Kedokteran UMM Diminati Hingga Ujung Timur Negeri

Gema Universitas Muhammadiyah malang (UMM) tak hanya terdengar di kota Malang dan sekitarnya, tapi hingga ke pelosok negeri. Seperti Priambudi Kesuma Ramadhani sebagai peserta seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang I yang berasal dari kota asal tim Mutiara Hitam Jayapura, Provinsi Papua. “Saya ke UMM karena rekomedasi dari guru yang ada di sekolah. Selain itu orang tua juga turut merekomendasikan, sehingga saya mencoba untuk mendaftar dan mengikuti tes dan pilihan saya jatuh kepada Fakultas Kedokteran kampus ini,” ungkap Priambudi Kesuma Ramadhani yang kerap disapa Rama ini. Selain itu, Ismaliyah Kurnia Tiara Wati asal Nabire juga punya cerita serupa. “Saya ke sini karena rekomendasi dari guru. Orang tua juga turut mendukung. Tak hanya itu, di lingkungan saya juga terdapat beberapa alumni yang berasal dari kampus ini,” jelas Nia yang juga mengambil Program Studi (Prodi) Kedokteran. Tak kalah menarik, orang tua Ismaliyah turut membagikan cerita perjalannya dalam menemani putrinya. “Saya ke sini karena mengikuti kemauan dan cita-cita putri saya yang sangat ingin berkuliah di UMM. Selain itu kampus ini sudah punya nama di tempat saya,“ ujar Mrakih, saat menemani putrinya selesai ujian seleksi. Dilanjutkan oleh Mrakih, bahwa putrinya sudah dia tawarkan untuk memilih kampus-kampus yang tersebar di berbagai kota di Pulau Jawa lainnya. “Sudah saya tawarkan mulai dari Semarang, Jogja, Solo, serta Universitas Cendrawasih yang ada di Jayapura. Namun Ia tetap kekeuh untuk memilih di sini,” ungkapnya. Pada tes gelombang pertama ini, Fakultas Kedokteran masih menjadi favorit para peserta ujian. Sekitar 850 peserta memilih program studi Kedokteran. Bahkan, untuk mengantisipasi kecurangan, UMM sampai mengerahkan petugas bantuan dari pihak kepolisian dan keamanan internal untuk menghindari praktik perjokian. Setelah menerima camaba dari jalur prestasi dan gelombang 1, UMM akan kembali menyelenggarakan pendaftaran tes jalur regular gelombang II sejak 9 Mei hingga 10 Juli. Sementara pendaftaran gelombang III mulai tanggal 11 Juli hingga 16 Agustus. Pengumuman peserta lolos gelombang 1 tanggal  20 Mei 2019. (riz/can)

Formula Modal Intelektual Dosen UMM Dipakai Banyak Peneliti Asing

Selama lima tahun terakhir, Dr. Ihyaul Ulum banyak bergelut di dunia intellectual capital (modal intelektual). Bahkan, dia menciptakan model ukuran dari intellectual capital (IC). Temuan formula ini dinamainya dengan Modified Value Added Intellectual Coefficient (MVAIC). Fungsinya, untuk mengukur kinerja dari organisasi yang memiliki modal intelektual. “Karena selama ini (modal intelektual, red.) tidak terukur,” katanya. Buah pemikirannya itu kini sudah terbit di salah satu jurnal internasional di Amerika Serikat (AS). MVAIC juga sudah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham). Bahkan, diakuinya, model MVAIC telah dipakai banyak peneliti asing untuk mengukur kinerja perusahaan publik di Hongkong, Amerika, Australia, hingga London. Tak hanya menelurkan formula MVAIC. Di tahun 2016, Ulum juga sudah menerbitkan buku dengan judul “Intellectual Capital: Model Pengukuran, Framework Pengungkapan & Kinerja Organisasi”. “Buku ini disusun dengan semangat untuk meng-Indonesia-kan isu tentang IC,” ungkapnya. Secara internasional, ditambahkan Ulum, kajian tentang IC telah mulai berkembang sejak akhir tahun 1990-an. Termasuk di Indonesia. Atas dedikasinya pada pengembangan ilmu pengetahuan, pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu, Ulum diganjar penghargaan sebagai Dosen Berprestasi UMM Tahun 2019. Dinobatkannya Ulum di peringkat pertama dosen berprestasi UMM didasarkan pada kiprah Ulum di karya Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Publikasi, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Event tahunan pemilihan Dosen Berprestasi UMM ini menyesuaikan dengan agenda pemilihan dosen berprestasi di tingkat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII dan nasional. Seleksi dimulai di tingkat perguruan tinggi. Pemenang, dalam hal ini Ulum, akan mewakili UMM untuk berkompetisi di tingkat LLDIKTI Wilayah VII. Jika kembali terseleksi, Ulum akan mewakili LLDIKTI Wilayah VII ke nasional. Untuk diketahui, pada ajang pemilihan Dosen Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2018, UMM telah menorehkan catatan membanggakan. Dosen UMM, Djoko Sigit Sayogo, Ph.D. meraih Juara Pertama dalam perhelatan pemilihan finalis Dosen Berprestasi Tingkat Nasional bidang Sosial Humaniora dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI). (riz/can)

Baru Berdiri, PBA UMM Raih Akreditasi B BAN-PT

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) patut berbangga, pasalnya baru saja memperoleh nilai akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Putusan ini didasarkan pada sertifikat akreditasi No. 1379/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2019. Visitasi perdana ke Prodi PBA UMM yang dilaksanakan pada 2 Mei lalu ini juga menjadi pencapaian yang sangat baik bagi PBA. Pasalnya, PBA baru saja berdiri pada 14 Maret 2014. Empat tahun kemudian sudah mendapatkan akreditasi yang baik, yakni B. Agustus nanti sudah dapat meluluskan mahasiswanya. Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag., Ketua Prodi PBA menerangkan jika Prodinya tak membutuhkan waktu yang lama saat proses visitasi. “Hanya 45 menit,” ungkap Fatoni. Singkatnya proses visitasi ini bukan tanpa sebab. Borang yang telah disusun oleh Prodi PBA telah dianggap sangat baik oleh para asesor dari BAN-PT. Salah satu pertimbangan para asesor memutuskan memberikan akreditasi B adalah dari prestasi mahasiswanya. “Kemarin kami undang 22 mahasiswa terbaik kami untuk mengikuti rangkai kegiatan visitasi,” tutur Fatoni. Banyaknya prestasi yang diraih mahasiswa PBA menjadi poin pemaksimalan nilai. Prodi PBA juga menerapkan sistem pembelajaran melalui mekanisme pemaksimalan teknologi pembelajaran. Hal tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. menerapkan mata kuliah berbasis digital seperti Information and Communication Technology (ICT). Salah seorang diantaranya adalah Mohammad Romli yang meraih juara 3 debat Bahasa Arab Tingkat Nasional di Universitas Ahmad Dahlan. Selain itu, Romli juga pernah menyabet Best Speaker Debat Bahasa Arab Tingkat Nasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bulan Desember 2018 lalu. Diperolehnya akreditas tersebut tidak membuat puas Prodi PBA. Tantangan kedepan adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar terus membaik. Hal tersebut dibutuhkan sinergisitas seluruh elemen civitas akademika Prodi PBA, baik mahasiswa maupun dosen juga karyawan. (mir/can)

Penggagas Sistem Kepegawaian Ini Raih Titel Karyawan Berprestasi

Setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selalu memberikan apresiasi kepada setiap karyawan dan dosennya yang punya catatan baik. Satu diantaranya Sukam, S.T., dari unit kerja Biro Hukum dan Kepegawaian. Dia didaulat sebagai tenaga kependidikan berprestasi tahun 2019. Awalnya, Sukam diajukan oleh unitnya untuk menjadi kandidat karyawan berprestasi. Lantas ia diminta untuk membuat deskripsi diri serta mengumpulkan kelengkapan administrasi lainnya. “Awalnya pesimis tidak akan masuk. Nyatanya saat pengumuman ternyata masuk. Alhamdulillah,” ungkap Sukam saat ditemui di kantornya (7/5). Bukan tanpa alasan, Sukam adalah pengagas juga pencipta Sistem Informasi Manajemen Administrasi Kepegawaian (SIMKEP). Sistem ini mempermudah proses monitoring dan kearsipan kepegawaian. Pada awalnya, sistem ini dibuat untuk mempermudah pekerjaannya. “Yang diurusi ribuan, perlu sistem yang baik dan terintegrasi,” jelasnya. Sistem tersebut akhirnya diadaptasi UMM dan digunakan untuk mempermudah proses kerja keadministrasian para pegawai. Sistem yang dirintis sejak delapan tahun lalu ini ia kerjakan saat waktu luang. “Dasarnya memang suka utak-atik,” tuturnya. Sistem tersebut dibangun pelan-pelan. Pada akhirnya menjadi sebuah sistem yang utuh. Selain Sukam, tenaga kependidikan UMM lainnya yang berprestasi yakni Dewi Sulistiyowati, S.T. dari Fakultas Teknik, Arianto Permadi, S.P. dari Biro Adminsitrasi Akademik, Sri Haryati, Amd.Kep. dari L. Keperawatan, Shobbah Sabilil M., dari Lembaga Infokom, dan Zulkifli Agusta F., S.Kom.I dari Lab. Komunikasi. Sementara, daftar dosen berprestasi yakni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, peringkat I oleh Dr. Ihyaul Ulum, SE., M.Si., Ak., CA. (Prodi Akuntansi) dan peringkat II oleh Dr. Widayat, SE., MM. (Prodi Manajemen, serta Risa Herlianita, S.Kep, Ns., MSN. dari Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Ilmu Keperawatan di peringkat III. Selain itu, penghargaan khusus kepada dosen di empat kategori. Yakni pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak Prof. Ishomudin, publikasi buku teks dan motivator penulis mahasiswa Nurudin, M.Si, pengembang energi terbarukan Ir. Wignyo, M.T., dan inspirator dan motivator karya kreatif dan inovatif mahasiswa Jamroji, M.Sc. Pada kesempatan menjadi inspektur upacara Hardiknas 2 Mei lalu, Rektor UMM Dr. Fauzan berpesan, semua civitas akademika UMM harus memancarkan energi positif, harus membangun kekuatan yang memiliki resonansi positif. “Baik resonansi itu bertaraf regional maupun nasional, bahkan internasional,” sebut Fauzan. Fauzan juga lantas mengajak seluruh peserta upacara yang dihadiri siswa-siswi Sekolah Dasar, peserta kuliah sehari Kids on Campus, untuk terus melakukan inovasi. “Karena, jika kita tidak berinovasi maka kita akan mati. Bagi UMM, harus ada sesuati yang baru. Bukan hanya setiap tahun, tapi juga setiap bulannya,” tandasnya. (mir/can)

Sambut Ramadhan, Mahasiswa PBSI UMM Bedol Desa

Baru-baru ini Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan bakti sosial (Baksos) di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Agenda yang mengusung tema “Mengabdi untuk Negeri” ini dikemas dalam bentuk bedol desa. Agenda melibatkan ratusan mahasiswa ini berlangsung tiga hari, yakni 26-28 April. Baksos terbagi ke berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial dan lingkungan. Diantaranya program Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Mengajar, yakni memperkenalkan profesi kepada siswa SD. Juga Sasindo Mendongeng, pelatihan profesionalisme guru, pelatihan membatik, donasi sembako, bersih mushola, hingga pemutaran film oleh Bioskop Keliling (Bioling) UMM. Terlebih, kegiatan ini dihadirkan untuk menyambut bulan Ramadhan 1440 Hijriyah serta Hari Pendidikan Nasional. Salah satu program di bidang agama misalnya program Bersih Mushola. Meliputi pengecatan dinding Mushola, tadarus bersama (Ngaji Bareng), penyerahan donasi peralatan sholat serta al-Quran. Berbagai kalangan turut andil diantaranya mahasiswa, pengurus mushola hingga warga sekitar. Bersih Mushola dilakukan di empat dusun berbeda di Desa Kedung Salam. Yakni Musholla Baitul Rohim Dusun Ngliyep, Musholla Manarul ‘Ilmi Dusun Krajan, Musholla Jabal Nur Dusun Salamrejo, ”Serta Musholla Al azhar dan Musholla An-Nur yang berlokasi di dusun Sumbersih,” ungkap Fida Pengesti S.Pd., M.A. salah satu dosen PBSI, selaku ketua panitia saat berbincang di sela kegiatan (26/4). Program bersih-bersih dan pengecatan Musholla dimulai sedari Sabtu pagi hingga siang hari. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan Ngaji Bareng hingga pukul 15.30 WIB. Kegiatan lantas ditutup dengan penyerahan donasi alat sholat dan al-Quran. “Tak hanya itu saja, Divisi Sosial juga memberikan donasi sembako yang berlangsung di balai Desa Kedungsalam dengan fokus janda, lansia dan difabel,” ujarnya. “Semoga kegiatan bakti sosial menyambut bulan ramadhan ini menjadi agenda rutin dari Prodi PBSI UMM. Sehingga dua tujuan utama baksos, yakni penguatan karakter mahasiswa dan pemberian kontribusi nyata kepada masyarakat dapat tercapai. Tentu dalam hal ini lokasi baksos akan berkembang, sehingga masyarakat yang mendapat manfaat kegiatan ini bisa lebih luas lagi,” tandas Fida. (Riz/Can)

Suntuk Skripsi, Mahasiswa UMM Justru Juara Lomba Kepenulisan Nasional

Melampiaskan kebosanan bisa dilakukan lewat berbagai cara. Cara yang dilakukan mahasiswa Ahwal Shakhshiyah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini barangkali patut dicontoh. Berawal dari kesuntukkannya mengerjakan tugas akhir, Abdul Aziz Pranatha justru mendapat gelar di lomba menulis cerita inspiratif nasional di gelaran LDK Fair Madaniyah Universitas Bangka-Belitung (UBB) 2019. “Berawal dari kesuntukkan saya saat menyusun skripsi, akhirnya saya membuka Instagram sejenak untuk merefresh otak. Kemudian menemukan informasi terkait perlombaan yang diadakan oleh organisasi tersebut,” cerita Aziz, Sabtu (4/5). Mengambil judul “Pondok Rehabilitasi Preman” aziz memiliki pesan tersendiri yang ingin disampaikan mahasiswa semester delapan ini. Merasa tidak pede saat memasuki sepuluh besar, justru aziz melangkah maju menempel para pesaingnya hingga menyabet juara kedua. Adapun juara pertama diraih Poltekes Kemenkes Pangkal Pinang. “Apapun kemampuan kita meskipun itu adalah hal yang kita anggap biasa saja dan mudah, namun apabila kita seriusi dan ditekuni, maka akan menjadi hal yang luar biasa,” ungkapnya. Kisah yang ditulisnya berlatar siswa SMP dari keluarga taat beragama. Karena salah memilih teman, anak yang semula baik-baik, berubah menjadi ketua geng preman. Hingga pada puncaknya ketahuan oleh orang tua. Lantas dipesantrenkan. Hingga akhirnya anak tersebut sukses mengejar mimpi duduk di perguruan tinggi. “Saya mengambil cerita berdasarkan kisah dan pengalaman pribadi saya sendiri,” tukas Aziz. “Pesan yang ingin saya sampaikan dalam cerita ini, bahwasanya pondok pesantren itu adalah salah satu opsi terbaik bagi para orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak. Karena selain mendidik dan melatih kedisiplinan. Pesantren juga mengajarkan ilmu agama, yang mencakup akhlak dan budi pekerti yang bagus untuk bekal kehidupan sang anak di masa mendatang,” pungkasnya. (riz/can)

Fakultas Teknik Juara Umum Rektor Cup 2019

Usai sudah seluruh rangkaian Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2019. Juara Umum Rektor Cup kali ini disabet oleh Fakultas Teknik . Dr. Fauzan, M.Pd., Rektor UMM menutup secara langsung gelaran tahunan ini pada Sabtu sore (4/5). “Semoga gelanggang ini menjadi modal hidup saudara-saudara kedepan. Bahwa hidup adalah kompetisi,” katanya. Fauzan juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang terlibat. Baik para peserta maupun panitia. “Terima kasih telah menjalankan dengan baik,” ungkapnya. Fauzan juga tak lupa menyampaikan jika semuanya telah menjadi pemenang. Menang melawan ketakutan dalam dirinya untuk meraih cita. Setelah menutup, secara simbolik Fauzan memulai service bola voli untuk pertandingan Voli Putera antara FPP dan Teknik. Pertandingan antar dua fakultas tersebut berlangsung sengit. Pada set satu dan dua, FPP berhasil mengungguli Teknik. Namun, di set ketiga, FPP harus berganti mengakui keunggulan Teknik. Di set keempat, lagi-lagi Teknik mengejar ketertinggalannya. Riuh suporter masing-masing tim menggelorakan para pemain di gelanggang. Akhirnya, set kelima Voli Putera dimenangkan oleh Fakultas Teknik dan berakhir dengan perolehan FPP 2 dan Teknik 3. Pertandingan sengit ini membuktikan bahwa berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat terus dijunjung oleh para mahasiswa UMM. Pada gelaran Rektor Cup 2019 ini, FKIP, FEB dan F. Teknik masuk ke dalam tiga besar juara Rektor Cup 2019. Juara 3 diduduki oleh FKIP dengan perolehan skor 81. Sedangkan posisi kedua diduduki oleh FEB dengan perolehan skor 83. Dan terakhir, juara pertama disabet oleh Fakultas Teknik dengan perolehan skor 86. Genap sudah rangkaian Rektor Cup 2019 digelar dengan menjunjung nilai-nilai sportif. (mir/can)

Ribuan Pendaftar Serbu UMM Job Fair 92

Sepekan setelah gelaran wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-92 Periode II yang mengukuhkan 1.270 sarjana, gelaran UMM Job Fair kembali diadakan. Diikuti oleh 50 perusahaan yang membuka stand pendaftaran lowongan kerja. Berlangsung selama dua hari (2-3/5) di Auditorium BAU UMM. Gelaran Job Fair kali ini dididukung oleh Dinas Ketenagakerjaan, Bursa Kerja Khusus (BKK), Kemahasiswaan dan Ikatan Alumni UMM, serta PT. Sin A Sixfifteen. Perhelatan ini sekaligus sebagai jembatan bagi mahasiswa yang telah lulus dan sudah menempuh mata kuliah Karir dan Wirausaha (KWU) untuk memperoleh pekerjaan. Berlatar belakang Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, salah satu fresh graduate Institut Teknologi Nasional (ITN) turut mencoba peruntungan di bursa kerja, “Saya mencoba melamar di dua perusahaan yang berbeda. Salah satunya saya mendaftar di PT. Supra Alumunium Industri,” ungkap Sastra Bima Yoga. Setidaknya sebanyak 1.423 pendaftar yang tercatat hingga closed registrasi, dan beberapa perusahaan yang tersebar di Malang Raya seperti PT Indonusa Telemedia (Transvision), PT Smartfren Telecom, Tbk., PT PNM (Persero) Cabang Malang, PT Zurich Topas Life, hingga PT MNC Sky Vision, Tbk. Salah satu perusahaan Lembaga Keuangan Mikro, PT. Bina Artha Ventura juga ambil bagian membuka stand. “Sebagai layanan keuangan, kami harap dengan adanya Job Fair ini bisa mengurangi pengangguran. Karena di UMM sering mengadakan Job Fair seusai gelaran wisuda,” ujar Hikmah Tsurayya selaku HRD. “Semoga acara ini mampu mempermudah para alumni maupun dari luar kampus dalam mencari pekerjaan. Saya harap kedepannya lebih banyak instansi maupun perusahaan yang bergabung dengan kita. Sehingga Job Fair UMM ini bisa menjadi jujukan bagi para Job Seeker. tukas Muhammad Imansyah, Asisten Ketua Pelaksana. (riz/can)

Ketika Siswa SD Diajar Seorang Profesor

Tak terbayangkan sebelumnya oleh Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S., seperti apa jadinya jika seorang guru besar mengajar siswa sekolah dasar (SD). Pada perhelatan Kids on Campus, Kamis (2/5), di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Lili merasakan pengalaman tak biasa ini. “Cara mengajar mahasiswa dan siswa SD terang berbeda. Tidak mungkin kita kasih teori yang berat-berat ke anak-anak, kan? Jadi sifatnya, ya, memotivasi saja. Bagaimana mereka mengenal seputar dunia peternakan, pertanian, dan perikanan. Menyenangkan,” ungkap Prof. Lili. Meski senang, ia mengaku kewalahan harus melayani pertanyaan dan tingkah lugu anak-anak dari SD se-Malang Raya. Terlihat beberapa kali Lili harus mengkondisikan para siswa karena tak mengindahkan himbauannya. Beberapa yang lain menjawab pertanyaan dengan antusias. “Pentingkah peternakan buat kita? Tentu saja penting. Karena binatang ternak mencukupi kebutuhan protein kita. Lantas, kenapa kita harus berternak? Karena dengan berternak dapat mencukupi kebutuhan bagi masyarakat banyak. Sehingga kita tidak impor,” terang Prof. Lili. Prof. Lili merupakan salah satu guru besar Fakultas Pertanian-Peternakan UMM yang concern pada peningkatan produktivitas ternak. Terakhir, ia melakukan riset untuk pengobatan dan pencegahan pada kasus mastitis dan menghasilkan produk krim anti mastitis. Iwan You Ananda, siswa SD Muhammadiyah 9 Kota Malang mengaku senang bisa ikut menjadi mahasiswa sehari dan belajar seputar dunia peternakan, terlebih didampingi langsung seorang profesor. Siswa kelas enam ini sempat menggendong seekor anakan kambing. (can)

Rektor UMM: Pendidikan adalah Investasi Masa Depan

Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang selalu diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak bisa dimaknai sekedar aktivitas yang rutin. Akan tetapi, ritual ini harus dimaknai sebagai upaya kita untuk membangun komitmen dan kesadaran bahwa pendidikan adalah salah satu investasi masa mendatang. Demikian disampaikan Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. dalam kesempatan sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (2/5) pagi, di Lapangan Helipad Kampus III UMM. Gelaran dihadiri dosen, karyawan, mahasiswa, serta siswa-siswi sekolah dasar peserta kuliah singkat Kids on Campus. Keberhasilan suatu negara, sambung Fauzan, akan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan di negara itu. “Sebagai pihak yang bekecimpung dalam dunia pendidikan, hendaklah kita menjadi sinar, hendaklah kita menjadi matahari, yang dia melepaskan sinarnya dan bisa dinikmati oleh semua orang,” amanat Fauzan. Dilanjutkannya, kehadiran UMM dalam hal kontribusinya terhadap pendidikan tidak bisa diragukan lagi. Banyak prestasi, baik secara personal maupun institusional, baik yang diukir oleh mahasiswa, karyawan maupun dosen. Baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. “Kita bertekad untuk terus mengejar prestasi itu,” tegasnya. Satu-satunya kunci untuk terus selalu berprestasi, yakni melakukan perubahan di seluruh sektor yang ada di UMM. Mulai dari pelayan kepada mahasiswa, komunikasi antar sesama, sampai pada membangun kerjasama yang baik. Itu semua alam rangka untuk memberikan penguatan agar kita selalu menjadi universitas terdepan. Salah satu yang paling membanggakan, salah satu mahasiswa UMM yang telah diundang oleh Kemenristekdikti karena berhasil mempertahankan gelar Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC), di Amerika Serikat, pada 13 hingga 15 April 2019 lalu. Raihan prestasi tersebut diraih oleh tiga tim kebanggaan UMM. “Apa yang bisa kita tangkap dari fenomena ini? Artinya adalah, semua yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang ini, harus memancarkan energi positif, harus membangun kekuatan yang memiliki resonansi positif. Baik resonansi itu bertaraf regional maupun nasional bahkan internasional,” sebut Fauzan. Fauzan lantas mengajak bapak ibu seluruh civitas akademika UMM untuk terus melakukan inovasi. “Karena, jika kita tidak berinovasi maka kita akan mati. Bagi UMM, harus ada sesuati yang baru. Bukan hanya setiap tahun, tapi juga setiap bulannya,” tandasnya. (can)