Mobil KaCa UMM Terapkan Metode Asyik Belajar Bahasa Arab

Bahasa Arab jadi materi pelajaran bahasa asing yang cukup diminati di Indonesia. Materi ini diajarkan di beberapa sekolah yang berbasis keagamaan atau tepatnya lembaga berbasis Islam. Salah satunya di MTsN. Sunan Bonang di Desa Ngabab, Pujon-Kab.Malang. Hanya saja, bagi sebagian orang bahasa Arab sulit dipelajari. Bersama mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan mahasiswa Praktikum II Prodi Kesejahteraan Sosial memberikan metode pembelajaran inovatif guna meningkatkan kreatifitas dan kemampuan memahami bahasa Arab ini. Yakni melalui metode kartu bergambar. Kartu bergambar sendiri diajarkan Dewi Nur Diana, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam (FAI) UMM dengan memperagakan gambar di kartu, sehingga murid-murid dapat aktif menebak serta menghafal kosakata Bahasa Arab di setiap gaya yang diperagakan oleh instruktur kegiatan ini. Murid dari kelas 7-8 MTsN Sunan Bonang sangat antusias. Karena selama ini mereka belum pernah mendapatkan metode seperti ini dalam pelajaran di sekolahnya. Terbukti, dari kegiatan materi Dasar Jurnalistik sampai Bahasa Arab, disamping akan memenangkan hadiah jika kelompoknya dinilai sebagai kelompok teraktif. Dania Putri Arifiana dan Armi Apriliantika K. selaku penanggungjawab kegiatan menjelaskan bahwa kurangnya minat baca dan cenderung individualis dalam berinteraksi sosial. Hadirnya mobil KaCa di sekolah mereka, mengundang antusias para murid untuk membaca dan belajar bersama murid-murid satu sama lainnya. Dengan hadirnya Mobil KaCa dari tim Humas UMM, ternyata antusiasme membaca buku dan belajar bersama dengan teman-teman lainnya dari MTsN Sunan Bonang meningkat. “Terbukti dari 20 murid yang diundang, terdapat 40 murid yang hadir dan berpartisipasi,” ungkap Dania ditemui di sela kegiatan, Kamis (12/9) pagi. Selain belajar konsep dasar Jurnalistik yang di bimbing oleh Yasmin, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi UMM yang melatih membuat berita. Yasmin mengajarkan bagaimana membuat judul, menyusun kalimat efektif, hingga menghubungkan antar paragraf agar menjadi tulisan yang padu dan menarik bagi pembaca. Di bawah bimbingan dosen pengampu Zaenal Abidin S.Sos., M.Si. kelompok Praktikum II Prodi Kesejahteraan Sosial ini juga memiliki program andalan selama mengabdi di Desa Ngabab, yaitu sebagai bentuk penguatan branding yang diusahakan sejumlah komunitas yang ada di desa ini sebagai Desa Wisata dan Edukasi. (yas/can)
UMM Gelar Shalat Ghaib, Penghormatan atas Berpulangnya BJ. Habibie

Kabar berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng. menyisakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia dan dunia ilmu pengetahuan. Tak terkecuali bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia mempunyai ikatan khusus dengan UMM. BJ. Habibie punya kontribusi dalam pembangunan Kampus III UMM yang letaknya di Jalan Raya Tlogomas, yang sekarang menjadi kampus induk. Waktu itu Ia masih menjabat Menristek/ Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi periode 1974-1998. Selain itu, Habibie juga meresmikan Masjid AR. Fachruddin UMM saat dirinya sebagai Presiden ke-3 RI. Masjid ini dibangun pada tahun 1995 dan diresmikan pada tahun 1998. Masjid dengan dominasi warna putih ini terdiri dari lima lantai yang dimanfaatkan selain untuk tempat peribadatan juga untuk perkuliahan dan perkantoran. Tempat peribadatan berada di lantai 3 sampai lantai 5. Lantai 2 digunakan untuk perkantoran takmir masjid, perpustakaan, ruang perkuliahan, laboratorium Psikologi, tempat wudhu’ dan aula. Lantai 1 digunakan untuk perkantoran, bank, kantin, dan laboratorium, bimbingan konseling, poliklinik, dan beberapa kantor pusat studi. Untuk menghormati jasa Bapak Teknologi Indonesia ini, civitas akademika Kampus Putih menggelar shalat ghaib di Masjid AR. Fachrudin. Dosen, karyawan, hingga mahasiswa turut melakukan shalat ghaib dan memanjatkan doa untuk mendiang BJ. Habibie. UMM juga mengibarkan bendera setengah tiang di lapangan Helipad. Wakil Rektor II UMM, Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. ditemui usai mengikuti pelaksanaan shalat ghaib mengungkapkan, BJ. Habibie punya sumbangsih pemikiran yang besar terhadap perkembangan UMM, utamanya pendirian Kampus III UMM. Disebutnya, Habibie juga punya andil besar menginspirasi pengembangan Fakultas Teknik. (can)
FPP Tangkap Peluang Usaha Penggemukan Domba Muda

PENGGEMUKAN pada domba muda merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan di bidang industri peternakan. Hal ini dilatari permintaan daging domba muda yang cukup tinggi di pasaran. Daging domba muda memiliki tekstur yang empuk jika dibandingkan dengan domba dewasa. Selain itu, lemak dari daging domba muda juga lebih rendah dibandingkan dengan daging domba dewasa. Peluang usaha ini yang ditangkap Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yakni melalui penerapan Teknologi Pakan Silase Jagung Komplit. Pengabdian ini dilakukan di laboratorium experimental farm UMM selama setahun pendanaan. Bahan baku domba muda dalam usaha penggemukan ini adalah dari hasil pembibitan domba yang dilakukan laboratorium Ekperimental Farm, Peternakan UMM. “Selain itu, melakukan pembelian bakalan dari peternak yang ada di sekitar Batu dan Malang,” terang Dr. Ir. Asmah Hidayati, MS Ketua PPUPIK UMM. Jumlah ternak domba yang dipelihara sebanyak 60 ekor jenis merino, dengan proses penggemukan selama 90 hari. “Dengan masa penggemukan yang lebih cepat ini maka program PPUPIK penggemukan domba muda dapat meningkatkan market share. Penggunaan silase jagung komplit juga pertambahan bobot badan domba lebih tinggi dibandingkan menggunakan pakan rumput,” ungkap Asmah. Hasil penggemukan yang dilakukan program ini menunjukan bahwa dengan menggunakan silase jagung komplit, diperoleh penambahan bobot harian domba sebesar 150-160 gr/ekor/hari. “Dengan demikian, masa penggemukan domba dalam praktik PPUPIK ini lebih cepat, yakni sekitar tiga bulan sudah dapat didistribusikan ke pasar. Program ini tentu menjadi peluang bisnis menjanjikan,” kata Asmah Disebut Asmah yang merupakan Ketua Prodi Peternakan UMM ini, penggemukan domba dilakukan guna memenuhi permintaan pasar daging domba di wilayah Malang dan sekitarnya. Baik untuk konsumsi, aqiqah, maupun untuk qurban. Mekanisme penjualan dilakukan dengan cara konsumen datang langsung ke Experimental Farm UMM, atau domba langsung dikirim ke pemesan via telepon. Lebih jauh Asmah menyatakan, program pengembangan usaha ini dimaksudkan untuk mengembangkan produk dari pemikiran riset dosen, yang kemudian diupayakan menjadi usaha yang bisa memperoleh keuntungan. Selain itu, usaha ini juga bisa dipakai sebagai laboratorium terapan bagi para mahasiswa UMM berlatih berwirausaha. Kedepannya, pengembangan usaha ini dapat menjadi income bagi kampus. (riz/can)
FISIP Lakukan Uji Konsep RUU Sistem Pendukung Lembaga Perwakilan

SEKRETARIAT JENDERAL dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara khusus meminta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menguji konsep rancangan undang-undang (RUU) tentang Sistem Pendukung Lembaga Perwakilan, Senin (9/9) siang. “Pengujian konsep RUU ini di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM guna mendapatkan masukan terkait Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendukung Lembaga Perwakilan,” ungkap Khopiatuzaidah, S.Ag., LL. M, ketua tim uji konsep RUU ini menjelaskan tujuan dilaksanakannya agenda ini di Kampus III UMM. Pengujian Naskah Akademik dan Rancangan Undang-undang ini berkenaan dengan tugas dukungan keahlian terhadap pelaksanaan fungsi Legislasi DPR RI, Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI yang telah membentuk tim dalam rangka penyusunan konsep awal Naskah Akademik dan RUU ini. Baca Juga: Puluhan Mahasiswa Asing Siap Belajar Bahasa dan Budaya Khopiatuziadah mengatakan bahwa tuntutan terhadap DPR RI sebagai lembaga perwakilan agar bergerak dan fokus melakukan reformasi internal untuk menguatkan fungsi legislasi dan fungsi-fungsi lainnya secara optimal memang cukup tinggi. Karena kekuatan parlemen bukan hanya terletak pada anggota dewan saja. Anggota dewan memerlukan sistem dukungan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tiga fungsi dewan, yakni legislasi, pengawasan dan anggaran. “Misalnya fungsi legislasi, yakni pembentukan peraturan perundang-undangan, diperlukan perancang undang-undang, perancang peraturan perundang-undangan, dan penelitian,” katanya. “Sehingga, dibutuhkan peneliti dari perguruan tinggi untuk terlibat dalam menjalankan fungsi legislasi. Semua rancangan sistem pendukung itu tersusun dalam naskah akademik RUU Sistem Pendukung Lembaga Perwakilan,” terang Khopiatuzaidah yang didampingi oleh empat tenaga ahli yang tergabung dalam tim tersebut. Uji konsep Naskah Akademik dan RUU ini dihadiri sejumlah dosen pakar FISIP UMM dari berbagai bidang keahlian. Pakar ilmu pemerintahan FISIP UMM, Dr.Tri Sulistyaningsih, M.Si berpendapat bahwa disahkannya RUU ini memang diperlukan, namun perlu dibuat seramping mungkin agar tidak overfat untuk Pemerintahan. Tri Sulistyaningsih juga menyarankan agar perekrutan sumberdaya manusia dalam Sistem Pendukung Lembaga Perwakilan diterapkan standar seleksi atau standardisasi. “Dewan itu, kan, organisasi politik, bukan organisasi karir. Oleh karena itu dari sisi perekrutan SDM ini perlu dilakukan standardisasi,” ungkap Tri yang juga asesor BAN-PT ini. Pendapat Tri Sulis melengkapi usulan pakar komunikasi FISIP UMM, Dr. Frida Kusumastuti, M.Si. Frida juga mengungkapkan betapa pentingnya sertifikasi bagi tenaga ahli yang akan direkrut dalam Sistem Pendukung Lembaga Perwakilan. Uji konsep ini sendiri diadakan selama 3 hari, yakni 9-11 September 2019. Dari sisi konten naskah akademik, pakar sosiologi FISIP UMM, Dr. Wahyudi, M.Si mengkritisi konten naskah akademik yang belum mengakomodasi area komunikasi publik. Lima area yang diusung dalam RUU Sistem Pendukung Lembaga Perwakilan sudah baik. Namun ada hal yang harus ditambahkan, yakni area komunikasi publik. “Legislatif harus memiliki wadah yang komprehensif untuk menjalankan fungsi ruang-ruang publik di masyarakat. Ada banyak kesalahpahaman di masyarakat tentang image DPR yang belum terselesaikan. Dengan adanya UU ini saya harap fungsi komunikasi publik itu semakin kuat,” jelas Wahyudi yang merupakan dosen Sosiologi Politik ini. (*/can)
Puluhan Mahasiswa Asing Siap Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia di UMM

Puluhan mahasiswa asing yang berasal 13 negara di antaranya Jepang, Korea, Mesir, dan Hungaria resmi menjadi mahasiswa lembaga Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka dikukuhkan saat Opening Ceremony Mahasiswa BIPA UMM yang digelar Ruang Sidang Senat, Senin (9/9) pagi. Prof. Dr. Syamsul Arifin menyebut, UMM memiliki visi Internasional. Di antara indikatornya adalah UMM memiliki beberapa siswa dari luar negeri, dan memiliki hubungan baik dengan beberapa universitas luar negeri, dengan tujuan meningkatkan collaborative research dengan profesor-profesor luar negeri. “Saya berharap dengan adanya program beasiswa ini, bisa mengembangkan visi Internasional UMM,” lanjut Syamsul. Mahasiswa asing ini akan menempuh pendidikan selama satu tahun. Sepuluh bulan belajar bahasa, dan dua bulan melakukan Village Home Stay. Mereka akan tinggal bersama orang tua asuh. Selain itu pada kesempatan ini pula, para tim pengajar turut memperkenalkan diri dengan menggunakan beberapa pakaian adat yang dimiliki Indonesia. Seperti pakaian adat Jawa, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Lampung dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan keberagaman suku dan juga budaya Indonesia. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, setelah satu tahun mahasiswa asing ini belajar bahasa dan budaya Indonesia, mereka umumnya sudah bekerja sebagai penerjemah. Bahkan sudah bekerja di beberapa perusahaan negaranya yang mempunyai hubungan dengan Indonesia. Seperti perusahaan Indonesia yang ada di negaranya. Dr. Arif Budi Wurianto, Kepala BIPA juga menyampaikan bahwa pihaknya juga tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan para alumni BIPA. “Hal ini dilakukan karena kita juga akan melakukan kerjasama dengan universitas asal negara alumni-alumni BIPA UMM,” ungkapnya saat sambutan. (*)
Begini Kiat Menjadi Perawat yang Mendunia

Ahli keperawatan dari Universitas Negeri Jember, Ns. Tantut Susanto, M.Kep., Sp. Kep. Kom., PhD. menyebut, agar bisa menjadi perawat muda dan mendunia, mahasiswa harus mengenali talent dan passion. Ketika keduanya telah ditemukan, mereka perlu motivasi dan penyusunan goal atau tujuan apa saja yang ingin mereka raih. Selanjutnya, mereka juga harus melakukan aksi yang dibarengi dengan pembelajaran sepanjang hidup. Demikian disampaikan Guest Lecture di San Carlos University Filipina ini dalam gelaran kuliah tamu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES-UMM) dengan tema “Perawat Muda, Mendunia”, Sabtu (7/9). Jika seseorang dapat menemukan talent dan passionnya, maka orang tersebut pasti akan memiliki nilai atau value yang berbeda dibandingkan dengan yang lain. Tantut juga menambahkan perlunya maintenance long life learner, di mana mahasiswa generasi Z, harus berkarya dan aktif untuk memajukan keperawatan. Tantut juga menyampaikan mengenai bagaimana perjalanan hidup dan karir sebagai seorang akademisi di bidang keperawatan. Tantut sendiri menyelesaikan jenjang pendidikan sebagai perawat diawali dari program diploma III Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada tahun 1998. Setahun setelah mendapatkan pengalaman bekerja, Ia melanjutkan pendidikan kembali di Program Studi Sarjana dan Ners Keperawatan di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2005, Ia kemudian memulai karir nya sebagai akademisi di Universitas Negeri Jember. Program Magister Keperawatan dan Spesialis Keperawatan Komunitas telah Ia selesaikan dari Universitas Indonesia pada tahun 2011. Di tahun 2014, Tantut juga mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri di jenjang Doktoral, yakni di Kanazawa University, Jepang. (*/can)
Ajak Anak-anak Diet Sampah Plastik Pakai Totebag

Banyak cara untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Salah satunya dengan mengkampanyekan penggunaan totebag atau kantung berbahan kain yang dapat digunakan berkali-kali. Kampanye yang dilakukan mahasiswa prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) patut dicontoh. Dengan tema “Revitalisasi Gerakan Berliterasi, Bersosial, dan Berbudaya” sekelompok mahasiswa yang tengah menjalankan praktikum melakukan kampanye anti kantong plastik melalui penggunaan kantung berbahan kain atau totebag. Sejak 5 hingga 6 September 2019 kemarin, anak-anak menjadi target kampanye peduli lingkungan ini. Berbeda dengan totebag pada umumnya, mahasiswa bersama Komunitas “Kampung Sinau” memberikan sentuhan seni pada desain, gambar juga tulisan. Sementara, untuk gambarnya, mahasiswa menggunakan teknik cukil. Tulisannya menggunakan tiga bahasa yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Teknik cukil dipilih karena mudah saat pengaplikasiannya ke media totebag yang bakal dilukis dan ditulis. Tidak hanya itu, teknik cukil juga dipilih lantaran mempermudah anak-anak dalam membuatnya. Karena sasaran kegiatan ini melibatkan secara langsung anak-anak didik Kampung Sinau, Kelurahan Cemorokandang, Malang. “Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan kepedulian kami terhadap bahaya sampah plastik. Sekaligus mengajak masyarakat terutama anak-anak untuk menyebarkan semangat mengurangi kantong plastik” ujar Wenty selaku wakil ketua di Perpustakaan Kampung Sinau, usai melakukan kegiatan ini. (*/can)
Ada Kotak dan HIVI! di Hello Maba 2019

Ada tradisi baru di tiap penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setidaknya untuk tiga tahun terakhir. Usai penutupan Pesmaba tahun 2019 ini, UMM kembali memberi kejutan spektakuler dengan menghadirkan dua band asal ibu kota, Kotak dan HIVI!. Pada penutupan Pesmaba tahun 2017, misalnya. Dihadirkan Fathin Sidqia Lubis, juara ajang pencarian bakat X Factor Indonesia musim pertama. Ia hadir di Hall Dome UMM menghibur 7000 mahasiswa baru. Seisi Hall Dome UMM ikut bernyanyi saat Fathin membawakan cover lagu Bruno Mars yang berjudul “Grenade”. Tak kalah mengejutkan, pada penyelenggaraan Pesmaba 2018, pedangdut yang tengah naik daun saat itu, Via Vallen, sukses ‘menggoyang’ lapangan Helipad UMM dengan lagu-lagu yang tentu penonton hapal. Tak lupa, Meraih Bintang, judul lagu pamungkas yang merupakan official theme song Asian Games juga dibawakan. Tahun ini, di luar rangkaian Pesmaba UMM, para mahasiswa baru (maba) dan civitas akademika UMM juga dimanjakan melalui event khusus bertajuk Hello Maba 2019. Spesial untuk menghibur maba dan civitas akademika UMM, band Kotak dan HIVI! dapat hadir dalam formasi lengkap membawakan lagu-lagu andalannya. Hadir personil band Kotak, antara lain adalah Chua (bass), Cella (gitar), dan Tantri (vocal). Sementara, HIVI!, beranggotakan Neida Aleida (vokal), Ilham Aditama (vokal), Febrian Nindyo (vokal/gitar) dan Ezra Mandira (vokal/gitar). Masing-masing band berbeda genre (pop dan rock) ini perform dengan sangat maksimal. Dalam momen menggembirakan itu juga, personil kedua band mendapat gelar kehormatan dengan dinobatkan sebagai anggota keluarga kehormatan Kampus Putih, UMM. Hal itu ditandai dengan disematkannya jas kebanggan almamater UMM, merah maroon, kepada seluruh personil band Kotak dan HIVI!. Saat ditemui sebelum naik panggung, Chua Kotak mengaku punya kenangan khusus terhadap Muhammadiyah. Kehadiran Swasti Sabdastantri, nama lengkap Chua, di UMM mengingatkannya pada kenangan dan bagaimana Muhammadiyah mendidik para siswanya dengan semangat mencerdaskan anak bangsa. Ia sempat mengenyam pendidikan di SMA Muhammadiyah di Surabaya. “Meskipun cuma satu setengah tahun, tapi memang ajaran di sekolah itu open minded, teknologinya bagus, dan kita juga memang dituntut untuk beripikiran internasional. Jadi apa yang kita dapat itu bisa dipakai untuk ke depan,” ungkapnya. (can)
Kesiapan UMM Menuju World Class University

Kesiapan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menerapkan 9 kriteria standart baru dalam penyelenggaraan akreditasi sesuai Peraturan Badan Akreditasi Nasional (PERBAN) Perguruan Tinggi,diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI) pada Kamis (5/9) di ConventionHall Sengkaling UMM. Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini diikuti oleh 70 calon auditor dari PPS dan PS di lingkungan UMM dan calon auditor dari 15 Perguruan Tinggi mitra se Jawa Timur. Sebelumnya, Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UMMtelah memiliki panduan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) tahun 2015. Dengan diterapkan sistem akreditasi baru, UMM melalui BPMItelah merombak SPMI tahun 2019 dengan memperhatikan indikator kinerja yang terdapat dalam PerBAN-PT, SN-DIkti, dan standart akreditasi internasional. Selain itu menambahkan menambahkan metode AMI dengan menerapkan managemen risiko. Rektor UMMFauzanmemberikan pengarahan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya menyamakan persepsi tentang audit.“Adanya kepastian dalam suatu proses itu menjadi penting karena akan menjamin quality continues improvement menuju World Class University,” papar Rektor UMM. Harapan Fauzan, para auditor ke depan bisa terus menerus menjadi penggerak dalam perbaikan di Program Studi masing-masing dan unit kerja di lingkungan UMM, sehingga komitmen UMM dalam penjaminan mutu menjadi tanggung jawab bersama. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Kepala BPMI menyampaikan proses pelatihan akan dilanjutkan dengan ujian bagi calon auditor sehingga yang lulus akan mendapat sertifikat sebagai auditor AMI. “Oleh karena itu, akan dilakukan pre test, praktek audit ke 10 PS di lingkungan UMM yang disiapkan menjadi sampel pada hari ketiga dan terakhir dilakukan post test,”papar Muslimin. Hadir sebagai pemateri adalah Tim Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Dr. Munawar Kholil, dan Sulisyadi, M.Ag., serta asesor BAN-PT Dr. Ainur Rofieq. Materi yang disampaikan meliputi SPMI-AMI, Kelembagaan dan Dokumen AMI, Metode dan Teknik AMI, serta Studi Kasus/Analisis Temuan. (can)
Haru Mendikbud Menutup Pesmaba UMM 2019

“Hati saya sangat terharu menyaksikan Anda semua,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. saat membuka kuliah umum dalam gelaran Penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dilanjutkan Muhadjir yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Pembina Harian UMM ini bahwa UMM tetap perkasa seperti sebelum-sebelumnya. “Saya datang ke sini untuk menyaksikan tujuh ribu lebih mahasiswa baru yang menatap masa depannya dengan optimis dan percaya diri,” sebut Muhadjir, Kamis (5/9). Muhadjir juga ingin melihat, mahasiswa UMM yang akan mewarisi tradisi punya karakter yang kuat, kerja keras, menatap masa depan dengan penuh optimis, dan itulah kalian semua,” kata Muhadjir, disambut riuh tepuk tangan mahasiswa baru Kampus Putih UMM yang memenuhi ruangan Hall Dome UMM. “Jangan lagi mendua. Inilah pilihan Anda yang sudah tepat. UMM adalah pilihan Anda yang paling tepat. Maka mulai sekarang, di dalam darah Anda mengalir darah UMM. Di dalam detak jantung Anda, ada detak jantung UMM. Di dalam hidup Anda, sekarang adalah ada kehidupan UMM,” ungkapnya dengan semangat. Menteri Muhadjir lantas spontan menggubah lirik lagu Sempurna, Andra and the Backbond, dengan mengganti diksi ‘kau’ dengan ‘UMM’. Sambil diiringi musik dadakan, Menteri Muhadjir lantas bersenandung, “UMM lah hidupku, lengkapi diriku. UMM, kau begitu sempurna,” nyanyiannya itu mengundang riuh tepuk tangan. Dengan berakhirnya kuliah umum oleh Mendikbud RI Muhadjir, berakhir pula seluruh rangkaian Pesmaba UMM 2019 yang diikuti 7611 mahasiswa baru. Baik rangkaian acara di tingkat universitas hingga program studi. Gelaran ini mengukuhkan Fakultas Kedokteran (FK) sebagai juara umum penyelenggara Pesmaba terbaik. (*can)