UMM Dampingi Desa Tertinggal Melalui Smart Village

Salah satu poin dalam program Nawacita yang dicetuskan oleh pemerintahan Jokowi – JK menyebutkan bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari daerah-daerah dan utamanya desa. Pemerintah melalui program-programnya juga telah berupaya menjangkau masyarakat desa. Sayangnya dalam beberapa waktu terakhir, banyak kasus-kasus penyalahgunaan tujuan dari hadirnya program-program tersebut. Berangkat dari persoalan ini, Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggagas program”Smart Village”. Dekan FEB UMM Idah Zuhro menyampaikan jika sebagian besar program pengabdian masyarakat terwujud dalam bentuk pembangunan infrastruktur, kali ini program “Smart Village” lebih menyentuh pada membangun kesadaran dan etos kerja masyarakat. Beberapa agenda yang dibuat untuk mendukung program ini antara lain membentuk kesadaran berfikir tentang lingkungan sekitar agar lebih maju. “Masyarakat sudah harus sadar dan mau berpikir bagaimana caranya untuk menjadikan desanya maju,” jelasnya. Lebih lanjut Idah menjabarkan, penguatan spritualitas masyarakat dapat menjadi salah satu bentuk dorongan dalam membangun etos kerja yang berkualitas. Berkualitas dalam hal ini berarti mampu menghadirkan kebaikan dan kebermafaatan di tengah lingkungan masyarakat itu sendiri. “Kalau spiritualitas mereka sudah mantap maka kita dapat mendorong terbentuknya etos kerja yang berkualitas,” jelas Idah. Selain itu, melalui pendekatan spiritual ini diharapkan dapat terbentuk masyarakat yang mampu membangun desanya dengan suka rela, mandiri serta merasa terikat oleh kepentingan bersama. Jadi kesadaran itu muncul dari dalam diri masing-masing warga dan bukan sesuatu yang dipaksakan. “Pendekatan spritual itu dapat membentuk masyarakat yang utuh untuk berjuang bersama,” tandas Idah. Rangkaian program yang rencananya akan diawali dengan pemetaan beberapa desa tertinggal di sekitar pesisir dan pegunungan di Kabupaten Malang pada akhir April tersebut, akan berorientasi pada tiga agenda rekayasa pemberdayaan masyarakat seperti kelembagaan, sosial dan sumberdaya pembangunan. Sekertaris Prodi EP Muhammad Sri Wahyudi mengatakan berdasarkan hasil observasi lapangan beberapa agenda bersama sudah disepakati. “Agenda-agenda yang akan kami laksanakan ini merupakan hasil observasi lapang secara umum yang dihadapi bebeberapa desa tertinggal,” jelas Wahyudi. Pada penyelenggaraannya menurut Wahyudi, agenda-agenda program ini tidak dapat dilaksanakan dalam kurun waktu satu, dua atau tiga tahun. Perlu adanya keberlanjutan dan fokus awal pada program untuk membangun kesadaran masyarakat tentang persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya. “Harapannya dalam program ini masyarakat dapat didampingi dalam menemukan dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang menghambat majunya desa tersebut,” pungkas Wahyudi. (nis/ sil)
Mahasiswa UMM Siap Terjun Hadapi Konvergensi Media

Menjawab tuntutan zaman, program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kuliah tamu bertajuk “Peluang Konvergensi Media Televisi di Indonesia”. Berlokasi di Aula GKB III UMM Kampus acara tersebut menghadirkan Gatot Triyanto selaku direktur TV Muhammadiyah dan Rudi Satrio Lelono selaku manajer kreatif malangvoice.com Dihadiri sekitar 277 peserta dari mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2016 dan 2017, acara berlangsung meriah. Direktur TV Muhammadiyah Gatot Triyanto memaparkan bahwa pada tahun 2016 tercatat 132,7 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Melihat fenomena ini, banyak pengusaha media beralih ke dunia digital. Berkaitan dengan hal tersebut Gatot mengingatkan bahwa pada konvergensi media ada hal harus diperhatikan, yakni soal permodalan. Selain itu, pemilihan sudut pandang juga perlu dilakukan agar berita memiliki nilai tambah tersendiri. “Kita juga harus memperhatikan betul perihal pemilihan angle berita untuk meminimalisir keseragaman sebagai akibat yang ada dari konvergensi media,” ujar Gatot yang merupakan Direktur Utama Tv Muhammadiyah. Himawan Sutanto, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UMM menuturkan, kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya dari Prodi Ilmu Komunikasi untuk mempersiapkan mahasiswanya menghadapi tantangan yang ada di dunia media, khususnya jurnalistik baik online maupun on air. “Kedepannya kita akan adakan MoU untuk mendukung dan bekerjasama tentang pengembangan TV jejaring yang dibangun Muhammadiyah yang berhubungan dengan pengembangan informasi dan ide-ide Muhammadiyah yang berkemajuan,” pungkas Himawan. (Usy/ Sil)
Sekul UMM, Hadirkan Wisata Kuliner Bernuansa Kekayaan Budaya

Malang adalah kota tua yang kaya akan budaya, salah satunya adalah Topeng Malangan. Berangkat dari hal tersebut, pada Sabtu (31/3) Sengkaling Kuliner (Sekul) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) atas inisiatif Dr.Nazaruddin Malik selaku Direktur Utama Taman Sengkaling UMM, menggelar pertunjukan budaya Pagelaran Topeng Malangan yang bertajuk “Panji Mbangun Candi”. Pagelaran ini dimainkan oleh seniman dan seniwati dari Sanggar Kayu Tangan Malang. Pertunjukan menceritakan kisah kepahlawanan seorang Panji yang bernama Raden Inu Kertapati atau Panji Asmarabangun dalam membangun Candi yang banyak menghadapi rintangan. Karena semangatnya yang luar biasa, Panji berhasil mengalahkan musuh-musuhnya sehingga rakyatnya pun hidup aman dan sejahtera. Rektor UMM, Fauzan, menyampaikan bahwa pertunjukan topeng ini mencerminkan semangat yang diusung UMM. Seperti halnya kegigihan Panji dalam membangun candi, UMM bertekad untuk berekspansi dalam hal sarana dan prasarana untuk mendukung dan memajukan pendidikan meskipun banyak rintangan yang harus dihadapi. “Kami akan terus memperbaiki sarana dan prasarana agar kualitas pendidikan kami semakin baik dan maju,” tandas Fauzan. Selain itu Fauzan juga menambahkan, pagelaran ini diharapkan dapat memberi warna baru dalam mengenalkan budaya serta kearifan lokal Malang Raya pada masyarakat luas dengan cara baru. “Selain berkuliner, pengunjung juga bisa belajar mengenal dan mempelajari budaya lokal asli Malang,”katanya. Seperti diketahui, untuk menunjang pendanaan kampus, UMM memiliki banyak unit bisnis salah satunya adalah Taman Rekreasi Sengkaling yang diakuisisi UMM sejak 2013 lalu dan berubah nama menjadi Taman Sengkaling UMM. Selain civitas akademika, acara ini juga dihadiri masyarakat umum. Huynh My Phoi, seorang mahasiswa asing asal Vietnam mengaku senang menyaksikan pertunjukan ini karena dapat belajar budaya dan bahasa lokal Indonesia. ”Saya suka gamelan dan angklung. Tarian Indonesia sangat indah, bajunya juga indah,”pungkas mahasiswi yang sudah setahun di Indonesia tersebut. (lus/sil)
Rancang Lembaga Pendidikan Vokasi, UMM Siapkan SDM untuk Profesi Kreatif

Kebutuhan sumberdaya manusia dengan keterampilan khusus dalam memenuhi kebutuhan industri terus dilahirkan oleh lulusan Pendidikan Vokasi. Lulusan Pendidikan Vokasi dinilai lebih mumpuni karena lebih banyak melaksanakan praktik dari pada teori. Kesadaran akan hal tersebut membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersiap untuk merancang Lembaga Pendidikan Vokasi. Hadir dalam gelaran diskusi perancangan Pendidikan Vokasi, Ananto Kusuma Seta yang menyampaikan bahwa di Indonesia saat ini membutuhkan sumberdaya manusia dalam bidang tertentu yang dituntut memiliki kualifikasi keterampilan secara terpusat. “Saat ini reformasi industri menuntut banyak hal pada setiap sumberdaya manusia salah satunya kualifikasi keterampilan secara khusus,” jelas Staff Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam perannya, pendidikan vokasi mempersiapkan sumberdaya manusia yang benar-benar sesuai kebutuhan industri. Selain itu, sumberdaya manusia yang dididik melaluI pendidikan vokasi telah memenuhi kebutuhan keterampilan industri seperti lebih memahami teknis, managerial dan praktik di lapangan. “Lulusan vokasi adalah sumberdaya manusia yang lebih melek dengan keadaan lapangan,” terang Ananto. Rektor UMM Fauzan menyatakan bahwa rencana pendirian pendidikan vokasi di UMM adalah sebagai tindak lanjut dari beberapa program studi di UMM yang sudah lebih dahulu melakukan kerjasama. Saat ini program kerjasama tersebut masih dalam bentuk praktik lapang yang tujuannya juga sebagai bekal mahasiswa untuk memperoleh peningkatan keterampilan sesuai bidang keahlian masing-masing. “Rencana didirikannya lembaga pendidikan vokasi ini sebagai bentuk tindaklanjut kerjasama-kerjasama dalam bidang peningkatan keterampilan bagi mahasiswa,” terangnya. Sementara itu, Lembaga Pendidikan Vokasi yang akan dibuka oleh UMM akan menjadi lembaga pendidikan vokasi pertama yang dimiliki perguruan tinggi swasta di Jawa Timur. (nis/…)
Sambut Perayaan HFN, Kemendikbud RI Gandeng Kine Klub UMM Gelar Nobar Film Sejarah

Menjadi salah satu pelopor perfilman di Malang menjadikan Kine Klub UMM terus berkreasi dalam berbagai kegiatan salah satunya dalam menyambut perayaan Hari Film Nasional (HFN) ke – 68 yang dipusatkan di Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada pembukaan rangkaian acara Nontom Bareng (Nobar) ini hadir Staff Khusus Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) bidang Komunikasi Publik Nasrullah menyampaikan bahwa film adalah produk budaya yang harus dijaga dan terus dilestarikan sebagai bentuk penguatan karakter bangsa. “Kemendikbud menjadikan film sebagai produk budaya, sebagai bentuk penguatan karakter bangsa,” jelasnya. Selain itu, Nasrullah juga mendukung sekali produk-produk film yang telah dibuat oleh mahasiswa UMM yang bergabung di Kine Klub atau secara perseorangan. Menurutnya, masa depan perfilman Indonesia menunjukkan hal yang semakin baik dari segi kualitas dan kuantitas. Film adalah produk ekonomi kreatif yang menjadi magnet baru untuk melahirkan sineas muda di Malang khusunya. “Era saat ini profesi-profesi kreatif akan terus mendominasi perkembangan perekonomian nasional salah satunya adalah film,” tegas Nasrullah. Menggandeng Pusat Pengembangan Film (Pusbang Film Kemendikbud RI) dan PPPPTK PKn dan IPS, acara yang dikemas dalam kegiatan Nonbar film “Ketika Bung di Ende” ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari mahasiswa UMM dan masyarakat umum. Salah satu masyarakat umum yang hadir, Yuhalisana Kusuma Wardhani mengaku tertarik hadir dalam kegiatan ini karena sangat menggemari film bertemakan sejarah dan pemutaran film ini sangat berkesan baginya. “Memang sengaja datang ke UMM untuk nonton film sejarah ini apalagi nonton bareng Pusbangfilm,” jelasnya. Melalui penayangan film-film bergenre sejarah seperti ini diharapkan dapat memperkuat nasionalisme yang dimiliki oleh pemuda khusunya mahasiswa. Ketua Umum Kine Klub UMM Hafidz Alamudi, dipilihnya film Ketika Bung di Ende ini merupakan upaya untuk mengingatkan kembali kepada seluruh pemuda bahwa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika dan melalui film karakter bangsa akan semakin kuat. “Penayangan film ini sebagai bentuk upaya kita untuk memperkenalkan pada khalayak bahwa film dapat menjadi saran penguatan karakter bangsa,” jelasnya. Film Ketika Bung di Ende ini merupakan film yang digarap oleh Kemendikbud sebagai bentuk apresiasi kepada Proklamator Indonesia Soekarno sekaligus sebagai bentuk unjuk gigi bahwa melalui pertunjukkan drama yang merupakan salah satu adegan dalam film ini masyarakat Indonesia bisa menjadi kuat. (nis/sil)
Bekraf RI Siap Kawal Mahasiswa UMM Ciptakan Produk Kreatif

Kembali menggaungkan program UMM Pasti yakni mahasiswa pasti lulus empat tahun, mahasiswa pasti bekerja setelah lulus dan mahasiswa pasti mandiri Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan membakar semangat mahasiswa melalui Kuliah Umum Ekonomi Kreatif oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI) Triawan Munaf. Dalam pembukaannya Fauzan menyampaikan bahwa banyak mahasiswa UMM yang telah memiliki karya dan siap dijadikan produk ekonomi kreatif. “Belakangan ini sudah banyak mahasiswa UMM yang memiliki produk-produk kreatif,” tandas Fauzan. Senada dengan Fauzan, Menteri Pendidikan dan Kebudayan Muhadjir Effendy juga menyampaikan hal yang sama. Ia bahkan menegaskan bahwa sejak lama UMM menjadi salah satu pionir perfilman yang ada di Malang. Berbagai karya dan cinemas muda juga lahir dari kampus ini. “Di Malang, UMM merupakan pelopor perfilman hingga Eagle Awards digelar beberapa kali di sini,” tegas Muhadjir. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI) Triawan Munaf memaparkan sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua, perfilman Indonesia sejatinya harus terus berbenah. Usaha tersebut utamanya dapat dilakukan dengan mengandeng para sineas muda. Apalagi mengingat peminat terbesar perfilman Indonesia saat ini adalah para remaja. “Anak muda yang sekarang berkarya dalam bidang perfilman sangat banyak dan karya mereka sudah mulai diperhitungkan,” jelas bapak artis papan atas Sherina Munaf tersebut. Pada gelaran yang dilaksanakan di Hall BAU UMM ini, Triawan juga menyampaikan bahwa peluang mahasiswa untuk berkiprah dalam bidang ekonomi kreatif sangat besar. Keberadaan mereka bahkan mendominasi penciptaan produk-produk kreatif saat ini. Selain bangga, Triawan juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung hal ini. “Bekraf sangat siap dalam mendampingi,” kata Triawan. Tidak hanya sekedar kuliah umum, di akhir UMM dan Bekraf juga melaksanakan MoU untuk mendukung program dan produk kreatif ciptaan mahasiswa UMM. (nis/sil)
LP3A UMM Sosialisikan Empat Pilar Ketahanan Keluarga

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Thathit Manon Andini pada kajian Optimalisasi Organisasi dalam Rangka Meningkatkan Wawasan Perempuan untuk Ketahanan Keluarga di Ruang Sidang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Rabu (28/3). “Sebagai guru untuk anak kita harus banyak wawasan,” tegas dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMM ini. Pada gelaran yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Klub Wanita Internasional yang jatuh pada tanggal 27 Maret tersebut, Thathit juga menyampaikan bahwa dalam membangun ketahanan keluarga, ada empat pilar yang perlu ditegakkan. Yakni spiritual, kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan, serta keadilan. Selain itu, seorang ibu juga penting untuk memastikan bahwa anak-anak nyaman ketika berkomunikasi dengan orang tua dan anggota keluarga. “Kalau anak tidak nyaman di rumah maka dia akan mencari kenyamanan di luar dan di luar pengaruhnya sangat luar biasa,”tambahnya. Pada pemaparan selanjutnya, Kepala LP3A sebelumnya Periode 2012-2015 Nurul Asfiah memaparkan tentang penguatan kapasitas perempuan dalam kolaborasi dan kemitraan menuju ketahanan keluarga. Menurutnya, sistem terkecil dari sebuah negara adalah keluarga. “Sebagai unit terkecil di masyarakat, keluarga mempunyai peran yang penting dalam pembangunan nasional,” ujar Nurul. Ia juga menyampaikan bahwa ketahanan sebuah negara selaras dengan kehidupan anak mudanya, karena yang akan meneruskan nasib sebuah negara adalah generasi muda itu sendiri. “Masa depan sebuah bangsa dilihat dari kehidupan anak-anak pada hari ini,” ucap alumni Magister Manajemen UMM tersebut. (ardr/sil)
Inovatif, Mahasiswa UMM Gagas Aplikasi Sapu Bersih Pungli

Korupsi telah membudaya di Indonesia. Tidak hanya pada kalangan pemerintah dan elit politik, budaya laten ini juga telah menginfeksi masyarakat hingga ke bawah, salah satunya adalah pungutan liar (Pungli). Menyikapi fenomena ini, Presiden Joko Widodo bahkan secara khusus menyerukan pemberantasan Pungli mulai tahun 2016 lalu. Website saberpungli.id, SMS dan call center juga disiapkan untuk memaksimalkan program gerakan tersebut. Dalam rangka mendukung program pemerintah ini, Zul Fahmi Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat aplikasi Sapu Bersih Pungli berbasis android. Zul merasa, penggunaan cara konvesional seperti SMS kurang efektif untuk digunakan saat ini. “Pada era milineal seperti hari ini, dibutuhkan inovasi yang lebih mudah digunakan dan dapat membantu tugas pemerintah untuk memberantas praktik Pungli yang meresahkan,” ujar mahasiswa asal Balikpapan tersebut. Cara kerja aplikasi Sapu Bersih Pungli ini cukup mudah. Hanya dengan fitur shake you’re phone (mengguncangkan telepon genggam) saat berada di lokasi yang dicurigai terjadi pungli, maka secara otomatis aplikasi akan menangkap titik koordinat lokasi dimana anda berada. Informasi ini lalu secara otomatis akan terkirim pada server aplikasii dan ditindak lanjuti oleh petugas. “Diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat menjembatani kepentingan masyarakat untuk hidup tenang tanpa Pungli dengan kepentingan pemerintah untuk memberantas Pungli,”tandas Zul Fahmi. Tengah merampungkan proses finishing, Zul berharap kedepannya ia dapat menjalin kerjasama dengan pemerintah agar aplikasi ini lekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat optimal. Target pemerintah untuk memberantas Pungli juga lebih cepat tercapai. “Dibuat sejak Mei 2017 lalu, rencananya aplikasi ini rampung pada pertengahan April. Setelah itu aplikasi ini akan dilaunching di App Store Android agar setiap pengguna smart phone dapat mengunduh dengan mudah,”pungkasnya. (usy/sil)
Ajak Mahasiswa Kenali Animasi, Lab Komunikasi UMM Adakan Kelas Kreatif

Industri kreatif dewasa ini menjadi bidang yang menjanjikan, salah satunya dunia animasi. Hal tersebut dapat terlihat dari produksi game dan animasi 3D yang makin digemari oleh masyarakat. Animasi juga banyak digunakan di berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari dunia periklanan, industri film, simulasi, pembuatan game, seni, dan bahkan pendidikan. Berangkat dari latar belakang tersebut Laboratorium Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kelas kreatif mengenai Pengenalan Teknik Dasar Animasi dengan menghadirkan pemateri muda berprestasi Eeng Ahmadi, pendiri Studio Engon Animasi. Acara bertajuk Creative Class tersebut diselenggarakan di Mini Teater Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM Selasa (27/3). Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM Novin Farid menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya ingin memfasilitasi mahasiswa agar tidak hanya terjebak pada materi di kelas-kelas reguler. Hadirnya kegiatan ini menjadi salah satu alternatif semacam kelas inspirasi dan kelas kreatif. “Apalagi animasi kan menarik sekali, mungkin mahasiswa yang punya passion di bidang ini bisa mengembangkan bakatnya melalui fasilitas yang kita berikan ini,” ujar Novin. Kedepannya, Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM berencana akan menjalin terus memperkuat kerjasama dengan berbagai ahli di bidang ilmu komunikasi, terutama dengan para alumni agar creative class semacam ini dapat terus terselenggara. Rafi Zainu Fawaiz, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM angkatan 2016 mengaku mengikuti acara ini karena ketertarikannya terhadap editing. “Saya ingin mendalami dan mengembangkan minat serta bakat saya dalam editing. Acara creative class ini sangat menarik,”pungkasnya.
Kuatkan Silaturahmi Antar PTM, UMM dan UMS Gelar Sparring Tour

Untuk menjaga silaturahmi dan kekeluargaan antar klub olahraga dilingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tennis dan Badminton menjalani sparring tour ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Ahad (25/3/18). Ini merupakan kunjungan balasan setelah tim UMS hadir ke Malang pada bulan Januari kemarin. Bertandang ke kota Batik Solo, UMM tidak hanya membawa tim tenis tapi juga sekalian mempertandingkan tim badmintonnya. Wakil Rektor II UMS Dr Sardjito mengaku sangat senang dan bangga atas kehadiran tim UMM di Solo. “Semoga pertandingan persahabatan ini memperkuat jalinan silaturohmi dan mempererat rasa kekeluargaan antara tim tenis UMM dan UMS,” ujarnya memberikan sambutan pembuka sembari memperkenalkan satu persatu pemain dari timnya. Sementara itu, perwakilan dari tim UMM Dr. Sulardi, selaku Wakil Ketua UMM Tenis mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah atas sambutan yang hangat dan meriah. “Semoga eratnya silaturohmi ini bisa terawat dan memberikan keberkahan bagi semua. Bukan kalah menangnya, tapi semangat jalin silaturahminya sehatkan jasmani dengan jargon menang Alhamdulillah, kalah bersedekah,” ungkap dosen FH UMM tersebut. Dijalannya pertandingan tenis, pasangan perdana UMM Sulardi dan Bayuaji berhasil menggebrak skor awal dengan menang telak 6 – 0 mengalahkan pasangan UMS Sardjito dan Fuad. Dipasangan selanjutnya, UMS membalas dengan kemenangan melalui 3 pasangan sekaligus. Silih berganti kemenangan antar kedua tim dengan poin ketat menambah semangat meski sempat break karena hujan. Hingga laga pamungkaspun, yang mempertandingkan pasangan UMM Ridlo dan Prapto melawan UMS Dimyati dan Fuad disudahi dengan skore 5 : 5. Walhasil, pertandingan tenis ini tim UMM menang 5, draw 1 dan pending 1. “Kelak kedepan semoga akan ada semacam pekan olah raga antar dosen karyawan perguruan tinggi Muhammadiyah yang tujuannya ya seperti UMM dan UMS,” ujar Ridho, salah satu pemain UMM sembari bergurau dengan pemain lain. Di partai bulutangkis yang mempertandingankan 11 pasangan ganda, UMM berhasil mendominasi kemenangan dengan tim UMS. Diawali laga pembuka, peringkat pertama pasangan UMM Haeri dan Ridlo berhasil mengalahkan pasangan UMS Ngatono dan Aan melalui pertandingan sengit diakhiri dengan skore 30 – 21. Ngatono, SE, MM selaku Ketua Tim UMS ketika sambutan membuka pertandingan, menyampaikan bahwa para pemain memiliki kemampuan yang rata-rata. “Tapi, tim UMM yang sebagian masih berusia lebih muda berhasil memberikan perlawan sengit sehingga mendominasi kemenangan,”ujarnya. Pada akhir pertandingan kedua tim berharap semoga silaturahmi yang terjadil dalam bidang olah raga ini dapat mengeratkan hubungan antara kedua universitas dan memberi keberkahan untuk kemajuan pendidikan tinggi Muhammadiyah. (rid/sil)