Dari Riau hingga Gorontalo, Begini Keseruan Prime UMM

Keterampilan berbahasa inggris sangat diperlukan di era sekarang , terutama di zaman dengan perkembangan teknologi yang pesat. Selaras dengan itu, pusat pengembangan bahasa Language Center (LC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan lomba bahasa Inggris yang dibalut dengan nama Proficiency and Mastery in English (Prime) Competition bertaraf nasional, 5 Februari 2025. “Ada tiga cabang yang dilombakan. Ada general english proficiency melalui tes TAEP. Adapula speaking yang diukur mellaui teknik focus group discussion (FGD) serta cabang writing yang mengukur keterampilan menulis akademik,” jelas Adi Surya Irawan selaku ketua pelaksana. Ia menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk mendukung program penggunaan bahasa Inggris dan internasionalisasi yang telah dirancang oleh UMM. Menurutnya, saat ini kompetisi bahasa Inggris berskala nasional dengan sistem seleksi yang ketat dan terstruktur masih kurang. Selama ini, kebanyakan lomba hanya berfokus pada satu cabang keterampilan tertentu, seperti speech atau spelling bee, tanpa mengukur kemampuan bahasa inggris secara menyeluruh. Ajang ini juga sekaligus memperkenalkan UMM sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada penguasaan bahasa asing dan mendorong perkembangan kemampuan komunikasi bahasa Inggris di kalangan pelajar. Kompetisi ini diharapkan memberikan pengalaman berharga dan membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka di tingkat nasional. Ke depan, Prime direncanakan menjadi agenda tahunan Kampus Putih UMM. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, Prime diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi seluruh kalangan dalam dunia pendidikan bahasa Inggris di indonesia. Menariknya, pada tahun 2026, prime UMM akan menambah kategori khusus bagi mahasiswa sehingga memperluas cakupan kompetisi ini. Apalagi melihat antusiasme peserta untuk mengikuti lomba ini sangat tinggi. Sebanyak 280 siswa SMA dari berbagai daerah di Indonesia ikut bersaing, mulai dari Riau hingga Gorontalo. Para peserta memiliki latar belakang yang beragam dan datang dari berbagai daerah. Mereka datang dari berbagai provinsi mulai dari Riau, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, NTB bahkan Gorontalo. Proses seleksi yang sangat ketat menyisakan 181 peserta untuk mengikuti tahap kedua, selanjutnya hanya 101 peserta terbaik yang melaju ke babak final. “Ini juga cara kami menarik minat siswa untuk bisa melanjutkan studi di UMM yang selalu mengedepankan penguasaan bahasa dan keilmuan mumpuni,” pungkasnya. (nam/wil)
Mendikdasmen RI Resmikan Pusat Sumber Belajar Berbasis Digital UMM

Kemajuan perkembangan teknologi digital menuntut para guru untuk mampu beradaptasi dan menguasai keterampilan mengajar berbasis digital. Menghadapi hal itu, Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmikan laboratorium Pusat Sumber Belajar (PSB) berbasis teknologi informasi dan komunikasi, 7 Februari lalu. Menariknya, pusat ini diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. “Untuk memajukan dunia pendidikan tanah air, kita harus berorientasi pada masa depan. Hal ini mencakup dua pondasi utama yaitu keterampilan (skill) dan karakter yang dimiliki oleh setiap diri para pendidik penerus bangsa,” katanya. Menurutnya, teknologi digital diramalkan akan mendominasi dan menggantikan peran manusia. Beberapa sektor pekerjaan yang berbasis motorik akan banyak bergeser pada pemanfaatan teknologi digital atau robotic demi mengejar efisiensi. Maka, pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam muwujudkan Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut, Mu’ti menilai bahwa teknologi bukan satu-satunya unsur dalam pembelajaran, ada sosok pendidik yang menentukan. Tugas guru tidak hanya transferable, tetapi juga transformable. Guru harus bisa menjadi helper, pembimbing, dan teman peserta didik dalam suka maupun duka dalam proses pembelajaran. Pendidik juga harus menguasasi prinsip-prinsip dasar keilmuan dan membantu siswa dalam menerapkan ilmunya. Sehingga adanya PSB membantu guru untuk melahirkan Inovasi. PSB UMM juga dinilai sejalan dengan konsep deep learning yang akan menjadi kebijakan Kemendikdasmen RI. Di samping itu, Mu’ti juga menegaskan pentingnya sistem dan media pembelajaran yang kekinian serta atmosfer dalam proses pembelajaran. Hubungan nteraksi yang baik dan positif dapat melahirkan penerus bangsa yang tangguh. Mu’ti juga menyampaikan banyak terimakasih kepada UMM yang telah berpartisipasi menjadi mitra dalam mendidik para calon guru profesional. “Mudah mudahan para lulusan PPG UMM dapat mengabdi dalam memajukan pendidikan nasional, terutama terkait dengan visi dan kewejiban nasional kita dalam memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua. Guru Hebat, Indonesia Kuat!” pesannya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. mengungkapkan bahwa UMM menyambut hangat dan antusias kehadiran Mendikdasmen RI yang juga sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. UMM yang merupakan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah merupakan ujung tombak sebagai leading sector yang sudah lebih dari 60 tahun berkiprah dalam bidang pendidikan. Sementara FKIP menjadi salah satu fakultas tertua di UMM yang masih tetap eksis hingga saat ini. “Misi utama UMM adalah untuk melahirkan generasi baru bermutu untuk bangsa. PSB adalah bukti hasil nyata kolaborasi antara UMM dengan Kemendikdasmen RI yang diharapkan bisa membantu guru masa depan mengembangkan sistem dan media pembelajaran yang kekinian,” tambahnya. Hal serupa disampaikan Dekan FKIP UMM Prof. Trisakti Handayani, M.M. Menurutnya, PSB merupakan nilai plus bagi pelaksana PPG FKIP UMM. Apalagi dengan predikat melampaui standar yang baru saja diraih oleh PPG UMM. Terkait alumni, Trisakti menegaskan bahwa ada banyak alumni PPG yang dipercaya dan mampu bersaing dalam dunia pendidikan. “Kebetulan PPG FKIP UMM sudah mendapatkan sertifikat yang melampaui standar. Sehingga, dengan adanya PSB, mahasiswa tentu akan terbiasa membuat modul digital, membuat media pembelajaran berbasis digital, dan terbiasa membuat perangkat pembelajaran digital,” ungkapnya. (vin/nam/wil)
Hadir Di Tabligh Akbar UMM, Mendikdasmen RI Senam bareng Siswa SD

Hal menarik tampak di pembukaan Tabligh Akbar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 7 Februari lalu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. turut serta bersama ratusan siswa-siswi sekolah dasar yang melakukan senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Bahkan anak-anak SD tersebut juga berkesempatan menunjukkan kehebatan dan bakat, mulai dari membaca puisi bilingual, bermain band, hingga karawitan. Acara bertajuk ‘Internalisasi Nilai Islam dalam Pembentukan Karakter Muslim Berkemajuan’ itu dihadiri ribuan peserta dari pimpinan dan pengurus Muhammadiyah se-Malang Raya. Lebih lanjut, Mu’ti menegaskan bahwa berislam secara universal adalah ketika seseorang mampu memahami dan memaknai aspek nilai yang terkandung Islam itu sendiri. “Nilai memberikan suatu makna yang dapat memberikan dorongan untuk melangkah lebih maju ke depan. Sebagaimana risalah Islam Rahmatanlilaalamiin, kita harus bisa mengaktualisasikan nilai nilai islam sebagai substansi yang dapat diterima oleh hampir semua budaya dan manusia,” sambungnya yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di samping itu, ia juga menjelaskan makna risalah Islam berkemajuan sebagai sebuah blueprint dalam pandangan Muhammadiyah. Ada tiga ciri dasar Islam berkemajuan yang menjadi pondasi kokoh Muhammadiyah. Pertama dan paling utama adalah tauhid yang murni. Menurutnya, di dalam tauhid yang murni melekat juga nilai-nilai kemanusiaan, kemerdekaan atau kebebasan, sosial, dan peradaban dalam kehidupan. Dengan kata lain, tauhid melahirkan jiwa-jiwa yang merdeka dengan jiwa keberanian yang kuat tanpa kegundahan di dalam dirinya kecuali takut pada Allah SWT. Kemudian, di samping taat dalam menjalankan syari’at agama, seorang muslim berkemajuan harus mencerminkan sikap positif terhadap ilmu. Nilai-nilai kebaikan tersebut diwujudkan melalui amal-amal usaha nyata di berbagai sektor. “Semua manusia itu sama di hadapan Allah SWT, kecuali keimanan dan ketawaqwaan. Tauhid mendorong manusia untuk maju sehingga Islam mampu menggeser pandangan manusia unggul yang dilihat dari prestise ke arah prestasi melalui iman dan taqwa,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa ilmu saja tidak cukup tanpa adanya iman. Hal ini termasuk dalam semua aspek kehidupan, termasuk pada sektor ekonomi. Menurutnya, ekonomi yang mengandalkan ilmu pengetahuan akan lebih berjaya dalam segala aspek. Maka, menuntut ilmu dan mengamalkannya merupakan hal penting. Muslim berkemajuan adalah muslim yang knowledgeable, serba bisa, humble, dan rendah hati. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menyambut hangat kehadiran Menteri Pendidikan Dasar & Menengah yang sekaligus merupakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Tabligh Akbar ini merupakan sebuah tradisi UMM dalam rangka mempererat tali silaturrahmi dan memperkuat Ukhuwah Islamiyah warga Muhammadiyah. “UMM secara konsisten melakukan pengembangan SDM di lingkungan kampus. Hal ini merupakan upaya untuk menginternalisasikan nilai Islam berkemajuan kepada seluruh sivitas akademika. Adapun agenda ini sangat mencerminkan energi positif, baik bagi lingkungan keluarga Muhammadiyah maupun masyarakat sekitar. Saya berharap, mudah mudahan Tabligh Akbar ini menjadi salah satu ciri khas UMM yang terbuka kepada seluruh warga muslim dan Muhammadiyah,” tutupnya. (din/wil)
Mahasiswa UMM Sulap Limbah Kulit Jagung jadi Kertas Eco Friendly

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berinovasi. Kali ini mahasiswa ekonomi pembangunan UMM Andriyan Kristianto dan timnya sukses mengembangkan cornspaper, kertas dari bahan baku kulit jagung. Bersama empat mahasiswa manajemen UMM, ia berhasil menembus ajang nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Adapun Andri dan tim ikut serta dalma kategori manufaktur dan teknologi terapan. Mereka melihat bahwa ada banyak limbah kulit jagung yang dibuang begitu saja. Maka dari itu, mereka mencoba menggunakannya untuk dijadikan produk yang lebih bernilai, yakni kertas. Produk cornspaper ini bahkah disebut sebagai produk yan ramah lingkungan karena selain menggunakan bahan alami, cornspaper juga mudah terurai. “Cornspaper ini adalah produk ramah lingkungan berupa kertas dari bahan baku kulit jagung. Kulit jagung tersebut diolah melalui proses sedemikian rupa sehingga menghasilkan kertas yang eco friendly. Produksi kertas ini jika normal sehari selesai, tergantung saat dijemur di bawah panas sinar matahari. Jika cuaca mendung maka prosesnya juga agak lambat,” jelasnya menambahkan. Saat ini produk cornspaper masih dalam pendampingan Kemendikbudristek untuk proses pemasaran hingga pengembangan produksinya. Adapun proses pemasaran cornspaper ini masih terbatas. Yakni bekerjasama dengan Taman Rekreasi Sengkaling. Menggunakan kertas tersebut sebagai poster atau papan informasi. Selain itu juga kerjasama dengan Event Organizer (EO) untuk pembuatan undangan, selebaran atau semisalnya. Terbaru, Andriyan dan tim mewakili Kampus Putih UMM memamerkan produk ini dalam ajang Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) di Singaraja Bali. Saat expo tersebut, cornspaper menjadi daya tarik pengunjung karena keunikan produk kertas serta mempunyai keunggulan ramah lingkungan. Dalam jangka panjang, cornspaper ini akan dilanjutkan oleh adik tingkat mahasiswa UMM agar produksinya bisa berkelanjutan dan benar-benar digunakan. (*/wil)
Dosen UMM Ajari Siswa Hadapi Situasi Henti Jantung

Henti jantung (cardiac arrest) adalah salah satu penyebab utama kematian mendadak di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa. Kesadaran inilah yang mendorong Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Indah Dwi Pratiwi untuk melakukan penelitian terkait pengaruh pelatihan Basic Life Support (BLS) terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah menengah atas (SMA), Januari lalu. “Tanggung jawab untuk memberikan pertolongan pertama tidak hanya terletak pada tenaga medis, tetapi juga pada orang awam, termasuk para siswa. Pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar (BLS) adalah kunci dalam menangani kasus henti jantung. Dengan pelatihan yang tepat, siswa SMA bisa menjadi garda terdepan untuk memberikan pertolongan pertama di komunitas mereka,” katanya menjelaskan. Ia menjelaskan, henti jantung merupakan kondisi medis serius yang terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan intervensi darurat untuk mencegah kematian atau kecacatan permanen. Data global menunjukkan bahwa sebagian besar kasus henti jantung terjadi di luar rumah sakit, di mana akses terhadap bantuan medis profesional sering kali terlambat. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat, termasuk siswa SMA, sangat penting. “Penilaian awal yang cepat dan respon yang benar dari orang awam dapat menjadi perbedaan antara hidup dan mati bagi korban. Dengan melatih siswa SMA, kita tidak hanya meningkatkan pengetahuan mereka, tetapi juga memperkuat kesiapan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan BLS terhadap perubahan pengetahuan siswa SMA. Sebanyak 32 siswa dilibatkan sebagai responden menggunakan teknik total sampling, di mana seluruh siswa yang memenuhi kriteria dimasukkan ke dalam penelitian. Pelatihan yang diberikan meliputi materi teori dan praktik terkait Bantuan Hidup Dasar, termasuk resusitasi jantung paru (CPR), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), dan langkah-langkah lain yang relevan dalam menangani henti jantung. Sebelum pelatihan, siswa diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka. Setelah pelatihan selesai, mereka kembali diuji melalui post-test untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan BLS secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa SMA mengenai tindakan darurat untuk menangani henti jantung. Sebelum pelatihan, rata-rata skor pengetahuan siswa adalah 5,8, yang mengindikasikan pemahaman yang masih terbatas. Namun, setelah pelatihan, rata-rata skor meningkat menjadi 7,5. Analisis data membuktikan bahwa perubahan ini signifikan secara statistik. Indah menilai, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa secara individu, tetapi juga membawa dampak sosial yang positif. Para siswa yang terlatih kini memiliki kepercayaan diri untuk bertindak cepat dalam situasi darurat, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat umum lainnya. “Kita perlu menjadikan pelatihan BLS sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan siap siaga,” tegasnya. Menurut salah satu peserta pelatihan, Reza, siswa SMA Negeri 2 Malang, mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak tahu harus berbuat apa jika dihadapkan dengan kasus henti jantung. Setelah pelatihan ini, saya merasa lebih siap dan percaya diri untuk membantu jika menghadapi situasi darurat. Selain itu, pelatihan ini juga membangun kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama dalam komunitas. Para siswa diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan pengetahuan mereka kepada teman, keluarga, dan masyarakat luas. (*/wil)
Mahasiswa FISIP UMM Diajari Bahaya Money Politic

Diskusi menarik terjadi di seminar garapan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Januari lalu. Mereka membahas mengenai ‘Masa Depan Moralitas Politik Indonesia: Dialektika Dramaturgi Politik Praktis Kekinian’. Turut hadir sederet pembicara andal seperti Ahmad Warits, S.IP selaku Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur yang juga alumnus Ilmu Pemerintahan (IP) UMM, Dosen IP Dr. Saiman, M.Si, hingga pakar komunikasi politik Zen Amirudin, M.Med.Kom. Warits memaparkan ada beberapa isu krusial politik kekinian di Pemilu 2024 lalu. Di antaranya, aturan main yang cepat berubah saat tahapan telah berjalan, money politic yang semakin brutal, partisipasi politik rendah, Bawaslu tidak mampu menjangkau perilaku money politic, serta netralitas Kepala Desa/ASN/TNI/Polri. Ia mengatakan, terdapat setidaknya 130 kasus politik uang di Indonesia yang bersumber dari temuan dan laporan. Money Politic itu sangat berbahaya ketika para calon terpilih terdiri dari orang- orang tidak memiliki kapasitas tetapi dipilih karena adanya money politic. “Ini bahaya dan akan mempengaruhi proses pembuatan kebijakan negara terutama kebijakan anggaran tingkat kabupaten maupun kota”, ungkapnya. Selaras dengan yang disampaikan oleh Warits, Zen berkesempatan menyoroti terkait dialektika dramaturgi politik di Indonesia. Dramaturgi adalah teori yang diperkenalkan oleh Erving Goffman dalam sosiologi yang mengibaratkan kehidupan sosial sebagai sebuah pertunjukan teater yang ada di front stage dan backstage. Dalam dunia politik, ini berarti bahwa aktor politik seperti politisi, partai, ataupun kelompok masyarakat memainkan peran tertentu yang terlihat oleh publik. Lebih lanjut, moralitas dan dramaturgi dalam politik dapat dilihat dari tiga aspek utama, yaitu pencitraan, manipulasi opini publik, dan komersialisasi politik. Pencitraan mengacu pada upaya untuk menampilkan citra tertentu yang dapat mengaburkan nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi landasan dalam pengambilan keputusan politik. Manipulasi opini publik seringkali berujung pada polarisasi dan perpecahan di masyarakat, sedangkan komersialisasi politik menjadikan popularitas dan elektabilitas sebagai komoditas yang diperdagangkan, mengorbankan nilai-nilai moral demi keuntungan politik. “Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan pendidikan karakter, reformasi birokrasi, penguatan pengawasan masyarakat, penguatan partai politik, serta peran media massa yang lebih kuat”, tutupnya. Hal ini juga dipertegas oleh Saiman yang menyampaikan ederet masalah politik. Mulai dari korupsi pejabat publik, dinasti politik, money politik, intervensi oligarki, politik transaksional, pemilu biaya tinggi, lemahnya integritas pemimpin, dan lemahnya pengawasan legislatif serta masyarakat. “Korupsi adalah salah satu keresahan di masyarakat. Uang negara yang seharusnya bisa untuk kemakmuran, malah dimakan dna dinikmati diri sendiri,” tegasnya mengakhiri. (*/wil)
Gunakan Teknologi dan Pupuk Racikan, Begini Melon Produksi Greenhouse UMM

Gunakan teknologi smart farming, Edupark Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ubah greenhouse tanaman hias menjadi budidaya buah melon. Pada tanggal 25 Januari lalu, Edupark mengadakan open greenhouse petik melon untuk pertamakalinya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UMM, Wakil Ketua BPH, Kepala Dinas Kabupaten dan Kota Malang, Kepala Dinas Kota Batu, hingga Kepala Dinas Kalimantan Tengah. Adapun latar belakangnya karena melihat adanya nilai ekonomis yang tinggi dan banyaknya permintaan pasar. Muhidin selaku Kepala Laboratorium mengatakan keunggulan dari smart farming ini adalah pengendalian jarak jauh melalui sebuah aplikasi smartphone yang telah diprogram secara khusus. Ini tentu dapat membantu merawat tanaman tanpa harus datang ke lokasi. Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan membantu produktivitas pertumbuhan tanaman. “Aplikasi tersebut dapat menyiram tanaman secara otomatis, jadi bisa mudah dikendalikan dengan mudah melalui jarak jauh. Jadi nantinya hanya mengendalikan nutrisi dan unsur haranya saja,” tambahnya. Buah melon yang ditanam menggunakan jenis Intanon dan Lavender, sementara untuk penanamannya menggunakan sistem hidroponik dan fertigasi. Muhidin mengungkap, keunggulan lain dari penggunaan greenhouse ini adalah mudahnya pengendalian terhadap penyakit atau hama sehingga bibit melon yang dimilikinya dapat tahan dari hama karena struktur bangunannya yang tertutup. Adapun treatment penanaman buah melon ini cukup mudah dan tidak ada tahapan khusus dalam menanamnya. “Kinu banyak petani yang melipakan cara penggunaan pupuk di awal menanam. Ini kita lakukam ditambah dengan memberi pupuk kembali di pertengahan proses. Ini harus jadi perhatin bersama bahwa penggunaan pupuk saat berbunga dan pupuk saat berbuah berbeda. Maka dari itu mari kita belajar dan sharing ilmu bersama terkait hal ini,” jelasnya. Terkait masa panen, buah melon ini membutuhkan waktu 3 bulan atau sekitar 70 hari. Dengan menggunakan pupuk yang telah diracik secara khusus, nutrisinya diharapkan sudah sesuai dengan kebutuhan. Hasilnya juga akam lebih maksimal dalam meningkatkan metabolisme tanaman. Di sisi lain, harga yang dipatok untuk 1 buah melon per kg adalah 25 ribu rupiah. Para pengunjung mengungkap, rasa yang dimiliki melon ini manis, berair, dan memiliki yang crunchy. Hal ini membuat jenis melon ini banyak digemari oleh masyarakat. “Meski greenhouse ini hanya mendapat cahay yang sedikit karena dibangun di sekitar gedung-gedung, namun kami bisa mengatasinya. Yakni dengan mengubah material atap greenhouse agar bisa mendapat cahaya dengan maksimal,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik menyampaikan, perguruan tinggi harus bersikap lebih pro aktif dalam menjemput dan memecahkan masalah kemasyarakatan yang bersifat praktis. Menurutnya, adanya smart farming yang diterapkan pada greenhouse ini dapat menjawab kebutuhan dan tantangan menuju kualitas manusia yang lebih unggul di masa depan. “Harapannya, smart farming ini dapat dikembangkan dan terus digali terkait keunggulan hasil produk yang dimiliki. Dengan begitu, kita bisa tahu cara meningkatkan kualitas produk yang lebih unggul. Mudah-mudahan kegiatan open greenhouse petik melon ini juga dapat memberi berkah kita semua, menjadi bentuk komitmen kuat kita terhadap ketahanan pangan bangsa,” pungkasnya. (zaf/wil)
Tim Dosen UMM Dampingi Gen Z dan Milenial untuk Hindari Pernikahan Dini

Banyak kasus pernikahan dini yang terjadi di sederet daerah Indonesia. Hal ini mendorong tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan tentang bahaya pernikahan dini, Januari lalu. Utamanya bagi generasi milennial dan generasi Z di Kabupaten Malang. Adalah Dr. Rahmad Hakim, MA. dan Dr. Syamsurizal Yazid, M.A. yang memberikan pendampingan tersebut. Rahmad menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak negatif pernikahan dini, serta pentingnya pendidikan dan kesiapan mental dalam membangun keluarga sehat. Menurutnya, pernikahan dini merupakan isu serius di Indonesia, khususnya bagi generasi millenial dan generasi Z. Data Kemen PPPA mencatat, sekitar 1.499.171 anak di bawah umur 18 tahun sudah menikah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 373.546 kasus pernikahan melibatkan anak di bawah umur 15 tahun. “Angka statistik di atas menunjukkan bahwa pernikahan di bawah umur di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, menggambarkan masalah yang signifikan dalam masyarakat,” katanya. Ia juga sempat menjelaskan bahwa angka dispensasi kawin (pernikahan dini) di Malang menduduki peringkat tertinggi di Jatim. Catatan Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang menyebut ada lebih dari 1.393 perkara sepanjang 2022. Sementara pada tahun 2023, terdapat 1.009 anak memohon dispensasi kawin ke PA Kabupaten Malang. Dari jumlah itu, sebanyak 936 anak di bawah umur mendapat persetujuan Pengadilan Agama Kabupaten Malang untuk melangsungkan pernikahan. “Pernikahan dini berisiko tinggi bagi kesehatan reproduksi, terutama perempuan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mencegah terjadinya pernikahan di usia muda,” tandasnya. Menariknya, usai sosialisasi, tim UMM langsung melakukan pendampingan sekaligus bimbingan kepada masyarakat untuk menghindari pernikahan dini. Selain itu, tim pengabdian dosen UMM memberikan solusi-solusi implementatif bagi masyarakat untuk meminimalisir angka pernikahan dini, dengan meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan dan kesiapan dalam berkeluarga. Rahmad dan tim berharap, sosialisasi, pendampingan, serta bimbingan yang sudah diterima masyarakat Kabupaten Malang dapat memberikan wawasan tentang bahaya pernikahan dini. Selain itu juga dapat memotivasi generasi millennial dan Z untuk lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan diri sebelum memutuskan untuk menikah.(*/wil)
Tim UMM Ajak Gen Z SMAGA NASA Bersiap Jadi Generasi Emas 2045

Lebih dari 750 siswa SMAN 3 Madiun (SMAGA NASA) Jawa Timur ikuti seminar yang digarap tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agenda yang dilaksanakan pada 23 Januari ini bertujuan memberi inspirasi dan motivasi bagi mereka dalam mencapai kesuksesan. Apalagi mengingat para siswa akan meneruskan tonggak kepemimpinan dan tanggungjawab bangsa di masa depan. “Adanya seminar ini menjadi cara kami untuk membentuk generasi muda yang memiliki mentalitas pekerja keras, tidak hanya mengandalkan kenyamanan,” tegas Prof. Dr. Ir. Noor Harini, selaku ketua tim. Dia menegaskan, kesuksesan tidak datang dengan mudah, tetapi harus dicapai dengan kerja keras, optimisme, dan cita-cita yang tinggi serta mampu menunjukkan diri bahwa mereka bukan gen strawberry yang mudah jatuh. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi karakter siswa seperti faktor internal (instink, kebiasaan/adat, kemauan/kehendak, suara hati, keturunan) dan faktor eksternal (pendidikan dan lingkungan). Dengan memiliki faktor-faktor tersebut, siswa diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang cerdas, inovatif, damai, sehat, dan berperadaban unggul. Prof. Noor juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan yang sehat. “Pola makan yang sehat tidak hanya penting untuk tubuh yang kuat, tetapi juga untuk otak yang cerdas dan siap bersaing di masa depan,” tambahnya. Ada lima hal yang menjadi faktor pembentukan karakter yang baik. Di antaranya, sikap, emosi, trust, kebiasaan, dan kemauan. Dengan memperhatikan kelima hal itu, generasi penerus dapat dengan mudah meraih kesuksesan di masa depan. Selanjutnya nilai kedisiplinan dan kejujuran juga menjadi poin penting yang tidak boleh disepelekan. “Disiplin adalah kunci utama untuk mencapai tujuan. Tanpa disiplin, impian juga akan sulit dicapai dan Kejujuran bukan hanya membangun kepercayaan, tetapi juga menjaga integritas pribadi dan sosial untuk masyarakat luas,” tegasnya. Sementara itu, pemateri lain Prof. Dr. Ir. Achmad Wahyudi berbagi pandangannya tentang tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam menempuh pendidikan tinggi. Memilih jurusan harus bijak dan sesuai dengan minat serta potensi diri, sehingga dapat menentukan masa depan yang lebih cerah. Ia juga menekankan bahwa penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja di masa depan. Lalu sebagai generasi penerus, penting untuk memiliki sifat yang Inovatif dan kreatif, berpengetahuan luas dan terdidik dan memiliki keterampilan teknologi tinggi. “Pendidikan tinggi bukan hanya tentang teori, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam masyarakat,” tegasnya. Ada strategi yang dapat diterapkan agar dapat mencapai kesuksesan. Dimulai dari dipaksa, kemudian terpaksa, hingga terbiasa, dan akhirnya membentuk budaya. Dengan menerapkan hal ini, para siswa diharapkan dapat menjadi orang sukses dikemudian hari. Dengan semangat kerja keras, karakter yang kuat, dan cita-cita yang tinggi, mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari Generasi Emas 2045 yang siap berkontribusi untuk memajukan Indonesia. (*/wil)
Antisipasi Resiko Laka, Tim Mahasiswa UMM Ciptakan Rompi Pintar

Alat menarik kembali diciptakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini ada rompi pintar yang dilengkapi dengan fitur sensor heart rate sebagai alat pengukur irama detak jantung manusia secara real time. Vest Health, karya inovatif Tim Mahasiswa Teknik Industri ini mampu mendeteksi kelelahan dini hingga antisipasi resiko terjadinya laka lantas. Uniknya, fitur-fitur pada alat ini dapat diakses secara jarak jauh menggunakan jaringan wifi. Valdio Febrilian sebagai anggota tim menyebut alat bantu kesehatan yang sekaligus mencakup keselamatan ini sangat cocok digunakan oleh semua pengendara, terutama para sopir ekspedisi. “Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas akibat sopir mengantuk atau kelelahan selama perjalanan di beberapa tahun belakangan menjadi salah satu alasan kami menciptakan Vest health. Umumnya, indikator kelelahan dini dapat dilihat, jika heart rate seseorang berada di angka 50-65 bpm. Sedangkan, fitur alarm peringatan pada rompi ini sengaja kami atur lebih awal di angka 70 bpm untuk mengantisipasi lebih awal gejala kelelahan dini,” jelasnya. Adapun alat ini juga disempurnakan dengan sebuah modul yang terdiri dari monitor mini untuk menampilkan angka heart rate pengguna. Menariknya, sebuah website terhubung dengan modul pada Vest health yang dirancang untuk dapat diakses banyak orang. Dengan begitu, orang lain seperti pihak perusahaan juga dapat dengan mudah memantau kinerja irama detak jantung pegawai atau pekerja yang menggunakan rompi pintar ini. Valdio menjelaskan, sinyal peringatan ini akan dikirimkan kepada pengguna dan perangkat yang terhubung pada website tersebut. “Vest health dirancang untuk dapat digunakan secara real time (online) oleh siapapun dan kapanpun selama terhubung dengan jaringan. Nantinya, sensor pada rompi akan mengirimkan sinyal berupa notifikasi dan alarm peringatan berupa suara dan getaran pada saat pengguna terindikasi kelelahan dini,” sambungnya. Tak hanya menawarkan banyak fitur-fitur canggih, kenyamanan pengguna juga diperhatikan dalam pembuatannya. Ia mengungkapkan Vest health juga didesain body fit dengan bahan yang elastis dan flexible. Sehingga, nyaman digunakan oleh pengguna dari semua kalangan. Meski demikian, Valdio juga menceritakan kendala yang harus Ia dan timnya lewati sebelumnya. Salah satunya adalah kendala pada biaya dan ruang bengkel yang terbatas. “Kami harus melewati beberapa tantangan untuk merealisasikan projek ini. Diantaranya, biaya yang cukup tinggi untuk mendapatkan fitur-fitur yang baik, hingga ketersediaan ruang bengkel yang mengakibatkan keterlambatan waktu finalisasi alat. Beruntung, pihak UMM selalu mendukung inovasi kami, sehingga dapat dipamerkan dengan layak,” ungkapnya. Terakhir, Ia berharap Vest Health dapat dikembangkan ke versi yang lebih baik lagi kedepannya. Ia percaya, mahasiswa teknik industri UMM dapat memberikan inovasi luar biasa yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat luas. Selai itu, Valdio juga berharap besar dan yakin dengan adanya inovasi ini di masyarakat, dapat mengurangi angka laka lantas di Indonesia. (din/wil)