Pesan Rektor UMM Usai Gelaran Pesmaba 2019

Sejak tanggal 2 hingga 5 September 2019, 7611 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengikuti rangkaian kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Dengan begitu, pada Kamis (5/9), mereka secara resmi menjadi bagian dari Generasi Jas Merah Kampus Putih, UMM. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, pasca ikut rangkaian Pesmaba ini, giliran masing-masing pribadi mahasiswa sendiri untuk menyiapkan diri menjadi mahasiswa sesungguhnya. Yakni dengan bermimpi menjadi orang yang sukses saat menjadi mahasiswa, terlebih juga sukses setelah menjadi mahasiswa. “Mudah-mudahan saudara-saudara para mahasiswa angkatan 2019 ini, akan dapat melanjutkan tradisi prestasi yang diraih civitas akademika UMM. Telah banyak prestasi yang diukir oleh mahasiswa UMM ini. Dalam setiap tahun, tidak kurang dari enam ratus jenis prestasi,” ungkap Fauzan di Hall Dome UMM, Kamis (5/9). Saudara yang hadir pada hari ini, yang baru saja mengikuti kegiatan Pesmaba 2019 ini, di antaranya adalah diperkenalkan dan dipersiapkan agar saudara mampu mengikuti jejak langkah senior-senior saudara. “Tentu harapan saya adalah saudara harus melebihi raihan-raihan prestasi senior-senior saudara,” ujar Fauzan. Di berbagai kesempatan Rektor Fauzan juga kerap berpesan, masa kuliah tiga tahun setengah hingga empat tahun tidaklah lama. Pada masa itulah sebenarnya kesempatan besar bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menjadi orang besar, serta untuk menjadi orang yang bermanfaat di masa yang akan datang. “Sekali lagi kami berharap, saudara belajarlah dengan serius. Bermimpilah besar dan buanglah jauh-jauh rasa mengeluh, dan buanglah jauh-jauh alasan-alasan yang tidak produktif. Karena itu janganlah melangkah mundur. Mental buruk itu tidak boleh hidup di dalam benak, di dalam hati dan jiwa mahasiswa UMM,” katanya. UMM ingin mengantarkan mahasiswnya menjadi orang sukses. Oleh karena itu, ia para mahasiswa setelah ini mengikuti organisasi-organisasi yang telah disiapkan oleh kampus UMM. “Baik organisasi intra dan unit kegiatan mahasiswa lainnya, silahkan diikuti. Baik di tingkat universitas, sampai jurusan,” terangnya. Berbagai organisasi mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 120 unit itu sebetulnya merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi mahasiswa UMM secara khusus. “Agar saudara-saudara bisa menjadi pemimpin. Tidak hanya dari satu pintu, tetapi dari berbagai pintu. Hingga akhirnya menjadi pemimpin sesunguhnya,” ungkapnya. “Tatap masa depan dan siapkan diri saudara untuk menjadi orang sukses ketika menjadi mahasiswa, apalagi sukses setelah menjadi mahasiswa. Student today, Leaders Tomorrow!” tandas Rektor Fauzan di hadapan 7611 mahasiswa UMM yang terdiri dari 93 orang mahasiswa asing yang berasal dari 24 negara. (*can)
Tradisi 5C yang Wajib Diamalkan Mahasiswa UMM

Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia (Mendikbud RI) didapuk mengisi kuliah tamu dalam gelaran penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam paparannya, Muhadjir menaruh harap agar mahasiswa UMM dapat menjadi pemimpin di masa depan. Pasca itu, Muhadjir lantas menyampaikan tradisi UMM yang terangkum dalam ‘5C’. Pertama, yaitu critical thinking atau kemampuan berpikir kritis. Kedua, yakni communication skill atau kemampuan berkomunikasi. “Supaya bisa terampil berkomunikasi dengan baik, maka anda harus rajin baca,” kata dia. Tidak melulu membaca aplikasi penyampai pesan WhatsApp saja, bahkan harus dikurangi. “Apalagi sekarang banyak hoax. Maka harus diimbangi dengan membaca buku, literature. Baik itu melalui buku-buku yang tercetak, maupun buku-buku yang ada di dunia maya atau virtual books,” pesan Rektor UMM periode 2000-2016 ini. Yang kedua untuk memiliki keterampilan communication skill, mahasiswa UMM harus pintar bicara. “Karena itu kalau di dalam kelas, sebaiknya guru sedikit bicara, justru mahasiswanya yang harus banyak bicara. Ada dialog, ada debat, ada diskusi, agar membikin anak-anak memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik,” ujarnya. Yang ketiga, mahasiswa harus rajin menulis. Mulai dari yang ringan-ringan sampai yang berat-berat. Menurut Muhadjir, karena dengan tiga modal inilah, seseorang akan bisa memiliki keterampilan berkomunikasi. “Kalau anda baca saja tanpa bicara, orang tidak tahu apakah sebetulnya Anda pintar atau tidak,” lanjutnya. Jangan dilupakan, untuk mendukung communication skill juga dibutuhkan penguasaan bahasa asing. Muhadjir menekankan, paling satu bahasa asing. Apakah bahasa Inggris atau Mandarin. Karena masa depan dunia, nantinya akan didominasi oleh Asia. Dan yang menjadi leading sektornya adalah China. Dunia, sambung Muhadjir, akan bergeser dari dominasi Eropa ke Asia. Dari Atlantik, akan bergeser ke Pasifik. “Dan Indonesia adalah merupakan negara yang akan bangkit di tahun 2045. Dan yang membangkitkan siapa? Tak lain adalah kalian semua. Kalian di 2045 ada di usia produktif,” terang Menteri Muhadjir. Tradisi yang ketiga yakni collaboration atau bekerjasama. Dilanjutkannya bahwa berkompetisi penting, tetapi dunia sekarang menuntut adanya kerjasama satu sama lain. “Bahkan sekarang orang bisa menjadi kaya raya karena mampu menghimpun kerjasama tanpa perlu modal tanpa perlu alat. Contohnya Gojek,” contohnya. Bos Gojek, tidak memiliki satupun sepeda motor. Tapi penyedia aplikasi berbasis jasa ini bisa merangkul pemilik sepeda motor untuk berbisnis bersama. Dan bos Gojeklah yang paling kaya, dialah yang paling untung. Ini adalah contoh anak muda berhasil. “Saya ingin nanti banyak lahir anak muda yang seperti ini,” sebutnya. Tradisi keempat, yakni creativity atau kreatifitas. Hal ini ditunjukkan sepanjang waktu dengan cara membuat terobosan dan menemukan sesuatu yang baru.”Di Muhammadiyah, tradisi kreatif sudah dimulai sejak KH Ahmad Dahlan, yakni dengan membuat sistem pendidikan modern pada zamannya,” kata Muhadjir. Tradisi yang kelima atau terakhir yakni confidance atau percaya diri. Selain berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, kolaborasi atau kerjasama, dan kreativitas mahasiswa UMM juga wajib kepercayaan diri tinggi. Tuntutan percaya diri ini untuk bisa bertahan dan menjadi pemenang di era 4.0 yang penuh kompetisi. (*can)
Fikes UMM Bikin Moon Charity untuk Disabilitas

Mengusung tema Moon Generation, yaitu Morality, Open Minded, Optimis, dan Nasionalis, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ingin mengangkat isu-isu nasional yang sedang berkembang. Tidak hanya dari dalam kampus, pemateri juga didatangkan dari instansi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi dan pencegahan narkoba, juga TNI untuk penerapan kehidupan bernegara yang baik di lingkup kampus dan masyarakat. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fikes UMM M. Dodik Prastiyo menjelaskan bahwa dalam Pesmaba kali ini juga diadakan Moon Charity dengan mendatangkan narasumber dari Adi Gunawan Institut. “Ada penyerahan donasi sebagai bentuk aksi sosial yang dilakukan maba Fikes,” ujarnya di sela penyelenggaraan Pesmaba Fikes yang diikuti kurang lebih 700 mahasiswa baru (maba). Sebagai informasi, Adi Gunawan Institut merupakan lembaga yang menaungi difabel, khususnya tunanetra. Tujuan diadakannya charity adalah untuk menanamkan rasa syukur kepada para maba dan juga bisa diterapkan di kehidupan masyarakat. “Utamanya (lebih peduli) dengan disabilitas,” imbuh Dodik di hari ketiga, Rabu (4/9), penyelenggaraan Pesmaba. Lebih jauh, penyelenggaraan kegiatan Pesmaba Fikes UMM digelar untuk mencetak generasi penerus bangsa yang bermoral, memiliki wawasan luas dan tertanam jiwa optimisme keapda maba dengan selalu mengutamakan rasa nasionalisme yang tinggi. (can)
Pesmaba UMM Dimanfaatkan untuk Kampanye Hijau

Momen Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) rupanya dimanfaatkan untuk kampanye hijau. Dari tingkat universitas hingga tingkat program studi, didorong untuk kampanye mengurangi penggunaan sampah plastik dan lainnya. Di akun resmi UMM @ummcampus, digelar kompetisi Photo Contest melalui tanda pagar #DietSampahPlastik dan #DimulaidariKamu. Kompetisi dimulai, Senin (1/9) hingga ditutup Jumat (5/9). Para mahasiswa baru diminta menggugah foto saat berbuat kebaikan untuk lingkungan di feed Instagram. Foto diambil di lingkungan UMM saat kegiatan pesamaba. Di samping itu, foto juga harus disertai captions menarik dan tanda pagar #DietSampahPlastik, #DimulaidariKamu, dan #PesamabaUMM2019. Akan diambil pemenang favorit dari likes terbanyak. Di FISIP misalnya, dengan memberikan tumbler, seluruh panitia mengajak mahasiswa baru untuk mengurangi pemakaian botol plastik sekali pakai dan juga mengajak untuk lebih bijak dalam menggunakan plastik. Selain itu panitia juga menyediakan kantong sampah di beberapa titik area sekitar lokasi. Kampanye ini sebagai ajang peduli lingkungan dan menumbuhkan rasa sadar terhadap pengggunaan plastik. Tak hanya sebatas aksi penggunaan tumbler dan buang sampah di tempatnya. Pada agenda pembukaan, aksi kolosal formasi flashmob mahasiswa baru juga dilakukan tanpa menggunakan kertas atau biasa disebut papermob. Gradasi warna yang tampak, berasal dari atribut yang melekat di tubuh. Misalnya jas almamater, pakaian putih, serta topi. Konfigurasi flashmob ini menghasilkan sejumlah formasi indah nan apik. Beberapa formasi itu antara lain logo Muktamar Muhammadiyah ke-48, logo HUT Ke-74 RI dengan tema; SDM Unggul Indonesia Maju, dan formasi dari sketsa Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 UMM. Secara khusus, flashmob ini dipersembahkan untuk menyambut perhelatan akbar 5 tahunan Muktamar Muhammadiyah ke-48. Muktamar dihelat di tanggal 1 hingga 5 Juli 2020 yang dipusatkan di UMS Surakarta. (can)
Persembahan Sambut Muktamar Muhammadiyah

Rangkaian acara Pengenalan Mahasiswa Baru (PESMABA) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) senantiasa diwarnai dengan penuh kejutan. Yakni dengan menampilkan flashmob dengan konsep yang berbeda. Konsep flashmob Pesmaba seakan tidak dapat lepas dari tangan kreatif dari salah satu dosen program studi Ilmu Komunikasi, Jamroji M.Comms. Jamroji sudah lima kali memprakarsai ide flashmob yang selalu berakhir viral. Flashmob tahun ini memiliki berkonsep formasi antara lain logo Muktamar Muhammadiyah ke-48, logo HUT Ke-74 RI dengan tema; SDM Unggul Indonesia Maju, dan formasi dari sketsa Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 UMM. Secara khusus, flashmob ini dipersembahkan untuk menyambut perhelatan akbar 5 tahunan Muktamar Muhammadiyah ke-48. Mukmatar dihelat di Kota Solo 1-5 Juli 2020. egiatan yang dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Konseptor yang juga inisiator Kampung Warna-warni Jodipan ini ingin flashmob ini menjadi trendsetter pertama yang membuat formasi logo Muktamar Muhammadiyah ke-48, disusul dengan ucapan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-74 Waktu persiapan yang hanya seminggu, flashmob yang biasanya monoton dengan hanya berpatok dengan komando perintah, flashmob tahun ini memiliki komando yang berbeda dan mampu mengharmonisasikan 7000an mahasiswa. Dengan diiringi mars Muhamadiyah yakni; Sang Surya dan lagu UMM Terus Maju yang dikomposeri oleh Ki Sapani Anom Carito, seniman dalang Dwijowirano UMM, setiap lirik dari lagu tersebut menentukan gerakan formasi yang ditampilkan. Flashmob yang diusung UMM berbeda dengan papermob yang identik dengan meninggalkan bekas sampah. UMM berkomitmen untuk menggunakan properti yang menempel di badan sehingga ramah lingkungan dan peduli tentang sampah. “Ekspektasi masyarakat semakin lama semakin tinggi, semakin bagus dan semakin rumit, oleh sebab itu UMM ingin menjadi trendsetter bagi kampus lain dan selalu mencoba menampilkan hal-hal berbeda setiap tahunnya,” tandasnya. (*)
Mahasiswa Harus Berkhidmat Memajukan, Mencerdaskan dan Mencerahkan Bangsanya

Membekali para mahasiswa baru 2019/2020 dalam mengawali studi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Kuliah Umum Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Bertempat di Hall Dome UMM, acara menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Haedar Nasir, MSi, (2/9). Dalam paparannya, Haedar menyampaikan bahwa kehadiran Muhammadiyah bertujuan untuk mencerdaskan, memajukan dan mencerahkan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Untuk itu, lanjutnya mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah hendaknya tidak hanya sekedar menjadi mahasiswa formal. “Tetapi juga mampu menjadi mahasiswa yang betul-betul punya karakter sebagai calon-calon intelektual, calon-calon cendekia, bahkan calon-calon ulil albab yang bisa menjadi kekuatan pencerah, baik untuk diri sendiri, keluarga, umat, bangsa dan kemanusiaan semesta,” ujarnya di hadapan 7611 mahasiswa baru UMM. Ia lalu membeberkan perananan tokoh-tokoh Muhammadiyah yang pada usia muda memiliki peranan besar dalam memajukan bangsa. Mereka adalah KH. Ahmad Dahlan, Ir. Djuanda dan Jendral Sudirman. Mengawali perjuangan sebagai anak-anak muda yang cerdas dan tercerahkan, ketiganya kemudian hadir menjadi tokoh bangsa yang berperan besar dalam kemerdekaan dan membangun Indonesia. “Mahasiswa harus belajar dari tokoh-tokoh tersebut dan menatap masa depan untuk menjadi orang-orang yang bermakna bagi kehidupan. Karena, orang terbaik di mata Islam adalah mereka yang memberi manfaat untuk orang lain,” sebutnya. Untuk menjadi mahasiswa yang berkarakter dan bermanfaat bagi orang lain, Haedar berpesan agar terus menempa diri. Ia juga meminta para mahasiswa untuk terus menjaga tradisi literasi. “Iqra’ yang kekuatannya tidak hanya terpancar ke langit, tetapi ilmunya memancarkan sinar kemajuan ke seluruh alam semesta,” tandasnya. Haedar pun berpesan agar para mahasiswa baru UMM nantinya menjadi pemimpin-pemimpin besar yang meneruskan tradisi UMM dalam melahirkan pemimpin-pemimpin besar. “Generasi emas harus lahir, satu di antaranya adalah mahasiswa yang mau berkhidmat memajukan, mencerdasakan dan mencerahkan bangsanya tanpa pamrih. Jika kalian jadi tokoh, jangan mementingkan diri sendiri, kelompok sendiri, tetapi perhatikan dan perjuangkan kepentingan umat bangsa bahkan kemanusiaan universal. Itulah semangat Muhammadiyah dan Islam rahmatan lil alamin,” tuturnya. Di akhir Haedar mengingatkan agar para mahasiswa baru selalu semangat dalam berjuang, tidak lelah bekerja keras untuk membawa membawa kebaikan bagi masyarakat luas. “Masa depan itu milik orang-orang yang mau berjuang, di kala kalian ada di tengah kemudahan, saya percaya kalian bisa berjuang, sukses lebih baik lagi. Semuanya tergantung pada kemauan, kesungguhan, kerja keras dan selalu berbuat baik pada orang tua, dosen, guru dan orang yang kita tuakan. Sekaligus juga selalu berkhidmat untuk memajukan, mencerahkan dan mencerdaskan umat bangsa dan kemanusiaan universal sebagai wujud dari peran rahmatan lil alamin,” pungkasnya. Turut hadir Ketua Badan Pembina Harian UMM yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. (bel/can)
Hadiri Pembukaan Pesmaba Dibonceng CB Lawas

Motor Honda CB lawas barangkali jadi objek paling ikonik pada sesi opening resepsi Pengenalan Studi Mahasiswa (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (2/9). Pasalnya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd terlihat necis dalam video pembuka berdurasi tiga menitan itu. Meski hanya gimik, aksinya itu diapresiasi 7000an mahasiswa baru (Maba) UMM yang memenuhi Hall Dome UMM. Video garapan sutradara Rino Anugrawan selaku staf Humas dan Protokoler UMM ini, diceritakan Fauzan terjebak gawe hajatan yang menghambatnya menuju lokasi pembukaan Pesmaba. Di tengah kendala itu, kebetulan Fauzan bertemu mahasiswa barunya yang tengah mengisi bahan bakar. Tanpa berpikir panjang, Fauzan bersedia dibonceng dengan mengendarai motor yang ngetrend di era 80an itu. Pasca diputarnya video opening itu, seantero ruangan Dome UMM riuh dengan tepuk tangan. Rektor Fauzan masuk mendampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Badan Pembina Harian UMM yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., juga Mendikbud RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Bukan kali ini saja Rektor UMM mau ‘direpotkan’ dengan skenario gimik kreatif ini. Sebelumnya, pada video opening Pesmaba tahun lalu (2018), Fauzan bahkan ‘menerbangkan’ salah satu pesawat jet milik satuan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang. Fauzan tampak gagah membelah udara untuk hadir di pembukaan Pesmaba yang dibuka oleh Mantan Ketua MK, Mahfud MD. Sebelumnya, juga dilakukan apel pagi Pembukaan Pesmaba UMM 2019 di Lapangan Helipad UMM. Marsekal Pertama TNI Hesly Paat, Komandan Pangkalan TNI Udara (Danlanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, yang diberi kehormatan dengan didapuk sebagai inspektur upacara pembukaan. Delapan penerjun profesional dari TNI Angkatan Udara juga jadi kejutan. (*can)
Delapan Penerjun Payung Ambil Bagian dalam Pesmaba UMM 2019

Sebanyak delapan penerjun turut andil dalam upacara pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2019 di lapangan Heliped Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Marsekal Pertama TNI Hesly Paat, Komandan Pangkalan TNI Udara (Danlanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, yang diberi kehormatan dengan didapuk sebagai inspektur upacara pembukaan. Ke delapan penerjun profesional dari TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh ini yakni Lettu Pas Archie Arpega, Serma Supriyadi, Serka Agus W, Serka Dahwit, Kopda Jainu, yang berasal dari Batalyon Komando 464 Paskhas serta Sertu Edi Gusyono , Serda Ari Pujo, dan Serda Agung Prayitno dari Denmatra 2 Paskhas, yang menjadi penerjun payung dalam gelaran Upacara pembukaan ini. “Saya menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa dan mahasiswi baru UMM. Karena di satu sisi predikat mahasiswa merupakan suatu kebanggaan, namun di sisi lain menuntut kemandirian dan kedewasaan guna mewujudkan cita-cita sebagai sarjana yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, agama dan negara di masa depan,” ujar Hesly Paat dalam amanatnya saat upacara. Dihadapan 7611 Mahasiswa baru (Maba) dan 93 mahasiswa asing yang berasal dari 24 negara, rektor UMM beserta jajarannya, serta Civitas Akademika UMM, empat dari delapan penerjun berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan menghiasi langit-langit yang ada di sekitaran Kampus Putih. Selain itu dibawakan pula bendera Muktamar, bendera UMM dan tidak lupa bendera bertuliskan “Pesmaba”. “Inilah orientasi yang hendak kami ciptakan sehingga generasi yang masuk menjadi mahasiswa baru tentu harus kita sikapi berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi milenial, yang akan hidup dalam dunia teknologi. Oleh karena itu, perubahan mindset seluruh warga UMM telah kita siapkan untuk menyambut itu.” tandas Dr. H. Fauzan, M.Pd saat ditemui usai upacara. Acara dilanjutkan resepsi Pembukaan Pesmaba di Hall Dome UMM. Perhelatan diisi dengan orasi ilmiah oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., dan dihadiri Ketua Badan Pembina Harian UMM yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., juga Mendikbud RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. (Riz/can)
Persembahkan Kursi Wisuda VIP untuk Orang Tua

Bercita-cita mengantarkan kedua orang-tuanya untuk duduk di kursi VIP wisuda, Siti Malikatul Mushowwiroh mahasiswi angkatan 2015 Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik dengan angka 3.98 pada gelaran wisuda ke-93 periode III UMM. Selain ingin membanggakan orangtua, wanita yang akrab disapa Malika ini memiliki motivasi lain yang ingin ia capai, yakni dengan mencatatkan namanya sebagai wisudawan terbaik asal Lombok. Seperti yang telah diraih oleh seniornya yakni Alhamdu Ramadhan (IPK 3,99). Selain itu ia juga disupport oleh senior lain yang tak kalah berprestasi seperti Lutfiya Al Qarani dan Alwafi Ridho Subarkah. Menjadi mahasiswi yang awalnya hanya kupu-kupu (kuliah-pulang), membuatnya bosan dengan ruitinitas yang hanya itu-itu saja. Hingga akhirnya ia aktif di beberapa organisasi seperti Indonesia International Studies Academic Utilization Community (IISAUC) UMM, English Debating Society-International Language Forum, Centre of Intermestic Studies, dan Model United Nation Club UMM. “Untuk siklus perkuliahan, aku termasuk orang yang biasa-biasa aja. Kayak, ada kan, orang yang siklus perkuliahannya dia rajin banget terus ulet banget atau yang males banget atau yang sedang-sedang saja. Nah, aku adalah orang yang sedang-sedang. Karena dari awal perkuliahan itu, aku enjoy aja nggak terlalu sampe yang rajin banget,” cerita Malika saat diwawancarai Selasa (27/8) siang. Malika lantas membagi tips manajemen waktu. ”Seenggaknya kita harus ada prioritas sendiri dalam perkuliahan, bahwa aku ini di kelas keaktifannya bagaimana di luar kelas keaktifannya bagaimana. Jadi, aku membagi waktuku menjadi 60-40. 60% di kelas sedangkan untuk 40%-nya aku aktif di luar kelas, karena kita juga harus menyeimbangkan antara akademik dan non-akademik,” tuturnya. Selama kuliah, banyak pengalaman yang Malika peroleh. Utamanya pengalaman internasional. Di tahun 2017, Malika menjadi University’s delegation untuk Asia-Pasific Model United Nations Conference (AMUNC) di Hongkong University, Hongkong; peraih juara pertama Essay Competition di Asia –Oceania Symposium, serta; salah satu dari 20 pemenang dari Write to China Essay Competition di Beijing. “Dari awal saya sudah memiliki set prioritas agar bisa lulus dengan nilai sempurna dan menjadi yang terbaik. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara, sehingga saya minimal wajib memberi teladan yang baik untuk kedua adik saya nantinya,” pungkas putri pasangan Muhammad Zaini M.Sy dan Khairul Bariyah S.Pd ini. Malika mengaku bangga mempersembahkan gelar wisudawan terbaik ini untuk keduanya. (riz/can)
Kunci Kemajuan Bangsa Ada di Kebudayaannya

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) Hilmar Farid menyebut, kunci kemajuan setiap bangsa sesungguhnya terletak pada kebudayaannya. “Percuma saja kita menggunakan teknologi yang maju. Akan tetapi, ketika kebudayaannya tidak maju, tidak ada gunanya kita menggunakan smartphone tercanggih tapi masih percaya kepada hoax. Ini adalah salah satu problem kebudayaan,” kata Hilmar. Hilmar hadir saat didapuk mengisi orasi ilmiah pada gelaran wisuda ke-93 Periode III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome UMM, Sabtu (31/8) siang. Prosesi wisuda juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Ketua Badan Pembina Harian UMM yang Juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., perwakilan Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafri Syairin, Ph.D. “Kita bisa melihat persoalan seperti ini dalam kehidupan sehari-hari banyak fasilitas publik yang dirusak, karena kemungkinan besar penggunanya dan tidak ada informasi yang cukup untuk orang mengupgrade pengetahuannya,” ungkap Hilmar. Dalam setiap menyelesaikan permasalahan, diperlukan pemimpin di era Industri 4.0 yang punya kemampuan berkomunikasi, kecepatan mengambil keputusan, serta kolaborasi. Dan di tiap tingkatan ini sangat diperlukan kerjasama. Sementara itu, Menteri Muhadjir juga turut berpesan kepada para wisudawan. Bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah bukan sekadar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi juga kemampuan beradaptasi untuk menguasai situasi yang terus berubah dan situasi yang terus berkembang. “Pesan saya kepada wisudawan dan wisudawati agar memiliki kemampuan tingkat adapatasi itu, jangan sampai terdistrupsi karena gagal dalam beradaptasi,” ujar Muhadjir. Tak kalah penting, Ketua Badan Pembina Harian UMM yang merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc. juga turut berpesan. Saya harapkan seluruh wisudawan dan wisudawati menjadi sarjana-sarjana di era digital sekaligus, yang mampu menyongsong, mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Yang selalu menjaga Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan selalu teguh berpegang ideologi falsafah Negara Pancasila,” kata Malik. Wisuda kali ini mengukuhkan kelulusan bagi Program Pendidikan Doktoral, Magister, Sarjana, Diploma III dan Program Pendidikan Profesi. Keputusan ini berdasarkan yudisium serta hasil rapat pimpinan 15 agustus 2019. Jumlah lulusan wisuda 93 periode III sebanyak 2461 orang, terdiri dari 1084 wisudawan 1377 wisudawati. Pada gelaran akhir wisuda juga diserahkan kartu alumni yang diserahkan secara simbolik oleh Rektor UMM Fauzan. (riz/can)