diselipkan di antara mata pelajaran sekolah dasar, hingga sekolah menengah. Dalam hal ini, tanpa harus dengan tergesa-gesa membuat remaja paham akan perannya di kehidupan mendatang. “Penyampaian sex education tersebut dapat didukung dengan pengarahan yang positif, penjelasan yang mendukung, tuntunan dari pengajar yang tidak menimbulkan efek negatif terhadap psikologi anak terhadap sex,” jelas Kinka Dwirasti Radhani selaku pembicara kedua dari tim UMM dalam videonya. Kesiapan tim UMM untuk menjadi juara telah dipertegas oleh Dian Ermawati, M.Farm Apt. selaku pembina tim video UMM. Ia mengaku tidak meragukan kemampuan anak didiknya. Ia meyakini hal tersebut setelah tim video UMM sukses merebut jajaran juara pada kompetisi video nasional yang diikuti universitas dari seluruh Indonesia itu. UMM keluar sebagai juara pertama mengalahkan tuan rumah Undip Semarang. (Humas Fikes/can)
UMM Jadi Tuan Rumah Konferensi Teknologi Tingkat Dunia, Bahas Relasi Manusia dan Teknologi di Masa Depan

UNTUK kelima kalinya International Conference Electrical Engineering, Computer Science and Informatics (EECSI) terselenggara. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di tahun 2018 ini menjadi tuan rumah bagi perhelatan konferensi teknologi tingkat dunia, membahas relasi antara manusia dan teknologi di masa depan. Konferensi ini menghadirkan banyak ahli dari sejumlah universitas di luar negeri. Hadir di antaranya Dr. Daniel Thalmann yang merupakan Professor of Virtual Humans and Virtual Reality dari Switzerland; Dr. Sonali Agarwal Asst. Professor of Vector Machines and s.w Engineering dari Indian Institute of Information Technology; Dr. Mohd Fua’ad Rahmat Professor of Control and Instrumentation Engineering, Allahabad dan Dr. Jafri bin Din Professor of Radio Wave Propagation dari Universiti Teknologi Malaysia. Bertindak sebagai keynote speaker, Daniel Thalmann, Professor of Virtual Humans and Virtual Reality dari Switzerland ini memaparkan perkembangan Virtual Reality yang lebih kita kenal dengan VR dari waktu ke waktu. Dimulai sejak tahun 1962 alat percobaan tersebut dinamai Sensorama Simalutor. Alat ini dilengkapi dengan wahana bau, suara, getaran dan efek atmosfir seperti angin. Daniel juga mengenalkan teknologi Virtual Human yang akan ada di masa depan. EECSI 2018 sendiri merupakan hasil konsorsium dari beberapa perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Beberapa perguruan tinggi tersebut diantaranya Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada dan Universiti Teknologi Malaysia. Acara yang didukung oleh Kemenristekdikti, IEEE Indonesia Section dan Scopus ini menerima sekitar 300 artikel yang masuk dari seluruh dunia, terseleksilah 148 artikel untuk dipresentasikan di hari ke-2 penyelenggaraan EECSI. Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran revolusi industri 4.0 tidak terhindarkan lagi. Revolusi ini telah menawarkan cakrawala baru dalam berbagai aspek kehidupan. “Untuk bisa menjadi yang diperhitungkan di bidang teknik elektro, ilmu komputer, serta informatika, teknologi 4.0 memainkan peran kuatnya untuk mendukung kemajuan teknologi dalam rangka menyambut generasi di masa depan,” tandas Syamsul sekaligus membuka acara, Selasa (16/10) kemarin. (mir/can)
Belum Genap Dua Bulan Kuliah di UMM Sudah Sabet 3 Medali, 2019 Kembali Targetkan Emas di Itali

BELUM genap dua bulan berkuliah di Universitas Muhammdiyah Malang (UMM), Shofiyah Nur Yustina, Mahasiswi Program Studi Manajemen angkatan 2018 sudah miliki tiga prestasi dalam kejuaraan Karate. Perempuan yang akrab dipanggil Shofi itu menyabet dua medali emas di Anjuk Ladang Karateka dalam pertandingan Kata Perorangan dan Bondowoso Ijen Championship di kategori yang sama, September lalu. Sementara itu, masih di bulan yang sama, Shofi juga menyabet medali perunggu di Bondowoso Ijen Championship dalam pertandingan Kumite Beregu. “Saya ikut Karate sejak kelas 4 SD, awalnya memang tertarik dan cuma nyoba-nyoba. Eh, jadinya ikut Karate beneran,” kata Shofi yang sudah memenangi berbagai kejuaraan sejak kelas 5 SD. Shofi didukung penuh oleh sang Ayah yang menginginkan anaknya menjadi wanita yang tangguh dan tahan banting. Sedangkan sang Ibu, tetap turut mendukung, tapi setiap kali Shofi berlaga sang Ibu selalu enggan melihat anaknya cedera. “Dulu saya pernah kena tendang di kepala sampai pernah kurang bisa mendengar sampai beberapa hari,” jelas Shofi. Cita-cita Shofi adalah menjadi atlet Karate internasional. Ia berlatih Karate setiap hari selama tiga sampai empat jam. Namun ketika menjelang pertandingan, ia fokus mengikuti Training Camp yang dilaksanakan selama tiga bulan dan berlatih selama delapan sampai sembilan jam per hari. Kerja keras memang tak pernah mengkhianati hasil. Waktu Shofi masih duduk di bangku SMA saja, ia sudah berhasil menyabet dua medali emas di kejuaraan internasional yang diselenggarakan Shotokan Karate-Do International Federation (SKIF), Itali. Saat ini Shofi masih mencari sponsor untuk kembali bertanding di SKIF pada bulan Januari 2019 mendatang di Itali. “Saya ingin bertanding kembali di SKIF karena lawannya sekarang lebih menantang yaitu pemenang platnas-platnas dari berbagai negara,” jelas Shofi. Dari Karate ia belajar bersyukur karena bisa diberi kesempatan juara dan berkeliling Jawa Timur hingga ke Itali secara gratis. Selain itu dia bisa mengenal diri sendiri dengan baik. “Saya jadi mengerti batasan kemapuan saya sampai di mana. Dan ternyata dengan berlatih keras saya bisa melampauinya,” ungkapnya. Meskipun bercita-cita menjadi Atlet Karate Internasional, Shofi tidak meninggalkan kuliahnya. Ia tetap giat belajar dan mengerjakan tugas yang diberi dosen. “Karena jadi Atlet aja di Indonesia tidak bisa menjamin masa depan, jadi harus mandiri. Jadi pesan saya kepada teman-teman yang mengikuti kejuaraan olahraga, jangan cepat menyerah dan tetap harus bisa menyeimbangkan antara kejuaraan, kuliah, dan mengerjakan tugas,” pungkasnya. (Humas UMM)
Pemikiran Etis dalam Penelitian Kesehatan, KEPK UMM: Wajib!

KOMISI Etik Penelitian Kesehatan Universitas Muhammdiyah Malang (KEPK UMM) mengadakan pelatihan Etik Dasar Lanjut (EDL) untuk menekankan berpikir ilmiah dan etis dalam suatu penelitian. Sebab, peneliti harus mempunyai pemikiran etis dalam melakukan penelitiannya yang mengambil subyek manusia atau hewan. Tak kalah penting, pemikiran etis juga wajib dihadirkan agar sebuah peneltiian mempunyai batasan yang jelas. Dalam pelatihan ini, Hidajah Rachmawati selaku Sekretaris KEPK UMM menegaskan, sebuah penelitian sudah sangat wajar jika harus berpikir ilmiah namun peneliti tidak boleh melupakan pemikiran etis. “Jadi kalau selama ini, sebuah penelitian pasti disandarkan pada berpikir ilmiah, kan, sudah. Tetapi harus juga dibarengi berpikir etis kalau subyek penelitiannya adalah manusia dan hewan,” jelas Hidajah. Tak kalah penting, sambung Hidajah, penelitian yang dilakukan dalam bidang apapun yang mengambil manusia dan hewan sebagai subyek harus memenuhi Etical Clearence (EC). EC adalah kelayakan etis yang tertulis untuk menentukan sebuah penelitian itu layak dilakukan atau tidak. “Supaya apa penelitian harus mempunyai Etical Clearence? Supaya tidak ada subyek atau manusia yang dieksploitasi,” tambahnya. Dalam EC ada tiga prinsip utama yaitu Baik, Adil, dan Hormat (BAH). Penelitian harus memberi manfaat yang baik terhadap subyek maupun dalam bidang keilmuan terkait. Peneliti juga harus adil dalam meneliti yaitu adil dalam bentuk keseimbangan manfaat dengan resiko yang harus ditempuh subyek. Terakhir, peneliti harus hormat kepada subyek dengan mempertimbangkan resiko psikis dan fisik subyek yang diteliti. Pedoman yang digunakan dalam Etical Clearence adalah pedoman yang dibuat oleh Council for International Organizations of Medical Sciences (CIOMS) yang dibuat pada tahun 2016. Pedoman itu berlaku secara global. Jadi setiap penelitan yang dilakukan dengan subyek manusia atau hewan harus mematuhi pedoman itu. “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan tidak ada pelanggaran etis dalam penelitan,” pungkas Hidajah. Pelatihan itu dihadiri berbagai instansi. Selain dari UMM, juga hadir RSUD Dr. Harjono Ponorogo, Poltekes Malang, Universitas Brawijaya, dan Stikes Kendedes. Pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari ini dimulai sejak tanggal 10 hingga 12 Oktober 2018 kemarin di Aula Kampus II UMM. (Humas UM)