Prihatin Kondisi Bumi, Mahasiswa HI UMM Gelar Kampanye Cinta Lingkungan

Bumi dari waktu ke waktu telah mengalami perubahan lingkungan yang sangat parah dan memprihatinkan. Tidak lain itu semua karena ulah manusia yang semena-mena dan tidak merawat lingkungan dengan baik. Melihat fenomena tersebut Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kampanye tentang pentingnya menjaga bumi yang bertepatan dengan Hari Bumi Internasional yang diperingati setiap tanggal 22 April. Berlangsung di Lantai 3,5 UMM, Rabu (18/4) kampanye ini merupakan tugas mata kuliah Politik Lingkungan yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut yaitu Dr. Saiman, M.Si. Saiman yang turut hadir langsung dalam kampanye ini juga ditemani oleh Kepala Laboratorium HI yaitu Ruli Inayah Ramadhoan, M.Si. Keduanya menurutkan bahwa tugas mata kuliah ini mengajarkan kepada mahasiswa untuk lebih peduli akan isu-isu global seperti isu lingkungan misalnya pemanasan global, perubahan iklim hingga penebangan hutan liar. Kampanye ini juga bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan untuk menyelamatkan Bumi. “Memberikan informasi kepada kalangan mahasiswa maupun kepada publik, kaitannya tentang isu-isu lingkungan untuk memperingati Hari Bumi sekaligus mengajak publik untuk lebih sadar akan pentingnya merawat Bumi,” jelas Saiman. Ada dua kelas yang mengikuti kampanye ini, dengan dua konsep yang berbeda. Kelas pertama mengambil tema Refleksi Bumi yang mana tema tersebut muncul dari kekhawatiran atas kondisi bumi yang semakin lama semakin buruk. Mereka membuat berbagai macam poster yang berisi ajakan agar manusia semakin peduli untuk menjaga lingkungan. Kelas Kedua mengambil tema udara, air dan tanah. Lewat poster-poster yang berisi foto keadaan bumi yang rusak akibat perbuatan manusia, mereka mengajak publik untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari sungai dan laut. Mereka juga menyediakan trash bag agar mahasiswa dan orang yang lewat sadar dan mau membuang sampah pada tempat yang telah mereka sediakan. Uniknya, tidak hanya melalui kampanye langsung, nantinya aksi ini akan berlanjut di media sosial melalui foto-foto dab poster yang diunggah. Harapannya agar pesan yang disampaikan, melalui kampanye ini bisa tersampaikan lebih luas. Kharisma Bima Sakti yang merupakan salah satu mahasiswa Hubungan Internasional penggagas kampanye ini berharap bisa mengedukasi sekaligus menyadarkan publik akan pentingnya menjaga bumi melalui kampanye yang mereka lakukan. “Selain itu, harapan kedua ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwasannya kita ini sudah diberi tempat oleh Sang Pencipta, masak kita tidak ada tanggung jawab sama sekali untuk merawat tempat yang dikasih gratis sama Tuhan”, jelas Kharisma. (gan/sil)
Visitasi AUN-QA, Tiga Prodi UMM Siap Raih Sertifikasi Tingkat ASEAN

Mewujudkan visi untuk menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berdasarkan nilai Islam pada Tahun 2030, UMM terus memantapkan geraknya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjalin kerjasama dalam meraih berbagai rekognisi internasional. Berlangsung di Ruang Sidang Senat UMM, Rabu (18/4) UMM menerima kunjungan visitasi dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendapatkan pengakuan lembaga yang telah eksis di Asia Tenggara tersebut untuk memiliki keselarasan, terutama dalam bidang jasa pendidikan dan jaminan mutu. Hadir dalam visitasi ini Ms. Cynthia T. Totanes (Philiphina), Prof. Dr. Amalina M. Afifi (Malaysia), Prof. Dr. Irfan Naufal Umar (Malaysia), Dr. Wyona C. Patalinghug (Philiphina), Prof. Chavalit Wongse-ek (Thailand) dan Prof. Dr Allan B de Guzman (Philiphina). Visitasi akan berlangsung selama tiga hari, 18-20 April 2018. Dewan Ahli AUN-QA dari Mahidol University Thailand Prof. Chavalit Wongse-ek mengatakan, AUN QA adalah penilaian yang sangat bagus, dan jaringan seluruh ASEAN adalah kunci untuk mengembangkan ASEAN. “Untuk itu, standar AUN-QA perlu ditingkatkan dalam mengembangkan dan menambah kerja sama,”tandasnya. UMM sendiri telah menjadi associate member AUN-QA sejak Agustus 2016 dan tahun ini mendaftarkan tiga prodinya yaitu, Program Studi Peternakan, Manajemen dan Pendidikan Biologi untuk memperoleh sertifikasi dari AUN-QA. Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr Syamsul Arifin, MSi menuturkan pada level nasional UMM sudah 10 tahun berturut-turut memperoleh Anugerah Kampus Unggul (AKU) Kopertis VII Jatim dan juga akreditasi institusi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Selanjutnya, UMM ingin berkompetisi di level Internasional. “Sertifikasi yang diperoleh UMM pada level ASEAN tersebut nantinya akan meningkatkan pengakuan serta kompetisi mahasiswa dan alumni, terutama di level ASEAN,” pungkas Syamsul.
Grand Final Putra Putri Kampus 2018, Munculkan Icon Teladan Bagi Mahasiswa UMM
Untuk menumbuhkan semangat kompetisi dari para mahasiswanya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan ajang pemilihan Putra Putri Kampus UMM 2018 melalui UKM Putra Putri Kampus UMM yang bekerja sama dengan Anti Napza dari Fakultas kedokteran UMM. Ajang bergengsi ini sudah dimulai sejak bulan maret lalu dan telah mencapai puncak acaranya pada Grand Final Pemilihan Putra Putri Kampus dan Putra Putri Anti Napza hari Selasa malam (17/4) di Aula GKB 4 UMM. Selaku ketua pelaksana M. Zaky Agung Setiabudi mengatakan bahwa tujuan dari pemilihan ini adalah untuk mencari dan memilih icon dari mahasiswa UMM sendiri. “ Tujuan pemilihan Putra Putri Kampus 2018 ini sebenarnya berdasar dari keinginan Wakil Rektor UMM bahwa beliau ingin perwakilan dari Putra Putri Kampus ini bisa menjadi icon dan contoh yang baik bagi mahasiswa UMM,” ujar Zaky. Ajang Grand Final yang bertajuk “Born To Be Bright” ini sebelumnya telah menjalani proses seleksi yang panjang. Tercatat sekitar 118 mahasiswa, terdiri dari 33 putra dan 85 putri yang telah mendaftar untuk ikut berpartipasi dalam Pemilihan ini. Dan pada akirnya terpilihlah 10 putra dan 10 putri yang berasal dari berbagai fakultas di UMM untuk kemudian dikompetisikan di malam Grand Final ini. Dalam Grand Final ini 20 finalis tersebut saling berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Dan akhirnya setelah proses penjurian, terpilihlah juara 1 dan 2 dari finalis putra maupun putri. Juara 1 nantinya akan dipilih menjadi Putra Putri Kampus 2018 dan Juara 2 dipilih menjadi Duta Anti Napza. Pemenang tersebut diantaranya adalah Iqbalul Ubaidurrahman (FISIP) terpilih sebagai Putra kampus UMM 2018, Rima Nabila Dian Agustin (Fakultas Psikologi) terpilih sebagai Putri Kampus UMM 2018, Adiwijaya Fitrah Abdullah Ilyas (Fakultas Psikologi) terpilih sebagai Putra Anti Napza UMM 2018 dan yang terakhir Shafira Rosyid Bawazier (FISIP) terpilih sebagai Putri Anti Napza UMM 2018. Para Pemenang ini nantinya akan terlibat lansung disetiap kegiatan yang menyangkut kampus dan juga terlibat dalam program kerja dari UKM Putra Putri Kampus UMM itu sendiri. “Semoga Putra Putri kampus yang terpilih benar-benar bisa berkontribusi nantinya dan juga benar-benar bisa merubah lingkungan teman-teman Mahasiswa UMM yang lain, terutama nilai-nilai ke Muhammadiyah-an yang mana mungkin teman-teman bisa menyebarkannya,” tutup Zaky.
Galakkan Program UMM PASTI, LSP Adakan Kerjasama Dengan BNSP

Untuk memberikan penguatan gerak langkah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mendorong program UMM Pasti, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Selasa (17/4) sore mengadakan penandatanganan kesepahaman bersama dan kuliah tamu dengan pemateri Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Ir Sumarna F Abdurahman, M.Sc. Berlangsung di Theater Dome UMM, acara tersebut dihadiri oleh kepala biro, kepala program studi, pejabat struktural kampus dan mahasiswa. “Kami punya program UMM Pasti. Pertama, kepastian bahwa alumni kampus ini bisa lulus 3,5 maksimal 4 tahun. Pasti yang Kedua, UMM menjamin mahasiswa yang lulus pasti bekerja,” ujar Rektor UMM Drs. H. Fauzan, M.Pd Salah satu upaya untuk menindaklanjuti hal tersebut adalah dengan diadakannya program Sertifikasi kompetensi yang dicanangkan UMM melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Rektor UMM menyebutkan bahwa, hadirnya LSP di UMM adalah untuk memberikan fasilitas dalam rangka penguatan gerak langkah UMM untuk mengantarkan mahasiswa agar mahasiswa yang lulus dari UMM pasti bekerja. “Dan penandatanganan kesepahaman ini adalah salah satu jalan untuk mewujudkan hal itu,” ungkapnya. Kepala BNSP, Ir Sumarna F Abdurahman, M.Sc mengatakan, Sertifikasi kompetensi sendiri pada dasarnya adalah program inti yang dilakukan oleh BNSP. Sertifikasi ini merupakan proses pemberian sebagai pengakuan penguasaan yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standart kompetensi nasional Indonesia. BNSP di dalam proses melakukan uji ini memberikan lisensi kepada beberapa jenis LSP dengan mengacu pada ISO/IEC 17024:2012 (2003). LSP UMM sendiri termasuk kepada kategori LSP 1 yakni, LSP yang diselenggarakan oleh perusahaan/organisasi maupun instansi pendidikan. Dengan adanya sertifikasi tersebut nantinya seseorang akan mendapatkan pengakuan kompetensinya yang dapat digunakan untuk meningkatkan jenjang karir, baik dalam ranah nasional maupun Internasional. “Saya Sangat optimis UMM kedepannya akan dapat berjalan sesuai dengan filsafat Sang Surya, yakni memberikan penerangan ditengah kegelapan, khususnya dibidang ketenagakerjaan,” tegas Ir. Sumarna. (Humas UMM)
Lulusan D3 Perbankan UMM Siap Jadi Mentor Investor Tingkat ASEAN

Meningkatnya iklim investasi di Indonesia membuat Indonesia banyak dipercaya oleh beberapa negara lain untuk mulai membangun usaha baru. Hal tersebut menjadikan pemerintah melalui lembaga penjamin keamanan dalam penyelenggaran jasa keuangan harus bekerja cerdas dan taktis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan baik sektor perbankan maupun non-perbankan, terus bergerilya untuk mengedukasi masyarakat. Salah satunya adalah dengan edukasi literasi keuangan dan inklusi keuangan. Sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan Diploma III (D3) Keuangan dan Perbankan, kali ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpililih sebagai partner kerjasama dalam mensosialisasikan hal tersebut. Ketua Jurusan D3 Keuangan dan Perbankan Syamsul Hadi menyatakan bahwa penyebaran literasi dan inklusi keuangan ini adalah tugas bersama. Hal ini penting dilakukan, khususnya untuk membangun kepercayaan masyarakat pada penyedia jasa keuangan. “Seminar ini menjadi titik mulai para akedimisi untuk bersama menyebarkan literasi dan inklusi keuangan guna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap penyedia jasa keuangan,” tandasnya pada Seminar Keuangan dalam Upaya Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di UMM, Selasa (17/4). Menegaskan Syamsul, Kepala OJK Malang Widodo menyampaikan bahwa keterlibatan institusi pendidikan dalam proses edukasi literasi keuangan dan inklusi keuangan penting adanya. “OJK menggandeng kampus sebagai salah satu lembaga pendidikan yang juga ikut bertanggungjawab tentang hal ini,” tandasnya. Dalam agenda ini, turut diundang beberapa pegiat Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar Malang Raya dan Kota Batu yang sebelumnya telah mendapatkan edukasi dasar tentang perencanaan keuangan dalam permodalan UKM oleh mahasiswa UMM D3 Keuangan dan Perbankan FEB UMM. Salah satu pelaku UKM yang memproduksi Shuttlecock Ani Setyanti mengaku, sangat diuntungan dengan kehadiran para mahasiswa tersebut ke tempat usahanya. “Kemarin ada mahasiswa dari D3 Keuangan dan Perbankan datang ke tempat usaha saya dan ngasih gambaran tentang gimana cara mengolah keuangan,” jelas pengusaha asal Lawang ini senang. Sementara itu, sebagai tempat dilahirkannya akademisi bidang Keuangan dan Perbankan, FEB UMM tengah bersiap menjadi penyelenggara pendidikan bidang Ekonomi dan Bisnis tingkat ASEAN. Dekan FEB Idah Zuhroh mengutarakan kesiapan FEB UMM untuk segera meningkatkan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang lahir dari fakultas ini. “Sudah saatnya FEB UMM bersiap melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menjadi lembaga pendidikan berstandar ASEAN,” urai Idah. Sementara itu, menurut Kepala Laboratorium D3 Keuangan dan Perbankan Eris Tri Kurniawati acara ini menjadi langkah taktis dalam mengedukasi mahasiswa untuk memulai berbisnis melalui investasi. “Kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi kami untuk mulai mengedukasi mahasiswa menjadi seorang investor,” ungkap Esti. Kegiatan yang akan berlangsung sejak Selasa hingga Rabu (17-18/04) ini menghadirkan beberapa lembaga jasa keuangan di bawah naungan OJK diantaranya Bank Muamalat Malang, Indonesia Stock Exchange (IDX) Surabaya, Prudentail Life Assurance Malang, Pegadaian Malang, serta BPJS Malang. Lembaga-lembaga tersebut akan menandatangani nota kerjasama dengan FEB UMM sebagai langkah awal jalinan kerjasama. (nis/sil)
PUSAM UMM Ajak Tilik Lebih dalam “Kehidupan Syariah” di Aceh

Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme Universitas Muhammadiyah Malang (PUSAM UMM) dan The Asia Foundation menggelar acara Peluncuran Buku dan Diskusi bertajuk Syari’ah dan HAM: Belajar dari Pengalaman Aceh bertempat di RSS UM, Senin (16/4). Dalam hal ini, PUSAM UMM mendatangkan 4 pembicara sekaligus, yaitu Budhy Munawar-Rachman dari The Asia Foundation, Ruhaini Dzuhayatin Ketua Komisi HAM Organisasi Kerjasama Islam 2012-2014, M. Alkaf yang merupakan dosen IAIN Cot Kala-Langsa Aceh, dan Noviandy Dosen IAIN Cot Kala-Langsa Aceh yang juga merupakan salah satu penulis buku Perempuan dan Hak Asasi Manusia. Sebagai pembicara pertama, M. Alkaf yang merupakan dosen IAIN Cot Kala-Langsa Aceh, memaparkan sejarah tentang munculnya syari’at Islam di Aceh. Menurutnya, di tahun-tahun awal 45 setelah proklamasi kemerdekaan, saat Indonesia masih menjadi republik muda, Bung Karno yang dalam perjalanannya ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Aceh, meminta bantuan kepada seorang ulama besar Aceh yaitu Daud Beureuh. Kepadanya Presiden pertama RI tersebut meminta agar Aceh turut serta membantu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. “Setuju dengan hal tersebut, Daud Beureuh mengajukan syarat bahwa setelah perang selesai Aceh harus bisa menerapkan syari’at islam,”urai Alkaf. Membahas hal yang lebih lebar, dosen IAIN Cot Kala-Langsa Aceh yang juga salah satu penulis buku Perempuan dan Hak Asasi Manusia “Narasi Agama dalam Imajinasi Negara Bangsa di Aceh” Noviandy menjelaskan tentang kerekatan budaya dan agama di Aceh. Noviandy menguraikan, agama dalam masyarakat Aceh berada dalam kehidupan budayanya. Karena itu, langkah kehidupan masyarakat Aceh ditentukan oleh syari’at. “Dan budaya tersebut adalah bagian dari syari’ah itu sendiri,”pungkasnya.(war/sil)
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Kedokteran, TBMM Nurul Qolbi Gelar Seminar Sirkumsisi

Sirkumsisi atau yang biasa dikenal dengan istilah khitan merupakan salah satu kompetensi yang harus bisa dilakukan oleh dokter dan perawat, termasuk melakukan diagnosis serta penatalaksanaan untuk bedah minor tersebut. Sirkumsisi sendiri wajib dilakukan oleh kaum pria, khususnya bagi mereka yang memeluk agama samawi. Terlepas dari ajaran agama, sirkumsisi juga memiliki banyak manfaat dari segi medis diantaranya yakni mengurangi resiko kanker penis dan dapat mengurangi resiko infeksi saluran kemih. Pria yang sudah melakukan proses sirkumsisi akan lebih mudah membersihkan area intimnya karena tidak adanya kulup yang menutupi, sehingga kebersihannya lebih terjaga. Mengingat pentingnya sirkumsisi, Lembaga Semi Otonom (LSO) Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Nurul Qolbi Fakultas Kedokteran UMM menggelar seminar dan workshop (semwork) Sirkumsisi 2018 bertajuk The ACT of Circumcision, Active comprehensive integrative. Berlokasi di Aula GKB 4 kegiatan ini dilaksanalan pada Minggu(15/4). Peserta seminar tidak hanya terdiri dari kalangan mahasiswa, namun juga tenaga medis yakni dokter, perawat dan masyarakat umum yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hadir sebagai pemateri dalam acara ini yakni dr. Thontowi Djauhari NS,Mkes, dr. Moch. Aleq Sander, M.Kes, Sp.B, FINACS, dan Ns. Faqih Ruhyanudin, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB, dengan moderator dr. Aulia Syafitri Damayanti. Muhammad Faiz Hermawan, ketua pelaksana dari Semwork ini mengatakan bahwa dalam kegiatan ini peserta tidak hanya mendapatkan materi seputar sirkumsisi dan teknik-tekniknya, namun juga melihat secara langsung seperti apa proses sirkumsisi yang benar yang akan dipraktikkan oleh tenaga ahlinya. “Harapannya melalui semwork ini kita bisa sama-sama bisa mengetahui tentang teknik-teknik sirkumsisi yang terbaru, dan mengetahui bagaimana proses sirkumsisi yang benar. Nantinya, sepuluh orang peserta akan dibagi dalam satu kelompok dan akan mempraktekkan secara langsung dengan menggunakan mannequin dengan didampingi tenaga ahli,” ujar faiz dr. Thontowi Djauhari NS,Mkes, selaku Pembina TBMM Nurul Qolbi FK UMM yang juga hadir sebagai pemateri menuturkan bahwa apapun teknik yang dipilih dalam melakukan sirkumsisi pada prinsipnya yang harus diperhatikan adalah terkait hal kebersihan sebab jika tidak, maka akan muncul kasus-kasus yang dapat membahayakan pasien kedepannya. dr. Thontowi menjelaskan, selain teknik konvensional beberapa teknik yang bisa digunakan dalam praktek sirkumsisi adalah teknik laser atau flash cutter, klamp, dan bipolar tech. “Apapun teknik sirkumsisi yang dipakai tidak ada jaminan bahwa pasien tidak akan mengalami rasa sakit, karena pada dasarnya semua luka butuh proses pemulihan,” tandasnya. Selain itu, dr Thontowi juga berpesan bahwa sebagai tenaga medis salah satu faktor pendukung yang juga harus diperhatikan dalam melakukan sirkumsisi adalah faktor psikologi dan psikososial. “Edukasi pada keluarga pasien sangat penting untuk membantu proses pemulihan dan supaya pasien tidak mengalami trauma pasca dilakukannya sirkumsisi tersebut,”pungkasnya. (Humas UMM)
Kupas Pengelolaan Air Minum Berbasis Komunitas, Kaprodi Sosiologi UMM Raih Gelar Doktor di Jepang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidiknya, salah satunya dengan memberikan dukungan penuh kepada dosen-dosen untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Seperti baru-baru ini, Rachmad K.Dwi Susilo,M.A., P.hD., dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM berhasil menyelesaikan program doktornya di salah satu universitas paling prestisius di Jepang, Hosei University. Rachmad beserta 13 doktor lainnya dari Hosei University diwisuda pada tanggal 24 Maret 2018 di Nippon Budokan Hall, Tokyo, Jepang. Berawal dari perkenalannya dengan dua professor asal Jepang, Aoki Takenobu, P.hD dan Prof.Ikeda Kanji ketika sedang mengambil magister di Yogyakarta pada tahun 2008, Rachmad kemudian mendapatkan rekomendasi dari keduanya untuk melanjutkan studi di Jepang melalui Ronpaku program dari Japan Society for the Promotion of Science (JSPS). Ronpaku program adalah salah program beasiswa yang ditawarkan Jepang kepada mahasiswa asing untuk menyelesaikan disertasi di salah satu universitas di Jepang yang sudah ditunjuk oleh JPSS. “Saya kuliah S3 sejak tahun 2014 dan lulus tahun 2018,”ujarnya. Di Hosei University, Rachmad mengambil jurusan Social Governace di Fakultas Public Policy and Social Governance. Ia mengambil disertasi tentang “Sociological Study on Grassroots Conservation Movement After Reformation Era” dan melakukan field research atau riset lapangan di desa Bumiaji, Batu tentang pengelolaan air minum berbasis komunitas. Bersama-sama dengan masyarakat, Rachmad merangkul semua golongan untuk menjadi stake holders (pemangku kepentingan) di daerahnya. Menurut Rachmad, selama ini pemerintahan lebih condong ke arah Government Center. Padahal seharusnya setiap elemen masyarakat dilibatkan baik dalam mengambilan keputusan kebijakan publik maupun dalam menjaga keasrian lingkungan. “Kita harus memperlambat degradasi lingkungan di sekitar dan berkontribusi penuh terhadap penyelamatan lingkungan. Karena sejatinya sosiologi adalah untuk masyarakat,”tambahnya. Kedepannya, untuk menindaklanjuti hasil disertasinya Rachmad ingin membangun sebuah kekuatan lingkungan berbasiskan amar ma’ruf nahi munkar. Menurutnya, baik buruk lingkungan tergantung seberapa jauh kita melakukan amar ma’ruf. Amar Ma’ruf yang dimaksud adalah penghijauan, penanaman pohon, buang sampah pada tempatnya, daur ulang, dan mengurangi penggunaan zat-zat yang dapat merusak lapisan ozon. “Amar ma’ruf saja tidak cukup karena banyak sekali orang yang mengeksploitasi lingkungan. Untuk itu, kita perlu nahi munkar yaitu mencegah agar kebijakan-kebijakan yang dibuat pro lingkungan,”tambahnya. (Humas UMM)
Menang Lomba Debat MPR, UMM Jadi Tuan Rumah Debat MK RI

Menjadi sebuah kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) atas kepercayaan yang diberikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Debat Konstitusi Nasional RI. Kegiatan yang diselenggarakan di empat ruangan di GKB IV UMM lantai 8 tersebut dilaksanakan selama 3 hari mulai (10-12/4). “Kepercayaan ini sebenarnya tidak mudah diraih karena kebiasaannya pada beberapa tahun yang lalu penyelenggara acara debat ini biasanya dari PTN (Perguruan Tinggi Negeri.red). Alhamdulillah saat ini UMM mendapat kepercayaan untuk menjadi penyelenggara acara debat MK,” ungkap Dr. Haris Thofly, S.H,. M. Hum. selaku ketua panitia debat konstitusi MK. Wujud dari kepercayaan itu menururt Haris, salah satunya muncul karena beberapa waktu yang lalu diajang yang sama besarnya yakni Debat MPR RI se-Jawa Timur, UMM menjadi satu-satunya PTS yang mengikuti lomba debat se-Jawa Timur dan meraih juara 1. “Sesungguhnya acara ini adalah untuk memberi ruang perbedaan pendapat bagi mahasiswa tentang konstitusi yang ada ini dengan cara-cara konsumtif, maksudnya melalui perdebatan yang sedemikian rupa dan regulasinya,”tambah Haris. Pada ajang debat konstitusi ini, ada sekitar 160 universitas yang mendaftar. Sedangkan yang lolos dari seleksi tersebut sekitar berjumlah 24 universitas, baik dari PTS maupun PTN dengan total peserta seluruhnya sejumlah 96 orang. Dalam lomba debat ini diambil pemenang Juara 1,2 dan 3 lalu bagi tim yang lolos sampai delapan besar akan mengikuti debat tingkat seri nasional di Jawa Barat dan akan melawan beberapa tim yang lolos delapan besar di Jawa Barat dan Jawa Tengah ditengah. “Selain sukses dalam penyelenggaraan acara, sukses juga bagi tim UMM dapat meraih prestasi dan dapat mengikuti ajang delapan besar di Jawa barat nantinya,” ujar Haris Thofly. Salah seorang peserta delegasi dari Universitas Surabaya (Ubaya) bernama Michelle mengungkapkan dirinya sering mengikuti kompetisi debat kali ini. Ia yang datang bersama anggota tim lain yakni Safira dan Hudson mengaku lomba ini terlihat seperti kompetisi akbar. “Sehingga delegasi dari tiap-tiap universitas juga bagus-bagus semua dan baru penyisihan aja persaingan itu sudah terjadi sangat ketat sekali,” pungkas Michelle. (nas/sil)
Luncurkan Aplikasi Kekinian, Muhammadiyah Siapkan Digitalisasi Sumberdaya Kader

Seiring dengan perkembangan jaman, isu, dan tantangan global, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang memiliki jumlah kader dalam skala besar siap melahirkan kader-kader penerus bangsa. Melalui agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke II yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Majelis Pendidikan Kader (MPK) Muhammadiyah mengusung tema Penguatan Kaderisasi Menuju Transformasi Sumberdaya Kader. Tema tersebut dirancang sebagai bentuk respons Muhammadiyah terhadap dinamisme perubahan tatanan sosial yang dapat merubah sistem pengkaderan Muhammadiyah itu sendiri. Ketua MPK Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ari Anshori menyatakan bahwa kader Muhammadiyah harus disiapkan untuk menghadapi Revolusi Industri yang saat ini secara masif turut merubah kebutuhan kualitas sumber daya manusia. “Pengkaderan Muhammadiyah tidak hanya sekedar sebagai jalan dakwah Muhammadiyah, namun juga harus sebagai lahan peningkatan kualitas sumber daya kader itu sendiri,” tegasnya. Sebagai salah satu langkah mempermudah proses kaderisasi Muhammadiyah, hari ini Jumat (13/04) MPK resmi meluncurkan aplikasi berbasis digital Sistem Pengkaderan Muhammadiyah (SPM). Aplikasi yang dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK) Muhammadiyah Jakarta ini merupakan upaya untuk meningkatkan sistem transformasi pengkaderan Muhammadiyah saat ini. Menurut Faiz Rafdhi, aplikasi ini dirancang sebagai pembuka jalan bagi kader-kader Muhammadiyah atau non-kader Muhammadiyah yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang sistem kaderisasi di Muhammadiyah. “Aplikasi ini dibuat untuk membuka jalan bagi siapapun yang ingin mengenal Muhammadiyah,” jelas Ketua Bidang Jaringan MPK PP Muhammadiyah tersebut. Kegiatan Rakernas II MPK PP Muhammadiyah ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu (13-15/4). Rakernas tersebut juga dijadwalkan akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy pada agenda stadium general dengan tema Strategi Pengembangan Sumberdaya Manusia. (nis/sil)