Fatih, Dosen FH UMM yang Bicara Pentingnya Publikasi di TSUL Uzbekistan

Kabar gembira kembali ditorehkan oleh akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., selaku dosen Fakultas Hukum UMM mendapat kehormatan sebagai pembicara di Tashkent State University of Law (TSUL), Uzbekistan, dalam sebuah forum internasional bergengsi. Adapun forum ini membahas dampak publikasi internasional bagi penulis, institusi, dan negara dalam pemeringkatan global. Bukan tanpa alasan Fatih diundang dalam forum prestisius ini. Ia merupakan Editor in Chief Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, salah satu jurnal di UMM yang telah terindeks Scopus Q1, kategori tertinggi dalam pemeringkatan jurnal akademik. Kesempatan ini semakin membuktikan bahwa akademisi Indonesia, khususnya yang bersekolah dalam negeri, dapat bersaing dan diakui di tingkat global. Tak hanya sekadar berbagi ilmu, ia juga menjalin kerja sama akademik dengan TSUL Uzbekistan. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UMM untuk studi atau exchange program di TSUL. Dalam forum tersebut, Fatih menjelaskan bahwa publikasi internasional yang berkualitas memiliki peran penting dalam meningkatkan reputasi akademisi, kampus, hingga negara dalam pemeringkatan dunia. Ia juga berbagi pengalaman mengenai strategi publikasi yang berdampak tinggi, termasuk pentingnya kolaborasi dengan penulis asing. Materi yang ia bawakan merujuk pada prinsip-prinsip hukum konstitusi yang telah ia bahas dalam berbagai forum akademik. “Peserta yang hadir dalam acara ini terdiri dari dosen, mahasiswa pascasarjana, baik secara daring maupun luring, dengan total sekitar 150 peserta. Selain menjadi pembicara utama, saya juga mendapat kesempatan menjadi visiting lecturer di kelas hukum konstitusi, membagikan wawasan tentang sistem konstitusi di Indonesia,” jelasnya. Fatih menjadi contoh nyata bahwa lulusan dalam negeri tetap bisa bersaing dan diakui di panggung internasional. Ia menyelesaikan S1 dan S3 di Universitas Brawijaya (UB), serta S2 di Universitas Airlangga (Unair). Meski tidak memiliki gelar dari universitas luar negeri, ia telah beberapa kali diundang sebagai narasumber di berbagai negara. Pada Desember 2024, ia juga diundang sebagai pembicara di Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antar Bangsa, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia. Dua bulan sebelumnya, tepatnya pada Oktober 2024, ia juga terpilih sebagai peserta Teaching Mobility di Universidade do Minho, Braga, Portugal dengan dana dari Erasmus+. “Saya diterima dengan sangat baik oleh pihak universitas. Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat mempererat hubungan akademik antara UMM dan TSUL. Memberikan lebih banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa UMM untuk mengembangkan karier akademik mereka di luar negeri dan semakin banyak dosen UMM yang mendapatkan kesempatan seperti ini,” katanya. Kehadirannya di TSUL Uzbekistan menjadi bukti bahwa akademisi Indonesia memiliki kapasitas dan kualitas yang diperhitungkan dalam kancah akademik internasional. Semoga semakin banyak akademisi tanah air yang mengikuti jejaknya dan membawa nama baik Indonesia ke tingkat dunia. (vin/wil)
Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah jadi Konsen Muhadjir Effendy

Di tengah perkembangan pesat dunia bisnis, Muhammadiyah menyadari pentingnya perubahan mindset, terutama dalam melihat bisnis sebagai sarana yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa berkah. Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Efendy, M.A.P. dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Agenda diselanggarakan pada 26 Februari 2025 itu berlokasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dan terus mendorong perubahan dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi. Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang masih memandang dunia usaha dengan skeptis, menganggapnya “kotor” karena adanya praktik kecurangan dan permainan dalam perdagangan. Oleh karena itu, Muhammadiyah bertekad untuk mengubah pandangan ini dan menciptakan peluang bisnis yang mengutamakan etika, kejujuran, dan prinsip agama yang kuat. Muhadjir mengatakan, konsep kapitalisme religius menjadi landasan utama dalam pembangunan ekonomi ini. Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa bisnis tidak harus berseberangan dengan nilai-nilai agama. Kapitalisme yang dibangun dengan etika agama yang kuat tidak hanya menguntungkan, tetapi juga mendatangkan kebaikan bagi semua pihak. Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah berusaha menumbuhkan para kapitalis yang sangat agamis, dan memiliki tanggung jawab sosial dan moral dalam setiap langkah bisnis yang diambil. Serta menekankan pentingnya pemahaman bahwa bisnis harus dijalankan dengan landasan etika yang kuat. “Kapitalisme yang lahir dengan prinsip agama yang kuat tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa berkah bagi umat,” ujarnya. Di sisi lain, pembinaan birokrasi Muhammadiyah juga menjadi fokus penting. Untuk merespons dinamika zaman yang terus berubah, organisasi ini menyadari bahwa birokrasi yang kaku tidak lagi efektif. Oleh karena itu, Muhammadiyah berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih fleksibel dan inklusif, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, serta mendukung keberlangsungan bisnis dan usaha yang dijalankan. Salah satu inovasi menarik adalah dalam hal kepemilikan bisnis. Muhammadiyah menyadari bahwa bisnis yang sukses tidak hanya dapat dimiliki oleh pengurus organisasi, tetapi juga bisa dibagi dengan warga Muhammadiyah atau mitra yang terlibat. Hal ini membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam ekonomi, tidak hanya dalam skala individu tetapi juga secara kolektif. Ini adalah salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa bisnis Muhammadiyah dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Peluang lebih besar hadir dalam dunia ritel, yang diharapkan menjadi tempat distribusi utama produk-produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan adanya outlet ritel, produk dari UMKM warga Muhammadiyah dapat lebih mudah diakses, memberikan peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Tentunya, produk yang dijual harus memenuhi standar kelayakan, baik dari segi kualitas maupun kemasan. Jika ada produk yang belum memenuhi standar, outlet memiliki kewajiban untuk membina produk tersebut agar dapat lebih diterima di pasar. “Kemudian kita mengontrol sendiri sirkulasi barang yang ada di Mentari Mart, tanpa ada campur tangan dari pihak manapun dan diatur oleh manajemen Muhammadiyah,” jelasnya. Sebagai contoh, bisnis pada sektor kesehatan yakni infus Suryavena yang diluncurkan oleh Muhammadiyah yang menawarkan produk infus dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk memastikan kesuksesan distribusinya, peta geospasial akan digunakan untuk mengukur kelayakan wilayah yang potensial untuk mendirikan outlet, sehingga mengurangi risiko kebangkrutan. Dalam hal pemberdayaan, Muhammadiyah juga memperhatikan pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda, khususnya siswa-siswi SMK Muhammadiyah jurusan perniagaan. Mereka akan diberdayakan untuk menjadi tenaga kerja terampil di berbagai bisnis yang didirikan, seperti di outlet Mentari Mart yang akan segera hadir. “Saya mempunyai mimpi bahwa sosial enterprise dapat menjadi prioritas utama dalam ekonomi kita di kemudian hari, setelah BUMN, Swasta, Koperasi, dan Bisnis Sosial,” ujarnya. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Muhammadiyah berupaya untuk menciptakan perekonomian yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan bagi warganya dan masyarakat luas. Muhammadiyah terus berupaya untuk tidak hanya menjadi organisasi yang besar, tetapi juga menjadi pendorong perubahan sosial dan ekonomi yang dapat membawa kesejahteraan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan semangat kapitalisme religius, pembenahan birokrasi, dan pemberdayaan masyarakat, Muhammadiyah bergerak untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, berkeadilan, dan penuh berkah. (nam/wil)
Muhammadiyah Luncurkan Mentari Mart, Bisnis Mega Retail untuk Masyarakat

Muhammadiyah sukses resmikan bisnis mega retail bernama Mentari Mart sebagai bentuk kontribusi dan dukungan dalam membangun kemakmuran ekonomi bangsa dan negara. Peresmian itu dilaksanakan pada 26 Februari di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertepatan dengan Rapat koordinasi nasional bidang ekonomi. Adapun Mentari Mart semakin memperkuat dan membentuk ekosistem ekonomi Muhammadiyah yang lebih baik dan merekatkan jaringan yang ada di berbagai daerah. Terkait hal ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. mengatakan bahwa selama ini Muhammadiyah koheren dengan berbagai kebijakan pemerintah, terutama dalam bidang ekonomi. Seperti halnya pada era kepemimpinan Presiden Prabowo, yang menginginkan kedaulatan sandang pangan, pemenuhan gizi untuk rakyat, lalu efisiensi yang berdimensi pada lingkup ekonomi. Haedar menegaskan, ke depannya Muhammadiyah akan terus meningkatkan usaha-usaha ekonomi diberbagai bidang, yang tidak hanya di aspek UMKM tetapi juga merintis program-program bisnis milik Muhammadiyah. “Insyaallah, dengan adanya langkah ini Muhammadiyah tidak hanya bergerak untuk mencerahkan paham keagamaan agar tetap moderat dalam meningkatkan integrasi nasional dengan bersatu, tetapi juga dapat memajukan ekonomi rakyat. Saya yakin seluruh kekuatan bangsa bisa berkolaborasi untuk menjadi gelombang besar dalam meningkatkan ekonomi bangsa. Doakan agar Muhammadiyah terus merintis dan konsisten memulai langkah-langkah yang bergerak di bidang bisnis dan UMKM,” ujarnya. Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah turut memajukan ekonomi sejak lama dengan memajukan berbagai UMKM dan ekonomi bisnis berskala besar. Menurutnya, apabila ingin maju di bidang ekonomi, maka harus melangkah penuh progresif. Maka, melakukan kerjasama dengan retail yang lebih besar, menjadi salah satu langkah yang dilakukan sebagai bentuk pengembangan retail usaha milik Muhammadiyah. “Apabila warung-warung kecil di sekitar tidak punya modal, kita modalin. Kemudian apabila barang-barangnya tidak terjamin karena expired maka bisa kita pasok dengan barang yang lebih terjamin. Saya yakin majelis ekonomi Muhammadiyah mampu bekerjasama dalam memberdayakan warung-warung kecil dan meningkatkan usaha-usaha di kelas menengah,” tambahnya. Terakhir ia menyampaikan, bahwasannya Muhammadiyah berharap bisa berkontribusi besar dalam bidang ekonomi. Karena menurutnya, Muhammadiyah bukanlah ekonomi konglomerasi, tetapi ekonomi kerakyatan yang bersifat progresif agar lebih maju. “Insyaallah dengan gerakan ekonomi ini, kita bisa berkontribusi dalam membangun kemakmuran negara. Sehingga perubahan keberanian dalam melangkah perlu dilakukan jika ingin maju,” tegasnya. (zaf/wil)
Rakornas Muhammadiyah bidang Ekonomi, Menguatkan Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

Untuk menguatkan ekonomi umat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang ekonomi selenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 26 Februari ini. Ini menjadi salah satu upaya Muhammadiyah memperkuat ekosistem ekonomi Muhammadiyah yang lebih kuat dan berdaya saing. Adapun Rakornas ini menjadi momentum strategis bagi Muhammadiyah untuk memperkuat perannya dalam ekonomi, sejalan dengan visi besarnya dalam membangun kesejahteraan umat. Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, menegaskan bahwa ekonomi merupakan faktor krusial dalam membangun bangsa yang maju dan stabil. Muhammadiyah telah lama menempatkan ekonomi sebagai bagian integral dalam gerakannya. “Sejak 2015, Muhammadiyah telah berupaya keras memajukan ekonomi umat dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap Islam. Islam harus menjadi nilai yang positif, konstruktif, produktif, dan progresif dalam kehidupan ekonomi. Jika ingin maju di bidang ekonomi, maka kita harus berani melangkah dan melakukan perubahan,” tuturnya. Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa tujuh elemen kebudayaan, termasuk ekonomi, menjadi fondasi peradaban yang tinggi. Oleh karena itu, Muhammadiyah harus memperkuat sistem dan tidak takut untuk melangkah demi kesejahteraan umat. Beliau menekankan bahwa ekonomi harus dikelola dengan spirit kapitalisme berbasis nilai Islam untuk memperkuat kemandirian dan keadilan sosial. Muhammadiyah juga terus berkomitmen mengembangkan amal usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Muhammadiyah terus mengambil peran lebih besar dalam membentuk ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan sistemik dan strategis, Muhammadiyah dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Oleh karena itu, seluruh elemen Muhammadiyah, termasuk amal usaha, perguruan tinggi, dan komunitas ekonomi syariah, harus terus berinovasi dan bekerja sama,” tegasnya. Turut hadir Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Imam Hartono, yang mewakili Gubernur Bank Indonesia. Ia menjelaskan peran strategis Bank Indonesia dalam mendukung ekosistem ekonomi syariah di Indonesia dan menyoroti pentingnya pengelolaan amal usaha Muhammadiyah. Terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, sebagai bagian dari optimalisasi ekonomi syariah. “Bank Indonesia telah menjadi mitra utama Muhammadiyah dalam mendorong ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Sejak 2017 hingga 2024, kami telah berkolaborasi dalam pemberdayaan 363 pesantren di seluruh Indonesia, sektor perikanan, modernisasi, serta komunitas perempuan. Ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi umat,” ujarnya. Hal tak jauh berbeda disampaikan Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. Ia menyampaikan harapannya agar Rakornas menjadi wadah untuk berpikir besar sekaligus membumi. Melalui agenda ini, Muhammadiyah semakin menegaskan perannya dalam membangun ekonomi umat yang lebih maju, berkeadilan, dan berkemakmuran. Sinergi dengan Bank Indonesia menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. “Muhammadiyah harus berani menemukan, menggerakkan, dan membangun ekonomi yang adil dan makmur. Ibu dari segala pengetahuan adalah keberanian dalam melakukan inovasi dan penemuan baru. Dengan terus melakukan ijtihad dan jihad ekonomi, Muhammadiyah diharapkan semakin kuat dalam membangun kemaslahatan umat yang lebih baik,” ungkapnya. (vin/wil)
Kiprah Wisudawan Berprestasi UMM, dari IPK Terbaik hingga Dirikan Startup Metaverse

Ada cerita menarik yang terlihat dari salah satu wisudawan berprestasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dikukuhkan pada 25 Februari ini. Ia bernama Laryn Sawfa Kenanga dari prodi Informatika. Selain meraih nilai yang sangat apik, selama menempuh studi, ia memang dikenal dengan berbagai prestasi dan kegiatannya. Mulai dari finalis Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) 2023, finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2023, juara satu jurnal terbaik dalam konferensi Software & Technologies, Visual Informatics & Applications (SOTVIA) 2023, dan lainnya. Bahkan yang menarik, ia juga juga merupakan founder dan Chief Operating Officer (COO) pada Start Up Digital Art and Information (DARI). Itu merupakan projek besar yang telah ia jalankan dan berfokus pada projek metaverse. DARI ini merupakan start up inovatif yang bergerak dibidang pengembangan jasa pembuatan space atau ruang metaverse sejak tahun 2023 lalu. Platform ini juga berfokus pada tiga sektor yakni pameran digital, dan juga workshop ataupun seminar. “Projek metaverse ini awalnya merupakan bagian dari program Center of Excellence (CoE) yang menjadi program andalan UMM. Kemudian, seiring berjalannya waktu projek ini dikembangkan kembali menjadi sebuah start up mandiri,” katanya. Ada banyak institusi yang telah menjalin berbagai projek kerjasama dengan klien. Salah satunya dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya yang menggunakan jasanya untuk membuat space metaverse anatomi hewan. Ia mengatakan dalam projek ini timnya menyediakan solusi pembelajaran dalam bentuk interaktif yang dapat membantu para mahasiswa mengakses materi visual 3D. Selain itu, ia juga pernah menangani projek metaverse dari SD Muhammadiyah 8 Malang untuk pembuatan simulasi edukatif untuk para siswa. Ia menyediakan pembuatan ruang virtual seperti, anatomi manusia, solar sistem, dino room, ruang siklus air, dan lainnya. “Kelebihan kami adalah fleksibilitas penggunaan, yang mana jasa ini bisa digunakan pada berbagai sektor seperti pendidikan, seminar, workshop, dan pameran. Selain itu juga personalisasi ruang metaverse. Jadi setiap ruang bisa di custom sesuai dengan kebutuhan klien. Juga keunggulan kualitas aset yang tinggi karena menggunakan model 3D dan mampu menghasilkan detail visual yang bagus,” katanya. Terlepas dari berbagai projek yang berhasil dilakukannya, dibutuhkan biaya yang cukup besar dalam pengembangan VR yang kompleks. Seperti penggunaan beberapa perangkat pendukung. Termasuk headset VR, lisensi software, server, dan pengembangan detail pembuatan ruang interaktif metaverse. Di sisi lain, ia juga menghadapi tantangan dan kenyataan bahwa belum banyak masyarakat yang mengenal teknologi ini, jadi mencari klien merupakan tantangan tersendiri. “Meski begitu, saya bersyukur bisa berkuliah di UMM karena selalu mewadahi dan mendukung berbagai potensi mahasiswany. Termasuk apa yang saya alami ini. Apalagi UMM memang memiliki visi untuk memanfaatkan teknologi dan pusat inovasi,” pungkasnya. (zaf/wil)
Dirjen Riset dan Pengembangan RI Bagikan Formula STORY di Wisuda UMM

Perubahan teknologi yang sangat cepat mendorong manusia untuk secara seimbang beradaptasi. Untuk itu, diperlukan ide-ide kuat untuk mengimbangi hal tersebut. Itulah yang disampaikan oleh Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek RI Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng dalam orasi ilmiahnya di depan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 25 Februari ini. “Tuntutan zaman saat ini dan ke depan tidak cukup hanya dengan bekerja secara normatif, namun juga harus mampu mengembangkan inovasi baru. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun berkarir di luar negeri, saya ingin membagikan formula STORY yang bisa jadi penduan bagi teman-teman wisudawan,” katanya. Berkat perjalanan yang cukup panjang tersebut, ia menyadari pentingnya kemampuan bercerita atau STORY dalam menjalani kehidupan belajar dan juga karir. STORY adalah singkatan dari Step by step, Target oriented, Open minded, Realistic, dan You. Dengan menghargai proses, fokus berorientasi pada target, berpikiran terbuka, dan mengelola keterbatasan, serta selalu berupaya mejadi pribadi yang lebih baik, anak muda akan menemukan kesuksesan dalam hidup. Ia juga bercerita, selain menjabat sebagai aparat negara, ia merupakan diaspora technopreneur Indonesia di Oxford dan sekaligus Co-Founder dan Direktur Alloyed Ltd di Inggris yang sudah berdiri sejak tahun 2017. Ia juga aktif di berbagai komunitas dan turut membantu perumusan kebijakan presiden perihal hilirisasi terkait nikel. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia berpeluang besar menjadi tulangpunggung pengembangan energi terbarukan. Untuk itu, Ia menyebut hal penting yang perlu dipersiapkan yaitu, adaptif terhadap inovasi dan perubahan, interdisiplinarity, serta kreativitas tanpa batas. “Sekarang, waktunya dunia terbangun dan melihat Indonesia. Teman-teman wisudwan, Saya merasa bangga dengan pencapaian teknologi dan produk yang telah dihasilkan dan bisa di konsumsi oleh kita sendiri. Termasuk sederet inovasi yang sudah diciptakan oleh sivitas akademika UMM. Saya percaya, jerih payah yang sudah dilakukan selama menjadi mahasiswa UMM bisa memberikan banyak sekali manfaat,” jelasnya Di sisi lain, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM melirik peluang besar dari ribuan wisudawan UMM terhadap kemajuan pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan, tujuan lembaga pendidikan tinggi saat ini adalah menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berkualitas tinggi untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Pendidikan dapat memanusiakan manusia, melahirkan manusia mandiri dan juga bermartabat. Pendidikan tinggi yang berkualitas dapat direalisasikan dengan meningkatkan mutu. Menurutnya, mutu merupakan aset yang strategis serta menjadi pondasi untuk menghasilkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. “Keberhasilan pendidikan bisa kita lihat dari bagaimana para mahasiswa sebagai agent of change berkontribusi bagi bangsa. Selain itu, melakukan hilirisasi untuk Indonesia juga harus terus diupayakan,” sambungnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si sangat mengapresiasi pencapaian para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan membanggakan. Nazar juga menyoroti pentingnya keberlanjutan bidang riset dan pengembangan manusia. Menurutnya, salah satu tugas mulia sebagai insan akademik adalah untuk terus menerus memecahkan permasalahan dan memberi kemanfaataan masyarakat baik di bidang, sosial, budaya, hingga teknologi. “Impian besar UMM adalah untuk terus berkontribusi dan memberikan temuan baru di segala bidang kebutuan industri dan masyarakat. Sekali lagi, selamat dan sukses anak-anakku. Fastabiqul Khairat, teruslah belajar, dan teruslah mencari tantangan dan kesulitan agar mendapatkan kemudahan dan kebahagiaan,” tuturnya. (din/wil)
Penutupan DQLP, Dorong Dosen dan Karyawan Jadikan Alquran Kurikulum Kehidupan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup Development Qur’anic Literacy Program batch 1 pada Sabtu, 22 Februari. di Masjid AR Fachruddin. Program yang berlangsung selama satu semester ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dan karyawan dalam literasi Alquran, khususnya dalam membaca, memahami, maupun menghafal. Kegiatan penutupan hari ini, terbagi dalam dua sesi dan diikuti setidaknya oleh sekitar 750 peserta DQLP dalam kurun 16 pertemuan. Terkait hal ini, Wakil Rektor V UMM, rof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. menuturkan bahwa program ini adalah ikhtiar Kampus Putih untuk menjadikan Alquran sebagai kurikulum kehidupan. Menurutnya, tidak ada permasalahan yang tidak bisa dijawab oleh Alquran. Harapannya dengan, pembelajaran ini dapat mendorong dosen dan karyawan dalam melakukan aktivitasnya di kampus dengan lebih baik. Menjadikan Alquran sebagai pedoman. “Mengapa diadakan di masjid? Sebab ini juga bagian dari upaya untuk memakmurkan masjid kita. Masjid yang ramai tentu akan memberikan gairah beribadah dan bermanfaat bagi sesama,”imbuhnya. Di sisilain, salah satu peserta Rizki Febriani, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. Melalui program ini, ia memiliki kesempatan untuk belajar memahami bacaan dan hukum dalam membaca Alquran. Menurutnya, bergabung di kelas tahsin membuatnya bisa belajar lebih intensif memperbaiki cara membaca Alquuran. Setelah selesai dari kelas tahsin ini, ia akan melanjutkan ke program berikutnya yaitu kelas tahfidz atau menghafal. Adapun program DQLP menyediakan enam program pilihan yang dapat diikuti oleh dosen dan civitas akademika UMM. Keenam program itu adalah tahsin, tartil, tafhim, tafsir, tahfidz dan tilawah. Sebelum masuk ke dalam program, tiap peserta mengikuti placement test dengan metode tasmi. Setelah mengikuti tes, para peserta dimasukkan ke dalam kelas-kelas sesuai minat dan level kemampuan. Selama program berlangsung, para peserta mendapatkan pembelajaran intensif dari para fasilitator yang kompeten. (*/wil)
Ilmu Komunikasi UMM Ajari Cara Manajemen Event yang Baik

Mengelola sebuah event bukan hanya tentang teknis pelaksanaannya saja, tetapi juga tentang bagaimana event manager menyampaikan cerita yang kuat agar berkesan di benak audiens. Hal itu ditegaskan Founder Analogi Organizer Ahmad Faiz Firojabi dalam diskusi public relations (PR) prodi Ulmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun agenda yang dilaksanakn pada 14 Februari itu diikuti ratusan mahasiswa yang aktif bertanya dan berdiskusi. Menurut Faiz, storytelling dalam manajemen event merupakan aspek penting. Karena hal itu akan berefek pada event yang akan dijalankan. Faiz menekankan ada tiga hal utama dalam menyusun sebuah event yang tepat. Tiga hal itu adalah memahami product knowledge, target audiens, dan permasalahan yang dihadapi klien.\ “Jika kalian bisa memahami ketiga aspek ini, maka menentukan konsep event yang sesuai akan menjadi jauh lebih mudah. Selain itu, tiga hal ini bisa menjadi pedoman agar jelas maksud dan tujuan event yang kita lakukan,” jelasnya yang juga alumnus Ilmu Komunikasi UMM. Selain tiga hal itu, ia juga menyoroti pentingnya key message dalam setiap event. Menurutnya, keberhasilan suatu event tidak hanya diukur dari pelaksanaan di hari H, tetapi juga dari strategi yang diterapkan setelah acara selesai. “After event harus menjadi bagian dari strategi utama. Perlu ada evaluasi untuk memastikan apakah pesan utama yang ingin disampaikan sudah diterima dan dipahami oleh audiens,” tambahnya. Hal penting lain yang boleh dilupakan adalah adanya keberhasilan mencapai tujuan serta melihataspek legalitas seperti Memorandum of Understanding (MoU). Sekalipun budget event yang dikelola terbatas. Faiz menilai bahwa MoU dapat menghindarkan dari risiko yang tidak diinginkan dan memastikan semua pihak memahami perannya masing-masing. Adapun diskusi ini bertujuan untuk memberi gambaran dasar sebagai bekal mahasiswa untuk menjalani praktikum ilmu komunikasi berbasis real client. Dengan begitu, para mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman praktis yang langsung bersentuhan dengan dunia bisnis dan usaha yang ada. Melalui kuliah perdana ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM juga diharapkan dapat memahami konsep event management secara lebih mendalam. Mampu merancang dan melaksanakan event yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki dampak positif bagi masyarakat. Sementara itu, dosen koordinator praktikum Jamroji juga menekankan pentingnya publikasi dalam keberhasilan event. Event dikatakan sukses, kata Jamroji, ketika tujuannya tercapai dan partisipan mendapatkan informasi yang jelas melalui publikasi yang dilakukan. “Pastikan publikasi kalian unggul, karena itu adalah salah satu komponen nilai terpenting dalam praktikum ini,” tegasnya. (*/wil)
Pro Kontra Efisiensi Anggaran Pemerintah, Begini Kata Dosen UMM

Pemerintah Prabowo Gibran tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sebagai upaya meningkatkan efektivitas penggunaan dana negara. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak langsung mendukung pembangunan, seperti operasional kantor, perjalanan dinas, serta kegiatan seremonial. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan diskusi di kalangan akademisi dan pakar kebijakan publik mengenai dampaknya terhadap sektor-sektor strategis. Salah satu akademisi yang menyoroti kebijakan ini adalah Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A. selaku dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurutnya, efisiensi anggaran memang diperlukan, tetapi perlu dilakukan secara selektif agar tidak menghambat pembangunan nasional. Kebijakan efisiensi anggaran memang bertujuan baik untuk menghindari pemborosan. Namun, ia menilai bahwa pemerintah seharusnya tidak memangkas anggaran di sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, penelitian, serta kajian strategis untuk pembangunan berkelanjutan. “Efisiensi yang dilakukan seharusnya hanya menyasar pengeluaran administratif yang tidak berdampak langsung pada pembangunan. Sementara itu, program strategis seperti pendidikan dan kesehatan justru harus mendapat dukungan penuh,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi ini kemungkinan besar bertujuan untuk mendukung program makan siang bergizi gratis yang menjadi salah satu janji kampanye Prabowo Gibran. Melihat bahwa anggaran negara lebih diprioritaskan untuk program ini, sehingga sektor lain yang tak kalah penting justru terkena dampak efisiensi anggaran. “Saya menilai bahwa kebijakan ini berisiko menghambat percepatan pembangunan. Jika kementerian dan lembaga negara mengalami pemangkasan anggaran berlebihan, mereka tidak akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjalankan program-program prioritas. Dampaknya pasti sangat buruk. Kementerian akan kesulitan dalam menjalankan percepatan pembangunan karena keterbatasan sumber daya yang tersedia,” katanya. Lebih lanjut, ia melihat bahwa efisiensi anggaran ini juga berkaitan dengan rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pembayaran utang negara yang semakin besar. Sebagai solusi, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A menyarankan agar pemerintah melakukan pemetaan ulang terhadap program-program yang benar-benar membutuhkan efisiensi anggaran dan yang tidak. Prabowo-Gibran perlu segera memastikan semua pejabat negara bekerja dengan baik dan menghindari keputusan yang tidak produktif seperti efisiensi anggaran yang berlebihan. “Pemerintah sebaiknya segera meninjau kembali kebijakan ini agar tidak merugikan pembangunan nasional. Mestinya pemerintah meninjau ulang efisiensi anggaran yang diterapkan. Jangan sampai semua program terkena pemangkasan, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan jangka panjang,” pungkasnya. (*vin/wil)
Gaet Curtin University, FEB UMM Segera Tambah Akreditasi Interansional

Menyongsong internasionalisasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) terus meningkatkan kualitas dan rekognisi. Meski sudah mengantongi akreditasi Unggul dan sederet prodi telah mendapat akreditasi intenasional FIBAA, namun FEB terus mengembangkan rekognisi. Hal itu mendorong FEB UMM menggelar Forum Ilmiah International Benchmarking bersama Curtin University, Australia. Mengusung tema ‘International Enhancing Program: Fostering FEB to Become a Global Standard Faculty’, kegiatan ini berlangsung pada awal Februari ini. Hadir sebagai narasumber utama dari Curtin University, Yuningsih, Ph.D, CPA. Yang membagikan wawasan dan strategi untuk mendorong FEB UMM mencapai standar internasional. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen FEB UMM yang memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian tujuan besar fakultas, yaitu memperoleh akreditasi Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Dalam materi, disebutkan ada sederet hal yang harus disiapkan untuk bis amencapai AACSB. Mulai dari melakukan proses evaluasi diri, menunjukkan komitmen terhadap manajemen strategis, keberhasilan pelajar, dan dampak sosial. Selain itu juga harus mendorong perilaku etis serta menciptakan lingkungan kolegiat dan menangani isu-isu tanggung jawab sosial perusahaan. Sederet hal lain yang harus dijalani yakni memenuhi standar terkait perencanaan strategis, sumber daya fisik, virtual, dan keuangan, serta sumber daya pengajar dan staf profesional Sementara itu, Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan standar pendidikan internasional. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat langkah-langkah strategis menuju akreditasi AACSB, yang merupakan salah satu pengakuan tertinggi bagi institusi pendidikan bisnis di dunia,” ujarnya. Adapun kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga untuk menciptakan jejaring kolaborasi internasional. Curtin University, sebagai mitra benchmarking, berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang telah mereka terapkan dalam meraih akreditasi internasional. Termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia, peningkatan mutu pengajaran, dan penguatan penelitian yang relevan secara global. Melalui Forum Ilmiah ini, FEB UMM semakin memantapkan posisinya sebagai fakultas yang siap bersaing di tingkat global. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi langkah awal yang solid untuk mencapai akreditasi AACSB, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan FEB UMM di pasar kerja internasional. Adapun FEB UMM merupakan salah satu fakultas unggulan yang terus berkomitmen dalam memberikan pendidikan berkualitas. Dengan visi menjadi fakultas bertaraf internasional, FEB UMM terus melakukan berbagai inovasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. (*/wil)