Prihatin Konten Negatif, Ikom UMM Helat Pesta Film Anak

Industri film anak-anak saat ini sedang mengalami krisis konten. Melalui praktikum 1 Audio Visual Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pesta Film Anak (26/6) sebagai bentuk apresiasi karya film yang konsen pada konten positif. Aksi positif sekelompok mahasiswa ini patut diacungi jempol. “Anak-anak saat ini telah terkontaminasi dengan perkembangan teknologi juga internet. Kecenderungannya, konten yang terdapat di internet negatif dan sulit dikontrol. Melalui film, kami dapat menyajikan berbagai film berkonten positif. Tujuannya tidak cuma sebagai tontonan tapi juga tuntunan,” kata Mella Dwi Purnama, ketua pelaksana. Bentuk acaranya yakni berupa penayangan perdana film-film karya mahasiswa praktikum audiovisual 1 prodi Ilmu Komunikasi. Gelaran ini bertemakan, “Museum Anak: Tempo Dulu”. “Maksud dari tema ini yakni mengajak para penonton, anak-anak maupun remaja, untuk bernostalgia dengan berbagai hal di masa lampau,” kata Mella. Event ini juga, sambungnya, memperkenalkan bagaimana cara anak-anak tempo dulu bersosialisasi. Tidak seperti sekarang yang kecenderungannya membuat anak-anak dan remaja memiliki jiwa individualis. “Selain itu, kita juga mengeksplorasi hal-hal di masa anak-anak tempo dulu, mulai dari permainan, makanan dan lainnya,” ujarnya. Sedikitnya sembilan film ditayangkan di hadapan anak-anak seusia sekolah dasar dan remaja. Pasca ditayangkan, para sineas juga diminta membagikan pengalamannya di balik proses pembuatannya. Acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan untuk berabagai kategori. Di antaranya ide cerita terbaik, hingga soundtrack terbaik. Sembilan kelompok yang unjuk gigi karya filmnya yakni Sam Depok – “The Sacred Tree”, Pine Film – “Super Sayur”, Gawe Pilem – “Jangkrik”, Sudut Pandang Sinema – “Kelaran”, Dialektika – “Paku dalam Botol”, Foremost Film – “Selimut Ashgaf”, Miwiti – “Pangkur”, Sakelas Production – “Surup” serta Back to Basic – “Sehari Saja”. Back to Basic jadi pemenang Ide Cerita Terbaik mengisahkan Aqila, anak perempuan 9 tahun yang tinggal bersama ibunya. Suatu hari, ibunya marah kepada Aqila karena ia bangun kesiangan, mereka pun beradu argumen, Aqila merasa menjadi orang tua itu mudah, sedangkan ibunya merasa tidak ada hal yang rumit menjadi anak kecil. Hingga satu kejadian, membuat keduanya tertukar jiwa. Tubuh Aqila dengan jiwa ibunya dan sebaliknya. Dari kejadian itu, mereka mendapatkan banyak pelajaran berharga yakni tentang saling menghargai dan menghormati. Keduanya menyadari bahwa tidak mudah menjalani peran jadi seorang single parent dan siswa kelas 5 SD. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UMM, Himawan Sutanto, M.Si menyebut, masa anak-anak adalah masa di mana mereka menirukan banyak hal. “Melalui perhelatan Pesta Film Anak ini, kita ingin mewujudkan generasi kita menjadi generasi yang sehat. Tidak hanya fisiknya, tapi juga jiwa dan pengetahuannya,” ungkapnya dalam sambutan. (can)

Pasar Barongan Digadang Bakal Lejitkan Potensi Bumiaji

Konsep pemberdayaan melalui pemaksimalan potensi lokal tidak hanya dilakukan dosen. Praktikum Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga ikut melejitkan potensi suatu daerah. Seperti yang dilakukan kelompok Renjana Creative di Desa Bumiaji, Kota Batu melalui media menampilkan kekayan alam dan budaya; Pasar Barongan Bumiaji, 23 Juni mendatang. “Desa Bumiaji memiliki objek wisata desa yang mengusung konsep budaya, alam dan edukasi. Saat ini, Desa Bumiaji yang ingin dikenal dengan Amazing Bumiaji sudah dalam tahap pengembangan desa wisata. Dengan hadirnya Pasar Barongan Bumiaji ini, diproyeksikan dapat dijadikan sebagai alat promosi wisata dan menampilkan kekayaan alam dan budaya,” kata Ketua Pelaksana, M. Luthfi Kurniawan. Kegiatan Pasar Barongan, jelas Luthfi, berbentuk pasar budaya di sepanjang bawah rimbunan pohon bambu. Perhelatan akan diiringi alunan instrument musik gamelan. Selain itu juga terdapat lapak dagang yang dikelola oleh warga setempat. Mulai dari olahan kuliner khas yang menjual makanan, minuman tradisional, hasil perkebunan, kekayaan alam khas daerah, dan pertunjukan budaya seperti Bantengan. “Selain memperkenalkan Pasar Barongan Bumiaji kepada masyarakat dan wisatawan luar, gelaran ini juga bertujuan menciptakan kepedulian untuk melestarikan potensi-potensi yang ada di Desa Bumiaji. Selain itu, berbagai rangkaian acara yang kami adakan juga mewadahi dan menunjukkan potensi-potensi warga Desa Bumiaji. Salah satunya melalui Pasar Barongan ini,” ungkapnya diwawancara, Selasa (18/6). “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo” menjadi tema yang diangkat. “Gemah Ripah Loh Jinawi memiliki arti kekayaan alam yang berlimpah yang aplikasikan dalam bentuk pasar yang dihiasi segala detail tradisional Bumiaji. Sementara Toto Tentrem Kerto Raharjo melambangkan gelaran Pasar Barongan yang menyajikan  kekayaan alam akan dihiasi keramah-tamahan masyarakatnya,” terangnya. Sebelumnya, di tanggal 11 hingga 14 Juni diadakan pra-event bertajuk Resik Barongan. Agenda ini merupakan kegiatan bersih-bersih area yang bakal dijadikan Pasar Barongan. Bersih-bersih dilakukan bersama kelompok Sadar Wisata, Karang Taruna, juga Tim Pariwisata Bumiaji. Di tanggal 15 Juni, juga terselenggara Uklam Tahes Bareng Bumiaji, yakni kegiatan jalan sehat yang diikuti warga Bumiaji. (*)

Pasar Barongan Digadang Bakal Lejitkan Potensi Bumiaji

Konsep pemberdayaan melalui pemaksimalan potensi lokal tidak hanya dilakukan dosen. Praktikum Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga ikut melejitkan potensi suatu daerah. Seperti yang dilakukan kelompok Renjana Creative di Desa Bumiaji, Kota Batu melalui media menampilkan kekayan alam dan budaya; Pasar Barongan Bumiaji, 23 Juni mendatang. “Desa Bumiaji memiliki objek wisata desa yang mengusung konsep budaya, alam dan edukasi. Saat ini, Desa Bumiaji yang ingin dikenal dengan Amazing Bumiaji sudah dalam tahap pengembangan desa wisata. Dengan hadirnya Pasar Barongan Bumiaji ini, diproyeksikan dapat dijadikan sebagai alat promosi wisata dan menampilkan kekayaan alam dan budaya,” kata Ketua Pelaksana, M. Luthfi Kurniawan. Kegiatan Pasar Barongan, jelas Luthfi, berbentuk pasar budaya di sepanjang bawah rimbunan pohon bambu. Perhelatan akan diiringi alunan instrument musik gamelan. Selain itu juga terdapat lapak dagang yang dikelola oleh warga setempat. Mulai dari olahan kuliner khas yang menjual makanan, minuman tradisional, hasil perkebunan, kekayaan alam khas daerah, dan pertunjukan budaya seperti Bantengan. “Selain memperkenalkan Pasar Barongan Bumiaji kepada masyarakat dan wisatawan luar, gelaran ini juga bertujuan menciptakan kepedulian untuk melestarikan potensi-potensi yang ada di Desa Bumiaji. Selain itu, berbagai rangkaian acara yang kami adakan juga mewadahi dan menunjukkan potensi-potensi warga Desa Bumiaji. Salah satunya melalui Pasar Barongan ini,” ungkapnya diwawancara, Selasa (18/6). “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo” menjadi tema yang diangkat. “Gemah Ripah Loh Jinawi memiliki arti kekayaan alam yang berlimpah yang aplikasikan dalam bentuk pasar yang dihiasi segala detail tradisional Bumiaji. Sementara Toto Tentrem Kerto Raharjo melambangkan gelaran Pasar Barongan yang menyajikan  kekayaan alam akan dihiasi keramah-tamahan masyarakatnya,” terangnya. Sebelumnya, di tanggal 11 hingga 14 Juni diadakan pra-event bertajuk Resik Barongan. Agenda ini merupakan kegiatan bersih-bersih area yang bakal dijadikan Pasar Barongan. Bersih-bersih dilakukan bersama kelompok Sadar Wisata, Karang Taruna, juga Tim Pariwisata Bumiaji. Di tanggal 15 Juni, juga terselenggara Uklam Tahes Bareng Bumiaji, yakni kegiatan jalan sehat yang diikuti warga Bumiaji. (*)

Kegaduhan di Pilpres, Rektor UMM: Jaga Persatuan dan Kesatuan

Menanggapi kegaduhan penyelenggaraan Pilpres 2019, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd. menolak keras aksi negatif yang dilatari perbedaan pilihan itu. “Apapun bentuknya tindakan-tindakan yang main hakim sendiri, tentunya kami sangat tidak setuju,” kata Rektor Fauzan saat diwawancarai santai di ruangannya, Kamis (20/6) siang. Menurutnya, Indonesia sebagai negara hukum. Semua pihak yang terlibat sengketa harus tunduk pada hukum yang berlaku. “Terlebih sangat merugikan masyarakat,” katanya. “Kita ini berada di negara hukum, jika ada hal-hal yang perlu dianggap memberatkan atau merugikan para pihak, saya kira instrumen hukum sudah disiapkan,” ungkap Fauzan. “Aksi kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di Mahkamah Konstitusi, KPU dan Bawaslu, saya kira itu adalah tindakan masyarakat yang kurang mengerti hukum di Indonesia,” ungkapnya. Menurutnya, apabila ada berbagai pihak yang keberatan dengan hasil Pilpres, maka harus menempuh jalur yang ditentukan undang-undang dan tidak melanggar peraturan dan hukum. “Sidang keputusan sengketa hasil Pemilu 2019 yang kini masih ditangani MK di Jakarta diharapkan bisa diterima pihak dengan besar hati dan mengutamakan persatuan,” ungkapnya. Masyarakat jangan mudah terprovokasi. “Sehingga apa yang diputuskan MK nantinya, semua pihak harus menerima dan legawa dalam putusan MK tersebut,” pintah Fauzan. Fauzan lantas mendorong kepada seluruh elemen bangsa untuk turut menyemai nilai-nilai persatuan dan kesatuan di atas segala bentuk perbedaan untuk menjaga keutuhan NKRI. Perguruan tinggi, tandasnya, juga memiliki peran strategis merajut kebhinekaan Indonesia yang dinilainya semakin mengkhawatirkan dan ditakutkan akan berujung disintegrasi. (Can)

Kegaduhan di Pilpres, Rektor UMM – Jaga Persatuan dan Kesatuan

Menanggapi kegaduhan penyelenggaraan Pilpres 2019, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd. menolak keras aksi negatif yang dilatari perbedaan pilihan itu. “Apapun bentuknya tindakan-tindakan yang main hakim sendiri, tentunya kami sangat tidak setuju,” kata Rektor Fauzan saat diwawancarai santai di ruangannya, Kamis (20/6) siang. Menurutnya, Indonesia sebagai negara hukum. Semua pihak yang terlibat sengketa harus tunduk pada hukum yang berlaku. “Terlebih sangat merugikan masyarakat,” katanya. “Kita ini berada di negara hukum, jika ada hal-hal yang perlu dianggap memberatkan atau merugikan para pihak, saya kira instrumen hukum sudah disiapkan,” ungkap Fauzan. “Aksi kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di Mahkamah Konstitusi, KPU dan Bawaslu, saya kira itu adalah tindakan masyarakat yang kurang mengerti hukum di Indonesia,” ungkapnya. Menurutnya, apabila ada berbagai pihak yang keberatan dengan hasil Pilpres, maka harus menempuh jalur yang ditentukan undang-undang dan tidak melanggar peraturan dan hukum. “Sidang keputusan sengketa hasil Pemilu 2019 yang kini masih ditangani MK di Jakarta diharapkan bisa diterima pihak dengan besar hati dan mengutamakan persatuan,” ungkapnya. Masyarakat jangan mudah terprovokasi. “Sehingga apa yang diputuskan MK nantinya, semua pihak harus menerima dan legawa dalam putusan MK tersebut,” pintah Fauzan. Fauzan lantas mendorong kepada seluruh elemen bangsa untuk turut menyemai nilai-nilai persatuan dan kesatuan di atas segala bentuk perbedaan untuk menjaga keutuhan NKRI. Perguruan tinggi, tandasnya, juga memiliki peran strategis merajut kebhinekaan Indonesia yang dinilainya semakin mengkhawatirkan dan ditakutkan akan berujung disintegrasi. (Can)

2019 Jadi PEMIRA UMM Pertama yang Gunakan E-Voting

Semarak Pemilu Raya (PEMIRA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai terdengar. Ada hal baru pada penyelenggaraan PEMIRA tahun 2019 ini. Yakni dengan menggunakan metode Electronic Vote (E-Vote). Pemungutan suara melalui metode E-vote ini akan dilangsungkan pada 20-21Juni mendatang. Debat para kandidat juga sudah dihelat di masing-masing fakultas dan tingkat universitas. Seperti pada tingkat universitas, debat dihadiri langsung oleh dua pasangan calon BEM-U  yakni Sufyan Indra Jayadi – Ayu Nurlaila Catur dan Abdul Aziz Pranata – Diki Wahyudi. Debat berlangsung di Auditorium BAU, Selasa (19/6). Mereka yang akan memilih diwajibkan menggunakan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan Personal Identification Code (PIC) sebagai akses login. Para mahasiswa bakal menggunakan hak pilihnya untuk menentukan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U), Anggota Senat Universitas (SEM-U), Ketua dan Wakil BEM Fakultas (BEMFA), Anggota Senat Fakultas (SEFA), hingga calon Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Sulfian Ade Nur Rochim, Ketua Komisi Pemilihan Raya Universitas (KPRU) mengatakan jika proses pemilihan dengan metode E-vote adalah langkah untuk mengefesien dan mengefektifkan proses PEMIRA. “Lebih hemat kertas tentu saja. Penghitungan lebih akurat dan tersistem dengan baik,” tutur Sulfian ditemui di sela debat. Sulfian bersama tim bekerja keras untuk mempersiapkan segala hal dengan baik. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi politik mahasiswa. Ia bersama timnya juga telah melakukan sosialisasi secara digital dan konvensional dengan cukup masif. “Sosialisasi terefektif adalah dengan teman-teman terdekat. Hal itu terus kami tekankan,” katanya. Metode anyar hasil kolaborasi KPRU dengan Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) ini akan menjadi kali pertama UMM menggelar PEMIRA dengan metode E-voting. Sulfian mengklaim metode baru ini akan lebih meminimalisir jumlah kesalahan dan akan lebih aman dari berbagai permasalahan dibanding dengan metode coblos kertas. (mir/can)

Alumnus UMM Jadi Staf KBRI Indonesia di Fiji

Bekerja di salah satu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) jadi mimpi sebagian orang. Hal ini yang diwujudkan Ummul Hasanah, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bekerja sebagai Staf Lokal di KBRI Suva, Fiji sejak 2018 lalu. Amanah ini ia terima setelah melalui seleksi ketat Kementerian Luar Negeri. Kemantapan menjadi Local Staff di negara kepulauan di selatan Samudra Pasifik ini karena keinginannya untuk menerapkan ilmu yang didapat semasa kuliah dan pengalamannya mendapat gaji dengan uang USD. Tidak hanya itu, jenjang karirnya saat ini ia gunakan sebagai batu loncatan menjadi Duta Besar nantinya. Seperti Indonesia, Fiji adalah sebuah negara kepulauan yang letaknya di sebelah barat Tonga, dan sebelah selatan dari Tuvalu. Fiji memiliki 322 pulau, 106 di antaranya berpenghuni. Selain itu, ada pula 522 pulau kecil. Kedua pulau terbesar adalah Viti Levu dan Vanua Levu yang penghuninya meliputi 82% dari keseluruhan penduduk negara bermata uang dolar Fiji (FJ$). “Kegigihan saya dalam memperjuangkan mimpi, dikarenakan rasa kekaguman saya pada tokoh-tokoh di Komunitas Akademos (komunitas belajar dan pemburu beasiswa di UMM) yang selalu gigih dalam menggapai mimpinya,” sebut Ummul, mahasiswa program studi Hubungan Internasional (HI) FISIP angkatan 2011 (19/6). Sebelumnya, ia sempat berstatus pegawai magang di Kementerian Luar Negeri Direktorat Multilateral Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup di tahun 2014. Berbagai tahap seleksi ia lalui selama kurang lebih satu tahun. Mulai dari tes administrasi, tes kemampuan bahasa dan pengetahuan, hingga wawancara. Negara Fiji ini tak pernah terbesit di benaknya. Hanya saja, hasil ujian tes masuk menghendaki Ummul ditempatkan di Fiji. “Saya ingin expert di bidang Sustainable Development, baik yang berhubungan pariwisata maupun ekonomi dan lingkungan. Hal itu didapatkan di Fiji sebagai Hub of Pasific dan kaya panoramanya,” jelas perempuan yang pernah aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Ilmiah (FDI). Lebih lanjut, ia juga memberikan tips bagi lulusan yang ingin bekerja di Kemlu. Menurutnya yang terpenting adalah pantang menyerah dan memperbanyak rencana, serta strategi. “Kita harus tahu kemampuan apa yang kita punya. Komitmen dan kemauan, jadi kunci sampai di tujuan, menjadi bagian dari KBBI Suva,” ungkap Ummul. (mir/bel/can)

Dosen UMM Ambil Bagian di Riset Kaliber Dunia

Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Pradana Boy ZTF, Ph.D menjadi peneliti dari Indonesia yang turut serta dalam riset berkaliber internasional. Pradana tengah berada di Florence, Italia untuk menghadiri pertemuan penting Second Project Meeting GREASE Research Project Radicalisation, Secularism and The Governance of Religion: Bringing Together European and Asian Perspectives, 17-18 Juni 2019. Sejumlah lembaga perguruan tinggi dan pusat studi di dunia, dengan dipimpin oleh Prof Anna Triandafylidou dari European University Institute, terlibat dalam kolaborasi riset selama tiga tahun sejak oktober 2018. “Pada bulan Desember 2018 lalu kami sudah ketemu untuk kick-off meeting atau rapat permulaan. Kami akan terus bertemu dalam konsorsium ini sampai 2021,” kata Pradana, dihubungi dini hari waktu Florence. Proyek ini didanai European Union’s Horizon 2020 program penelitian dan inovasi. GREASE berusaha mengurai paradoks radikalisasi agama yang tumbuh di tengah arus sekularisasi. Proyek ini menguji klaim bahwa integrasi migran di Eropa telah gagal karena generasi muda kedua yang telah termarginalisasi dan teradikalisasi, dengan beberapa dari mereka yang berubah menjadi bagian dari jaringan terorisme jihad. “Saat Eropa berjuang mengatasi masalah keragaman agama dan radikalisasi, sangatlah berguna untuk melihat bagaimana wilayah lain menghadapi isu-isu ini. Dalam melakukannya, proyek GREASE berharap bisa memberikan pemikiran akademik yang inovatif pada sekularisasi dan radikalisasi dan memberikan pandangan untuk pemerintah dengan fokus khusus yang mencegahan radikalisasi,” terangnya. Sejumlah negara yang terlibat yakni Australia (Deakin University), UK (Bristol University), Turki (Turkish Economic and Social Studies Foundation), Maroko (University Muhammad V), Italia (European University Institute), India (Jawaharlal Nehru University), Bulgaria (Center for the Study of Democracy), Jerman (SPIA Research Communications), Indonesia (UMM), Malaysia (SIRD Kuala Lumpur). “Ini adalah pertemuan kedua, agendanya adalah presentasi progress report penelitian. Pada tahap ini berupa laporan setebal 6000 kata dan presentasi singkat tentang country profile,” sebut Pradana yang saat ini menjabat sebagai Asisten Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Keagamaan Internasional. Pradana juga sebelumnya telah menyandang gelar duta perdamaian antaragama internasional. Gelar kehormatan itu disandang Pradana setelah mendapatkan kesempatan sebagai international fellow in interreligious dialogue oleh King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID) yang berpusat di Wina, Austria. Secara intensif membicarakan persoalan penting yang sering menjadi penghalang terjadinya hubungan harmonis antaragama dan kebudayaan. Pradana tergabung ke dalam jaringan International KAICIID Fellow Network. “Isu-isu sensitif lain juga tidak lepas dari perbincangan, seperti soal konflik Palestina-Israel, atau isu tentang pembantaian ras (genocide) di Myanmar. Namun, karena tujuan utama adalah mencari jalan keluar dan mengampanyekan perdamaian, munculnya isu-isu sensitif itu tidak sampai mengganggu jalannya dialog,” pungkas Pradana. (can)

Pererat Silaturahmi, UMM Gelar Pertemuan Orang Tua

TRADISI silaturahmi pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan orang tua/wali mahasiswa baru kembali digelar, Sabtu (15/6). Silaturahmi ini dibuka dengan pemberian beasiswa dari Bank Jatim kepada mahasiswa baru terbaik dalam tes gelombang I. Melalui sambutannya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd menyampaikan tujuan diselenggarakan pertemuan ini untuk berbagi peran antara orang tua dan peran perguruan tinggi dalam pembinaan, serta pengenalan UMM lebih dalam. “Kami memberikan pembuktian kepada bapak dan ibu yang menginginkan kepastian bagimana, siapa saja dan seperti apa mahasiswa UMM akan menempuh pendidikan di Kampus Putih ini,” ujarnya. Lebih lanjut, untuk memberikan pembuktian tersebut, Fauzan mengungkapkan program yang dicanangkan pada tahun ajaran 2019/2020 kali ini, yaitu program 3+1. Program ini berupa pembelajaran di kelas yang akan selesai dalam jangka waktu 3 tahun dan 1 tahun berikutnya untuk bekerja lapang. “Kami sudah memulai program ini melalui kerjasama magang bersertifikat dengan 144 BUMN dan juga perusahaan swasta. Ini sebagai bekal bagi calon lulusan UMM, agar dapat segera berkiprah di tengah masyarakat,” tutur Fauzan dihadapan tiga ribuan undangan yang hadir. Untuk upaya pengayaan wawasan dan keterampilan dalam mempersiapkan mahasiswa masuk ke dunia kerja, sebelumnya UMM telah mengirimkan 98 mahasiswa magang bersertifikat ke berbagai perusahaan BUMN di Indonesia. Diantaranya, Perum Jasa Tirta I, PT Industri Kereta Api, PT PELINDO III, PT Angkasa Pura I, dan PT Pertamina. Tidak hanya program 3+1, Fauzan melanjutkan, dalam pembinaan kemahasiswaan, UMM menawarkan lebih dari 180 organisasi resmi UMM untuk dapat diikuti mahasiswanya sesuai dengan minat bakat. Ia menghimbau pada orang tua/wali agar memotivasi putra-putrinya untuk aktif berorganisasi. “Belajar berorganisasi itu penting, karena kaitannya dengan ketahanan mental, kemandirian, belajar mengatasi masalah, belajar bersosialisasi, serta belajar memutuskan sesuatu yang ada di dalam organisasi,” papar Fauzan. Fauzan berharap, melalui pertemuan ini orang tua dapat membantu dan bertanggung jawab dalam proses pendidikan dengan baik. “Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk dapat mengemban amanah mendidik anak bapak ibu sekalian,” pungkasnya. Utamanya, lanjutnya, terkait keagamaan yang rahmatan lil alamin. Mengingat UMM bukan hanya milik dan untuk umat Islam, namun juga milik seluruh masyarakat Indonesia yang berangkat dari semangat KH. Ahmad Dahlan saat mendirikan Muhammadiyah. (bel/can)

Mahasiswa UMM Berkesempatan Jadi Relawan Internasional

Siapa yang tak ingin jalan-jalan ke luar negeri sambil menyalurkan passion filantropinya? Kini keinginan tersebut dapat terwujud! AIESEC Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka peluang besar bagi mahasiswa semua program studi Kampus Putih yang memiliki jiwa petualang dan sosial tinggi. Peluang diwujudkan dalam program Global Volunteer bertajuk Summer Volunteer. Menjadi Global Volunteer mahasiswa yang berpartisipasi akan melakukan social project di negara lain bersama dengan partisipan-partisipan dari negara lain. Organisasi Internasional yang ada di 126 negara ini setiap tahun membuka dua kesempatan menjadi global volunteer. Pertama pada saat musim winter dan kedua saat musim summer. Sedangkan durasi social project-nya berkisar 6-8 minggu. Pelaksanaan Global Volunteer biasanya digelar pada saat liburan, semester sehingga tidak mengganggu kuliah. Semua program-program social project yang dikerjakan berdasarkan pada Sustainable Development Goals atau SDG’s yang merupakan program PBB. Dalam program SDG’s ada 17 poin yang menjadi fokus, beberapa diantaranya adalah tentang kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. “Tentu saja kesempatan ini terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan. Untuk mengikuti social project winter ataupun summer, persyaratannya cukup mudah. Calon Global Volunteer mendapat persetujuan orang tua dan tanda tangan parent permission letter dari AIESEC UMM yang diberikan ketika datang ke booth pendaftaran,” terang Wawan, project manager Global Volunteer. Setelah itu, lanjut Wawan, calon volunteer akan melalui beberapa proses lagi dan proses terakhir akan mengikuti seleksi wawancara dengan AIESEC di negara pemegang project melalui video call. “Sebelum wawancara sesungguhnya, AIESEC UMM akan membantu calon volunteer dengan simulasi interview agar tampil lebih maksimal. Jadi semua calon peserta akan siap sebelumnya,” ungkapnya. Uniknya, untuk mengikuti program Global Volunteer ini, calon volunteer tidak dipersyaratkan memiliki skor TOEFL, IELTS, IPK ataupun membuat motivation letter. “Selain itu, calon volunteer program Global Volunteer tidak perlu khawatir karena AIESEC akan membimbing dari awal hingga kepulangan serta melakukan pengawasan terhadap perkembangan para peserta,” ungkap Wawan saat ditemui (14/6). (mir/can)