UMM Lestarikan Budaya Berpuisi Lewat Musikalisasi Puisi
Kembali dihelat untuk ketiga kalinya, apresiasi karya sastra puisi oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperingati hari puisi nasional yang jatuh pada tanggal 28 April, hari ini dikemas apik dalam balutan penampilan musikalisasi puisi. Sebagai salah satu upaya memasyarakatkan puisi, kegiatan ini ditujukkan secara khusus bagi siswa SMA untuk melestarikan puisi sebagai produk budaya. Sebagai rangkaian acara yang bertajuk Malam Seribu Puisi ini, juga dilaksanakan lomba menulis dan musikalisasi puisi antar SMA/ SMK Sederajat yang diikuti oleh hampir seluruh sekolah di Malang Raya. Pada pembukaan, Rektor UMM Fauzan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dilaksanakannya kegiatan ini. Ia juga berpesan kepada seluruh civitas akademika UMM, untuk terus berkarya dalam bidang apapun. Hal tersebut merupakan bentuk penyaluran kreatifitas mahasiswa. “Kreatifitas yang anda ukir tidak akan berhenti pada malam ini,” jelas pria yang juga dosen Pendidikan Bahasa Indonesia UMM tersebut. Selain itu, secara khusus UMM mengundang AriReda yang merupakan duo vocal yang terdiri dari Ari Malibu dan Reda Gaudiamo yang terkenal dengan album-album karya musikalisasi puisinya. Musikalisasi puisi dipilih sebagai sarana mengedukasi masyarakat melalui perpaduan musik dan puisi yang juga sekaligus bentuk baru dalam menikmati puisi. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UMM Sugiarti mengaku bahwa agenda ini dilaksakan sebagai jalan bagi akademisi membawa misi melestarikan budaya. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya kita (PBSI) untuk melestarikan budaya berpuisi,” jelasnya. Pada helatan ini AriReda mempersembahkan sepuluh lagu, salah satu diantaranya adalah musikalisasi puisi Pada Suatu Hari Nanti yang merupakan puisi karangan sastrawan Sapardi Djoko Damono. Bagi Reda, musikalisasi puisi adalah cara mereka untuk melestarikan sastra di tengah kehidupan modern. Ia bersama pasangan duetnya Ari juga berharap anak-anak muda Indonesia terus mencintai sastra dengan cara yang paling sedehana yakni membacanya. “Aku sama Ari paling seneng kalau bisa lihat anak muda itu mau baca sastra, apalagi kalau bisa menciptakannya,” jelas wanita berkacamata ini. Acara yang dimulai sejak pukul 19.00 ini, membius para hadirin dengan kumpulan-kumpulan puisi yang telah dimusikalisasi oleh AriReda. Bahkan salah satu pengunjung berasal dari Surabaya Yanti Dewi Permata mengaku sengaja kembali ke kampus putihnya untuk menyaksikan dan sekaligus menyapaikan rasa bangganya kepada UMM karena menghelat agenda apresiasi sastra secara konsisten. “Saya alumni sini, tahu ada AriReda saya langsung deh beli tiket ke Malang. UMM emang selalu bikin bangga,” jelas alumni mahasiswa PBSI ini.
Mobil Pintar UMM Hibur Pengunjung Pameran Semarak Hadiknas Kota Malang
Kehadiran Mobil Pintar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ternyata tidak hanya digandrungi di sekolah saja, tapi di arena pameran yang berada di halaman kampus PPPTK BOE/VEDC Kota Malang. Kali ini Selasa (24/4) Mobil yang juga popular dengan sebutan Mobil KaCa (Kamis Membaca) tersebut menyapa pengunjung pameran Semarak Hardiknas yang Senin kemarin di buka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. VEDC sebagai penyelenggara pameran bekerjasama dengan tujuh UPT Kemdikbud, Dinas Kota Malang dan Dindik Propinsi Jawa Timur diikuti puluhan peserta dari perkumpulan UPT dibawah Kemdikbud, Lembaga Pembinaan Bahasa, Program Darmasiswa Malang, Dinas Pemerintahan Kota Malang serta beberapa politeknik. Sebagai mana fungsinya, Mobil Kaca UMM menyapa pengunjung dengan menyediakan buku-buku terbaiknya yang menarik untuk dibaca. Lebih dari itu, mobil pintar kali ini menghadirkan hiburan musik akustik yang dibawakan oleh Jasmine mahasiswa asing asal Vietnam dari lembaga Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing / BIPA UMM. Dengan iringan gitar dari Danang, staf BIPA UMM, Jasmine dengan santai menyapa para pengunjung dengan berbahasa Indonesia yang fasih dan sesekali di selingi dengan Bahasa Vietnam. Sontak, suara lembut nan melengkingnya membuat pengunjung yang sedang asyik membaca dan berjalan diarena pameran terkesima menyaksikan alunan lagu kebangsaan yang dinyanyikannya. Ternyata, lagu-lagu yang dinyanyikan Le Thi Nhu Lai, nama asli Jasmin, adalah lagu kebangsaan yang kita sebagai warga Indonesia hampr melupakannya seperti Tanah Air, Indonesia Jaya dan lainnya. “Wahh… orang Vietnam kok mirip orang sini ya. Fasih dan logatnya sudah mirip orang Jawa dan merdu sekali suaranya,” ujar Rika, seorang siswi SMP Negeri di Kota Malang.. Santi, siswa SMP Negeri 16 Kota Malang mengungkapkan kesenangannya membaca buku ensiklopedi Sains yang dibawa mobil pintar UMM. “Buku ini sangat jarang dijual umum di toko buku biasa. Saya bersyukur, bisa menemukannya disini meski tidak boleh dibawa pulang. Makanya saya sempatkan untuk mendalami isinya di sini. Terima kasih Mobil Pintar UMM yang telah menyediakan buku-buku yang menarik dan bermutu”, ujar dara manis ini dengan senyum khasnya. Mobil Kaca yang mempunyai konsep Kancane ternyata tidak hanya terpaku dengan makna kepanjangannya saja. Tetapi inovasi lain yang bisa menghibur, membangkitkan dan menggairahkan literasi dikalangan masyarakat bisa saja dilakukan. Seperti halnya hiburan musik akustik dengan dibawakan oleh vokalis dari luar negeri juga sebagai inovasi kreatif dalam rangka memajukan dan mencerdaskan bangsa. Seperti Indonesia Pusaka, Bendera, Tanah Air merupakan lagu negara yang semestinya kita lebih kuat menghayatinya karna dalam liriknya selelau memberikan semangat kebangsaan dan kecintaan sebagai bagian dari warga Indonesia. “Semoga kehadiran mobil pintar UMM ini bisa menyadarkan kita akan pentingnya literasi dalam rangka ikut mencerdaskan generasi bangsa”, ungkap Ridlo Setyono, Koordinator Operasional Mobil Pintar UMM. Kedepan, harapannya Mobil Pintar ini akan lebih mewarnai dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat umum yang kedepannya manjadikan budaya sadar literasi yang merupakan salah satu kunci kemajuan bangsa.
UMM dan Lublin University of Technology Kupas Seputar PR Pendidikan
Lubuk akal tepian ilmu, belajar suatu kebaikan tidak harus selalu dari pakarnya. Betukar pikiran dengan mereka yang telah banyak pengalaman juga dapat menajadi salah satu alternatif menambah wawasan. Hal ini juga yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui Program Erasmus + UMM mengirimkan mahasiswa, dosen dan stafnya untuk merasakan pengalaman belajar, mengajar dan bekerja dengan atmosfir internasional. Yang istimewa, tidak hanya bagi mereka yang mendapat beasiswa, bagi para mahasiswa, dosen dan staf yang belum berkesempatan untuk pergi ke Benua Eropa, datangnya mahasiswa, staf dan dosen dari berbagai kampus di Eropa melalui program Erasmus + juga memberikan wawasan internasional yang istimewa. Seperti Jakub Krzysiak salah satunya. Pria yang merupakan staf Office of International Education dari Lublin University of Technology tersebut berkesempatan untuk bertukar ilmu, wawasan, serta pengalaman dan belajar langsung dengan jajaran tim Humas dan Protokoler UMM. Berada disini selama sepekan, Jakub tidak hanya belajar, ia juga berbagi tips bagaimana Humas di kampusnya merancang program dalam menyeleksi mahasiswa baru. Berdasarkan penuturannya, penting adanya bagi sebuah universitas menyeleksi calon peserta didiknya. Jika beberapa kampus swasta di Indonesia menerapkan sistem tes dalam penerimaan mahasiswa baru, hal tersebut tidak terjadi di Lublin University of Technologi. Untuk mempertahankan kualitas mahasiswa sesuai dengan standart yang diinginkan, pada setiap tahunnya kampus yang terletak di Polandia ini melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah favorit. Mereka lalu membuat sistem penjaringan, untuk menemukan bibit-bibit unggul masuk ke kampusnya. Bukan hanya itu, pada setiap tahunnya juga digelar open house dan pameran hasil karya mahasiswa untuk menarik minat calon mahasiswa baru. Cara ini menurut Jakub menjadi jalan yang efektif untuk mempertahankan kualitas hasil lulusannya. “Ada robot dan pertunjukkan dari UKM-UKM andalan di kampus saat open house digelar,”tandas Jakub. Selain berbagi pengalaman, Jakub juga belajar banyak tentang konsep public relation perguruan tinggi, khususnya bagaimana cara UMM melakukan branding agar mampu memikat banyak pendaftar. Sekertaris Humas dan Protokoler UMM, Muhammad Isnaini meyampaikan, bahwa dalam melakukan branding, pemilihan awal mulai sasaran hingga media dan konsep yang digunakan harus dipertimbangkan dengan matang. “Media yang digunakan harus disesuaikan dengan target sasaran kita. Hal ini penting, jangan sampai kita salah menggunakan instrumen sesuai dengan objek yang dimaksud,”tegasnya. Di akhir dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini menekankan pentingnya untuk terus mengawal dan mempertahankan kualitas keseluruhan universitas, termasuk tenaga pengajar, mahasiswa dan sistem pebinaannya agar out put yang dihasilkan bisa maksimal. “Semua elemen pendukung, kualitasnya harus terus dijaga dan ditingkatkan,”pungkasnya. Sementara itu, menambahkan rekannya, salah satu staf Humas Ridlo Setyono yang juga pernah mendapatkan kesempatan mengikuti pertukaran staf ke Lublin University of Technology menyampiakan bahwa ada kesamaan antara UMM dan Lublin University of Technology. Keduanya sama-sama bagus dalam kerjsama luar negeri. “Banyak kampus dari berbagai negara yang bekerjasama dengan Lublin University of Technology. Ini sama seperti UMM, ”pungkasnya. (Humas UMM)
Ibu Manifestasi Generasi yang Kuat dan Hebat
Perempuan adalah faktor utama yang akan memberikan dampak terbesar bagi suatu masyarakat. Bagaimana tidak, peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari sentuhan tangan wanita dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, wanita sangat berpengaruh dalam suatu generasi. Menyadari betul akan hal tersebut Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LP3A) UMM selalu berinovasi dan mencoba berperan aktif dalam melakukan pendampingan khususnya terhadap perempuan melalui kegiatan-kegiatannya. Seperti hari ini, LP3A UMM menggelar Jalan Sehat dalam rangka memperingati hari kartini tanggal 21 April. Mengusung tagline “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan” acara diikuti oleh 178 peserta mulai dari mahasiswa, karyawan dan juga Dosen UMM. Berlangsung mulaipukul 06.00 WIB, jalan sehat mengambil rute berkeliling area sekitar kampus UMM dengan titik start di depan Laboratorium Biologi UMM. Kepala LP3A UMM Dra. Thathit Manon Andini, M. Hum mengatakan tujuan diselerenggarakannya acara ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat khususnya perempuan tentang pentingnya hidup sehat. “Kita ini sebagai manifestasi, kita harus komitmen menjadi generasi sehat karena dari perempuan yang sehat akan terlahir generasi-generasi yang kuat dan hebat,” tandasnya. Meski untuk merayakan Hari Kartini, acara ini tidak hanya diikuti oleh kaum hawa saja. Bapak-bapak juga turut berpartisipasi dalam jalan sehat kali ini. “Karena pada intinya suami istri harus bekerjasama untuk menciptakan keluarga yang sehat,” ujar Thathit menambahkan. Usai Jalan sehat juga diadakan acara pembagian doorprise undian dari kupon peserta. Kholita Puspitasari, salah satu peserta mengaku mengikuti acara ini karena ingin ikut memeriahkan hari Kartini. Menurutnya, sebagai generasi Kartini masa kini, remaja harus memiliki semangat yang kuat untuk hidup sehat. “Ini agar bisa melakukan hal-hal yang produktif untuk sekitar kita,” ujar mahasiswi FAI UMM tersebut. Berbeda dengan Kholita, Rahmita Laili Mahasiswa Psikologi UMM mengatakan bahwa sebagai anggota sahabat LP3A ia ingin turut memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa, ayah dan Ibu yang sehat akan melahirkan generasi sehat. “Orang tua yang sehat, akan melahirkan anak-anak yang kuat,”pungkasnya.
UMM Beri Reward Peneliti dan Pengabdi Terbaik
Sebagai salah satu perguruan tinggi yang unggul, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memantau kinerja tenaga pendidik sekaligus penelitiannya. Berkaitan dengan hal tersebut, UMM di bawah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menggelar acara Sosialisasi Penganugerahan Peneliti Pengabdi Terbaik dan Penandatanganan Berkas Kontrak Peneliti dan Pengabdian Tahun Akademik 2018. Acara ini digelar di Ruang Sidang Senat, Selasa (24/4). Sesuai dengan tajuk acara, kali ini DPPM UMM memberikan sosial penghargaan kepada dosen-dosen yang paling banyak melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan penghargaan tersebut, DPPM UMM berharap agar dapat menghasilkan peneliti dan pengabdi terbaik sesuai dengan kinerja penelitian dan pengabdian. “Jadi untuk evaluasi kinerja peneliti dan pengabdian, salah satu indikatornya adalah bagaimana bisa menghasilkan peneliti dan pengabdi terbaik sesuai dengan kinerja penelitian dan pengabdian, “ sahut Direktur DPPM UMM, Prof. Dr. Sujono, M.Kes. Berikut adalah dosen yang masuk ke dalam finalis 5 besar sebagai dosen dengan poin tertinggi dalam penelitian, mereka adalah Dr. Drs. Ainur Rofieq. M.Kes (1230 poin), Dra. Arfida Boedirochminarti, M.Si (1590 poin), Dr. Fifik Wiryani, S.H., M.Hum (1770 poin), Machmud Effendy, S.T, M.Eng (1780 poin), dan Prof. Dr. Rahayu Hartini, S.H., M.Si., M.Hum (1845 poin). Sedangkan untuk kategori pengabdi terbaik adalah Dr. Ir. Damat, M.P, Prof. Dr. Lili Zalizar, MS, Dr. Moch. Agus Krisno B, M.Kes, Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, MS, dan Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si. Acara yang diselenggarakan tiga tahun sekali ini oleh DPPM, dinilai sangat berpengaruh terhadap semangatnya dosen-dosen untuk terus melakukan penelitian dan menjadi pengabdi terbaik untuk masyarakat luas. Sebabnya, dengan penghargaan tersebut, dosen-dosen tersebut merasa diapresiasi dan dihargai sehingga dapat memunculkan rasa bangga tersendiri. (war/ sil)
Tanamkan Nilai Melalui Kisah, Mahasiswi UMM Aktif Mendongeng Keliling Panti dan Sekolah

Kebiasaan mendongeng sudah menjadi hal yang hampir punah di tengah masyarakat modern saat ini. Hal ini sangat disayangkan, mengingat “bercerita” merupakan salah satu metode terbaik untuk menanamkan nilai-nilai, khususnya pada anak-anak. Berangkat dari fenomena ini, Indah Rahayuning Tyas mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memilih menghabiskan waktu senggangnya untuk aktif mendongeng. “Target saya adalah memengaruhi anak agar memahami hal baik dan buruk melalui tokoh yang diceritakan. Ini nantinya akan memberikan dampak pada kehidupan seorang anak,”ujar mahasiswi semester delapan tersebut. Tyas, demikian panggilan akrabnya mengaku suka dongeng lantaran sewaktu kecil kerap dibacakan cerita oleh sang ayah. Bersama Lulu boneka yang menjadi partnernya dalam mendongeng, Tyas rajin mengunjungi banyak panti asuhan dan sekolah-sekolah. Tidak hanya itu, gadis asli Purwokerto Jawa Tengah ini juga tergabung dalam komunitas pendongeng, yakni Gerakan Dongeng Indonesia (Gendong Indonesia) yang kerap bekerjasaman dengan Save Street Children Malang, FIM Malang Candi Kidal dan Perak (komunitas Perindu Ramadhan Keluarga) untuk mengisi berbagai acara. “Minimal tiga sampai empat kali dalam satu bulan saya mendongeng. Ini juga penting untuk melatih skill seperti memegang boneka, juga agar suara boneka bisa konsisten,”tambahnya. Di akhir Tyas berharap melalui mendongeng, kelak dirinya bisa mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. “Saya ingin menjadi guru yang kreatif, karena selama masa sekolah, saya merasa pelajaran Bahasa Indonesia itu cenderung membosankan sebab gurunya kurang menarik. Umumnya anak-anak suka mendengarkan cerita, maka saya rasa metode dongeng ini sangat pas diterapkan,”pungkasnya. (Usy/ Sil)
Kunjungi UMM, Dubes India Buka Gelaran Senam Yoga Massal dan Resmikan India Corner

Euforia Bollywood yang sempat melanda Indonesia beberapa tahun yang lalu kembali bangkit. Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan kebudayaan India yang masih mendapat tempat di hati masyarat Indonesia, salah satunya melalui tayangan drama India. Hal ini terbukti dengan perolehan rating yang cukup tinggi untuk drama India yang ditayangkan di beberapa stasiun TV swasta nasional. Tidak hanya terkenal dengan artis, dendang musik, nyanyian, dan tarian India juga dikenal dengan seni olah kebugaran tubuh, yaitu Yoga. Bertempat di Hellipad Universitas Muhammdiyah Malang (UMM), Minggu (22/04) sebanyak 400 peserta hadir meramaikan kegiatan Senam Yoga. Peserta yang hadir tidak hanya dari civitas akademika UMM namun juga Komunitas Senam Yoga Malang dan masyarakat umum. Rektor UMM Fauzan menyampaikan bahwa acara ini merupakan pembukan dari rangkaian Festival Budaya India di Malang. “Senam ini merupakan pembuka acara Festival Budaya India yang diadakan sebagai peringatan hari jadi Kota Malang,” jelas pria yang juga hobi olahraga tenis ini. Hadir dalam kesempatan ini, Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat yang mengaku sangat senang melihat antusisme peserta senam Yoga di UMM hari ini. Menurutnya, Yoga adalah olahraga yang tepat untuk mahasiswa yang terbiasa melakukan banyak aktivitas. “Yoga sebagai seni melatih kebugaran tubuh sangat bagus untuk menguatkan badan dan pikiran bagu mereka yang punya banyak aktivitas,” tegasnya. Selain dihadiri oleh Duta Besar India, ada pula Jeevitha, Krishna Kumar, dan Guna Shekhar. Ketiganya merupakan instruktur senam Yoga yang dihadirkan langsung dari India. Sebagai main instruktur, Jeevithaa menyatakan bahwa Yoga penting karena dapat meningkatkan kesehatan fungsi organ tubuh, meningkatkan fokus pikiran dan relaksasi kinerja otak. “Ada beberapa gerakan pada di senam ini yang fungsinya untuk membuat pikiran relaks,” tuturnya. Senam Yoga massal ini juga diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMM sebagai salah satu bahan ajar pada mata kuliah Pendidikan Kesehatan dan Jasmani. Dosen Penjaskes PGSD UMM Bustanol Arifin berharap, gelaran Yoga kali ini dapat menjadi bekal nyata bagi mahasiswa PGSD UMM saat terjun mengajar nanti. “Saya berharap yoga ini dapat mereka jadikan bekal untuk mengajar di sekolah,”tambahnya. Hadir juga mahasiswa asing yang sedang menepuh pendidikan di UMM, Nikhil Kumar salah satunya. Mahasiswa program beasiswa Darmasiswa ini mengaku senang melihat antusiasme masyarakat Malang terhadap India sangat tinggi. “Di India, saya sering melakukan yoga. Saya senang karena UMM mengadakan acara ini dan mempertemukan saya dengan orang-orang Malang yang sangat mengapresiasi kebudayaan India,” tegas mahasiswa asal New Delhi, India tersebut. Selain agenda senam yoga massal, hari ini juga merupakan dilaksanakan peresmian India Corner di UMM. India Corner UMM akan bertempat di Perpustakaan Pusat UMM lantai 3. Fauzan berharap, India Corner dapat menjadi tempat untuk mencari dan menemukan informasi tentang pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan India. “Kami berharap India corner menjadi media pencerah bagi mahasiswa yang ingin tahu kebih banyak tentang India,”tandasnya. Keberadaan India Corner UMM menambah jumlah tempat fasilitas belajar budaya dan pengetahuan umum tentang negara lain yang telah ada di UMM seperti American Corner, Aussie Banget Corner, Thai Corner, dan China Corner. Rangkain acara ini akan ditutup dengan acara nonton bareng film “English Vinglish”, yang diperankan oleh aktris senior India, mendiang Sridevi. (lus/ nis/ sil)
Pengukuhan Guru Besar UMM: Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S. Raih Guru Besar Bidang Kesehatan Ternak

Bertepatan dengan hari Kartini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan salah satu dosen Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Program Studi (Prodi) Peternakan, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar,M.S. sebagai Guru Besar Bidang Kesehatan Ternak di Theater Dome UMM, Sabtu (21/4). Rektor UMM, Fauzan berharap capaian yang diperoleh Prof. Dr. drh. Lili Zalizar,M.S. akan memiliki daya panggil bagi dosen-dosen lain yang saat ini sedang berjuang untuk memperoleh gelar yang sama. “Secara fungsional, kami juga berharap Prof Lili akan dapat memberikan kontribusi akademik yang lebih besar dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan UMM,” kata Fauzan. Tercatat sebagai guru besar yang ke-16 di UMM, Lili begitu sapaannya menghaturkan rasa syukurnya atas gelar yang diperoleh. Perjuangannya meraih gelar ini diakuinya, membutuhkan waktu yang cukup lama. “Terima kasih kepada Allah dan pemerintah Indonesia telah memberikan kepercayaan kepada saya menjadi Guru Besar. Walaupun pengajuan berkas Guru Besar saya memerlukan waktu yang lama yaitu sejak April 2012, namun akhirnya SK pengangkatan tersebut diterbitkan juga tertanggal 1 Februari 2017. Alhamdulillah,” ujarnya bangga. Dihadapan para hadirin termasuk suami dan anak-anaknya, Lili menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Peranan Kesehatan Ternak dalam Peningkatan Produktivitas Ternak, Perekonomian, dan Kesehatan Masyarakat. Lili menjelaskan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan ternak, yakni lingkungan, ternak dan agen penyakit (patogen). “Lingkungan, ternak, dan agen penyakit (patogen) membentuk segitiga yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi,” tukas Lili. Selain itu, Lili juga mengupas tentang kesalahan manajemen pada peternak ayam petelur. Lili menemukan fakta bahwa, pemberian obat cacing secara terus menerus tanpa pemeriksaan terlebih dahulu selain tidak ekonomis, juga dapat meningkatkan peluang resistensi cacing terhadap obat yang diberikan. Di akhir Lili juga berpesan bahwa menjaga dan mencegah ternak agar tidak terserang penyakit jauh lebih bijaksana dan murah dibandingkan dengan mengobati. “Kasihanilah siapa yang ada di Bumi ini, niscaya kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit. (HR. Bukhari dan Muslim),”tutupnya. (Humas UMM)
Sinergi Kuat UMM dan APINDO, Siap Lahirkan Wirausahawan Muda

Kini menjadi mahasiswa tidak cukup dengan menerima teori di dalam kelas saja. Lebih dari itu mahasiswa membutuhkan praktik nyata untuk siap menghadapi persaingan reformasi industri. Saat ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah bersiap mencetuskan mata kuliah Kewirausahaan yang wajib diampu oleh seluruh mahasiswa. Mata kuliah yang dirancang langsung di bawah arahan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Sidik Sunaryo ini, merupakan salah satu agenda dari program akselerasi UMM PASTI yang ditujukan untuk mempersiapkan mahasiswa setelah lulus. UMM PASTI merupakan program yang diluncurkan oleh Rektor UMM Fauzan yakni Pasti Lulus Empat Tahun, Pasti Bekerja, dan Pasti Mandiri. Sebagai rangkaian agenda pembekalan, sebanyak 170 calon dosen Kewirausahaan dari seluruh program studi di UMM mengikuti agenda Studi Lapang ke empat perusahaan besar di Kawasan Industri Gresik (KIG). Sidik Sunaryo menuturkan bahwa kunjungan ini merupakan upaya UMM untuk memberikan wawasan kepada calon dosen Kewirausahaan untuk benar-benar mempersiapkan mahasiswa UMM menjadi wirausahawan yang tangguh. “Dosen juga harus mendalami ilmu di lapangan sebelum turun untuk mempersiapkan sumberdaya yang sesuai dengan reformasi industri,” tegasnya. Pada Studi Lapangan ini, UMM membidik perusahaan-perusahaan di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Gresik diantaranya PT Smelting, PT Indospring, PT Mortar Utama, dan PT Kelola Mina Laut. Ketua APINDO Gresik Tri Andhy Suprihartono menyatakan bahwa APINDO Gresik siap menyediakan fasilitas observasi lapangan bagi mahasiswa UMM yang mengampu mata kuliah Kewirausahaan. “APINDO akan siap memfasilitasi observasi lapang bagi UMM untuk menumbuhkan jiwa wirausaha untuk mahasiswa atau dosen,” tegas Andhy. Ary Bakhtiar salah satu dosen yang menjadi peserta Studi Lapang ini mengaku mendapatkan banyak ilmu baru sebagai bekal untuk pembelajaran Kewirausahaan nantinya. “Agenda ini sangat bermanfaat bagi kami para dosen sebagai bekal mengajar Kewirausahaan,” jelas dosen Agribisnis UMM ini. Ia menambahkan, dilaksanakannya agenda ini juga memungkinkan para calon dosen Kewirusahaan untuk berinovasi dan memutus rantai pemikiran bahwa usaha yang dijalankan oleh mahasiswa atau dosen harus linier dengan latar pendidikan yang digeluti. “Hal yang paling penting dalam agenda ini adalah memutus rantai pemikiran bahwa setiap usaha yang dibangun harus sesuai background pendidikan,” tegas dosen yang juga pengusaha berbagai produk kerajinan kulit ini. Tidak berhenti sampai disini, kedepannya UMM juga akan segera menyusun program kemitraan bersama APINDO untuk dapat mempermudah proses belajar lapang bagi dosen dan mahasiswa. (nis/sil).
Mobil KaCa UMM Ajak Anak Kekinian Kenal Permainan Tradisional

Tidak henti memberikan angin segar bagi rutinitas dunia pendidikan, kali ini mobil pintar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bernama Mobil KaCa (Kamis Membaca) mengunjungi Gracia Nusantara School Malang. Hadir lengkap dengan membawa konsep pembelajaran luar kelas, Mobil KaCa UMM mendapat sambutan hangat saat memperkenalkan permainan tradisional ke siswa Gracia Nusantara School. Kepala Sekolah SMP Gracia Nusantara School Reza Kurnia Sakti S.Si, M.Pd. menyampaikan apresiasinya melihat para siswa belajar banyak hal di permainan tradisional rangku alu yang dibawa oleh Mobil KaCa UMM. Rangku alu merupakan permainan yang berasal dari masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Permainan ini awalnya dilakukan masyarakat setempat untuk merayakan hasil panen perkebunan dan pertanian. Dibawa UMM sebagai salah satu program Mobil KaCa yakni “Ayo Dolanan”, permainan yang menggunakan empat bilah bambu sepanjang dua meter dengan delapan peserta ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap permainan tradisional. “Mereka semua senang, kami juga, karena permainan tradisional tadi itu kan penuh dengan kerjasama, kesabaran dan seru,”ujar Reza. Selain mengajarkan banyak nilai positif melalui permainan tradisional, Reza juga menyampaikan apresiasinya atas beberapa pengalaman lain yang dibawa mobil KaCa UMM. Menurutnya, ada pengalaman berbeda yang didapat siswa dengan hadirnya Mobil KaCa di Gracia Nusantara School. “Siswa-siswa senang sekali karena mereka mungkin jenuh dengan indoor learning jadi mereka suka sama outdoorlearning seperti ini,”tambahnya. Salah satu siswa kelas VIII Eka mengaku senang belajar permainan rangku alu. Meski sebelumnya sama sekali tidak mengenal permainan satu ini, Eka bisa mengambil banyak hal positif dari permainan yang menimbulkan irama merdu tersebut. “Saya belajar kosentrasi, kebersamaan, serta kecekatan dalam permainan ini,”pungkasnya. Sebagai salah satu bentuk pengaplikasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, UMM menghadirkan Mobil KaCa. Tidak hanya membawa buku-buku pilihan, mobil pintar ini juga dilengkapi dengan program K-A-N-C-A-N-E yaitu Kepo (Ketahui Potensimu), Ayo Dolanan, Nandur, Coto (Konco Cerito) Babad, Aku Jurnalis, Nonton, dan EYL sebagai upaya untuk memberdayakan pelajar. Kepo (Ketahui Potensimu) merupakan program yang digagas dengan Bimbingan Konseling (BK) UMM untuk memfasilitasi konseling gratis serta mini tes psikologi bagi siswa, khususnya remaja. Sedangkan Ayo Dolanan merupakan pengenalan berbagai macam permainan tradisional sebagai upaya melestarikan kebudayaan Indonesia. Ada pula Nandur yang mengajarkan tentang tanam menanam serta Coto (Konco Cerito) Babad untuk mendidik dan menginspirasi melalui dongeng maupun hikayat. Lalu Aku Jurnalis untuk mengedukasi cara menulis dan program English for Young Learner (EYL) untuk belajar Bahasa Inggris. (Humas UMM)